Minggu, 27 November 2016

Shalawat-shalawat Bid’ah


➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Shalawat-shalawat Bid’ah*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Bagian 1⃣

*Tidak semua shalawat yang dikenal oleh masyarakat merupakan shalawat yang dikenal oleh syariat. Maka sudah semestinya kita mengetahui jenis-jenis shalawat yang tidak ada tuntunannya sama sekali dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini penting mengingat sebagian kaum muslimin banyak mengamalkannya, bahkan melantunkannya melalui nasyid-nasyid.*

_*Sudah bukan rahasia lagi kalau di tengah-tengah kaum muslimin, banyak tersebar berbagai jenis shalawat yang sama sekali tidak berdasarkan dalil dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Shalawat-shalawat itu biasanya dibuat oleh pemimpin tarekat sufi tertentu yang dianggap baik oleh sebagian umat Islam kemudian disebarkan hingga diamalkan secara turun temurun.*_

*Padahal jika shalawat-shalawat semacam itu diperhatikan secara cermat, akan nampak berbagai penyimpangan berupa kesyirikan, bid’ah, ghuluw terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan sebagainya.*

*Shalawat Nariyah*

*Shalawat jenis ini banyak tersebar dan diamalkan di kalangan kaum muslimin.*

*Bahkan ada yang menuliskan lafadznya di sebagian dinding masjid. Mereka berkeyakinan, siapa yang membacanya 4444 kali, hajatnya akan terpenuhi atau akan dihilangkan kesulitan yang dialaminya. Berikut nash shalawatnya:*

*اللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةً وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَامًّا عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِيْ تُنْحَلُ بِهَ الْعُقَدُ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبُ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِيْمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ عَدَدَ كُلِّ مَعْلُوْمٍ لَكَ*

_*“Ya Allah, berikanlah shalawat yang sempurna dan salam yang sempurna kepada  Baginda kami Muhammad yang dengannya terlepas dari ikatan (kesusahan) dan dibebaskan dari kesulitan. Dan dengannya pula ditunaikan hajat dan diperoleh segala keinginan dan kematian yang baik, dan memberi siraman (kebahagiaan) kepada orang yang sedih dengan wajahnya yang mulia, dan kepada keluarganya, para shahabatnya, dengan seluruh ilmu yang Engkau miliki.”*_

*Ada beberapa hal yang perlu dijadikan catatan berkaitan dengan shalawat ini:*

_*Sesungguhnya aqidah tauhid yang diseru oleh Al Qur’anul Karim dan yang diajarkan kepada kita dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengharuskan setiap muslim untuk berkeyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya yang melepaskan ikatan (kesusahan), membebaskan dari kesulitan, yang menunaikan hajat, dan memberikan manusia apa yang mereka minta. Tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdoa kepada selain Allah subhanahu wa ta’ala untuk menghilangkan kesedihan atau menyembuhkan penyakitnya meski yang diminta itu seorang malaikat yang dekat atau nabi yang diutus.*_

*Telah disebutkan dalam berbagai ayat Al Qur’an yang menjelaskan haramnya meminta pertolongan, berdoa, dan semacamnya dari berbagai jenis ibadah kepada selain Allah ‘azza wa jalla. Firman Allah ‘azza wa jalla:*

*قُلِ ٱدۡعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمۡتُم مِّن دُونِهِۦ فَلَا يَمۡلِكُونَ كَشۡفَ ٱلضُّرِّ عَنكُمۡ وَلَا تَحۡوِيلًا ٥٦*

_“Katakanlah: ‘Panggillah mereka yang kamu anggap (sebagai Tuhan) selain Allah. Maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula memindahkannya’.” (Al-Isra: 56)_

*Para ahli tafsir menjelaskan, ayat ini turun berkenaan dengan kaum yang berdoa kepada Al-Masih ‘Isa, atau malaikat, ataukah sosok-sosok yang shalih dari kalangan jin. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/47-48)*

*Bagaimana mungkin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam rela dikatakan bahwa dirinya mampu melepaskan kesulitan, menghilangkan kesusahan dsb, sedangkan Al Qur’an menyuruh beliau untuk berkata:*

*قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي نَفۡعٗا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ وَلَوۡ كُنتُ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ لَٱسۡتَكۡثَرۡتُ مِنَ ٱلۡخَيۡرِ وَمَا مَسَّنِيَ ٱلسُّوٓءُۚ إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ وَبَشِيرٞ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ١٨٨*

_“Katakanlah: ‘Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudharatan kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman’.” (Al-A’raf: 188)_

*Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengatakan, “Berdasarkan kehendak Allah dan kehendakmu”. Maka beliau bersabda:*

*أَجَعَلْتَنِيْ نِدًّا؟ قُلْ: مَا شَاءَ اللهُ وَحْدَهُ*

_“Apakah engkau hendak menjadikan aku sebagai sekutu bagi Allah ? Ucapkanlah: Berdasarkan kehendak Allah semata.” (HR. An-Nasai dengan sanad yang hasan) [Lihat Minhaj Al-Firqatin Najiyah 227-228, Muhammad Jamil Zainu]_

*Shalawat Badar[1]*

*Lafadz shalawat ini -jika diartikan- sebagai berikut:*

*صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى طَهَ رَسُولِ اللهِ*

*صَلَاةُ اللهِ سَلَامُ اللهِ عَلَى يس حَبِيبِ اللهِ*

*تَوَسَّلْنَا بِبِسْمِ اللهِ وَباْلهَادِي رَسُولِ اللهِ*

*وَكُلِّ مُجَاهِدٍ فِي اللهِ بِأَهْلِ الْبَدْرِ يَا اللهُ*

_Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Thaha Rasulullah_

_Shalawat Allah dan salam-Nya semoga tercurah kepada Yasin Habibillah_

_Kami bertawassul dengan nama Allah dan dengan pemberi petunjuk, Rasulullah_

_Dan dengan seluruh orang yang berjihad di jalan Allah, serta dengan ahli Badr, ya Allah._

*Dalam ucapan shalawat ini terkandung beberapa hal:*

_*Penyebutan Nabi dengan habibillah, Bertawassul dengan Nabi, Bertawassul dengan para mujahidin dan ahli Badr Point pertama telah diterangkan kesalahannya secara jelas pada rubrik Tafsir.*_

_*Pada point kedua, tidak terdapat satu dalilpun yang shahih yang membolehkannya. Allah dan Rasul-Nya tidak pernah mensyariatkan. Demikian pula para shahabat (tidak pernah mengerjakan).*_

_*Seandainya disyariatkan, tentu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menerangkannya dan para shahabat melakukannya.*_

*Adapun hadits:*

_*“Bertawassullah kalian dengan kedudukanku karena sesungguhnya kedudukan ini besar di hadapan Allah”, maka hadits ini termasuk hadits maudhu’ (palsu) sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah dan Asy-Syaikh Al-Albani.*_

_*Adapun point ketiga, tentunya lebih tidak boleh lagi karena bertawassul dengan  Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saja tidak diperbolehkan.*_

_*Yang dibolehkan adalah bertawassul dengan nama Allah di mana Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:*_

*وَلِلَّهِ ٱلۡأَسۡمَآءُ ٱلۡحُسۡنَىٰ فَٱدۡعُوهُ بِهَاۖ*

_“Dan hanya milik Allah-lah asmaul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaul husna itu.” (Al-A’raf: 180)_

*Demikian pula di antara doa Nabi, “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan segala nama yang Engkau miliki yang Engkau namai diri-Mu dengannya. Atau Engkau ajarkan kepada salah seorang hamba-Mu, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau simpan di sisi-Mu dalam ilmu yang ghaib.”*

*Bertawassul dengan nama Allah subhanahu wa ta’ala seperti ini merupakan salah satu dari bentuk tawassul yang diperbolehkan.*

*Tawassul lain yang juga diperbolehkan adalah dengan amal shalih dan dengan doa orang shalih yang masih hidup (yakni meminta orang shalih agar mendoakannya).*

*Selain itu yang tidak berdasarkan dalil, termasuk tawasul terlarang.*

*Shalawat al-Fatih (Pembuka)*

*Lafadznya adalah sebagai berikut:*

*اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْفَاتِحِ لِمَا أَغْلَقَ*

*وَالْخَاتِم لِمَا سَبَقَ، نَاصِرِ الْحَقِّ بِالْحَقِّ ا اْهلَدِي*

*إِلَى صِرَاطِكَ الْمَسْتَقِيْمِ وَعَلىَ آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ*

*وَمِقْدَارُهُ عَظِيْمٌ*

_“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Baginda kami Muhammad yang membuka apa yang tertutup dan yang menutupi apa-apa yang terdahulu, penolong kebenaran dengan kebenaran yang memberi petunjuk ke arah jalan yang lurus. Dan kepada keluarganya, sebenar-benar pengagungan padanya dan kedudukan yang agung.”_

*Berkata At-Tijani tentang shalawat ini –dan dia berdusta dengan perkataannya-, “…Kemudian (Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam) memerintah aku untuk kembali kepada shalawat Al-Fatih ini. Maka ketika beliau memerintahkan aku dengan hal tersebut, akupun bertanya tentang keutamaannya. Maka beliau mengabariku untuk pertama kali bahwa satu kali membacanya menyamai membaca Al Qur’an enam kali. Kemudian beliau mengabarkan kepadaku untuk kedua kalinya bahwa satu kali membacanya menyamai setiap tasbih yang terdapat di alam ini dari setiap zikir, dari setiap doa yang kecil maupun besar, dan dari Al Qur’an 6.000 kali, karena ini termasuk zikir.”*

*Ini merupakan kekafiran yang nyata karena mengganggap perkataan manusia lebih afdhal daripada firman Allah ‘azza wa jalla. Sungguh merupakan suatu kebodohan apabila seorang yang berakal apalagi dia seorang muslim berkeyakinan seperti perkataan ahli bid’ah yang sangat bodoh ini. (Minhaj Al-Firqah An-Najiyah, hal. 225 dan Mahabbatur Rasul, hal. 285, Abdur Rauf Muhammad ‘Utsman)*

*Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:*

*خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ*

_“Sebaik-baik kalian adalah yang  mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari dan At-Tirmidzi dari ‘Ali bin Abi Thalib. Dan datang dari hadits ’Utsman bin ‘Affan riwayat Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)_

*Dan juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:*

*مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَا اِهلَ لاَ أَقُوْلُ : } ألم { حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ*

_“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan menjadi sepuluh kali semisal (kebaikan) itu. Aku tidak mengatakan: alif lam mim itu satu huruf, namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim itu satu huruf.” (Shahih, HR.At-Tirmidzi dan yang lainnya dari Abdullah bin Mas’ud dan dishahihkan oleh Al-Albani Rohimahulloh)_

▪ *Shalawat Seorang Sufi Libanon*

*Ia menyebutkan dalam kitabnya yang membahas tentang keutamaan shalawat Lafadznya sebagai berikut:*

*اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ حَتَّى تَجْعَلَ مِنْهُ اْلأَحَدِيَّةَ الْقَيُّوْمِيَّةَ*

_“Ya Allah berikanlah shalawat kepada Muhammad sehingga Engkau menjadikan darinya keesaan dan qayyumiyyah (maha berdiri sendiri dan yang mengurusi makhluknya).”_

*Padahal sifat Al-Ahadiyyah dan Al-Qayyumiyyah, keduanya termasuk sifat-sifat Allah ‘azza wa jalla. Maka, bagaimana mungkin dia (pembuat shalawat) memberikan dua sifat Allah ini kepada salah seorang dari makhluk-Nya, padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:*

*لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَيۡءٞۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ ١١*

_“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)_

▪ *Shalawat Sa’adah (Kebahagiaan)*

*Lafadznya sebagai berikut:*

*اللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ عَدَدَ مَا فِي عِلْمِ اللهِ صَلاَةً دَائِمَةً بِدَوَامِ مُلْكِ اللهِ*

_“Ya Allah, berikanlah shalawat kepada baginda kami Muhammad sejumlah apa yang ada dalam ilmu Allah, shalawat yang kekal seperti kekalnya kerajaan Allah.”_

*Berkata An-Nabhani As-Sufi setelah menukilkannya dari Asy-Syaikh Ahmad Dahlan: “Bahwa pahalanya seperti 600.000 kali shalat. Siapa yang rutin membacanya setiap hari Jum’at 1.000 kali, maka dia termasuk orang yang berbahagia dunia akhirat.” (Lihat Mahabbatur Rasul, hal. 287-288)*

*Cukuplah keutamaan palsu yang disebutkannya, yang menunjukkan kedustaan dan kebatilan shalawat ini.*

▪ *Shalawat al-In’am*

*Lafadznya sebagai berikut:*

*اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ*

*وَعَلىَ آلِهِ عَدَدَ إِنْعَامِ اللهِ وَإِفْضَالِهِ*

_“Ya Allah berikanlah shalawat, salam dan berkah kepada baginda kami Muhammad dan kepada keluarganya, sejumlah kenikmatan Allah dan keutamaan-Nya.”_

*Berkata An-Nabhani menukil dari  Ahmad Ash-Shawi: “Ini adalah shalawat Al-In’am. Dan ini termasuk pintu-pintu kenikmatan dunia dan akhirat, dan pahalanya tidak terhitung.” (Mahabbatur Rasul, hal. 288)*

_*Jenis-jenis shalawat di atas banyak dijumpai di kalangan sufiyah. Bahkan dijadikan sebagai materi yang dilombakan antar tarekat sufi. Karena setiap tarekat mengklaim bahwa mereka memiliki doa, zikir, dan shalawat-shalawat yang menurut mereka mempunyai sekian pahala.*_

_*Ada pula klaim bahwa shalawat itu mempunyai keutamaan bagi yang membacanya yang akan menjadikan mereka dengan cepat mencapai derajat para wali. Atau menyatakan bahwa termasuk keutamaan wirid ini karena syaikh tarekatnya telah mengambilnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara langsung dalam keadaan sadar atau mimpi. Di mana, katanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menjanjikan bagi yang membacanya:*_ *kedekatan dengan beliau, masuk jannah (surga) dan yang lainnya dari sekian propaganda yang tidak bernilai sedikitpun dalam timbangan syariat. Sebab, syariat ini tidaklah diambil dari mimpi-mimpi. Dan karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memerintahkan kita dengan perkara-perkara tersebut sewaktu beliau masih hidup.*

_*Jika sekiranya ada kebaikan untuk kita, niscaya beliau telah menganjurkan kepada kita. Apalagi bila model shalawat tersebut sangat bertentangan dengan apa yang beliau bawa, yakni menyimpang dari agama dan sunnahnya. Dan yang semakin menunjukkan kebatilannya*_

_*Wirid-wirid bid’ah ini menyebabkan terhalangnya mayoritas kaum muslimin untuk mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan ibadah-ibadah yang justru disyariatkan, yang telah Allah subhanahu wa ta’ala jadikan sebagai jalan mendekatkan diri kepada-Nya dan memperoleh keridhaan-Nya.*_

*Betapa banyak orang yang berpaling dari Al Qur’an dan tidak mau mentadabburinya disebabkan tenggelam dan ‘asyik’ dengan wirid bid’ah ini?*

*Betapa banyak dari mereka yang sudah tidak peduli lagi untuk menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam karena tergiur dengan pahala ‘instant’ yang berlipat ganda.*

*Betapa banyak yang lebih mengutamakan majelis-majelis zikir bid’ah semacam buatan buatan, daripada halaqah (majelis) yang di dalamnya membahas Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?*

*Laa haula walaa quwwata illaa billah.*

*Selesai.*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Sumber, Asy Syariah Edisi 007 14 Nov 2011, Kajian Utama, Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal al-Bugisi hafizhohulloh*
↘ _*join Telegram:*_
🔵 http://bit.ly/FadhlulIslam
🌍 salafymedia.com
*Publikasi*
📚 *WA Fadhlul Islam Bandung*
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Rabu, 09 November 2016

Manhaj Surury, Bahaya yang Tersembunyi


▪️📥🖨MANHAJ SURURY,  BAHAYA YANG TERSEMBUNYI

1⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang bercampur dengan pemikiran Ikhwany Quthby.

2⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang zhahirnya sunnah namun batinnya Ikhwany.

3⃣Individu-individu manhaj Surury menipu manusia dengan menyebutkan ulama' Ahlussunnah hingga mereka diseret menuju manhaj Ikhwany.

4⃣Manhaj Surury didirikan oleh Muhammad Surur yang berusaha mengumpulkan pemikiran politik Hasan Al Banna dengan aqidah salaf menurut dugaannya.

5⃣Manhaj Surury meremehkan bantahan-bantahan terhadap ahlul bida' dan orang-orang yang menyimpang.

6⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang meremehkan masalah mendengar dan mentaati para penguasa kaum muslimin.

7⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang membenarkan masalah memberontak para penguasa kaum muslimin dan menyatakan bahwa masalah tersebut merupakan masalah khilafiyyah.

8⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang dalam dakwahnya memfokuskan kepada tauhid al hakimiyyah.

9⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang memerangi kaum Rafidhah Syi'ah dengan tujuan memangsa orang-orang awwam Ahlussunnah supaya diduga ia (Surury) termasuk Ahlussunnah.

1⃣0⃣Individu-individu manhaj surury tidak didapati pada mereka pengingkaran terhadap Ikhwanul Muslimin, Quthbiyyun dan Takfiriyyun.

1⃣1⃣Manhaj Surury merupakan manhaj ta'limy (pengajaran) pada waktu tidak memiliki kemampuan untuk melakukan revolusi, dan ia merupakan manhaj revolusi pada waktu ia memiliki kemampuan.

1⃣2⃣Apabila bahaya pada manhaj Ikhwanul Muslimin besar maka bahaya pada manhaj Surury lebih besar.

1⃣3⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang menampakkan dirinya sebagai manhaj damai dan ta'limy (pengajaran) namun pada hakikatnya ia merupakan manhaj revolusi dan provokasi.

1⃣4⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang menampakkan bahwa ia mengajarkan kitab-kitab Ahlussunnah dengan tujuan merubah arah dan tujuannya yaitu manhaj sunnah kepada manhaj Surury.

1⃣5⃣Para pengikut manhaj Surury didapati pada mereka sikap memuliakan tokoh-tokoh pemikiran Ikhwanul Muslimin.

1⃣6⃣Para pengikut manhaj Surury mencela para ulama' Ahlussunnah.

1⃣7⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang mentarbiyah para pemuda untuk melakukan jihad yang tidak syar' i.

1⃣8⃣Manhaj Surury mengarahkan para pemuda kepada jihad tholab dengan tanpa izin para penguasa.

1⃣9⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang berdiri di atas sikap bersembunyi dan rahasia.

2⃣0⃣Manhaj Surury merupakan manhaj yang memutus tali hubungan antara keumuman manusia dengan para penguasa kaum muslimin.

📝Sumber : Artikel yang berjudul "Al Manhajus Surury Khothorun Khofiy" yang ditulis oleh Asy Syaikh Ahmad Bin Mubarok Al Mazru'i حفظه الله.

🌎Link artikel : http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=146143

▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️▫️
🚇telegram.me/dinulqoyyim

Turut menyebarkan :
@KEUTAMAANILMU
@serifirqohdanaliran

Selasa, 08 November 2016

Kesabaran Imam Ahmad dalam Menghadapi Penguasa yang Dholim

KESABARAN IMAM AHMAD DALAM MENGHADAPI PENGUASA YANG DHOLIM

( Sejarah Imam Ahlussunnah secara ringkas )

💺Ada delapan kholifah daulah Abbasiyyah semasa hidup Imam Ahmad, yaitu :
1. Al-Mahdi,
2. Al-Hadi,
3. Ar-Rosyid,
4. Al-Amiin,
( Mereka semua di atas madzhab SALAF )
5. Al-Ma'mun,
6. Al-Mu'tashim,
7. Al-Waatsiq,
( Mereka inilah yang mengobarkan fitnah dan yang menguji ummat ),
8. Al-Mutawakkil,
( Kholifah inilah yang dengannya, Alloh ta'ala menyingkap mendung, memenangkan sunnah, memusnahkan bid’ah dan memadamkan fitnah. Semoga Alloh merahmatinya )

⏳Diantara sebab-sebab terpenting munculnya fitnah :
1.  Dilakukannya penterjemahan buku-buku dari Persia, Romawi, Yunani dan India ke dalam bahasa Arab (dari sinilah ajaran Islam mulai tercampur paham filsafat, dan yang lainnya).
2. Kholifah mendekati ahlulbid'ah.

☄Kholifah Abbasiy yang memunculkan fitnah pertama kali adalah Al-Ma'mun.

☄Tokoh fitnah (dibelakang Al-Ma'mun) adalah Ahmad bin Abi Du'ad.

☄Kali pertama kemunculan fitnah yang menimpa 'ulama' : tahun 218 H.

☄Hukuman yang diberikan kepada ulama yang tidak setuju dengan pendapat "AL-QUR'AN MAKHLUK" :
- dipenjara,
- ditekan,
- dipukul,
- dicopot jabatannya,
- diputus santunannya dari baitul maal.

DIANTARA ULAMA TERKENAL YANG MENDAPATKAN UJIAN :

1. Muhammad bin Sa'd, sekretaris Al-Waqidiy,
2. Yahya bin Ma'in,
3. Abu Khoitsamah,
4. Abu Muslim Al-Mustamliy,
5. Isma'il bin Dawud Al-Jauziy,
6. Ahmad Ad-Dauroqiy,
7. Ibnu Abi Mas'ud,
( Para ulama ini yang terpaksa menjawab "Al-Qur'an Makhluk" karena takut dipenggal. Mudah-mudahan Alloh mengampuni mereka),
☄8. Al-Imam Ahmad bin Hambal,
☄9. Muhammad bin Nuh,
10. Ubaidulloh bin Umar Al-Qowaariiriy,
11. Al-Hasan bin Hammad Sajjaadah
( Mereka inilah para ulama yang tidak mau menjawab "Al-Qur'an Makhluk", maka mereka ditangkap dan dijebloskan ke penjara, namun (sayang) Al-Qowaariiriy dan Sajjaadah kemudian mau "menjawab", semoga Alloh mengampuni keduanya).

🍂Adapun Imam Ahmad dan Muhammad bin Nuh, keduanya tidak mau mengucapkan "Al-Qur'an makhluk" selamanya (karena Al-Qur'an adalah kalam/firman Alloh, bukan makhluk).

🌾Kemudian keduanya dibawa ke Kholifah Al-Ma'mun, dan ketika itu Imam Ahmad berdo'a kepada Alloh agar Alloh tidak memperlihatkan wajah Al-Ma'mun.

📻 Ketika keduanya sampai di Arroqqoh sampailah berita tentang kematian Al-Ma'mun, maka keduanya dikembalikan ke (tempatnya semula) di Baghdad.

💦 Diperjalanan, meninggallah Muhammad bin Nuh (semoga Alloh merahmatinya), kemudian Imam Ahmad men-sholatinya dan menguburkannya...

☔ UJIAN ITU SEMAKIN BERAT

Kholifah Al-Ma'mun telah meninggal dunia, namun ketika jabatan kholifah telah digantikan oleh Al-Mu'tashim pada tahun 218 hijriyah, penderitaan Imam Ahmad semakin bertambah berat.

Beliau -rohimahulloh- mendapatkan siksa berupa pemukulan yang sangat keras hingga kedua tangannya bergeser dari tempatnya.

☄Salah seorang algojo yang menyiksa Imam Ahmad memberikan pengakuan : "Sungguh aku telah memukul Ahmad bin Hambal dengan 80 kali cambukan yang seandainya cambukan itu dipukulkan kepada seekor gajah, niscaya gajah itu akan menjerit kesakitan.

☄Namun Ahmad bin Hambal bersabar. Dia menghadapinya dengan ketabahan menanggung berbagai macam siksaan selama 28 bulan atau 30 bulan.

☄Dia mampu membungkam mereka (kholifah dan orang-orang yang menyelisihi Imam Ahmad) dengan kekuatan argumentasi, keyakinan, iman dan ketegaran hatinya."

☄Di bulan Romadlon tahun 221 H, Imam Ahmad dibebaskan setelah mendekam di penjara selama 2 tahun 4 bulan.

☄Dan setelah Alloh ta'ala memberikan kesembuhan kepada beliau dari bekas-bekas siksaan yang keras, beliau langsung membuka pelajaran, memberikan fatwa, menghadiri sholat jum'at dan sholat berjama'ah (di masjid) hingga Al-Mu’tashim meninggal tahun 227 H.

☄Dan di tahun 231 H, kholifah berikutnya yaitu Al-Watsiq membuat larangan; tidak boleh ada seorangpun yang mendatangi beliau, beliau harus tetap tinggal di rumah dan tidak boleh keluar untuk sholat jum'at maupun sholat berjama'ah.

☄Imam Ahmad berkata : "Sesungguhnya aku berpendapat bahwa -harus- mentaatinya baik dalam keadaan sulit maupun lapang, dalam keadaan ringan (semangat) maupun berat dan dalam keadaan mengetahui perbuatannya yang mementingkan diri sendiri. Dan aku merasa sedih sekali tidak bisa sholat berjama'ah, menghadiri jum'ah dan berdakwah untuk kaum muslimin."

🌏 Kemudian di tahun 233 H, kekhilafahan dipegang oleh Al-Mutawakkil.

☄Melalui Al-Mutawakkil inilah Alloh ta'ala menghilangkan kemelut negeri, memenangkan sunnah, melenyapkan kebid'ahan dan memadamkan api fitnah.

☄Dia demikian memuliakan dan menghormati Imam Ahmad hingga setiap kali dia mengangkat seseorang sebagai pejabat, dia perlu meminta pertimbangan terlebih dahulu kepada Imam Ahmad.

☄Bisyir bin Al-Harits -rohimahulloh- mengatakan :
"Sesungguhnya Imam Ahmad telah dimasukkan dalam tungku pembakaran emas sehingga keluarlah beliau menjadi emas kemerahan (yang cemerlang)."

📚( Sumber : Al-Mihnah wa atsaruhaa fii manhajil-imaam Ahmad, tulisan Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan -hafidhohulloh )

☕ WA MTDS ASSUNNAH - MALANG

 WA MTDS ASSUNNAH - MALANG

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Channel Resmi Salafy Malang Raya

📝 "Menebar Sunnah Menjalin Ukhuwah"

🌐 Website:
www.salafymalangraya.or.id

📡 Radio:
www.radio.salafymalangraya.or.id
🌏Ahli Bawazier Pecinta Sunnah 🌍
🌐Telegram 🔛http://bit.ly/ahlibawazirpecintasunnah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖