Tampilkan postingan dengan label Fadhilah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fadhilah. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Juni 2019

KEUTAMAAN BERJALAN MENUJU MASJID UNTUK SHOLAT JUMAT, SHOLAT WAJIB, ATAU MENUNTUT ILMU

KEUTAMAAN BERJALAN MENUJU MASJID UNTUK SHOLAT JUMAT, SHOLAT WAJIB, ATAU MENUNTUT ILMU
مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ ثُمَّ بَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا
Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat kemudian berangkat awal, berjalan kaki tidak berkendaraan, duduk mendekat pada Imam, menyimak dengan baik khutbah Imam dan tidak melakukan perbuatan sia-sia, maka setiap langkah kakinya adalah (pahala) amalan setahun berpuasa dan qiyaamul lail (H.R Abu Dawud, anNasaai, Ibnu Majah, dishahihkan Syaikh al-Albany)
مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا
Barangsiapa yang berwudhu dan menyempurnakan wudhu’nya kemudian mendatangi (sholat) Jumat, menyimak (khutbah Imam) dan diam, akan diampuni antara Jumat (itu) dengan Jumat (sebelumnya) dan ditambah 3 hari. Barangsiapa yang memain-mainkan kerikil, maka ia telah berbuat sia-sia (H.R Muslim)
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لاَ يُرِيْدُ إِلاَّ أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ
Barangsiapa yang berangkat pagi menuju masjid, tidak menginginkan kecuali mempelajari kebaikan atau mengajarkannya, maka pahalanya seperti berhaji secara sempurna (H.R atThobarony, dishahihkan Syaikh al-Albany)
ثَلاَثَةٌ فِي ضَمَانِ الله ، عَزَّ وَجَلَّ ، رَجُلٌ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ إِلَى مَسْجِدٍ مِنْ مَسَاجِدِ الله ، عَزَّ وَجَلَّ ، وَرَجُلٌ خَرَجَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ الله وَرَجُلٌ خَرَجَ حَاجًّا
Ada 3 orang yang berada dalam jaminan Allah Azza Wa Jalla: seorang yang keluar dari rumahnya menuju salah satu masjid Allah Azza Wa Jalla, seorang yang keluar berperang di jalan Allah, dan seorang yang keluar untuk berhaji (H.R al-Humaidy dan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah, dishahihkan Syaikh al-Albany)
أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَذَلِكُمْ الرِّبَاطُ
Maukah kalian aku tunjukkan pada (amalan-amalan) yang menghapuskan dosa-dosa dan menaikkan derajat-derajat? Para Sahabat berkata: Ya, wahai Rasulullah. Beliau bersabda: menyempurnakan berwudhu’ dalam keadaan yang menyulitkan, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu sholat (berikutnya) setelah sholat. Itu adalah ribath (berjaga di perbatasan kaum muslimin dalam menghadang musuh) (H.R Muslim)
مَنْ تَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ فَأَسْبَغَ الْوُضُوءَ ثُمَّ مَشَى إِلَى الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ فَصَلَّاهَا مَعَ النَّاسِ أَوْ مَعَ الْجَمَاعَةِ أَوْ فِي الْمَسْجِدِ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ ذُنُوبَهُ
Barangsiapa yang berwudhu’ untuk sholat, kemudian menyempurnakan wudhu’nya kemudian berjalan menuju sholat wajib, sholat bersama manusia atau bersama Jamaah atau di masjid, Allah ampuni dosanya (H.R Muslim dari Utsman bin Affan)
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ
Sholat seorang laki-laki berjamaah (di masjid) lebih utama dibandingkan sholatnya di rumahnya atau di pasarnya 25 kali lipat. Yang demikian karena ketika ia berwudhu dan menyempurnakan wudhunya kemudian keluar menuju masjid tidak menginginkan kecuali sholat, tidaklah ia melangkahkan satu langkah kecuali ditinggikan satu derajat dan dihapus satu kesalahan. Jika ia sholat Malaikat senantiasa mendoakannya selama ia berada di tempat sholatnya: Ya Allah bersholawatlah kepadanya, Ya Allah rahmatilah ia. Senantiasa seseorang berada dalam keadaan sholat selama ia menunggu sholat (H.R al-Bukhari).
إِنَّ أَعْظَمَ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلَاةِ أَبْعَدُهُمْ إِلَيْهَا مَمْشًى
Sesungguhnya manusia yang paling besar pahalanya dalam sholat adalah yang paling jauh berjalan kaki menuju (tempat sholat)(H.R Muslim)
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ كَانَ رَجُلٌ لَا أَعْلَمُ رَجُلًا أَبْعَدَ مِنْ الْمَسْجِدِ مِنْهُ وَكَانَ لَا تُخْطِئُهُ صَلَاةٌ قَالَ فَقِيلَ لَهُ أَوْ قُلْتُ لَهُ لَوْ اشْتَرَيْتَ حِمَارًا تَرْكَبُهُ فِي الظَّلْمَاءِ وَفِي الرَّمْضَاءِ قَالَ مَا يَسُرُّنِي أَنَّ مَنْزِلِي إِلَى جَنْبِ الْمَسْجِدِ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ يُكْتَبَ لِي مَمْشَايَ إِلَى الْمَسْجِدِ وَرُجُوعِي إِذَا رَجَعْتُ إِلَى أَهْلِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ جَمَعَ اللَّهُ لَكَ ذَلِكَ كُلَّهُ
Dari Ubay bin Ka’ab –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Ada seseorang yang paling jauh tempat tinggalnya dari masjid. Ia tidak pernah ketinggalan sholat. Dikatakan kepadanya: Kalau seandainya engkau membeli keledai sehingga bisa ia tunggangi di saat gelap atau panas. Orang itu berkata: Saya tidak suka rumah saya berada di samping masjid. Sesungguhnya saya ingin agar tercatat (pahala) langkah saya menuju sholat dan langkah kepulangan saya (dari masjid menuju rumah). Maka Rasulullah shollalahu alaihi wasallam bersabda: Allah telah menggabungkan hal itu semua untukmu (pahala langkah berangkat menuju masjid dan pahala langkah pulang dari masjid)(H.R Muslim).
Catatan : Hadits Ubay bin Ka’ab ini adalah dalil yang menunjukkan bahwa pahala langkah kaki yang tercatat bukan saja saat berangkat dari rumah menuju masjid, namun juga langkah kaki saat dari masjid pulang ke rumah. Sebagaimana dijelaskan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad hafidzhahullah dalam syarh Sunan Abi Dawud.
<< Abu Utsman Kharisman >>

WA al I'tishom


Minggu, 14 Januari 2018

JANGAN TIDUR MALAM SEBELUM MEMBACA SURAT AL-MULK

⛔ *JANGAN TIDUR MALAM SEBELUM MEMBACA SURAT AL-MULK*

📝 Ibnu Mas'ud radliyallahu 'anhu berkata:

" ```Seseorang didatangi (oleh malaikat) di kuburannya. Lalu dia didatangi dari arah kedua kakinya. Maka kedua kaki tersebut berkata:

✅ "Tidak ada jalan bagian kalian (untuk mengadzab) dari sisi kami. Sungguh dahulu dia membacakan untuk kami surat al-Mulk"

🔰 Lalu didatangi lambungnya. Dia pun berkata:

"Tidak ada jalan bagi kalian untuk mengadzabku. Dahulu dia telah menghafalkan Surat al-Mulk"

✳ Kemudian didatangi dari arah kepalanya. Lalu dia berkata:

"Tidak ada jalan bagi kalian (untuk mengadzab) dari sisiku. Dahulu dia membaca Surat al-Mulk denganku.```"

📚 Hasan/ Mushannaf Abdur Razzaq 6025

🖊 Abu Abdillah Rahmat

🔎 Muraja'ah: Al-Ustadz Kharisman hafizhahullah

🗓 27 R. Tsani 1439
      14 Januari 2018

🇸🇦 Arabic

‏[لاتنم حتى تقرأ سورة الملك]
قال ابن مسعود:
يؤتى الرجل في قبره فتؤتى رجلاه فتقولان: ليس لكم على ماقبلنا سبيل، قد كان يقرأ علينا سورة الملك، ثم يؤتى جوفه فيقول: ليس لكم علي سبيل كان قد أوعى في الملك، ثم يؤتى رأسه فيقول: ليس لكم على ماقبلي سبيل كان يقرأ بي الملك.
حسن/عبدالرزاق ٦٠٢٥
https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/951546206009913344

=============={{{}}}}==============

▫️▫️▫️▫️💎▫️▫️▫️▫️

KEUTAMAAN MEMBACA 
SURAT AL MULK 
SETIAP MALAM

▫️▫️▫️▫️💎▫️▫️▫️▫️

Al Ustadz Usamah  Mahri  hafizahullah

@BacalahAlQuran


◇~~~~~~~~~~~~~~~◇
 🌀 FAEDAH PAGI INI 🍃
◇~~~~~~~~~~~~~~~◇


⛺ ~ SEBELUM TIDUR BACALAH DO'A INI ~⛺


✋🏼 قبل أن تنام ✋🏼 

🌿 قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :
( من قال حين يأوي إلى فراشه :


لا إله إلا الله وحده لاشريك له ، له الملك وله الحمد وهو على كل شي قدير ، لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم ،  سبحان الله والحمدلله ولا إله إلا الله والله اكبر ، غفرت له كل ذنوبه أو خطاياه وان كانت مثل زبد البحر).



📚 صحيح الترغيب والترهيب للإمام  الألباني ( 607 ) 

✅ والدال على الخير كفاعله


👉🏾 Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

💬 "Barangsiapa membaca ketika akan tidur :

لاَإلَهَ إلاَّ اللَّه وَحدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْر، لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ،
سُبْحَانَ اللَّه وَالْحَمْدُ لِلَّه وَ لاَ إلَهَ إلاَّ اللَّه وَاللَّهُ أكْبَر.

💧💧 Maka diampuni semua dosanya atau kesalahannya meskipun sebanyak buih di lautan."

📚 Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, Imam Al- Albani  (607)


◇◇◇◇◆🌀◆◇◇◇◇

✏🇮🇩 🏼 Diterjemahkan oleh Al-Ustadzah Ummu Abdillah Zainab Ali Bahmid hafizhahallah pada Selasa, 19 Shafar 1437 H / 1 Desember 2015 M

◇◇◇◇◇◆🍃🌀🍃◆◇◇◇◇◇

○ http://annisaa.salafymalangraya.or.id
○ http://telegram.me/nisaaassunnah


🎀 Nisaa` As-Sunnah 🎀


Selasa, 31 Mei 2016

Keutamaan-Keutamaan Puasa


بسم الله الرحمن الرحيم

⛺KEUTAMAAN-KEUTAMAAN PUASA

☝DI ANTARANYA adalah:

1. Dilipatgandakannya kebaikan (pahala) suatu amalan padanya dengan tanpa batas pada jumlah/bilangan tertentu. Sementara amalan-amalan yang lain dilipatgandakan pahalanya oleh Allah ta’ala hanya sebanyak 10 sampai 700 kali lipat. Sebagaimana diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Setiap amalan anak Adam dilipatgandakan pahalanya sebanyak 10 sampai 700 kali lipat sampai pada yang dikehendaki oleh Allah ta’ala. Allah ta’ala berfirman : “Kecuali puasa, maka sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku-lah yang akan membalasnya. Dia (hamba) meninggalkan syahwat, makan, dan minumnya karena Aku.” Bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan: gembira ketika berbuka dan gembira ketika bertemu dengan Rabbnya. Dan sungguh bau mulut orang yang berpuasa di sisi Allah adalah lebih harum dari semerbak minyak wangi misik. (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Asy Syaikh Al-Albani).

Maka jelaslah dari hadits ini bahwasanya Allah mengkhususkan puasa untuk diri-Nya daripada amalan-amalan yang lain. Dan Allah mengkhususkan amalan puasa tersebut dengan dilipatgandakannya pahala suatu amalan -sebagaimana yang telah lalu-, dan bahwasanya keikhlasan dalam puasa adalah jauh lebih mendalam nilainya dibanding amalan-amalan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Dia meninggalkan syahwat, makan, dan minumnya karena Aku (Allah).

Sebagaimana pula Allah subhanahu wata’ala memberikan balasan berikutnya bagi orang yang berpuasa dengan kegembiraan di dunia dan akhirat yaitu kegembiraan yang terpuji dikarenakan dia telah melaksanakan ketaatan kepada Allah ta’ala, sebagaimana yang telah diisyaratkan dalam ayat-Nya

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ
Katakanlah dengan keutamaan Allah dan rahmat-Nya maka dengan itu bergembiralah kalian. (Yunus: 58)

Sebagaimana diambil pula faidah bahwa suatu ketaatan yang bisa menimbulkan pengaruh tertentu, maka itu menunjukkan sesuatu yang dicintai oleh Allah ta’ala, sebagai misal adalah apa yang didapatkan dari orang yang berpuasa dari bau mulutnya yang berubah dengan sebab puasa.

2. Di antara keutamaan puasa adalah bahwasanya puasa akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat dan akan menutupinya dari dosa-dosa dan syahwat yang membahayakan serta akan menjaganya dari An-Naar, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Puasa dan Al Qur’an keduanya akan memberikan syafa’at kepada seorang hamba pada hari kiamat, Puasa berkata :: Wahai Rabbku aku telah menahannya dari makanan dan syahwat, maka berilah syafa’at kepadanya. Al Qur’an juga berkata : Aku telah menahannya dari tidur pada malam hari maka berilah syafa’at kepadanya. Maka keduanya diberi izin oleh Allah untuk memberikan syafaat.(HR. Ahmad, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda

Puasa adalah sebagai tameng dan akan membentengi pelakunya dari An Naar. (HR. Ahmad, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani).

3. Dan di antara keutamaan puasa adalah bahwasanya doa orang yang berpuasa itu dikabulkan oleh Allah ta’ala, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Dan sesungguhnya bagi setiap muslim pada setiap siang dan malam memiliki doa yang dikabulkan oleh Allah ta’ala. (HR. Ahmad, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani).

Dan telah disebutkan pada pertengahan ayat-ayat puasa (yakni Al Baqarah ayat 183 sampai 187) yang memberikan dorongan kepada orang yang berpuasa untuk memperbanyak doa dalam firman-Nya

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ
Dan jika hamba-Ku bertanya kepadamu tentang-Ku maka katakanlah: sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa seseorang jika dia berdoa kepada-Ku. (Al Baqarah: 186)

4. Dan di antara keutamaan puasa adalah bahwasanya puasa akan menjauhkan pelakunya dari An Naar pada hari kiamat berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Tidaklah seorang hamba yang berpuasa satu hari di jalan Allah kecuali dengan (puasa) hari tersebut Allah akan jauhkan wajahnya dari An Naar sejauh perjalanan selama 70 musim.(HR. Muslim, An Nasa’i, Ad Darimi).

5. Dan di antara keutamaan puasa adalah dikhususkannya bagi orang yang berpuasa dengan salah satu pintu dari pintu-pintu Al Jannah yang mereka akan masuk ke dalamnya tanpa selain mereka, sebagai bentuk pemuliaan dan sebagai balasan atas ibadah puasa yang mereka lakukan. Berdasarkan sabda beliau shallallahu ‘alaihi wasallam

Sesungguhnya di Al Jannah ada sebuah pintu yang dinamakan dengan Ar Rayyan, orang-orang yang berpuasa masuk melalui pintu tersebut pada hari kiamat, yang tidak akan masuk ke dalamnya selain orang-orang yang berpuasa. Maka kemudian dikatakan : mana orang-orang yang berpuasa? maka bangkitlah orang-orang yang berpuasa dan merekapun memasukinya. Dan jika mereka telah masuk ke dalamnya, ditutuplah pintu tersebut dan tidak ada lagi yang masuk ke dalamnya seorangpun. (Muttafaqun ‘Alaihi).

✏ Penulis/Editor : Admin Silsilatush Sholihin Padang
Sumber : salafy.or.id
⏰ Pukul : 14.45 WIB

Hastag : #keutamaan_keutamaan_puasa

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kumpulan Artikel :
www.salafypadang.salafymedia.com
---------------------------
https://tlgrm.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatush Sholihin Padang

Minggu, 15 November 2015

Contoh-Contoh Orang-orang Mendapatkan Buah Keikhlasan


------
Contoh-Contoh Orang-orang Mendapatkan Buah Keikhlasan
------

Allah -عزوجل- berfirman:

{إِنَّ الْأَبْرَارَ يَشْرَبُونَ مِن كَأْسٍ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ َرُّهُ مُسْتَطِيرًا وَيُطْعِمُونَ الطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِ مِسْكِينًا وَيَتِيمًا وَأَسِيرًا إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوْمًا عَبُوسًا قَمْطَرِيرًا }
Artinya:
"Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan, minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga); yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang adzabnya merata dimana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesungguhnya kami takut akan adzab (yang datang) dari Rabb kami, pada suatu hari; yang (pada hari itu orang-orang bermuka) masam, penuh kesulitan." [Al Insan : 5-10].

Diantara keutamaan orang yang ikhlas:

1⃣ Selamatnya Nabi Yusuf -Alaihissallam- dari godaan wanita yang akan menjerumuskannya pada perzinaan disebabkan pertolongan Allah -Azza wa Jalla- dan keikhlasannya. Allah -subhanahu wa Ta'ala- berfirman:
 

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَا أَن رَّأَىٰ بُرْهَانَ رَبِّهِ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ ۚ إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ

"Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu, andaikan dia tidak melihat tanda (dari) Rabb-nya. Demikianlah agar kami memalingkan daripadanya kemunkaran dan kekejian.Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba Kami yang terpilih." [Yusuf : 24].

 2⃣ Seorang ghulam (pemuda) yang mu’min, dengan keikhlasannya dan pertolongan dari Allah, ia mendapat kedudukan yang besar di sisi Allah. Yaitu dengan berimannya sebagian besar rakyat dengan kematiannya. Dia menyuruh Sang Raja, bila ingin membunuhnya, maka sang Raja harus mengatakan بسم الله برب الغلام di hadapan rakyatnya. Lalu dilepaskan anak panah dan matilah anak muda ini. Seketika itu juga, rakyat yang menyaksikan kejadian ini berucap “kami beriman kepada Rabb anak muda ini”. kisah ini dapat dilihat dalam kitab Riyadhush Shalihin, no. 31, Bab. Shabar

3⃣ Orang yang pergi shalat berjama’ah di masjid dengan ikhlas, maka setiap langkahnya menuju masjid akan menghapuskan dosa dan mengangkat derajatnya sampai masuk masjid. Dan bila ia masuk masjid, maka malaikat bershalawat atasnya dan mendo’akannya:

“Ya Allah, berilah rahmat kepadanya. Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya. Ya Allah, terimalah taubatnya”.

Selama di tempat shalat itu ia tidak mengganggu orang lain dan selama belum hadats (belum batal). [HR Bukhari dan Muslim.
Secara lengkap lihat Riyadhush Shalihin, no. 11].

 4⃣ Ada tiga perkara yang menjadikan hati seorang mukmin tidak menjadi seorang pengkhianat, yaitu :
▪ikhlas beramal karena Allah

▪memberikan nasihat yang baik kepada pemimpin kaum muslimin

▪dan senantiasa komitmen kepada jama’ah kaum Muslimin.

[HR Bazzar, dari sahabat Abu Said Al Khudri dengan sanad hasan. Lihat Shahih Targhib Wat Tarhib 1/104-105, no. 4].

 5⃣ Ummat ini akan ditolong oleh Allah dengan orang-orang yang lemah, karena keikhlasan mereka. Rasulullah -Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda :

إِنَّمَا يَنْصُرُ اللهُ هَذِهِ الأُمَّةَ بِضَعِيْفِهَا : بِدَعْوَتِهِمْ وَ صَلاَتِهِمْ وَ إِخْلاَصِهِمْ

"Sesungguhnya Allah menolong ummat ini dengan orang-orang yang lemah dengan do’a, shalat dan keikhlasan mereka." [HR Nasa-i, 6/45].




✏ Abu Sufyan al-Musy -حفظه الله-





WA Berbagi Faedah [WBF] |  https://jendelasunnah.com
Join WBF di alamat: https://telegram.me/WABerbagiFaedah
----------------------
--------------------------
                      -WBF-
------------------------------------------------

Kamis, 08 Oktober 2015

SEBAGIAN KEUTAMAAN AYAT KURSI

SEBAGIAN KEUTAMAAN AYAT KURSI

Ayat al-Kursiy adalah salah satu ayat dalam Surat al-Baqoroh. Tepatnya di ayat ke-255. Ayat tersebut adalah ayat yang paling agung dalam al-Quran, sebagaimana yang disabdakan Nabi shollallahu alaihi wasallam kepada Ubay bin Ka’ab dalam hadits riwayat Muslim.

Berikut ini adalah beberapa keutamaan ayat al-Kursiy:

✅Pertama: Barangsiapa yang membiasakan membacanya setiap selesai sholat 5 waktu, itu akan menghantarkannya menuju Jannah (Surga)
Dari Abu Umamah –radhiyallahu anhu- beliau berkata: Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda: Barangsiapa yang membaca ayat Kursi selesai sholat wajib, tidaklah menghalanginya dari masuk surga kecuali kematian (H.R anNasaai, dishahihkan Ibnu Hibban dan al-Albany)

✅Kedua : Barangsiapa yang membacanya di waktu pagi, dirinya akan terlindungi dari Syaithan hingga sore hari. Jika dibaca di sore hari, akan terlindungi dari Syaithan hingga pagi hari.
Dari Muhammad bin Ubay bin Ka’ab dari ayahnya bahwasanya ia memiliki semangkuk kurma yang berkurang jumlahnya. Maka suatu malam ia menjaganya. Ternyata ada binatang yang sebesar anak remaja baru baligh. Maka ia mengucapkan salam, dan makhluk itu menjawab salamnya. Kemudian Ubay bin Ka’ab bertanya: Apakah engkau ini? Manusia atau Jin? Ia mengatakan: Aku adalah Jin. Ubay berkata: Ulurkan tanganmu. Iapun mengulurkan tangannya. Ternyata tangannya adalah tangan anjing dan bulunya bulu anjing. Ia berkata: Demikianlah perawakan Jin. Para Jin telah mengetahui bahwa tidak ada seorangpun yang lebih kuat dari saya. Ubay bertanya: Apa yang menyebabkan engkau ke sini? Ia berkata: Telah sampai kepada kami bahwa engkau suka bershodaqoh. Maka kami datang untuk mengambil sebagian makananmu. Ubay bertanya: Apa yang bisa menyelamatkan kami dari kalian? Ia mengatakan: Ayat dalam surat al-Baqoroh: Allaahu Laa Ilaaha Illaa huwal Hayyul Qoyyum (ayat kursi), barangsiapa yang membacanya ketika sore, akan dilindungi dari kami hingga pagi. Barangsiapa yang membacanya ketika pagi, akan dilindungi dari kami hingga sore. Pagi harinya Ubay bin Ka’ab menceritakan kejadian itu kepada Rasulullah shollallahu alaihi wasallam dan beliau bersabda: telah benar ucapan al-Khobits (Jin syaithan)(H.R anNasaai dan atThobarony, dinyatakan sanadnya jayyid (baik) oleh al-Mundziri dan dishahihkan al-Albany)

✅Ketiga: Barangsiapa yang membacanya sebelum tidur di waktu malam, ia akan terlindungi dari Syaithan hingga pagi hari. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh al-Bukhari.

(Abu Utsman Kharisman)

WA Al-I'tishom via WA Al-Mansuroh