Sabtu, 01 Oktober 2016

HUKUM Menyebarkan SMS ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan "Selamat Tahun Baru"


✉📲 *HUKUM Menyebarkan SMS ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan "Selamat Tahun Baru"*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

al-'Allamah Shalih al-Fauzan hafizhahullah

❓📬 Pertanyaan :
Hari-hari ini banyak disebarkan melalui media-media ajakan untuk beristighfar dan bertaubat pada Akhir Tahun Hijriyah, serta mengucapkan selamat dengan datangnya Tahun Baru?

🔉 Jawab
❌ "Semua itu BID'AH. Sebenarnya tidak ada Tahun Baru, itu sekedar istilah. Tidak ada tahun baru. Setiap hari mungkin saja engkau menyempurnakan tahun dari umurmu, setiap hari, setiap bulan, dan setiap pekan, sesuai dengan waktu kelahiranmu, tidak terikat dengan bulan Muharram.

▶️ Namun itu (penyebutan tahun baru) hanyalah istilah. Dulu Khalifah 'Umar - radhiyallahu 'anhu - bermusyawarah dengan para shahabat, karena berdatangan kepada beliau surat-surat dinas dari para gubernur dan pegawai beliau tanpa ada tanggalnya, sehingga tidak diketahui kapan surat tersebut ditulis. Maka beliaupun bermusyawarah dengan para shahabat.

Padahal ketika itu kalender miladi/masehi sudah ada. Namun beliau dan para shahabat TIDAK mau ikut-ikutan Yahudi dan Nashara.

📆 Maka pendapat mereka sepakat untuk membuat penanggalan berdasarkan hijrah Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam - karena hijrah merupakan peristiwa terbesar dalam Islam. Maka dijadikanlah peristiwa tersebut sebagai awal kalender hijriyyah, karena suatu mashlahah dan kebutuhan.

📛🎉 Sehingga tidak ada pengkhususan tahun hijriyah dengan ucapan selamat, tidak pula dikhususkan dengan do'a tertentu. Karena itu tidak ada dasarnya. Jadi itu BID'AH.

💻 sumber http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=140856

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

⚠️ *KEZHALIMAN PADA BULAN HARAM*

➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Waspadalah kalian – semoga Allah menyelamatkan dan meluruskan jalan kalian – dari perbuatan zhalim terhadap diri kalian pada bulan Muharram tersebut dan 3 bulan haram lainnya, yaitu berupa amalan kejelekan, dosa, kemaksiatan, kesyirikan, kebid’ahan, kesesatan, kefasikan, perbuatan keji, kezhaliman, permusuhan, penipuan, berdusta, ghibah, namimah (adu domba), kedengkian dan hasad. Sesungguhnya Allah melarang kalian dari semua perbuatan tersebut.  Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

Artinya : “Sesungguhnya jumlah bilangan bulan di sisi Allah adalah 12 bulan, diantaranya adalah 4 bulan haram. Itulah agama yang lurus. Maka jangan kalian zhalimi diri kalian sendiri pada bulan-bulan tersebut”

🔥 Sesungguhnya amalan kejelekan baik berupa kebid’ahan ataupun kemaksiatan akan semakin besar dosanya jika dilakukan pada waktu dan tempat yang memiliki keutamaan di dalam syariat ini. Sebagaimana atsar yang sah dari Qatadah bin Di’amah rahimahullah , beliau berkata :

👉🏻💥 “Sesungguhnya kezhaliman yang dilakukan pada bulan haram LEBIH BESAR DOSANYA daripada yang dilakukan pada bulan-bulan selainnya ”

dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid

📥sumber : http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🎆⛲️📛 *SALAH SATU KEMUNGKARAN : PERINGATAN/PERAYAAN TAHUN BARU HIJRIYAH*

Di antara perkara-perkara haram tersebut adalah :

🎉❌ Perayaan di masjid-masjid, di rumah-rumah, di tempat-tempat peristirahatan/rekreasi/wisata, di jalan-jalan, atau tempat-tempat lainnya, dengan mengadakan peringatan Hijrah Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah.

📛 Peringatan yang semacam ini tidaklah berjalan di atas sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan hal tersebut menentang dan menyelisihi (bimbingan beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam) karena tidak pernah sekalipun beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam merayakannya, tidak pula mengajak, atau menghasung umat ini untuk merayakannya.

📛 Peringatan tersebut juga tidak didasari bimbingan generasi Salafush Shalih yang hidup pada tiga abad utama – yang terdepan adalah para Shahabat radhiyallahu ‘anhum –karena mereka sendiri tidak merayakannya, tidak pula mengajak umat yang hidup di zaman mereka ataupun setelah mereka untuk merayakannya.

📛 Peringatan tersebut juga tidak berjalan di atas bimbingan para ulama madzhab yang empat : Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’i, Ahmad rahimahumullah tidak pula Ulama-ulama Islam terdahulu selain mereka, tidak pula mengikuti mereka, karena mereka tidak pernah memperingatinya, mengajak, menghasung siapapun untuk merayakannya.

⚠️ Para Ulama yang berilmu tentang nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah menghukumi permasalahan sesuai dengan hakekatnya (yaitu peringatan tersebut adalah) BID'AH, dan bid’ah merupakan diantara perkara haram paling yang besar dan yang paling besar kejahatannya. Sebuah hadits yang telah sah dari Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memperingatkan dari kebid’ahan dalam khutbah-khutbah beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam :
🔖 Artinya : “Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam syariat agama ini, dan semua bi’dah adalah sesat”

Begitu pula dalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbah perpisahannya :
🔖 Artinya : “Waspadalah kalian dari perkara yang diada-adakan dalam agama karena perkara yang diada-adakan tersebut adalah bid’ah, dan semua bid’ah adlah sesat”

Sebuah riwayat yang telah sah dari Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata :
🔖 Artinya : “Sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam agama, ketahuilah bahwasannya perkara yang diada-adakan tersebut adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat dan semua kesesatan tempatnya adalah di an-Naar”

👉🏻💥 Tidak diragukan lagi bahwasannya semua hal yang tersifati dengan kejelekan, kesesatan, ancaman dengan an-Naar (nereka) merupakan perkara yang keliru, jelek, haram, dan mungkar.

dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid

📥sumber : http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Manhajul Anbiya:
🎆⛲️📛 SALAH SATU KEMUNGKARAN : PERINGATAN/PERAYAAN TAHUN BARU HIJRIYAH

Di antara perkara-perkara haram tersebut adalah :

🎉❌ Perayaan di masjid-masjid, di rumah-rumah, di tempat-tempat peristirahatan/rekreasi/wisata, di jalan-jalan, atau tempat-tempat lainnya, dengan mengadakan peringatan Hijrah Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam dari Makkah ke Madinah.

📛 Peringatan yang semacam ini tidaklah berjalan di atas sunnah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan hal tersebut menentang dan menyelisihi (bimbingan beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam) karena tidak pernah sekalipun beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam merayakannya, tidak pula mengajak, atau menghasung umat ini untuk merayakannya.

📛 Peringatan tersebut juga tidak didasari bimbingan generasi Salafush Shalih yang hidup pada tiga abad utama – yang terdepan adalah para Shahabat radhiyallahu ‘anhum –karena mereka sendiri tidak merayakannya, tidak pula mengajak umat yang hidup di zaman mereka ataupun setelah mereka untuk merayakannya.

📛 Peringatan tersebut juga tidak berjalan di atas bimbingan para ulama madzhab yang empat : Abu Hanifah, Malik, asy-Syafi’i, Ahmad rahimahumullah tidak pula Ulama-ulama Islam terdahulu selain mereka, tidak pula mengikuti mereka, karena mereka tidak pernah memperingatinya, mengajak, menghasung siapapun untuk merayakannya.

⚠️ Para Ulama yang berilmu tentang nash-nash Al-Qur’an dan As-Sunnah menghukumi permasalahan sesuai dengan hakekatnya (yaitu peringatan tersebut adalah) BID'AH, dan bid’ah merupakan diantara perkara haram paling yang besar dan yang paling besar kejahatannya. Sebuah hadits yang telah sah dari Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memperingatkan dari kebid’ahan dalam khutbah-khutbah beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam :
🔖 Artinya : “Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam syariat agama ini, dan semua bi’dah adalah sesat”

Begitu pula dalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam khutbah perpisahannya :
🔖 Artinya : “Waspadalah kalian dari perkara yang diada-adakan dalam agama karena perkara yang diada-adakan tersebut adalah bid’ah, dan semua bid’ah adlah sesat”

Sebuah riwayat yang telah sah dari Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu bahwa beliau berkata :
🔖 Artinya : “Sesungguhnya sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan dalam agama, ketahuilah bahwasannya perkara yang diada-adakan tersebut adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat dan semua kesesatan tempatnya adalah di an-Naar”

👉🏻💥 Tidak diragukan lagi bahwasannya semua hal yang tersifati dengan kejelekan, kesesatan, ancaman dengan an-Naar (nereka) merupakan perkara yang keliru, jelek, haram, dan mungkar.

dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid

📥sumber : http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

🔞💥 DARI MANA ASAL USUL PERINGATAN TAHUN BARU HIJIRIYAH??!

🔐 Ketahuilah –mudah-mudahan Allah meluruskan kalian semua- bahwa peringatan semacam ini merupakan tasyabbuh (meniru) 2 kelompok manusia :
❎ Orang-orang kafir – apapun agamanya – di mana adat yang berlaku bagi mereka memperingati kejadian-kejadian, peristiwa di hari-hari tertentu, dan perubahan keadaan.
❎ Orang-orang sesat dan menyimpang semisal kelompok Batiniyah, Syi’ah Rafidhah, dan yang setipe dengan mereka. Merekalah pencetus pertama adanya berbagai perayaan dan peringatan (yang tidak ada bimbingan dalam agama) di negeri Muslimin.

Seorang yang sangat Faqih bermadzhab Syafi’iy, sekaligus pakar sejarah yang berasa dari negeri Mesir, yang dikenal dengan al-Miqrizy menjelaskan dalam kitabnya “al-Khithath” :
🎉🎊❌ “Peringatan tahun baru Hijriyah merupakan salah satu dari serangkaian perayaan Daulah al-‘Ubaidiyah penganut agama Bathiniyah Isma’ilyah yang sejatinya adalah Syi’ah Rafidhah sekaligus Khawarij, yang berkuasa di negeri Maroko dan Mesir.
🔪 Daulah ini melakukan berbagai kejahatan terhadap para ulama, para mu’adzin, para penduduk negeri tersebut yang tidak bisa digambarkan seperti pembunuhan, mutilasi (memotong-motong bagian anggota badan), menawan orang-orang perempuan, menjarah harta, merusak milik orang lain, menghancurkan dan membakarnya.
🔥 Bahkan di antara para pembesarnya ada yang mengklaim derajat Rububiyah (yakni mengaku sebagai Tuhan).
🔨 Di antara para pembesar tersebut ada yang terang-terangan mencela para Nabi dan para shahabat, bahkan memerintahkan untuk menuliskan celaan-celaan terhadap para sahabat di pintu-pintu masjid!!
💉 Adapula yang memerintahkan untuk membakar mushaf-mushaf dan masjid-masjid Ahlus Sunnah!!"

👉🏻 Bahkan dijelaskan oleh Ahli Sejarahnya kaum muslimin, yaitu Syamsuddin adz-Dzahabi ad-Dimasyqiy asy-Syafi’iy rahimahullah di dalam kitab beliau “Siyar A’lamin Nubala” bahwasannya mereka
👉🏻🔥 memutarbalikkan Islam, menampakkan (aqidah) Rafidhah, menyembunyikan madzhab Isma’iliyyah (salah satu sekte bathiniyyah).”

Dinukilkan dari al-Qadhi ‘Iyadh al-Maliky rahimahullah, menjelaskan keadaan mereka :
👊🏻📚  “Para Ulama negeri al-Qairawan sepakat bahwasannya keadaan Bani ‘Ubaid adalah sama dengan keadaan orang-orang MURTAD dan orang –orang ZINDIQ.”

Tidak ada keraguan lagi bahwa meniru dua kelompok diatas merupakan kejelekan, kerugian serta kebinasaan bagi pelakunya. Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
🔖 Artinya : “Barangsiapa menyerupai suatu kaum maka, dia termasuk dari mereka (kaum tersebut).”

🌍 Seorang pecinta Sunnah dan mencintai Nabi umat ini Shalallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya yang mulia, menghormati beliau dan para shahabatnya serta menganggungkannya, AKANKAH DIA RELA MENJADIKAN kaum tersebut yang demikian perbuatan dan sepak terjangnya, yang demikian sejarah kejahatannya, sebagai SURI TAULADANNYA dan PANUTANNYA dalam mengada-adakan acara tersebut??!
🌘 Kami –walhamdulillah- dalam peringatan semacam ini dan selainnya, senantiasa bersuri tauladan kepada Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat, para Tabi’in dan generasi awal umat ini. MAKA KAMI PUN MENINGGALKAN DAN MENJAUHINYA SEBAGAIMANA MEREKA MENJAUHINYA dan TIDAK MELAKUKANNYA, dengan harapan kami termasuk dari mereka. Kami tidak akan meniru orang-orang kafir, tidak pula meniru orang-orang sesat dan menyimpang dari kalangan al-Bathiniyah al-Isma’ilyah ar-Rafidhah al-Khorijiyah.
Bagi siapa saja yang memiliki akal dan pikiran yang bersih, perlu diketahui bahwa peristiwa hijrahnya Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam TIDAKLAH TERJADI pada bulan Muharram, tidak pula di hari pertama bulan tersebut. Sebagaimana disebutkan oleh ahli sejarah, peristiwa hijrah tersebut terjadi pada bulan Rabi’ al-Awal.

✏📆 Adapun apa yang dilakukan di kalangan shahabat Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka itu hanya sebatas penentuan tahun Islamiyah dengan tahun Hijrah, yaitu menjadikan peristiwa sebagai tahun pertama, bukan menentukan hari Hijrahnya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan hari tersebut adalah hari pertama dalam setahun.

[ dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid ]

📥sumber : http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

❌📵 DOA PENUTUP TAHUN atau PEMBUKA TAHUN

Perkara Haram lainnya :

💥🗓 Pengkhususan hari Jumat terakhir di setiap tahun dengan tambahan amalan ibadah dan ketaatan. Begitupula pengkhususan dengan dipanjatkan doa tertentu yang biasa disebut dengan DO’A PENUTUP TAHUN atau DO’A PEMBUKAAN TAHUN. Do’a tersebut dipanjatkan pada sujud terakhir atau setelah ruku’ di shalat terakhir di penghujung tahun atau shalat pertama yang ditunaikan di Tahun Baru. Atau terkadang dipanjatkan di tempat-tempat diadakannya peringatan hari Hijrah Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam tersebut dan disebarluaskan oleh orang-orang bodoh melalui SMS, WhatsApp, Facebook, e-mail, atau situs-situs internet.

🚫 Tidak diragukan lagi keharaman pengkhususan tersebut, karena pengkhususan itu tidak disebutkan sedikitpun tuntunannya baik dari Al-Quran maupun dari As-Sunnah an-Nabawiyah, tidak pula dilakukan oleh Salaf –utamanya para Shahabat radhiyallahu ‘anhum- tidak pula diajarkan oleh para Ulama Madzhab yang 4 atau para Ulama Ahli Fiqih dan Ahli Hadits lainnya di zaman mereka.

Jika amalan tersebut dicintai oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shalallahu ‘alaihi wa sallam, atau baik bagi seorang muslim untuk melakukannya, atau dijanjikan ganjaran pahala baginya, niscaya mereka adalah orang-orang di baris terdepan dalam mengamalkan dan mendakwahkannya.

dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid

📥sumber : http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Awal Diberlakukan Kalender Hijriyah

📅 🌙 *AWAL DIBERLAKUKAN KALENDER HIJRIYAH*

Al-Imam Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan :

“Kalender Tahunan BELUM diberlakukan ketika pada awal kedatangan Islam. ➡️ Barulah dimulai di masa Khilafah ‘Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhuketika meluasnya wilayah kekuasaan Islam, dan kaum muslimin membutuhkan kalender untuk dalam urusan-urusan mereka. Maka pada tahun ketiga atau keempat masa pemerintahan beliau, datang sepucuk surat dari sahabat Abu Musa al-‘Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu.  Dia berkata dalam suratnya : “Telah sampai kepada kami surat-surat dari Anda yang tidak dibubuhi tanggal”.

✅ Maka Khalifah Umar pun mengumpulkan para sahabat  kemudian bermusyawarah bersama mereka.

Sebaian mereka ada yang berkata : “Bubuhkanlah tanggal sebagaimana orang Persia ketika mengirim surat kepada raja mereka. Setiap kali pemimpin meninggal, mereka memperbaharui kalender dengan pemerintah yang setelahnya”, Namun para sahabat tidak menyukai pendapat tersebut.

Sebagian yang lain memberikan usul : “Pakai saja kalender kerajaan Romawi”, merekapun juga tidak menyukainya.

Sebagian lainnya berkata : “Mulailah penanggalan dengan hari kelahiran Nabi Salallahu ‘alaihi wa sallam”

Yang lainnya menimpali : “Mulai dari hari diutusnya beliau”

💡 Lainnya berkata : “Sejak hari Hijrahnya beliau”

🌅 Umar pun berkata : “Hijrah merupakan pemisah antara al-Haq dan al-Batil maka, mulailah penanggalan dari hari tersebut” mereka semua akhirnya sepakat dengan keputusan Umar tersebut.

🔰 Kemudian mereka memusyawarahkan bulan yang dijadikan permulaan tahun.

Ada yang berkata: “Mulai dari bulan Ramadhan saja, karena bulan tersebut adalah bulan diturunkannya Al Qur’an”

Ada yang berkata : “(Mulailah) dari Rabi’ al-Awal karena bulan itu adalah waktu tibanya Rasulullah Salallahu ‘alaihi wa sallam di Madinah pada perjalanan Hijrah (dari Makkah)”

🌄 Umar, Utsman, dan ‘Ali radhiyallahu ‘anhum akhirnya memilih bulan Muharram karena itulah bulan Haram setelah Dzulhijjah bulan yang padanya kaum Muslimin menunaikan haji yang dengan menunaikannya (terwujudlah) sempurnalah rukun Islam. Di bulan Dzulhijjah pula berlangsungnya baiat kaum Anshar kepada Rasulullah salallahu ‘alaihi wa sallam dan bertekad untuk berhijrah. Maka, jadilah permulaan tahun Hijriyah Islamiyah di mulai dari bulan mulia Muharram.

dari Khutbah asy-Syaikh 'Abdul Qadir al-Junaid

📥sumber : http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bantahan Terhadap Tulisan Syubhat "Ajaran Tauhid 'Wahabi' Muhammad bin Abdul Wahab ajaran Islam Ekstrem dan Radikal"


♻ *Bantahan Terhadap Tulisan Syubhat "Ajaran Tauhid 'Wahabi' Muhammad bin Abdul Wahab ajaran Islam Ekstrem dan Radikal"*

✍🏼Oleh
Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed _hafidzahullahu ta'ala_

*Syubhat*

🗓Pada tanggal 15 September 2016 pukul 14.30 WIB telah diperoleh informasi tentang adanya ajaran tauhid versi Wahabi Muhammad bin Abdul Wahhab (ajaran Islam Ekstremisme dan Radikalisme) yang ditemukan dalam buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA/MA/SMK/MAK Kelas XI halaman 170 yang menyebutkan 8 poin ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab.

1⃣ Isi dari 8 poin tersebut diantaranya sebagai berikut :

a. Yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah -Subhanahu wa Ta'ala-, dan orang yang menyembah selain Allah -Subhanahu wa Ta'ala-  telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh.

b. Kebanyakan orang Islam bukan lagi penganut paham tauhid yang sebenarnya karena mereka meminta pertolongan bukan lagi dari Allah, tetapi dari syekh atau wali dari kekuatan gaib. Orang Islam demikian juga telah menjadi musyrik.

c. Menyebut nama nabi, syekh, atau malaikat sebagai perantara dalam doa juga merupakan syirik.

d. Meminta syafa’at selain dari kepada Allah -Subhanahu wa Ta'ala- adalah syirik.

e. Bernazar kepada selain dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- juga syirik.

f. Memperoleh pengetahuan selain dari al-Quran, hadis dan qias (analogi) merupakan kekufuran.

g. Tidak percaya kepada qada dan qadar Allah -Subhanahu wa Ta'ala- juga merupakan kekufuran.

h. Demikian pula menafsirkan al-Quran dengan ta’wil (interpretasi bebas) adalah kufur.

2⃣ Inti penyampaian dari 8 poin ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab mengajarkan bahwa :   

a. Bahwa orang yang menyembah selain Allah atau orang musyrik adalah halal untuk dibunuh, mayoritas umat Islam menurut Wahabi Salafi adalah musyrik karena tidak mengikuti ajaran tauhid versi Muhammad bin Abdul Wahhab. Sementara yang tidak syirik hanya golongan yang sefaham dengan tauhid versi Wahabi Salafi saja.

b. Amaliah seperti tawasul yang dilakukan mayoritas umat Islam dikatakan sebagai perbuatan syirik, bahkan golongan Wahabi Salafi menuduh kafir kepada umat Islam yang menakwilkan Al-Qur’an dan lain sebagainya.

c. Jika orang menyembah selain Allah atau non muslim boleh dibunuh.

3⃣ Ajaran tersebut sejalan dengan Ideologi yang dianut oleh Kelompok Wahabi ISIS dan semua firqohnya, pada bagian lain dari buku tersebut juga terdapat materi yang mengarah intoleransi antar umat beragama.

4⃣ Adapun keterangan cetakan bukusebagai berikut :

a. Nama Buku : Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.
b. Untuk  : SMA/MA7/SMK/ Kelas XI.
c. Kurikulum : Tahun 2013 (cetakan 2014).
d. Kontributor naskah : Mustahdi dan Mustakim.
e. Penelaah : Yusuf A. Hasan dan Moh. Saerozi.
f. Penerbitan : Pusat7 Kurikulum Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

Mari kita share sebanyak-banyaknya agar anak-anak kita tidak terjerumus ke faham Wahabi salafi dan ISIS

◀▶ *Bantahan Al-Ustadz Muhammad bin Umar As-Sewed _hafidzahullah ta'ala_*

🗯  *Ucapan di atas menunjukkan ketidakfahaman*

*Pertama,*
💬 Ucapan para ulama---tidak hanya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab---ketika menerangkan prinsip-prinsip agama selalu demikian.
Untuk menjelaskan kepada umat, mana ajaran Islam dan mana yang bukan ajaran Islam.
Silakan tanya pada ulama manapun dari kalangan mazhab Syafi'i, Hambali, Hanafi, atau Maliki, bagaimana jika ada seseorang yang menyembah selain Allah, kafir atau tidak kafir? musyrik atau tidak musyrik?
Niscaya jawabannya akan sama.
Bahkan, jika ditanya apakah mereka halal darahnya? mereka akan menjawab sama.
Kita siap untuk membawakan referensi dari kitab-kitab mereka.

✔Sebagai contoh bisa dibaca kitab berikut:
📚 *_Aqidatus Salaf wa Ashhabul Hadits_*, oleh *Imam Abu Utsman Ash-Shabuni* dari *mazhab Syafi'i*
*_Aqidah Ath-Thahawiyyah_*, oleh *Abu Ja'far Ath-Thahawi*, dengan syarahnya oleh *Imam Ibnu Abil Izz* dari *mazhab Hanafi*.
*_Aqidah Al-Washithiyyah_*, oleh *Imam Ibnu Taimiyyah* dari *mazhab Hambali* dan *_Aqidah As-Safariniyyah_* oleh *Imam As-Safarini*.
⁉Apakah berarti mereka semua Wahabi?? Ex

tremis

?? Radikalis??

*Kedua,*
❌ Konsekuensi dari anggapan tersebut, apakah berarti  orang yang menyembah apapun masih tetap muslim??
Tidak boleh dikafirkan??
Yang berarti agama apapun masih tetap muslim??
Lantas apa makna Islam kalau begitu??

*Ketiga,*
✋🏼Para ulama tidak---seperti yang mereka tuduhkan---mengajarkan untuk membunuh siapa saja yang dianggap kafir.
Karena:
⏩ Mengkafirkan seorang muslim adalah perkara yang rinci sehingga perlu ketelitian dan ilmu.
⏩ Mendahulukan nasihat dan peringatan.
⏩ Memastikan kalau dia tidak terpaksa.
⏩ Memastikan kalau perbuatannya bukan karena kebodohan, dll.

💬 Oleh karena itu, jika para ulama mengatakan, "...kafir, halal darahnya..." maka itu hanyalah penegasan kalau perkara itu bukan dari prinsip-prinsip agama Islam, tetapi dari ajaran orang kafir yang diperangi.

*Keempat,*
✔ Para ulama mengucapkan kalimat-kalimat tersebut dalam rangka menasihati, bukan dalam rangka memusuhi.
Agar kaum muslimin meninggalkan perkara-perkara syirik dan ajaran yang berbahaya, tentunya perlu dijelaskan bahayanya. Oleh karena itu, para ulama menjelaskan bahayanya yang besar, yaitu menjadi kafir.
Dari sini kita lihat bahwa para ulama menebar rahmat dan kasih sayang,
bukan menebar tuduhan dan kebencian.

*Kelima*
◀▶ Perlu dibedakan ucapan "Barangsiapa yang berbuat begini maka ia kafir halal darahnya" dengan ucapan "kelompok fulan kafir halal darahnya" , "kiai fulan kafir halal darahnya" atau "si fulan kafir halal darahnya"....
Yang pertama menjelaskan bahayanya agar kaum muslimin segera menjauhi perbuatan tersebut ( *_Ta'mim_* )
Sedangkan yang kedua adalah tuduhan yang berbahaya ( *_Ta'yin_* )

*Keenam*
✋🏼 Para ulama Salaf---termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab---selalu memperingatkan dari bahaya _takfir_ (mengkafirkan) seorang muslim dan mengingatkan dengan hadits-hadits seperti:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيُّمَا امْرِى ءٍ قَالَ لاخِيْهِ يَاكَافِرُ فَقَدْ بَاءَ بِهَاأَحَدُ هُمَا اِنْ كَانَ كَمَا قَالَ وَاِلا رَجَعَتْ عَلَيْهِ

Dari *Ibnu 'Umar*  _radhiallahu 'anhuma_ berkata, *Rasulullah* _shallallahu 'alaihi wa salam_ bersabda,
"Barangsiapa mengatakan kepada saudaranya 'wahai kafir' maka akan kembali kepada salah satunya". Jika sesuai maka sebagaimana ucapannya, jika tidak, maka kekafiran itu berbalik kepada diri yang mengucapkannya."( *_H.R. Muslim_* )
Yakni kalau ternyata dia tidak kafir maka akan kembali pada dirinya.

*Ketujuh,*
✋🏼 Para ulama Salaf---termasuk Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab---selalu memperingatkan umat dari bahaya pemikiran Khawarij yang mengkafirkan dan menghalalkan darah kaum muslimin dengan dosa-dosa, kemudian memerangi mereka.
Bagaimana mungkin akan disamakan dengan khawarij masa kini, yaitu ISIS??

*Kedelapan,*
✔ Lagi pula para ulama ketika mengatakan halal darahnya, bukan berarti sembarang orang boleh membunuhnya. Mereka selalu mengingatkan bahwa yang berhak menghukumi adalah penguasa, sehingga tidak terjadi kekacauan dan main hakim sendiri.

Para ulama membagi orang kafir menjadi beberapa jenis.
Yang asalnya mereka halal darahnya menjadi tidak boleh diperangi karena beberapa sebab:
⛔Kafir yang terikat perjanjian damai ( *_Mu'ahad_* )
⛔Kafir yang merupakan tamu-tamu negara ( *_Wufud_* )
⛔Kafir yang tunduk dibawah kekuasaan seorang muslim ( *_Dzimmi_* )
⛔Kafir yang meminta perlindungan kepada negara Islam ( *_Musthauthin_* )
dll.

👉🏽💢 Dengan delapan poin ini, jelaslah ketidakpahaman penulis ketika mengatakan bahwa itu adalah ajaran Wahabi. Padahal, seluruh ulama Ahlus sunnah mengajarkan demikian.
👉🏽💢 Dan betapa tidak pahamnya penulis ketika mengatakan bahwa ucapan seperti itu adalah radikalisme.
💎Padahal, hanya sebuah nasihat yang berharga agar seluruh kaum muslimin selamat.
Apakah kalau seorang bapak mengatakan kepada anaknya, "Nak, kalau engkau berbuat seperti itu engkau akan menjadi penjahat," berarti menuduh anaknya penjahat?? Kemudian menangkapnya dan memenjarakannya??

💎 Semoga Allah memberikan hidayah, ilmu, dan petunjuk-Nya kepada kita dan mereka serta seluruh kaum muslimin.
Semoga kita diper

satukan di atas kebenaran. Amin.

_Wallahu A'lam bisshawab,_

_Wa shallallahu 'ala nabiyyina Muhammadin wa 'ala aalihi wa shahbihi wa sallam._

🇮🇩 Cirebon, 23 Dzulhijjah 1437 H/25  September 2016 M

📱 http://www.salafycirebon.com/bantahan-terhadap-tulisan-syubhat-ajaran-tauhid-wahabi.htm

📲 Whatsapp Salafy Cirebon
▶️ chanel telegram ||
📌 http://tlgrm.me/atthoifahalmanshuroh1