Tampilkan postingan dengan label WhatsApp BAT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WhatsApp BAT. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Oktober 2015

Zakir Naik Mengatakan Allah Tidak Mampu Melakukan Semua Perkara dan MENAMAKAN ALLAH DENGAN NAMA BERHALANYA ORANG KUFFAR, BRAHMA ATAU VISHNU

❌❗Zakir Naik Mengatakan Allah Tidak Mampu Melakukan Semua Perkara

Fatwa Syaikh Shalih Fauzan al Fauzan ke atas orang yang mengatakan Allah tidak mampu lakukan semua perkara

Syaikh Fauzan on Zakir Naik :  "MULHID!!"

m.youtube.com/watch?v=4w5YYde7tBY

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Ulama Kibar Muslim, Syaikh Shalih Fauzan al Fauzan hafizhahullah ditanya:

Terdapat da'ie yang terkenal yang mana usahanya tersebar ke seluruh dunia. Dia mengatakan Allah tidak mampu melakukan semua perkara. Dia juga mengatakan terdapat 1000 perkara yang Allah tidak mampu lakukan.
Adakah orang ini dianggap da'ie ke pintu pintu Jahannam? Adakah kami perlu ingat kan tentang dia (kesesatannya)?

Syaikh menjawab:
Orang ini mulhid (1), orang yang mengatakan sedemikian adalah mulhid terhadap Nama² dan Sifat² Allah.

"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka berdoalah (kepada Allah) dengan nya (dengan menyebut asmaa-ul husna) dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama Nya. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang mereka lakukan." (2)

"Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman pada hari kiamat?" (3)

Seseorang mengatakan Allah tidak mampu melakukan semua perkara... Maha Suci Allah! Allah mengatakan:

"... Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (4)

Berapa banyak ayat yang ada (menyatakan) "Allah mampu lakukan segala sesuatu" atau "Sesungguhnya Allah mampu lakukan semua perkara"? Berapa banyak ayat!? (5)

Allah tidak menyebutkan apa² batasan ke atas keupayaanNya, kebolehanNya tidak terbatas ke atas segala sesuatu. Dia mampu melakukan apa sahaja. Dia, Maha Mengetahui ke atas segala sesuatu. Dia, Yang Maha Tinggi dan Paling Tinggi, tidak menyebutkan apa² keterbatasan.

Dan kau datang dan mengehadkan ini!? Adakah kau katakan "Tidak, ada beberapa perkara yang Allah tidak tahu dan aku mengetahuinya" (6).

Ini adalah jenis ilhaad terhadap Nama² dan Sifat² Allah.

Bukan semua pendakwah berada di atas kebenaran. Dengar ucapan Rasulullah "pendakwah ke pintu-pintu Jahannam" (7)

Bukan semua pendakwah di atas kebenaran. (Tamat perkataan Syaikh)

Nota kaki:

(1) Mulhid adalah seseorang melakukan ilhaad terhadap Nama² dan Sifat² Allah dengan menafikan kesemuanya secara total atau merubah maknanya ke makna yang tidak sesuai kepada Allah.
Ilhaad juga termasuk menamakan Allah dengan nama-nama yang Dia tidak gunakannya untuk menamakan diri Nya. Lihat Syarah Qowaid Al Muthla (pg. 49-50), Syaikh Ibn 'Uthaymeen. Ilhaad juga boleh diterjemahkan sebagai kafir atau rawafidh (penolak/penafi) di dalam petikan ini, Allahu'alam.

(2) Surah al A' raf ayat 180

(3) Surah Fussilat ayat 40

(4) Surah al Baqarah ayat 284

(5) Terdapat lebih 35 ayat Quran yang menyatakan hal ini atau ayat yang sama!

(6) Perhatikan Syaikh menyebutkan faedah di dalam contoh ini. Beliau dengan sengaja gemar untuk memperlihatkan dengan jelas berapa tidak boleh diterima kepada pengakuan yang menyatakan bukan semua perkara Allah tahu, dan seseorang mengaku mengetahui sesuatu yang Allah tidak mengetahui! Maka ianya sama, apa² sifat Allah yang Dia nisbatkan pada diri Nya seperti ilmu Nya, keupayaanNya, atau apa sahaja, tidak akan ada keterbatasan atau limit atau pengkhususan (ke atas Sifat² Allah) dengan menggunakan pemikiran secara rasional atau falsafah. Wallaahu A'lam.

(7) Dari hadith shahih dari Hudzaifah menceritakan tentang ahlul dholal dan fitnah mereka yang akan dihadapi oleh umat yang akan datang.
"Akan ada du'at yang memanggil ke pintu-pintu jahanam dan sesiapa yang menyahut seruan mereka, mereka akan melemparkan nya ke dalam nya (neraka). Al Bukhari No. 7084 Muslim no. 1847

http://www.bakkah.net/en/shaykh-saalih-al-fowzaan-on-the-claim-that-allaah-cannot-do-all-things.htm#more-3764

WhatsApp طريق السلف
=====*****=====
Publikasi:
WA Salafy Solo
www.salafymedia.com

❌❗ZAKIR NAIK MENAMAKAN ALLAH DENGAN NAMA BERHALANYA ORANG KUFFAR, BRAHMA ATAU VISHNU

Zakir Naik berkata :

Disebutkan di dalam Rig Veda (salah satu kitab agama Hindu) para pendeta memanggil tuhan yang satu dengan banyak nama, bermakna ianya(tuhan yang satu) mempunyai pelbagai nama yang diberikan kepada Tuhan yang satu.

Dan di dalam Rig Veda sahaja sudah mencatatkan tidak kurang 33 jenis sifat yang berlainan kepada Tuhan yang Maha kuasa. Kebanyakannya disebut di Rig Veda, buku no. 2, puisi no. 1. Salah satu daripada sifat yang indah yang disebutkan di dalam Rig Veda kepada Tuhan Yang Maha Kuasa adalah BRAHMA. BRAHMA bermaksud 'Pencipta'. Jika kamu menterjemahkannya ke bahasa Arab ianya bermakna Khaliq. Kita orang Islam tidak ada bantahan jika sesiapa yang memanggil Allah Subhanahu Wa Ta’ala tuhan Yang Maha Kuasa sebagai Khaliq atau Pencipta atau BRAHMA.

Tetapi jika seseorang mengatakan BRAHMA adalah Tuhan Yang Maha Kuasa yang mempunyai 4 kepala, di atas setiap kepalanya mempunyai mahkota dan dia mempunyai 4 tangan, kita sebagai orang Islam akan menentang keras kepada sesiapa yang mengatakan sedemikian.

Satu lagi sifat yang indah yang diberi di dalam Rig Veda, buku no. 2, puisi no. 1,ayat no. 3 adalah VISHNU. VISHNU bermakna 'Yang memberi rezeki'. Jika kamu terjemahkan nya ke bahasa Arab ia bermakna Rabb. Kita sebagai orang Islam tidak ada bantahan jika sesiapa yang memanggil tuhan Yang Maha Kuasa sebagai Rabb atau Penyayang yang memberi rezeki atau VISHNU. Tetapi jika seseorang memanggil VISHNU adalah Tuhan yang maha kuasa yang mempunyai 4 tangan dan salah satu tangannya memegang Chakra (piring) dan salah satu dari tangan kirinya memegang... (tidak jelas) dan dia menunggang burung dan bersandar pada kerusi daripada ular. Kita sebagai orang Islam akan menentang keras kepada sesiapa yang mengatakan sedemikian.

http://www.salafitalk.net/st/uploads/Zakir-CallingAllahBrahmaOrVishnu.rm

WhatsApp طريق السلف
=====*****=====
Publikasi:
WA Salafy Solo
www.salafymedia.com
6 Muharram 1437 H | 19 Oktober 2015

Via WhatsApp Bisnis Admin Tijaroh

Sabtu, 17 Oktober 2015

MINTA KAYA?


--------
MINTA KAYA?
--------

"biar bisa naik haji, umroh tiap tahun,  infaq sodaqoh, bangun masjid ustadz"

Mungkin seperti itulah jawaban dari pertanyaan kenapa minta kaya?

_______

Pertama kami akan sampaikan sebuah hadits dari Rasulullah

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺑﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮْﺩٍ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝُ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭَﻫُﻮَ ﺍﻟﺼَّﺎﺩِﻕُ ﺍﻟْﻤَﺼْﺪُﻭْﻕُ : ﺇِﻥَّ ﺃَﺣَﺪَﻛُﻢْ ﻳُﺠْﻤَﻊُ ﺧَﻠْﻘُﻪُ ﻓِﻲ ﺑَﻄْﻦِ ﺃُﻣِّﻪِ ﺃَﺭْﺑَﻌِﻴْﻦَ ﻳَﻮْﻣﺎً ﻧُﻄْﻔَﺔً ، ﺛُﻢَّ ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﻋَﻠَﻘَﺔً ﻣِﺜْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ، ﺛُﻢَّ ﻳَﻜُﻮْﻥُ ﻣُﻀْﻐَﺔً ﻣِﺜْﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ، ﺛُﻢَّ ﻳُﺮْﺳَﻞُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻤَﻠَﻚُ ﻓَﻴَﻨْﻔُﺦُ ﻓِﻴْﻪِ ﺍﻟﺮُّﻭْﺡَ ، ﻭَﻳُﺆْﻣَﺮُ ﺑِﺄَﺭْﺑَﻊِ ﻛَﻠِﻤَﺎﺕٍ : ﺑِﻜَﺘْﺐِ ﺭِﺯْﻗِﻪِ ﻭَﺃَﺟَﻠِﻪِ ﻭَﻋَﻤَﻠِﻪِ ﻭَﺷَﻘِﻲٌّ ﺃَﻭْ ﺳَﻌِﻴْﺪ

Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radiallahuanhu beliau berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang benar dan dibenarkan : Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya di perut ibunya sebagai setetes mani selama empat puluh hari, kemudian berubah menjadi setetes darah selama empat puluh hari, kemudian menjadi segumpal daging selama empat puluh hari. Kemudian diutus kepadanya malaikat lalu ditiupkan padanya ruh dan dia diperintahkan untuk menetapkan empat perkara : menetapkan rizkinya, ajalnya, amalnya dan kesengsaraannya atau kebahagiaannya

Miskin atau kaya, masing-masing kita telah ditetapkan takdirnya.

Jangankan kita, para sahabat yang tidak mampu pun mereka merasa cemburu dengan sahabat lain yang memeliki kelebihan.

Mereka mengadu kepada Rasulullah:

ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺫَﺭٍّ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻪُ : ﺃَﻥَّ ﻧَﺎﺳﺎً ﻣِﻦْ ﺃَﺻْﺤَﺎﺏِ ﺭَﺳُﻮْﻝِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ ﻟِﻠﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ ﺍﻟﻠﻪِ ، ﺫَﻫَﺐَ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟﺪُّﺛُﻮْﺭِ ﺑِﺎْﻷُﺟُﻮْﺭِ ﻳُﺼَﻠُّﻮْﻥَ ﻛَﻤَﺎ ﻧُﺼَﻠِّﻲ ، ﻭَﻳَﺼُﻮْﻣُﻮْﻥَ ﻛَﻤَﺎ ﻧَﺼُﻮْﻡُ ، ﻭَﺗَﺼَﺪَّﻗُﻮْﻥَ ﺑِﻔُﻀُﻮْﻝِ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟِﻬِﻢْ

Dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu, bahwa beberapa orang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah membawa pahala (yang banyak), mereka shalat bagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta-harta mereka."

Lihat bagaimana semangatnya para sahabat, mereka cemburu dengan sahabat lain yang kaya, dimana mereka bisa memborong pahala-pahala dengan sebab harta mereka.

Tentunya seorang muslim yang muwaffaq (diberikan taufik) pun akan cemburu melihat orang lain bisa haji, umrah tiap bulan, dan bersedekah.

✏PERTANYAANNYA:
Apakah salah? Berdosakah kita jika kita cemburu kepada mereka❓

Jawabnya:
✅ TIDAK

Rasul bersabda:

ﻻ ﺣَﺴَﺪَ ﺇﻻ ﻓِﻲ ﺍِﺛْﻨَﺘَﻴْﻦِ : ﺭَﺟُﻞْ ﺃَﺗَﺎﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣﺎﻻ ﻓَﺴَﻠَّﻄَﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻫَﻠْﻜَﺘِﻪِ ﻓِﻲ ﺍﻟﺤَﻖِّ ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺃَﺗَﺎﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﺍﻟﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﻘْﻀِﻲ ﺑِﻬَﺎ ﻭَﻳُﻌَﻠِّﻤُﻬَﺎ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ ‏)

Artinya:
Rasulullah bersabda: “Tidak (boleh) ada hasad/iri hati kecuali terhadap dua golongan, yaitu:

- orang yang diberikan oleh Allah harta, kemudian harta itu digunakan untuk membela kebenaran

- dan orang yang diberi hikmah/ilmu pengetahuan lalu mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain

(HR. al-Bukhari dan Muslim)

Kaya,,,,
Kaya itu tergantung siapa yang melihat.

Terkadang kita melihat seseorang itu kaya, namun dia tidak merasa bahwa dirinya kaya, padahal dia memiliki perbendaharaan yang banyak.

Atau mungkin orang lain memandang kita kaya, dalam keadaan kita tak banyak memiliki perbendaharaan.

Kaya, tergantung siapa yang menilai dan memandang.

Kalau sudah ada takdir, kenapa kita harus berusaha?

Tetap terus berusaha untuk menjadi muslim yang kuat dan mandiri

ﺍﻋْﻤَﻠُﻮﺍ ﻓَﻜُﻞٌّ ﻣُﻴَﺴَّﺮٌ ﻟِﻤَﺎ ﺧُﻠِﻖَ ﻟَﻪَُ

Beramallah kalian, karena setiap sesuatu dimudahkan atas apa yang telah diciptakan untuknya."

HR . Bukhari no .4949 dan Muslim no. 2647

Kembali lagi ke jawaban:

"kalau kaya bisa naik haji, umrah tiap bulan, bangun masjid."

Akhi,,,,,
Seandainya kita sekarang ini belum diberikan kemampuan, kemudian kita berharap menjadi kaya, ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepadamu:

➰ Akankah niat baikmu itu masih terjaga ketika engkau kaya? Siapa yang akan menjamin kita bisa memiliki niat yang bagus itu ketika kita kaya?

Tidak,,
Sekali-kali tidak ada yang menjamin kita bisa tetap diatas kebaikan ketika kita kaya.

MINTALAH KECUKUPAN, BUKAN KEKAYAAN.

Kaya, kalau boleh saya definisikan, kaya adalah sebuah kecukupan. Karena dengan kecukupan seseorang itu dikatakan kaya.

Anda yang tidak memiliki harta yang banyak, jagalah harga diri anda, jangan meminta-minta kepada manusia, merasa cukuplah dengan apa yang ada padamu sekarang ini, dan bersabarlah, insya Allah, Allah akan menjaga harga diri kita, memberikan kecukupan kepada kita, dan diberikan kesabaran.

Inilah bimbingan Rasulullah dalam hadits beliau:

ﻭﻣﻦ ﻳﺴﺘﻌﻔﻒ ﻳﻌﻔﻪ ﺍﻟﻠَّﻪ ، ﻭﻣﻦ ﻳﺴﺘﻐﻦ ﻳﻐﻨﻪ ﺍﻟﻠَّﻪ ، ﻭﻣﻦ ﻳﺘﺼﺒﺮ ﻳﺼﺒﺮﻩ ﺍﻟﻠَّﻪ ، ﻭﻣﺎ ﺃﻋﻄﻲ ﺃﺣﺪ ﻋﻄﺎﺀ ﺧﻴﺮﺍ ﻭﺃﻭﺳﻊ ﻣِﻦْ ﺍﻟﺼﺒﺮ < ﻣُﺘَّﻔّﻖٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ

"Siapa saja yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupinya.Barang siapa yang berlatih untuk bersabar, niscaya Allah memberikan kesabaran kepadanya. Dan tidak ada nikmat yang lebih baik dan lebih luas, yang diberikan kepada seseorang selain kesabaran.” (Muttafaqun‘alaih)

Inilah makna kaya menurut kaca mata islam, Rasulullah bersabda:

ﻟَﻴْﺲَ ﺍﻟْﻐِﻨَﻰ ﻋَﻦْ ﻛَﺜْﺮَﺓِ ﺍﻟْﻌَﺮَﺽِ ، ﻭَﻟَﻜِﻦَّ ﺍﻟْﻐِﻨَﻰ ﻏِﻨَﻰ ﺍﻟﻨَّﻔْﺲِ

“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051)

Bersabarlah wahai saudaraku dengan kondisimu

Simaklah firman Allah -تعالى-

{ ﻗُﻞْ ﻳَﺎ ﻋِﺒَﺎﺩِ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺗَّﻘُﻮﺍ ﺭَﺑَّﻜُﻢْ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﺃَﺣْﺴَﻨُﻮﺍ ﻓِﻲ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔٌ ﻭَﺃَﺭْﺽُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﺳِﻌَﺔٌ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﻮَﻓَّﻰ ﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮُﻭﻥَ ﺃَﺟْﺮَﻫُﻢْ ﺑِﻐَﻴْﺮِ ﺣِﺴَﺎﺏ}

Katakanlah, "Wahai hamba-hamba-Ku yang beriman, bertakwalah kepada Rabbmu.” Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dibalas pahala mereka tanpa batas." [az-Zumar: 10]

Dialah Allah -تعالى- yang paling mengerti keadaanmu

ﻭ ﻋﺴﻰ ﺃَﻥْ ﺗَﻜْﺮَﻫُﻮﺍ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟﻜَﻢْ ﻭَﻋَﺴﻰ ﺃَﻥْ ﺗُﺤِﺒُّﻮْﺍ ﺷَﻴْﺌﺎ ﻭﻫﻮ ﺷﺮٌّ ﻟﻜﻢ ﻭﺍﻟﻠﻪُ ﻳﻌﻠﻢُ ﻭﺃَﻧْﺘُﻢْ ﻻ ﺗَﻌْﻠﻤُﻮْﻥَ

“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 216)

Mungkin keadaanmu yang sekarang inilah yang terbaik untukmu.

ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺇِﻧَّﺎ ﻧَﺴْﺄَﻟُﻚَ ﺍﻟﻬُﺪَﻯ ﻭَﺍﻟﺘُّﻘَﻰ ﻭالعفافَ ﻭَﺍﻟﻐِﻨَﻰ

ﺍَﻟﻠّٰﻬُﻢَّ ﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻟَﻨَﺎ ﺩِﻳْﻨَﻨﺎَ ﺍَﻟَّﺬِﻱْ ﻫُﻮَ ﻋِﺼْﻤَﺔُ ﺃَﻣْﺮِﻧَﺎ ، ﻭَﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻟَﻨَﺎ ﺩُﻧْﻴَﺎﻧَﺎ ﺍَﻟَّﺘِﻲْ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻣَﻌَﺎﺷُﻨَﺎ ، ﻭَﺃَﺻْﻠِﺢْ ﻟَﻨَﺎ ﺁﺧِﺮَﺗَﻨَﺎ ﺍَﻟَّﺘِﻲ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻣَﻌَﺎﺩُﻧَﺎ ، ﻭَﺍﺟْﻌَﻞِ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓَ ﺯِﻳَﺎﺩَﺓً ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺧَﻴْﺮٍ ﻭَﺍﻟﻤَﻮْﺕَ ﺭَﺍﺣَﺔً ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﻛُﻞِّ ﺷَﺮٍّ ،

Abu Zain Abdulloh Iding
Bantul, 04 Muharram 1437 H, bertepatan dengan:
17 Oktober 2015

WA Berbagi Faedah [WBF] |  https://jendelasunnah.com
------------------------------------------------
                      -WBF-
------------------------------------------------

Via Bisnis Admin Tijaroh

Minggu, 20 September 2015

ANTARA ANAK, ORANG TUA, DAN MA'HAD

MENGINGATKAN KEMBALI, YANG TERLUPAKAN / DILUPAKAN❗

ANTARA ANAK, ORANG TUA, DAN MA'HAD

••••••••••••••••••••••
✅# Sebuah Renungan untuk Kita Semua #✅

1. Pada asalnya, anak adalah tanggung jawab orang tua, termasuk dalam hal pendidikan mereka.
✔Ma’had dengan berbagai kekurangan yang ada, bukanlah pembimbing utama, melainkan hanya membantu orang tua untuk mencetak anak yang saleh.

✔Ketika anak disekolahkan di ma’had, secara tidak langsung orang tua telah memberikan kepercayaan kepada ma’had.
Apabila hal ini disadari, tentu ada beberapa konsekuensi dari rasa percaya orang tua terhadap ma’had.
⭕Yang terpenting di antaranya ialah adanya kerja sama yang baik guna mendukung perkembangan belajar anak.

2. Peraturan yang dikeluarkan oleh ma’had adalah salah satu bentuk kasih sayang dan kepedulian ma’had terhadap anak.
ℹ Perlu diketahui, peraturan tersebut merupakan hasil musyawarah asatidzah yang ada di ma’had, bukan hasil pemikiran individual.
Maka dari itu, harus ada kesepahaman dan dukungan dari orang tua agar peraturan yang dibuat dapat berjalan efektif.
➡ Contoh, larangan penggunaan motor, hp, dan internet, baik di rumah ataupun di ma’had.

3. Keluarnya ST (Surat Teguran) atau SP (Surat Peringatan) bagi santri adalah hasil musyawarah yang panjang dari asatidzah di ma’had.
✅ Oleh karena itu, selayaknya orang tua mendukung dan husnu zhan dengan ketetapan tersebut sehingga bisa menjadi terapi yang efektif bagi anak.
ℹ Selain sebagai terapi bagi pelaku, ST atau SP juga bermanfaat guna meminimalisir efek buruk yang bisa menulari santri lain yang relatif masih baik perilakunya.

4. Orang tua diminta lebih peduli terhadap proses pendidikan anaknya.
❗Bukankah tujuan orang tua mencari maisyah adalah untuk maslahat keluarga?

❌ Adalah sangat naif jika kepentingan mencari maisyah sampai mengalahkan perhatian terhadap pendidikan anaknya.
Salah satu indikator rendahnya kepedulian orang tua terhadap anak adalah minimnya pemeriksaan dan penandatanganan Buku Komunikasi.
Bahkan, dalam sebuah kelas, tidak sampai 20% orang tua yang mengecek dan menandatangani Buku Komunikasi putra/putrinya.

Akhirnya, orang tua pun tidak tahu perkembangan pelajaran anak, sampai mana hafalan anaknya, apa saja yang terjadi pada anak di sekolah hari itu, pesan apa saja yang disampaikan oleh guru, dll.

✅ Karena itu, orang tua diharapkan lebih intensif lagi ikut mengiringi dan memberikan perhatian pada proses pendidikan anaknya, mengecek hasil pelajaran yang didapat di sekolah,
Dan membantunya jika ada kesulitan dalam memahami pelajaran.
Hindarkan kesan bahwa ketika anak sudah masuk ma’had, orang tua sudah tidak lagi bertanggung jawab terhadap pendidikan anak.
➡ Ini anggapan yang perlu diluruskan❗
✔ Di antara bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak, orang tua dan guru memberi teladan yang baik dalam kehidupan keseharian. Hal ini sangat besar pengaruhnya terhadap sisi kejiwaan anak.
Masih terngiang di benak kita, nasihat asy-Syaikh Abdullah al-Bukhari di masjid al-Anshar ini beberapa tahun yang lalu...
Beliau menceritakan, ketika berdakwah di Prancis, ada seorang ayah yang mengeluhkan tingkah laku anaknya.
Sebelum menjawab, Beliau bertanya terlebih dahulu kepadanya,
“Apa yang sudah Anda lakukan untuk kebaikan diri Anda?
Sudahkah Anda belajar agama?
Sudahkah Anda beribadah dengan benar?
Sudahkah… sudahkah….” dst.

✅ Ya, kesalehan seorang anak sangat dipengaruhi oleh faktor kebaikan dan kesalehan  orang tuanya.
✔Di antara bentuk kepedulian terhadap anak ialah kebijakan yang selaras dari abi dan ummi.
Abi dan ummi tidak boleh berselisih tentang sebuah aturan tertentu terkait dengan anak ketika di rumah.
Misal, abi melarang anak melakukan sesuatu, tetapi ummi membolehkannya; atau sebaliknya. Efeknya, anak kurang menghormati kedua orang tuanya.
✔ Di antara bentuk kepedulian terhadap anak, ketika timbul perbedaan pemahaman antara orang tua dan ma’had tentang sebuah masalah, adalah tidak bijak untuk memberitahu atau membiarkan anak mengetahuinya. Sebab, hanya efek negatif yang akan didapat.
▶ Bisa jadi, anak akan berpihak kepada orang tua dan kehilangan kepercayaan terhadap ma’had (baca: guru); ini tentu buruk.
▶ Bisa jadi pula, anak akan berpihak kepada guru dan kehilangan kepercayaan terhadap orang tua; dan ini lebih buruk dari yang pertama.
☝Satu hal yang tidak boleh dilupakan, hendaknya orang tua selalu mendoakan anaknya agar menjadi anak yang saleh.
Patut kita sadari, merekalah sebenarnya harta kita❗
Apabila mereka menjadi anak yang saleh,
merekalah yang akan mendoakan kita setelah wafat.
✅ Pun demikian bagi para guru, tidak ada yang lebih membahagiakan mereka selain melihat anak didiknya menjadi generasi yang saleh, memiliki adab yang sempurna, mu'amalah yang baik, serta mengerti hak dan kewajiban sebagai seorang muslim.
Tidak ada yang diinginkan dari semua itu,
kecuali bahwa para guru juga ikut mendapatkan pahala dari kebaikan yang diamalkan oleh anak didik mereka.

(Ringkasan taushiyah al Ustadz Syafruddin pd acara penerimaan rapor Ramadhan1435 H, tahun lalu)

"Al Atsariyyah" Berbagi Faidah.

〰〰〰〰〰〰
Publikasi:
WA Salafy Solo
      11 September 2015
Via WA Bisnis Admin Tijaroh