Sabtu, 02 Juli 2016

Kapan Disyari'atkan Adzan Jumat Dua Kali?

❁✿❁
Silsilah Fiqih Jumat
━━━━━━━━━━━━━━
KAPAN DISYARIATKAN ADZAN JUMAT DUA KALI?
━━━━━━━━━━━━━━
✍ Al-'Allamah Ibnu Baaz _rahimahullah_:

*Pertanyaan*:
【 Kapan disyariatkan adzan jumat dua kali dan oleh sebab apa, dan apakah benar bahwa Ali _radhiallahu 'anhu_ mengembalikan kepada (adzan) satu kali, aku mendengar di Mekkah bahwa negeri Saudi mengumandangkan adzan dua kali bagaimana dengan itu karena negeri Saudi adalah negeri sunny mengapa mengamalkan kebid'ahan? 】

*Jawaban*:
《 Bermulanya adzan Jumat dua kali pada masa (kekhalifahan) 'Utsman _radhiallahu 'anhu_ dan sebabnya ialah banyaknya manusia, dan telah terbit dari *Dewan Riset Ilmiah dan Fatwa* sebuah fatwa tentang hal itu dan berikut teksnya:

Telah benar dari Rasulullah ﷺ bahwa beliau bersabda:

*«عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ...»* رواه الإمام أحمد في ( مسند الشاميين ) برقم ( 16695 ).

_" hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham..."_ [HR. Ahmad di dalam *Musnad As-Syamiyyin* dengan no. (16695)]

▪️ Dan adzan di hari Jumat awalnya dilakukan ketika imam duduk di atas mimbar di masa Nabi ﷺ dan Abu Bakar serta 'Umar _radhiallahu 'anhuma_, dan tatkala di masa kekhalifahan 'Utsman dan manusia bertambah banyak maka 'Utsman _radhiallahu 'anhu_ memerintahkan pada hari Jumat adanya adzan pertama, *dan bukan kebid'ahan* berdasarkan apa yang telah lalu akan adanya perintah untuk mengikuti sunnah Khulafa' Rasyidin, dan dalil dari perkara tersebut apa yang diriwayatkan oleh Bukhari, Nasaai, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Abu Dawud dan lafazh nya ada padanya:

*« عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي السَّائِبُ بْنُ يَزِيدَ
أَنَّ الْأَذَانَ كَانَ أَوَّلُهُ حِينَ يَجْلِسُ الْإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا فَلَمَّا كَانَ خِلَافَةُ عُثْمَانَ وَكَثُرَ النَّاسُ أَمَرَ عُثْمَانُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِالْأَذَانِ الثَّالِثِ فَأُذِّنَ بِهِ عَلَى الزَّوْرَاءِ فَثَبَتَ الْأَمْرُ عَلَى ذَلِكَ»* رواه الإمام البخاري في ( الجمعة ) برقم ( 1392 ) ، وأبو داود في ( الصلاة ) برقم ( 1087 ) واللفظ له .

_"Dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku As Sa`ib bin Yazid bahwa pada mulanya, adzan pertama pada hari Jumat ketika imam duduk di atas mimbar yaitu di masa Nabi ﷺ, Abu Bakar dan Umar radliallahu 'anhuma, ketika Utsman menjabat Khilafah, sementara orang-orang semakin banyak jumlahnya, maka 'Utsman memerintahkan untuk mengumandangkan adzan ketiga di hari Jumat, maka di kumandangkanlah adzan di atas Zaura`(tempat ketinggian di pasar Madinah), lalu perkara tersebut menjadi tetap."_ [HR. Bukhari dalam kitab: *Al-Jumu'ah* no. (1392), dan Abu Dawud dalam kitab: As-Shalat no. (1087) dan lafazh ada padanya.]

Dan Imam Al-Qasthalani telah memberikan komentar di dalam Syarh-nya terhadap Bukhari atas hadits ini:

_"Bahwa adzan yang ditambahkan oleh 'Utsman ialah ketika masuknya waktu shalat yang dinamakan dengan adzan ketiga jika ditinjau dari sisi penambahan atas adzan di hadapan imam dan iqamat untuk shalat dan dinamakannya iqamat dengan adzan sebagai bentuk dominasi terhadap semua bentuk pengumuman pada keduanya, dan adzan ini manakala kaum muslimin bertambah banyak maka ditambahkan oleh 'Utsman _radhiallahu 'anhu_ sebagai bentuk *ijtihad dari beliau dan hal ini disepakati oleh para sahabat dengan diam (nya mereka) dan tidak mengingkari (perbuatan tersebut)* maka jadilah perkara tersebut sebagai *ijma' sukuti* (persetujuan dalam bentuk mendiamkannya). Dan hanya kepada Allah mengharapkan taufiq-Nya."_ 》

       •┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

*Sumber artikel*:
http://www.binbaz.org.sa/fatawa/1317

——————————————————
متى شرع الأذان للجمعة مرتين وبأي سبب ، وهل صحيح أن عليا رضي الله عنه رد الأذان إلى واحد ، سمعت في مكة أن السعودية يؤذنون أذانين كيف ذلك لأن السعودية دولة سنية كيف تعمل على البدعة؟

بدأ الأذان للجمعة مرتين في عهد عثمان رضي الله عنه والسبب كثرة الناس ، وقد صدر من اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء فتوى في ذلك هذا نصها: ثبت عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه قال: ((عليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين فتمسكوا بها وعضوا عليها بالنواجذ... ))[1] الحديث . والنداء يوم الجمعة كان أوله حين يجلس الإمام على المنبر في عهد النبي صلى الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر رضي الله عنهما ، فلما كانت خلافة عثمان وكثر الناس أمر عثمان رضي الله عنه يوم الجمعة بالأذان الأول ، وليس ببدعة لما سبق من الأمر باتباع سنة الخلفاء الراشدين ، والأصل في ذلك ما رواه البخاري والنسائي والترمذي وابن ماجة وأبو داود واللفظ له: ((عن ابن شهاب أخبرني السائب بن يزيد أن الأذان كان أوله حين يجلس الإمام على المنبر يوم الجمعة في عهد النبي صلى الله عليه وسلم وأبي بكر وعمر رضي الله عنهما فلما كان خلافة عثمان وكثر الناس أمر عثمان يوم الجمعة بالأذان الثالث فأذن به على الزوراء فثبت الأمر على ذلك))[2]وقد علق القسطلاني في شرحه للبخاري على هذا الحديث بأن النداء الذي زاده عثمان هو عند دخول الوقت سماه ثالثا باعتبار كونه مزيدا على الأذان بين يدي الإمام والإقامة للصلاة وأطلق على الإقامة أذان تغليبا بجامع الإعلام فيهما ، وكان هذا الأذان لما كثر المسلمون فزاده عثمان رضي الله عنه اجتهادا منه ووافقه سائر الصحابة بالسكوت وعدم الإنكار فصار إجماعا سكوتيا . وبالله التوفيق .

http://www.binbaz.org.sa/fatawa/1317
____________
[1] رواه الإمام أحمد في ( مسند الشاميين ) برقم ( 16695 ).

[2] رواه الإمام البخاري في ( الجمعة ) برقم ( 1392 ) ، وأبو داود في ( الصلاة ) برقم ( 1087 ) واللفظ له .
---------------------
Broadcast by
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE

➥ #fiqih_jumat #adzan #adzan_awal #sunnah #bidah

Jumat, 01 Juli 2016

Mrngapa Zakat Fithri Tidak Boleh Berupa Uang ?

❓MENGAPA ZAKAT FITHRI TIDAK BOLEH BERUPA UANG?

asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah

Penanya:
"Mengapa tidak sah Zakat Fithri berupa uang?"

Jawab:
"Tidak sah mengeluarkan Zakat Fitri kecuali berupa makanan. Berdasarkan pernyataan dari shahabat Abdullah Bin Umar -radhiallahu 'anhuma- :

( أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ فرضَ زكاةَ الفطرِ من رمضانَ على الناسِ . صاعًا من تمرٍ . أو صاعًا من شعيرٍ )
"bahwa Nabi -shalallahu 'alaihi was salam- mewajibkan Zakat Fithri kepada manusia berupa satu sha' kurma, atau satu sha' gandum."
Jadi beliau telah menentukan (jenisnya).

Abu Said al-Khudri -radhiallahu 'anhu- berkata :

(كنا نخرجها على عهد النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم صاعاً من طعام).
"dahulu kami pada zaman Rasulullah -shalallahu 'alaihi  was salam-mengeluarkan zakat fitrhi berupa satu sha' dari jenis makanan".

✅ Karena Nabi -shalallahu 'alaihi  was salam- mewajibkannya berupa satu sha' dari jenis makanan, baik kurma, gandum, kismis, Iqoth (sejenis makanan dari susu yang di bekukan).

4 jenis ini mayoritasnya berbeda nilainya, yakni sangat jarang harga satu sha' kurma sama dengan satu sha' kismis atau satu sha' gandum, kismis, dan iqoth.

NABI -shalallahu 'alaihi  was salam- memerintahkan berupa satu sha' dari jenis makanan, dan harga makanan berbeda-beda. Maka ini menunjukkan TIDAK
SAH  jika Zakat Fithri dikeluarkan berupa harga (uang).

Akan tetapi kalau seandainya kita berada di sebuah negeri yang tidak mau menerima kecuali uang, maka katakan, "Ambillah (zakat berupa) makanan ini, dan silakan kalian jual."

Jika mereka tidak mau menerimanya, maka kita berikan zakat tersebut ke negeri lainnya".

Sumber: Fatawa Liqaa'at al-Baab al-Maftuh (190)

➰ السؤال :
لماذا لا يجزئ إخراج زكاة الفطر نقودا ؟

أجاب ابن عثيمين قائلا :
لا يجزئ إخراج زكاة الفطر إلا من الطعام ; لقول عبد الله بن عمر رضي الله  تعالى عنهما : ( أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ فرضَ زكاةَ الفطرِ من رمضانَ على الناسِ . صاعًا من تمرٍ . أو صاعًا من شعيرٍ ) فعين  ..

وقال أبو سعيد الخدري رضي الله تعالى عنه :
(كنا نخرجها على عهد النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم صاعاً من طعام).

ولأن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم فرضها صاعاً من طعام : تمر أو شعير أو زبيب أو إقط، وهذه الأربعة في الغالب مختلفة القيمة ; أي : يندر جداً أن يكون صاع التمر مثل صاع الشعير أو مثل صاع الزبيب أو مثل صاع الأقط .

فرضها النبي عليه الصلاة والسلام صاعاً من الطعام ، والطعام مختلف القيمة.

فدل هذا على أنها لا تجزئ من القيمة ...

لكن لو فرضنا أننا في بلد لا يقبلون إلا الدراهم ( النقود ) ، يقول : خذوا الطعام وبيعوه ، فإن أبوا صرفناها إلى بلدٍ آخر .

المصدر :
#فتاوى لقاءات الباب المفتوح  [190]

•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apakah Shalatnya Anak-anak di Shaff Memutuskan Shaff?

❁✿❁
Silsilah Fiqih Shalat
━━━━━━━━━━━━━━
APAKAH SHALATNYA ANAK-ANAK DI SHAFF MEMUTUSKAN SHAFF?
━━━━━━━━━━━━━━
✍ Fadhilatus Syaikh Al-'Allamah Ibnu 'Utsaimin _rahimahullah_:

*Pertanyaan*:
【 Di salah satu masjid ada sebuah halaqat anak-anak (perkumpulan) untuk menghafal al-Quran al-Karim. Dan anak-anak datang di sebelah orangtua mereka dengan harapan agar mereka tidak bermain-main satu sama lainnya. Dan aku tidak tahu apa hukum hal tersebut; karena mereka dapat memutuskan shaff (barisan shalat)? 】

✍ *Syaikh*: yakni: kesimpulan pertanyaan Anda: apakah boleh bagi anak-anak berada di dalam shaff?

*Jawaban*:
《 Iya. Boleh anak-anak berada di shaff sekalipun mereka memutuskan shaff; karena mereka manusia bukan batu dan bukan juga tiang. Maka *mereka tidaklah memutuskan shaff*, dan *tidak boleh* bagi seseorang untuk menjauhkan mereka dari tempat mereka -juga- sekalipun mereka berdiri di belakang imam secara langsung di shaff pertama. Maka tidak halal bagi seseorang pun untuk menjauhkan mereka dari tempat mereka; karena Nabi ﷺ bersabda:

*«من سبق إلى ما لم يسبق إليه مسلم فهو أحق به»* ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ (ﺻ 455)

_"Barangsiapa yang lebih dahulu kepada apa yang belum didahului oleh seorang muslim maka dia lebih berhak dengannya."_ [HR. Abu Dawud (hal. 455), *hadits didha'ifkan syaikh Albani rahimahullah di dalam _Al-Irwa_ no. (1555), pent*]

▪️ Dan dikarenakan pengaturan mereka serta pengusiran kepada mereka dari tempat ini akan menghantarkan kepada kebencian mereka kepada masjid dan penghuni masjid;

▪️ dan dikarenakan pengusiran kepada mereka dari yang demikian akan menyebabkan timbulnya permusuhan di antara bapak-bapak mereka dan pengusiran terhadap mereka (para orangtua anak);

▪️ dan karena pengaturan kepada mereka dari yang demikian akan menyebabkan terkumpulnya anak-anak pada satu shaff, sehingga terjadi kegaduhan mereka dan membuat manusia lebih sibuk untuk mengurusi mereka. Adapun sabda Rasul ﷺ :

*«لِيَلِيَنِّي مِنْكُمْ أُولُو الْأَحْلَامِ وَالنُّهَى»* رواه أحمد (16482)

_"hendaknya yang berada di belakangku adalah orang yang pandai dan orang yang cerdik."_ [HR. Ahmad, no. (16482), Pent]

maka (tentunya) Allah lebih kita dahulukan, dan di atas setiap pendapat tentu ada pendapat yang lebih kuat lagi selain firman Allah 'Azza wa Jalla. Akan tetapi apa makna hadits tersebut? Apakah Rasul ﷺ mengatakan:

_"jangan ada yang berada di belakangku kecuali orang yang pandai dan orang yang cerdik."_?

Sehingga kita mengatakan: usir mereka (anak-anak) itu. *Maknanya*: bahwa orang yang pandai dan cerdik wajib atas mereka untuk maju ke depan hingga mereka lah yang menjadi orang-orang setelah imam, dan bedakan antara mengatakan:

_"jangan ada yang berada di belakangku kecuali orang yang pandai dan orang yang cerdik."_

Dengan sabda beliau:

_"hendaknya yang berada di belakangku adalah orang yang pandai."_ 》

         •┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

Silsilah Liqa-at Al-Bab Al-Maftuh > Liqa Al-Bab Al-Maftuh [106].

_*Audio dapat didengar di*_:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_106_13.mp3

هل صلاة الأطفال في الصف تقطع الصف؟

السؤال:

في أحد المساجد حلقة للصبية لتحفيظ القرآن الكريم. والأطفال يأتون بجوار والديهم على أساس ألا يعبثون بعضهم مع بعض. فما أدري الحكم في ذلك؛ لأنهم يقطعون الصف؟
الشيخ: يعني: خلاصة سؤالك: هل يجوز للصبيان أن يكونوا في الصف؟

الجواب:

نعم. يجوز أن يكون الصبيان في الصف ولو قطعوا الصف؛ لأنهم بشر ليسوا حجراً وليسوا أعمدة. فهم لا يقطعون الصفوف, ولا يجوز لأحد أن يبعدهم من مكانهم -أيضاً- حتى ولو كانوا خلف الإمام مباشرة في الصف الأول. فإنه لا يحل لأحد أن يبعدهم من مكانهم؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «من سبق إلى ما لم يسبق إليه مسلم فهو أحق به» ولأن إقامتهم وطردهم من هذا المكان يؤدي إلى كراهتهم للمسجد ولأهل المسجد; ولأن طردهم من ذلك يؤدي أن تقوم العداوة بين آبائهم ومن طردهم; ولأن إقامتهم من ذلك يؤدي إلى أن يجتمع الصبيان في صف واحد, فيكون تشويشهم وإشغالهم للناس أشد. وأما قول الرسول صلى الله عليه وسلم: «ليليني منكم أولو الأحلام والنهى» فهو والله على العين والرأس, وفوق كل ذي قول غير قول الله عز وجل. لكن ما معنى الحديث؟ هل قال الرسول عليه الصلاة والسلام: لا يليني إلا أولو الأحلام والنهى? حتى نقول: اطردوا هؤلاء.المعنى: أن ذوي الأحلام والنهى يجب عليهم أن يتقدموا حتى يكونوا هم الذين يلونه, ففرق بين أن يقول: لا يليني إلا أولو الأحلام, وقوله: ليليني أولو الأحلام.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [106]

رابط المقطع الصوتي
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_106_13.mp3
---------------------
Broadcast by
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE

➥ #fatawa #fiqih_shalat #shaff #anak_anak #imam #shalat_berjamaah