Tampilkan postingan dengan label Sunnah Yang Ditinggalkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah Yang Ditinggalkan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Juli 2019

DIANTARA SUNNAH YANG TELAH DITINGGALKAN MANUSIA SETELAH MEMBACA AL-QURAN


✋ DIANTARA SUNNAH YANG TELAH DITINGGALKAN MANUSIA SETELAH MEMBACA AL-QURAN
 Janganlah engkau membaca:
صدق الله العظيم
☝ akan tetapi bacalah:
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
 Sunnah yang kebanyakan manusia melalaikannya setelah membaca Al-Qur'an. Disunnahkan setelah selesai membaca Al-Quran untuk membaca :
( سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ).
"Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."
 Dalil akan hal itu adalah: 
⏩ Dari Aisyah radhiallahu'anha berkata:  Tidaklah Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam duduk di satu majlispun dan TIDAKLAH MEMBACA QUR'AN dan mengerjakan shalat apapun kecuali beliau menutupnya dengan bacaan itu."
 Lalu Aisyah berkata : Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, saya melihat engkau. Tidaklah engkau duduk dalam suatu majlis, tidak pula engkau membaca Qur'an, tidak pula engkau mengerjakan shalat apapun kecuali engkau menutupnya dengan membaca bacaan tadi?"
 Jawab beliau: "Ya, barangsiapa yang mengucapkan kebaikan ditutup untuknya penutup di atas kebaikan tadi. Dan barang siapa yang mengucapkan kejelekan (dalam majlisnya), maka bacaan doa tadi sebagai penghapus kejelekan (kaffarah) baginya.
( سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أشهد أن لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ ).
"Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau, aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu."
 Imam An-Nasaai membuat Bab atas hadits ini dengan perkataan beliau:  "Bab Apa yang dibaca setelah membaca Al-Quran." Sanadnya shahih:  Dikeluarkan oleh An-Nasaai dalam As-Sunan Al-Kubra dan Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam An-Nukat 2/733. Sanadnya shahih.
 Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata dalam Ash-Shahihah 7/495 :  Ini adalah sanad yang shahih juga diatas syarat Muslim.
 Syaikh Muqbil Al-Wadii berkata dalam Al-Jami' As-Shahih mimma Laisa fi Ash-Shahihain 2/128: Ini adalah sanad yg shahih.
✊ Manusia sekarang meninggalkan sunnah yang satu ini, mereka malah membaca doa setelah membaca Al-Quran: "Shadaqallahul Azhiim"
 Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah Tentang Shadaqallahul Azhiim :
⛔ Menjadikan kalimat "Shadaqallahul Azhiim" dan yang semisalnya sebagai penutup untuk membaca Al-Quran itu bidah.  Karena tidak pasti dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kalau beliau membacanya setiap selesai membaca Al-Quran. Kalau seandainya hal itu disyariatkan untuk menutup bacaan Al-Qur'an niscaya beliau  membaca setelahnya.
 Dan telah pasti dari beliau bahwasanya beliau bersabda:
"Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami ini perkara yang bukan darinya maka hal itu tertolak." (HR. Bukhary dan Muslim)..
☝ Hanya Allahlah tempat memohon Taufiq.
Dan shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, Keluarga beliau dan sahabat beliau.
 Komite Tetap Untuk Pembahasan Ilmiyah Dan Fatwa.
Dipimpin oleh Imam Abdul Aziz Bin Baaz rahimahullah
Anggota : Al-Allamah Abdullah bin Ghudayyan rahimahullah.
Anggota Al-Allamah AbdurRazzaq Afifi rahimahullah.
 Sumber Fatwa no 7306.
@forumsalafy


Senin, 25 Desember 2017

UCAPAN "MARHABAN" (SUNNAH YANG TERLUPAKAN)

✋🏻📢🌷💐 UCAPAN "MARHABAN" (SUNNAH YANG TERLUPAKAN)

وهي أن تقول بعد رد السلام مرحباً بارك الله لكم ويزيدكم  ﻗﻮﻝ ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑﻌﺪ ﺭﺩ ﺍﻟﺴﻼﻡ ﺳﻨﺔ ﺛﺎﺑﺘﺔ

Yakni mengucapkan setelah menjawab salam kalimat: "Marhaban", semoga Allah memberkahi kalian dan menambahkan barakah kepada kalian. Ucapan Marhaban setelah menjawab salam itu sunnah yang jelas.

Sesungguhnya Nabi ﷺ berkata kepda Putri beliau Fathimah radhiyallahu anha:

ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑِﺎﺑْﻨَﺘِﻲ

Marhaban putriku. (HR.  Bukhari 3623 dan Muslim2450)

● Nabi ﷺ berkata kepada Ummu Hani:

ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑﺄﻡِّ ﻫَﺎﻧِﺊٍ‏

Marhaban Ummu Hani. (HR. Bukhari 357 dan Muslim 336)

● Beliau ﷺ juga berkata kepada utusan Abdul Qais:

ﻣَﺮْﺣَﺒﺎً ﺑﺎﻟﻘَﻮْﻡِ‏

"Marhaban wahai kaum." (HR. Bukhary 53 dan Muslim 17.

ﻭﻟﻤَّﺎ ﻋُﺮِﺝ ﺑﺎﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻟﻠﺴَّﻤﺎﺀِ ﺣﻴَّﺎﻩ ﻛﻞُّ ﺍﻟﻨﺒﻴِّﻴﻦ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻣﺮَّ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺑـ ‏ﻣَﺮْﺣَﺒاً

Tatkala beliau di naikkan (mi'raj) ke langit setiap para nabi yang beliau lewati memberikan penghormatan kepada beliau dengan Marhaban. (HR. Bukhari 349 dan Muslim 163)

Makna ucapan Marhaban

Imam Al-Hafizh Hujjatul Adab dan Lisan Al-Arab Al-Ashma'i rahimahullah waghafaralah berkata; Makna ucapan "Marhaban":

ﻟﻘﻴﺖ ﺭﺣﺒﺎ ﻭﺳﻌﺔ ﻭﻗﺎﻝ ﺍﻟﻔﺮﺍﺀ: ﻧﺼﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻤﺼﺪﺭ ﻭﻓﻴﻪ ﻣﻌﻨﻰ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﺑﺎﻟﺮﺣﺐ ﻭﺍﻟﺴﻌﺔ ﻭﻗﻴﻞ ﻫﻮ ﻣﻔﻌﻮﻝ ﺑﻪ ﺃﻱ ﻟﻘﻴﺖ ﺳﻌﺔ ﻻ ﺿﻴﻘًﺎ

Aku menjumpainya dengan penuh kelapangan dan keluasan. Dikatakan maknanya adalah maf'ul bih yakni Aku menjumpainya dengan lapang tiada kesempitan.

[Fathul Bari Karya Al-Hafizh Ibnu Hajar 10/562, Lihat Tahddzib Al-Lughah Karya Azhari 5/19]

🌏 Sumber || https://t.me/haallaa1ظ

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Kamis, 29 Desember 2016

Sunnah yang hilang; Membuat Masjid di Rumah (Untuk Ibadah Sunnah Nawafil)

🚪Sunnah yang hilang; Membuat Masjid di Rumah (Untuk Ibadah Sunnah Nawafil)

✏ ____________

🌺 DEFINISI

✔ Masjid Rumah: adalah tempat yang dijadikan dan disiapkan oleh pemilik rumah untuk shalat sunnah, nawafil, membaca Al Quran dan dzikir kepada Allah _azza wajalla_.

🌷 HUKUMNYA

✔ Membuat masjid-masjid dirumah-rumah adalah Sunnah Mustahab, bagi para lelaki dan wanita sama batasannya.

🔊 Berkata Ibnu Abidin: disunnahkan bagi para lelaki juga untuk mengkhususkan suatu tempat dari rumahnya guna shalat nafilah."

📜(Hasyiah Ibnu Abidin 2/441).

🌸 DALIL-DALIL DISYARIATKANNYA

1⃣ Masuk dalam keumuman firman Allah ta'ala:

▪ { وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ } يونس ( 87 )

▪ "... dan jadikanlah oleh kalian rumah-rumah kalian itu tempat shalat dan dirikanlah shalat serta berilah kabar gembira bagi orang-orang yang beriman". (QS Yunus:87).

2⃣ Dan menunjukkan akan hal itu berupa riwayat Imam Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:

[▲] "Bahwa ada seorang lelaki dari kalangan Anshar mengirim pesan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar datang guna menggaris sebagai masjid di dalam rumahku yang aku akan shalat padanya, dan itu setelah kebutaanku,  lalu beliau datang dan melakukannya."
📜 (Shahih Ibnu Majah 755).

3⃣ Dan riwayat Imam Bukhari bahwasanya 'Itban bin Malik radhiallahu 'anhu berkata:

[▲] “Wahai Rasulullah, Aku ingin anda mendatangiku lalu mengerjakan shalat di rumahku, yang aku jadikan nantinya sebagai tempat shalat”. Dia berkata: "Berkata padanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam: “Akan saya lakukan in-syaAllah”. Berkata 'itban: "Keesokan harinya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Abu Bakar datang, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam meminta ijin, akupun mengijinkannya,  belum duduk sehingga masuk kedalam rumah kemudian berkata, “Dimana tempat yang kamu sukai untuk diriku shalat di rumahmu? Maka aku (‘Itban) menunjuk ke satu pojok rumah. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdiri dan takbir(disitu). Dan kami berdiri berbaris di belakang beliau. Beliau mengerjakan shalat dua rakaat lalu salam”.
📜 (Al Bukhari (407).

4⃣ Dan masuk dibawah hadits-hadits yang banyak yang terdapat dorongan untuk shalat nafilah/sunnah di rumah,  diantaranya:

ⓐ Dari Zaid bin Tsabit radhiallahu 'anhu: bahwasannya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Atas kalian untuk shalat di rumah-rumah kalian,  karena sebaik-baik shalatnya lelaki itu di rumahnya kecuali shalat wajib/maktubah."

ⓑ Dari Abdullah bin Sa'd radhiallahu 'anhu berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mana yang lebih utama shalat dirumahku atau shalat di masjid? Beliau menjawab: "Apakah kamu tidak melihat rumahku betapa dekatnya dari masjid,  tentulah aku shalat dirumahku lebih aku sukai daripada aku shalat di Masjid,  kecuali untuk shalat wajib/maktubah."
📜 (Shahih, shahih Abu Daud 205, Shahih ibnu Majah 1378, al Irwa 2/190, shahihutarghib watarhib 439).

✔ Dan sudah dimaklumi bahwa petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melakukan sunnah-sunnah dan tathawu' di rumah kecuali ada halangan, sebagaimana petunjukknya melakukan shalat fardhu di Masjid,  kecuali ada rintangan berupa safar, sakit atau selainnya dari perkara yang menghalanginya kemasjid. 📜 (Zaadul Ma'ad 1/298)

5⃣ Dan menunjukkan atasnya yaitu perbuatan Salaf terhadap ibadah ini dan bahkan terkenal dikalangan mereka:

🍃 Dan sungguh telah berkata Al Hafidz ibnu Hajar dalam Fathulbari menjelaskan pada Bab [Masjid-masjid di rumah-rumah], termasuk shahih:

[▲] "Dahulu termasuk kebiasaan Salaf mereka membuat di rumah-rumah mereka tempat-tempat disiapkan untuk shalat padanya." kalaulah anda merujuk kesemua penjelasan ucapannya, maka itu penting.

✔ Dan telah diriwayatkan dari sekian banyak Salaf bahwasanya mereka menjadikan dirumah-rumah mereka masjid-masjid, yang mereka khususkan untuk dzikir,  shalat nawafil/sunnah dan selain itu,  dan diantara atsar-atsar ini:

ⓐ Hadits riwayat al imam Bukhari dari Aisyah radhiallahu 'anha dalam kisah hijrahnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan shahabatnya ash shidiq Abu Bakar radhiallahu 'anhu ke Madinah dan padanya terdapat ucapan Aisyah berkenaan Abu Bakar ash shidiq yang membangunkan putrinya sebuah masjid dihalaman rumahnya, dan ia shalat didalamnya dan membaca al Qur'an. 📜 (Al Bukhari 3905).

[↑] dan akan hal itu, maka Abu Bakar ash shidiq radhiallahu 'anhu dialah orang pertama yang membangun masjid dirumahnya.

ⓑ Dan berkata Abdullah bin Mas'ud radhiallahu 'anhu:

[▲] "Barangsiapa yang ingin bergembira berjumpa dengan Allah besok dalam keadaan muslim, maka peliharalah shalat lima waktu saat diserukan untuk menjalankannya.

[↑] Sesungguhnya Allah azza wajalla telah mensyariatkan untuk Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wasallam sunnah-sunnah/ jalan-jalan hidayah, dan shalat lima waktu itu termasuk dari sunnah-sunnah/jalan-jalan hidayah.

☝🏼 Dan saya tidak menghitung salah seorang dari kalian kecuali dia memiliki masjid (masjid rumah) yang dia shalat disitu dirumahnya (shalat Sunnah), jadi jika kalian mengerjakan shalat (lima waktu) di rumah-rumah kalian dan kalian meninggalkan masjid-masjid kalian (masjid umum), pastilah kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian,  dan jika kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian,  tentulah kalian sesat.

🍃 Dan tidaklah ada dari seorang hamba muslim yang berwudhu lalu memperbagus wudhunya,  kemudian berjalan menuju shalat,  melainkan Allah azza wajalla tetapkan untuknya pada setiap langkahnya yang dia melangkah sebagai kebaikan dan mengangkat dengannya derajat atau menghapus darinya kesalahan,

☝🏼Dan sungguh saya telah menyaksikan kedekatan antara kesalahan, dan sungguh saya telah menyaksikan dan tidaklah orang yang selalunya terbelakang darinya kecuali munafik yang dikenal kenifakannya, dan saya telah melihat seorang lelaki yang dipapah oleh dua orang sehingga dia diberdirikan di shaf."
📜 (Shahih Abu Daud 559, Ibnu Majah 777, An Nasai 849, al Irwa' 488)

✔ Dan ucapan beliau :  "Dan saya tidak menghitung salah seorang dari kalian kecuali dia memiliki masjid (masjid rumah) yang dia shalat (sunnah) disitu dirumahnya.

☝🏼 Hal diatas merupakan dalil yang menunjukkan akan terkenalnya perkara ini dikalangan para Salaf, dan itu dalil atas tersebarnya masjid-masjid di rumah-rumah pada masa Salaf Shalih radhiallahu 'anhum.

ⓒ Dan ini Abdullah bin Ruwahah radhiallahu 'anhu juga membuat masjid di rumahnya, sebagaimana Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan hal itu dalam Al-Mushannaf. Dan dahulu dia jika masuk rumahnya shalat dua rakaat, dan jika keluar shalat dua rakaat, sebagaimana dalam atsar yang telah dishahihkan oleh al Hafidz ibnu Hajar dalam Al-Ishabah.

ⓓ Dan diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushanaf bahwa Abu Majlam radhiallahu 'anhu -sungguh telah dijadikan sebagai masjid dalam rumahnya, dan sering dia shalat di dalamnya dengan istrinya dan anak-anaknya secara berjamaah.

ⓔ Dan Juwairah radhiallahu 'anha-membuat masjid dirumahnya sebagaimana riwayat Imam Muslim dalam shahihnya.

ⓕ Dan Zainab radhiallahu 'anha juga membuat masjid dalam rumahnya sebagaimana diriwayatkan hal itu oleh imam Muslim dalam shahihnya seperti itu.

ⓖ Dan ini Abu Thalhah al-Anshari radhiallahu 'anhu membuat dalam rumahnya masjid,  dan mengirim pesan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam agar shalat didalamnya.

ⓗ Dan ini Ummu Humaid radhiallahu 'anha memerintahkan untuk dibangunkan baginya masjid ditempat ujung dari rumahnya yang paling gelap, yang dia gunakan untuk shalat didalamnya sampai ia wafat berjumpa Allah azza wajalla.
📜 (Shahihutarghib wa Tarhib 340).

🌷 Dan ini Abdullah bin Salam radhiallahu 'anhu -dulu dia mempunyai masjid dirumahnya, dan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat didalamnya. 📜 (Al Bukhari 6910).

ⓙ Dan Ibrahim an Nakha'i rahimahullah dahulu dia memiliki masjid dirumahnya juga.

☝🏼Sehingga jelaslah dari itu semua terkenalnya masjid-masjid di rumah-rumah disisi Salaf.

✔ Dan Imam Al Bukhari telah membuat bab dalam shahihnya: [Bab masjid-masjid di rumah-rumah, dan telah shalat Al Bara' bin Azib dalam masjid dirumahnya berjamaah], dan begitu pula Imam Ibnu Majah: [Bab masjid-masjid di rumah-rumah].

🔩 BENTUKNYA

▪ Bisa saja bentuknya masjid rumah -ruangan yang sempurna dari bagian rumah yang dijadikan masjid atau tempat tertentu yang dikhususkan pada salah satu sisi ruangan dari ruangan-ruangan di rumah.

⁉APAKAH BERLAKU HUKUM MASJID UMUM?

[✘] Sekali-kali tidak, tidak ada untuk masjidulbait itu hukum masjid umum, sehingga tidak disunnahkan ketika masuk kepadanya shalat dua rakaat sebagai tahiyatul masjid, dan tidak digunakan untuk i'tikaf, dan boleh berdiam padanya wanita haid dan orang junub, dan boleh masuk orang yang makan bawang putih atau merah, dan boleh menjual jika dijual rumahnya, sehingga meskipun dia jadikan sebidang tanah sebagai tempat khusus untuk shalat dalam rumah,  tidak menjadikannya berubah sebagai wakaf lillah yang terlarang untuk menjualnya.

✔ Namun disukai untuk seorang muslim shalat dua rakaat ketika masuk kedalam rumah dan dua rakaat ketika keluar rumah, berdasar riwayat Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Jika kamu akan keluar dari rumahmu, shalatlah dua rakaat yang dapat mencegahmu dari tempat keluar yang jelek, dan jika kamu masuk kerumahmu, shalatlah dua rakaat yang dapat mencegahmu dari tempat masuk yang jelek."
📜 [Ash Shahihah 1323]

✔ Banyak atsar-atsar dan kisah-kisah yang teriwayatkan dari Salaf, yang menumbuhkan sikap kagum karena kuatnya ikhlas mereka dalam hal shalat dan kesungguhannya mereka dalam masjid-masjid di rumah-rumah mereka. dan tampaklah keseriusan mereka dalam dzikir,  beribadah dan tahajud di masjid-masjid rumah-rumah mereka.

👍🏼 Bahkan ini Abu Tsa'labah al Khasyani radhiallahu 'anhu wafat dalam kondisi sujud dalam masjid rumahnya, dan ini menunjukkan dia tidak keluar dari masjid rumahnya kepembaringannya kecuali sebentar, dan begitu pula Muslim bin Yasar bila masuk masjid rumahnya dia shalat hingga tak mendengar perbincangan keluarganya bersamaan bahwasanya mereka beserta dia dalam satu rumah!

🍃 Dan ini Malik al Khas'ami tidaklah tiba separuh malam melainkan dia ada di masjid rumahnya shalat!

☝🏼❗Perhatikanlah wahai pembaca yang mulia! Terhadap segala sesuatu apakah mereka Salaf sangat serius..,

💦 Tatkala akhirat lebih besar dalam cita mereka, jadilah masjidulbait tempat terpenting dalam rumah-rumah mereka, dan dahulu masjidulbait tempat mencari ketenangan aman setelah Baitullah azza wajalla, mereka menetapinya untuk shalat, dzikir dan khusyu'.

⚠⛔ Adapun kita! Sungguh kita telah mengambil dunia setiap yang bisa diambil, sehingga keseriusan kita dalam rumah-rumah kita ialah ruang tidur,  ruang tamu, dapur dan ruang TV❗.

🍃 Mereka khusyu' dan beribadah, sedangkan kita senang-senang dan main-main..!

☝🏼 Dan setiap cawan terhadap apa yang ada didalamnya akan memancarkan...
Marilah kita berjalan meniti jejak Salaf yang mulia dalam bimbingan mereka, adab mereka, dan ibadah mereka. Dan kita buat masjid dalam rumah-rumah kita dan kita menakmurkannya dengan dzikir dan shalat sunnah, dan kita jaga kebersihannya,  keharumannya dan kerapihannya setiap saat.

🌷 DIANTARA PENGARUH BAIK DAN MANFAAT-MANFAATNYA

1⃣ Menguatkan hubungan dengan Allah azza wajalla dengan banyak ibadah dan shalat,  dan dengan menghidupkan sunnah yang ditinggal ini, sehingga dengan kedua hal ini meraih dua pahala dalam satu perbuatan.

2⃣ Pendidikan shalat untuk keluarga, sehingga jadilah masjidulbait sebagai peletak dasar dalam rumah kaum muslimin, mengarahkan mereka kesegala kebaikan dan bagusnya pendidikan, didalamnya ada shalat bersama keluarga, ada pengajaran ilmu agama, hifdzul quran dan sunnah, dan mengingat-ingatnya pada setiap saat..dan ini kondisi untuk menguatkan hubungan rumah tangga, dan menggambarkannya kokoh atas dasar Kitab dan Sunnah, ilmu dan ikhlas.

3⃣ Sebagai pendorong ibadah dan mengingatkannya, sehingga setiap kalinya melihat tempat shalatnya segera ingin sujud, tunduk, dan menangis menghadap Allah.

✍🏻 Penulis
_Pencari bantuan dan kekuatan dari Rabbnya_

📜 Muhamnad Jamil Hamami

🌸 Semoga Allah mengampuninya dan kedua orangtuanya dan kaum muslimin

http://bayenahsalaf.com/vb/archive/index.php/t-1144.html

🇮🇩Mift@h
Kawunganten,  28 Rabi'ul Awal 1438H
        ••┄┄┉┉✽̶•✿❁✿•✽̶┉┉┄┄••

📇 http://tlgrm.me/salafybaturaja

        ••┄┄┉┉✽̶•✿❁✿•✽̶┉┉┄┄••

Sabtu, 04 Oktober 2014

SHALAT SUNNAH DUA RAKA’AT BA'DA SHALAT I'ED DI RUMAH

SUNNAH YANG DITINGGALKAN

سنة مهجور

SHALAT SUNNAH DUA RAKA’AT BA'DA SHALAT I'ED DI RUMAH

الصلاة ركعتين بعد صلاة العيد في البيت

DARI ABI SA'ID AL KHUDRY RADHIALLAHU ANHU :
"ADALAH NABI SHALALLAHU A'LAIHI WA SALAM TIDAK SHOLAT SUNNAH SEBELUM SHALAT I'ED SEDIKITPUN , DAN JIKA BELIAU KEMBALI DARI SHALAT I'ED SHALAT SUNNAH DUA RAKA’AT DI RUMAHNYA ".

كان لا   قَبْلَ العِيدِ شيئًا ، فإذا رَجعَ إلى منْزِلِهِ صلَّى ركعتيْنِ
الراوي: أبو سعيد الخدري
______________________

المحدث: الألباني - المصدر: صحيح الجامع - الصفحة أو الرقم: 4859
خلاصة حكم المحدث: حسن

DIHASANKAN OLEH ASY-SYEKH AL BANY RAHIMAHULLAH ,
KITAB SHOHIH JAMI" - NOMOR : 4859

Faedah:
Al Ustadz Abu Fatimah Muhammad Arsyad Hafidzahullohu (Madinah)

WA Ittiba'us Sunnah

Kamis, 02 Oktober 2014

Makmum mengucapkan : بلى ketika Imam Sholat membaca diakhir ayat : أليس الله بأحكم الحاكمين dan ayat² lain yang semisalnya.


سنة مهجورة

SUNNAH YANG TELAH BANYAK DITINGGALKAN.

Makmum mengucapkan : بلى
ketika Imam Sholat membaca
diakhir ayat : أليس الله بأحكم الحاكمين
dan ayat² lain yang semisalnya.

Telah ditanyakan kepada Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah :

Pertanyaan :

Kami mendengar dari sebagian makmum jika imam membaca ayat :

اليس الله بأحكم الحاكمين

para makmum mengucapkan :
بلى
apakah ini shohih ??

Jawab :

Ini shohih, ketika (imam) membaca Firman Allah :

أليس الله بأحكم الحاكمين

maka ucapkanlah :
بلى

demikian pula seperti ini susunannya yaitu jika datang bacaan yang semisal ini, maka ucapkanlah ;   بلى  artinya : Ya Tentu.

misalnya juga pada ayat :

QS. AZ-ZUMAR; 36
  ( أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ ) الزمر/36

Maka ucapkanlah :
: بلى

QS. AZ-ZUMAR; 37
( أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ )الزمر/37

maka ucapkanlah :
  : بلى.

QS. AL-QIYAMAH; 40
(أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى )

Maka ucapkanlah :
  : بلى.

Akan tetapi, jika makmum TERSIBUKKAN dengan bacaan ini (بلى) dari menyimak bacaan imam maka JANGAN DILAKUKAN, namun jika pada akhir ayat yang dengannya imam berhenti dari bacaannya maka yang demikian itu tidaklah menyibukkannya (untuk mengucapkan بلى)

-selesai nukilan-

dari "Liqo' Bab Al Maftuh" (11/81)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Faedah :
Hendaknya diucapkan bacaan tersebut pada saat sholat atau selainnya (membaca Al-Qur'an) baik itu sholat nafilah (sunnah) atau sholat fardhu (wajib), demikian yang dikatakan oleh Al Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah.

✒lihat Syarh al Mumti' (1/604-605)

سئل الشيخ ابن عثيمين رحمه الله :

" سمعنا بعض المأمومين إذا قرأ الإمام قوله تعالى: ( أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ ) يقول المأموم: بلى، فما صحة هذا ؟

فأجاب :

هذا صحيح، إذا قال الله تعالى: ( أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ ) فقل: بلى ،

وكذلك مثل هذا الترتيب ، يعني : إذا جاءنا مثل هذا الكلام نقول : بلى. ( أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ ) الزمر/36 تقول : بلى.

( أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ )الزمر/37 تقول : بلى.

(أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى ) تقول : بلى.

لكن المأموم إذا كان يشغله هذا الكلام عن الاستماع إلى إمامه فلا يفعل ، لكن إذا جاء في آخر الآية التي وقف عليها الإمام فإنه لا يشغله .

فإذا قال: ( أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ ) يقول : بلى.

انتهى من "لقاء الباب المفتوح" (11/81).

ومنها : أن يقول ذلك في الصلاة وغيرها ، نفلا أو فرضا وهذا قول الإمام أحمد بن حنبل رحمه الله ،

انظر الشرح الممتع (1/604-605).

http://www.ajurry.co...ead.php?t=20991
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Demikian pula keterangan Asy-Syaikh Al-'Allamah ibnu Baz rahimahullah :

قول بلى بعد سماع قول الله (أليس ذلك بقادر على أن يحي الموتى)

Ucapan (بلى) ketika mendengar (imam) membaca kalam Allah : أليس ذلك بقادر على أن يحي الموتى

pertanyaan :

بعض المصلين يقولون أثناء الصلاة، وعندما ينتهي الإمام من قراءة آية يبين فيها الله -عز وجل- قدراته العظيمة، مثل قوله تعالى: (( أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِر عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى))[القيامة:40]، يقولون: بلى. فما الحكم في هذا؟ جزاكم الله خيراً.

beberapa dari orang yang sholat mengucapkan doa²/pujian² dlm sholat, (ya'ni) disetiap akhir bacaan imam yang menjelaskan ayat tentang kekuasaan Allah yang Maha Agung, seperti pada firman Allah;

أليس ذلك بقادر على أيحي الموتى

"Bukankah Allah (yang berbuat demikian) berkuasa pula untuk menghidupkan yang orang mati? "
(QS. Al-Qiyamah; 40)
mereka para makmum mengucapkan : بلى

maka bagaimana hukum (ucapan) ini ?

Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan.

jawaban Syaikh ;

هذا ورد في حديث خاص عن النبي -صلى الله عليه وسلم- إذا قال القارئ أليس ذلك بقادر على أن يحيي الموتى: يقول: بلى، سبحانك فبلى، المشروع ولا بأس يقوله الإمام، والمأموم، والمنفرد.

ini warid (shohih) dalam hadits Nabi صلى الله عليه و سلم، jika qori membaca ayat ;

أليس ذلك بقادر على أيحي الموتى

mereka/para makmum mengucapkan ; بلى، سبحانك فبلى

Ini disyariatkan, dan tidak mengapa imam mengucapkannya, demikian pula makmum, dan orang yang sholat sendirian.

قول بلى بعد سماع قول الله (أليس ذلك بقادر على أن يحي الموتى) | -

http://www.binbaz.org.sa/mat/11207

Lihat takhrij haditsnya oleh Asy-Syaikh Al Imam Al Muhaddits zaman ini Muhammad Nashr Al Albani rahimahullah disini:

http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=20991

Semoga bermanfaat...

أخوكم،...

أبو بلال المكسري

SAS
----------
Dikirim oleh : Abu Bilal Makassar

WA SALAFY LINTAS NEGARA