Tampilkan postingan dengan label Silsilah Fawaid Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Silsilah Fawaid Aqidah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Mei 2014

Silsilah Fawaid Aqidah 8 – (asy-Syaikh 'Abdullah azh-Zhafiri)

Silsilah Fawaid Aqidah 8 –

(asy-Syaikh 'Abdullah azh-Zhafiri)

             ~~~~~~~

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

{إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا} [النساء : 116]

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan akan mengampuni dosa yang di bawah syirik bagi barangsiapa yang Dia kehendaki" (an-Nisa: 116)

Pada ayat ini ada beberapa faidah,

 Wajib takut dari perbuatan syirik.

 Bahwa sikap takut dari syirik merupakan tanda benarnya Tauhid dan kesempurnaannya.

 Bahwa para Nabi takut dari syirik dengan takut yang sangat besar.

 Wajib berlindung kepada Allah dan berdoa kepada Allah agar diselamatkan darinya (kesyirikan). Sebagaimana Nabi Ibrohim alaihissalam berdoa:
{ً وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ}
(Jauhkanlah aku dan anak keturunanku dari beribadah kepada berhala).

 Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhawatirkan juga para shahabatnya - termasuk didalamnya para pembesar shahabat: Abu Bakr, 'Umar, 'Ustman dan 'Ali - dan yang lainnya dari terjatuh pada syirik kecil. Maka bagaimana dengan syirik akbar (besar)?!

 Pada ayat tersebut terdapat penjelasan tentang aqidah Ahlus Sunnah, bahwa pelaku dosa besar (di akhirat kelak) di bawah kehendak Allah. Jika Allah berkehendak, maka Allah ampuni, atau jika Allah berkehendak Allah adzab mereka.

 Besarnya kedudukan Tauhid dan bahaya Syirik.

 Wajib atas setiap muslim agar tidak merasa aman pada dirinya sendiri (dari kemungkinan terjatuh kepada kesyirikan, pen).

--------------------
diterjemahkan oleh
�� WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

Senin, 26 Mei 2014

Silsilah Fawaid Aqidah 7 – (asy-Syaikh 'Abdullah azh-Zhafiri)

����
�� Silsilah Fawaid Aqidah 7 –

(asy-Syaikh 'Abdullah azh-Zhafiri)

             ~~~~~~~

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,

"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang pimpinan umat, yang senantiasa taat kepada Allah, lurus (bertauhid), dan sama sekali bukan dari orang-orang musyrik." (an-Nahl : 120)

Pada ayat ini ada beberapa faidah,

 Bahwa Nabi Ibrahim 'alaihis salam telah merealisasikan Tauhid.

 Allah telah menjadikan Nabi Ibrahim 'alahis salam sebagai tauladan untuk kita dalam hal perealisasian tauhid, mencampakkan kesyirikan, serta sikap berlepas dirinya beliau dari kesyirikan dan orang-orangnya.

 Bahwa derajat sebagai imam dalam agama diperoleh dengan kesabaran dan keyakinan.

 Pentingnya mengajarkan kebaikan kepada umat. Dengan sebab itu Allah mengangkat derajat seorang hamba.

 Pentingnya al-Qunut bagi seorang hamba dan da'i, yaitu ketaatan yang terus menerus dan panjang dalam rukuk dan sujud.

 Kesempurnaan Islam dan hakekatnya bagi seorang hamba adalah (dia berjalan di atas) al-Hanafiyyah. Al-Hanif yaitu menghadap kepada Allah secara totalitas, baik hati maupun anggota badannya, dan berpaling dari segala sesuatu selain Allah.

 Wajib berlepas diri dari kesyirikan dan orang-orang musyrik, serta wajib menjauh dari mereka. Ini menunjukkan kesempurnaan keikhlash, kejujuran, dan sikap ittiba'-nya.

 Barangsiapa yang bersifat dengan sifat-sifat tersebut, maka dia telah men-tahqiq (merealisasikan) Tauhid. Tahqiq Tauhid adalah : memurnikannya dari segala kotoran kesyirikan, kebid'ahan, dan kemaksiatan.

 Barangsiapa yang men-tahqiq (merealisasikan) Tauhid maka dia masuk al-Jannah (surga) tanpa hisab dan tanpa adzab.

--------------------
diterjemahkan oleh
�� WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

��������
---------------------------