Tampilkan postingan dengan label Menata Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menata Hati. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Maret 2015

TIGA MACAM HATI

---------------------
 TIGA MACAM HATI

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

Hati itu ada tiga macam :

1. Hati yang KOSONG dari iman dan semua kebaikan. Ini adalah hati yang gelap. Syaithan beristirahat dari memberikan bisikan-bisikan pada hati yang seperti ini. Karena Syaithan telah berhasil menjadikannya sebagai rumah dan tempat tinggalnya, yang dia mengatur di situ sesuai kemauannya, dan berkuasa penuh terhadapnya.

2. Hati yang telah BERSINAR dengan cahaya IMAN, dan menyala padanya lentera-lenteranya.
Namun padanya ada KEGELAPAN syahwat dan badai angin yang dahsyat. Syaithan maju dan mundur, berupaya memanfaatkan celah, serta sangat berambisi. Peperangan silih berganti menang dan kalah.

3. Hati yang DILIPUTI dengan IMAN. Menjadi TERANG dengan cahaya iman, hilang darinya tutupan syahwat, tercabut darinya kegelapan-kegelapan.
☀ Sungguh cahaya yang ada di dadanya merupakan sinar terang. Sinar terang tersebut memiliki kilatan yang menyala-nyala, kalau seandainya ada bisikan (syaithan) mendekat kepadanya, niscaya akan terbakar habis.
Hati tersebut, laksana langit yang dijaga oleh bintang-bintang, jika ada syaithan mendekat melanggar batas, maka syaithan tersebut akan dilempar dan ia pun terbakar habis.
Langit tidaklah lebih besar kehormatannya dibandingkan seorang mukmin. Penjagaan Allah terhadapnya (mukmin) lebih kuat daripada penjagaan-Nya terhadap langit. Langit adalah tempat peribadatan para malaikat, tempatnya wahyu, dan padanya terdapat cahaya-cahaya ketaatan.
Sementara hati seorang mukmin adalah tempatnya tauhid, mahabbah, ma'rifah, iman, dan cahaya-cahaya itu semua. Maka hati seorang mukmin lebih berhak untuk dijaga dan dilindungi dari makar musuh. Sehingga, tidaklah satu makar pun menyentuhnya, kecuali pasti disambar.  

  [al-Wabil ash-Shayyib min al-Kalim ath-Thayyib, hlm. 24-25]
•••••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jumat, 14 November 2014

MENATA HATI (3)

MENATA HATI
Bagian Ketiga

MACAM-MACAM HATI

1.HATI YANG SALIM

Allah Ta'ala berfirman:

{وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ (87) يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)}

"dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anaki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim (bersih)." [QS. Asy Syu'araa': 87-89]

Apa yang dimaksud dengan hati yang salim dalam ayat di atas?

Ibnu Katsiir rahimahullah berkata: "yaitu bersih dari kotoran (maksiat dan bid'ah) dan kesyirikan."

Muhammad bin Siiriin rahimahullah berkata: "Hati yang salim adalah hati yang mengetahui bahwa Allah Maha Haq, hari Kiamat tidaklah diragukan lagi kedatangannya dan Allah akan membangkitkan siapa saja yang berada dalam kuburan."

Ibnu 'Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: "yaitu hati yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata."

Mujahid, al-Hasan dan selain mereka rahimahumullah berkata: "yaitu yang selamat dari kesyirikan."

[lihat Tafsir Ibnu Katsir: 6/149]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
"Para ulama berbeda pendapat dalam mengibaratkan makna hati yang salim, namun semuanya terkumpul pada kesimpulan berikut ini: Hati yang salim adalah hati yang bersih dan selamat dari segala bentuk syahwat yang menyalahi perintah dan larangan Allah, bersih dan selamat dari segala bentuk syubhat yang bertentangan dengan berita-Nya, bersih dan selamat dari peribadahan kepada selain-Nya dan selamat dari berhukum dengan hukum selain hukum rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam. Hatinya bersih dalam mencintai Allah, takut, berharap, bertawakal, kembali dan menghinakan diri hanya kepada Allah. Hatinya mengutamakan keridhoan-Nya dalam segala keadaan, menjauhkan diri dengan segala cara dari hal-hal yang akan mendatangkan murka-Nya. Inilah hakekat penghambaan yang tidaklah diberikan melainkan kepada Allah semata. [Ighatsatul Lahfaan: 1/7]

Apabila seorang hamba beriman kepada Allah Ta'ala, maka Allah akan berikan kemulyaan pada hatinya dengan 10 perkara;

1. Hati yang hidup, sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan:

{أَوَمَنْ كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَاهُ وَجَعَلْنَا لَهُ نُورًا يَمْشِي بِهِ فِي النَّاسِ كَمَنْ مَثَلُهُ فِي الظُّلُمَاتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِنْهَا كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْكَافِرِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ}

"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan." [QS. Al-An'am: 122]

Ibnu Katsir rahimahullah berkata: "Kemudian dia Kami hidupkan; yaitu Allah hidupkan hatinya dengan iman dan memberikan hidayah kepadanya serta taufiq-Nya untuk mengikuti Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam. [Tafsir Ibnu Katsir: 3/330]

2. Asy-Syifaa (obat), sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan:

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَتْكُمْ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَشِفَاءٌ لِمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ}

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.." [QS. Yunus: 57]

Madu adalah obat bagi badan, iman adalah obat bagi hati, sedangkan ilmu obat bagi kejahilan.

3. Ketakwaan, sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan:

{إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ}

"Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar." [QS. Al-Hujuraat: 3]

4. Hidayah, sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan:

{وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ}

"dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." [QS. At-Taghaabun: 11]

5. Kekokohan iman, sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan:

{لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُولَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُولَئِكَ حِزْبُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ هُمُ الْمُفْلِحُونَ}

"Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung." [QS. Al-Mujaadalah: 22]

6. Sakinah (ketenangan hati), sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan:

{هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا}

"Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." [QS. Al-Fath: 4]

7. Persaudaraan, sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan:

{وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ لَوْ أَنْفَقْتَ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ إِنَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ}

"dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman. Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana." [QS. Al-Anfaal: 63]

8. Ketentraman, sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan:

{الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ}

"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. [QS. Ar-Ra'd: 28]

9. Cinta kepada Allah, sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan:

{وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ}

"tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu." [QS. Al-Hujuraat: 7]

10. Perhiasan dan penjagaan dari amalan yang jelek, sebagaimana yang Allah Ta'ala firmankan:

{وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ}

"tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus." [QS. Al-Hujuraat: 7]

Semoga Allah Ta'ala menjadikan hati kita menjadi hati yang salim, yang dengannya hati kita akan mendapat 10 kemulyaan tersebut dari Allah Ta'ala. Wallahul muwaffiq.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

✒ Ditulis oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 11 Muharam 1436/ 4 November 2014_di Daarul Hadits_Al-Fiyusy_Harasahallah.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta 2 aplikasi android Forum KIS di:
 www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
WA. Thullabul Fiyusy & SLN

Sabtu, 01 November 2014

MENATA HATI (02)

MENATA HATI
Bagian Kedua

KEDUDUKAN HATI

Allah Ta'ala telah menciptakan pada setiap manusia tiga wadah yang pokok:
1.Otak
2.Hati
3.Perut.

Otak adalah wadah berfikir dan mengingat, hati adalah wadah bagi iman dan tauhid, sedangkan perut adalah wadah bagi makanan dan minuman. Masing-masing wadah butuh pengisian, engkaulah yang akan mengisinya dan engkau pula yang akan mendapatkan buahnya.

Hati memiliki kedudukan yang tinggi pada diri manusia;
a. Hati adalah tempatnya iman, kejujuran, keyakinan dan pengagungan kepada Sang Pencipta semesta alam. Hati adalah tempatnya rasa takut, tawakal, kecintaan kepada Allah, ketundukan dan penyerahan diri kepada Allah semata.

{وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ}

"Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus." [QS. Al-Hujuraat: 7]

{قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ}

"Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman." Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." [QS. Al-Hujuraat: 14]

✅b.Allah Ta'ala menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ

"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. [QS. At-Tiin: 4]

Allah menciptakan untuk manusia sebuah hati agar dengannya bisa mengenal segala sesuatu, sepasang mata agar bisa melihat, hidung untuk mencium bau, telinga untuk mendengar suara, tangan untuk memegang dan meraba, kaki untuk berjalan dan akal untuk berfikir. Semua anggota tubuh ini dikuasai oleh hati. Hati adalah laksana raja bagi seluruh anggota tubuh, sehingga baik atau buruknya amalan anggota tubuh ditentukan dengan baik atau buruknya hati.

Allah Ta'ala berfirman:

{إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ}

"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati (akal) atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya." [QS. Qaaf: 37]

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ، صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ، فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ»

"Ketahuilah, bahwa dalam setiap tubuh manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh badannya, namun jika segumpal daging tersebut rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya." [Muttafaqun 'alaihi]

✅c.Hati merupakan tempatnya ketakwaan, sebagaimana dalam sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

«التَّقْوَى هَاهُنَا» وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

"Takwa itu ada di sini." Beliau mengucapkannya sebanyak tiga kali sambil menunjuk dadanya." [HR. Muslim, dari shahabat Abu Hurairah]

Jika kita perhatikan dari nash Al-Quran dan As-Sunnah maka kita dapatkan bahwa hati terbagi menjadi tiga macam;
1.Hati yang salim.
2.Hati yang mati.
3.Hati yang sakit.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman:

{يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)}

"(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim (bersih)." [QS. Asy Syu'araa': 88-89]

{أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ}

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." [QS. Al-Hadid:16]

{خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ}

"Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat." [QS. Al-Baqarah:10]

{فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ}

"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." [QS. Al-Baqarah:10]

Masing-masing akan kami jelaskan definisi dan keadaannya --insya Allah-- pada pertemuan selanjutnya. Wallahul muwaffiq.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

✏ Ditulis oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 24 Dzulhijjah 1435/ 18 Oktber 2014_di Daarul Hadits_Al-Fiyusy_Harasahallah.

Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta 2 aplikasi android Forum KIS di:
 www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
WA. Thullab Al-Fiyusy & SLN

MENATA HATI (01)

بسم الله الرحمن الرحيم

MENATA HATI
Bagian Pertama

MUQADDIMAH

الحمد لله رب العالمين ولي الصالحين والعاقبة للمتقين ولا عدوان إلا على الظالمين. ثم الصلاة والسلام على أشرف المرسلين نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ»

Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Allah melihat kepada hati dan amal kalian." [HR. Muslim]

Wahai saudaraku --semoga Allah senantiasa merahmatimu--!
Hati memiliki kedudukan yang tinggi pada diri manusia. Allah Ta'ala tidaklah melihat kepada bentuk rupa kita dan tidak pula kepada harta kekayaan kita, akan tetapi yang Allah lihat hanyalah hati dan amalan kita. Baik atau buruknya amalan kita, tergantung baik atau tidaknya hati kita. Jika hati kita sakit atau mati --kita berlindung darinya-- maka akan membuahkan amalan yang rusak pada diri kita. Sebaliknya jika hati kita sehat, bersih dan suci, maka akan membuahkan amalan yang baik pada diri kita.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ، صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ، فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ»

"Ketahuilah, bahwa dalam setiap tubuh manusia terdapat segumpal daging, jika segumpal daging itu baik maka baik pula seluruh badannya, namun jika segumpal daging tersebut rusak, maka rusaklah seluruh tubuhnya." [Muttafaqun 'alaihi]

Ibnu Rajab rahimahullah berkata: "Jika hati tersebut baik, tidak ada padanya melainkan kecintaan dia kepada Allah dan kecintaan kepada hal-hal yang dicintai-Nya, padanya rasa takut kepada Allah dan takut terjatuh kedalam hal-hal yang Allah benci, maka akan baik pula gerakan (amalan) seluruh tubuhnya, akan membuahkan dari hati yang baik tersebut (kekuatan) untuk meninggalkan segala hal yang diharamkan. Dia mampu melindungi (dirinya) dari syubhat, waspada agar tidak terjatuh kedalam perkara yang diharamkan. Adapun jika hatinya rusak, hatinya dikuasai oleh hawa nafsu dan lebih mengikuti apa yang diinginkan nafsunya meskipun Allah membencinya, maka akan rusak pula amalan tubuhnya, mendorongnya untuk berbuat kemaksiatan dan melakukan hal-hal yang masih syubhat sesuai dengan hawa nafsunya.

Oleh karena itu, hati laksana raja bagi tubuh, sedangkan anggota tubuh adalah tentaranya, sehingga dia akan taat kepadanya (hatinya), anggota tubuhnya bangkit untuk mentaatinya dan menjalankan perintahnya, ia tidak menyelisihi perintahnya sedikit pun. Apabila rajanya baik, maka akan baik pula tentaranya, sebaliknya jika rajanya rusak, maka akan rusak pula tentaranya. Tidaklah ada yang bermanfaat disisi Allah melainkan hati yang bersih dan selamat.

{يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ}

"(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang salim (bersih)." [QS. Asy Syu'araa': 88-89]

[ Jami'ul 'Ulum wal Hikam: 1/218-219]

Wahai saudaraku --semoga Allah senantiasa memulyakanmu--!

Sudahkan tertata hati kita? Sudahkah terisi dengan Iman dan Tauhid kepada Allah? Sudahkan kau jaga hatimu dari hal-hal dibenci dan dimurkai Allah?
Mari kita tata hati kita!
Mari kita jaga hati kita!

Mengingat pentingnya menata hati, maka pada kesempatan kali ini dengan memohon pertolongan kepada Allah dan taufiq-Nya, kami akan menulis sebuah risalah yang bertema "MENATA HATI". Harapan kami, semoga risalah ini dapat membantu kita dalam menata hati dan bermuhasabah (introspeksi diri), agar hati ini menjadi hati yang salim, hati yang dicintai dan diridhai-Nya.

Waffaqallahul jami' lima yuhibbuhu wayardhaahu

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

✏ Ditulis oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 24 Dzulhijjah 1435/ 18 Oktber 2014_di Daarul Hadits_Al-Fiyusy_Harasahallah.

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~

Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta 2 aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.wordpress.com atau www.pelajarankis.blogspot.com

~•~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
WA. Thullab al-Fiyusy & SLN