Tampilkan postingan dengan label Keutamaan Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keutamaan Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Oktober 2016

Adab-adab Membaca Al-Quran Al-Karim


===========================
📚 ADAB-ADAB MEMBACA AL-QURAN AL-KARIM 📚
===========================

Membaca Al-Quran adalah ibadah yang sangat agung. Dalam menunaikan ibadah ini ada beberapa adab yang semestinya diperhatikan oleh setiap yang membaca Al-Quran. Diantara adab-adab tersebut:

🌾 Pertama: Memurnikan niat,

Yakni membaca Al-Quran ikhlash karena Alloh semata. Tidak karena ingin dilihat, didengar dan mendapat sanjungan atau upah dari orang lain. Dalam sebuah hadits diriwayatkan:

عَن عِمْرَانَ بْنِ حُصَينٍ c أَنَّهُ مَرَّ عَلَى قَارِئٍ يَقْرَأُ ثُمَّ سَأَلَ فَاسْتَرْجَعَ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ الله n يَقُولُ : «مَنْ قَرَأَ الْقُرآنَ فَلْيَسْأَلِ اللهَ بِهِ فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يَقْرَؤُونَ الْقُرْآنَ يَسْأَلُونَ بِهِ النَّاسَ » رواه الترمذي وقال حديث حسن.

Dari 'Imron bin Hushain c, bahwa beliau pernah menjumpai seorang qori yang sedang membaca Al Quran kemudian ia meminta (upah). Maka beliau ber-istirja'  (Yaitu ucapan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun –pen) dan berkata: Aku mendengar Rasulullah n bersabda: "Barangsiapa yang membaca Al Quran maka mintalah (pahala) dari Alloh. Sesungguhnya akan muncul suatu kaum yang membaca Al Quran dan mengharapkan upah dari manusia."

Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam At Tirmidzi, beliau berkata : “Hadits ini hasan.” dan telah dishahihkan oleh Al Albany dalam Shahih Targhib wat Tarhib.

Setelah mengikhlaskan niat untuk Allah ta’ala, diantara adab membaca Al-Quran berikutnya adalah:

📌 Kedua: Suci dari hadats besar maupun kecil. Berdasarkan keumuman dalil baik dari Al Qur`an atau As Sunnah.

📌Ketiga: Suci dan bersihnya tempat, badan, dan pakaian. Karena sesunggguhnya Alloh adalah Jamil (Maha Indah) dan Thayyib (Maha Baik), mencintai kebaikan dan keindahan.

📌Keempat: Membersihkan mulut. Berdasarkan keumuman dalil tentang anjuran bersiwak.

📌Kelima: Ber-isti'adzah- kepada Alloh dari gangguan syaithan yang durjana. Berdasarkan firman Alloh :

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
"Apabila kamu hendak membaca Al Quran, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Alloh dari syaithan yang terkutuk." [QS.An Nahl:98]

📌 Keenam: Menghayati dan merenungkan makna ayat yang dibaca.

Alloh berfirman yang maknanya: "Tidakkah mereka merenungkan Al Quran ? Atau apakah hati mereka terkunci mati ?"  [QS. Muhammad : 24]

Juga dalam ayat lain Allah berfirman yang maknanya: "Ini adalah sebuah kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka merenungkan ayat-ayatnya dan supaya orang-orang yang memiliki pikiran mendapat pelajaran." [QS. Shaad :29]

Berkata Ali bin Abi Thalib Radhiyallohu'anhu :

لَا خَيْرَ فِي عِبَادَةٍ لَا فِقْهَ فِيهَا، وَلَا فِي قِرَاءَةٍ لَا تَدَبُّرَ فِيهَا.
"Kebaikan apa yang diharapkan dari ibadah bila dikerjakan tanpa ilmu. Atau membaca Al Quran jika tidak dengan tadabur."

Berkata Ibnu 'Abbas Radhiyallohu'anhu :

لَأَنْ أَقْرَأُ إِذَا زُلْزِلَتْ وَالقَارِعَةُ أَتَدَبَّرُهُمَا، أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أن أَقْرَأ البَقَرَةَ وَآلَ عِمرَانَ تَهْذِيرًا.

"Sungguh Aku membaca (إِذَا زُلْزِلَتْ ) dan (القَارِعَةُ ) (dengan pelahan) disertai tadabur, lebih aku sukai daripada membaca Al Baqoroh dan Ali 'Imron tapi dengan cepat (tanpa bisa bertadabur)." 

Berkata Ibnu Mas'ud Radhiyallohu'anhu :

مَنْ أَرَادَ عِلْمَ الأَوَّلِينَ وَالآخِرِينَ، فَلْيَتَدَبَّرِ الْقُرآن.

"Barang siapa ingin mendapatkan ilmu tentang umat terdahulu hingga umat akhir zaman, hayatilah Al Qur'an." 
Berkata Al Hasan Al Bashri  :

إِنَّ مَن كَانَ قَبْلَكُمْ رَأَوا أَنَّ هَذَا الْقُرْآنَ رَسَائَلُ إِلَيهِمْ مِن رَبِّهِمْ فَكَانُوا يَتَدَبَّرُونَهَا بِاللَّيلِ وَيَنْفُذُونَهَا فِي النَّهَارِ

"Sesungguhnya para shahabat benar-benar menganggap Al Quran sebagai pesan-pesan yang datang dari Alloh, Sehingga merekapun mentadaburinya di malam hari dan menjalankan pesan-pesan itu siang harinya."

📌 Ketujuh:

Membaca Al Quran dengan tartil, tidak tergesa-gesa, hingga mengkhatamkannya kurang dari tiga hari. Jangan pula yang menjadi target ketika membacanya adalah bagaimana bisa cepat mencapai akhir surat. Nabi n bersabda :
لَا يَفْقَهُ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ فِي أَقَلَّ مِنْ ثَلَاثٍ.
"Tidak akan paham, orang yang mengkhatamkan Al Quran kurang dari 3 hari." [HR. Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi, dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Al Albani].

📌 Kedelapan:

Memohon rahmat Alloh ketika melewati ayat-ayat tentang rahmat dan beristi'adzah dari adzab-Nya ketika melewati ayat-ayat tentang adzab.

عَنْ عَوفِ بْنِ مَالِكٍ الْأَشْجَعِي z قَالَ : قُمْتُ مَعَ رَسُولِ الله n لَيلَةً فَقَامَ فَقَرَأَ سُورَة البَقَرَةَ لَا يَمُرُّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ إِلَّا وَقَفَ فَسَأَلَ وَلَا يَمُرُّ بِآيَةِ عَذَابٍ إِلَّا وَقَفَ فَتَعَوَّذَ. رواه أحمد وأبو داود والنسائي.

"Dari 'Auf bin Malik Al Asyja'i z berkata: Aku bermakmum di belakang Rasulullah n ketika shalat malam, beliau membaca Al Baqoroh. Tatkala melewati ayat-ayat tentang rahmat beliau selalu berhenti dan berdoa memintanya. Begitupun ketika melewati ayat-ayat adzab, beliau selalu berhenti dan berlindung kepada Alloh darinya." [HR. Ahmad dan Abu Dawud dan An Nasa'i dan dishahihkan oleh Al Albani].

📌 Kesembilan:

Memperindah suara dan bacaan. Sebagaimana dalam Sabda Rasulullah Shallallohu’alaihi wasallam

عَنْ أَبِي هُرَيرَةَ z قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله n: « لَيسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَتَغَنَّ بِالْقُرْآنِ ». رواه البخاري
Dari Abu Hurairahzberkata: Rasulullah n bersabda: “Bukanlah termasuk dari umatku orang yang tidak (memperindah) suara dan bacaan Al Quran.” [HR. Al Bukhari].

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ  zأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ الله n : «مَا أَذِنَ اللهُ لِشَيْءٍ مَا أَذِنَ لِلنَّبِيِّ n يَتَغَنَّى بِالْقُرْآنِ » رواه البخاري .

Dari Abu Hurairahzbahwa Rasulullah n bersabda: “Tidaklah Alloh mendengarkan suatu bacaan seperti mendengarkannya Alloh bacaan Nabi n. Beliau memperindah bacaannya.” [HR. Al Bukhari].

وَعَنْهُ أَيضًا أَنَّ رَسُولَ الله  قَالَ: زَيِّنُوا الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ. رواه أحمد وأبوداود والنسائي وابن ماجة .

Dari Abu Hurairah z bahwasanya Rasulullah n bersabda : "Hiasilah Al Quran dengan suara-suara kalian." [HR. Ahmad, Abu Dawud, An Nasa`i, dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani].

🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿

Tajwid Al-Quran
Channel telegram Aisar.
Bersama mempelajari Al Qur'anul Karim
https://telegram.me/AISARibnuljazari

Sabtu, 25 Juni 2016

Tadabur Al-Quran Ketika Bulan Ramadhan Maupun di Bulan Lainnya

*TADABUR AL-QURAN KETIKA BULAN RAMADHAN MAUPUN DI BULAN LAINYA*

asy-Syaikh al-'Allamah Ibnu Utsaimin -rahimahullah-berkata :

Sebagian ahlul ilmi (ulama) di bulan Ramadhan tatkala membaca Al-Quran mereka siapkan buku tulis khusus, setiap kali membaca suatu (dari Al-Quran,-pen) yang ayat tersebut mengandung makna (faedah) yang banyak atau yang semisalnya menjadikan mereka berhenti, dan dia catat (faedah tersebut) dalam buku tulis tersebut.

Sehingga dia tidak keluar dari bulan Ramadhan melainkan mendapatkan kebaikan yang banyak dari makna Al-Quran al-Karim.

✅ Sungguh aku telah melihat buku kecil milik asy-Syaikh Abdurrahman as-Sa'di -rahimahullah- dia berkata :
"bahwa catatan kecil tersebut beliau tulis pada bulan Ramadhan ketika membaca Al-Quran. Ketika melewati satu ayat dia berhenti padanya dan mentadaburinya kemudian menulis beberapa faidah yang tidak terdapat pada kitab tafsir apapun."

Karenanya Al-Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- mengajurkan untuk mentadaburi Al-Quran bagi siapa saja yang menginginkan hidayah(petunjuk).

Begitu juga guru beliau, Ibnu taimiyyah -rahimahullah- berkata:
"barangsiapa yang mentadaburi Al-Quran untuk mencari hidayah (petunjuk), maka akan jelas baginya jalan yang benar".

Syaikhul Islam -rahimahullah- mensyaratkan dua hal :

◾Tadabbur
◾Mencari hidayah(petunjuk)

Karena bisa jadi seseorang mentadabburi akan tetapi tidak meniatkan untuk mencari hidayah(petunjuk), melainkan hanya ingin mengetahui maknanya saja.

Engkau tidak menginginkan hidayah (petunjuk),dan menjadikan pelita untuk engkau berjalan dengannya.

Jika engkau mentadabburinya dalam keadaan engkau menginginkan hidayah (petunjuk) dengannya, dan engkau menjadikan Al-Quran sebagai pelita yang engkau berjalan dengannya, maka akan menjadi jelas untukmu jalan yang benar.

Sumber: Syarh al-Kafiyah asy-Syafiyah fi al-Intishar li al-Firqah an-Najiyah, li al-Imam Ibnul Qayyim. (1/503-504)

•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Cara Agar Bisa Mengambil Faedah Dari Bacaan Al-Qur'an Kita

*CARA AGAR BISA MENGAMBIL FAEDAH DARI BACAAN AL-QURAN KITA*

❓ *Pertanyaan* :

"Bagaimana cara agar aku bisa mengambil faedah dari bacaan Al-Qur'an- ku di bulan Ramadhan?"

*Jawab* :

✅   Anda -insya Allah- akan bisa mengambil faedah dari bacaan al-Qur'anul Karim jika Anda *mengikhlaskan niat* dan Anda berusaha membaca al Quran sebagaimana dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam membacanya.

  Allah akan memudahkan bagi Anda memahami makna-makna dan mentadaburinya dengan beberapa hal berikut :

1⃣ Hendaknya anda *membersihkan hati* Anda dari *noda-noda kesyirikan dan maksiat*.

⛔✋  Karena sesungguhnya al Quran tidak disentuh kecuali orang-orang yang bersuci, baik secara fisik maupun maknawi. Sehingga hati yang terdapat noda kesyirikan dan maksiat tidak akan bisa menyentuh makna- maknanya. Sebagaimana malaikat tidak akan masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar (makhluk bernyawa), demikian juga makna-makna al Quran tidak akan masuk ke dalam hati yang terdapat padanya anjing hawa nafsu dan gambar syahwat.

2⃣  Hendaknya Anda *serius untuk mengerti arti makna al-Quran* walaupun dari kitab tafsir yang ringkas semisal Tafsir al-Baghawi dan Tafsir Ibnu Katsir, atau kitab Taisir Karimir Rahman karya Ibnu as-Sa'di dari kalangan ulama masa kini.

Karena memahami makna-makna al-Quran adalah cara untuk mencapai tadabbur yang benar.

3⃣  Ketika Anda membaca al-Quran *janganlah jadikan ambisi utama Anda sekedar untuk bisa mencapai akhir surat*.

Saat melalui ayat yang menyeru
  يا أيها الذين ءامنوا
" Wahai orang-orang yang beriman"

Anda berhenti sejenak dan *perhatikan dengan hati dan akal* Anda panggilan itu, karena di dalamnya  akan ada kebaikan yang Allah perintahkan kepada Anda, atau kejelekan yang Allah melarang Anda darinya.

Sebagian ulama jika membaca al Quran *membawa catatan kecil* untuk mencatat di dalamnya berbagai makna yang Allah bukakan untuknya saat membaca al Quran, atau untuk mencatat pertanyaan-pertanyaan yang melintas di benaknya yang kemudian dia bisa cari jawabanya di kitab-kitab tafsir setelah selesai dari qiroah.

  *Dan cara ini sangat berfaedah.*

Hendaknya seorang muslim *banyak meminta kepada Allah* agar mengajarkan dan memahamkan untuknya al-Quran, dan memberikan rizki untuknya berupa taufik untuk mengamalkan ilmu yang dia miliki,

Karena sesungguhnya barang siapa yang mengamalkan ilmu yang dia miliki maka hal itu -dengan karunia Allah- akan mewariskan baginya suatu ilmu yang belum dia miliki.

Dan Allah-lah yang memberi taufik.

Sumber : http://mohammadbazmool.blogspot.com

•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Selasa, 21 Juni 2016

Membaca Al-Qur'an dengan Tadabbur/Tafakkur

MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN TADABBUR/TAFAKKUR

✍ al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

Seandainya manusia mengetahui rahasia yang terdapat dalam membaca Al-Qur'an dengan penuh tadabbur
(merenungkan), niscaya mereka akan menyibukkan diri dengannya tanpa selainnya.

Apabila dia membacanya dengan penuh tafakkur, ketika dia melewati sebuah ayat yang dia membutuhkan ayat itu untuk mengobati hatinya, niscaya dia akan mengulang-ulang ayat tersebut walaupun sebanyak seratus kali, walaupun semalam suntuk.

➡ Membaca satu ayat dengan penuh tafakkur dan memahaminya lebih baik dari pada membaca seluruh al-Qur'an hingga khatam (selesai) namun tanpa merenungkan dan memahaminya, dan
➡ yang demikian itu lebih bermanfaat bagi hati dan lebih kuat untuk bisa meraih keimanan dan merasakan manisnya al-Qur'an.

Demikianlah kebiasaan para salaf. Ada di antara mereka yang mengulang-ulang satu ayat hingga datang waktu subuh

Telah datang dari Nabi shallahu 'alahi wa sallam bahwa beliau mengulang-ulang sebuah ayat hingga shubuh, yaitu firman Allah Ta'ala ;
(إِن تُعَذبهُم فَإِنَّهُم عِبَادك وَإِن تغْفر لَهُم فَإنَّك أَنْت الْعَزِيز الْحَكِيم) 
"Jika Engkau mengadzab mereka maka sesungguh mereka adalah hamba-hamba-Mu. Jika Engkau mengampuni mereka maka sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lag Mah Bijaksana." (al-Ma'idah : 118)

Membaca al-Qur'an dengan penuh tafakkur merupakan pengkal kebaikan hati."

Miftaah Daar as-Sa'adah 1/187

✍قال الإمام ابن القيم
رحمه الله تبارك وتعالى

  فَلَو علم النَّاس مَا فِي قِرَاءَة الْقُرْآن بالتدبر لاشتغلوا بهَا عَن كل مَا سواهَا ،

فَإِذا قَرَأَهُ بتفكر حَتَّى مر بِآيَة وَهُوَ مُحْتَاجا إِلَيْهَا فِي شِفَاء قلبه كررها وَلَو مائَة مرّة وَلَو لَيْلَة ،

فقراءة آيَة بتفكر وتفهم خير من قِرَاءَة ختمة بِغَيْر تدبر وتفهم وأنفع للقلب وأدعى الى حُصُول الايمان وذوق حلاوة الْقُرْآن

وَهَذِه كَانَت عَادَة السّلف يردد أحدهم الآية إلى الصَّباح وَقد ثَبت عَن النَّبِي أنه قَامَ بِآيَة يُرَدِّدهَا حَتَّى الصَّباح وَهِي قَوْله : ( إِن تُعَذبهُمْ فَإِنَّهُم عِبَادك وَإِن تغْفر لَهُم فَإنَّك أَنْت الْعَزِيز الْحَكِيم ) ،
⬅فقراءة الْقُرْآن بالتفكر هِيَ أصل صَلَاح الْقلب .

مفتاح دار السعادة ( ١٨٧/١ )

•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Minggu, 19 Juni 2016

Nuzulul Qur'an: Al-Qur'an Turun Pada Malam Lailatul Qodr Bukan Pada 17 Ramadhan

*NUZULUL QUR`AN : AL-QUR`AN TURUN PADA MALAM LAILATUL QODR BUKAN PADA 17 RAMADHAN*

                                          ✹✹✹

Allah turunkan al-Qur`an pertama kali di Lailatul Qodr (malam kemuliaan) pada sepuluh hari yang terakhir di bulan Ramadhan,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

"Sesungguhnya Kami menurunkan (alQur`an) pada Lailatul Qodr". [Q.S al-Qodr:1].

*Awalnya, Al Qur`an diturunkan secara utuh ke Baitul 'Izzah (suatu tempat di langit dunia) pada bulan Ramadhan. Kemudian secara berangsur-angsur diturunkan sesuai dengan kondisi yang dibutuhkan:*

▪sebagai jawaban terhadap pertanyaan seseorang,
▪sebagai teguran pada kaum muslimin,
▪sebagai penghibur jiwa dan mengokohkan hati kaum muslimin,
▪dan sebagainya.

Turunnya al-Qur`an karena peristiwa-peristiwa tersebut terjadi bukan hanya pada bulan Ramadhan saja. Dalam sebagian hadits** dinyatakan bahwa al-Qur`an diturunkan pada malam 25 Ramadhan:

وَأُنْزِلَ الْقُرْآنَ لِأَرْبَعٍ وَعِشْرِيْنَ خَلَتْ مِنْ رَمَضَان

"َDan al-Qur`an diturunkan setelah melewati 24 dari Ramadhan" (H.R Ahmad dari Watsilah bin Asqo’, al-Munawi menyatakan bahwa para perawinya terpercaya, dan dihasankan oleh al-Albany).

Sebagian Ulama menafsirkan makna hadits tersebut dengan pemahaman: al-Qur`an diturunkan pada malam 24 Ramadhan (as-Siiroh anNabawiyyah libni Katsir (1/393)). 

Karena itu, hadits di atas memiliki 2 penafsiran:

(➊) Al-Qur`an diturunkan pada malam 25 Ramadhan. Ini adalah pendapat al-Hulaimi dan dinukil serta disepakati oleh adz-Dzahaby (Faidhul Qodiir karya al-Munawi).

(➋) Al-Qur`an diturunkan pada malam 24 Ramadhan. Ini adalah pendapat yang dinukil Ibnu Katsir dalam as-Siroh anNabawiyyah karyanya (1/393)).

Pada bulan Ramadhan tersebut Jibril bertadarrus al-Qur`an dengan Nabi. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya pada Bab Keutamaan Bulan Ramadhan.

                                         ✺✺

_________________
)** *Hadits tersebut merupakan bantahan -dari segi sejarah-atas orang yang meyakini bahwa Nuzulul Qur’an pada tanggal 17 Romadhon !!!*

Sumber:
http://salafy.or.id/blog/tag/turunnya-al-quran/ | Penulis:  Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman -hafidzahullah-

__________________
مجموعــــــة توزيع الفــــــوائد
*Channel Telegram:*
tlgrm.me/ForumBerbagiFaidah [FBF]
www.alfawaaid.net

Selasa, 14 Juni 2016

Obat Lupa Hafalan Al-Qur'an

*OBAT LUPA HAFALAN AL QUR'AN*

_Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah_

*P E R T A N Y A A N*
❓ "Saya telah menghafal Al Qur'anul Karim sebanyak dua juz. Setiap kali saya menghafalkan satu surat maka saya lupa sebagian ayat dari surat yang telah saya hafalkan sebelumnya. Beri saya faedah, apa obat dari penyakit ini, yakni penyakit lupa ?"

*J A W A B A N*
1⃣ "Pertama : Wajib atasmu untuk memperbaiki niat dalam mempelajari Al Qur'anul Karim

2⃣ Kedua : Engkau harus memperbanyak membaca Al Qur'anul Karim. Karena sesungguhnya Al Qur'anul Karim itu sebagaimana dijelaskan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ia membutuhkan penjagaan dan banyak dibaca, sebab ia lebih mudah terlepas ketimbang onta yang lepas dari ikatannya.
[Lihat Shahih Muslim (1/545) dari hadits Abu Musa Al Asy'ari radhiyallahu 'anhu]

Maka engkau membutuhkan penjagaan dan banyak membaca.

Apabila engkau telah menghafal satu surat maka perbanyaklah untuk membacanya dan mengulangnya sampai kokoh (mutqin), dan janganlah berpindah darinya kecuali engkau sudah memutqinkan hafalannya.

Pada intinya :
1⃣ Pertama : Wajib bagimu untuk memperbaiki niat dan mengamalkan ilmu yang telah Allah ajarkan kepadamu. Allah Ta'ala berfirman :

وَ اتَّقُوا اللّٰهَ   ؕ  وَيُعَلِّمُكُمُ اللّٰه
_"Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu"_ [QS. Al-Baqarah: Ayat 282]

2⃣ Kedua : Atasmu untuk memperbanyak bacaan.

3⃣ Ketiga : Atasmu untuk memutqinkan hafalan, di mana engkau tidaklah berpindah dari ayat yang satu ke ayat yang lain, dan dari surat yang satu ke surat yang lain, melainkan setelah memutqinkan dan mengokohkannya dalam ingatanmu".

__________
Al Muntaqa min Fatawa Al Fauzan (1/112)

*****
:: http://bit.ly/alistifadah ::
Arsip WALIS » http://walis-net.blogspot.com/2016/06/obat-lupa-hafalan-al-qur.html
Kritik dan saran » http://goo.gl/d0M01P
Faedah Lain » http://walis.salafymedia.com/

---------------
[( المنتقى من فتاوى الفوزان )]

القرآن الكريم
2⃣ حفظه ونسيانه

س 86 :
حفظت من القرآن الكريم جزأين، وكلما حفظت سورة نسيت بعض الآيات من السورة التي حفظتها قبلاً فأفيدوني بشيء فيه دواء وشفاء عن هذا الداء الذي هو النسيان جزاكم الله خيرًا‏؟‏

    ➖➖➖➖➖➖  

1⃣ أولاً‏:‏ عليك بحسن النية في تعلمك القرآن الكريم‏.‏
2⃣ وثانيًا‏:‏ عليك بالإكثار من تلاوة القرآن الكريم

⬅️ فإن القرآن الكريم كما يبين النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ يحتاج إلى تعاهد وكثرة قراءة، لأنه اشد تفلتًا من الإبل في عقلها
✍[انظر:صحيح الإمام مسلم(545/1)من حديث أبي موسى الأشعري رضي الله عنه]

⏪ فيحتاج منك إلى تعاهد وكثرة تلاوة
▫️ فإذا حفظت سورة فأكثر من تلاوتها وترديدها إلى أن تثبت
↩️ ولا تنتقل عنها إلا إذا أتقنت حفظها‏.‏

فالحاصل‏:‏
1⃣ أولاً‏:‏ يجب عليك إحسان النية والعمل بما علمك الله
والله تعالى يقول‏:‏ ‏
{‏وَاتَّقُواْ اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ‏}‏ ‏
✍[‏ البقرة‏:‏  282‏]‏‏.‏

2⃣ ثانيًا‏:‏ عليك بكثرة التلاوة‏.‏
3⃣ ثالثًا‏:‏ عليك بإتقان الحفظ بحيث لا تنتقل من آية إلى أخرى، ومن سورة إلى أخرى إلا بعد إتقانها وثباتها في ذاكرتك‏. 

[ المنتقى من فتاوى الفوزان (جزء 1 ، 112)].

     ◇◇◇
♦ جزى الله خيراً من قرأها وساعدنا على نشرها
============

✔️قنـاة【الدعوة إلى الله وحده】

هدفنـا الدعـوة إلى الله عزَّوجل
        بالرجـوع إلـى الكتـاب و السنـة
               بفهـم سلـف الأمـة

للاشتراك:
إضغط على رابط القنـ↙ـاة :
http://bit.ly/1NOv6As

•••••••
Majmu'ah AL ISTIFADAH
http://bit.ly/tentangwalis
Telegram http://bit.ly/alistifadah JOIN
مجموعة الاستفادة
Selasa, 09 Ramadhan 1437 H // 14 Juni  2016 M

☄☄☄☄☄☄☄☄☄

Senin, 23 Mei 2016

Inilah Tujuanmu Ketika Membaca Al-Qur'an

INILAH TUJUANMU KETIKA MEMBACA AL-QUR'AN

Mutiara Salafiyyah yang Berkilauan

Hendaklah engkau jadikan keinginanmu ketika membaca Al-Qur`an adalah "Kapan aku bisa mengambil pelajaran dari yang aku baca" bukan "Kapan aku menyelesaikan surah ini."

Al-Imam al-Ajurry _rahimahullaah_ berkata:

Adalah keinginannya pada saat membaca sebuah surah, ketika memulai membacanya adalah “kapan aku bisa mengambil pelajaran dari yang aku baca?” Tidaklah keinginannya itu “kapan aku menyelesaikan surah ini.”

Tetapi yang dia ingingkan hanyalah:
▫️Kapan aku memahami firman Allah?
▫️Kapan aku bisa mengambil peringatan?
▫️Kapan aku bisa mengambil pelajaran?

Karena sesungguhnya membaca Al-Qur`an adalah ibadah, tidak boleh dikerjakan dalam keadaan lalai. Semoga Allah memberi taufik kepada kita untuk mengamalkannya.

*Akhlaq Hamalati al-Qur`an* hal. 55

الـدّرَرُ السـنيّة السلفيّة:
‏ليكن همك عند تلاوة السورة: « متىٰ أتعظ بما أتلو » ، لا « متىٰ أختم السورة » .

▪️قال اﻹمام الآجري :

وكان همه عند تلاوة للسورة إذا افتتحها متى أتعظ بما أتلو ؟ ولم يكن مراده متى أختم السورة .

وإنما مراده :
- متى أعقل عن الله الخطاب .
- متى أزدجر .
- متى أعتبر .
لأن تلاوة القرآن عبادة لا تكون بغفلة والله الموفق بذلك .

[أخلاق حملة القرآن (ص 55)]

Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sabtu, 16 April 2016

Mengamalkan Apa Yang Ada Di Dalam Al-Qur'an Mengantarkan Kepada Syafa'at

MENGAMALKAN APA YANG ADA DIDALAM AL QUR’AN MENGANTARKAN KEPADA SYAFA’AT

SILSILAH DURUS  RIYADHUS SHOLIHIN  (16)

Bab Fadhlu Qiraatil Qur’an (5)

وعَن النَّوَّاسِ بنِ سَمعانَ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ: سمِعتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ: "يُؤْتى يوْمَ القِيامةِ بالْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ الذِين كانُوا يعْمَلُونَ بِهِ في الدُّنيَا تَقدُمهُ سورَةُ البقَرَةِ وَآل عِمرَانَ، تحَاجَّانِ عَنْ صاحِبِهِمَا" رواه مسلم.

✅Artinya : “Dari Nawwas bin Sam’an rahiyallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata : Al Qur’an didatangkan pada hari kiamat dan juga ahlinya yaitu orang yang mengamalkannya pada waktu di dunia, didahului oleh surat Al Baqarah dan Ali Imran  memberikan hujjah bagi mereka” (HR Muslim)

Asy Syaikh Al utsaimin berkata menjelaskan hadits diatas:

الذين يقرءون القرآن ينقسمون إلى قسمين قسم لا يعمل به فلا يؤمنون بأخباره ولا يعملون بأحكامه هؤلاء يكون القرآن حجة عليهم وقسم آخر يؤمنون بأخباره ويصدقون بها ويعملون بأحكامه فهؤلاء يكون القرآن حجة لهم يحاج عنهم يوم القيامة لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال القرآن حجة لك أو عليك وفي هذا دليل على أن أهم شيء في القرآن العمل به

✅Artinya : “Orang yang membaca Al Qur’an terbagi menjadi dua kelompok : Kelompok 1⃣pertama yaitu kelompok yang tidak beramal dengannya, mereka tidak beriman dengan berita yang datang dari Al Qur’an, tidak mengamalkan hukum-hukumnya, maka jadilah Al Qur’an ini hujjah atas mereka (yang akan menjatuhkan mereka:  pen) dan kelompok yang 2⃣kedua yaitu kelompok yang beriman dengan berita yang datang dari Al Qur’an, membenarkannya, mengamalkan hukum-hukumnya, maka jadilah Al Qur’an ini hujjah bagi mereka (yang akan menolong mereka:  pen), membela mereka pada hari akhir, karena Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Al Qur’an adalah Hujjah bagi engkau dan atas engkau, dan pada hadits ini terdapat dalil bahwa hal paling penting yang terkait dengan Al Qur’an adalah beramal dengan kandungannya”

Maraji’: Syarh Riyadhus Sholihin (3/98)

Alih bahasa : Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji

(Padang  5 rajab 1437 H, 13 April 2016)
___________________________

Hastag :
#alquran_mendatangkan_syafaat_nya

⏰Possting :
Rabu, 13 April 2016
Jam. 16.00 wib

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kumpulan Artikel :
www.salafypadang.salafymedia.com
---------------------------
https://tlgrm.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatush Sholihin Padang

Rabu, 30 Maret 2016

Membaca Al-Quran Dengan Tadabbur/Tafakkur

MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN TADABBUR/TAFAKKUR

✍ al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

Seandainya manusia mengetahui rahasia yang terdapat dalam membaca Al-Qur'an dengan penuh tadabbur
(merenungkan), niscaya mereka akan menyibukkan diri dengannya tanpa selainnya.

Apabila dia membacanya dengan penuh tafakkur, ketika dia melewati sebuah ayat yang dia membutuhkan ayat itu untuk mengobati hatinya, niscaya dia akan mengulang-ulang ayat tersebut walaupun sebanyak seratus kali, walaupun semalam suntuk.

➡ Membaca satu ayat dengan penuh tafakkur dan memahaminya lebih baik dari pada membaca seluruh al-Qur'an hingga khatam (selesai) namun tanpa merenungkan dan memahaminya, dan
➡ yang demikian itu lebih bermanfaat bagi hati dan lebih kuat untuk bisa meraih keimanan dan merasakan manisnya al-Qur'an.

Demikianlah kebiasaan para salaf. Ada di antara mereka yang mengulang-ulang satu ayat hingga datang waktu subuh

Telah datang dari Nabi shallahu 'alahi wa sallam bahwa beliau mengulang-ulang sebuah ayat hingga shubuh, yaitu firman Allah Ta'ala ;
(إِن تُعَذبهُم فَإِنَّهُم عِبَادك وَإِن تغْفر لَهُم فَإنَّك أَنْت الْعَزِيز الْحَكِيم) 
"Jika Engkau mengadzab mereka maka sesungguh mereka adalah hamba-hamba-Mu. Jika Engkau mengampuni mereka maka sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lag Mah Bijaksana." (al-Ma'idah : 118)

Membaca al-Qur'an dengan penuh tafakkur merupakan pengkal kebaikan hati."

Miftaah Daar as-Sa'adah 1/187

✍قال الإمام ابن القيم
رحمه الله تبارك وتعالى

  فَلَو علم النَّاس مَا فِي قِرَاءَة الْقُرْآن بالتدبر لاشتغلوا بهَا عَن كل مَا سواهَا ،

فَإِذا قَرَأَهُ بتفكر حَتَّى مر بِآيَة وَهُوَ مُحْتَاجا إِلَيْهَا فِي شِفَاء قلبه كررها وَلَو مائَة مرّة وَلَو لَيْلَة ،

فقراءة آيَة بتفكر وتفهم خير من قِرَاءَة ختمة بِغَيْر تدبر وتفهم وأنفع للقلب وأدعى الى حُصُول الايمان وذوق حلاوة الْقُرْآن

وَهَذِه كَانَت عَادَة السّلف يردد أحدهم الآية إلى الصَّباح وَقد ثَبت عَن النَّبِي أنه قَامَ بِآيَة يُرَدِّدهَا حَتَّى الصَّباح وَهِي قَوْله : ( إِن تُعَذبهُمْ فَإِنَّهُم عِبَادك وَإِن تغْفر لَهُم فَإنَّك أَنْت الْعَزِيز الْحَكِيم ) ،
⬅فقراءة الْقُرْآن بالتفكر هِيَ أصل صَلَاح الْقلب .

مفتاح دار السعادة ( ١٨٧/١ )

•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Rabu, 02 Maret 2016

Membaca  Al-Qur'an Mendatangkan Ketenangan dan Syafa'at

MEMBACA  AL QUR’AN MENDATANGKAN KETENANGAN✅

AL-A’MAL  AL-MUFADHDHALAH

1417 - (صحيح)
وعن أبي هريرة رضي الله عنهـ أن رسول الله  صلى الله عليه وسلم  قال ما اجتمع قوم في بيت من بيوت الله يتلون كتاب الله ويتدارسونه فيما بينهم إلا نزلت عليهم السكينة وغشيتهم الرحمة وحفتهم الملائكة وذكرهم الله فيمن عنده
رواه مسلم وأبو داود وغيرهم

Artinya:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

“Tidaklah berkumpul suatu kaum, pada suatu rumah dari rumah-rumah Allah sambil membaca Al Qur’an, dan mempelajarinya diantara mereka, kecuali akan turun bagi mereka ketenangan, dan mereka akan diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut-nyebut mereka*

(HR Muslim dan Abu Daud dan selain keduanya)

*Yaitu : membanggakan mereka dengan pujian terhadap mereka dan menjanjikan pahala yang besar bagi mereka (tuhfatul ahwadzi: 226/9)

Maraji:
1⃣Shohih Targhib wat Tarhib no 1417
2⃣Tuhfatul ahwadzi

Ditulis Oleh: Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah

(Padang  22 Jumadil  ‘Ula  1437 H, 2 Maret  2016)
___________________

Hashtag:
#membaca_alquran_mendatangkan_ketenangan

Posting:
Rabu, 2 Maret 2016
Jam 12.30 WIB

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang
✔SYAFA’AT DATANG DENGAN MEMBACA ALQUR’AN✔

{SILSILAH DURUS  RIYADHUS SHOLIHIN}  (12)
✏بسم الله الرحمن الرحيم✏

991 - عن أبي أمامة رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول اقرءوا القرآن فإنه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه رواه مسلم

✔☝Artinya :
Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, aku mendengar Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam berkata: “Bacalah Al Qur’an karena Al Qur’an, akan datang pada hari akhir sebagai syafaat bagi pembacanya” (HR Muslim)

Berkata Asy Syaikh Al ‘Utsaimin Rahimahullah:

إذا كان يوم القيامة جعل الله عز وجل ثواب هذا القرآن شيئا قائما بنفسه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه يشفع لهم عند الله سبحانه وتعالى

✔☝Artinya: “Pada hari akhir Allah Azza wa Jalla, akan menjadikan Pahala Al Qur’an ini sebagai sesuatu yang berdiri sendiri, yang akan datang pada hari akhir sebagai syafa’at bagi pembacanya (di dunia:  pen) memberikan syafa’at bagi mereka disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala”

(Syarh Riyadhus Sholihin 3/98)

Maraji’: Syarh Riyadhus Sholihin Syaikh Al Utsaimin.

Ditulis Oleh: Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah

(Padang  22 Jumadil  ‘Ula  1437 H, 2 Maret  2016)
⏰Pukul 15.00 WIB

Hastag:
#syafaat_datang_dengan_membaca_alquran

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang

Jumat, 04 Desember 2015

Al Qur'an, Obat yang Sangat Ampuh

✅ Al Qur'an, Obat yang Sangat Ampuh
=========================

Al Imam Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata:

Bagaimanapun Anda meminta dari para dokter untuk menghilangkan kegundahan yang ada di hati Anda,

maka sekali-kali Anda tidak akan mendapati yang semisal al Qur'an (dalam menghilangkan kegundahan, pen.)

Syarh al Kafiyah asy Syafiyah 1/198

https://telegram.me/AlushulAtstsalatsah

✅ Dari Abu Umamah radhiyallahu anhu, dia berkata:

Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Bacalah Al Quran!

Karena sungguh ia akan datang pada hari kiamat

sebagai pemberi syafa'at bagi para pembacanya.

HR. Muslim

https://telegram.me/AlushulAtstsalatsah

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

Sebaik-baik kalian adalah orang yang

✅ mempelajari al Qur'an

✅ dan mengajarkannya.

HR. al Bukhari

https://telegram.me/AlushulAtstsalatsah