Blog ini berisi kumpulan fawaaid (faidah-faidah) dari group-group WhatsApp yang dikelola oleh ikhwah salafiyyin. Tidak termasuk didalamnya sururiyyin, turobiyyin, hajuriyyin, halabiyyin, MLM, dan hizbiyyin lainnya. Group WA yang tercakup adalah Forum Berbagi Faidah, WhatsApp Salafy Indonesia, Miratsul Anbiya Indonesia, Salafy Lintas Negara, Ittiba'us Sunnah, Al Manshuroh dan Durus Haji & Umroh.
Rabu, 25 Desember 2019
KALA AMPUNAN, RAHMAT DAN REJEKI SEKALI BORONG
Rabu, 18 April 2018
DO'A KEBAIKAN DUNIA DAN AKHIRAT
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
*DO'A KEBAIKAN DUNIA DAN AKHIRAT*
ุงَُّูููู َّ ุฅِّูู ุฃุณْุฃَُูู ุงُููุฏَู ، ูุงูุชَُّูู ، ูุงูุนََูุงَู ، ูุงูุบَِูู
"Allahumma inni as-alukal huda wat tuqo wal ‘afaf wal ghina.”
(HR. Muslim no. 2721)
Syaikh As-Sa'di berkata :
"Do'a ini mencakup kebaikan dunia dan akhirat".
1⃣ *Al-Huda.*
Menurut bahasa adalah petunjuk/alamat.
Menurut istilah syari'at adalah sebuah bimbingan menuju jalan kebenaran,yaitu jalannya Alloh dan RosulNya.
Hidayah ada 2 macam :
1. *Hidayah Taufik dan Ilham.*;
Yaitu sebuah hidayah yang bersumber dari Alloh yang berkaitan dengan hati seorang hamba.
( Hidayah yang Alloh berikan secara langsung kepada hambaNya tanpa perantara ).
*Contoh*
* Seseorang diberi hidayah menjadi muslim.
* Berkaitan dengan sunnah,yaitu bisa mengamalkan sunnah (ahlussunnah).
* Dimudahkan dalam mendatangi majelis ilmu.
* Mudah menerima nasehat apabila dia tergelincir dalam kesalahan.
2. *Hidayah Bayan dan Irsyad.*
Sumbernya dari Alloh tetapi melalui perantara makhlukNya.,yaitu sangat erat hubungannya dengan ilmu nafi '
2⃣ *At-Tuqo.*
Menurut bahasa adalah berlindung/takut.
Menurut istilah syari'at adalah mengamalkan keta'atan kepada Alloh diatas cahaya,dibawah bimbingan Alloh dan RosulNya.
Meninggalkan kemaksiatan kepada Alloh diatas cahaya,dibawah bimbingan Alloh dan RosulNya.
3⃣ *Al-Afaf.*
Menurut bahasa adalah menjaga kehormatan.
Menurut istilah syari'at adalah mencakup ;
* menjaga aurot.
* menjaga aib diri sendiri maupun orang lain.
* tidak meminta-minta atau bergantung kepada orang
4⃣ *Al-Ghina.*
Menurut bahasa adalah merasa cukup.
Menurut istilah syari'at adalah dicukupkan oleh Alloh dari apa yang ada di sisi manusia,selalu merasa cukup ketika Alloh memberinya harta sedikit atau pun banyak.
Merasa cukup dibagi menjadi 2 :
* *Terpuji.*
Merasa cukup dengan pemberian Alloh.
* *Tercela.*
Merasa cukup dari ibadah yang dia lakukan.
*( Faedah dari kitab Bahjatu Qulubil Abror karya Syaikh As-Sa'di yang disampaikan Ust.Abu Tholhah ).*
✏ *Majelis Ta'lim Gresik* ๐
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Senin, 05 Maret 2018
Arti Doa untuk Mayat "Gantikan baginya Pasangan yang Lebih Baik daripada Pasangannya"
Arti Doa untuk Mayat "Gantikan baginya Pasangan yang Lebih Baik daripada Pasangannya"
💎Al-'Allàmah Ibnu 'Utsaimin rahimahullah mengatakan,
"(Doa untuk mayat)
أبدله زوجا خيرا من زوجه
"Gantikan untuknya pasangan yang lebih baik daripada pasangannya;"
Arti الزوج (pasangan) sudah dipahami. Kata الزوج bisa digunakan baik untuk laki-laki(suami) maupun wanita (istri).
🔰 Namun di sini terdapat permasalahan. siapa yang digantikan ini.
Apakah istrinya yang di dunia, digantikan dengan yang lebih baik daripadanya, padahal pada hari kiamat nanti seseorang bersama istrinya dan anak keturunannya. Allah Ta'ala berfirman,
{رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَّهُمْ وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [غافر : 8]
"(Para malaikat itu berkata), wahai Rabb kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana," (Ghafir 8)
Ada hadits yang shahih yang menunjukkan bahwa istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wasallam akan menjadi istri-istri beliau di akhirat.
Lalu bagaimana engkau bisa mengatakan "... pasangan yang lebih baik daripada pasangannya (di dunia)"?
Sebagian ulama menjawabnya dan menjelaskan:
👉 Penggantian ini ada 2 jenis:
🍒 Penggantian orangnya/zatnya
🍇 Penggantian sifat-sifatnya
☑️ Apabila orangnya/zatnya yang diganti, misalnya seperti ini: aku memberimu sesuatu lalu engkau memberiku gantinya, sebagaimana terjadi dalam jual beli. Contohnya: pembeli memberikan harga/uang dan penjual memberikan barang. Barang adalah pengganti uang. Termasuk penggantian jenis ini adalah firman Allah,
{ فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا} [الفرقان : 70]
"(Kecuali orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh), mereka itu adalah orang-orang yang kejahatan mereka digantikan oleh Allah dengan kebaikan." (Al-Furqan 70); jadi kejelekannya (diganti) menjadi kebaikan.
☑️ Penggantian sifat, maknanya: orangnya/dzatnya sama namun berubah sifat-sifatnya. Di antaranya firman Allah Ta'ala,
يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَاتُ ۖ
"(Yaitu) pada hari bumi digantikan dengan bumi yang lain dan demikian pula langit." (Ibrahim 48)
Langit digantikan sifat-sifatnya, Allah Ta'ala berfirman,
{يَوْمَ تَكُونُ السَّمَاءُ كَالْمُهْلِ} [المعارج : 8]
"Pada hari ketika langit menjadi seperti luluhan perak."(Al-Ma'arij 8)
Demikian pula bumi diganti (sifatnya) sehingga
{قَاعًا صَفْصَفًا لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا }
"(Bekas gunung-gunung di bumi menjadi) datar sama sekali. Engkau tidak akan melihat di bumi itu tempat-tempat yang rendah tidak pula yang tinggi." (Thaha 106-107)
Kemudian sesudah digulung, bumi pun dibentangkan/diratakan,
{وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ} [الإنشقاق : 3]
"Dan ketika bumi diratakan" (Al-Insyiqaq 3)
✏ Adapun istri-istri seorang laki-laki dari kalangan bidadari, tidak diragukan bahwa mereka bukanlah istri-istrinya yang di dunia. Mereka lebih baik daripada istri-istri di dunia dari satu sisi dan istri-istri di dunia lebih baik daripada para bidadari dari sisi yang lain.
✏ Sedangkan istri-istrinya di dunia (apabila masuk surga pula-pent) nanti di akhirat akan digantikan sifat-sifatnya. Inilah makna sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam "... pasangan yang lebih baik daripada pasangannya."
Kami katakan, bila istrinya adalah bidadari, perkaranya jelas (bidadari lebih baik daripada istri di dunia dengan sifatnya di dunia-pent). Adapun bila yang (dimaksudkan dalam doa itu) istri di dunia, maka yang dimaksud (dengan pasangan yang lebih baik) adalah dengan diganti sifat-sifatnya."
🗒 Fathu Dzil Jalàl Wal Ikràm 2/570
t.me/majalahqonitah
Selasa, 27 Februari 2018
MAKNA BACAAN TASBIH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*📚 RIYADHUSSALAFIYYIN 📚*
《 _Taman-taman salafiyyin_ 》
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
📜 *MAKNA BACAAN TASBIH*
✅ *Tasbih adalah ucapan* :
Subhanallah atau semakna dengannya, yang artinya adalah Maha Suci Allah.
📚 Kita sucikan Allah dari segala hal yang tidak pantas dinisbatkan kepada Allah, Sang Pemilik segala Kesempurnaan. Kita sucikan Ia dari segala sifat-sifat kekurangan seperti lemah, lupa, lalai, ngantuk, tidur, capek, tuli, dan segala macam aib dan kekurangan yang bisa dijumpai pada makhluk, sebagaimana Allah sendiri mensucikan diriNya dalam KalamNya yang mulia :
وَمَا كَانَ اللهُ لِيُعْجِزَهُ مِنْ شَيْءٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلاَ فِي اْلأَرْضِ (فاطر : 44)
_“Dan tidak ada suatu pun bagi Allah yang dapat melemahkanNya di langit maupun di bumi”_
(Q.S Faathir : 44)
وَماَ كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا ( مريم : 64)
_“Dan sekali-kali Tuhanmu tidak akan lupa …”_
(Q.S Maryam : 64)
وَمَا اللهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ ( البقرة : 74)
_“Dan Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kalian perbuat”_
(Q.S Al-Baqoroh : 74)
لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلاَ نَوْمٌ (البقرة :255)
_“Dan tidaklah menghinggapiNya perasaan kantuk maupun tidur”_
(Q.S AlBaqoroh : 255)
وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَّمَا مَسَّنَا مِنْ لُّغُوْبٍ ( ق : 38)
_“Dan sungguh telah Kami ciptakan (seluruh lapisan) langit dan bumi dan di antara keduanya dalam enam hari dan tidaklah menghinggapi Kami perasaan capek”_
(Q.S Qoof : 38)
✔ Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada para Sahabatnya ketika para Sahabat meninggikan suara saat berdoa :
إِنَّكُمْ لاَ تَدْعُوْنَ أَصَمَّ وَلاَغَائِبًا إِنَّمَا تَدْعُوْنَ سَمِيْعًا قَرِيْبًا مُجِيْبًا
_“Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tuli atau tiada, sesungguhnya kalian berdoa kepada Yang Maha Mendengar lagi dekat dan Maha mengabulkan doa”_
(H.R Al-Bukhari, Ibnu Hibban dalam Shahihnya dan Abu Dawud dalam Sunannya)
✔ Kita juga mensucikan Allah dari segala tindakan, persangkaan dan anggapan yang mengada-ada dari orang-orang musyrikin, Yahudi, dan Nasrani. Allah Subhaanahu Wa Ta’ala berfirman :
أَمْ لَهُمْ إِلهٌ غَيْرُ اللهِ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يُشْرِكُوْنَ (فاطر : 43)
_“Apakah mereka memiliki sesembahan selain Allah ? Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan”_
(Q.S Faathir : 43)
مَا اتَّخَذَ اللهُ مِنْ وَلَدٍ وَّمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلهٍ إِذًا لَّذَهَبَ كُلُّ إِلهٍ بِمَا خَلَقَ وَلَعَلاَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ سُبْحَانَ اللهِ عَمَّا يَصِفُوْنَ (المؤمنون : 91)
_“Sekali –kali Allah tidak mengangkat anak dan tidak ada bersamanya Ilaah (sesembahan yang haq), jika ada Ilaah lain selainNya, maka setiap Ilaah tersebut akan bersama ciptaannya masing-masing dan akan saling mengalahkan satu sama lain. Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan”_
(Q.S Al-Mu’minuun:91)
✔ Allah juga Maha Suci dari anggapan orang-orang Yahudi dan Nasrani yang menyatakan bahwa Ia memiliki anak dan istri, sebagaimana dalam FirmanNya :
وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (التوبة :30)
_“Orang-orang Yahudi berkata : Uzair adalah anak Allah dan orang-orang Nashrani berkata : al-Masih adalah anak Allah. Itu adalah ucapan mereka dengan mulut-mulut mereka menyamai perkataan orang-orang kafir sebelumnya. Allah melaknat mereka. Bagaimana mereka bisa dipalingkan (dari al-haq)?”_
(Q.S AtTaubah :30)
أَنّى يَكُوْنُ لَهُ وَلَدٌ وَّلَمْ تَكُنْ لَهُ صَاحِبَةٌ (الأنعام : 101)
_“Pantaskah bagiNya memiliki anak padahal Dia tidak memiliki istri ?”_
(Q.S Al-An’aam : 101)
✔ Allah Maha Suci dan kita sucikan Allah dengan bacaan tasbih itu dari segala kekurangan secara mutlak.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ (180) وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ (181) وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (182)
_“Maha Suci Tuhanmu Yang mempunyai Keperkasaan dari apa yang mereka katakan. Dan keselamatan atas para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam”_
(Q.S AshShooffaat : 180-182).
💎 Kumandangkanlah makna pensucian ini dalam hati anda ketika membaca bacaan tasbih, baik dalam doa istiftah ini maupun bacaan-bacaan tasbih lain di dalam maupun di luar sholat.
📖 (Dikutip dari Buku *“Memahami Makna Bacaan Sholat”*)
📜✍ _Ustadz Abu Utsman Kharisman_ حفظه الله
➖ ➖ ➖ ➖ ➖
🕌 _“Tetaplah hadir di majelis ilmu syar'i (tempat pengajian) untuk meraih pahala dan barokah lebih banyak dan lebih besar, insyaAllah.”_
📲 *Join Channel Telegram* :
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
*Fawaaid, Info Khatib Jum'at & Kajian Dauroh (Tabligh Akbar) di BARLINGMASCAKEB dan Sekitarnya* :
📚 https://telegram.me/Riyadhus_Salafiyyin
*Unduh Video Fawaid, Audio Kajian/Dauroh* :
📥 https://telegram.me/AKSI_AudioKajianSalafyIndonesia
Jumat, 02 Februari 2018
KEUTAMAAN MEMBACA DZIKIR INI SETELAH SOLAT SUBUH, ASHAR, DAN MAGHRIB
🍂🕋 KEUTAMAAN MEMBACA DZIKIR INI SETELAH SOLAT SUBUH, ASHAR, DAN MAGHRIB
➖➖➖➖
🔵 Dzikir ini telah banyak ditinggalkan, padahal keutamaannya sangat besar.
📝 Dari Abdurrahman bin Ghunm dari Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam, beliau bersabda,
من قال قَبل أنْ ينصرفَ ويَثنيَ رجلَيه من صلاةِ المغربِ والصبحِ: (لا إلهَ إلا اللهُ وحدَه لا شريكَ له، له الملك، وله الحمدُ، يحيي ويميت، وهو على كل شيءٍ قدير -عشرَ مرات-)؛ كتب الله له بكل واحدةٍ عشرَ حسناتٍ، ومحا عنه عشرَ سيئات، ورَفَعَ له عشرَ درجاتٍ، وكانت حِرزاً من كل مكروه، وحِرزاً من الشيطان الرجيم، ولم يَحِلَّ لذنبٍ أنْ يُدركه إلا الشركُ، وكان من أفضل الناس عَمَلاً، إلا رجلاً يَفضلُهُ، يقول أَفضلَ مما قال
🕋 "Barang siapa sebelum berpaling dari solat Maghrib dan Solat Subuh dan ia masih melipat kedua kakinya, lalu ia membaca sebanyak sepuluh kali,
لا إله إلا الله وحده لا شريك له، له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيئ قدير
💡 Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa ‘ala khulli syaiy-in Qadir
✳️ (Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Hanyalah milik-Nya kekuasaan dan segala pujian. Ia yang Mahamenghidupkan dan Dia Mahamampu atas segala sesuatu),
✔️ maka akan dituliskan baginya dengan setiap satu ucapannya itu sepuluh kebaikan,
✔️ akan dihapuskan darinya 10 keburukkan,
✔️ akan ditinggikan baginya 10 derajat,
✔️ bacaan dzikir ini akan menjadi penjaganya dari setiap yang ia benci,
✔️ dan tidak halal bagi dosa-dosa untuk membinasakannya kecuali (dosa) kesyirikan.
✔️ Dan ia tergolong orang yang paling bagus amalannya, kecuali orang yang melebihinya dengan membaca yang lebih baik dari apa yang ia baca.”
📕 HR. Ahmad dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (472).
.........................
☑️ Keterangan:
🔹 Do'a ini dibaca setelah solat Subuh, Ashar, dan Maghrib, sebagaimana dijelaskan dalam riwayat lainnya. Al Mundziri memuat hadits-hadits ini dalam kitab At Targhib wa At-Tarhib, Bab Anjuran Membaca Dzikir-Dzikir setelah Solat Subuh, Ashar, dan Maghrib.
🔹Makna "ia masih melipat kedua kakinya" yaitu masih dalam posisi duduk tasyahud. (lihat Tuhfatul Ahwadzi 9/311)
📝 Nash hadits diterjemahkan Oleh: al Ustadz Fathul Mujib
#Fawaidumum #doa
Perkongsian Dari :
📲 @warisansalaf
🚇Group WA & Telegram :
🌴@InginKenalSunnah
📮Klik "JOIN" https://goo.gl/Op9xa4
Kamis, 04 Januari 2018
APA YANG DILAKUKAN SESEORANG KETIKA MELIHAT HARTA MILIKNYA YANG MEMBUAT DIA TAKJUB?
🏍 *APA YANG DILAKUKAN SESEORANG KETIKA MELIHAT HARTA MILIKNYA YANG MEMBUAT DIA TAKJUB?* 💰
📝 Berkata al-Imam Ibnu 'Utsaimin rahimahullah:
وَلَوْلَا إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ(الكهف:٣٩)
"Dan mengapa engkau tidak mengatakan, ketika kamu memasuki kebunmu:
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
"Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud. Tidak ada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah"
_Q.S. Al-Kahfi:39_
📌 Maka sepantasnya bagi seseorang, jika dia merasa kagum dengan suatu bagian dari hartanya, agar dia berucap:
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
✅ Sehingga (dengan hal ini) dia menyerahkan segala urusan kepada Allah 'Azza wa Jalla. Bukan kepada kemampuan dan kekuatannya sendiri. Dan telah datang sebuah atsar bahwasanya siapa yang berucap dengan ucapan itu (ketika melihat) suatu bagian dari hartanya yang membuatnya kagum, maka sungguh dia tidak akan melihat pada bagian tersebut perkara yang dia benci."
🍋 Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)
🖊 Abu Abdillah Rahmat
🗓 16 R. Tsani 1439
04 Januari 2018
🇸🇦 Arabic
﴿ولولا إذ دخلت جنتك قلت ماشاء الله لا قوة إلا بالله﴾ ينبغي للإنسان إذا أعجبه شيء من ماله أن يقول ما شاء الله لا قوة إلا بالله حتى يفوض الأمر إلى الله عز وجل لا إلى حوله وقوته وقد جاء في الأثر أن من قال ذلك في شيء يعجبه من ماله فإنه لن يرى فيه مكروها.
https://twitter.com/imamothaimeen/status/948413099471769600
Rabu, 06 Desember 2017
DOAKAN SAUDARAMU DENGAN KEBAIKAN
🍃📮 DOAKAN SAUDARAMU DENGAN KEBAIKAN 📮
Niscaya malaikat akan mendoakanmu dengan semisalnya.
—-------------
🔰 Dari Shofwan bin Abdillah bin Shofwan -rohimahullah- (Menantu Abu Darda` rodhiyallahu ‘anhu, pen.) ; beliau pernah mengatakan:
🔻 “Ketika saya sampai di Syam, saya berusaha bertemu Abu Darda` di rumahnya; namun saya tidak menjumpainya. Yang saya jumpai adalah Ummu Darda`.
🔻 Ummu Darda` mengatakan: Apakah engkau ingin menunaikan Haji tahun ini?
🔻 Aku katakan: Ya
🔻 Kemudian beliau mengatakan: Berdoalah untuk kami dengan kebaikan . Karena Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ، كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ "
”Doa seorang muslim untuk saudara (seiman) saat ia tak ada di hadapannya; mustajab (dikabulkan).”
”Di atas kepalanya ada satu malaikat yang ditugaskan bersamanya.
"Setiap kali orang itu berdoa kebaikan untuk saudaranya. Malaikat yang ditugaskan bersamanya mengatakan:
”Aamiin” (kabulkanlah) , ”Semoga engkau mendapatkan semisalnya.”
📚 [ HR. Muslim no. 2733-(88) ] , 🔘 Derajat Hadits: Shohih.
〰〰〰〰
Hadits ini juga diriwayatkan dari Shahabat Abu Darda` -rodhiyallahu ‘anhu- dalam “Shohih Muslim” no.2732-(86).
〰〰〰〰
🌷 Berkata Al-Imam An-Nawawi rohimahullah:
“Dahulu sebagian Salaf (pendahulu kita yang sholih,pen.) apabila ingin berdoa meminta kebaikan untuk dirinya, ia berdoa untuk saudaranya yang muslim dengan doa semisal. Karena doa tersebut dikabulkan, (akhirnya) ia mendapatkan semisal yang diminta.”
[ Lihat Syarah Shohih Muslim (17/49) ]
➖➖➖
Wallahul Muwaffiq. (AH)
#Doa #Mustajab #DoaKebaikan
〰〰➰〰〰
🔰 YOOK NGAJI YANG ILMIAH
🔻(Memfasilitasi Kajian Islam secara Ilmiah)
🌐🔻 Situs Blog: https://Yookngaji.Com
🚀🌐🔻 Gabung Saluran Telegram: https://t.me/yookngaji
Sabtu, 18 November 2017
DUA FAIDAH MEMPERLUAS KATA TATKALA BERDOA
💾 “DUA FAIDAH MEMPERLUAS KATA TATKALA BERDOA”
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berkata di dalam sujudnya:
(( اللَّهُمَّ اغْفِرْ لي ذَنْبِي كُلَّهُ : دِقَّهُ وَجِلَّهُ ، وَأَوَّلَهُ وَآخِرَهُ ، وَعَلاَنِيَتَهُ وَسِرَّهُ ))
”Ya Allah Ampunilah dosaku seluruhnya, yang kecil dan besarnya, awal dan akhirnya, yang terang dan tersembunyi.” H.R. Muslim dan Abu Daud.
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah berkata:
“Di sini sudah ditentukan tempat dari dzikir ini yaitu ketika sujud.
Dan hadits ini ada penjabaran (kata-kata doa) di dalamnya. Dengan mengingat bahwa mungkin bagi Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- untuk berkata “Ya Allah ampunilah aku” saja. Dan bisa pula untuk beliau tidak menyebut “dosa” (dalam doanya) karena memohon ampunan tidak lain pasti terkait dengan dosa.
Namun dalam menjabarkan (kata dalam doa) terkandung dua hal:
1⃣ Pertama:
Bahwa manusia berada di hadapan Rabbnya ketika sedang berdoa -dan seorang mukmin mencintai Rabbnya- dan memperpanjang berposisi (doa) di hadapan Allah ‘azza wa jalla sangat menunjukkan sifat cinta (kepada-Nya).
2⃣ Kedua:
Bahwa ia merasakan kehadiran dosa-dosanya. Sebab ada dosa yang besar dan kecil, terdahulu dan akan datang. Sehingga perincian (dalam doa memohon ampunan) tidak diragukan lebih kuat efeknya (bagi jiwa) daripada (ucapan doa yang)global.
Dan beranjak dari ini, ia akan lebih khusyuk dalam doanya dan lebih bersih (jiwanya) dalam permohonan (ampunan).
📖 At-Ta’liq ‘alal Muntaqo min Akhbaaril Musthofa: 1/ 407.
🔖 Faidah dari al-Ustadz Abu Yahya Abdullah al Maydaniy hafizhahullah
•••┈••••○❁📖❁○••••┈•••
📠 Dikutip dari channel @salafybaturaja
🚀 Dipublikasikan oleh:
👉🏿 http://bit.ly/telegramTIC
👉🏿 http://bit.ly/websiteTIC
📚 WA Tholibul Ilmi Cikarang
______________________________
Senin, 13 November 2017
TIGA UNSUR PENYEMPURNA SUSUNAN KATA TATKALA BERDOA
::
*🚇 TIGA UNSUR PENYEMPURNA SUSUNAN KATA TATKALA BERDOA*
Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiallahu ‘anhu bahwa beliau berkata kepada Rasulullah ﷺ:
“Ajarkan kepadaku suatu doa yang aku berdoa dengannya di dalam shalatku.
Rasulullah ﷺ pun bersabda:
“Ucapkanlah:
اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا، وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي، إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
_”Ya Allah sungguh aku telah menzhalimi diriku dengan kezhaliman yang banyak, sedangkan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa itu kecuali Engkau, maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan sayangilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Muttafaqun ‘alaih]._
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin –rahimahullah- berkata:
“Doa ini mengumpulkan konteks yang sempurna dalam berdoa.
✍🏻Sebab doa:
🔘Terkadang menyebut keadaan orang yang berdoa saja
🔘Terkadang hanya menyebut sifat yang dihaturkan kepadanya doa(yaitu Allah)
🔘Kadangkala dengan menyebut permintaannya saja
🔘Dan terkadang menyebutkan seluruhnya (yang tersebut di atas).
☝🏻Contoh doa yang di dalamnya hanya mengucapkan permintaan saja yaitu jika kamu katakan:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي
Ya Allah ampunilah aku.
☝🏻Permisalan doa yang menyebut keadaan orang yang berdoa saja seperti ucapan Nabi Musa –‘alaihissalam- dalam firman Allah Ta’ala:
فَسَقَى لَهُمَا ثُمَّ تَوَلَّى إِلَى الظِّلِّ فَقَالَ رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيرٌ ﴿٢٤﴾
_Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh lalu berdoa: "Duhai Rabb-ku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku". [Q.S. Al-Qashash: 24]_
Di sini tidak disebut kecuali keadaan orang yang berdoa saja yang berkonsekuensi meminta kedekatan dan rahmat-Nya.
☝🏻Dan contoh doa yang menyebut keadaan orang yang berdoa dan permintaan, seperti ucapan Nabi Musa –‘alaihissalam- (dalam firman Allah Ta’ala):
قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي فَاغْفِرْ لِي فَغَفَرَ لَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ﴿١٦﴾
_“Musa berdoa: "Wahai Rabbku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Q.S. Al-Qashash: 16]_
*Dan doa yang paling sempurna yang disebut di dalamnya:*
▪ keadaan orang yang berdoa,
▪ yang dipintakan doa kepadanya,
▪ dan permintaan.
☝🏻 Sebagaimana di dalam hadits ini.
Oleh karenanya Nabi –shalallahu ‘alaihi wasallam- mengajarkan kepada beliau (Abu Bakr) ucapan yang paling mencakup dalam konteks kalimat dan permintaannya.
*📖 At-Ta’liq ‘alal Muntaqo min Akhbaaril Musthofa, 1/394.*
_________
*Catatan:*
✍🏻اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا،
_”Ya Allah sungguh aku telah menzhalimi diriku dengan kezhaliman yang banyak,"_
Ini penyebutan kondisi orang yang berdoa
✍🏻 وَلاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
_"sedangkan tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa itu kecuali Engkau,"_
Ini penyebutan sifat yang dipintakan doa kepadanya
✍🏻 فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ، وَارْحَمْنِي،
_"maka ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu, dan sayangilah aku,"_
Ini permintaannya.
✍🏻 إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
_"sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”_
Ini penyebutan sifat yang dipintakan doa kepadanya.
📑 Penerjemah: Al-Ustadz Abu Yahya al-Maidany hafidzahullah
••••
📶 https://t.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
🌍www.alfawaaid.net
Selasa, 31 Oktober 2017
PENTINGNYA DZIKIR SEBELUM TIDUR
🔰|| ﷽ ||🔰
💎(Faedah)💎
✅ 💤 🛏 PENTINGNYA DZIKIR SEBELUM TIDUR
✍ Asy-Syaikh Al-'Utsaimin rahimahullah:
"و أن الإنسان إذا نام على ذكر الله كان ذلك أطيب لنومه، و أهدى، و أبعد أن يرى في منامه ما يكره مما يعرضه الشيطان عليه."
☝️ "Seseorang yang tidur dengan berdzikir terlebih dahulu maka akan membuat tidurnya lebih nyaman, tidurnya lebih sesuai dengan sunnah, dan menjauhkan dirinya dari mimpi buruk yang dibuat oleh syaitan kepada dirinya."
📕 Sumber:
Dari http://binothaimeen.net/content/7632 (http://t.me/berbagiilmuagama) Edited
📡 Turut mempublikasikan:
🌱🌻 WA Ilmu Syar'i
Tulungagung 🌻🌱
📱 Join Channel Telegram:
https://t.me/taklimtulungagung
Jumat, 04 Agustus 2017
MENUTUP MALAM DENGAN DO'A PERLINDUNGAN DARI ADZAB
🔥 🌻 MENUTUP MALAM DENGAN DO'A PERLINDUNGAN DARI ADZAB🌷
🍏 Dari Hafshah isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya (dalam riwayat lain, beliau menjadikan tangan kanannya sebagai bantal), kemudian beliau berdo'a,
اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ، عِبَادَكَ
📝 ALLOHUMMA QINI ADZABAKA YAUMA TAB'ATSU IBADAKA
👉🏻 "Ya Allah, lindungilah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu."
⛔️ Dalam beberapa riwayat terdapat tambahan "Diucapkan sebanyak 3 kali" akan tetapi Syaikh Al-Albani menegaskan bahwa tambahan tersebut adalah munkar syadz (yakni tambahan lemah).
🌏 HR. Abu Daud (no.5045) dan Tirmidzi (no.3398), Lihat Ash-Shahihah (no.2754) dan Ta'liq Adabul Mufrod (hal.470)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf
〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Minggu, 09 Juli 2017
DOA KETIKA ANGIN BERTIUP DAN LARANGAN MENCELANYA
☄🌪✋🏻🌷
DOA KETIKA ANGIN BERTIUP DAN LARANGAN MENCELANYA
Ketika angin sedang bertiup, orang-orang mencelanya, maka Abdullah bin Abbas berkata:
لا تسبوها فإنها تجيء بالرحمة وتجيء بالعذاب، لكن قولوا: اللهم اجعلها رحمة ولا تجعلها عذابا.
"Janganlah kalian mencelanya, karena sesungguhnya dia datang membawa rahmat dan datang membawa adzab (dengan perintah Allah), tetapi ucapkanlah: Yaa Allah, jadikanlah angin ini sebagai rahmat, dan jangan menjadikannya sebagai adzab."
📚 Shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah, no. 29830
🌍 Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/843412193555238916
⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy
🌐 telegram.me/salafybondowoso
===================
Minggu, 25 Juni 2017
Bersaing dengan Orang Kaya dalam Beramal Sholeh
🍃🔴 BERSAING DENGAN ORANG KAYA 🔴🍃
Dalam beramal sholeh.
—------------------
📝 Dari shahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan:
“Beberapa orang fakir dari kalangan Muhajirin mendatangi Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, mereka mengeluhkan:
“Orang-orang kaya bisa mendapatkan tingkatan derajat yang tinggi, sekaligus kenikmatan abadi?”
Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: ”Apa itu?
🔻Mereka menjawab:
”Mereka sholat seperti kita, puasa seperti kita,...
(Namun) ; Ketika mereka shodaqoh, kami tidak bisa shodaqoh, ketika mereka membebaskan budak, kami tidak bisa membebaskan budak.
🔻Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: ”Maukah kuajarkan kepada kalian satu amalan, dengannya kalian bisa menyamai orang yang telah mengalahkan kalian, serta dengannya kalian bisa mendahului orang-orang setelah kalian.”
Tidak ada seorangpun yang bisa mengungguli kalian, kecuali orang yang melakukan amalan seperti kalian.”
🔻Mereka menjawab: ”Tentu wahai Rasulullah.”
👉 Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan:
«تُسَبِّحُونَ، وَتُكَبِّرُونَ، وَتَحْمَدُونَ، دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ مَرَّةً»
“Ucapkanlah tasbih, takbir, dan tahmid setelah selesai sholat 33 kali.”
📌 (( Ternyata orang-orang kaya juga mendengar hal tersebut dan mengamalkannya. )) Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam pun bersabda:
«ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ»
“Itulah keutamaan (dari) Allah yang diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.”
📝[ HR. Al-Bukhori no.843 & Muslim no.595-(142). Lafadz yang disebutkan terdapat dalam “Shohih Muslim” ]
📎Derajat Hadits: Shohih.
〰〰〰
💯 Tata Cara Pengucapan Dzikir:
Berikut ini rangkuman tentang cara pengucapan dzikir setelah sholat,
1⃣ - Penjelasan Abu Sholih (salah seorang tabi’in murid shahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu), Dari beliau ada dua riwayat:
〰〰〰🔻1⃣- Mengucapkan: “Allahu Akbar–Subhanallah-Alhamdulillah” 33 kali. 📎[ HR. Muslim no.595-(142) ]
〰〰〰🔻2⃣- Mengucapkan: “Subhanallah–Alhamdulillah–Allahu Akbar” - 33 kali. 📎[ HR. Al-Bukhori no.843 ]
2⃣ - Mengucapkan: “Subhanallah” 33 kali,
mengucapkan: “Allahu Akbar” 33 kali,
mengucapkan: “Alhamdulillah 33 kali,
🌼 Al-Imam Nawawi rohimahullah menjelaskan; Cara yang dipisah-pisah seperti ini adalah zhohir yang tampak pada beberapa hadits.
Bahkan beliau menukilkan pernyataan al-Imam Al-Qodhi ‘Iyadh rohimahullah, dimana beliau menjelaskan:
“Yang seperti ini lebih utama” daripada penjelasan Abu Sholih (di atas).” [ Lihat “Syarah Shohih Muslim”]
🔻 Pada hadits Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu (HR. Muslim 597-(146)); digenapkan menjadi seratus dengan ucapan:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ.
👉 Dalam hadits Ka’ab bin ‘Ujroh rodhiyallahu ‘anhu disebutkan secara “marfu’” (disandarkan kepada Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam):
“Bertasbih" 33 kali,
"Bertahmid 33 kali, dan
"Bertakbir 34 kali.” . [ HR. Muslim no.596-(144)]
3⃣- Mengucapkannya: “Sebelas kali - sebelas kali - sebelas kali hingga berjumlah tiga puluh tiga.” 📎[ HR. Muslim no.595-(142) secara marfu’ , dari shahabat Abu Huroiroh rodhiyallahu ‘anhu ]
〰〰〰
✅ Kesimpulannya:
A-Imam An-Nawawi rohimahullah menjelaskan:
“Semua itu merupakan tambahan dari orang-orang tsiqoh (terpercaya) yang wajib diterima.”.
📋 [ Lihat “Syarah Shohih Muslim” (5/94) ]
👉 Sehingga kita bisa mengamalkan seluruhnya, atau secara bergantian.
Wallahu A'lamu bisshowab (AH)
#Dzikir #Keutamaan #Tasbih #Tahmid #Takbir
〰〰➰〰〰
🔰 YOOK NGAJI YANG ILMIAH
🔻(Memfasilitasi Kajian Islam secara Ilmiah)
🌐🔻 Blog: https://Yookngaji.blogspot.com
🚀🌐🔻 Gabung Saluran Telegram: https://t.me/yookngaji
Senin, 09 Januari 2017
Sungguh Ia Telah Diampuni ! Sungguh Ia Telah Diampuni ! Sungguh Ia Telah Diampuni !
🌱Sungguh Ia Telah Diampuni ! Sungguh Ia Telah Diampuni ! Sungguh Ia Telah Diampuni !
📝دخلَ رسولُ اللَّهِ ﷺ المسجدَ فإذا هوَ برجلٍ قد قضى صلاتَهُ وهوَ يتشهَّدُ وهوَ يقولُ :
(( اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ يا اللَّهُ الأحدُ الصَّمدُ الَّذي لم يلِد ولم يولَد ولم يكن لهُ كُفوًا أحدٌ أن تغفرَ لي ذنوبي إنَّكَ أنتَ الغفورُ الرَّحيمُ ))
قالَ ، فقالَ ﷺ :
(( قد غفرَ لهُ ، قد غفرَ له ، قد غفرَ لهُ ))
صححه الألباني في
صحيح أبي داود - رقم: (985)
صحيح النسائي - رقم: (1300)
📝Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk ke dalam masjid, tiba-tiba (ada) seseorang yang telah selesai dari shalatnya, dan ia sedang bertasyahhud, lalu ia berkata:
“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta (kepadaMu) bahwa sesungguhnya Engkau (adalah) Yang Maha Esa, Yang bergantung (kepadaMu) segala sesuatu, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara denganNya, ampunilah dosa-dosaku, (karena) sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,”
Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
(( “Sungguh ia telah diampuni (dosa-dosanya), sungguh ia telah diampuni, sungguh ia telah diampuni ." ))
📚Dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahih Abi Dawud no, 985 dan Shahih An Nasa'i no, 1300
https://tlgrm.me/washayasalaf
Rabu, 28 Desember 2016
Di Antara Doa Terpenting
🌹📢 Di Antara Doa Terpenting
📕Rasulullah ﷺ masuk masjid dan baginda mendapati seseorang telah selesai solat, lalu dia berdoa mengatakan:
اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ
يا اللَّهُ الأحدُ الصَّمدُ
الَّذي لم يلِد ولم يولَد
ولم يكن لهُ كُفوًا أحدٌ
أن تغفرَ لي ذنوبي إنَّكَ أنتَ الغفورُ الرَّحيمُ
Ya Allah aku memohon kepadaMu
Ya Allah, al-Ahad (Yang Maha Esa), ash-Shomad (Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadaNya segala sesuatu)
Al ladzi lam yalid wa lam yulad (Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan)
Wa lam yakun lahu kufuan ahad (Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia)
Untuk Engkau ampuni dosa-dosaku, sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
☝🏼Maka Rasulullah ﷺ berkata, "Sungguh dia telah diampuni, sungguh dia telah diampuni, sungguh dia telah diampuni." (Shohih Nasaai 1300)
📜 احرص على هذا الدعاء
▪ دخلَ رسولُ اللَّهِ ﷺ المسجدَ فإذا هوَ برجلٍ
قد قضى صلاتَهُ وهوَ يتشهَّدُ وهوَ يقولُ :
« اللَّهمَّ إنِّي أسألُكَ يا اللَّهُ الأحدُ الصَّمدُ
الَّذي لم يلِد ولم يولَد ولم يكن لهُ كُفوًا أحدٌ
أن تغفرَ لي ذنوبي إنَّكَ أنتَ الغفورُ الرَّحيمُ ».
قالَ ، فقالَ ﷺ :
[ قد غفرَ لهُ ، قد غفرَ له ، قد غفرَ لهُ ]
📚 صحيح النسائي - رقم«1300»
📂 (Faedah ilmiah dari al-Ustadz Usamah Mahri di WhatsApp طريق السلف)
📚 WhatsApp طريق السلف 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
🌐 telegram: http://bit.ly/thoriqussalaf
Rabu, 28 September 2016
Batasan Mengangkat Kedua Tangan Dan Tidak Dalam Doa
❁✿❁
🔰 Silsilah Fatawa Fiqih Shalat 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 BATASAN MENGANGKAT KEDUA TANGAN DAN TIDAK DALAM DOA.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Fadhilah As-Syaikh Ibnu 'Utsaimin _rahimahullah_:
📜 *Pertanyaan*:
【 Apa batasan mengangkat kedua tangan dalam doa? 】
📝 *Jawaban*:
《 Mengangkat kedua tangan dalam doa terbagi 3 bagian:
(❶). *Bagian pertama*: apa yang teriwayatkan oleh sunnah, maka yang tampak hal ini disunnahkan padanya mengangkat tangan, seperti: dalam doa istisqa' (minta turun hujan), apabila seseorang meminta hujan dalam khutbah jumat atau dalam khutbah istisqa' maka dia mengangkat kedua tangannya, dan seperti mengangkat kedua tangan ketika di bukit shafa dan marwah, seperti mengangkat kedua tangan di Arafah dengan doa, seperti mengangkat kedua tangan ketika melempar jumrah uwla (pertama) di hari tasyriq dan jumrah wustha,
▪️ oleh karenanya haji memiliki enam kali wukuf:
①. Wukuf uwla: di atas bukit shafa,
②. Kedua: di atas bukit marwah,
③. Ketiga: di Arafah,
④. Keempat: di Muzdalifah setelah shalat fajar,
⑤. Ketika jumrah uwla di hari tasyriq,
⑥. Setelah jumrah wustha di hari tasyriq.
🔸 Bagian ini tidak diragukan bahwa setiap orang mengangkat kedua tangannya padanya karena adanya penjelasan sunnah tentangnya.
(❷). *Bagian kedua*: apa yang teriwayatkan tentang tidak mengangkat tangan padanya seperti: doa di dalam shalat, karena Nabi ﷺ beliau membuka dalam shalat dan berdoa dengan mengatakan, "ya Allah jauhkanlah antara diriku dengan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dengan barat" dan berdoa diantara dua sujud, "wahai Rabb-ku ampunilah aku" dan berdoa di dalam tasyahhud akhir, dan beliau tidak mengangkat kedua tangannya pada yang demikian semuanya, dan demikian halnya di dalam khutbah jumat beliau berdoa dan tidak mengangkat kedua tangannya kecuali pada saat istisqa' atau istisha' (meminta kesehatan), dan barangsiapa yang mengangkat kedua tangannya dalam keadaan-keadaan ini dan semisalnya maka kami katakan: itu adalah BID'AH, dan kami melarang dari yang demikian.
(❸). *Bagian ketiga*: apa yang tidak teriwayatkan: mengangkat atau tidak mengangkat tangan, maka hal ini termasuk dari adabnya berdoa ialah orang tersebut mengangkat kedua tangannya; berdasarkan sabda Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_:
*«إن الله حيي كريم يستحي من عبده إذا رفع إليه يديه أن يردهما صفراً»*
_"Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia merasa malu dari hamba-Nya apabila mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian mengembalikannya dalam keadaan kosong"_
Dan Nabi menyebutkan:
*«الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء: يا رب! يا رب! ومطمعه حرام، وملبسه حرام، وغذي بالحرام، فأنى يستجاب لذلك»*
_"seorang pria yang melakukan safar yang panjang dalam keadaan lusuh dan berdebu sambil mengulurkan kedua tangannya ke langit dan berkata: wahai Rabb-ku! Wahai Rabb-ku! Sedangkan makanannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimana akan dikabulkan karenanya."_
▪️ Maka Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_ menjadikan mengangkat kedua tangan kepada Allah sebagai sebab dikabulkannya doa, maka inilah pembagian mengangkat kedua tangan,
🔸 akan tetapi pada bagian yang diangkat padanya tangan-tangan apakah apabila telah selesai berdoa mengusap wajahnya dengan kedua tangannya? YANG SHAHIH ialah tidak mengusap wajahnya dengan tangannya; karena hadits yang menyebutkan tentang hal itu adalah dha'if (lemah) tidak dapat dijadikan hujjah, maka apabila kita melihat seseorang mengusap wajahnya dengan kedua tangannya apabila telah selesai dari berdoa maka kita jelaskan kepadanya bahwa yang sunnah ialah tidak mengusap wajahmu dengan kedua tanganmu; karena hadits yang menyebutkan tentang hal itu dha'if. 》
•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
📚 Silsilah Liqa'at Al-Bab Al-Maftuh > Liqa Al-Bab Al-Maftuh [51].
🔊 _*Audio dapat didengar di*_:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_051_08.mp3
ضابط رفع اليدين من عدمه في الدعاء
السؤال:
ما هو ضابط رفع اليدين في الدعاء؟
الجواب:
رفع اليدين في الدعاء على ثلاثة أقسام: القسم الأول: ما وردت به السنة، فهذا ظاهر أنه يسن فيه الرفع، مثل: دعاء الاستسقاء، إذا استسقى الإنسان في خطبة الجمعة أو في خطبة الاستسقاء فإنه يرفع يديه، وكرفع اليدين على الصفا وعلى المروة، وكرفع اليدين في عرفة بالدعاء، وكرفع اليدين عند الجمرة الأولى في أيام التشريق والجمرة الوسطى، ولهذا فإن في الحج ست وقفات: الوقفة الأولى: على الصفا. والثانية: على المروة. والثالثة: في عرفة. والرابعة: في مزدلفة بعد صلاة الفجر. والخامسة: عند الجمرة الأولى في أيام التشريق. والسادسة: بعد الجمرة الوسطى في أيام التشريق. هذا القسم لا شك أن الإنسان يرفع يديه فيه لورود السنة به. والقسم الثاني: ما ورد فيه عدم الرفع مثل: الدعاء في الصلاة، فإن النبي -صلى الله عليه وسلم- كان يستفتح في الصلاة ويدعو ويقول: «اللهم باعد بيني وبين خطاياي كما باعدت بين المشرق والمغرب» ويدعو بين السجدتين: «رب اغفر لي» ويدعو في التشهد الأخير، ولا يرفع يديه في ذلك كله، وكذلك في خطبة الجمعة يدعو ولا يرفع يديه إلا في الاستسقاء أو في الاستصحاء، ومن رفع يديه في هذه الأحوال وأشباهها قلنا: إنه بدعة، ونهيناه عن ذلك. القسم الثالث: ما لم يرد فيه الرفع ولا عدم الرفع، فهذا الأصل فيه أن من آداب الدعاء أن يرفع الإنسان يديه؛ لقول النبي -صلى الله عليه وسلم-: «إن الله حيي كريم يستحي من عبده إذا رفع إليه يديه أن يردهما صفراً» وذكر النبي -صلى الله عليه وسلم-: «الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء: يا رب! يا رب! ومطمعه حرام، وملبسه حرام، وغذي بالحرام، فأنى يستجاب لذلك» فجعل النبي -صلى الله عليه وسلم- رفع اليدين إلى الله من أسباب إجابة الدعاء، فهذه أقسام رفع اليدين، ولكن في القسم الذي ترفع فيه الأيدي هل إذا فرغ من الدعاء يمسح وجهه بيديه؟ الصحيح: أنه لا يمسح وجهه بيديه؛ لأن الحديث الوارد في ذلك ضعيف لا تقوم به حجة، فإذا رأينا شخصاً يمسح وجهه بيديه إذا انتهى من الدعاء بينا له أن السنة ألا تمسح وجهك بيديك؛ لأن الحديث الوارد في ذلك ضعيف.
المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [51]
الأذكار والأدعية
رابط المقطع الصوتي
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_051_08.mp3
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:5F0E3F06 |Channel:C001C7FFE
➥ #fatawa #fiqih_shalat #doa
Sabtu, 03 September 2016
Dzikir-dzikir Penghilang Kesusahan
🕋🔴 DZIKIR-DZIKIR PENGHILANG KESUSAHAN
➖➖➖
📡 Dari Abdullah bin 'Abbas radhiallahu 'anhuma ia berkata,
📝 Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
كلمات الفرج: لا إله إلا الله الحليم الكريم، لا إله إلا الله العلي العظيم
، لا إله إلا الله رب السماوات السبع ورب العرش العظيم
💢 "Ucapan-ucapan yang dapat menghilangkan kesulitan adalah:
🔗 LA ILAHA ILLALLAHUL HALIIMUL KARIIM (Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah Yang Maha Bijaksana dan Maha Mulia)
🔗 LA ILAHA ILLALLAHUL 'ALIYYUL 'AZHIM (Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung)
🔗 LA ILAHA ILLALLAHU ROBBUS SAMAWATIS SAB'I WA ROBBUL 'ARSYIL 'AZHIM (Tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah Pengatur langit yang tujuh dan Pemilik arsy yang agung)
🌍 Sumber: Silsilatu Al-Ahadits Ash-Shahihah (no.2045)
📝 Diterjemahkan oleh: Tim Warisan Salaf
#fawaidumum
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com
Selasa, 09 Agustus 2016
Rahasia Doa Yang Terkabulkan
🔵Rahasia Doa Yang Terkabulkan❓🔵
Berkata Ibnul Qoyyim Rohimahullah Ta'ala :
وإذا جمع الدعاء حضور القلب وجمعيته بكليته على المطلوب، وصادف وقتا من أوقات الإجابة الستة وهي: الثلث الأخير من الليل، وعند الأذان، وبين الأذان والإقامة، وأدبار الصلوات المكتوبات، وعند صعود الإمام يوم الجمعة على المنبر حتى تقضى الصلاة، وآخر ساعة بعد العصر من ذلك اليوم وصادف خشوعا في القلب، وانكسارا بين يدي الرب، وذلا له، وتضرعا ورقة؛ واستقبل الداعي القبلة، وكان على طهارة، ورفع يديه إلى الله تعالى، وبدأ بحمد الله والثناء عليه، ثم ثنى بالصلاة على محمد عبده ورسوله - صلى الله عليه وسلم -، ثم قدم بين يدي
حاجته التوبة والاستغفار، ثم دخل على الله، وألح عليه في المسألة، وتملقه، ودعاه رغبة ورهبة وتوسل إليه بأسمائه وصفاته وتوحيده، وقدم بين يدي دعائه صدقة = فإن هذا الدعاء لا يكاد يرد أبدا، ولا سيما إن صادف الأدعية التي أخبر النبي - صلى الله عليه وسلم - أنها مظنة الإجابة، أو أنها متضمنة للاسم الأعظم
Apabila terkumpul pada doa
🔹Hadirnya hati
🔹Seluruh harapannya terkumpul pada permintaannya
🔹Bertepatan dengan waktu terkabulnya doa yang enam yaitu :
🔺Sepertiga malam terakhir
🔺Ketika adzan berkumandang
🔺Diantara adzan dan iqomah
🔺Setelah selesai sholat-sholat wajib
🔺Ketika imam naik mimbar pada hari Jum'at sampai selesai sholat
🔺akhir waktu ashar pada hari itu(Jum'at)
🔹Diiringi dengan khusyuknya hati
🔹Hancurnya hati dihadapan Ar Robb, merasa rendah, dengan ketundukan dan hati terenyuh
🔹Menghadap kearah kiblat
🔹Dalam keadaan suci
🔹Mengangkat kedua tangannya pada Allah Ta'ala
🔹Dimulai dengan Alhamdulillah dan sanjungan pada-Nya
🔹Menyanjung dengan sholawat kepada Nabi shollallah alaihi wa salam sebagai hamba dan rosul-Nya
🔹Lalu sebelum ia menyebutkan kebutuhannya didahului oleh taubat dan istighfar
▪️Setelah itu semua baru ia masuk kepada Allah seraya bermunajat pada-Nya untuk sebuah permintaan dengan penuh ketundukan...
▪️Ia berdoa pada-Nya dengan penuh pengharapan dan rasa takut...
▪️Ia bertawasul melalui nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya, dan tauhid pada-Nya, ia awali sedekah sebelum berdoa.
🔸Maka doa yang seperti ini pelaksanaannya hampir-hampir tidak pernah tertolak selama-lamanya
🔸Terlebih lagi jika doa tersebut adalah doa yang diberitakan oleh Nabi Shollallah alaihi wa sallam sebagai doa yang dikabulkan atau doa yang mengandung nama Allah yang Agung...
📚 Ad Daa' Wad Dawaa' hal 16-17
🗒Alih bahasa : Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah
_______________________________
4 Dzul Qo'dah 1437
🌀 Ma'had Al Anshor 🌀
Sleman Yogyakarta
Harrosahallah
🔊🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔊
🔵Channel Telegram UI🔵
http://bit.ly/uimusy
Kunjungi Website Kami MUSY
[Muslim Salafy]
www.musy.salafymedia.com
🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺
⏳Mujarabnya Doa Bukan Hanya Dari Sisi Lafaznya❗️⌛️
Berkata Ibnul Qoyyim Rohimahullah Ta'ala :
وكثيرا ما تجد أدعية دعا بها قوم فاستجيب لهم، فيكون قد اقترن بالدعاء ضرورة صاحبه وإقباله على الله، أو حسنة تقدمت منه جعل الله سبحانه إجابة دعوته شكرا لحسنته، أو صادف وقت إجابة، ونحو ذلك، فأجيبت دعوته، فيظن الظان أن السر في لفظ ذلك الدعاء فيأخذه مجردا عن تلك الأمور التي قارنته من ذلك الداعي، وهذا كما إذا استعمل رجل دواء نافعا في الوقت الذي ينبغي استعماله على الوجه الذي ينبغي، فانتفع به، فظن غيره أن استعمال هذا الدواء بمجرده كاف في حصول المطلوب، كان غالطا، وهذا موضع يغلط فيه كثير من الناس.
"🔷Dan kebanyakan apa yang engkau dapati dari doa-doa yang dibaca oleh beberapa kaum dan ternyata doa-doa mereka tersebut dikabulkan.
Padahal doa tersebut beriringan dengan
🔹Keadaan darurat dari orang yang berdoa dan
🔹Ia menghadapkan jiwanya pada Allah
🔹Atau ada kebaikan yang mendahului doa tersebut lalu Allah menjadikan pengabulan doa tersebut sebagai rasa syukur atas kebaikannya.
🔹Atau doanya bertepatan dengan waktu terkabulnya doa.
Atau yang semisal dengan itu sehingga doanya dikabulkan.
▪️Namun orang-orang menduga bahwa rahasia terkabulnya doa ada pada lafaz doanya sehingga ia menggunakan lafaz tersebut saja tanpa memperhatikan hal-hal diatas yang beriringan dengan doa.
🔻Hal ini sama dengan seseorang yang menggunakan sebuah obat yang mujarab pada waktu yang tepat sesuai dengan ketentuan yang berlaku maka obat tersebut memberikan manfaat baginya.
🔸Namun orang lain mengira bahwa dengan semata-mata menggunakan obat tersebut cukup untuk meraih apa yang ia inginkan(kesembuhan)
🔴Hal ini merupakan kesalahan, dan tempat dimana kebanyakan manusia salah padanya...
📚 Al Jawabul Kaafy hal 15
📄Alih bahasa : Abu Sufyan Al Musy Ghofarohullah
------------------------------------------------
5 Dzul Qo'dah 1437
🌀Ma'had Al Anshor 🌀
Sleman Yogyakarta
Harrosahallah
🔊🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔹🔊
🔵Channel Telegram UI🔵
http://bit.ly/uimusy
Kunjungi Website Kami MUSY
[Muslim Salafy]
www.musy.salafymedia.com
🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺🔺