Tampilkan postingan dengan label YKNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label YKNU. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Mei 2016

Dalam Beramal, Tidak Cukup  Sekadar Niat Baik


Dalam Beramal, Tidak Cukup  Sekadar Niat Baik

Perhatikan baik-baik kisah nyata berikut;

Diriwayatkan oleh Ad-Darimi  dalam sunannya  dari 'Amru bin Salamah Al-Hamdani:

"Kami pernah duduk di pintu 'Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu sebelum shalat zhuhur berangkat bersamanya menuju Masjid. Tiba-tiba datanglah Abu Musa Al-Asy'ari radhiallahu 'anhu seraya berkata:

"Apakah sudah keluar bersama kalian Abu 'Abdirrahman (Yaitu 'Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu -ed)?

Kami katakan:

"Belum."

Tatkala beliau keluar, kami berdiri, dan Abu Musa radhiallahu 'anhu  berkata:

"Wahai Abu 'Abdirrahman, sungguh aku baru saja melihat sesuatu yang pasti kau ingkari di Masjid itu. Aku tidak melihat –alhamdulillah- kecuali kebaikan."

Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu  berkata:

"Apa itu?"

☘ "Jika umurmu panjang akan kau lihat pula sendiri. Aku lihat di masjid tersebut sekelompok orang dalam beberapa halaqah sedang menunggu shalat yang masing-masingnya dipimpin satu orang, di tangan mereka tergenggam kerikil.

Dia (pemimpin) berkata:

"Bertakbirlah seratus kali!"

☘ Maka yang lainpun bertakbir seratus kali.

Pemimpinnya berkata:

"Bertahlil seratus kali!"

Merekapun bertahlil (mengucapkan laa ilaaha illallaahu).

Pemimpinnya berkata:

"Bertasbihlah seratus kali!"

Merekapun bertasbih seratus kali

Demikian Abu Musa radhiallahu 'anhu menjawab. 

Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu bertanya:

"Lalu apa yang kau katakan kepada mereka?"

Abu Musa radhiallahu 'anhu berkata:

"Aku tidak mengatakan sesuatu karena menunggu pendapat dan perintahmu."

Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu  berucap:

"Mengapa tidak kau perintahkan mereka menghitung dosa-dosa mereka, dan kau jamin tidak akan hilang sia-sia kebaikan mereka sedikitpun?"

Kemudian dia berjalan dan kamipun mengikutinya hingga tiba di tempat halaqah-halaqah itu.

Beliau berhenti seraya berkata:

"Apa yang sedang kalian lakukan ini?"

Mereka berkata:

"Wahai Abu 'Abdirrahman, ini adalah kerikil yang kami gunakan untuk bertakbir, bertahlil dan bertasbih."

Beliau radhiallahu 'anhu berkata:

"Coba kalian hitung dosa-dosa kalian, saya jamin tidak akan hilang sia-sia kebaikan kalian sedikitpun. Celaka kalian, wahai ummat Muhammad! Alangkah cepatnya kalian binasa. (padahal) Para sahabat Nabi kalian masih banyak di sekitar kalian, pakaian beliau belum lagi rusak, mangkok-mangkok beliau beliau lagi pecah. Demi Zat yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya (apakah) kalian ini berada di atas millah (ajaran) yang lebih lurus daripada ajaran Nabi Muhammad ataukah sedang membuka pintu kesesatan?"

Mereka berkata:

"Demi Allah, wahai Abu 'Abdirrahman, kami tidak menginginkan apa-apa kecuali kebaikan."

Beliau radhiallahu 'anhu berkata:

وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ

"Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak pernah mendapatkannya.

Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyampaikan kepada kami satu hadits, kata beliau:

أَنَّ قَوْماً يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ

"Sesungguhnya ada satu kaum mereka membaca Al-Quran tapi tidak melewati tenggorokan mereka.."

☝️"Demi Allah, aku tidak tahu, barangkali sebagian besarnya adalah dari kalian."

Kemudian beliau berpaling meninggalkan mereka.

'Amru bin Salamah mengatakan:

"Sesudah itu kami lihat sebagian besar mereka ikut memerangi kami di Nahrawand bersama Khawarij."

Lihatlah bagaimana reaksi Ibnu Mas’ud radhiallahu 'anhu terhahap sebuah kemungkaran meskipun dianggap dan diniatkan suatu kebaikan!

Mungkinkah beliau mengingkari amalan dzikrullah dan mengingkari majelis dzikir ini?

Apakah beliau tidak senang dengan tahlil, tasbih dan takbir?

Adakah rasa dengki dalam diri beliau kepada orang-orang yang ingin beribadah dan berlomba-lomba dalam kebaikan?

Suatu pertanyaan retoris tentunya..

Adapun yang ditentang oleh Ibnu Mas'ud radhiallahu 'anhu adalah tatacaranya yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Inilah sebuah contoh dan bukti dari sekian contoh dan bukti yang menunjukkan bahwa sekedar niat baik tidak cukup dalam beramal.

☝️Allah ta'ala mengingatkan:

قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِ‌ينَ أَعْمَالًا ﴿١٠٣﴾ الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا ﴿١٠٤﴾

"Katakanlah:"Maukah kamu, kami terangkan tentang orang-orang yang paling merugi amalannya, sia-sia usaha mereka di dunia, dalam keadaan mereka menyangka telah berbuat sebaik- baiknya)". (Al-Kahfi: 103-104)

Setiap amalan selain butuh niat yang baik yaitu iklhas, juga dibutuhkan adanya kesesuaian dan kecocokan dengan yang telah dicontohkan dan diajarkan nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Alangkah tepat ucapan Imam Asy-Syafi'i rahimahullahu yang mengatakan:

مَنْ اِسْتَحْسَنَ فَقَدْ شَرَعَ

"Barangsiapa yang menganggap baik  suatu perbuatan, berarti telah menetapkan sebuah syari'at." (Lihat: al-I’tisham karya asy-Syathibi)

Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tetapi tidak pernah mendapatkannya.

Maka sederhana dalam sunnah itu lebih baik daripada berlebih-lebihan dalam kebid'ahan, sebagaimana petuah shahabat mulia Abdullah Ibnu Mas’ud radhiallahu 'anhu dan yang lain.

☝️Allahu A'lam

Silakan kunjungi:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2016/05/20/perhatikan-baik-baik-kisah-nyata-berikut/

Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://telegram.me/yknuonline

Atau

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin

Selasa, 12 April 2016

Beginikah Pemikiran Islam NUsantara?

Beginikah Pemikiran Islam NUsantara?

Setelah kita melihat teoritis Islam NUsantara yang indah dan menarik, tiba saatnya kita melihat praktek dan amaliah dari para pegiat Islam NUsantara yang berslogan rahmatan lil alamin tersebut. Karena praktek dan amaliah itulah yang akan menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya.

Adapun wacana dan teori di atas kertas, sangat mudah dilakukan. Semudah taqiyah yang dilakukan Syi’ah teman Kiai Islam NUsantara Sa’id Aqil Siraj.

Berikut ini kita akan melihat satu potret nyata dari pemuja dan pegiat Islam NUsantara, seorang yang mengaku dari kalangan NU tulen, bernama Muhammad Amin.

Contoh produk asli Islam NUsantara, dia menerangkan asal usulnya yang 100% NU:

“Sedari kecil saya terbiasa dengan Islam NUsantara, seluruh keluarga saya orang NU tulen”

Berdasarkan pengakuannya, dia benar-benar NU, tidak ada unsur Wahabi sedikitpun, meski tanpa malu masih mengimpor “budaya arab”, lihat saja namanya tetap Muhammad, plus embel-embel Amin, artinya yang bisa dipercaya, dari arab tho?

☄Gak beda jauh seperti Kang Said, Kiai Islam NUsantara, yang juga mengimpor nama dari daerah gurun pasir…

Kemudian Si Amin menegaskan kembali eksistensinya sebagai pengusung aliran Jamaah Islam NUsantara (JIN). Hal ini dia buktikan dengan memberi dukungan kepada NU dan pentolan Islam NUsantara Said Aqil Siraj, yang terang-terangan membela dan mendukung 100 % agama Syiah serta membantu penyebarannya di Indonesia.

Yang ajaran tersebut merupakan ciri utama dari Islam NUsantara.

Lihat kembali di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/inilah-ciri-ciri-islam-nusantara/

❓ Lantas bagaimana sih ajaran sekaligus praktek Islam NUsantara itu?

1⃣ 1. Diantaranya menganggap Veda (kitab umat Hindu), lebih panjang, lebih tua, lebih puitis, sehingga lebih mulia, dan lebih terjaga keasliannya daripada al-Qur’an.

2⃣ 2. Kemudian diantara kemajuan “berfikir” Islam NUsantara adalah menyatakan kalau berbuka dengan kurma, berjubah dan berhijab sekadar budaya bar-bar Arab, yang muncul karena kebetulan Nabi Muhammad orang arab, jadi “pola pikir” nya cenderung ke Arab.

3⃣ 3. Inti dari Islam adalah rahmatan lil alamin, konsep ini juga didapati dalam budaya Jawa dan Bali. Bahkan konsep di dua budaya lokal NUsantara tersebut jauh lebih spesifik dan lengkap dari konsep rahmatan lil alamin Islam.

4⃣ 4. Inti ajaran Islam NUsantara adalah menyatakan kalau agama Islam bukan sesuatu yang istimewa, apalagi budaya arab yang bar-bar yang seharusnya dipisah dari Islam.

5⃣ 5. Karena memiliki kearifan lokal, tidak terpaku pada nash-nash tekstual yang kaku menjadikan Islam NUsantara lebih hidup, karena bisa mengikuti zaman. Diantara bukti konkritnya adalah ide untuk membuat Gerejid, Gereja Masjid sebagai solusi untuk umat Kristen dan Islam yang suka saling membakar Gereja dan Masjid. Usulan cemerlang, yang disampaikan oleh Wali Gus Dur kepada Yesus dan Muhammad, yang kemudian disetujui dan diakhiri dengan tertawa bersama-sama, gitu aja kok repot.

6⃣ 6. Bahkan dengan lantang Mas Amin penjaja Islam NUsantara menyerukan bahwa Allah itu tidak ada, kalau ada yang marah silahkan lapor kepada Allah, biar Allah yang langsung memenjara Mas Amin Pendekar Islam NUsantara, yang 100% asli murni dan tulen NU (berdasar pengakuannya).

Demikianlah amaliah dan praktek langsung dari pegiat Islam NUsantara yang rahmatan lil alamin.

Dari pengamatan di atas kita dapatkan kesimpulan:

1. Islam NUsantara atau JIN adalah penyambung lidah Jaringan Islam Liberal (JIL), yang memiliki berbagai ajaran sesat dan menyesatkan, bahkan bisa mengantarkan pada kekufuran.

2. Diantara kesesatan tersebut: Menghina al-Quran dan menganggap kedudukannya jauh lebih rendah dibandingkan Veda (kitab umat Hindu).

⚫️ 3. Mencela Islam, dengan mengatakan Islam Arab berbudaya bar-bar. Bahkan menyatakan konsep rahmatan lil alamin dalam Islam lebih rendah dari konsep semisal dalam budaya Jawa atau Bali.
⚪️ 4. Mencela Nabi Muhammad dengan mengaitkan ajaran Islam yang beliau sampaikan dengan budaya Arab. Ini mirip dengan perilaku gembong NU dan pejuang Islam NUsantara lainnya Kiai Aqil Siraj yang berani mencela Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam. Persaksian tersebut datang dari tokoh-tokoh NU sendiri.

☑️ 5. Mengolok-olok dan menghina Nabi Isa alaihi salam dan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam dalam waktu bersamaan. Dan ini adalah tradisi Islam NUsantara yang rahmatan lil alamin dari dahulu, mengikuti jejak pendahulu mereka yang telah berani menghina Nabi Luth alaihi salam.

6. Memposisikan kedudukan Gus Dur di atas kedudukan dua Nabi dan Rasul Allah azza wa jalla yang mulia, dengan menyatakan Nabi Isa alaihi salam dan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wa sallam dengan menerima ide Gus Dur untuk membangun Gerejid. Ditambah lagi dengan mengatakan kedua Nabi dan Rasul yang mulia tersebut tertawa bersama-sama dengan Gus Dur, sebagai bentuk keridhaan keduanya atas usul dan “kecerdasan” Gus Dur tersebut.

✔️ 7. Menghina umat Islam dengan mengatakan mereka sering membakar gereja dan mengebom gereja. Padahal sejatinya yang suka membakar gereja adalah warga NU yang klaimnya Kiai NU Said Aqil, Islam NUsantara adalah umat yang rahmatan lil alamin.

✅ Coba tengok kembali sejarah pembakaran gereja di Rengasdengklok, Tasikmalaya dan Situbondo yang dilakukan oleh “oknum” warga NU.

Tidak tanggung-tanggung jumlah gereja yang mereka bakar sangat fantastis: 4 buah Gereja dan 2 Vihara di Rengasdengklok, 8 buah Gereja di Tasikmalaya dan 15 buah Gereja dibumihanguskan dalam waktu sekejap di Situbondo. Benar-benar “rahmatan lil alamin”, tidak seperti Wahabi yang keras dan radikal atau Islam Arab yang bar-bar.

Baca kembali di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/menelisik-tradisi-beduk-nahdlatul-ulama-nu/

http://www.yuk-kenal-nu.net/menelisik-tradisi-beduk-nahdlatul-ulama-nu-bagian-kedua/

☝️ 8. Dan puncak dari kelancangan warga NU yang tulen 100% ke NU annya ini, pejuang dan pegiat Islam NUsantara tersebut dengan mengatakan bahwa Allah azza wa jalla tidak ada, dan menantang Rabb alam semesta untuk memenjarakannya.

Renungan:

Demikianlah kekufuran-kekufuran Liberal, yang mereka bungkus dengan kemasan JIN atau Islam NUsantara.

❓ Akankah seorang mukmin rela dengan ucapan-ucapan dan klaim-klaim seperti di atas?

❓ Akankah seorang msulim akan terbawa arus Liberal gaya baru yang dibungkus kemasan JIN atau Islam NUsantara?

❓ Masihkah ormas NU tetap membela dan mengusung JIN atau Islam NUsantara, sebagaimana dalam muktamar-muktamar mereka?

❓ Akankah kaum muslimin Indonesia NUsantara terus lalai dan silau dengan slogan-slogan ormas NU yang memukau dan mempesona?

Renungan dan nasihat untuk saudara muslimin kami di NUsantara Indonesia untuk waspada karena bencana dunia-akhirat sedang mengancam kita dan keluarga kita.

Silakan kunjungi:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2015/08/05/beginikah-pemikiran-islam-nusantara/

Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://telegram.me/yknuonline

Atau

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin

Sabtu, 02 April 2016

Ziarah Kubur dan Ngalap Berkah

Ziarah Kubur dan Ngalap Berkah

Ziarah kubur termasuk amalan yang disyariatkan. Dengannya seseorang akan banyak mengingat kematian dan akhirat. Sehingga, ia akan mempersiapkan diri untuk menghadapinya, dengan memperbanyak amal saleh maupun bertobat dari maksiat. Demikian tujuan dari ziarah kubur.

Rasulullah bersabda,

«فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُ الآخِرَةَ»

  “Maka lakukanlah ziarah kubur, karena ia akan mengingatkan negeri akhirat.” (HR. at-Tirmidzi)

Namun, ziarah kubur kadang disalahartikan dan disalahgunakan. Tujuan awal dari ziarah kubur tidak lagi menjadi prioritas, bahkan ditinggalkan. Di sebagian masyarakat, syariat ziarah kubur akhirnya berubah menjadi ritual ngalap berkah. Tidak sedikit peziarah kubur justru mencari berkah dari orang mati yang di kubur tersebut.

Makna berkah adalah langgengnya kebaikan, atau bertambahnya kebaikan. Artinya, peziarah ingin mendapatkan kebaikan atau tambahan kebaikan dari penghuni kubur tersebut, seperti panjang usia, hidup tenang, rezeki lancar, cepat dapat jodoh dan lain sebagainya.

Jika memang demikian kondisinya, maka ritual ngalap berkah menjadi terlarang. Larangan tersebut karena ritual ngalap berkah bisa sampai pada tingkat perbuatan syirik atau setidaknya termasuk perbuatan bidah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah.

Ngalap berkah: Syirik

☝️Jika si peminta berkah tersebut meyakini bahwa penghuni kubur tersebut-lah yang memberi berkah. Artinya, dia meminta berkah kepada selain Allah ta’ala. Inilah hakikat perbuatan syirik; meminta kepada selain Allah ta’ala. Dan inilah yang dilakukan oleh orang-orang musyrik jahiliyah terhadap para berhala mereka.

Ngalap berkah: Bid’ah

☝️ Jika si peminta berkah meyakini bahwa yang memberi berkah adalah Allah ta’ala, tetapi harus melalui si penghuni kubur. Amalan semacam ini tidak diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kalau dibiarkan berkelanjutan akan menghantarkan kepada perbuatan kesyirikan.

Pembaca, disebutkan dalam hadits Abu Waqid al-Laitsi radhiallahu ‘anhu,

Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pulang dari perang Hunain. -Waktu itu kami baru saja memeluk agama Islam-. Kaum musyrikin memiliki sebuah pohon yang mereka iktikaf di sana dan juga menggantungkan persenjataan mereka pada pohon tersebut. Tempat itu dikenal dengan sebutan dzatu anwath. Kami pun melewati pohon tersebut kemudian kami berkata kapada Rasulullah:

“Wahai Rasulullah, jadikanlah untuk kami sebuah dzatu anwath seperti mereka!”

Maka Rasulullah mengingkarinya,

☝️ “Subhanallah, Allahu Akbar! Sungguh kalian telah berkata seperti perkataan Bani Israil kepada nabi Musa, buatkanlah untuk sesembahan seperti mereka. Sungguh kalian telah mengikuti jalan yang mereka tempuh.” (HR. at-Tirmidzi)

Penghuni kubur adalah orang yang telah mati. Mereka tidak bisa mendengar apalagi mengabulkan permintaan orang lain. Mereka sendiri lebih butuh pertolongan dan kebaikan di alam kubur.

Allah ta’ala berfirman,

وَلَا تَدْعُ مِن دُونِ اللَّـهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِّنَ الظَّالِمِينَ ﴿١٠٦﴾ وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَن يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ﴿١٠٧﴾

“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim. Jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya. Dia memberikan kebaikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Yunus: 106-107)

Allah ta’ala juga berfirman,

وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّن يَدْعُو مِن دُونِ اللَّـهِ مَن لَّا يَسْتَجِيبُ لَهُ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَهُمْ عَن دُعَائِهِمْ غَافِلُونَ ﴿٥﴾
“Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang menyembah sembahan-sembahan selain Allah yang tiada dapat memperkenankan (doa) nya sampai hari kiamat dan mereka lalai dari (memperhatikan) doa mereka?” (al-Ahqaf: 5)

Allah ta’ala menceritakan kondisi orang yang meminta kepada selain Allah ta’ala,

وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِن قِطْمِيرٍ ﴿١٣﴾ إِن تَدْعُوهُمْ لَا يَسْمَعُوا دُعَاءَكُمْ وَلَوْ سَمِعُوا مَا اسْتَجَابُوا لَكُمْ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُونَ بِشِرْكِكُمْ ۚ ﴿١٤﴾

“Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. Jika kamu menyeru mereka, mereka tiada mendengar seruanmu; dan kalau mereka mendengar, mereka tidak dapat memperkenankan permintaanmu. Dan di hari kiamat mereka akan mengingkari perbuatanmu.” (Fathir: 13-14)

Lebih daripada itu, berkah termasuk perkara ghaib. Allah ta’la meletakkan keberkahan pada apa saja yang Dia kehendaki. Seseorang tidak bisa mengklaim bahwa pada sebuah benda atau tokoh tertentu terdapat berkah kecuali jika ada dalil yang menunjukkannya.

☝️ Wallahu a’lam.

Silakan kunjungi:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2015/12/18/ziarah-kubur-dan-ngalap-berkah/

Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://telegram.me/yknuonline

Atau

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin

Jumat, 01 April 2016

Yang Paling Baik Amalnya

⚖ Yang Paling Baik Amalnya

“ Mas mas, saya ini bingung dan serba salah. Ini salah itu salah. Gak shalawatan, gak ikut tahlil, gak ikut pengajian  dan yang semisalnya salah. Mau shalawatan, tahlilan juga salah. Amalannya sedikit  salah dan dibilang pelit, banyak beramal juga salah malah dibilang berlebih-lebihan. Lalu saya harus bagaimana?”

✏️ Yah, ungkapan ini adalah sebuah ‘keluhan’ yang bisa jadi ada di setiap kita.

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah ta'ala...

Beramal shalih memang penting karena merupakan konsekuensi dari keimanan. Tapi perlu kita ketahui bersama bahwa yang tak kalah penting adalah mengetahui trik-trik diterimanya amalan. Jangan sampai ibadah yang kita lakukan sama sekali tidak “berfaidah” bagi kita. Sungguh sangat disayangkan tentunya.

Allah 'azza wa jalla dalam sebuah ayat-Nya berfirman:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ ﴿٢﴾

“(Dialah Allah) Yang menciptakan kematian dan kehidupan agar Dia menguji kalian siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya." (al-Mulk: 2)

Pada ayat ini Allah ta'ala dengan tegas menjelaskan kepada kita amalan bagaimana yang diharapkan oleh-Nya.

☝️ Allah ta'ala menegaskan:

“Yang lebih baik amalnya.”

✋ Allah ta'ala tidak menyebutkan secara kuantitas (sedikit atau banyak) tapi Allah ta'ala menyebutkan secara kualitas (mutu ibadah). 

☝️Renungkanlah kembali, Allah ta'ala tidak menyebutkan:

“Yang paling banyak amalnya.”

Tapi Allah ta'ala menyebutkan:

"Yang paling baik amalnya.”

❓ Lalu sekarang bagaimana amalan itu dikatakan paling baik?

⚠️ Tentunya jika pertanyaan ini kita jawab dengan pendapat kita masing-masing, kemungkinan besar ‘keluhan’ di awal tidak bisa tertangani dengan baik. Maka butuh ‘diagnosa’ dan ‘terapi’ yang tepat dalam menjawabnya dan alangkah baiknya  urusan ini kita serahkan kepada ‘para spesialis’ yang memang khusus dan mumpuni.

Kata al-Imam Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullahu bahwa yang dimaksud dengan:

“Yang paling baik amalnya.”

Adalah yang paling ikhlas ketika mengerjakannya dan yang paling benar.

Yang paling ikhlas maksudnya ikhlas hanya untuk Allah ta'ala dan yang paling benar maksudnya mencocoki dan mengikuti tata cara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mengamalkan amalan tersebut.

Orang yang ikhlas tapi tidak sesuai dengan caranya rasul maka amalannya tidak diterima. Begitu pula sebaliknya, sudah mencocoki tapi tidak ikhlas maka amalanya juga tidak diterima. Sehingga butuh untuk ikhlas dan mencocoki Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Inilah cara agar amalan menjadi yang terbaik.

Namun jangan salah paham ya...

Bukan berarti kita tidak boleh untuk banyak beramal. Orang yang amalannya banyak dan disamping itu pula dia ‘menebus resep’ yang kita sebutkan tadi maka dia akan menuai banyak keutamaan. 

Sehingga kesimpulannya, monggo (silakan) bershalawat, mengucap tahlil, membaca surat Yasin dan yang lainnya serta amalan yang lain. Tapi jangan lupa, tetap harus jadi amalan yang terbaik bukan hanya yang terbanyak.

Silakan kunjungi:

http://www.yuk-kenal-nu.net/2016/03/31/yang-paling-baik-amalnya/

Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://telegram.me/yknuonline

Atau

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin

Senin, 07 Maret 2016

Kisah Tragis Seorang Syiah Rafidhah

KISAH TRAGIS SEORANG SYIAH RAFIDHAH
Al-Hafizh adz-Dzahabi rahimahullah menuturkan,
Al-Imam Muhammad bin Mantab rahimahullah menceritakan kepadaku, bahwa Izzuddin Yusuf al-Mushili rahimahullah pernah melayangkan sebuah surat kepadanya.
Sambil memperlihatkan surat tersebut kepadaku, Izzuddin Yusuf membacakan isi surat tersebut,
Dulu, kami pernah memiliki seorang kawan. Namanya asy-Syams bin al-Hasyisyi. Orang ini sering mencela dan mencaci-maki Sayyidina Abu Bakr dan Umar bin al-Khaththab radiallahu anhuma. Celaan dan caci-makiannya sering kelewat batas.
Pada suatu kesempatan, kami mendengarkan sebuah ceramah. Ketika merasa bahwa isi ceramah berubah dari keyakinannya, Syams memisahkan diri dari jamaah sambil mencela dan mencaci Abu Bakr maupun Umar bin al-Khaththab radiallahu anhuma.
⚠️ Aku pun segera menegur Syams, Wahai Syams, celaka kamu!
Kamu masih saja mencela dan mencaci-maki mereka berdua (Sayyidina Abu Bakr dan Umar radiallahu anhuma) sedangkan usiamu sudah semakin tua.
Bandingkan apa yang sudah kamu miliki dengan yang sudah mereka dapatkan!
⏰ Mereka sudah mendahului kita tujuh ratus tahun sementara Allah berfirman,
تلك أمَّةٌ قد خلت
“Mereka itu adalah kaum yang telah berlalu.” (al-Baqarah : 141)
Mendengar ucapanku ini, ternyata jawaban Syams adalah,
“Demi Allah, demi Allah! Abu Bakr dan Umar berada di dalam neraka!”
Syams mengucapkan kata-kata ini di hadapan banyak orang. Bulu kudukku merinding mendengarkan ucapan yang sangat tidak pantas ini.
Seketika itu, aku menengadahkan kedua tanganku ke arah langit sambil berdoa,
☝️ Ya Allah, Dzat Yang Mahakuasa di atas segala hamba-Nya!
☝️ Wahai Dzat yang tidak ada sesuatupun yang tersembunyi dari-Nya!
☝️ Aku meminta kepada-Mu, jika anjing ini (yang dimaksud adalah Syams, -red) di atas kebenaran maka turunkanlah tanda kepadaku.
☝️ Namun jika ia memang zalim, maka turunkanlah sesuatu yang bisa menyadarkan orang-orang bahwa orang ini di atas kebatilan sekarang juga!
Begitu selesai berdoa, tiba-tiba kedua mata Syams membengkak.
Kedua bola matanya mendadak menjadi besar dan hampir keluar dari kelopaknya.
Badannya berubah menjadi hitam legam, seperti besi gosong yang dipandai dan dibakar.
♨️ Dari kerongkongannya keluar sesuatu yang menjadikan burung-burung mati berjatuhan.
Akhirnya, Syams digotong ke rumahnya.
Tidaklah mencapai tiga hari berikutnya, Syamssi pencela sayyidina Abu Bakr dan Umar radiallahu anhuma ini meregangkan nyawa.
Yang lebih mencengangkan lagi, tidak ada seorangpun bisa memandikan jasad Syams. Sebab, dari badan dan kedua matanya keluar cairan yang tidak pernah berhenti.
Dengan keadaan seperti itu, badan Syams dikuburkan begitu saja.
Setelah menceritakan kisah tersebut, Ibnu Mantab rahimahullahu menambahkan,
Ketika teman-teman kami dari kota Maushil datang ke Baghdad, ternyata mereka juga menceritakan kejadian tersebut kepadaku.
Dan memang kejadian tersebut benar-benar terjadi.
Peristiwa naas itu terjadi pada tahun 710 H. (Referensi: Tarikh al-Islam hal. 117 cetakan Darul Mughni)
Silakan kunjungi:
http://www.yuk-kenal-nu.net/2015/10/06/kisah-tragis-seorang-syiah-rafidhah/
Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.
Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:
https://telegram.me/yknuonline
Atau
https://goo.gl/qyrUcN
Atau
http://bit.ly/1luO2wL
Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!
☝️ Amin


Selasa, 16 Februari 2016

IJABI Ormas Syi’ah Indonesia Berdusta, “Serang” YKNU (2)

IJABI Ormas Syi’ah Indonesia Berdusta, “Serang” YKNU (2)

Namun artikel yang ditujukan sebagai nasihat kepada kaum muslimin tersebut, membuat gerah kaum Syi’ah, membuat makan mereka tidak nikmat, menjadikan tidur mereka tidak nyenyak.

♨️ Khawatir makar-makar busuk mereka diketahui umat, takut kedok Cinta Ahlul Bait yang selama ini mereka pakai tersingkap dan terbongkar, hingga berbagai cara mereka lakukan untuk memadamkan cahaya kebenaran.

Tidak sungkan dan tanpa malu, berdusta pun akhirnya menjadi pilihan.

♨️ Karena berdusta bagian dari agama Syi’ah, maka mereka akan leluasa menggunakan jurus dusta tersebut kapan saja dan di mana saja, tidak terkecuali di Indonesia.

Coba simak ucapan dua ulama besar Ahlussunnah wal Jama’ah, dua Imam Mazhab.

Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullahu, beliau berkata:

لَمْ أَرَ أَحَدًا مِنْ أَصْحَابِ الْأَهْوَاءِ أَكْذَبَ فِي الدَّعْوَى , وَلَا أَشْهَدَ بِالزُّورِ مِنَ الرَّافِضَة

“Aku belum pernah melihat para pembela hawa nafsu yang lebih berdusta dalam gugatan dan yang paling berani bersaksi palsu daripada kaum Syiah Rafidhah.” (al-Ibanah al-Kubra karya Ibnu Baththah)

Demikian pula al-Imam Malik bin Anas rahimahullahu, imamnya kota Madinah juga pernah berucap:

لَا تُكَلِّمْهُمْ وَلَا تَرْوِ عَنْهُمْ فَإِنَّهُمْ يَكْذِبُونَ.

“Jangan kalian berbicara kepada mereka (kaum Syiah Rafidhah) dan jangan meriwayatkan hadits dari mereka karena sesungguhnya mereka kaum pendusta.” (al-Muntaqa’ karya adz-Dzahabi)

Simak kembali penjelasan akidah dusta dalam agama Syi’ah, di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/syiah-sang-pendusta-1/

http://www.yuk-kenal-nu.net/syiah-sang-pendusta-2/

♨️ Sekarang kita dengarkan kembali kicauan IJABI ormas Syi’ah Indonesia melalui akun resminya:

“Hati-hati dengan situs abal-abal seperti ini, yang atasnamakan NU untuk menyebar kebencian & permusuhan pada NU & Syiah.”

Dua poin penting yang kita dapatkan dari ucapan IJABI Syi’ah di atas adalah:

✅ 1. Situs YKNU (Yuk Kenal NU) adalah situs abal-abal yang mengatas namakan NU.

✅ 2. Situs YKNU (Yuk Kenal NU) dibuat untuk menyebar kebencian dan permusuhan pada NU dan Syiah.

Coba kita perhatikan poin yang pertama, dengan enteng dan gegabah, karena telah terbiasa dengan sifat dusta, ormas Syi’ah tersebut menuding akun YKNU mengatas namakan NU, sehingga terhukumi sebagai akun abal-abal.

❓ Benarkah demikian?

Saudara-saudara kami kaum muslimin dimanapun anda berada…

Semoga Allah ‘azza wa jalla menjaga kita dari sifat dusta…

Jika ada seseorang mengatakan kepada Anda:

“Yuk Kenal Abdullah Bin Saba’ ”

❓ Apakah tepat, jika orang tersebut dituduh telah mengatas namakan dirinya atau mengaku sebagai Abdullah bin Saba’ tokoh Yahudi pendiri agama Syi’ah?

Jika ada seseorang mengatakan kepada Anda:

“Yuk Kenal Abu Lu’ lu’ah ”

❓ Apakah bisa dibenarkan, orang tersebut divonis telah mengatas namakan dirinya atau mengaku sebagai Abu Lu’ lu’ah al-Majusi yang membunuh Amirul Mukminin Umar radiallahu ‘anhu?

Jika ada seseorang mengatakan kepada Anda:

“Yuk Kenal al-Khomeini ”

❓ Apakah Anda sepakat, orang tersebut langsung divonis telah mengatas namakan dirinya atau mengaku sebagai al-Khomeini pemimpin para pemberontak yang menggulingkan Shah Iran?

Demikian pula, jika ada seseorang yang mengajak Anda:

“Yuk Kenal KH Hasim Asy’ari ”

❓ Kemudian spontan anda menuduh orang tersebut telah mengaku sebagai KH Hasim Asy’ari Sang Pendiri NU?

❓Apakah hal ini bisa dinalar dan dibenarkan oleh logika yang sehat?

⛵️ Jawabannya:

Tentu tidak.

Begitulah keadaan situs dan akun YKNU (Yuk Kenal NU).

✅ Sangat janggal, bahkan lucu, apalagi ketika permasalahan ini hendak ditarik-tarik ke ranah hukum.

YKNU (Yuk Kenal NU) adalah sebuah akun yang mengajak untuk mengenal NU.

‼️ Coba dipahami kembali:

❗️ Mengajak mengenali NU lebih dekat, lebih obyektif, berdasarkan data dan fakta yang ada.

❌ Eh… Malah dituduh dan divonis mengatas namakan NU.

Hanya orang yang kalap mata, sesak dada dan sempit hati sajalah yang mengambil sikap tidak terpuji ini.
Yang berikutnya, ada pertanyaan yang harus dijawab oleh IJABI ormas Syi’ah tersebut terkait dengan tuduhan yang mereka lemparkan, bahwa:

✅ 1. Situs YKNU (Yuk Kenal NU) adalah situs abal-abal yang mengatas namakan NU.

‼️ Wahai kaum Syi’ah, datangkan buktinya!

Tunjukkan kepada kami dan para pembaca, di artikel manakah, atau di bagian manakah di situs YKNU atau akun YKNU yang mengatas namakan NU?

هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ(111)

“Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar (jujur)” (al-Baqarah: 111)

Sehingga kami dituding sebagai akun yang mengatas namakan NU alias akun abal-abal, atau akun NU gadungan (palsu).

‼️ Coba datangkan jika kalian jujur dengan tuduhan kalian!

Ataukah memang, itu hanya trik kalian, wahai Syiah!

⚠️ Dengan menebar kebencian dan fitnah agar manusia lari dari kebenaran?

Sehingga kalian berani berdusta sebagaimana kebiasaan kalian?

Demikianlah para pembaca…

Nasihat untuk kaum muslimin, dimanapun mereka berada…

Hendaknya kita menjauh dan jangan bergaul dengan para pendusta…

Agar selamat di dunia dan akhirat…

Silakan kunjungi:

http://yuk-kenal-nu.net/2015/11/14/ijabi-ormas-syiah-indonesia-berdusta-serang-yknu-2/

Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://telegram.me/yknuonline

Atau

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin

IJABI Ormas Syi’ah Indonesia Berdusta, “Serang” YKNU (1)

♨️ IJABI Ormas Syi’ah Indonesia Berdusta, “Serang” YKNU (1)

Pada hari Jum’at tanggal 13 Nov 2015, tepatnya pukul 07.47 – 07.50, akun resmi IJABI ormas yang menaungi pemeluk agama Syi’ah di Indonesia menebarkan twitt yang berbunyi:

“Hati-hati dengan situs abal-abal seperti ini, yang atasnamakan NU untuk menyebar kebencian & permusuhan pada NU & Syiah.”

Twitt tersebut disebarkan oleh IJABI ormas Syi’ah Indonesia kepada banyak tokoh Sepilis (Sekuler, Pluralis dan Liberal) NUsantara, yaitu:

@ulil (Ulil Abshar), @sahaL_AS (Akhmad Sahal), @Moqsith (Abdul Moqsith Ghazali),@zuhairimisrawi (Zuhairi Misrawi), @gusmusgusmu (A. Mustofa Bisri), @GunRomli (Mohamad Guntur Romli), @AlissaWahid (Alissa Wahid), @GUSDURians (Komunitas GUSDURian)

⚠️ Orang-orang yang ditokohkan, dengan jelas dan terang-terangan membela dan menyebarkan penyakit berbahaya di tengah-tengah kaum muslimin, paham Sepilis yang mereka impor dari negeri-negeri kafir.

Jika kita menyimak kicauan IJABI ormas Syi’ah Indonesia tersebut, maka kita dapatkan beberapa kesimpulan:

1. Situs YKNU (Yuk Kenal NU) adalah situs abal-abal yang mengatas namakan NU.

2. Situs YKNU (Yuk Kenal NU) dibuat untuk menyebar kebencian dan permusuhan pada NU dan Syiah.

♨️ Demikianlah dua poin penting dari kicauan IJABI ormas Syi’ah Indonesia di atas.

Saudara-saudara kami kaum muslimin, semoga Allah ‘azza wa jalla melindungi kita dari berbagai kesesatan…

Berawal dari beberapa artikel di situs YKNU yang menjelaskan kepada kaum muslimin tentang bahaya Syi’ah yang sekarang semakin meresahkan di negeri ini.

Silakan telisik kembali artikel-artikel tersebut di:

http://www.yuk-kenal-nu.net/indonesia-darurat-syiah-1/

http://www.yuk-kenal-nu.net/indonesia-darurat-syiah-2/

http://www.yuk-kenal-nu.net/indonesia-darurat-syiah-3/

http://www.yuk-kenal-nu.net/indonesia-darurat-syiah-4/

http://www.yuk-kenal-nu.net/indonesia-darurat-syiah-5/

http://www.yuk-kenal-nu.net/indonesia-darurat-syiah-6/

http://www.yuk-kenal-nu.net/indonesia-darurat-syiah-7/

http://www.yuk-kenal-nu.net/indonesia-darurat-syiah-8/

http://www.yuk-kenal-nu.net/indonesia-darurat-syiah-9/

Artikel yang ilmiah, berisi data dan fakta, disuguhkan kepada kaum muslimin Indonesia, sebagai bentuk rasa sayang kami kepada sesama muslim. Cinta kami dan upaya dari kami untuk ikut menjaga ketentraman negeri ini.

Dari Shahabat Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahu ‘anhu, pembantu Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam, beliau bersabda,

: لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ [رواه البخاري ومسلم]

“Tidak beriman salah seorang di antara kamu hingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri. (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Karena fakta telah membuktikan, di mana kaum Syi’ah berada, maka di sana mereka berbuat kerusakan, membuat rusuh, membunuh, membantai, kudeta kepada pemerintah yang sah, dan berbagai perbuatan keji lainnya.

Pembunuhan jama’ah haji tahun 312 H, pembantaian jama’ah haji disertai pencurian Hajar Aswad tahun 317 H, hancurnya Khilafah Bani ‘Abbasiyyah di Kota Baghdad pada tahun 656 H, kehancuran Shah Persia dan Revolusi Syiah Iran pada tahun 1979, berbagai tragedi di musim haji yang terjadi pada tahun 1406 H atau 1986 M, tahun 1407 H atau 1987 M, tahun 1409 atau 1989 M, tahun 1410 atau 1990 M, tahun 1434 atau 2013 M, tahun 1436 atau 2015 M.

Demikian pula hancurnya berbagai negeri Irak, Suriah dan Yaman. Semua tragedi kemanusiaan itu tidak bisa lepas dari makar busuk penganut agama Syi’ah dan propaganda mereka.

Sehingga apa yang kami sajikan itu hakikatnya adalah dalam rangka saling menasihati sesama muslim dalam perkara kebaikan, dan mengingatkan mereka dari perkara keburukan (Syi’ah).

Karena agama Islam dibangun di atas Nasihat.

Shahabat Abu Ruqayyah, Tamim ibn Aus ad-Dari radhiallahu ‘anhu, berkata,

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ يَارَسُولَ اللهِ؟ قَالَ: للهِ، ولكتابه، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ

“Agama adalah nasihat.”

Kami (para shahabat) berkata:

❓ “Bagi siapa wahai Rasulullah?”

Beliau bersabda:

☝️ “Bagi Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum muslimin, dan bagi kaum muslimin pada umumnya.” (HR. Muslim)

☔️ Bukankah “Sedia payung sebelum hujan” dan “Mencegah lebih baik daripada mengobati” adalah langkah bijak?

Silakan kunjungi:

http://yuk-kenal-nu.net/2015/11/14/ijabi-ormas-syiah-indonesia-berdusta-serang-yknu-1/

Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://telegram.me/yknuonline

Atau

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin

Tokoh Liberal NU Ulil Abshar Samakan YKNU Dengan NU Garis Lurus

Tokoh Liberal NU Ulil Abshar Samakan YKNU Dengan NU Garis Lurus

Dalam akun twitter resmi miliknya, pada hari Kamis 4 September 2015, tokoh Liberal NU Ulil Abshar berkicau:

“Ini sejenis akun NU Garis Lurus. Garisnya Wahabi.”

❓ Siapa yang sedang dibidik “tokoh besar” Liberal NUsantara tersebut?

Rupanya akun twitter YKNU (Singkatan dari: Yuk Kenal NU), sebuah akun yang berusaha menyajikan fenomena, data, fakta dan peristiwa aktual, seputar ormas NU.

Sebuah upaya, nasihat, amar makruf nahi mungkar yang ditujukan kepada sesama muslim, terkhusus muslimin NUsantara Indonesia yang selama ini terus menjadi bulan-bulanan, terus menjadi obyek penyesatan yang dilakukan oleh tangan-tangan orientalis di negeri ini.

♨️ Rupanya seorang yang sudah “kadung” ditokohkan dikalangan NU, menjadi pembesar di kalangan Liberalis NUsantara ini gerah, panas hatinya, sempit dadanya dan tidak tahan lisannya, sehingga dia mengucapkan apa yang disembunyikan dalam relung hatinya.

Ya…

☝️ Apa sulitnya bagi anda wahai Ulil Abshar untuk menyatakan kepada “fansmu”:

“Lihatlah oleh kalian!”

“Bacalah!”

“Jika memang itu sebuah kebenaran, ambillah oleh kalian!”

Namun, memang lidah seorang Liberalis telah menjadi kelu, pena seorang Liberalis telah tersendat, bahkan pedang seorang Liberalis telah tumpul…

Tumpul dengan berbagai “pesanan” para tuan nun jauh di sana…

Kandas dengan berbagai “kepentingan” yang sudah antri di depan mata…

Bahkan buta, tidak bisa melihat, meskipun matahari menerangi di atas kepala…

Ya…

Itulah kaum Liberalis NUsantara…

Saking butanya, teman sendiri sesama NU disikat juga, dengan cap usang warisan penjajah Inggris dahulu kala…

Cap WAHABI…

Selamat membaca Yuk Kenal NU…

Semoga Allah azza wa jalla memberi hidayah kepada siapa saja yang dikehendaki -Nya, meski kaum Orientalis Liberalis terus berkicau…

Yuk Kenal NU terus maju…

Pantang Mundur, Janganlah Ragu…

☝️Ingat-ingat!

Kaum muslimin membutuhkan nasihat, meski secercah…

Bak kata pepatah:

“Anjing Menggonggong Kafilah Tetap Berlalu.”

Silakan kunjungi:

http://yuk-kenal-nu.net/2015/09/05/tokoh-liberal-nu-ulil-abshar-samakan-yknu-dengan-nu-garis-lurus/

Tebarkan nasihat, berilmu, beramal dan beramar makruf nahi mungkar.

Dengan mengajak saudara, kenalan dan handai taulan anda bergabung dengan channel telegram YKNU Online di:

https://goo.gl/qyrUcN

Atau

http://bit.ly/1luO2wL

Silakan dishare! Semoga bermanfaat untuk kaum muslimin!

☝️ Amin