WA al I'tishom
Blog ini berisi kumpulan fawaaid (faidah-faidah) dari group-group WhatsApp yang dikelola oleh ikhwah salafiyyin. Tidak termasuk didalamnya sururiyyin, turobiyyin, hajuriyyin, halabiyyin, MLM, dan hizbiyyin lainnya. Group WA yang tercakup adalah Forum Berbagi Faidah, WhatsApp Salafy Indonesia, Miratsul Anbiya Indonesia, Salafy Lintas Negara, Ittiba'us Sunnah, Al Manshuroh dan Durus Haji & Umroh.
Rabu, 07 Agustus 2019
ADAB BERGURAU ATAU BERCANDA
WA al I'tishom
Sabtu, 15 Juni 2019
MEMAKAI ALAS KAKI PUN BISA JADI IBADAH
💬 Memakai sandal pun ibadah. Caranya, amalkan adab-adab dalam memakai alas kaki.
📚 Adab-adab tersebut adalah:
1⃣ Saat memakai, dahulukan kaki kanan.
2⃣ Jika melepas, dahulukan kaki kiri.
Dua poin ini berdasarkan hadits berikut, bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kalian memakai sandal, dahulukanlah yang kanan. Apabila melepas, maka dahulukan yang kiri. Sehingga kaki kanan yang pertama memakai sandal, dan terakhir dilepas.” [H.R. Al Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah].
3⃣ Tidak memakai sandal dengan berdiri. Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang seseorang memakai sandal dalam keadaan berdiri.” [H.R. Abu Dawud dan yang lainnya, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ash Shahihah].
▶ Al Munawi menjelaskan bahwa perintah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits ini sebagai bimbingan saja bukan wajib. Karena memakai sandal dengan duduk akan lebih mudah dan nyaman.
▶ Ath Thibi dan selain beliau berpendapat bahwa larangan ini khusus apabila ada semacam kesusahan ketika memakainya dengan berdiri. Seperti memakai sepatu, bukan sandal biasa. Allah lah Yang Maha Mengetahui terhadap hukum syariat-Nya.
4⃣ Tidak berjalan dengan memakai satu sandal saja.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Janganlah kalian berjalan memakai satu sandal. Lepas semua sekalian, atau pakai semua.” [H.R. Al Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah].
👣 Bahkan, ketika putus talinya, jangan dipakai salah satunya sampai diperbaiki. Dalam hadits Abu Hurairah riwayat Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila tali sandal kalian putus, janganlah berjalan dengan satunya, sampai diperbaiki.”
5⃣ Sandal desain dan model yang khusus untuk laki-laki tidak boleh dipakai wanita, dan sebaliknya.
أَنَّهُ لَعَنَ الْمُتَشَبِّهَاتِ مِنْ النِّسَاءِ بِالرِّجَالِ وَالْمُتَشَبِّهِينَ مِنْ الرِّجَالِ بِالنِّسَاءِ
“Bahwa Rasulullah melaknat wanita yang bergaya menyerupai laki-laki, dan laki-laki yang berusaha menyerupai wanita.” [H.R. Abu Dawud, dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud].
6⃣ Tidak boleh ada unsur menyerupai orang kafir atau menyebabkan mudarat.
Contohnya, sepatu hak tinggi.
🌻 Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan:
💄 Memakai sepatu atau sandal hak tinggi termasuk tabarruj, berhias yang dilarang.
👠 Di sisi lain bermudarat pada tumit kaki karena terangkat tidak sebagaimana mestinya.
👓 Jadi hak tinggi tercela secara syariat maupun kedokteran. Oleh sebab itu, banyak para dokter yang melarangnya karena alasan kesehatan. Tercelanya menurut syariat tentu lebih besar karena termasuk tabarruj.
🚫 Apabila menimbulkan suara maka lebih jelek lagi."
Baca lengkapnya di http://tashfiyah.com/adab-memakai-sandal/
t.me/majalahtashfiyah
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Kamis, 15 Maret 2018
GUNAKAN TANGAN KANANMU
✋🏻💢 GUNAKAN TANGAN KANANMU
➖➖➖➖
📝 Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wassallam bersabda,
لِيَأْكُلْ أَحَدُكُمْ بِيَمِينِهِ، وَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ، وَلْيَأْخُذْ بِيَمِينِهِ، وَلْيُعْطِ بِيَمِينِهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ، وَيُعْطِي بِشِمَالِهِ، وَيَأْخُذُ بِشِمَالِهِ
🔺 "Hendaklah seorang dari kalian makan dengan tangan kanannya, minum dengan tangan kanannya, mengambil dengan tangan kanannya, dan memberi dengan tangan kanannya,
📛 Karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya, minum dengan tangan kirinya, memberi dengan tangan kirinya, dan mengambil dengan tangan kirinya."
➖➖➖➖
☑️ Keterangan: Hendaknya seorang muslim menjauhi setiap perbuatan yang menyerupai perbuatan setan. (An-Nawawi)
➖➖➖➖
🌎 HR. Ibnu Majah 3266, dishahihkan Syaikh al-Albani
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #akhlaq #akhlak #adab #tangankanan
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
✅💢 HUKUM MAKAN DENGAN TANGAN KIRI
➖➖➖➖
📝 Dari Salamah bin Akwa'radhiallahu 'anhu berkata,
🍲 "Bahwasanya ada seseorang yang makan di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dengan tangan kiri.
▫️ Maka beliau berkata (kepadanya), 'makanlah dengan tangan kananmu', orang itu menjawab, 'aku tidak bisa',
▫️ Beliau berkata, 'kamu tidak akan bisa', tidak ada yang mencegah orang itu kecuali kesombongan.
▪️ Setelah itu dia benar-benar tidak bisa mengangkat tangannya sampai ke mulutnya." (HR. Muslim no 2021)
✅ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah menjelaskan,
🔻 "Dalam hadits ini terdapat dalil wajibnya makan dan minum dengan tangan kanan, dan bahwasanya makan dengan tangan kiri adalah haram dan seseorang akan berdosa bila melakukannya. Demikian pula minum dengan tangan kiri adalah haram dan seseorang akan berdosa bila melakukannya.
🔻 Karena jika dia melakukan hal tersebut, yaitu makan dengan tangan kiri atau minum dengan tangan kiri, berarti dia telah menyerupai (perbuatan) setan dan wali-wali setan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
لا يأكل أحدكم بشماله ولا يشرب بشماله فإن الشيطان يأكل بشماله ويشرب بشماله
"Janganlah seorang kalian makan dengan tangan kiri dan jangan pula minum dengan tangan kiri. Karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri."
⚠️ Kalau kita melihat kebiasaan orang-orang kafir sekarang ini, kita akan mendapati bahwa mereka makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri.
🚫 Oleh karena itu, orang yang makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri berarti telah menyerupai (perbuatan) setan dan wali-wali setan.
✔️ Dan wajib bagi orang yang melihatnya untuk mengingkarinya, akan tetapi dengan cara yang baik. Bisa dengan menyindirnya kalau khawatir orang itu malu atau tidak menerima.
➖ Menyindirnya dengan mengatakan, "Di antara manusia ada yang makan makan dengan tangan kiri atau minum dengan tangan kiri, ini adalah perbuatan haram yang tidak diperbolehkan."
➖ Atau jika ia bersama seorang penuntut ilmu, bisa (dengan cara) bertanya kepadanya, "Apa pendapatmu tentang orang yang makan dengan tangan kiri dan minum dengan tangan kiri?"
Agar orang itu perhatian, kalau dia perhatian maka ini yang diinginkan, kalau tidak maka (langsung) katakan kepadanya walaupun dengan suara pelan, "Jangan makan dengan tangan kirimu, dan jangan minum dengan tangan kirimu." Agar dia tahu agama Allah dan syari'at-Nya.
☑️ Didapati sebagian orang-orang kaya yang makan dengan tangan kanan dan minum dengan tangan kanan. Hanyasaja jika ingin minum ketika sedang makan, dia pun minum menggunakan tangan kirinya, dia beralasan jika minum dengan tangan kanannya akan mengotori gelas.
▫️ Maka katakan kepadanya, permasalahan ini tidaklah semudah itu, masalah ini tidak sebatas sunnah saja hingga kamu bisa mengatakan semudah itu. Bahkan jika kamu minum dengan tangan kiri maka kamu telah bermaksiat karena itu adalah haram. Dan perbuatan haram tidak boleh (dilakukan) kecuali karena darurat, dan bukan termasuk darurat seorang yang minum dengan tangan kiri hanya karena takut gelasnya kotor dengan makanan.
▫️ Kemudian, bisa juga dia memegang gelas dengan meletakkannya di antara ibu jari dan jari telunjuk dari bawahnya sehingga tidak mengotorinya.
▪️ Seseorang yang menginginkan kebaikan dan kebenaran akan mudah melakukannya. Adapun orang yang sombong atau orang kaya yang taklid kepada musuh-musuh Allah dari kalangan setan dan wali-walinya maka dia memiliki keadaan yang berbeda, wallahul muwaffiq.
🌎 Syarah Riyadhus Shalihin 3/544
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
#Fawaidumum #akhlaq #akhlak #adab #makan
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Rabu, 28 Februari 2018
Begini Cara Memperlakukan Seorang Muslim Yang mengalami Ketergelinciran (maksiat)
*بسم الله الرحمن الرحيم*
*_Inilah contoh yang semestinya dilakukan, ketika ada Saudara kita mengalami Ketergelinciran dalam berucap/ bersikap yang menyalahi syari'at..._*
🍃 Begini Cara Memperlakukan Seorang Muslim Yang mengalami Ketergelinciran (maksiat) 🍃
================
🌾Diriwayatkan : Bahwasanya Umar bin Khothob rodhiyallohu 'anhu merasa kehilangan seseorang dari penduduk Syam, di mana orang tersebut selalu menghadiri majelis beliau.
🔹Maka Umar bin Khothob berkata kepada sahabat beliau:
"Apa yang dilakukan oleh fulan bin fulan?"
🔸Mereka menjawab:
"Dia berturut-turut minum khomr, sejak beberapa hari ini kami tidak melihatnya."
👉 Maka Umar rodhiyallohu 'anhu memanggil sekretarisnya, kemudian beliau berkata:
"Tulislah..!!
Dari Umar bin Al khothob kepada Fulan bin Fulan, semoga keselamatan tercurah untukmu. Sesungguhnya aku memuji Allah kepadamu, yang tiada ilah yang haq kecuali Dia
{ غافر الذنب و قابل التوب شديد العقاب ذي الطول ،لا اله الا هو اليه المصير } [Ghofir:3]
"Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya; Yang mempunyai karunia. Tiada ilah (yang berhak disembah dengan benar) selain Dia. Hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk) " [QS. Ghofir: 3]
👉 Kemudian Umar rodhiyallohu 'anhu berkata kepada sahabat-sahabat beliau:
"Berdoalah kepada Allah untuk saudara kalian agar dia mau menghadap kepada Allah dengan hatinya dan bertaubat kepada-Nya."
➡ Ketika surat Umar rhodhiyallohu 'anhu telah sampai kepada orang itu, ia pun membacanya dan mengulang-ulang dalam hatinya, sambil berkata:
{ غافر الذنب و قابل التوب شديد العقاب }
{ "Yang Mengampuni dosa dan Menerima taubat lagi keras hukuman-Nya;" }
Sungguh Dia telah memperingatkanku dengan hukumanNya dan menjanjikanku dengan ampunanNya,
👉 Ia terus mengulang-ulang dalam hatinya, kemudian menangis, lalu bertaubat dan baik dalam taubatnya.
👉 Ketika telah sampai kepada Umar رضي الله عنه berita tentang orang itu, maka beliau berkata kepada para sahabat beliau :
*_"Seperti inilah hendaknya yang kalian lakukan apabila kalian melihat saudara kalian terjatuh atau tergelincir (dalam kemaksiatan), luruskanlah dia, doakanlah kepada Allah agar bertaubat, dan janganlah kalian menjadi penolong-penolong syaithan untuk membinasakannya)."_*
📚✏ Dinukil dari Tafsir Ibnu Katsir Surat Ghofir ayat 3.
***
✍Abul Fida' as Silasafy حفظه الله
~~~~~~~~~~~
📢 مـ🔅ـجموعة إتبـاع السـلف
MAJMU'AH ITTIBA'US SALAF
🍯🔗🍯🔗🍯🔗🍯🔗🍯
Rabu, 17 Januari 2018
Adab Para Salaf Dalam memberi Nasehat
🌸Adab Para Salaf Dalam memberi Nasehat🌸
_______________________________
📎 Berkata Imam Jarh wa Ta'dil pada masanya, beliau adalah Yahya bin Ma'in -رحمه الله-:
"Tidaklah aku melihat seseorang yang salah kecuali aku sembunyikan dulu kesalahannya. Dan aku suka untuk memperindah perkara dia. Tidaklah aku menemui seseorang dengan perkara yang dia benci, namun aku menjelaskan kesalahannya antara aku dan dia saja. Jika dia menerima(nasehat) maka itu yang diinginkan, tapi jika dia tidak menerima maka aku tinggalkan dia."
📚 Siyar A'lam Nubala jilid 11 hal: 83
═══════ ❉❃❉ ══════
📑 Ibnu Rajab berkata -رحمه الله-:
"Adapun Ahlul bid'ah dan orang-orang yang menyimpang dan orang-orang yang menyerupai ulama namun mereka bukanlah ulama, maka boleh(bagi kita) menjelaskan kebodohan mereka, menampakkan aib-aib mereka, dalam rangka untuk memberikan peringatan agar tidak mencontoh mereka."
📚 الفرق بين النصيحة والتعيير
::::::::::::::::::::::
🔹من أدب السلف في النصيحة
● قال إمام الجرح والتعديل في عصره
يحيى بن معين رحمه الله تعالى
" ما رأيتُ على رجلٍ خطأً إلا سترته ، وأحببتُ أن أزين أمره ، وما استقبلتُ رجلاً في وجهه بأمر يكرهه،ولكن أبين له خطأه فيما بيني وبينه، فإن قبل ذلك وإلاَّ تركته ".
📚[انظر سير أعلام النبلاء(11/83)].
● ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺭﺟﺐ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ :
" ﺃﻣﺎ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺒﺪﻉ ﻭﺍﻟﻀﻼﻝ ﻭﻣﻦ ﺗﺸﺒﻪ ﺑﺎﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻭﻟﻴﺲ ﻣﻨﻬﻢ , ﻓﻴﺠﻮﺯ ﺑﻴﺎﻥ ﺟﻬﻠﻬﻢ , ﻭﺍﻇﻬﺎﺭ ﻋﻴﻮﺑﻬﻢ ﺗﺤﺬﻳﺮﺍ ﻣﻦ ﺍﻻﻗﺘﺪﺍﺀ ﺑﻬﻢ "
📚[ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﻨﺼﻴﺤﺔ ﻭﺍﻟﺘﻌﻴﻴﺮ 36]
Dikutip dari :
═══════ ❉WBF❉ ══════
Whatsapp Berbagi Faedah
Broadcast by ;
https://t.me/Nasehat_islamii
Senin, 15 Januari 2018
MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK GURU DAN MENUTUPI AIBNYA
📝💐
*MENDOAKAN KEBAIKAN UNTUK GURU DAN MENUTUPI AIBNYA*
_Al-Imam anNawawiy rahimahullah_ menyatakan:
وَقَدْ كَانَ بَعْضُ الْمُتَقَدِّمِيْنَ إِذَا ذَهَبَ إِلَى مُعَلِّمِهِ تَصَدَّقَ بِشَئْ ٍوَقَالَ اللَّهُمَّ اسْتُرْعَيْبَ مُعَلِّمِي عَنِّى وَلاَ تَذْهَبْ بَرَكَةَ عِلْمِهِ مِنِّى
Sebagian (Ulama) terdahulu jika berangkat menuju gurunya ia bershodaqoh dengan sesuatu kemudian berdoa:
*_"Ya Allah, tutuplah aib guruku dariku. Jangan hilangkan keberkahan ilmunya dariku"_*
(al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab (1/36), atTibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran (1/47))
CATATAN:
Demikianlah keberkahan ilmu yang didapat oleh para Ulama Salaf. Mereka mendapatkan keberkahan itu dari Allah dengan sebab baiknya adab mereka dalam menuntut ilmu dan adab mereka terhadap guru.
Sebelum berangkat menuju majelis ilmu, sebagian mereka bershodaqoh. Subhanallah.
Shodaqoh yang dimaksudkan untuk mempermudah ilmu yang mereka dapatkan. Tidak cukup sampai di situ saja, mereka juga berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla, pemilik hakiki segala ilmu. Sungguh indah doa yang mereka ucapkan.
Permintaan pertama:
*Ya Allah, tutuplah aib guruku dariku*.
Ia sadar bahwa gurunya adalah manusia biasa yang memiliki kekurangan.
Tapi ia berharap tidak mengetahui kekurangan gurunya itu.
Agar tidak timbul kesan buruk darinya terhadap guru itu sehingga menghalangi ia mendapat ilmu dari guru tersebut.
*_Perhatikan wahai saudaraku..._*
Ulama Salaf kita tidak sekedar enggan menyebarluaskan keburukan gurunya. Lebih dari itu, ia tidak berharap mengetahui kekurangan dan aib gurunya sendiri.
Permintaan kedua:
*Ia meminta agar jangan Allah hilangkan keberkahan ilmu gurunya untuk dia.*
Ia menyadari dan mengakui bahwa gurunya memiliki ilmu. *Tapi jika Allah tidak menghendaki sampainya ilmu yang berkah pada dirinya, ia tidak akan mendapat manfaat sedikitpun.*
Kadangkala seorang alim sangat luas ilmunya. Banyak orang yang hadir di majelisnya mendapat manfaat dari ilmunya. Tapi, di antara sekian banyak orang itu, ada sebagian orang yang juga hadir di tempat yang sama dalam kondisi yang sama tidak mendapat keberkahan ilmu seperti yang lain.
```Semoga Allah senantiasa menjaga dan memberikan keberkahan ilmu kepada kita dan kepada guru-guru kita yang telah mengajarkan Tauhid dan Sunnah kepada kita...```
_(Abu Utsman Kharisman)_
💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom
📤@salafykendari
╚═══════
🌅 WhatsApp Salafy Solo
📮 Channel Telegram || https://telegram.me/salafysolo
╚═══════🔎📚
Kamis, 21 Desember 2017
AKU TERGANGGU DENGAN BAU SENDAWANYA KETIKA SHALAT
════════════════════
⚖ FATWA ULAMA ⚖
════════════════════
💨👃🏽🕌 AKU TERGANGGU DENGAN BAU SENDAWANYA KETIKA SHALAT
✍🏻 Fadhilatus Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullah
Pertanyaan :
📝 Apabila seseorang di sebelahku ketika shalat bersendawa, maka aku merasa terganggu dengan baunya.
💭 Bolehkah aku keluar dari shalat karena merasa mau muntah karenanya❓
Jawaban :
☝🏻 Satu hal yang telah diketahui bahwa secara umum sendawa tidak terjadi secara kontinyu.
💨 Biasanya hanya terjadi sesekali kecuali pada orang yang sakit kadang terjadi berulang kali dan terus menerus.
💥 Kalau sendawanya hanya sesekali saya tidak yakin bisa menyebabkan seseorang muntah.
👣 Oleh sebab itu engkau tidak boleh keluar dari shalat kecuali jika sendawanya terjadi berulang-ulang sehingga mengganggumu.
✅ Maka tidak masalah engkau keluar dari shalat lalu berada di samping orang lain di shaf yang jauh dari laki-laki tersebut.
👃🏻 Demikian halnya jika orang yang shalat di sebelahmu baunya tidak sedap dan engkau tidak kuat bertahan di sebelahnya, maka engkau boleh memutus shalatmu dan shalat di samping orang lain yang jauh darinya.
👉🏼 Dalam kesempatan ini saya hendak menyampaikan bahwa seseorang yg memiliki bau tidak sedap sehingga mengganggu orang lain maka tidak halal datang ke masjid.
📼 Sumber : Silsilah Fatawa Nur 'alad Darb. Kaset nomor 205
═══════════════
السؤال:
إذا تجشأ شخص في الصلاة في جانبي فإن رائحته تؤذيني فهل يحق لي أن أخرج من الصلاة؛ لأنني أشعر بالتقيؤ من ذلك؟
الجواب:
من المعلوم أن التجشأ في الغالب لا يستمر، يحصل مرة واحدة إلا أن يكون عند الإنسان مرض، فقد يتكرر، ويستمر، والمرة الواحدة لا أعتقد أنها تصل بالإنسان إلى حد التقيؤ، وعلى هذا فلا تخرج من الصلاة إلا إذا تكرر منه، فأردت، وتأذيت، فلا حرج عليك أن تنفصل من الصلاة، وتكون في جانب آخر من الصف، بعيداً عن هذا الرجل وهكذا لو صلى إلى جانبك رجل فيه رائحة كريهة، وعجزت أن تتحمل البقاء، فلك أن تنصرف، وتصلي في جانب آخر بعيد عنه، وبهذه المناسبة أود أن أقول: إن كل إنسان ذي رائحة كريهة تؤذي الناس لا يحل له أن يأتي إلى المسجد
المصدر : سلسلة فتاوى نور على الدرب الشريط رقم ٢٠٥
•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••
✍🏻WhatsApp
Ⓚ①ⓉⒶ🌏ⓈⒶⓉⓊ
Bagi-bagi faedah ilmiahnya....ayo segera bergabung
🌐📲 Join Channel Ⓚ①Ⓣ
https://bit.ly/KajianIslamTemanggung
📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ] Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
APA YANG DILAKUKAN OLEH SEORANG YANG MAKAN TAPI TIDAK KENYANG-KENYANG
🍜🍚🍲 *APA YANG DILAKUKAN OLEH SEORANG YANG MAKAN TAPI TIDAK KENYANG-KENYANG*
Dari Wahsyiy bin harb rodiyallahu ‘anhu, ia berkata :
*أنَّ أَصْحَابَ رسولِ الله صلى الله عليه وسلم,قالوا : يَا رَسولَ اللهِ, إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ ؟ قال : (( فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ))*
*قالوا : نَعمْ.*
*قالَ : (( فَاجْتَمِعُ عَلَى طَعَامِكُمْ, وَاذْكُرُوا اسمَ اللهِ, يُبَارَكْ لَكُمْ فِيْهِ ))*
*رواه أبو داود*
“Para sahabat rodiyallahu ‘anhum berkata :
_“ Wahai Rasulullah ﷺ, sesungguhnya kami sudah makan tetapi belum kenyang.”_
Beliau ﷺ bersabda : _“Mungkin kalian makan sendiri-sendiri.”_
Mereka menjawab : _”Benar.”_
Beliau ﷺ bersabda : _”Berjama’ahlah kalian ketika makan, dan sebutkanlah nama Allah , niscaya kalian mendapat berkah padanya.”_
*(H.R Abu dawud)*
📚 رياض الصالحين
📅 Kamis,03 Robiuts Tsani 1439/ 21 Desember 2017
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
🛑 *WhatsApp Salafy Cirebon*
📲 *Join Channel ||*https://bit.ly/salafycirebon
◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻◻
Sabtu, 02 September 2017
SEPULUH HAK PERSAUDARAAN
✋🏻🌸🌺🌷 *SEPULUH HAK PERSAUDARAAN*
✍🏻 _Asy-Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Alu asy-Syaikh hafizhahullah_
● *Hak pertama:*
*أن يُحب أخاه لله لا لغرض من الدنيا*
_Seseorang mencintai saudaranya karena Allah, bukan karena sebuah tujuan duniawi._
● *Hak kedua:*
*أن يقدم الأخ لأخيه الإعانة بالمال وبالنفس*
_Seseorang memberi bantuan kepada saudaranya dengan harta dan jiwanya._
● *Hak ketiga:*
*حفظ العِرض ، ولأداء هذا الحق مظاهر :*
*– تسكت عن ذكر العيوب .*
*– لا تدقق معه السؤال .*
*– تحفظ أسراره .*
_Seseorang menjaga kehormatan saudaranya. Untuk menunaikan hak ketiga ini, ada beberapa bentuk:_
◎ Engkau diam, tidak menyebut aibnya.
◎ Engkau tidak menanyainya dengan rinci.
◎ Engkau menyimpan rahasia-rahasianya.
● *Hak keempat:*
*أن تُجنب أخاك سوء الظن به .*
_Engkau menjauhi sikap buruk sangka terhadapnya._
● *Hak kelima:*
*أن تتجنب مع إخوانك المراء والممارات ، والمراء له أسباب:*
*– يُظهر أنه لم يستسلم لوجهة النظر .*
*– الرغبة في الانتصار .*
*– عدم رعاية آفات اللسان.*
_Engkau menjauhi perdebatan dengan saudara-saudaramu. Perdebatan memiliki beberapa sebab:_
◎ Dia menunjukkan bahwa tidak bisa menerima (sebuah pendapat) karena memiliki sebuah sisi pandang.
◎ Dia ingin membela (pendapatnya)
◎ Dia tidak waspada dari penyakit-penyakit lisan
● *Hak keenam:*
*بذل اللسان لأخيك ، وله مظاهر :*
*– لا تكن شحيحا بلسانك .*
*– شكرُه على بذله .*
*– أن تثني عليه في غير حضوره .*
_Membantu saudaramu dengan lisan. Hal ini memiliki beberapa bentuk:_
◎ Janganlah engkau kikir dengan lisanmu.
◎ Engkau berterima kasih atas bantuannya.
◎ Engkau memujinya ketika dia tidak ada bersamamu.
● *Hak ketujuh:*
*العفو عن الزَّلات.*
_Memaafkan kesalahan/ketergelinciran._
● *Hak kedelapan:*
*الفرح بما آتاه الله جل وعلا ، في المال والعلم والدين والصلاح.*
_Merasa gembira dengan apa yang Allah limpahkan kepadanya dalam hal ilmu, agama, dan kesalehan._
● *Hak kesembilan:*
*أن يكون بينك وبين إخوانك تعاون في الخير والصلاح.*
_Ada ta’awun antara dirimu dan saudara-saudaramu, dalam hal kebaikan dan kesalehan_
● *Hak kesepuluh:*
*أن يكون بين أصحاب الأخوة الخاصة تشاور وتآلف فيما بينهم.*
_Ada musyawarah dan rasa kedekatan di antara orang-orang yang memiliki ukhuwah yang khusus._
🌏 *Sumber* || http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=35118
⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎
Selasa, 06 Desember 2016
Bahaya Sombong
🍃💢 BAHAYA SOMBONG 💢🍃
⚠ Tidak bisa memasukkan seorang muslim langsung ke dalam Jannah.
🔰 Dari shahabat Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam; Bahwasanya Beliau pernah bersabda:
«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ»
”Tidak memasuki Jannah seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar semut kecil.” (📌)
🔻Ternyata ada salah seorang shahabat yang menimpali:
“Sesungguhnya seseorang itu senang jika baju dan sandalnya bagus.”
✅ Maka Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab:
«إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ»
”Sesungguhnya Allah itu Maha Indah serta mencintai keindahan, (adapun) Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan manusia.”
📚 [ HR. Muslim no.91-(147) ]
➖➖➖
📝 Penjelasan Hadits :
〰〰〰
(📌) Hadits ini termasuk jenis hadits yang mengandung ancaman secara umum. Digunakan lafadz seperti itu oleh Rasul shollallahu ‘alaihi wasallam memang dalam rangka membuat lari orang dari perbuatan tersebut. Jika dibutuhkan penjelasan secara terperinci, maka rincian itu diambil dalil-dalil syariat yang lainnya.
🔘 Kesombongan di dalam hadits ini bisa dipahami dari dua sisi;
1⃣ ( Yang Pertama ) : Sombong dari kebenaran, dan membencinya;
👉 Orang yang seperti ini kafir, kekal di dalam api neraka, serta tidak akan memasuki Jannah sama sekali.
Berdasarkan firman Allah Ta’ala:
ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ
”Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quran) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” [ QS. Muhammad :9 ]
💯 (Pahala-pahala) amalan tidak akan terhapus kecuali dengan kekafiran. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (artinya):
”Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
[ QS. Al-Baqoroh :217 ]
2⃣ ( Yang Kedua ) : Kesombongan itu dilakukan kepada makhluk, yaitu sombong dan congkak dihadapan mereka, namun tidak sombong dalam masalah ibadah kepada Allah Ta’ala.
👉 Orang yang seperti ini, tidak akan memasuki Jannah dengan sifat yang sempurna tanpa adzab secara mutlak. Karena dia harus merasakan adzab terlebih dahulu karena sebab dosa sombongnya (di dunia) sebab ia congkak di hadapan makhluk, kemudian setelah suci (dari dosa) barulah ia memasuki Jannah.
📚 [ Lihat Syarah Riyadhus Sholihin 3/541-542 ]
👆 Hal itu karena keumuman dalil tentang keutamaan orang-orang yang bertauhid mendapatkan jaminan masuk Jannah, sebagaimana penjelasan al-Qodhi ‘Iyadh rohimahullah yang dinukil oleh Imam An-Nawawi rohimahullah, dalam Syarah Shohih Muslim ;2/91.
Wallahul Muwaffiq
📝 Dikirim oleh: al Ustadz Abdul Hadi Pekalongan
#fawaidumum
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Kamis, 28 Juli 2016
Keutamaan Mengunjungi Sesama Muslim Karena Allah
~ Mutiara Hadits ~
____________________________________
Keutamaan mengunjungi sesama muslim karena Allah.
____________________________________
Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,:
"Ada seseorang pergi mengunjungi saudaranya di sebuah perkampungan yang lain. Lalu Allah pun mengutus Malaikat kepadanya di tengah perjalanannya.
~ Ketika bertemu dengannya, Malaikat itu pun bertanya: “Kamu mau kemana❓"
~ Dia menjawab: “Aku ingin mengunjungi saudaraku di perkampungan ini”.
~ Malaikat bertanya: “Apakah ada suatu keuntungan yang kamu harapkan darinya❓”.
~ Orang itu menjawab: “Tidak ada, kecuali karena aku mencintainya karena Allah Azza wa Jalla".
~ Maka malaikat itu berkata: “Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu untuk menyampaikan bahwa Allah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu karena-Nya“
(HR Muslim no.2567).
→⇨⇨⇨ ⇦⇦⇦←
عن أبي هريرة عن النبي صلى الله عليه وسلم: ((أن رجلا زار أخا له في قرية أخرى فأرصد الله له على مدرجته ملكا فلما أتى عليه قال أين تريد قال أريد أخا لي في هذه القرية. قال هل لك عليه من نعمة تربها قال لا غير أني أحببته في الله عز وجل. قال فإني رسول الله إليك بأن الله قد أحبك كما أحببته فيه)). رواه مسلم برقم 6714
Dengarkan al-Quran setiap saat di Radio Qur'an Temanggung
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.radioislam
✍ WhatsApp ⓚⓘⓣⓐⓢⓐⓣⓤ
Ayo ajak keluarga dan teman Join Channel Telegram berikut ini :
https://bit.ly/KajianIslamTemanggung
Dipublikasikan oleh:
http://bit.ly/telegramTIC
http://bit.ly/websiteTIC
WA Tholibul Ilmi Cikarang
______________________________
Kamis 23 Syawwal 1437 H / 28 Juli 2016 M
Sabtu, 12 Maret 2016
Adab Berjabat Tangan
○~~~~~~~~~~~~~~~○
FAEDAH PAGI
○~~~~~~~~~~~~~~~○
⚪○ADAB BERJABAT TANGAN○⚪
عن أنس رضي اللَّـه عنه قال:
☝ "كان رسول الله صلى الله عليه و سلم، إذا صافح رجلا لم يترك يده؛ حتَّى يكون المصافح هو التارك ليد رسول الله صلى الله عليه و سلم."
رواه الترمذي، و صححه الألبانى
Dari Anas رضي الله عنه berkata,
☝ "Adalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم apabila berjabat tangan dengan seseorang, beliau tidak melepaskan tangannya, sampai orang tersebut melepaskan tangannya dari tangan Rasulullah صلى الله عليه وسلم."
HR. At-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh Al-Albani
Sumber gambar:
○ @badratkhaier
◇◇◇◇◇◇
✍ Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab bintu Ali Bahmid hafizhahallah pada hari Kamis, 1 Jumadil Akhir 1437 H / 10 Maret 2016 M
◇◇◇◇◇◇◇◇
□ http://annisaa.salafymalangraya.or.id
□ http://bit.ly/NisaaAsSunnah
Nisaa` As-Sunnah
Sabtu, 05 Maret 2016
Sunnah-sunnah Fitrah
SILSILAH DURUS AL FIQHIAH (11)
⏲⏰SUNNAH-SUNNAH FITRAH (Bag : 1)
✅Dinamakan juga dengan Khishalul Fitrah, (budi pekerti bawaan) dinamakan demikian karena pelakunya, disifati dengan Fitrah yang Allah Ta’ala telah ciptakan manusia diatasnya, dan Allah memilih/memandang baik perkara ini bagi mereka, supaya mereka berada dalam keadaan yang paling baik dan paling sempurna.
⏰Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata, berkata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, “Lima perkara yang termasuk perkara Fitrah: Mencukur rambut kemaluan, berkhitan, memotong kumis, mencabut bulu ketiak, dan memotong kuku” (Muttafaqun ‘alaihi)
▶️1. Al Istihdad, yaitu Mencukur rambut kemaluan, yaitu rambut yang tumbuh disekitar kemaluan, dinamakan dengan Al Istihdad, karena untuk melakukannya butuh kepada besi (hadid) yaitu pisau cukur.
Menghilangkan rambut kemaluan tersebut terdapat kecantikan dan kebersihan, mungkin juga menghilangkannya dengan cara tidak dicukur (akan tetapi dengan) alat-alat buatan lainnya
Sumber: Al Fiqhu Al Muyassar fii Dhouil Kitab was Sunnah hal 14
Ditulis oleh : Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah
(Padang 2 Jumadil Awwal , 1437 H, 11 Februari 2016)
المسألة الخامسة: سنن الفطرة:
وتسمى أيضاً: خصال الفطرة؛ وذلك لأن فاعلها يتصف بالفطرة التي فطر الله الناس عليها واستحبها لهم؛ ليكونوا على أحسن هيئة وأكمل صورة.
عن أبي هريرة - رضي الله عنه - قال: قال رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (خمس من الفطرة: الاستحداد والختان وقص الشارب ونتف الإبط وتقليم الأظافر) (3) .
1- الاستحداد: وهو حَلْقُ العانة، وهي الشعر النابت حول الفرج، سمي بذلك لاستعمال الحديدة فيه وهي المُوسَى. وفي إزالته جمال ونظافة، ويمكن إزالته بغير الحلق كالمزيلات المصنعة.
_________________
Hastag :
#sunnah_sunnah_fitrah
Postting :
Kamis, 17 Februari 2016
Jam. 14.30 wib
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin
====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang
====================
SUNNAH-SUNNAH FITRAH (2)
SILSILAH DURUS AL FIQHIAH (12)
2⃣Al Khitan : Adalah menghilangkan kulit yang menutupi kepala dzakar, sampai kepala dzakar tersebut muncul /terlihat, ini dari sisi laki-laki, adapun untuk perempuan, maka khitan adalah memutus daging yang berlebih yang berada diatas tempat dukhul, yang dikatakan bentuknya seperti jengger ayam jantan.
Menurut pendapat yang Shohih hukum khitan bagi laki-laki adalah wajib, dan sunnah untuk wanita.
✅Hikmah dari Khitan untuk laki-laki adalah membersihkan kemaluannya dari najis yang tertahan pada Qulfah (kulit yang tebal yang menutupi kepala dzakar,yang dipotong ketika khitan).
⚠️Adapun untuk wanita hikmahnya adalah mengurangi besarnya syahwatnya.
Mustahab agar khitan tersebut dilakukan dihari ketujuh dari setelah hari kelahirannya, karena yang demikian lebih cepat untuk kesembuhannya, dan agar anak ini dapat tumbuh berkembang dalam keadaan yang lebih sempurna.
✅Sumber: Al Fiqhu Al Muyassar fii dhouil Kitab was Sunnah
Alih bahasa: Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji hafizhahullah
_______________
- الختان: وهو إزالة الجلدة التي تغطي الحَشَفَة (1) حتى تبرز الحشفة، وهذا في حق الذكر. أما الأنثى: فقطع لحمة زائدة فوق محل الإيلاج. قيل: إنها تشبه عُرف الديك. والصحيح: أنه واجب في حق الرجال، سنة في حق النساء.
والحكمة في ختان الرجل: تطهير الذكر من النجاسة المحتقنة في القُلْفَة (2) .
وفوائده كثيرة.
أما المرأة: فإنه يُقَلِّل من غُلْمَتِها أي: شدة شهوتها.
ويستحب أن يكون في اليوم السابع للمولود؛ لأنه أسرع للبرء، ولينشأ الصغير على أكمل حال.
__________
(1) الحشفة: هي رأس الذكر.
(2) وهي الجلدة التي تغطي الحشفة، والتي تقطع في الختان.
__________________
Hashtag:
#sunnah_sunnah_fitrah2
Posting:
Jum'at 26 Februari 2016
Jam 14.45 WIB
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin
====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang
====================
✏SUNNAH-SUNNAH FITRAH✏ (Bag :3)
SILSILAH DURUS AL FIQHIAH (13)
✏بسم الله الرحمن الرحيم✏
3.Menggunting atau memangkas Kumis (Memotong dengan pendek)
Karena pada pemangkasan kumis tersebut terdapat keindahan dan kebersihan serta menyelisihi orang kafir.
Telah terdapat banyak hadits yang shohih tentang pemotongan kumis dan pemanjangan dan pemuliaan jenggot, karena membiarkan jenggot tersebut panjang terdapat keindahan dan menunjukkan kejantanan.
✋Kebanyakan orang pada zaman sekarang malah melakukan sebaliknya, mereka melebatkan kumisnya dan mencukur jenggotnya atau memendekkan jenggot tersebut.
✏Pada perbuatan mereka tersebut terdapat penyelisihan terhadap sunnah dan penyelisihan terhadap perintah yang datang untuk memanjangkan jenggot.
✔Diantaranya adalah hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, berkata Rasullullah Sholllallahu ‘alaihi wa sallam:
☝“Potonglah Kumis dan panjangkanlah jenggot dan selisihilah orang-orang majusi (HR Muslim 260)
✔Dan Juga Hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma dari Nabi Sholllallahu ‘alaihi wa sallam:
☝“Selisilah kaum musyrikin, panjangkanlah/perbanyaklah (jangan dikurangi) jenggot dan potong (pendek) -lah kumis” (HR : Al Bukhari 5892, Muslim 258)
✔☝Maka bagi seorang muslim harus memegang petunjuk Nabi ini, menyelisihi musuh dan berusaha untuk membedakan diri dari (keadaan ) menyerupai wanita (karena wanita tidak berjenggot: pen).
Maraji’:
Al Fiqhu Al Muyassar fii Dhouil Kitab was Sunnah hal 15
Alih bahasa: Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah
(Padang 23 Jumadil ‘Ula 1437 H, 3 Maret 2016)
⏰Pukul 17.05 WIB
Hastag :
#sunnah_sunnah_fitrah
3- قص الشارب وإحفاؤه: وهو المبالغة في قَصِّه؛ لما في ذلك من التجمل، والنظافة، ومخالفة الكفار.
وقد وردت الأحاديث الصحيحة في الحث على قَصِّه، وإعفاء اللحية، وإرسالها وإكرامها؛ لما في بقاء اللحية من الجمال ومظهر الرجولة، وقد عَكَسَ كثير من الناس الأمر، فصاروا يوفرون شواربهم، ويحلقون لحاهم، أو يقصرونها.
وفي كل هذا مخالفة للسنة والأوامر الواردة في وجوب إعفائها؛ منها: حديث أبي هريرة - رضي الله عنه - قال: قال رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (جزُّوا الشوارب، وأرخوا اللحى، وخالفوا المجوس) (3) . وحديث ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قال: (خالفوا المشركين، وفِّروا اللحى، وأحفوا الشوارب) (4) .
فعلى المسلم أن يلتزم بهذا الهدي النبوي، ويخالف الأعداء، ويتميز عن التشبه بالنساء.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin
====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang
====================
SUNNAH-SUNNAH FITRAH (Bag :4)
SILSILAH DURUS AL FIQHIAH (14)
✏بسم الله الرحمن الرحيم✏
4.Memotong Kuku
☝Yaitu memotong kuku dan tidak membiarkannya memanjang, memotong kuku itu bisa memperindah kuku itu sendiri, menghilangkan kotoran, yang bertumpuk dibawahnya.
✋Sebagian Kaum Muslimin telah menyelisihi fitrah nabawiyyah ini, mereka malah memanjangkan kuku-kuku mereka, atau hanya memanjangkan salah satu dari kuku jari tertentu pada tangan mereka, yang demikian itu adalah (karena) syaithan menghiasi amalan buruk mereka (untuk menipu mereka: pen) dan juga disebabkan oleh perbuatan taqlid/ membeo/meniru musuh-musuh Allah.
Maraji’:
Al Fiqhu Al Muyassar fii Dhouil Kitab was Sunnah hal 16
Ditulis Oleh: Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah
(Padang 1 jumadil akhirah 1437 H,10 Maret 2016)
⏰Pukul 20.10 WIB
Hastag :
#sunnah_sunnah_fitrah_memotong_kuku
- تقليم الأظافر: وهو قَصُّها بحيث لا تترك حتى تطول. والتقليم يجملها، ويزيل الأوساخ المتراكمة تحتها، وقد خالف هذه الفطرة النبوية بعض المسلمين فصاروا يطيلون أظافرهم، أو أظافر إصبع معين من أيديهم. كل ذلك من تزيين الشيطان والتقليد لأعداء الله.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin
====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang
====================
SUNNAH-SUNNAH FITRAH (Bag :5)
SILSILAH DURUS AL FIQHIAH (15)
5⃣. Mencabut Bulu Ketiak
Yaitu menghilangkan bulu yang tumbuh padanya, disunnahkan dengan cara dicabut atau dicukur, atau dengan cara lain, karena menghilangkan bulu ketiak tersebut terdapat padanya kebersihan, dan menghilangkan bau yang tidak enak yang muncul karena adanya rambut/bulu ketiak ini.
Inilah agama kita yang hanif, kita diperintahkan untuk mengerjakan pekerti/akhlaq ini, karena keindahan, kesucian dan kebersihan, agar seorang muslim berada pada keadaan yang paling baik, jauh dari taqlid/mengikuti orang-orang kafir, dan orang-orang yang jahil/tidak berilmu, bangga dengan agamanya (islam), mematuhi Rabbnya, mengikuti sunnah Nabinya,Shollallahu ‘alaihi wa sallam.
5- نتف الإبط: أي إزالة الشعر النابت فيه، فيسن إزالة هذا الشعر بالنتف أو الحلق أو غيرهما؛ لما في إزالته من النظافة وقطع الروائح الكريهة التي تتجمع مع وجود هذا الشعر، فهذا هو ديننا الحنيف، أمرنا بهذه الخصال؛ لما فيها من التجمل والتطهر والنظافة، وليكون المسلم على أحسن حال، مبتعداً عن تقليد الكفار والجهال، مفتخراً بدينه، مطيعاً لربه، متبعاً لسنة نبيه - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -
Maraji’: Al Fiqhu Al Muyassar fii Dhouil Kitab was Sunnah (hal 16)
Alih bahasa: Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah
(Padang 8 jumadil akhirah 1437 H, 17 Maret 2016)
_________________
Hashtag:
#sunnah_sunnah_fitrah5
Posting:
Kamis, 17 Maret 2016
Jam 13.00 WIB
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kumpulan Artikel :
www.salafypadang.salafymedia.com
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin
====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang
====================
Rabu, 02 Maret 2016
Jadilah Engkau Seorang Yang Penyayang Terhadap Anak-anakmu
JADILAH ENGKAU SEORANG YANG PENYAYANG TERHADAP ANAK-ANAKMU
Abul Hasan Ali bin Khalaf bin Abdil Malik bin Batthal rahimahullah (w. 449 H) berkata :
"Menyayangi anak kecil, memeluknya, menciumnya, dan berlemah lembut kepadanya termasuk amalan-amalan yang Allah ridhai dan akan diberi balasan pahala oleh Allah Ta'ala.
Tidakkah engkau perhatikan ucapan Nabi shallahu alahi wa sallam kepada Aqra' bin Haabis — radhiyallahu 'anhu — ketika dia menyampaikan kepada Nabi bahwa dia memilki 10 anak, namun dia tidak pernah mencium satupun dari mereka, Nabi — shallallahu 'alaihi wa sallam — pun bersabda,
من لا يرحم لا يرحم
"Barang siapa yang tidak menyayangi, dia tidak akan disayangi"
Maka hal ini menunjukkan bahwa mencium anak kecil, menggendongnya, dan mengasihinya termasuk di antara perbuatan yang dengannya seseorang berhak mendapatkan rahmat Allah Ta'ala
Tidakkah engkau memperhatikan Nabi — Shallahu alahi wa Sallam — ketika menggendong Umamah putri Abul Ash di pundak beliau ketika shalat,
Padahal shalat amalan yang paling utama di sisi Allah Ta'ala, bahkan beliau telah memerintahkan untuk senantiasa khusyuk dalam shalat, dan menghadapkan dirinya kepada Allah sepenuhnya.
Perbuatan Rasulullah menggendong anak tersebut tidaklah bertentangan dengan khusyuk yang diperintahkan di dalam shalat. Beliau tidak ingin menyusahkan anak itu kalau beliau tinggalkan, dan tidak beliau gendong dalam shalat.
Pada perbuatan Rasulullah —shallallahu 'alaihi wa sallam — tersebut terdapat suri tauladan yang sangat agung bagi kita.
Maka sudah seharusnya kita mencontoh beliau dalam menyayangi anak kecil dan yang besar, serta berlemah lembut terhadap mereka."
(Syarh Shahih Bukhari, karya Ibnu Batthal juz, 9 halaman 211-212)
•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://bit.ly/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net
~~~~~~~~~~~~~~~~~
Senin, 08 Februari 2016
Awas, Bahaya HOMOSEKS dan LGBT
▪▪▪▪▪▪▪▪
Awas, Bahaya HOMOSEKS dan LGBT
✏LGBT adalah sebuah penyakit dan penyimpangan yang sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia, disamping LGBT adalah perbuatan dosa besar yang membinasakan seseorang didunia dan diakhirat.
⭕Lalu apa itu LGBT...?
✏L singkatan untuk Lesbian. Yaitu orientasi seksual seorang perempuan yang hanya mempunyai hasrat sesama perempuan.
✏G singkatan dari Gay. Yaitu orientasi seksual seorang pria yang hanya mempunyai hasrat sesama laki-laki.
✏B singkatan dari Bisexsual. Yaitu sebuah orientasi seksual seorang pria/wanita yang menyukai dua jenis kelamin baik pria/wanita.
✏T singkatan dari Transgender. Yaitu sebuah orientasi seksual seorang pria/wanita dengan mengidentifikasi dirinya menyerupai pria/wanita. (misalnya:waria)
Yang sangat mengkhawatirkan LGBT, homoseks telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk ke negeri-negeri kaum muslimin. Bahkan, ada pihak-pihak yang berusaha membela dan melegalkannya. Disamping itu tidak sedikit remaja dan para pemuda kaum muslimin yang terjatuh ke dalam kelamnya perbuatan LGBT.
Wahai Saudaraku, terkhusus kalian, wahai para pemuda, berhati-hatilah terhadap LGBT, homoseks adalah dosa besar yang akan membinasakan seseorang di dunia dan di akhirat. Berhati-hatilah juga terhadap hal-hal yang dapat mengantarkan kalian kepada perbuatan tersebut.
Bahaya-Bahaya Perbuatan Liwath (Homoseks)
Pertama, liwath (homoseks) adalah dosa yang tidak pernah dilakukan oleh sebuah kaum pun sebelum kaum Nabi Luth. Allah menimpakan kepada kaum Nabi Luth ini azab yang belum pernah diturunkan kepada siapa pun karena sangat jelek dan sangat berbahayanya perbuatan tersebut.
▫Allah Ta’aala berfirman,
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ مُسْرِفُونَ
“(Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, ‘Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah (keji) itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelummu? Sesungguhnya, kamu melampiaskan syahwatmu kepada sesama laki-laki, bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas’.” (al-A’raf: 80-81)
✏Seorang khalifah Bani Umayyah yang membangun Masjid Jami’ Damaskus mengatakan, “Seandainya Allah tidak menceritakan kepada kita perbuatan yang dilakukan kaum Nabi Luth, aku tidak menyangka ada seorang laki-laki yang melampiaskan hawa nafsunya (berhubungan badan) kepada laki-laki lain.” (Tafsir Ibni Katsir 3/488)
Allah Ta’aala berfirman,
فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ مُسَوَّمَةً عِنْدَ رَبِّكَ وَمَا هِيَ مِنَ الظَّالِمِينَ بِبَعِيدٍ
“Maka ketika keputusan Kami datang, Kami jungkir balikkan negeri kaum Luth dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Rabbmu. Siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim.” (Hud: 82-83)
✏Al-Imam adz-Dzahabi rahimahullah berkata, “Sungguh, Allah Ta’aala telah menyampaikan kepada kita kisah kaum Nabi Luth di banyak tempat di dalam kitab-Nya (al-Qur`an) yang mulia. Dia (Allah) telah membinasakan mereka disebabkan oleh perbuatan busuk mereka. Kaum muslimin dan orang yang beragama selain mereka sepakat bahwasanya perbuatan liwath termasuk dosa besar.” (Kitab al-Kaba`ir, Imam adz Dzhabi : 59)
Kedua, liwath (homoseks) adalah dosa besar yang dikhawatirkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan menimpa umatnya.
▫Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي عَمَلُ قَومِ لُوطٍ
“Sesungguhnya, yang paling kutakutkan menimpa umatku adalah perbuatan kaum Nabi Luth.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinyatakan hasan oleh asy-Syaikh al-Albani)
✏Semoga Allah menyelamatkan kita dan kaum muslimin dari bahaya dosa homoseks.
Ketiga: liwath (homoseks) akan menumbuhkan keengganan pemuda untuk menikah sehingga menyebabkan kemusnahan generasi manusia
. Di samping itu, perbuatan ini menimbulkan bahaya-bahaya lain, seperti tersebarnya penyakit yang sangat berbahaya, berupa infeksi pada dubur, sifilis, gonore (kencing nanah), AIDS, dan sebagainya.
Keempat, liwath (homoseks) adalah dosa yang pelakunya dilaknat (dijauhkan dari rahmat Allah Ta’aala).
▫Dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
لَعَنَ اللهُ مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ
“Allah melaknat orang yang melakukan perbuatan kaum Luth.” (HR. Ahmad, dinilai shahih oleh asy-Syaikh al-Albani)
Kelima, liwath (homoseks) adalah dosa besar yang pelakunya dihukum dengan dibunuh.
✏Dari Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ
“Barang siapa yang kalian temui melakukan perbuatan kaum Luth (homoseks), bunuhlah pelaku dan orang yang menjadi objeknya.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, dinilai shahih oleh asy-Syaikh al-Albani dalam al-Irwa` no. 2350)
✏Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Telah sepakat mayoritas atau seluruh sahabat untuk melakukan konsekuensi hadits ini. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, ‘Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak berselisih pendapat tentang hukum bunuh bagi orang yang melakukan liwath, baik bagi pelakunya maupun bagi orang yang dijadikan objek. Akan tetapi, mereka berselisih pendapat tentang tata cara hukum bunuh tersebut. Sebagian mereka berpendapat bahwa caranya adalah dirajam dengan batu. Sebagian berpendapat bahwa caranya adalah dijatuhkan dari tempat yang paling tinggi di sebuah negeri. Sebagian lagi berpendapat bahwa pelaku dan objeknya sama-sama dihukum jika si objek ridha (dijadikan objek homoseks). Keduanya dihukum mati dalam keadaan apa pun, sama saja sudah pernah menikah atau belum. Sebab, dosa pelakunya sangat besar. Berbahaya jika keduanya berada di komunitas manusia. Keberadaan keduanya (pelaku dan objek) akan merusak secara maknawi komunitas manusia dan keutamaan (akhlak). Tidak diragukan bahwa kebinasaan mereka berdua lebih baik daripada kebinasaan manusia dan akhlak mulia’.” (Syarh Kitab al-Kaba`ir, asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin, hlm. 79)
Sebab-Sebab Terjatuh pada Dosa Homoseks
Sebab terjatuhnya seseorang pada perbuatan homoseks sangatlah banyak, di antaranya kami sebutkan sebagai berikut.
1⃣Pendidikan yang buruk.
Pendidikan yang tidak baik mempunyai pengaruh yang besar dalam menjerumuskan seseorang ke penyimpangan, termasuk penyimpangan orientasi seksual yang di antaranya adalah melakukan homoseks
2⃣Memandang amrad (anak kecil atau remaja belia yang tampan, belum berkumis dan belum berjenggot).
Memandang amrad dengan syahwat haram hukumnya. Ada pemuda amrad yang ketampanannya melebihi kecantikkan wanita. Oleh karena itu, orang-orang saleh berhati-hati terhadap fitnah amrad.
3⃣Teman yang buruk.
Teman yang buruk mempunyai pengaruh terhadap penyimpangan seseorang. Dalam sebuah hadits,
▫Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Agama seseorang ditentukan oleh agama temannya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian melihat siapa yang menjadi temannya.” (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan Abu Dawud. At-Timidzi berkata, “Hadits hasan gharib.” Hadits ini dinilai shahih oleh al-Imam an-Nawawi)
✏Ketika seseorang bergaul dan berteman dengan orang yang jelek agamanya, menyimpang, dan rusak, dia akan terpengaruh oleh kejelekan yang ada pada temannya tersebut. Teman seperti ini bagaikan virus yang sangat berbahaya yang akan membuat hati orang yang bergaul dengannya menjadi sakit, menyimpang, dan akhirnya menjadi sama dengannya. Maka tak jarang kita mendengar seseorang menjadi seorang gay, atau lesbian gara-gara dia berteman dengan seorang gay atau lesbian. –naudzubillah-.
4⃣Menunda nikah atau dipersulitnya urusan nikah.
Di antara sebab muncul dan menyebarnya berbagai perbuatan keji berupa zina, homoseks, dan sebagainya adalah menunda nikah dan dipersulitnya urusan nikah. Banyak pemuda yang menunda nikah dengan alasan melanjutkan studi atau mengejar karier, padahal mereka sudah wajib menikah. Banyak pula pemuda yang tidak segera menikah karena dipersulit dengan mahar yang tinggi atau sebab lainnya. Akhirnya, banyak pemuda yang terjerumus ke perbuatan-perbuatan keji tersebut.
5⃣Sedikitnya rasa malu, takut, dan perasaan diawasi oleh Allah.
Perbuatan hina lagi menjijikkan tersebut tidaklah dilakukan kecuali oleh orang yang sedikit rasa malu dan takutnya kepada Allah dan tidak merasa diawasi Allah.
Obat bagi Penderita Homoseks, Lesbian, Gay dan Biseksual.
1⃣Bertobat kepada Allah dengan taubatan nashuha.
Jalan keluar bagi orang yang melakukan perbuatan dosa ini adalah bertobat kepada Allah dengan sebenar-benarnya—meninggalkannya, menyesalinya, dan berazam untuk tidak mengulanginya. Allah Ta’aala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubatan nashuha (tobat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.” (at-Tahrim: 8)
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah, ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya, Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (az-Zumar: 53)
2⃣Bersungguh-sungguh dalam memerangi hawa nafsu dan bersabar atasnya.
Dia harus bersungguh-sungguh untuk memerangi hawa nafsu dan bisikan kejelekan dari jiwanya serta bersabar atasnya.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا
“Orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (al-‘Ankabut: 69)
3⃣Menjauhi teman dan lingkungan yang buruk.
Menjauhi teman dan lingkungan yang buruk adalah bentuk tindakan preventif bagi seseorang agar tidak terjatuh ke perbuatan maksiat, dan sekaligus obat yang sangat bermanfaat. Betapa banyak orang yang bertobat dari perbuatan maksiat kembali melakukan perbuatan dosa dan maksiat karena masih berteman dengan orang yang buruk dan berada di lingkungan yang buruk pula.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan kita dari bahaya teman duduk yang jelek: “Sesunggunhnya perumpamaan teman duduk yang shalih dan teman duduk yang jelek, seperti seorang pembawa (tukang minyak wangi) dan pembuat pandai besi, maka orang yang membawa minyak wangi maka kemungkinan minyak wangi itu mengenaimu, atau engkau membelinya atau engkau mendapati bau yang harumnya. Dan pandai besi kemungkinan apinya akan membakar bajumu atau engkau mendapati bau yang tidak enak.“ (HR. Bukhari dan Muslim)
Berkata Al Haafidz Ibnu Hajar rahimahullah:“Pada hadits ini terdapat larangan dari bergaul kepada orang yang berdampak (jelek –ed) bagi agama dan dunia dan anjuran untuk bergaul kepada orang yang bermanfaat bagi agama dan dunia.” (Fathul Bari : 4/324)
4⃣Memenuhi hati dengan cinta kepada Allah.
Memenuhi hati dengan kecintaan kepada Allah akan membuat seseorang malu untuk melakukan perbuatan maksiat, apalagi perbuatan maksiat yang begitu menjijikkan seperti homoseks atau LGBT. Banyak hal yang dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, di antaranya membaca dan menadaburi al-Qur`an, beribadah kepada Allah dengan ibadah-ibadah fardhu dan sunnah, selalu berzikir kepada Allah, menyaksikan berbagai kebaikan dan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, dan mengerjakan shalat malam.
5⃣Menikah.
Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Wahai manusia, bertakwalah kalian kepada Allah. Ketahuilah bahwa menikah mengandung kebaikan yang sangat banyak, di antaranya kesucian suam
i
istri dan terjaganya mereka dari perbuatan maksiat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang mampu menikah, hendaklah dia menikah, karena dengan menikah, dia dapat lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan.’ (Al-Hadits).” (al-Khuthab al-Minbariyyah fil Munasibat al-‘Ashriyyah hlm. 242 )
✏Demikian penjelasan tentang bahaya homoseks, lesbian, gay, bisexual dan penyebab serta obatnya. Semoga Allah menjauhkan dan menjaga diri kita dari hinanya perbuatan itu semua. (Abdullah alJakarty)
Channel Telegram Catatanku
Dari group wa TMS
▪▪▪▪▪▪▪▪
TURUT BERBAGI INFO SEHAT KITA
https://telegram.me/infosehatkita

