Tampilkan postingan dengan label Lailatul Qodar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lailatul Qodar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Juni 2016

Lailatul Qadar Bisa Jadi Datang Pada Malam-malam Genap Yang Mana Itu Adalah Malam Ganjil Jika Dilihat Dari Malam Yang Tersisa

⛔ PERINGATAN SANGAT PENTING!!!

Lailatul Qadar bisa jadi datang pada malam-malam genap yang mana itu adalah malam ganjil jika dilihat dari malam yang tersisa.  Oleh karena itu, seharusnya engkau menghidupkan sepuluh malam seluruhnya dengan sempurna agar engkau dapat meraihnya seizin Allah ta’ala.

✋ Dahulu, Syaikhul Islam -semoga Allah meridhainya- pernah ditanya tentang Lailatul Qadar, saat beliau sedang ditahan di sebuah penjara di atas bukit pada tahun 706H, maka beliau menjawab:

☝ “Alhamdulillaah,  Lailatul Qadar terletak diantara 10 malam terakhir dari bulan Ramadhan . Demikianlah yang shahih dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: “Ia terletak pada 10 terakhir dari Ramadhan”.

Lailatul Qadar datang pada malam ganjilnya. Hanya saja, hitungan ganjilnya malam tersebut bisa jadi diambil berdasar;
⏭ (malam-malam) yang sudah lewat,  sehingga kau cari ia di malam 21, 23, 25, 27 dan 29.
⏭ Atau, bisa juga dilihat berdasarkan (malam-malam)  yang tersisa,  sebagaimana sabda Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam: “Pada malam kesembilan yang tersisa, pada malam ketujuh yang tersisa,  pada malam kelima yang tersisa, pada malam ketiga yang tersisa”.

Berdasarkan hal ini;

⏭ seandainya bulan itu sejumlah 30 hari, berarti Lailatul Qadar ada diantara malam-malam genapnya:

Malam 22 adalah malam ke-9 dari yang tersisa.
Malam 24 adalah malam ke-7 dari yang tersisa. Dan demikian seterusnya.

✊ Hal ini sebagaimana yang ditafsirkan oleh sahabat Abu Sa’id Al-Khudri dalam hadits yang shahih.
Demikianlah pula (amalan) yang ditegakkan oleh Nabi shallallaahu alaihi wa sallam di bulan Ramadhan.

⏭ Adapun seandainya bulan tersebut sejumlah 29 hari, maka penanggalan berdasar hari yang tersisa adalah sama dengan penanggalan berdasar hari yang telah lewat (sama dalam hal ganjil maupun genapnya, pent.).

Jika demikian ini keadaannya, maka yang semestinya bagi seorang mukmin ialah mencari-carinya pada sepuluh hari terakhir seluruhnya, sebagaimana yang telah disabdakan oleh Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam:

✅ “Carilah dia (lailatul qadar) pada sepuluh malam terakhir”….
Wallaahu ta’ala a’lam”.

Majmu Fatawa jilid ke-25, Kitabush Shiyaam,

Alih bahasa: Ustadz Muhammad Higa Sewon Bantul

________________________________

Ramadhan 1437 H

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Salafy Malang Raya
Channel Resmi Salafy Malang Raya

"Menebar Sunnah Menjalin Ukhuwah"

Join Channel:
@salafymalangraya

Website:
www.salafymalangraya.or.id
Radio:
www.radio.salafymalangraya.or.id
Channel:
https://tlgrm.me/salafymalangraya
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Makna Lailatul Qadr

*MAKNA "LAILATUL QADR"*

✏ Al-'allamah Ibnu 'Utsaimin _rahimahullah_ berkata:

Wahai saudaraku : pada sepuluh hari yang penuh barakah ini terdapat malam Lailatul Qadr, yang Allah muliakan atas malam-malam lainnya.
Allah anugrahkan kepada ummat ini keutamaan dan kebaikan yang sangat banyak.

Allah memuji keutamaan (malam tersebut pen,-) di dalam kitab-Nya

Allah berfirman:

{إِنَّآ أَنزَلْنَهُ فِى لَيْلَةٍ مُّبَرَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ *فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ * أَمْراً مِّنْ عِنْدِنَآ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ * رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ * رَبِّ السَّمَاوَتِ وَالأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِن كُنتُم مُّوقِنِينَ * لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ يُحْىِ وَيُمِيتُ رَبُّكُمْ وَرَبُّءَابَآئِكُمُ الأَوَّلِينَ}
[الدخان: ٣ - ٨].

_Sesungguhnya Kami menurunkannya (al-Qur'an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. * Pada malam itu dijelaskan seluruh urusan yang penuh hikmah * (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul, * sebagai rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, * Rabb Yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, jika kamu adalah orang yang meyakini. * Tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang menghidupkan dan Yang mematikan (Dialah) Rabbmu dan Rabb nenek moyangmu yang terdahulu."_
(Q.S. Ad-dukhan  ayat 3-8).

◾Allah _subhanahu wa ta'ala_ mensifati bahwa (malam tersebut pen,-) adalah malam penuh barakah, karena banyaknya kebaikan, keberkahan, dan keutaman.

✅ Di antara barakahnya (Lailatul Qadr) adalah:
Al-Quran diturunkan padanya.
Allah _subhanahu wa ta'ala_ mensifati bahwa pada (malam tersebut) dijelaskan seluruh urusan yang penuh hikmah, yaitu dirinci dari _Lauh al-Mahfudz_ kepada para malaikat penulis taqdir yang akan terjadi dari urusan Allah _subhanahu wa ta'ala_ pada tahun tersebut, berupa rizki, ajal, kebaikan, kejelekan, dan yang selainnya dari perkara yang penuh hikmah, dari perintah-perintah Allah yang penuh hikmah nan sempurna yang tidak ada kecacatan, kekurangan, kebodohan, dan kebatilan padanya.

Itulah ketentuan Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Allah berfirman:

{إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ * وَمَآ أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ * لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ * سَلَمٌ هِىَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ}
[القدر: ١ - ٥].

_"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam Lailatul Qadr. * Tahukah kamu apakah malam Lailatul Qadr itu? * Malam Lailatul Qadr itu lebih baik dari seribu bulan. * Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. * Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar"._
(Q.S. Al-Qadr 1-5)

Al-Qadr maknanya adalah:
*yang mulia dan agung*.
Atau juga bisa bermakna:
*_al-Qadha'_ (keputusan) dan _at-Taqdir_ ( Ketetapan)*.

✅ Karena Lailatul Qadr adalah (malam) yang mulia dan agung, ditetapkan (padanya) oleh Allah apa yang akan terjadi pada satu tahun, dan ditetapkan perintah-perintah-Nya yang penuh hikmah.

Sumber: "Majalis Syahr Ramadhan"

•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sabtu, 25 Juni 2016

Mari Hidupkan 10 Terakhir Ramadhan, Carilah Lailatul Qadr Padanya!!

  *MARI HIDUPKAN 10 TERAKHIR RAMADHAN, CARILAH LAILATUL QADR PADANYA!!*

Asy- Syaikh Ali bin Yahya Al-Haddadi _hafidzahullah_ :

  "Maka bertaqwalah kalian wahai hamba-hamba Allah, ingatlah telah berlalu sebagian besar dari bulan Ramadhan dan tersisa sedikit saja, dan *sesungguhnya hari-hari yang tersisa ini lebih baik dari yang telah berlalu maka manfaatkanlah sebaik-baiknya kesempatan ini"*

*Bersungguh-sungguhlah dalam membaca Kitabullah, menegakkan malam-malamnya dengan shalat, tilawah, dan dzikir.*

*Bersungguh-sungguhlah dalam mencari Lailatul Qadr,* yang Allah -ta'ala- berfirman tentangnya

 (إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ. وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ) 

_"Sesungguhnya Kami menurunkannya (al Quran) pada malam Lailatul Qadr. Malam Lailatul Qadr adalah lebih baik dari seribu bulan. Para malaikat dan ar Ruh (Jibril) turun pada malam itu dengan ijin Rabb mereka dari segala urusan (tahun itu). Keselamatan pada malam itu hingga terbit fajar"_ *( Al Qadr : 1-5)*

*Ibadah pada malam tersebut menyamai ibadah selama lebih dari delapan puluh tahun tanpa Lailatul Qadr.*

Rasulullah-shallallahu alaihi wa sallam- bersbada

 ( من قام ليلة القدر إيماناً واحتساباً غفر له ما تقدم من ذنبه)

_"Barang siapa yang menegakkan lailatul qadr karena dorongan iman dan ihtisab (mengharap) pahala, maka Allah akan ampuni dosanya yang telah lalu"_

  Maka bersemangatlah kalian dalam mencarinya, *terutama pada malam-malam ganjil.*

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda

(التمسوها في العشر الأواخر) متفق عليه

_"Carilah dia pada sepuluh malam terakhir"_ *(muttafaqun alaih)*

Beliau shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda
(تحروا ليلة القدر في الوتر من العشر الأواخر) متفق عليه.

_"Carilah Lailatul Qadr pada malam witir dari sepuluh malam terakhir"_ *( muttaqun alaih)*

Disyariatkan juga pada malam tersebut untuk memperbanyak membaca doa yang mencakup, terlebih dengan doa yang disebutkan dalam hadits Aisyah ketika beliau bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

_"Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika aku menepati Lailatul Qadr, dengan apa aku berdoa? "_

Beliau bersabda,  Ucapkanlah :

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

_"Yaa Allah Engkau adalah Maha Pemaaf mencintai maaf, maka maafkanlah aku"_
(Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan at-Tirmidzi, beliau berkata : hadits hasan shahih)

*Maka perbanyaklah membaca doa ini pada sepuluh malam terakhir seluruhnya, karena Lailatul Qadr bisa terjadi di malam manapun, malam genap maupun ganjil.*

*Yaa Allah terimalah amalan-amalan sholih kami....*

*Maafkanlah kejelekan-kejelekan dan ketergelinciran kami...*

*Tutuplah kami dengan maaf dan magfirah Mu...*

*Dan dengan kemenangan mendapatkan jannah (surga) yang penuh kenikmatan...*

*Lindungilah kami dengan rahmat-Mu dari adzab neraka jahiim...*

Sumber : "Cuplikan dari khutbah tertulis karya asy Syaikh Ali ibn Yahya al Haddady _hafidzahullah_.

http://www.haddady.com

•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bagaimana Menghidupkan 10 Malam Terakhir di Bulan Ramadhan

*BAGAIMANA MENGHIDUPKAN 10 MALAM TERAKHIR DI BULAN RAMADHAN*?

عن عائشة رضي الله عنها أنها قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا دخل العشر أحيا الليل، وأيقظ أهله، وجد وشد المئزر (متفق عليه) .

Dari Aisyah radhiallahu anha, beliau menceritakan "Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam jika masuk sepuluh (akhir dari bulan Ramadhan) menghidupkan malam, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya". ( Muttafaqun alaih)

Asy-Syaikh Muhammad ibn Shalih al-Utsaimin _rahimahullah_ menjelaskan makna hadits di atas dalam *Syarah Riyadhus Shalihin*, beliau berkata,

✍  " Penulis (an-Nawawi) _rahimahullah_ menukilkan dari Ummil Mukminin Aisyah binti Abi Bakr ash Shiddiq _radhiallahu anha_tentang kegiatan Rasulullah _shallallahu alaihi wa sallam_ pada sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, bahwa beliau jika telah masuk sepuluh hari terakhir mengencangkan ikat pinggangnya, menghidupkan malamnya, bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam ibadah -alaihi ash-shalatu wa as-Salaam-

Telah berlalu pada hadits yang sebelumnya, bahwa beliau -shallallahu alaihi wa sallam- senantiasa menegakkan shalat malam hingga pecah-pecah kedua kaki beliau, dan beliau menegakkan shalat malam lebih dari separuh malam, atau separuhnya, atau sepertigannya.

  *Adapun pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan beliau menegakkan semalam penuh, yakni menghidupkan seluruh malamnya dengan ibadah, dengan berbuka puasa setelah matahari terbenam, shalat isya, dan berbagai perkara yang beliau pandang sebagai bentuk taqarrub kepada Allah -azza wa jall-.*

✋  Bukan maknanya bahwa seluruh malam beliau isi dengan shalat. Dengan bukti bahwa  (istri beliau) Shafiyyah bintu Huyay bin Akhtab pernah mendatangi beliau -shallallahu alaihi wa sallam- (di tempat i'tikaf), beliau berbincang dengannya setelah shalat isya.

✅ Akan tetapi seluruh yang beliau kerjakan pada malam-malam itu adalah taqarrub kepada Allah -azza wa jalla- ,  baik berupa shalat, bersiap untuk shalat, atau selainnya.

Di sini juga terdapat dalil bahwa Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- menghidupkan sepuluh malam akhir di bulan Ramadhan seluruhnya, akan tetapi beliau tidak menghidupkan malam selain itu. *Yakni beliau tidak pernah menegakkan (menghidupkan) semalam penuh hingga shubuh kecuali di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan.*

Hal itu dalam rangka mencari Lailatul Qadr.

*Malam Lailatul Qadr berada di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, terlebih pada tujuh malam terakhirnya.*

⛺ Inilah malam yang padanya Allah menetapkan takdir segala yang akan terjadi pada tahun itu.

*Malam yang sebagaimana Allah berfirman tentangnya, ( yang artinya)*

*"Lebih baik dari seribu bulan." (Al-Qadr : 3)*

Oleh karena itu beliau -shallallahu alaihi wa sallam- menghidupkannya.

*Barang siapa yang menegakkan Lailatul Qadr karena dorongan iman dan ihtisab (mengharapkan pahala), maka Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lampau.*

Sumber :  Syarah Riyadhus Shalihin, Ibnu Utsaimin (1/118)

•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kamis, 24 Juli 2014

Malam 27 Ramadhan Bertepatan dengan Malam Jum'at

Malam 27 Ramadhan Bertepatan dengan Malam Jum'at

~~~~~~~~~~~

يقول شيخ الإسلام ابن تيمية :
إذا وافقت ليلة الجمعة احدى ليالي الوتر من العشر الأواخر فهي أخرى أن تكون ليلة القدر.
غداً ليلة ٢٧ وليلة جمعة
‏لأول مرة ٥٣ سنة.
الجمعه + آخر ساعة استجابة + دعوة الفطور + ليلة ٢٧ رمضان = لا تضيع هذا اليوم ❤

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah:
"Apabila malam jumat bertepatan dg salah satu malam ganjil dari sepuluh hari terakhir ramadhan maka kemungkinan besar malam lailatul qadar jatuh pada malam itu."

Nanti malam adalah tgl 27 Ramadhan dan bertepatan dg malam Jum'at, untuk pertama kalinya setelah 53 tahun.
Hari Jum'at + waktu mustajab di sore harinya + doa menjelang berbuka puasa +malam ganjil 27 ramadhan.

Jangan sia-siakan kesempatan ini...

RALAT
~~~~~

‏قال ابن هبيرة الحنبلي رحمه الله:
وإن وقع في ليلة من أوتار العشر ليلة جمعة، فهي أرجى من غيرها.
لطائف المعارف ص ٣٦٧

�� Faidah dari asy-Syaikh Arafat
Berkata Ibnu Hubairoh rohimahullah
" kalau terdapat pada malam ganjil romadhon hari jumat
Maka dia lebih mendekati terjadinya malam lailatul qodar"

~~~~~~~~~~
WhatsApp Forum Berbagj Faidah

Rabu, 23 Juli 2014

Peringatan penting dan menenangkan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang Lailatul Qadr, bahwsanya Lailatul Qadr terkadang terjadi pada malam genap, sebagaimana terkadang terjadi juga pada malam ganjil.

Peringatan penting dan menenangkan dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah tentang Lailatul Qadr, bahwsanya Lailatul Qadr terkadang terjadi pada malam genap, sebagaimana terkadang terjadi juga pada malam ganjil.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Beliau rahimahullaah berkata:

"Lailatul Qadr terjadi pada 10 terakhir bulan Ramadhan, demikianlah yang shahih dari Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Lailatul Qadr itu pada 10 terakhir Ramadhan", dan terjadi pada malam-malam ganjil.

Akan tetapi, perhitungan ganjil jika tinjauannya adalah hari yang telah dilalui, maka bisa dicari pada malam ke 21, 23, 25, 27 dan 29.

Namun jika tinjauannya adalah hari yang tersisa, sebagaimana sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam: "maka carilah pada 9 yang tersisa, 7 yang tersisa, 5 yang tersisa, 3 yang tersisa".
Maka, berdasarkan hadits ini,
apabila bulan berumur 30 hari, maka Lailatul Qadr terjadi pada malam-malam yang genap, sehingga bisa terjadi pada malam ke-22, yang itu merupakan 9 yang tersisa, dan malam ke-24 yang itu merupakan 7 hari yang tersisa. Demikian pula yang ditafsirkan oleh Abu Sa'id al-Khudri dalam sebuah hadits yang shahih. Dan seperti ini pula Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam menegakkan (malam-malam tersebut) dalam sebulan.

Namun apabila bulan berumur 29 hari, maka penanggalan (dengan tinjauan) hari yang tersisa sama dengan penanggalan (dengan tinjauan) hari yang telah berlalu (yakni sama-sama pada malam ganjil).

Jika demikian, maka hendaknya seorang mukmin itu mencarinya pada 10 terakhir Ramadhan SEMUANYA (baik malam ganjil maupun malam genap, pen), sebagaimana sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam: "Carilah pada 10 terakhir".

Dan terjadinya (Lailatul Qadr) pada 7 terakhir lebih banyak (kemungkinannya). Dan PALING BESAR KEMUNGKINANNYA ADALAH TERJADI PADA MALAM ke-27, sebagaimana Ubay bin Ka'b radhiyallahu 'anhu telah bersumpah bahwa Lailatul Qadr itu pada malam ke-27. Beliau ditanya, 'dengan apa engkau tahu itu?" Beliau menjawab, "Berdasarkan tanda-tanda yang telah diberitakan kepada kami oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, "Nabi memberikatakan kepada kami bahwa matahari pada pagi harinya terbit seperti bejana tidak ada sinar silaunya."

Tanda yang diriwayatkan oleh Ubay bin Ka'b dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam merupakan di antara alamat yang paling terkenal dalam hadits. Diriwayatkan pula bahwa di antara tandanya "malam yang tenang bercahaya." Malam yang tenang, tidak terlalu panas tidak pula terlalu dingin. Bisa jadi Allah tunjukkan pada sebagaian manusia dalam mimpi atau ketika jaga. Dia bisa melihat cahayanya, atau melihat orang yang mengatakan kepadanya. Bisa jadi Allah bukakan pada hatinya persaksian, yang dengannya menjadi jelaslah hal tersebut.   

Wallaahu A'lam.

Majmu' Fatawa 25/284-286

WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia
----------------