Tampilkan postingan dengan label TAFSIR SURAT AL-MULK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TAFSIR SURAT AL-MULK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Desember 2017

TAFSIR SURAT AL-MULK (11-16 selesai)

💐📝 *TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-11)*

✅ *Ayat ke-19 Surat al-Mulk*

أَوَ لَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلطَّيۡرِ فَوۡقَهُمۡ صَٰٓفَّٰتٖ وَيَقۡبِضۡنَۚ مَا يُمۡسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحۡمَٰنُۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَيۡءِۢ بَصِيرٌ

_Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu_ *(Terjemah Depag RI)*

Apakah orang-orang kafir itu lalai tidak memperhatikan burung yang ada di atas mereka membentangkan sayapnya ketika terbang di langit dan kadangkala mengatupkan sayap di sisinya? Tidak ada yang menahannya untuk tidak terjatuh dalam keadaan demikian kecuali arRahmaan (Yang Maha Penyayang). Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu. Dalam ciptaan-Nya tidaklah terlihat kekurangan maupun ketidakserasian *(Tafsir al-Muyassar)*

Ini adalah celaan sekaligus anjuran untuk memperhatikan keadaan burung yang telah Allah tundukkan. Allah pula yang telah menjinakkan udara untuk burung. Di udara itulah, burung mengepakkan sayapnya untuk terbang. Ia katupkan sayapnya untuk turun. Jadilah burung ‘berenang’ di udara. Berkeliling di udara sesuai keinginan dan keperluannya. « Tidak ada yang menahannya kecuali arRahmaan (Yang Maha Penyayang) ». Karena Dialah (Allah) yang menundukkan udara untuk para burung itu. Allah jadikan tubuh dan perawakan buruk memang dipersiapkan untuk bisa terbang. Maka barangsiapa yang memperhatikan keadaan burung dan mengambil pelajaran di dalamnya, hal itu akan menunjukkannya pada kekuasaan Sang Pencipta, perhatiannya dalam mentarbiyyah, dan Dialah Yang Maha Esa, yang tidak boleh ibadah dipersembahkan kecuali kepada-Nya semata. « Dialah Yang Maha Melihat segala sesuatu » Dialah yang mengatur hamba-Nya hal-hal yang sesuai untuk mereka dan sesuai dengan hikmah-Nya *(Tafsir as-Si’diy)*

✅ *Ayat ke-20 Surat al-Mulk*

أَمَّنۡ هَٰذَا ٱلَّذِي هُوَ جُندٞ لَّكُمۡ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ ٱلرَّحۡمَٰنِۚ إِنِ ٱلۡكَٰفِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ

_Atau siapakah yang menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu_ *(Terjemah Depag RI)*

Bahkan, siapakah ini yang menurut persangkaan kalian –wahai orang-orang kafir– sebagai pasukan penolong kalian selain arRahmaan jika Dia menghendaki keburukan terjadi pada kalian?! Tidaklah persangkaan orang-orang kafir tersebut kecuali hanya tipuan dan penyesatan dari syaithan *(Tafsir al-Muyassar)*

Allah _Ta’ala_ berfirman kepada orang-orang yang sombong lagi menjauh dari perintah-Nya, berpaling dari kebenaran: « Siapakah lagi yang menjadi pasukan penolong kalian selain arRahmaan?! » Artinya, (siapakah yang bisa) menolong kalian jika arRahmaan menghendaki keburukan menimpa kalian. Bisakah pihak yang lain itu menolak keburukan dari kalian? Siapakah yang bisa menolong kalian dari musuh-musuh kalian selain arRahmaan? Dialah Allah _Ta’ala_ Sang penolong yang bisa memuliakan (suatu pihak) maupun menghinakan. Sedangkan pihak lain yang semuanya adalah makhluk, seandainya berkumpul untuk menolong seorang hamba, tidak akan bisa memberikan manfaat (sekecil apapun) meskipun seberat semut, melawan musuh mana pun. Sikap orang-orang kafir yang terus menerus dalam kekufurannya setelah ia tahu bahwa tidak ada satu pihak pun yang bisa menolong mereka selain arRahman, adalah keadaan orang tertipu (terperdaya) dan bodoh *(Tafsir as-Si’diy)*

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

💐📝 *TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-12)*

✅ *Ayat ke-21 Surat al-Mulk*

أَمَّنۡ هَٰذَا ٱلَّذِي يَرۡزُقُكُمۡ إِنۡ أَمۡسَكَ رِزۡقَهُۥۚ بَل لَّجُّواْ فِي عُتُوّٖ وَنُفُورٍ

_Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran)_ *(Terjemah Depag RI)*

Bahkan, siapakah lagi yang bisa memberikan rezeki menurut persangkaan kalian jika Allah menahan rezeki kalian? Namun orang-orang kafir tetap terus bersikap melampaui batas dan berada dalam kesesatan. Mereka menentang dan sombong, menjauh dari kebenaran. Tidak mau mendengar dan tidak pula mau mengikuti kebenaran itu *(Tafsir al-Muyassar)*

Rezeki seluruhnya dari Allah. Jika Allah menahan rezeki-Nya, siapakah yang bisa mengirim (menyampaikan) pada kalian? Makhluk tidak mampu memberi rezeki untuk diri mereka sendiri. Lalu bagaimana mereka bisa memberi rezeki makhluk lain? Yang Banyak memberi rezeki lagi Maha pemberi kenikmatan, yang tidaklah ada suatu kenikmatan pada para hambaNya kecuali berasal dari Dia, Dialah satu-satunya yang berhak mendapat persembahan ibadah. Akan tetapi orang-orang kafir terus menerus angkuh dan tidak mau tunduk pada kebenaran. Mereka juga lari menjauh dari kebenaran *(Tafsir as-Si’diy)*

✅ *Ayat ke-22 Surat al-Mulk*

أَفَمَن يَمۡشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجۡهِهِۦٓ أَهۡدَىٰٓ أَمَّن يَمۡشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ

_Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?_ *(Terjemah Depag RI)*

Apakah orang yang berjalan terjungkal bertumpu pada wajahnya yang tidak tahu mau ke mana dan bagaimana cara berjalan, lebih lurus dan lebih terbimbing jalannya, ataukah orang yang berjalan tegap, selamat, di atas jalan terang tanpa ada kebengkokan? Ini adalah permisalan Allah terhadap orang kafir dengan orang beriman *(Tafsir al-Muyassar)*

Manakah di antara kedua orang yang lebih dapat petunjuk? (yang satu adalah) Orang yang kebingungan dalam kesesatan, tenggelam dalam kekufuran, telah terbalik hatinya sehingga yang benar menurutnya batil, sedangkan yang batil adalah kebenaran? (sedangkan yang kedua adalah) orang yang mengetahui kebenaran, lebih memilih kebenaran itu, mengamalkannya, berjalan di atas jalan yang lurus dalam ucapan, perbuatan, maupun segenap keadaannya?! (Mana di antara kedua orang ini yang lebih mendapat petunjuk). Dengan sekedar melihat keadaan dua orang tersebut akan diketahui perbedaan antara keduanya. Mana yang mendapat petunjuk dan mana yang sesat. (Melihat) kondisi/keadaan lebih kuat persaksiannya dibandingkan ucapan *(Tafsir as-Si’diy)*

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

💐📝 *TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-13)*

✅ *Ayat ke-23 Surat al-Mulk*

قُلۡ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَكُمۡ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةَۚ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ

_Katakanlah,”Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan, dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur_ *(Terjemah Depag RI)*

Katakanlah –wahai Rasul-: Allahlah yang menciptakan kalian dari sebelumnya tidak ada menjadi ada. Allah pula yang memberikan pendengaran sehingga kalian bisa mendengar, penglihatan sehingga kalian bisa melihat, dan hati yang bisa berpikir. Sedikit sekali –wahai orang-orang kafir– kalian menunaikan syukur terhadap nikmat-nikmat ini kepada Rabb kalian yang telah memberikan nikmatNya *(Tafsir al-Muyassar)*

Allah _Ta’ala_ berfirman menjelaskan bahwasanya Dialah yang berhak disembah satu-satunya. Dia mengajak para hambaNya untuk mensyukuriNya dan beribadah hanya kepadaNya. Dialah yang menjadikan kalian ada dari sebelumnya tidak ada. Tanpa ada penolong yang membantunya. Setelah Allah ciptakan kalian, Dia sempurnakan wujud kalian itu dengan pendengaran, penglihatan, dan hati, yang merupakan anggota badan paling bermanfaat dan paling kuat fisiknya. Akan tetapi, (limpahan) nikmat ini sedikit kalian bersyukur kepada Allah. Orang-orang yang bersyukur di antara kalian sedikit, dan perwujudan syukur dari kalian juga sedikit *(Tafsir as-Si’diy)*

✅ *Ayat ke-24 Surat al-Mulk*

قُلۡ هُوَ ٱلَّذِي ذَرَأَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَإِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ

_Katakanlah, “Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan”_ *(Terjemah Depag RI)*

Katakanlah kepada mereka: Allah lah yang menciptakan kalian dan menjadikan kalian tersebar di muka bumi. KepadaNyalah semata kalian akan dikumpulkan setelah sebelumnya terpisah, untuk memperhitungkan dan membalas (amal perbuatan kalian) *(Tafsir al-Muyassar)*

(Allah lah) yang menyebarluaskan, menjadikan kalian menetap di berbagai belahan dan penjuru bumi. Allah beri perintah dan larangan serta melimpahkan nikmat yang bisa bermanfaat kepada kalian. Kemudian setelah itu Allah akan mengumpulkan kalian pada hari kiamat *(Tafsir as-Si’diy)*

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

💐📝 *TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-14)*

✅ *Ayat ke-25 Surat al-Mulk*

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ

_Dan mereka berkata, “Kapan (datangnya) ancaman itu jika kamu orang yang benar?”_ *(Terjemah Depag RI)*

Dan orang-orang kafir berkata: Kapan terjadinya ancaman akan dikumpulkannya (para makhluk) itu wahai Muhammad!? Beritahukanlah kepada kami kapan waktunya wahai orang-orang beriman, jika kalian memang jujur terhadap pengakuan kalian itu *(Tafsir al-Muyassar)*

Akan tetapi, janji (diberlakukannya) pembalasan itu diingkari oleh para penentang ini. Mereka berkata sebagai bentuk sikap mendustakan: « Kapan datangnya janji ini jika kalian jujur » Mereka menjadikan tanda kejujuran (orang beriman) adalah mengkhabarkan kapan datangnya waktu itu. Ini adalah kedzhaliman dan penentangan *(Tafsir as-Si’diy)*

✅ *Ayat ke-26 Surat al-Mulk*

قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡعِلۡمُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٞ

_Katakanlah (Muhammad), sesungguhnya ilmu (tentang hari kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan_ *(Terjemah Depag RI)*

Katakanlah –wahai Rasul– kepada mereka ini: Sesungguhnya pengetahuan tentang waktu tegaknya hari kiamat khusus milik Allah saja. Aku hanyalah pemberi peringatan yang memperingatkan kepada kalian akan akibat kekufuran kalian (jika kalian terus demikian, pent). Aku hanya menjelaskan kepada kalian hal-hal yang Allah perintahkan kepadaku untuk menjelaskannya, dengan penjelasan yang sejelas-jelasnya *(Tafsir al-Muyassar)*

Pengetahuan tentangnya hanyalah di sisi Allah, tidak ada satu makhluk pun yang tahu. Tidak ada hubungan antara benarnya berita itu dengan pemberitahuan kapan waktu terjadinya. Karena sesungguhnya kejujuran (kebenaran) itu diketahui dengan dalil-dalilnya. Allah telah menegakkan dalil dan bukti akan benarnya hal itu (sehingga sedemikian jelasnya) bagi orang yang benar-benar menyimak dengan telinga dan hatinya tidak akan ada keraguan sedikit pun *(Tafsir as-Si’diy)*

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

💐📝 *TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-15)*

✅ *Ayat ke-27 Surat al-Mulk*

فَلَمَّا رَأَوۡهُ زُلۡفَةٗ سِيٓ‍َٔتۡ وُجُوهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَقِيلَ هَٰذَا ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ

_Maka ketika mereka melihat adzab (pada hari kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka) “Inilah (azab) yang dahulu kamu memintanya_ *(Terjemah Depag RI)*

Ketika orang-orang kafir melihat adzab Allah dekat dengan mereka dan mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri, nampak jelaslah kehinaan dan penyesalan pada wajah mereka. Dikatakan kepada mereka sebagai celaan: Inilah yang dulu kalian minta untuk disegerakan (terjadi) sewaktu di dunia *(Tafsir al-Muyassar)*

Tempat orang-orang kafir itu terperdaya (oleh syaithan, pent) dan sikap mereka berani mendustakan adalah saat di dunia. Ketika terjadi hari pembalasan dan mereka melihat adzab sudah dekat, mereka merasa (sangat) bersedih dan (amat) ketakutan. Hati mereka berguncang. Wajah mereka berubah. Mereka dicela karena mendustakan (janji Allah, pent). Dikatakan kepada merea: Inilah yang dulu kalian dustakan. Hari ini kalian saksikan dengan mata kepala kalian sendiri. Telah nampak jelas urusannya. Terputus hubungan pertemanan atau persaudaraan di antara kalian. Tidak tersisa lagi kecuali hubungan langsung dengan adzab *(Tafsir as-Si’diy)*

✅ *Ayat ke-28 Surat al-Mulk*

قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَهۡلَكَنِيَ ٱللَّهُ وَمَن مَّعِيَ أَوۡ رَحِمَنَا فَمَن يُجِيرُ ٱلۡكَٰفِرِينَ مِنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ

_Katakanlah (Muhammad), “Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk Surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?”_ *(Terjemah Depag RI)*

Katakanlah –wahai Rasul- kepada orang-orang kafir ini: Beritahukan kepadaku, jika Allah mewafatkan aku dan orang-orang beriman yang bersamaku seperti yang kalian harapkan, atau Allah merahmati kami sehingga Dia mengakhirkan ajal kami, memberikan afiyat kepada kami dari adzabNya, siapakah yang bisa melindungi kalian, mencegah adzab yang sangat menyakitkan menimpa kalian? *(Tafsir al-Muyassar)*

Ketika orang-orang yang mendustakan Rasul _shollallahu alaihi wasallam_ menolak dakwah beliau, menunggu-nunggu kebinasaan beliau, menanti-nanti datangnya kematian (atau musibah bencana), Allah perintahkan kepada beliau untuk mengatakan kepada mereka: Jikalau seandainya tercapai apa yang kalian harapkan, yaitu Allah mewafatkan aku dan orang-orang yang bersamaku, hal itu tidaklah bermanfaat bagi kalian sedikit pun. Karena kalian kufur terhadap ayat-ayat Allah, layak mendapatkan adzab. Siapa yang bisa melindungi kalian dari adzab yang pedih yang telah ditetapkan akan menimpa kalian?! Kalau demikian, upaya kalian hingga capek-capek agar aku binasa, tidaklah bermanfaat. Tidak berfaedah bagi kalian sedikit pun *(Tafsir as-Si’diy)*

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

💐📝 *TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-16 - selesai)*

✅ *Ayat ke-29 Surat al-Mulk*

قُلۡ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيۡهِ تَوَكَّلۡنَاۖ فَسَتَعۡلَمُونَ مَنۡ هُوَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ

_Katakanlah, “Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakkal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata_ *(Terjemah Depag RI)*

Katakanlah: Allah adalah Yang Maha Penyayang, Kami mempercayaiNya, mengamalkan syariatNya, dan kami (berusaha) mentaatiNya. Hanya kepadaNyalah kami menyandarkan seluruh urusan kami. Nantinya kalian akan tahu –wahai orang-orang kafir– jika turun adzab: manakah di antara 2 kelompok: dari kami atau dari kalian berada dalam penyimpangan yang jauh dari jalan Allah yang lurus?! *(Tafsir al-Muyassar)*

Di antara ucapan mereka adalah bahwa mereka di atas petunjuk, sedangkan Rasul sesat. Mereka selalu mengulang-ulang ucapan itu dan mengumumkannya. Mereka sungguh-sungguh membela dan berperang untuk slogan-slogan itu. Maka Allah memerintahkan kepada NabiNya untuk mengkhabarkan keadaan beliau dan para pengikut beliau, yang akan menjadi jelas bagi setiap orang bagaimana terbimbingnya mereka dan ketakwaan mereka. Yaitu mereka (orang-orang beriman) berkata: Kami beriman denganNya dan kepadaNya lah kami bertawakkal. Iman mencakup pembenaran secara batin dan amalan baik lahir maupun batin. Karena keberadaan amal dan kesempurnaannya tergantung ketawakkalan, Allah mengkhususkan (penyebutan) tawakkal dibandingkan seluruh amalan. Meskipun sebenarnya tawakkal itu sudah masuk dalam keimanan dan konsekuensi keimanan. Sebagaimana firman Allah:

وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

_Semestinya hanya kepada Allah sajalah kalian bertawakkal jika kalian adalah orang yang beriman_ *(al-Maaidah ayat 23)*

Kalau demikian keadaan Rasul dan para pengikut beliau yang dengan begitu akan tercapai keberuntungan dan kebahagiaan, sedangkan keadaan musuh-musuh beliau adalah sebaliknya: tidak ada keimanan dan tidak ada tawakkal, bisa diketahui siapakah yang berada di atas petunjuk dan siapakah yang berada dalam kesesatan yang nyata *(Tafsir as-Si’diy)*

✅ *Ayat ke-30 Surat al-Mulk*

قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَصۡبَحَ مَآؤُكُمۡ غَوۡرٗا فَمَن يَأۡتِيكُم بِمَآءٖ مَّعِينِۢ

_Katakanlah (Muhammad), “Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi keringl maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?”_ *(Terjemah Depag RI)*

Katakanlah –wahai Rasul– kepada orang-orang musyrikin itu: Khabarkanlah kepadaku jika air yang kalian minum itu lenyap ke dalam bumi tidak bisa diambil dengan berbagai upaya, siapakah selain Allah yang bisa mendatangkan air yang mengalir di muka bumi? *(Tafsir al-Muyassar)*

Kemudian (Allah) mengkhabarkan bahwa Dialah satu-satunya yang memberi nikmat. Terkhusus lagi air yang darinya Allah jadikan segala sesuatu menjadi hidup. Allah berfirman: «Katakanlah, bagaimana pendapat kalian jika di waktu pagi air kalian menjadi surut ke dalam bumi » Siapakah yang bisa mendatangkan air yang mengalir, yang kalian bisa minum darinya, memberi minum ternak kalian dan mengairi pohon maupun lahan pertanian kalian? Ini adalah pertanyaan yang artinya peniadaan. Artinya, tidak ada satu pihak pun yang mampu akan hal itu selain Allah _Ta’ala_ *(Tafsir as-Si’diy)*

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

TAFSIR SURAT AL-MULK (06-10)

💐📝TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-6)

✅Ayat ke-9 Surat al-Mulk

قَالُواْ بَلَىٰ قَدۡ جَآءَنَا نَذِيرٞ فَكَذَّبۡنَا وَقُلۡنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَيۡءٍ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ كَبِيرٖ
Mereka menjawab, “Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, “Allah tidak menurunkan sesuatu apapun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar” (Terjemah Depag RI)

Mereka menjawab dengan berkata: Benar, sungguh telah datang kepada kami Rasul dari sisi Allah yang memperingatkan kami, namun kami mendustakannya. Ketika Rasul itu datang dengan menyampaikan ayat-ayat (tanda kekuasaan Allah) kami berkata: Allah tidak menurunkan apapun kepada seorang pun dari manusia. Tidaklah kalian – wahai Rasul – kecuali jauh dari kebenaran (Tafsir al-Muyassar)

Mereka menggabungkan antara sikap mendustakan secara khusus dan mendustakan secara umum terhadap semua yang Allah turunkan. Tidak cukup sampai di situ, bahkan mereka mengumumkan pernyataan kesesatan para Rasul yang memberikan peringatan, padahal para Rasul itu adalah pemberi petunjuk dan mendapatkan petunjuk. Tidak cukup sekedar menyatakan bahwa para Rasul itu sesat, bahkan mereka katakan kesesatan para Rasul itu adalah kesesatan yang besar. Apakah ada pembangkangan, kesombongan, dan kedzhaliman yang serupa dengan ini?! (sungguh sulit dicari bandingannya, pent) (Tafsir as-Si’diy)

✅Ayat ke-10 Surat al-Mulk

وَقَالُواْ لَوۡ كُنَّا نَسۡمَعُ أَوۡ نَعۡقِلُ مَا كُنَّا فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ
Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala” (Terjemah Depag RI)

Mereka berkata sebagai sebuah pengakuan: Kalau seandainya dulu kami mau mendengar dalam rangka mencari kebenaran, atau memikirkan ajakan (dakwah) kepada kami, niscaya kami tidak akan termasuk penghuni neraka (Tafsir al-Muyassar)

Dan mereka berkata dengan mengakui bahwa diri mereka tidak layak mendapat bimbingan dan petunjuk: << Kalau seandainya kami mau mendengar atau berpikir, niscaya kami tidak termasuk penduduk Neraka >>. Mereka sendiri yang meniadakan jalan-jalan petunjuk yaitu bersikap mau mendengar (ayat-ayat) yang Allah turunkan, yang dibawa oleh para Rasul. Mereka juga tidak menggunakan akal yang bermanfaat bagi pemiliknya untuk memahami hakikat-hakikat permasalahan, agar lebih memilih kebaikan dan menahan diri dari segala hal yang berakibat buruk. Mereka tidak mau mendengar maupun tidak mau menggunakan akalnya. Hal ini berbeda dengan orang-orang yang yakin dan memiliki kearifan, yang bersikap jujur dan beriman. Mereka menguatkan keimanan mereka dengan dalil-dalil yang terdengar. Mereka mau mendengarkan (ayat-ayat) yang datang dari sisi Allah yang dibawa oleh Rasul Allah. Mereka mengetahuinya dan mengamalkannya. Demikian juga (mereka kuatkan keimanannya dengan) dalil-dalil aqli: mengenal mana yang petunjuk dan mana yang kesesatan, mengenal mana yang indah dan mana yang buruk, mana kebaikan dan mana kejahatan. Mereka berada dalam keimanan sesuai dengan yang Allah anugerahkan (taufiq) untuk mengikuti akal dan dalil yang ternukil. Maha Suci (Allah) yang mengkhususkan anugerahNya kepada siapa saja yang dikehendakiNya. Dia berikan hal itu kepada para hambaNya yang dikehendakiNya. Allah biarkan (tidak memberi pertolongan kepada) orang-orang yang tidak layak mendapatkan kebaikan (Tafsir as-Si’diy)

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡

WA al I'tishom

💐📝TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-7)

✅Ayat ke-11 Surat al-Mulk

فَٱعۡتَرَفُواْ بِذَنۢبِهِمۡ فَسُحۡقٗا لِّأَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ

Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu (Terjemah Depag RI)

Maka mereka pun mengakui bahwa mereka telah mendustakan dan kufur sehingga mereka layak mendapatkan adzab Neraka. Sungguh jauhlah penghuni Neraka dari rahmat Allah (Tafsir al-Muyassar)

<< Maka mereka pun mengakui dosa mereka. Sungguh jauhlah penghuni Neraka dari rahmat Allah >>. Artinya, sungguh jauh mereka (dari kebaikan). Kerugian dan kesengsaraan untuk mereka. Duhai alangkah sengsaranya dan betapa binasanya mereka yang tidak mendapatkan balasan kebaikan dari Allah (Surga). Mereka terus menerus menetap dalam Neraka yang menyala-nyala, membakar badan mereka hingga melumat jantung mereka (Tafsir as-Si’diy)

✅Ayat ke-12 Surat al-Mulk

إِنَّ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُم بِٱلۡغَيۡبِ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَأَجۡرٞ كَبِيرٞ

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar (Terjemah Depag RI)

Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabb mereka, sehingga beribadah kepadaNya dan tidak bermaksiat kepadaNya (meski) pada saat mereka jauh dari pandangan manusia, dan mereka takut dari adzab di akhirat sebelum menyaksikannya secara langsung, mereka mendapatkan pemaafan dari Allah terhadap dosa-dosa mereka dan (mereka mendapatkan) balasan kebaikan yang agung yaitu Surga (Tafsir al-Muyassar)

Setelah Allah menyebutkan keadaan orang-orang yang fajir (banyak berbuat dosa) lagi celaka, Dia menyebutkan keadaan orang-orang yang banyak berbuat kebaikan lagi bahagia. Allah menyatakan: << Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabb mereka ‘bil ghoyb’ >> Artinya, (ia takut kepada Allah) dalam seluruh keadaan mereka. Meskipun tidak ada yang melihat mereka kecuali Allah, mereka tidak mau berbuat maksiat dan tidak pula kurang dalam menjalankan perintah (Allah). << Bagi mereka ampunan >> terhadap dosa-dosa mereka. Jika Allah mengampuni dosa-dosa mereka, Dia melindungi mereka dari keburukan dosa-dosa itu dan melindungi mereka dari adzab Neraka. Bagi mereka balasan kebaikan yang besar, yaitu Surga yang disediakan untuk mereka. (Di dalamnya terdapat) kenikmatan yang kekal, kekuasaan yang besar, kelezatan yang terus berlangsung, segala yang diidam-idamkan, istana-istana yang menjulang tinggi, bidadari yang jelita, dan pelayan-pelayan. Yang terbesar dari itu (semua) adalah keridhaan arRahmaan yang Allah halalkan untuk penghuni Surga (Tafsir as-Si’diy)

Allah Ta’ala mengkhabarkan tentang orang yang takut akan datangnya masa berdiri di hadapan Allah, jika ia tidak terlihat oleh orang lain (dalam masa kesendirian, pent), ia menahan diri dari berbuat kemaksiatan dan tetap menegakkan ketaatan, saat tidak ada yang melihatnya kecuali Allah, maka ia akan mendapatkan ampunan dan pahala yang besar. Artinya, dosa-dosanya akan diampuni dan ia akan diberi balasan dengan balasan kebaikan yang sangat besar. Sebagaimana disebutkan dalam hadits as-Shahihain (riwayat al-Bukhari dan Muslim) : Ada 7 golongan yang Allah akan berikan naungan kepadanya dengan naungan Arsy-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan dariNya. Disebutkan di antaranya adalah: Seorang laki-laki yang diajak (berzina) oleh seorang wanita yang punya kedudukan tinggi dan cantik rupawan, tapi ia mengatakan: Sesungguhnya aku takut kepada Allah, dan seorang yang menyembunyikan shodaqohnya hingga tangan kiri tidak tahu apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya (Tafsir Ibn Katsir)

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom

TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-8)

✅Ayat ke-13 Surat al-Mulk

وَأَسِرُّواْ قَوۡلَكُمۡ أَوِ ٱجۡهَرُواْ بِهِۦٓۖ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi harti (Terjemah Depag RI)

Silakan sembunyikan ucapan kalian – wahai manusia – dalam urusan kalian atau nampakkanlah secara jelas. Keduanya (baik yang tersembunyi maupun yang nampak jelas) sama saja bagi Allah. Sesungguhnya Allah Yang Maha Suci Maha mengetahui hal-hal yang disembunyikan dalam dada. Bagaimana bisa ucapan dan perbuatan kalian tersembunyi (tidak diketahui) oleh Allah?! (Tafsir al-Muyassar)

Ini adalah pemberitahuan dari Allah tentang keluasan ilmuNya dan demikian besarnya cakupan kelembutanNya. Allah berfirman: << Sembunyikanlah ucapan kalian atau nampakkanlah secara jelas) >> Artinya: Semuanya sama saja di sisi Allah. Tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagiNya. << Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui apa yang ada di dalam dada >> Artinya, (Allah Maha Mengetahui segala yang ada di dalam dada) berupa niat dan keinginan. Lalu bagaimana lagi dengan ucapan dan perbuatan yang terdengar dan terlihat?! (Tafsir as-Si’diy)

✅Ayat ke-14 Surat al-Mulk

أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ

Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Maha Halus, Maha Mengetahui (Terjemah Depag RI)

Tidakkah Rabb semesta alam mengetahui (makhluk) ciptaan-Nya dan keadaan mereka? Padahal Dia lah yang menciptakan mereka,  mengokohkan, dan memperindah ciptaanNya? Dialah Yang Maha Lembut terhadap para hambaNya, Maha Mengetahui secara rinci tentang mereka dan perbuatan-perbuatan mereka (Tafsir al-Muyassar)

Kemudian Allah berfirman menyampaikan dalil aqliy (yang mengajak orang berpikir, pent) akan keilmuanNya: << Tidakkah (Allah) mengetahui makhluk ciptaanNya? >> Siapa yang menciptakan makhluk, mengokohkan dan memperindah penciptaan itu, bagaimana mungkin Dia tidak mengetahuinya? << Dan Dialah (Allah) Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui (secara rinci) >> Dialah yang Maha Lembut ilmu dan pengetahuanNya, hingga mampu mengetahui (secara penuh) hal-hal yang tersembunyi dan rahasia. Dialah << Yang Maha Mengetahui hal yang rahasia bahkan yang lebih tersembunyi dari itu >>. Di antara makna al-Lathiif adalah bahwa Allah bersikap lembut (memperlakukan kebaikan secara rahasia tanpa disadari, pent) kepada hamba dan wal-waliNya. Allah mengarahkan hambaNya kepada kebaikan-kebaikan tanpa disadari oleh hamba tersebut. Allah melindunginya dari keburukan, tanpa disadari olehnya. Allah naikkan dia ke derajat tertinggi dengan sebab-sebab yang tidak pernah dipikirkan oleh hamba itu, hingga Allah membuatnya merasakan hal-hal yang tidak disukai untuk menghantarkannya pada kemuliaan dan kedudukan yang dicintai (Tafsir as-Si’diy)

💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom

💐📝 *TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-9)*

✅ *Ayat ke-15 Surat al-Mulk*

هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ ذَلُولٗا فَٱمۡشُواْ فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُواْ مِن رِّزۡقِهِۦۖ وَإِلَيۡهِ ٱلنُّشُورُ

_Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan_ *(Terjemah Depag RI)*

Allah sajalah yang menjadikan untuk kalian bumi yang mudah lagi diratakan sehingga kalian bisa menetap di atasnya. Berjalanlah melintasi sisi dan penjuru-penjuru bumi. Makanlah dari rezeki Allah yang dikeluarkanNya untuk kalian. KepadaNyalah semata kalian akan dibangkitkan dari kubur kalian untuk perhitungan dan pembalasan (amal). Di dalam ayat ini terdapat isyarat (anjuran) untuk mencari rezeki dan penghasilan. Di dalamnya terdapat dalil yang menunjukkan bahwa Allah adalah sesembahan yang haq satu-satunya tidak ada sekutu bagiNya. (Ayat ini juga) menunjukkan kekuasaanNya, serta mengingatkan akan nikmat-nikmat (dari)Nya. Sekaligus pula peringatan agar jangan bersandar pada kehidupan dunia *(Tafsir al-Muyassar)*

Dialah (Allah) yang menundukkan dan menjinakkan untuk kalian bumi sehingga kalian bisa mendapatkan hal-hal yang kalian perlukan seperti menanam (tanaman) atau membangun (bangunan di atasnya). (Kalian juga bisa menempuh) jalan-jalan yang menyampaikan kalian pada penjuru-penjuru bumi maupun negeri-negeri yang jauh. « Berjalanlah menjelajahi penjuru-penjurunya » artinya: untuk mencari rezeki dan penghasilan. « dan makanlah dari rezeki-Nya. Dan hanya kepadaNyalah kalian akan dibangkitkan » Artinya, setelah kalian berpindah dari kampung (dunia) ini yang Allah jadikan sebagai ujian dan persinggahan untuk mencapai kampung akhirat, kalian akan dibangkitkan setelah kematian kalian. Kalian akan dikumpulkan menuju Allah, agar Allah membalas perbuatan kalian yang baik maupun yang buruk *(Tafsir as-Si’diy)*

✅ *Ayat ke-16 Surat al-Mulk*

ءَأَمِنتُم مَّن فِي ٱلسَّمَآءِ أَن يَخۡسِفَ بِكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ

_Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kami ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?_ *(Terjemah Depag RI)*

Apakah kalian merasa aman – wahai kaum kafir Makkah – terhadap Allah yang berada di atas langit (bahwa Dia akan) menenggelamkan kalian ke dalam bumi, (saat) tiba-tiba bumi itu berguncang hingga kalian binasa? *(Tafsir al-Muyassar)*

Ini adalah ancaman dan peringatan keras (dari Allah) bagi orang yang terus menerus berbuat melampaui batas dan bermaksiat kepadaNya, sehingga layak mendapatkan siksa dan hukuman. Allah menyatakan: « Apakah kalian merasa aman dengan yang ada di langit? » Itu adalah Allah Ta’ala Yang Maha Tinggi di atas makhluk-makhlukNya. «(Dia Maha mampu) Menenggelamkan kalian ke dalam tanah, (saat) tiba-tiba ia berguncang? » Bergetar hingga menghancurkan dan membinasakan kalian *(Tafsir as-Si’diy)*

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

💐📝 *TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-10)*

✅ *Ayat ke-17 Surat al-Mulk*

أَمۡ أَمِنتُم مَّن فِي ٱلسَّمَآءِ أَن يُرۡسِلَ عَلَيۡكُمۡ حَاصِبٗاۖ فَسَتَعۡلَمُونَ كَيۡفَ نَذِيرِ

_Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku_ *(Terjemah Depag RI)*

Apakah kalian merasa aman terhadap Allah yang berada di atas langit akan mengirimkan angin yang melemparkan kepada kalian bebatuan kecil? Kemudian kalian akan mengetahui –wahai orang-orang kafir– bagaimana peringatanKu terhadap kalian jika kalian melihat secara langsung adzab tersebut. Pada saat itu pengetahuan kalian tidak bermanfaat bagi kalian. Di dalam ayat ini terkandung penetapan ketinggian bagi Allah Ta’ala, sesuai dengan kemuliaan-Nya Yang Maha Suci *(Tafsir al-Muyassar)*

« Apakah kalian merasa aman (terhadap Allah yang berada) di atas langit akan mengirimkan kepada kalian badai berbatu » yaitu adzab dari langit (berupa lemparan batu kecil) dan Allah menyiksa kalian. « Niscaya kalian akan mengetahui bagaimana peringatan itu » Artinya, bagaimana datangnya peringatan kepada kalian dari para Rasul dan kitab-kitab. Janganlah kalian mengira bahwa perasaan aman dalam diri kalian terhadap adzab Allah dari bumi ataupun dari langit bermanfaat bagi kalian. Kalian akan merasakan akibatnya. Sama saja apakah waktunya masih lama atau sebentar lagi *(Tafsir as-Si’diy)*

✅ *Ayat ke-18 Surat al-Mulk*

وَلَقَدۡ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَكَيۡفَ كَانَ نَكِيرِ

_Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (para rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku_ *(Terjemah Depag RI)*

Sungguh kaum-kaum sebelum orang-orang kafir Makkah seperti kaum Nuh, Aad, Tsamud, telah mendustakan para Rasul mereka. Bagaimanakah pengingkaranKu terhadap mereka?! (Bagaimana pula) perubahan yang Aku lakukan terhadap mereka dari nikmat menjadi adzab dan kebinasaan untuk mereka *(Tafsir al-Muyassar)*

Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah bersikap mendustakan (peringatan Allah, pent) seperti yang kalian lakukan. Kemudian Allah binasakan mereka. Lihatlah bagaimana sikap pengingkaran Allah terhadap mereka. Allah segerakan siksaan di dunia sebelum siksaan di akhirat. Berhati-hatilah kalian jangan sampai mendapatkan seperti yang mereka alami *(Tafsir as-Si’diy)*

*Penerjemah:* Al-Ustadz Abu Utsman Kharisman  حفظه الله تعالى

💡💡📝📝💡💡
*WA al I'tishom*

TAFSIR SURAT AL-MULK (01-05)

💐📝TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-1)

✅Ayat ke-1 Surat al-Mulk

تَبَٰرَكَ ٱلَّذِي بِيَدِهِ ٱلۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ

Maha Suci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu (Terjemahan Depag RI)

“Sungguh berlimpah kebagusan Allah dan kebaikanNya terhadap seluruh makhlukNya. Yang di TanganNyalah kerajaan dunia dan akhirat serta kekuasaan terhadap keduanya. Perintah dan ketetapanNya (pasti) terlaksana. Dan Dia Maha berkuasa di atas segala sesuatu. Dari ayat ini dipetik pelajaran adanya Tangan bagi Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi sesuai kemuliaanNya” (Tafsir al-Muyassar)

“Sungguh Maha Agung dan Maha Tinggi, demikian banyak kebagusanNya. KebaikanNya mencakup (seluruh bagian). Di antara bentuk keagunganNya adalah: di TanganNya terdapat kekuasaan (seluruh) alam (baik yang) tertinggi maupun terendah. Dialah yang menciptakannya dan mengatur sesuai kehendakNya. Baik berupa hukum qodariy (segala yang terjadi di alam semesta, pent) maupun hukum Dien (syariat). (Semua itu) sesuai dengan hikmahNya. Di antara bentuk keagunganNya adalah kesempurnaan kekuasaannya. (Dia) Yang Maha Berkuasa di atas segala sesuatu. Dengan kekuasaanNya, Dia menciptakan makhluk-makhluk yang besar, seperti langit dan bumi” (Tafsir as-Si’diy)  

✅Ayat ke-2 Surat al-Mulk

ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ

Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun (Terjemah Depag RI)

“Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kalian – wahai manusia-: siapa di antara kalian yang terbaik amalannya dan paling ikhlas. Dan Dia Maha Perkasa yang tidak ada sesuatu pun yang bisa melemahkannya. Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat dari para hambaNya. Di dalam ayat ini terdapat dorongan (anjuran) untuk mengerjakan perbuatan ketaatan dan pencegahan/larangan terhadap perbuatan-perbuatan kemaksiatan” (Tafsir al-Muyassar)

“dan Dia menciptakan kematian dan kehidupan. Artinya: Dia menakdirkan untuk menghidupkan para hambaNya atau mematikan mereka. << Untuk menguji kalian siapakah yang paling baik amalannya >>, yaitu yang paling ikhlas dan paling benar. Sesungguhnya Allah menciptakan para hambaNya dan mengeluarkan mereka untuk kampung (dunia) ini dan mengkhabarkan kepada mereka bahwa mereka akan berpindah darinya. Allah memerintahkan dan melarang mereka. Allah uji mereka dengan hawa nafsu yang bisa merintangi dari perintahNya. Barangsiapa yang tunduk kepada perintah Allah dan membaguskan amalannya, Allah akan membaguskan untuknya balasan di dua kampung (dunia dan akhirat, pent). Barangsiapa yang cenderung pada hawa nafsunya dan melemparkan perintah Allah (tidak dikerjakannya, pent) maka ia akan mendapatkan balasan yang terburuk. << Dan Dia Maha Perkasa >> yang memiliki seluruh kemuliaan, yang Mampu menundukkan segala sesuatu. Seluruh makhluk tunduk padaNya. << Maha Pengampun >> terhadap orang-orang yang berbuat salah, kurang dalam ketaatan, maupun orang-orang yang berdosa. Terutama jika mereka bertaubat dan kembali kepadaNya, Dia akan mengampuni dosa-dosa mereka. Meskipun (dosa-dosa itu) mencapai langit. Dan Allah akan menutupi aib mereka meski (dosa mereka) sepenuh dunia” (Tafsir as-Si’diy)

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom

💐📝 Tafsir Surat al-Mulk (Bagian ke-2)

Ayat ke-3 Surat al-Mulk

ٱلَّذِي خَلَقَ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ طِبَاقٗاۖ مَّا تَرَىٰ فِي خَلۡقِ ٱلرَّحۡمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٖۖ فَٱرۡجِعِ ٱلۡبَصَرَ هَلۡ تَرَىٰ مِن فُطُورٖ

Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat? (Terjemah Depag RI)

“(Dialah) Yang menciptakan tujuh langit tersusun secara rapi, sebagian di atas sebagian lainnya (berlapis-lapis). Apakah engkau melihat pada ciptaan arRahmaan – wahai orang yang memandang- ada ketidakserasian dan ketidaksepadanan?! Ulangilah memandang ke langit: Apakah engkau melihat padanya terdapat keretakan atau sesuatu yang terpecah?!” (Tafsir al-Muyassar)

“(Dialah) Yang menciptakan tujuh langit berlapis, artinya: masing-masing lapisan berada di atas satu lapisan lainnya. Bukan berupa satu lapisan saja. Dan Dia menciptakanNya dalam puncak keindahan dan kekokohan. Tidaklah engkau melihat dalam penciptaan arRahmaan ada ‘tafaawut’, yaitu celah dan kekurangan. Kalau tidak ada kekurangan dalam berbagai sisi, jadilah itu indah secara sempurna. Serasi dalam seluruh sisi. Baik dalam warna, bentuk, maupun ketinggiannya. Begitu juga keserasian pada matahari, bulan, dan bintang-bintang yang bersinar. Baik yang posisinya statis maupun yang berjalan. Ketika kesempurnaannya telah diketahui, Allah Ta’ala memerintahkan untuk mengulangi memandangnya dan memperhatikan sisi-sisi pada berbagai penjurunya. Allah berfirman: << Ulangilah memandang >>, artinya: Ulangilah memandang dengan mengambil pelajaran. << Apakah engkau melihat ada ‘futhuur’ >> Artinya: kekurangan atau cacat” (Tafsir as-Si’diy)

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom

💐📝TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-3)

✅Ayat ke-4 Surat al-Mulk

ثُمَّ ٱرۡجِعِ ٱلۡبَصَرَ كَرَّتَيۡنِ يَنقَلِبۡ إِلَيۡكَ ٱلۡبَصَرُ خَاسِئٗا وَهُوَ حَسِيرٞ

Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih (Terjemah Depag RI)

“Kemudian ulangilah memandang berkali-kali, niscaya penglihatanmu akan kembali kepadamu dalam keadaan rendah lagi hina (tak mampu) untuk melihat adanya kekurangan. Penglihatan itu akan merasa capek lagi penat” (Tafsir al-Muyassar)

“<< Kemudian ulangilah memandang dua kali >> Maksudnya adalah banyak berulang (memandang). << Niscaya pandanganmu akan kembali padamu dalam keadaan terusir dan ia merasa capek >> Artinya: Ia tidak mampu melihat cela atau cacat meskipun berusaha sekuat tenaga “ (Tafsir as-Si’diy)

✅Ayat ke-5 Surat al-Mulk

وَلَقَدۡ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِمَصَٰبِيحَ وَجَعَلۡنَٰهَا رُجُومٗا لِّلشَّيَٰطِينِۖ وَأَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ

Dan Sungguh telah Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami menjadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala (Terjemah Depag RI)

“Dan sungguh telah Kami hiasi langit yang dekat yang terlihat oleh mata dengan bintang-bintang yang besar lagi bersinar. Kami jadikan bintang-bintang itu pula sebagai suluh api membakar bagi syaithan yang mencuri dengar (berita langit, pent). Dan Kami sediakan bagi mereka di akhirat adzab Neraka yang dinyalakan sehingga mereka bisa membandingkan rasa panasnya” (Tafsir al-Muyassar)

“Dan sungguh telah Kami perindah langit yang dekat, yaitu yang kalian lihat dan lapisan yang berada di dekat kalian. (Kami perindah) dengan lampu-lampu, yaitu bintang-bintang yang berbeda-beda cahaya dan kekuatan pancaran sinarnya. Kalau tidak ada bintang-bintang tersebut, niscaya (langit akan menjadi) atap yang gelap, tidak ada keindahan dan kecantikannya. Akan tetapi, Allah menjadikan bintang-bintang ini sebagai perhiasan bagi langit, membuatnya indah, bercahaya, dan sebagai alat petunjuk dalam kegelapan (di) daratan maupun lautan. Penyebutan bintang sebagai perhiasan langit yang terbawah tidaklah bertentangan dengan banyaknya bintang yang ada di atas langit yang tujuh. Karena langit-langit itu jernih (transparan) sehingga tercapailah keindahan bagi langit yang terbawah, meski di langit terbawah itu tidak ada bintang. Dan Kami jadikan dia, yaitu lampu-lampu (bintang) itu sebagai alat melempar syaithan yang hendak mencuri berita langit. Allah menjadikan bintang-bintang ini sebagai penjaga langit dari Syaithan yang hendak mencuri berita-berita tentang bumi. Suluh api yang dilemparkan dari bintang-bintang ini Allah sediakan di dunia bagi syaithan. << Dan Kami sediakan untuk mereka >> di akhirat << adzab yang menyala-nyala >> karena mereka durhaka terhadap Allah, dan menyesatkan para hambaNya. Karena itulah, para pengikut mereka dari kalangan orang-orang kafir akan seperti mereka. Allah sediakan untuk mereka adzab yang menyala-nyala” (Tafsir as-Si’diy)  

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom

💐📝TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-4)

✅Ayat ke-6 Surat al-Mulk

وَلِلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ

Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab Jahannam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali (Terjemah Depag RI)

Dan bagi orang-orang yang kafir terhadap Pencipta mereka (disediakan) adzab Jahannam. Seburuk-buruk tempat kembali bagi mereka adalah Jahannam (Tafsir al-Muyassar)

<< Dan bagi orang-orang yang kafir (disediakan) adzab Jahannam, itu adalah seburuk-buruk tempat kembali >> yang benar-benar menghinakan mereka (Tafsir as-Si’diy)

✅Ayat ke-7 Surat al-Mulk

إِذَآ أُلۡقُواْ فِيهَا سَمِعُواْ لَهَا شَهِيقٗا وَهِيَ تَفُورُ

Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara (Terjemah Depag RI)

Jika orang-orang kafir itu dilemparkan ke dalam Jahannam, mereka mendengar suara dahsyat yang mengerikan dalam keadaan Jahannam itu bergejolak secara dahsyat (Tafsir al-Muyassar)

<< Jika mereka dilemparkan ke dalamnya >> sebagai bentuk penghinaan dan perendahan terhadap mereka, << mereka mendengar pada Neraka itu ‘syahiqon’ >> yaitu suara keras mengerikan. << dalam keadaan Neraka itu meluap-luap >> (Tafsir as-Si’diy)

<< Jika mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar pada Neraka itu ‘syahiqon’ >>, Ibnu Jarir menyatakan: artinya adalah teriakan. << dan Neraka itu ‘tafuur’ >> ats-Tsauriy berkata: Meluap bagaikan gejolak biji yang sedikit di air (mendidih) yang banyak (Tafsir Ibnu Katsir)

<<...Jika mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar pada Neraka itu ‘syahiiqon’>> (suara seperti) permulaan ringkik keledai, yang itu adalah suara terburuk. << Neraka itu meluap >> Mendidih bagaikan mendidihnya (air di periuk). Mujahid berkata: Bergejolak (meluap) bagaikan mendidihnya air banyak yang di dalamnya terdapat sedikit biji (Tafsir al-Baghowiy)

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom

💐📝TAFSIR SURAT AL-MULK (Bag ke-5)

✅Ayat ke-8 Surat al-Mulk

تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلۡغَيۡظِۖ كُلَّمَآ أُلۡقِيَ فِيهَا فَوۡجٞ سَأَلَهُمۡ خَزَنَتُهَآ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ نَذِيرٞ

Hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka) itu bertanya kepada mereka,”Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?” (Terjemah Depag RI)

Hampir saja Jahannam terpecah karena sangat marahnya terhadap orang-orang kafir. Setiap kali dilemparkan sekelompok manusia, (Malaikat) yang ditugaskan dengan urusan Neraka bertanya dalam bentuk celaan: Bukankah telah datang kepada kalian di dunia Rasul yang memperingatkan kalian akan adzab ini?! (Tafsir al-Muyassar)

<< Hampir-hampir saja (Neraka) terpecah karena marah>>. Artinya: Hampir terpecah bagian-bagiannya, terpotong-potong (padahal ia adalah satu kesatuan) karena saking marahnya terhadap orang-orang kafir. Lalu bagaimana lagi perbuatan Neraka terhadap mereka jika mereka telah berada di dalamnya? Kemudian Allah menyebutkan celaan yang membuat bersedih penghuni Neraka. Allah menyatakan: << Setiap kali dilemparkan ke dalamnya sekelompok orang, penjaga Neraka bertanya kepada mereka: Bukankah telah datang pemberi peringatan?! >> Artinya, (Bagaimana) keadaan kalian ini dan apakah layak kalian masuk Neraka. Seakan-akan kalian tidak pernah diberi tahu tentang (ancaman) Neraka, dan seakan-akan tidak ada pemberi peringatan yang memberi peringatan kalian dari Neraka? (Tafsir as-Si’diy)

Penerjemah: Abu Utsman Kharisman

💡💡📝📝💡💡
WA al I'tishom