Rabu, 16 Maret 2016

Mewaspadai Adzab Yang Merata

MEWASPADAI ADZAB YANG MERATA

AL-A’MAL  AL-MUFADHDHOLAH

✅Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha beliau berkata, berkata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam :

⚡️“Sebuah pasukan ingin menyerang ka’bah, ketika mereka sudah sampai pada suatu padang pasir (suatu tempat antara Makkah dan Madinah: Al Fath:4/430, Berada didepan Dzul Hulaifah, ke arah makkah: Al Minhaj: 9/143) mereka ditenggelamkan ke bumi dari orang yang paling awal hingga paling akhirnya ”

⁉️'Aisyah bertanya : Wahai Rasulullah:

♨️“Bagaimana mungkin mereka ditenggelamkan dari orang yang paling awal hingga paling akhirnya sedangkan diantara mereka ada orang yang niatnya cuma untuk jual beli dan juga ada orang-orang yang bukan bagian dari mereka ? ”

Rasulullah bersabda :

“Mereka ditenggelamkan dari orang yang paling awal hingga paling akhirnya kemudian dibangkitkan (pada hari akhir) berdasarkan niat mereka”

HR Al Bukhari 2118 dan Muslim 2884

Dalam hadits ini terdapat faedah, bahwasanya setiap amalan : dipertimbangkan berdasarkan niat orang yang mengamalkan,
Dan juga terdapat Tahdzir (peringatan) dari berteman dengan orang-orang yang Zhalim, duduk-duduk bersama mereka, serta memperbanyak jumlah mereka, kecuali dalam keadaan yang sangat darurat (terpaksa)” (Lihat Fathul Bari: 4/431)

Imam An Nawawi menambahkan: "agar tidak mendapatkan semisal apa yang menimpa mereka dari adzab (Al Minhaj: 9/145)"

Maraji':

▶️>Shohih At Targhib wa At Tarhib (11) oleh Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany (wafat 1420)

▶️>Fathul Bari oleh Al Hafizh Ibnu Hajar Al Asqolany (wafat: 852 H)

▶️>Al Minhaj Syarh Shohihi Muslim oleh Al Imam An Nawawi (Wafat:  676 H)

Ditulis Oleh: Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah

(Padang  2 Jumadil  Akhirah  1437 H, 11 Maret  2016)

11 - (صحيح)
وعن عائشة قالت: قال: رسول الله  صلى الله عليه وسلم  يغزو جيش الكعبة فإذا كانوا ببيداء من الأرض يخسف بأولهم وآخرهم
قالت قلت يا رسول الله كيف يخسف بأولهم وآخرهم وفيهم أسواقهم ومن ليس منهم قال يخسف بأولهم وآخرهم ثم يبعثون على نياتهم
رواه البخاري ومسلم وغيرهم

وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّ الْأَعْمَالَ تُعْتَبَرُ بِنِيَّةِ الْعَامِلِ وَالتَّحْذِيرُ مِنْ مُصَاحَبَةِ أَهْلِ الظُّلْمِ وَمُجَالَسَتِهِمْ وَتَكْثِيرِ سَوَادِهِمْ إِلَّا لِمَنِ اضْطُرَّ إِلَى ذَلِك

قال الإمام النووي : لئلا يناله ما يعاقبون به
________________________

Hastag :
#waspada_adzab_merata

Postting :
Jumat, 11 Maret 2016
Jam. 19.45 wib

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang َ

Nasihat Asy Syaikh Sholih Al Luhaidan

NASIHAT ASY SYAIKH SHOLIH AL LUHAIDAN

SILSILAH FAWAID MUHIMMAH

Asy Syaikh Badr Al Anazi hafizhahullah berkata:

✅"Ini adalah sebagian wasiat, dan petunjuk yang disampaikan  oleh Asy Syaikh Al ‘Allamah Al Fadhil Sholih Al Luhaidan, ketika aku meminta nasehat kepada beliau:"

▶️1."Hendaklah engkau, melakukan apa-apa yang bermanfaat bagi dirimu dan meninggalkan apa yang tidak bermanfaat bagi dirimu, lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu dari amalan-amalan sholih, dan tinggalkanlah apa-apa yang dilarang-Nya dari amalan-amalan yang haram."

▶️2.Beliau juga berkata kepadaku, "Hendaklah engkau menghapal kitab Allah (Al Qur’an), mantadabburinya, memahami maknanya dan beramal dengannya."

▶️3. Beliau juga berkata kepadaku, "Wajib bagi setiap orang untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan amalan sholih, supaya dia dapat melihat dengan gembira pada catatan amalnya pada hari akhir, dan menjauhi amalan-amalan yang haram supaya dia tidak melihat jeleknya catatan amalnya pada hari akhir, kita butuh untuk memperbanyak amalan sholih pada kehidupan dunia ini."

▶️4. Beliau juga berkata kepadaku, "Hendaklah engkau mempunyai sikap hikmah dalam berdakwah, dengan menggunakan nasehat yang baik, dan mendebat juga dengan cara yang baik,seperti firman Allah Ta’ala:

ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَن
ُ
Artinya: “Serulah kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan nasehat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang baik” (An Nahl :125)

Maka dakwahmu haruslah dengan hikmah, sebuah dakwah harus ada padanya (sifat) hikmah."

Sumber: https://telegram.me/baderAlbder

Ditulis Oleh: Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji hafizhahullah

(Padang  3 Jumadil Akhirah 1437 H, 12 Maret  2016)

هذه بعض الوصايا والإرشادات التي قالها لي الشيخ العلامة الفاضل صالح اللحيدان ، عندما كنت أطلب منه الوصية.

١- قال لي: عليك بفعل ما ينفعك وترك ما لا نفع لك به، وافعل ما أمرك الله به من الأعمال الصالحة واترك ما نهى عنه من الأعمال المحرمة.

٢- وقال لي مرة: عليك بحفظ كتاب الله وفهم معانيه وتدبره والعمل به.

٣- وقال لي مرة: يجب على الإنسان أن يجتهد في الأعمال الصالحة لكي تسره صحيفته يوم القيامة إذا نظر فيها ، ويجتنب الأعمال المحرمة لكي لا تسؤه صحيفته إذا نظر فيها ، فنحن في هذه الدنيا بحاجة إلى الإكثار من العمل الصالح.

٤- وقال لي مرة: عليك بالحكمة في الدعوة وعليك بالموعظة الحسنة والجدال بالتي هي أحسن
كما قال ربنا تعالى: (أدع إلى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسنة وجادلهم بالتي هي أحسن)
فلابد من الحكمة في دعوتك ، الدعوة لا بد لها من حكمة.
______________________

Hastag :
#nasehat_asy_syaikh_sholih_al_luhaidan

Postting :
Sabtu, 12 Maret 2016
Jam. 14.00 wib

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang
====================

NASIHAT SYAIKH LUHAIDAN (2)

SILSILAH FAWAID MUHIMMAH

▶️5.Amalan dalam suatu kepengurusan (lembaga resmi) bukanlah penghambat dalam dakwah, bersungguh-sungguhlah dalam dakwah, dan jangan pernah meninggalkannya dengan hujjah (alasan) tidak mempunyai waktu luang, atau terlalu sibuk, bersungguh-sungguhlah dalam berdakwah.

▶️6.Hendaklah engkau mengerahkan (seluruh daya upaya) untuk menimbulkan sebab-sebab yang syar’i, dan tawakkal kepada Allah, dalam setiap perkara yang engkau usahakan,jangan pernah berputus asa, dan jangan pernah jemu, kita diperintahkan untuk tawakkal sambil terus berusaha menimbulkan sebab, wallahul muwaffiq

▶️7.Hendaklah seseorang selalu berpegang kepada dalil, karena tidak ada pelajaran (yang bisa diambil) dari perkataan seseorang sedangkan didalam permasalahan tersebut terdapat dalil dari Firman Allah  atau perkataan Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, pelajaran tersebut ada pada dalil-dalil syar’i.

▶️8.Hendaklah engkau selalu menjaga sebutan yang baik diantara manusia, supaya engkau selalu diingat dengan kebaikan.

Selesai wasiat/nasihat Asy Syaikh Al Luhaidan kepada Asy Syaikh Badr Al Anazi hafizhahumallah. Semoga bisa diambil dan diamalkan faedahnya bagi kita semua

Sumber: Channel Telegram Asy Syaikh Badr Al Anazy

Ditulis Oleh: Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah

(Padang  5 Jumadil Akhirah 1437 H, 14 Maret  2016)
____________________

Hastag :
#nasihat_syaikh_luhaidan

⏰Postting :
Senin, 14 Maret 2016
Jam. 15.30 wib

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang
====================

Hakekat Dzulwajhain - Bunglon

HAKEKAT DZULWAJHAIN - BUNGLON

Dzul wajhain (orang bermuka dua) adalah orang yang berubah-ubah pendirian.

⚠Berkata Asy Syaikh Shaleh Al Fauzan semoga Allah menjaganya :

Sabda Nabi صلى الله عليه وسلم : “orang yang bermuka dua” dan beliau tidak menyebutnya “kafir” tetapi menyebutkan (bahwa orang yang bermuka dua adalah) : “orang yang datang kepada suatu kaum dengan satu rupa (sikap) dan mendatangi kaum yang lain dengan rupa yang lain...” yaitu orang yang senantiasa berubah pendiriannya, jika dia bersama satu kelompok manusia dia menampakkan kecintaan kepada mereka dan menginginkan kebaikan bagi mereka. Tetapi  ketika dia bersama kelompok yang lain dia menampakkan bahwa dia bersama mereka (kelompok yang kedua) dan mencela kelompok yang pertama serta membicarakan keburukan mereka.
______________
Syarah kitab Al Kabaair karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab رحمه الله تعالى hal. 289

ذو الوجهين هو متذبذب

قال الشيخ صالح الفوزان حفظه الله ورعاه :

وقوله صلى الله عليه وسلم: ((ذي الوجهين)) ولم يقل: الكافر، بل قال: (( الذي يأتي هؤلاء بوجه وهؤلاء بوجه )) يعني أنه متذبذب، فهو إذا كان مع طائفة من الناس بين لهم أنه يودهم وأنه يحب لهم الخير، وإذا انقلب إلى الطائفة الأخرى أخبرهم: أنه معهم وذم الطائفة الأولى وتكلم في حقهم .
_______________
شرح كتاب الكبائر لشيخ الإسلام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله تعالى : 289 .

⚔Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata
Klik ➡JOIN⬅ Channel Telegram: http://bit.ly/tukpencarialhaq
http://tukpencarialhaq.com || http://tukpencarialhaq.wordpress.com