Minggu, 17 Desember 2017

APA YANG HARUS DILAKUKAN SAAT MUSIBAH DAN BENCANA MELANDA?

::
*🚇 APA YANG HARUS DILAKUKAN SAAT MUSIBAH DAN BENCANA MELANDA?*

[Petikan dari Nasihat terkait Gempa]

Asy-Syaikh Abdullah bin Abdul ‘Aziz bin Baaz –rahimahullah- berkata:

“...maka yang WAJIB ketika terjadi gempa dan yang lainnya dari ayat-ayat Allah - gerhana, angin kencang, dan badai- untuk BERSEGERA dalam:

▪Bertaubat kepada Allah Yang Maha Suci,
▪Memperbanyak berdzikir dan istighfar,

Sebagaimana sabda Rasulullah –shalallahu ‘alaihi wasallam- ketika terjadi gerhana:

فإذا رأيتم ذلك فافزعوا إلى ذكر الله ودعائه واستغفاره

_Sehingga jika kalian melihat peristiwa itu maka bersegerelah berdzikir, berdoa, istighfar (memohon ampunan kepada Allah._

▪Dan mustahab pula untuk mengasihi orang-orang fakir dan miskin dengan bersedekah kepada mereka. Sebab Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- bersabda:

ارحموا ترحموا

_Berbuat pengasihlah maka kalian akan dirahmati (oleh Allah)!_

الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء

_Orang yang berwelas asih akan dirahmati oleh Yang Maha Pengasih, berbelas kasihlah kalian kepada yang di muka bumi akan merahmati kalian Dzat yang ada di atas Langit._

Dan sabda Beliau –shalallahu ‘alaihi wasallam-:

من لا يرحم لا يرحم

_Siapa yang tidak merahmati tidak akan dirahmati (oleh-Nya)._

Dan diriwayatkan dari ‘Umar bin Abdul ‘Aziz –rahimahullah-  bahwa ketika terjadi gempa beliau menulis surat kepada istrinya agar mereka(keluarganya) bersedekah...”

📡 https://www.binbaz.org.sa/article/483
📑 Alih Bahasa:
Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah

••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net

Sabtu, 16 Desember 2017

MATAN DAN TERJEMAHAN AL-USHULUS SITTAH (03-04)

💐📝 *MATAN DAN TERJEMAHAN AL-USHULUS SITTAH (Bag. ke-3)*

الأصول الستة للشيخ محمد بن عبد الوهاب

✅ *LANDASAN KEDUA: BERSATU DALAM DIEN DAN LARANGAN DARI BERPECAH BELAH*

الأصل الثاني

أمر الله بالاجتماع في الدين ونهى عن التفرق فيه، فبين الله هذا بياناً شافياً تفهمه العوام ، ونهانا أن نكون كالذين تفرقوا واختلفوا قبلنا فهلكوا، وذكر أنه أمر المسلمين بالاجتماع في الدين ونهاهم عن التفرق فيه ، ويزيده وضوحاً ما وردت به السنة من العجب العجاب في ذلك، ثم صار الأمر إلى أن الافتراق في أصول الدين وفروعه هو العلم والفقه في الدين ، وصار الاجتماع في الدين لا يقوله إلا زنديق أو مجنون

Landasan yang kedua: Allah memerintahkan untuk bersatu dalam Dien dan melarang dari berpecah belah padanya. Allah menjelaskan hal itu dengan penjelasan yang gamblang yang bisa dipahami orang awam (masyarakat umum). Allah melarang kita menjadi seperti orang-orang sebelum kita yang berpecah belah dan berselisih sehingga mereka binasa. Dan Allah menyebutkan bahwa Dia memerintahkan kaum muslimin untuk bersatu dalam Dien dan melarang mereka dari berpecah belah di dalamnya. Penjelasan itu semakin terang dengan khabar dari Sunnah (Nabi) yang sangat menakjubkan dalam hal itu. Kemudian ternyata keadaannya (menjadi terbalik), perpecahan dalam prinsip-prinsip Dien dan cabang-cabangnya dianggap sebagai ilmu dan sikap faham terhadap Dien, dan bersatu dalam Dien (dianggap) sebagai sesuatu yang tidak diucapkan kecuali oleh zindiq atau orang gila.

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

💐📝 *MATAN DAN TERJEMAHAN AL-USHULUS SITTAH (Bag. ke-4)*

الأصول الستة للشيخ محمد بن عبد الوهاب

✅ *LANDASAN KETIGA: BERSIKAP MENDENGAR DAN TAAT KEPADA WALIYYUL AMR (PEMERINTAH MUSLIM)*

الأصل الثالث

أن من تمام الاجتماع السمع والطاعة لمن تأمر علينا ولو كان عبداً حبشياً ، فبين الله هذا بياناً شائعاً كافياً بوجوه من أنواع البيان شرعاً وقدراً ، ثم صار هذا الأصل لا يعرف عند أكثر من يدعي العلم فكيف العمل به.

Landasan yang ketiga: Bahwasanya di antara kesempurnaan bersatu (dalam Dien) adalah bersikap mendengar dan taat kepada pemimpin kita meskipun dia adalah budak dari Habasyah (Etiopia). Allah menjelaskan ini dengan penjelasan yang terang dan mencukupi dengan berbagai bentuk penjelasan secara syar’i maupun qodari. Kemudian (yang terjadi justru) landasan ini tidak diketahui oleh kebanyakan orang yang mengaku berilmu. (Kalau diketahui saja tidak), maka bagaimana mau beramal?

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

MATAN DAN TERJEMAHAN AL-USHULUS SITTAH (01-02)

💐📝 *MATAN DAN TERJEMAHAN AL-USHULUS SITTAH (Bag. ke-1)*

الأصول الستة للشيخ محمد بن عبد الوهاب

✅ *MUKADDIMAH (PENDAHULUAN)*

بسم الله الرحمن الرحيم

من أعجب العجاب ، وأكبر الآيات الدالة على قدرة الملك الغلاب ستة أصول بينها الله تعالى بياناً واضحاً للعوام فوق ما يظن الظانون ، ثم بعد هذا غلط فيها كثير من أذكياء العالم وعقلاء بني آدم إلا أقل القليل

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Termasuk di antara hal yang paling mengherankan dan di antara tanda kekuasaan Allah Sang Penguasa Yang Maha Mengalahkan (segala sesuatu) adalah 6 landasan yang telah Allah jelaskan dengan penjelasan yang gamblang bagi orang awam (masyarakat umum) lebih dari yang diperkirakan oleh orang-orang yang bisa mengira, tapi kemudian setelah itu kebanyakan orang cerdas dan orang berakal dari kalangan Bani Adam salah (dalam memahami) kecuali sedikit (dari mereka)

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

💐📝 *MATAN DAN TERJEMAHAN AL-USHULUS SITTAH (Bag. ke-2)*

الأصول الستة للشيخ محمد بن عبد الوهاب

✅ *LANDASAN PERTAMA: MENGIKHLASKAN AGAMA HANYA UNTUK ALLAH*

الأصل الأول

إخلاص الدين لله تعالى وحده لا شريك له ، وبيان ضده الذي هو الشرك بالله، وكون أكثر القرآن في بيان هذا الأصل من وجوه شتى بكلام يفهمه أبلد العامة، ثم لما صار على أكثر الأمة ما صار أظهر لهم الشيطان الإخلاص في صورة تنقص الصالحين والتقصير في حقوقهم، وأظهر لهم الشرك بالله في صورة محبة الصالحين وأتباعهم.

Landasan yang pertama: Mengikhlaskan agama (hanya) untuk Allah Ta’ala semata, tidak ada sekutu bagiNya, dan penjelasan tentang lawan (dari keikhlasan) yaitu syirik kepada Allah. AlQuran telah menjelaskan landasan ini dalam bermacam-macam bentuk dengan ucapan yang bisa dipahami oleh orang awam yang paling sederhana pemikirannya. Tapi kemudian kebanyakan manusia melihat (hal yang berbeda). Syaithan menampakkan keikhlasan (tauhid) itu dalam bentuk merendahkan orang-orang sholih dan seakan-akan (tauhid) adalah mengurangi hak-hak mereka. Syaithan menampakkan kesyirikan kepada Allah dalam bentuk mencintai orang-orang sholih dan pengikut mereka.

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*