Tampilkan postingan dengan label Tahdzir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tahdzir. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Juli 2017

BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK


💐🌷🌻🌹 NASEHAT ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY UNTUK HANI BIN BURAIK

يا أبا علي، دعوة صافية مع كسرة رغيف خير من الدنيا وما فيها، وسلامة الدين وراحة النفس لا يعدلها شيء في الدنيا.

"Wahai Abu Ali, dakwah yang bersih walaupun hanya makan dengan sepotong roti, lebih baik dibandingkan dengan dunia seisinya, dan keselamatan agama serta ketenangan hati tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia ini."

🌍 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 1)

الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، وبعد:

Seandainya saya bersikap basa-basi kepada seseorang dalam urusan agama, tentu saya akan bersikap basa-basi kepada al-Akh Hani bin Buraik, karena antara saya dengan dia terdapat persahabatan yang lama, saya telah berhubungan dekat dengannya selama 3 dekade, dan di masa itu antara dia dengan saya ada kecintaan, penghormatan, dan keakraban, di masa itu saya mengenalnya dengan sikap-sikap yang mulia, diantaranya sikapnya terhadap fitnah Abul Hasan, sikapnya terhadap fitnah al-Hajury, dan sikap terakhirnya yang mulia adalah tentang perang terhadap Hutsiyun di Kitaf, kemudian perang terhadap Hutsiyun di Aden.

Ketika muncul fitnah Watsiqah Muhammad al-Imam, para pengikut Muhammad al-Imam menghadapi watsiqah tersebut dengan sikap fanatik busuk, dan setelah berlalu lebih dari sebulan maka asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry mengkritiknya —dan ketika itu kami sedang mengadakan daurah di Indonesia di bulan Syawwal 1435 H—, lalu para pengikut Muhammad al-Imam membantah vonis mubtadi’ terhadapnya dengan bantahan yang tidak bermutu yang menunjukkan kengawuran dan tidak mempedulikan. Lalu Hani bin Buraik mendengar bantahan mereka yang ngawur, maka dia membantah mereka dengan ucapannya yang terkenal itu di Indonesia, namun ketika itu saya mencelanya dengan sebab ucapan dia tersebut, karena ucapan itu lebih banyak merugikan dibandingkan memberi manfaat.

Setelah ucapan Hani di Indonesia tersebut, para fanatikus Muhammad al-Imam membantah Hani bin Buraik, dan mereka mengeluarkan hal-hal lama yang pernah dilakukan oleh Hani bin Buraik, diantaranya yang mereka sebutkan adalah tentang Jum’iyyah asy-Syarurah, tampilnya dia di beberapa foto, dan hal-hal lain yang saya tidak mengetahui sebelumnya. Lalu mereka mentahdzirnya, dan dengan hal inilah telah tamat riwayat Hani bin Buraik menurut orang-orang rendahan itu, padahal para ulama belum berbicara, dan menurut mereka siapa saja yang tidak merasa puas dengan kedunguan mereka itu, maka dia termasuk fanatikus Hani bin Buraik.

Kemudian, orang-orang yang mengurus ma’had Fiyusy melarang para penuntut ilmu dari luar Yaman untuk menghadiri ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Hani bin Buraik yang menyerukan untuk memerangi Hutsiyun, dan beberapa waktu setelah itu mereka mengusir para penuntut ilmu yang dari luar Yaman dari Fiyusy, dan mereka menyebarkan kedustaan yang masyhur, yaitu bahwasanya Presiden Yaman memerintahkan untuk mengusir para penuntut ilmu dari luar Yaman, dan kami telah menjelaskan dari beberapa sisi —di tempat yang lain— bahwa klaim ini tidak benar secara meyakinkan.

📑 Bersambung ke Bagian 2 (In sya Allah..)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 2)

Hani bin Buraik menyampaikan ceramah di masjid ash-Shahabah, namun dia tidak tepat dalam menangani permasalahan, dan cara yang dilakukan oleh Hani mendorong saya untuk keluar dari ceramahnya tersebut dengan berat hati sebelum selesai. Dan pada hari berikutnya ketika kami pergi ke Gubernur Lahj untuk membicarakan tentang urusan para penuntut ilmu dari luar Yaman, terjadi diskusi yang panjang antara saya dengan dia, sampai suara meninggi di dalam mobil, dan diantara yang hadir ketika itu adalah asy-Syaikh Nashir az-Zaidy dan al-Akh al-Fadhil Abdur Rauf Ibad.

Beberapa waktu kemudian muncul darinya beberapa hal yang menyelisihi syari'at, seperti memakai celana panjang yang ketat dan menutupi mata kaki, bermudah-mudahan dalam masalah gambar hingga keluar dari batas darurat atau kebutuhan, dan yang lainnya. Dan kami telah menasehatinya secara pribadi melalui whatsapp, dan kami bertekad untuk menasehati dan berbicara dengannya jika kami berjumpa dengannya, namun kami tidak berjumpa dengan Hani kecuali setelah dia menjabat sebagai menteri, yaitu ketika Hani mengundang kami untuk bertemu dengannya di sebuah tempat. Maka semua Masyayikh pergi ke sana bersama dengan beberapa ikhwah yang lain, dan terjadilah diskusi yang sengit antara saya dengan dia dengan disaksikan oleh ikhwah.

Setelah dia menjabat sebagai menteri, muncullah para fanatikus Muhammad al-Imam berlagak sebagai orang-orang yang menasehati, mereka mentahdzir Hani bin Buraik semata-mata karena Presiden mengangkatnya sebagai menteri, dan mereka membawakan dalil-dalil dan riwayat-riwayat yang melarang dari meminta jabatan, dan mereka tidak membedakan antara meminta jabatan karena ambisi, dengan negara menunjuk seseorang untuk memegang sebuah jabatan karena membutuhkannya, terlebih di saat negara dalam keadaan krisis yang parah dan sedikitnya orang-orang yang bekerja dengan baik, serta banyaknya orang-orang yang mempermainkan keuangan negara.

Mereka juga menyebutkan bahwa masuk ke dalam politik termasuk perbuatan kelompok al-Ikhwanul Muslimun, dan mereka tidak membedakan antara majelis pembuat keputusan yang dalam undang-undangnya bersandar dengan suara mayoritas, dengan sebuah kementerian yang menterinya ditunjuk oleh Presiden untuk mengurusi orang-orang yang luka-luka dalam perang dan yang mati syahid, tanpa ikut campur dalam kegiatan demokrasi.

Jadi bahayanya bukan pada semata-mata pengangkatannya sebagai pejabat, sebagaimana anggapan orang-orang dekat Muhammad al-Imam, tetapi bahaya itu jika Hani datang untuk mengikuti tes atau ujian yang sesungguhnya untuk meraih jabatan, lalu bisa jadi kelayakannya untuk jabatan tersebut terbukti dan dia mengerahkan kemampuannya yang diharapkan oleh negara dan jauh dari kesalahan-kesalahan sebatas kemampuannya, atau bisa jadi dia gagal. Jadi hasilnya akan nampak setelah itu. Sehingga permasalahannya bukan karena menerima jabatan semacam ini, berbeda dengan yang dipahami oleh orang yang tergesa-gesa lalu mentahdzir, dan tahdzir mereka itu menyingkapkan betapa dangkal dan rendah pemahaman mereka.

📑 Bersambung ke Bagian 3 (In sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 3)

Beberapa waktu kemudian saudara kami Hani ingin mengajak para pemuda di Aden untuk memerangi ISIS, bahkan dia bersikeras dan beberapa kali mengulangi hal itu, lalu para penuntut ilmu menyanggahnya dengan menyatakan bahwa masalah ini harus pemerintah yang pertama kali memintanya, kemudian yang kedua membutuhkan musyawarah dengan para Masyayikh kita yang mulia. Jadi sebagaimana kita tidak memerangi Hutsiyun kecuali berdasarkan fatwa ulama dakwah salafiyyah, maka demikian juga kita tidak akan memerangi ISIS kecuali berdasarkan fatwa ulama kita. Hanya saja saudara kami Hani tetap bersikeras, dan muncullah kerenggangan antara dia dengan saudara-saudaranya sesama Ahlus Sunnah.

Beberapa waktu kemudian kesalahan-kesalahan ini semakin parah, dan diantaranya adalah twit-twitnya dan pembicaraannya di facebook dengan kecenderungan sektarian yang membicarakan tentang Yaman Selatan dan rakyat Yaman Selatan serta tentang pemisahan Yaman Selatan dari Republik Yaman. Juga pujiannya kepada seseorang yang dahulu salafy lalu terfitnah dengan pemikiran takfir dan bergabung dengan ISIS, lalu dia terbunuh bersama ISIS. Hani memujinya bahkan setelah kematiannya, dengan dalih dia dahulu termasuk yang berjihad di Kitaf, dan dia telah bertaubat atau ingin bertaubat dari ISIS.

Maka kami dan para Masayikh yang mulia bermusyawarah, diantaranya Nashir az-Zaidy, Yasin al-Adny, Shalah Kantusy, Zakariyya bin Syu’aib, Abbas al-Jaunah, Munir as-Sa’dy, Abdur Rauf Ibad, Arafat al-Muhammady, dan selain mereka. Lalu kami sepakat untuk menasehatinya dan menunjukkan kesalahan-kesalahan ini kepadanya, dan para Masayikh tersebut menunjuk saya untuk mewakili mereka, maka saya menyerahkan surat yang bernada keras kepadanya pada tanggal 22 Sya’ban 1437 H.

📑 Bersambung ke Bagian 4 (In Sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 4)

Di awal surat tersebut disebutkan, "Ada beberapa perkara yang kami jumpai dalam urusan dakwah di Aden yang kami menilai bahwa kita harus saling menasehati padanya, karena perkara-perkara tersebut sangat membahayakan dakwah salafiyyah, terlebih di waktu-waktu terakhir ini, dan kami tidak ridha dakwah ditimpa keburukan dari arah manapun."

Sedangkan di bagian akhir disebutkan, "Maka takutlah kepada Allah dalam urusan dakwah salafiyyah, dan takutlah kepada Allah berkaitan dengan para ikhwah yang perlu dikasihani yang terjatuh ke pangkuan para pengusung kebathilan karena mereka terfitnah oleh sebagian perkara yang mereka lihat muncul darimu atau dari orang lain."

Namun setelah itu saya tidak menjumpai faedah dari nasehat kepada Hani bin Buraik, maka saya menulis sebuah selebaran kecil yang di dalamnya saya sebutkan bahwa Hani tidak mewakili dakwah salafiyyah, tetapi dia hanya mewakili dirinya sendiri. Dan saya telah menjumpai hal yang sangat menyakitkan dari sebagian orang-orang yang bodoh —semoga Allah memberi hidayah untuk mereka— disebabkan nasehat ini dengan dalih bahwa Hani termasuk pejabat pemerintah.

Maka saya tidak bisa mentahdzir Hani secara menyeluruh, karena termasuk kaidah-kaidah yang kita tempuh sejak awal belajar adalah bahwa tahdzir terhadap orang-orang yang dikenal sebagai salafy hanya hak para ulama.

Maka kami mengangkat kesalahan-kesalahan tersebut kepada Masyayikh kita di Arab Saudi, lalu sebagian Masyayikh menasehatinya, kemudian Hani berhenti dari twit-twitnya selama beberapa waktu.

Dan termasuk sikap-sikap Masyayikh Aden yang terpuji adalah ketika al-Akh Hani ingin mengirim kepada kami bantuan keuangan setiap bulan yang jumlahnya sekitar 2000 Riyal Saudi, dan dia menyebutkan bahwa Masyayikh di Aden membutuhkan bantuan semacam ini untuk menafkahi istri dan keluarga mereka, juga karena kesibukan dakwah mereka. Maka kami berkumpul bersama untuk mendiskusikan masalah ini, lalu kami sepakat untuk menolak tawaran al-Akh Hani bin Buraik dan tidak menerima bantuan darinya.

Kemudian datang berita tentang dipecatnya dia dari jabatan menteri, maka kami mengatakan mudah-mudahan hal itu sebagai sebab dia mau kembali mengajar dan sibuk dengan ilmu. Namun kami dikejutkan dengan berita naiknya dia ke podium dan bergabung bersama orang-orang awam, di samping kemunculannya mengandung sikap melawan pemerintah yang memalukan, sehingga kami merasa sangat terpukul, terlebih lagi gambar-gambar yang menunjukkan peristiwa itu sangat jelas.

📑 Bersambung ke Bagian 5 (In Sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 5)

Kemudian datang berita tentang dipecatnya dia dari jabatan menteri, maka kami mengatakan mudah-mudahan hal itu sebagai sebab dia mau kembali mengajar dan sibuk dengan ilmu. Namun kami dikejutkan dengan berita naiknya dia ke podium dan bergabung bersama orang-orang awam, di samping kemunculannya mengandung sikap melawan pemerintah yang memalukan, sehingga kami merasa sangat terpukul, terlebih lagi gambar-gambar yang menunjukkan peristiwa itu sangat jelas.

Kemudian asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry membantah Hani  bin Buraik dan menyebutkan bahwa jalan yang dia tempuh sangat buruk. Dan sikap dari asy-Syaikh Ubaid ini ditambahkan pada kamus yang berisi keutamaan-keutamaan mulia dari Masyayikh kita, di mana hal itu menunjukkan bahwa Masyayikh kita tidak bersikap basa-basi kepada siapapun dan mereka berani dengan lantang menyuarakan kebenaran, dan itu merupakan tingkatan yang tidak bisa dicapai oleh orang-orang dekat Muhammad al-Imam walaupun sepersepuluhnya.

Tambahkan lagi bahwa tahdzir asy-Syaikh Ubaid terhadap Hani merupakan tamparan keras di wajah orang-orang yang terus menyebarkan kedustaan bahwa Masyayikh kita dikelilingi oleh orang-orang dekat yang jahat yang suka menyampaikan pernyataan-pernyataan yang tidak jujur dan tidak sesuai dengan kenyataan.

Kemudian kesalahan-kesalahan Hani bin Buraik diangkat oleh sebagian ikhwah kepada asy-Syaikh Rabi’, diantaranya bersikerasnya dia dalam menuntut untuk memisahkan Yaman Selatan dari Republik Yaman, pujiannya terhadap para pemimpin Yaman Selatan terdahulu, dan hal-hal yang lain.

📑 Bersambung Ke Bagian 6 (In Sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 6 - Selesai)

Dan lebih dari setengah bulan yang lalu —terhitung dari hari ini— asy-Syaikh Rabi’ meminta saya agar menasehati al-Akh Hani secara pribadi, dan sayapun mengingatkan dia agar takut kepada Allah, serta saya katakan kepadanya, "Kenapa engkau menuntut untuk memisahkan diri, jika engkau memisahkan diri dari Yaman, maka apakah kita akan membiarkan Yaman Utara dikuasai oleh Hutsiyun Rafidhah?!"

Dan terakhir, tadi malam salah seorang ikhwah mengirim pesan kepada saya dengan mengatakan bahwa asy-Syaikh Rabi' berkata kepada Anda, "Engkau telah menasehati Hani secara rahasia, tetapi dia tidak menerima nasehat tersebut, maka tahdzirlah dia dan kesalahan-kesalahannya dengan dalil-dalil."

● Dan asy-Syaikh Rabi' menambahkan, "Sampaikan dariku bahwa sesungguhnya saya mentahdzir Hani dan kelakuan-kelakuannya, dan apa yang disebarkan dari saya tentang sikap diam saya terhadapnya adalah tidak benar."

● Beliau juga mengatakan, "Bahkan Masayikh Aden yang lain, katakan kepada mereka agar mereka membantahnya dan jangan mendiamkan kesalahan-kesalahannya, karena hal ini akan membahayakan dakwah."

Saya katakan: demikianlah, maka hendaknya tahdzir yang muncul dari para penuntut ilmu berupa dalil-dalil dan bukti-bukti, kemudian kesabaran dan saling menasehati, lalu tahdzir di atas bukti nyata, bukan dengan engkau membela dengan segala cara berbagai kesesatan Muhammad al-Imam yang orang awampun mengetahuinya. Atau dengan engkau selama sekitar 10 tahun mendiamkan berbagai kesesatan al-Hajury yang diingkari oleh manusia di belahan bumi yang timur dan barat. Sementara Hani bin Buraik ditahdzir hanya dalam hitungan hari, itupun hanya dengan jarh atau cercaan yang sifatnya global tanpa ada penjelasan. Maka yang semacam ini merupakan cara yang gagal, dan orang-orangnya tidak bisa dijadikan sandaran dalam masalah ini, dan ucapan mereka dalam menilai orang lain tidaklah bisa dipercaya.

Maka ini saya menyampaikan kepada manusia perkataan guru kita asy-Syaikh Rabi’ dalam mentahdzir Hani bin Buraik, dan lembaran Hani telah dilipat oleh para penuntut ilmu. Dan saya terus mengingatkan dia agar takut kepada Allah berkaitan dengan keselamatan dirinya, agar takut kepada Allah dalam urusan dakwah salafiyyah yang membutuhkan orang-orang yang memikulnya dengan kejujuran, bukan malah merugikannya dengan kelakuan-kelakuan buruknya.

Dan saya katakan kepadanya bahwa dakwah tidak akan mengalahkan pihak-pihak yang memusuhinya —seperti kelompok al-Ikhwanul Muslimun dan selain mereka— kecuali dengan istiqamah di atasnya, bukan dengan menyelisihinya. Dan berdakwah disertai sikap istiqamah walaupun minim sarana dan kemampuan, itu jauh lebih kuat dibandingkan dalam keadaan menyelisihinya, meskipun semua sarana untuknya mudah.

Jadi, kekuatan dakwah ini berasal dari pertolongan Allah Ta’ala, kemudian dengan kejujuran bersamanya.

Dan saya telah mengatakan kepadanya: "Wahai Abu Ali, dakwah yang bersih walaupun hanya makan dengan sepotong roti, lebih baik dibandingkan dengan dunia seisinya, dan keselamatan agama serta ketenangan hati tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia ini."

وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله.

✒ Ditulis oleh: Abu Ammar Ali bin Husain asy-Syarafy, yang dikenal dengan Ali al-Hudzaify

📆 Senin, 16 Syawwal 1438 H

🌍 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Sabtu, 21 Mei 2016

Mentahdzir Ahli Bid'ah Walaupun Dia Seorang Yang Banyak Membantu Dakwah


▶️
•---°°°---•
MENTAHDZIR AHLI BID'AH WALAUPUN IA SEORANG YANG BANYAK MEMBANTU DAKWAH

⭐️Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah

✅[ Pertanyaan ]

Ada seorang pengikut sebuah tarekat dari tarekat sufiyah, ia mengikuti tasawuf dan melakukan beberapa bid'ah. Hanya saja ia (donatur) membantu dalam amal-amal kebaikan. Orang semisal ini jika kebid'ahannya diingkari dan dikenal diantara manusia, maka akan terputuslah bantuan dari muhsinin dan donatur. Maka apa pendapat anda wahai Syaikh?

[ Jawaban ]

Apakah orang tersebut berpengaruh dalam dakwahnya?

Penanya: Iya, wahai Syaikh? Dalam keadaan ia menyeru kepada bid'ahnya.

Syaikh: Kalau demikian mana yang lebih besar perkaranya, kefakiran atau kesesatan?

Penanya: Kesesatan.

Syaikh: Kesesatan lebih besar, maka wajib jika orang ini adalah seorang da'i dan berpengaruh, ia mesti ditahdzir darinya. Sekalipun ia akan memutuskan bantuannya, maka sesungguhnya ia telah mengharamkan dirinya (pahala).

Adapun jika ia tetap tinggal (bersama kita)
▪️lalu ia menyesatkan para hamba Allah,
▪️karena tujuan meraih satu dirham atau dua dirham dibelakang orang ini,
▶️maka ini tidak mungkin.

[Liqa al-bab Al-Maftuh, pertemuan ke 266, pertanyaan ke 7]

Sumber: Channel Syaikh Fawwaz Al Madkhali
—----------
التحذير من صاحب البدعة ولو كان من أهل الخير

⭐️الشيخ محمد بن صالح العثيمين -رحمه الله-

✅[ السؤال ]

رجل صاحب طريقة من طرق الصوفية يرى التصوف ويقيم بعض البدع، إلا أن هذا الرجل يساعد في إقامة أعمال الخير، فمثل هذا الرجل إذا أُنكِرَ عليه بدعته وشُهِر بين الناس؛ انقطع عن مساعدة أهل البر وأهل الخير، فما رأيكم يا شيخ؟.

[ الجواب]

هل هذ الرجل مؤثر في دعوته؟

السائل: نعم يا شيخ يدعو إلى بدعته.

الشيخ: إذن أيهما أعظم: الفقر، أو الضلال؟

السائل: الضلال.

الشيخ: الضلال أعظم، فيجب إن كان هذا الرجل داعية ومؤثرًا أن يُحذَّرَ منه؛ حتى لو قَطَع هو إحسان نفسه فإنما حَرَم نفسه،

أما أن يبقى
▪️يضل عباد الله
▪️من أجل أن يكسب من ورائه درهمًا أو درهمين،
◀️لا يمكن.

[لقاء الباب المفتوح، اللقاء: 266/ السؤال: 7]

•┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•
أنشرُوهَا فنشَرُ العِلمِ من أَعْظَمِ القُرُبَات

⚪️WhatsApp Salafy Indonesia
⏩Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

•┈┈┈┈•••Edisi•••┈┈┈┈•
IIII مجموعة الأخوة السلفية •✦• MUS IIII
ⓣ http://bit.ly/ukhuwahsalaf

➥ #Manhaj #tahdzir #ahli_bid_ah #walau_banyak_membantu #dakwah

Selasa, 23 Februari 2016

Waspadai Fitnah Harta: Menimbulkan Permusuhan dan Kebencian

WASPADAI FITNAH HARTA : MENIMBULKAN PERMUSUHAN DAN KEBENCIAN

FADHILAH SHAHABAT

Dari riwayat Ma’mar bin Rasyid (wafat : 153 H) dalam kitab Jami’-nya (20036) dari jalan Az Zuhri dari Ibrahim bin Abdirrahman bin ‘auf, beliau berkata:

“Ketika didatangkan kepada Umar pembendaharaan Kisra (Raja Persia: pen), berkata Abdullah bin Al Arqom Az Zuhri kepada Umar:”

“Tidakkah engkau meletakkan harta ini ke Baitul Mal, sampai dibagi-bagikan?”

Berkata Umar: “Tidak ada satupun  atap  yang menaunginya sampai aku berlalu darinya (menyetujuinya:  pen)”

Umar lalu memerintahkan untuk meletakkan harta tersebut di menara / bagian tinggi dari mesjid, maka mereka menginap disana untuk menjaganya, ketika telah datang waktu subuh Umar memerintahkan untuk membukanya, (ketika dibuka) beliau melihat pada harta tersebut terdapat yang berwarna merah dan putih, yang hampir-hampir membuat mata berkilau / bersinar  karena melihatnya, Umar pun menangis.

Berkatalah Abdurrahman bin ‘Auf :

“Apakah yang membuat engkau menangis wahai Amirul Mu’minin? dalam keadaan hari ini adalah benar-benar hari untuk bersyukur, bergembira dan dan bersukacita”

⛔️Umar berkata: “Sekali-kali tidak, sesungguhnya harta ini tidaklah diberikan kepada suatu kaum kecuali dilemparkan kepada mereka rasa permusuhan dan kebencian....”

(Sanadnya Shohih)

✅Dikeluarkan juga oleh Ibnu Abi Syaibah (Wafat : 235 H) dalam kitab Mushonnafnya (34446) secara ringkas, dan juga dikeluarkan oleh Al Baihaqi (wafat : 458 H) dalam kitab Al Kubra (13035) Kedua riwayat ini dari jalan Ma’mar dari Az Zuhri

Sumber: diringkas dari  https://telegram.me/arafatbinhassan

Ditulis Oleh: Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah

(Padang 13 Jumadil ‘Ula 1437 H, 22 Februari 2016)

_____________

[ إنّ هَذَا المَال لَمْ يُعْطِهِ اللهُ ﷻ قَوْمًا قَطُّ إِلَّا أُلْقِى بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ ]

جاء عند معمر بن راشد (ت: 153 هـ) في جامِعِه (20036) من طريق :

الزُّهْرِيِّ، عَنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ، قَالَ:

"لَمَّا أُتِيَ عُمَرُ بِكُنُوزِ كِسْرَى، قَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْأَرْقَمِ الزُّهْرِيُّ:

أَلَا تَجْعَلُهَا فِي بَيْتِ الْمَالِ حَتَّى تَقْسِمَهَا؟

قَالَ: «لَا يُظِلُّهَا سَقْفٌ حَتَّى أُمْضِيَهَا» ،

فَأَمَرَ بِهَا، فَوُضِعَتْ فِي صَرْحِ الْمَسْجِدِ، فَبَاتُوا يَحْرُسُونَهَا، فَلَمَّا أَصْبَحَ أَمَرَ بِهَا فَكُشِفَ عَنْهَا، فَرَأَى فِيهَا مِنَ الْحَمْرَاءِ وَالْبَيْضَاءِ مَا يَكَادُ يَتَلَأْلَأُ مِنْهُ الْبَصَرُ،

قَالَ: فَبَكَى عُمَرُ !

فَقَالَ لَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ:

مَا يُبْكِيكَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ؟

فَوَاللَّهِ إِنْ كَانَ هَذَا لَيَوْمَ شُكْرٍ، وَيَوْمَ سُرُورٍ، وَيَوْمَ فَرَحٍ !

فَقَالَ عُمَرُ:

«كَلَّا، إِنَّ هَذَا لَمْ يُعْطَهُ قَوْمٌ إِلَّا أُلْقِيَ بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ ...» والقصة لها تَتِمّة.

[ إسناده صحيح ]

▫️ وأخرجه :

ابن أبي شيبة (ت: 235 هـ) في مُصنفه (34446) مختصرا والبيهقي (ت: 458 هـ) في الكُبرى (13035) كلاهما من طريق معمر عن الزهري.

_________________

Hashtag:
#mewaspadai_fitnah_harta

Posting:
#Senin, 22 Februari 2016
Jam 15.30 WIB

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang

Senin, 26 Oktober 2015

"Meruqyah" Ummat Agar Terbentengi Dari Gangguan JIN (Jaringan Islam Nusantara) (1-2 selesai)


"Meruqyah" Ummat Agar Terbentengi Dari Gangguan JIN (Jaringan Islam Nusantara)
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Islam Rasulullahصلى الله عليه وسلم, Bukan Islam Nusantara

(Bagian Pertama)

✏ Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat begitu banyak kepada kita siang dan malam, baik nikmat lahiriah ataupun nikmat bathiniah. Diantara kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, adalah nikmat islam, dimana Allah menjadikan kita sebagai seorang muslim yang tidak ada kenikmatan yang lebih besar dari kenikmatan ini. Yang tidak ada kebahagian didunia dan diakhirat kecuali dengan memeluk agama islam dan istiqamah diatasnya, agama yang satu-satunya diridhai disisi Allah hanyalah islam yang tidak diterima selain dari agama islam.

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ الإِسْلامُ

“Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah islam “ (AlImran : 19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain islam, dia tidak akan diterima dan diakhirat dia termasuk orang yang merugi.” (Ali Imran : 85)

Wahai saudaraku kaum muslimin inilah aqidah yang harus kita yakini, bahwa islam adalah agama yang hak, yang satu-satunya diterima dan diridahi disisi Allah. Yang tidak ada jalan kebahagian didunia dan diakhirat kecuali dengannya. Islam yang dengannya Rasulullah   صلى الله عليه وسلم di utus, mengajak untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang dari perbuatan syirik. Memerintahkan untuk shalat, zakat, puasa dan haji.
Islam telah sempurna mengatur segala hal, mengatur hubungan seorang hamba dengan Rabbnya dan hubungan seorang hamba dengan hamba lainnya. Segala hal yang mendatangkan kebaikan didunia dan akhirat telah dijelaskan oleh Rasulullah dan segala hal yang menjadi sebab kejelekkan didunia dan akhirat telah Rasulullah jelaskan. Islam telah sempurna tidak butuh tambahan-tambahan dan tidak boleh dikurangi. Yang dengannya kita beragama. Allah Taaala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Ku sempurnkan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatku, dan telah Ku ridhai islam sebagai agama bagimu.“ (Al Maidah : 3)

✏ Berkata al Imam Ibnu Katsir rahimahullah tentang ayat ini:

هذه أكبر نعم الله ، عز وجل، على هذه الأمة حيث أكمل تعالى لهم دينهم ، فلا يحتاجون إلى دين غيره، ولا إلى نبي غير نبيهم، صلوات الله وسلامه عليه؛ ولهذا جعله الله خاتم الأنبياء، وبعثه إلى الإنس والجن، فلا حلال إلا ما أحله، ولا حرام إلا ما حرمه، ولا دين إلا ما شرعه، وكل شيء أخبر به فهو حق وصدق لا كذب فيه ولا خُلْف، كما قال تعالى: { وَتَمَّتْ كَلِمَتُ  رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلا } [ الأنعام : 115 ] أي: صدقا في الأخبار، وعدلا في الأوامر والنواهي، فلما أكمل  الدين لهم تمت النعمة عليهم ؛ ولهذا قال [تعالى] { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا } أي: فارضوه أنتم لأنفسكم، فإنه الدين الذي رضيه الله وأحبه  وبعث به أفضل رسله الكرام، وأنزل به أشرف كتبه

“Ini adalah nikmat Allah Azza wa Jalla yang terbesar bagi ummat ini dimana Allah Ta’aala telah menyempurnakan agama bagi mereka, maka mereka tidak butuh kepada agama lainnya, dan tidak kepada seorang nabipun selain Nabi mereka. Dengannya Allah menutup para nabi, dan diutus kepada manusia dan jin, tidak ada sesuatu yang halal kecuali telah dihalalkannya, tidak ada perkara yang haram melainkan telah diharamkan, serta tidak ada agama kecuali  yang disyariatkannya, dan segala sesuatu yang di khabarkan oleh Nabi adalah benar dan jujur tidak didapatkan kedustaan dan kebohongan, semoga shalawat dan keselamatan (dari) Allah tercurah kepada beliau,  sebagaimana Allah berfirman: Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. (al-Anam:115)
Yaitu jujur dalam peyampaian berita, adil dalam segala perintah dan larangan, tatkala telah sempurna agama bagi mereka  (umat uslam) maka, sempurna pula nikmat atas mereka, oleh karena ini Allah berfirman; Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatku, dan telah Ku ridhai islam sebagai agama bagimu. (Al Maidah : 3)

Yaitu Aku meridhainya  atas diri kalian karena islam adalah agama yang diridhai dan dicintai oleh-Nya, padanya diutus seorang Rasul yang paling utama serta mulia dan diturunkan bagi agama islam kitab yang paling mulia” (Tafsir Ibnu Katsir:3/26)

✏ Bukan model islam yang dibawa oleh JIL dan JIN, yang penuh dengan berbagai kesesatan dengan tambahan-tambahan atau pengurangan-pengurangan dari tokoh-tokohnya. Bahkan  tokoh-tokoh JIL dan JIN dalam statmen dan sepak terjangnya berusaha meruntuhkan pokok-pokok ajaran islam bahkan mencela dan merendahkan agama ini. Diantara mereka ada yang mencela atau mengkritisi Nabi, mencela shahabat, mengatakan tidak ada hukum Allah, menggugat dan mencela sebagian syariat, membolehkan homoseksual dan kesesatan lainnya. waliyadzubillah- semoga Allah menjaga kami dan kaum muslimin dari gangguan JIN (jaringan islam nusantara).

▫11 Muharam 1437/25 Oktober 2015

Insya Allah تعالى bersambung

Dipublikasikan Oleh:

Tholibul Ilmi Cikarang

Pada :
Senin13 Muharram1437H/26 Oktober 2015M Jam 15:50 wib
Faidah lainnya silahkan klik www.salafymedia.com

"Meruqyah" ummat membetengi dari ganguan JIN (Jaringan islam nusantara)

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Islam Rasulullahصلى الله عليه وسلم, Bukan Islam Nusantara

(Bagian Kedua)

✏ Bersyukurlah wahai kaum muslimin dengan nikmat islam yang Allah karuniakan kepada kalian. Lihatlah bagaimana mereka para tokoh JIL dan JIN yang ktp mereka tercantum sebagai orang yang beragama islam, yang katanya sebagian mereka menempuh pendidikan agama islam, diantara mereka bertitel mentereng tetapi justru malah berusaha memadamkan cahaya agama ini dengan lisan dan perbuatannya, siang dan malam. Mereka adalah orang sesat dan menyesatkan. Jauhilah mereka, jangan dengarkan dan ikuti.
Allah Ta’aala berfirman:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya.” (al An’am:153)

✏ Berkata al Imam Mujahid, seorang ulama dan imam dalam tafsir tentang maksud السبل “jalan-jalan (yang lain) dalam ayat ini adalah bidah (perkara yang baru yang diadakan didalam agama) dan syubuhaat (kerancuan dan kesesatan). (Fadhlul Islam)

Wahai saudaraku hidayah berada ditangan Allah oleh karena itu jagalah nikmat yang besar ini, masuklah kedalam islam secara keseluruhan dan istiqamalah diatasnya.

▫Allah Taaala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (al Baqarah:208).

✏ Berkata al –Imam Ibnu Katsir rahimahullah

يقول تعالى آمرًا عباده المؤمنين به المصدّقين برسوله: أنْ يأخذوا بجميع عُرَى الإسلام وشرائعه، والعمل بجميع
أوامره، وترك جميع زواجره ما استطاعوا من ذلك

“Allah ta’aala memerintahkan hamba-hambanya yang beriman dengan Nya, membenarkan rasul-Nya,  agar kalian mengambil seluruh ajaran agama islam dan syariatnya, dan mengamalkan seluruh perintah-perintahnya dan meninggalkan seluruh larangan-larangannya sesuai dengan kemampuan dari hal itu.” (Tafsir Ibnu Katsir:1/565)

✏ Berkata asy-Syaikh Al Allamah Ibnu Baaz rahimahullah: “Maka wajib atas seluruh mukalaf (orang terbebani syariat) untuk berpegang teguh diatas islam dan bersungguh – sungguh dalam ketaatan kepada Allah, ini  adalah jalan keberuntungan dan kebahagian. Mencukupkan diri diatas islam dan berjalan padanya walaupun sedikit lebih baik  daripada bersungguh-sungguh melakukan banyak amalan diatas selain dari islam dan sunnah (petunjuk rasulullah).” (Syarh Fadhlul Islam, hlm. 3). Wallahu a’lam bish shawwab. (abdullah al jakarty).

Dipublikasikan Oleh:

Tholibul Ilmi Cikarang

Pada :
Senin13 Muharram1437H/26 Oktober 2015M Jam 16:36wib
Faidah lainnya silahkan klik www.salafymedia.com

Via WA Al-Manshuroh

Kamis, 22 Oktober 2015

CIRI CIRI DA'I YANG MENGAJAK KEPADA NERAKA JAHANAM...❗

CIRI CIRI DA'I YANG MENGAJAK KEPADA NERAKA JAHANAM...❗
-------------
Berkata Asy-Syaikh Sholeh al fauzan hafizhahullah :

➡" Di Sana Ada Da'i-da'i yang sesat (menyeru kepada jahanam)
Sebagaimana bahwa disana ada Da'i da'i menyeru kepada tauhid (Mengajak untuk masuk surga) ".
_____________

]» Hakekat da'wah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul wahab rahimahullah .

‏قال العلامة صالح الفوزان -حفظه الله-:

"هناك دعاة ضلال كما أن هناك دعاة توحيد"

[حقيقة دعوة الشيخ محمد بن عبدالوهاب]

1⃣- MEMILIKI KULIT DAN BAHASA YANG SAMA DENGAN MANUSIA

Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma berkata:

كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

“Dahulu manusia (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan sementara aku biasa bertanya kepada beliau tentang keburukan(kejelekan) karena khawatir/takut kejelekan tersebut menimpaku. Maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, dahulu kami dalam masa jahiliyah dan keburukan, lantas Allah datang dengan membawa kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan lagi?” Nabi menjawab, “Ya.” Saya bertanya, “Apakah sesudah keburukan itu akan ada kebaikan lagi?” Beliau menjawab, “Ya, tapi ketika itu sudah ada Asap” Saya bertanya, “Apa yang anda maksud dengan asap itu?” Beliau menjawab, “Adanya suatu kaum yang memberikan petunjuk dengan selain petunjuk yang aku bawa. Engkau kenal mereka namun pada saat yang sama engkau juga mengingkarinya.”

Saya bertanya, “Adakah setelah kebaikan itu akan ada keburukan lagi?”

Nabi menjawab, “Ya, yaitu adanya DAI-DAI yang MENYERU menuju PINTU JAHANNAM. Siapa yang memenuhi seruan mereka, niscaya mereka akan menghempaskan orang itu ke dalam jahannam.”

❓Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, tolong beritahukanlah kami tentang CIRI-CIRI mereka!” Nabi menjawab, “Mereka MEMILIKI KULIT seperti KULIT KITA, juga BERBICARA DENGAN BAHASA KITA.”

❓☝Saya bertanya, “Lantas apa yang anda perintahkan kepada kami ketika kami menemui hari-hari seperti itu?”
Nabi menjawab, “Hendaklah kamu selalu bersama jamaah kaum muslimin dan imam (pemimpin) mereka!” Aku bertanya, “Kalau pada waktu itu tidak ada jamaah kaum muslimin dan imam bagaimana?”
Nabi menjawab, “Hendaklah kamu jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok) itu, sekalipun kamu menggigit akar-akar pohon hingga kematian merenggutmu dalam keadaan kamu tetap seperti itu.”
]»(HR. Al-Bukhari no. 7084 dan Muslim no. 1847)

2⃣- PANDAI BERSILAT LIDAH

Rasulullah Shalallahu a'laihi was salam bersabda :

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَاف عَلَىُ أُمَّتِيْ كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيْمِ اللِّسَانِ

"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah setiap munafik yang pandai bersilat lidah."
]»Riwayat Ahmad, 1:22. No.143 dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam silsilah shahihah no.1013.

3⃣- IMAM-IMAM SESAT...❗

عَنْ ثَوْبَان رضي الله عنه قال :َ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ

Dari tsauban Radhiyallahu anhu berkata : bahwasanya Rasulullah Shalallahu a'laihi was salam bersabda :
( Sesungguhnya yang aku takutkan terhadap umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan ). ]»[HR. Darimi No.2634].

4⃣- ❌PEMIMPIN SESAT DAN MENYESATKAN

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاص رضي الله عنهِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا .
رواه مسلم

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak mengangkat ilmu agama dengan cara mencabutnya secara langsung dari hati manusia. Tetapi Allah akan mengangkat ilmu agama dengan mewafatkan para ulama, hingga tak ada seorang ulama pun yg akan tersisa. Kemudian mereka akan mengangkat para pemimpin yg bodoh. Apabila mereka, para pemimpin bodoh itu dimintai fatwa, maka mereka akan berfatwa tanpa berlandaskan ilmu hingga mereka TERSESAT DAN MENYESATKAN ).

5⃣- ❌ORANG-ORANG BODOH BERBICARA

Hadits Abu Hurairah riwayat Ibnu Majah dan lain-lainnya, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :

سَيَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الْأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ يَتَكَلَّمُ فِيْ أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang menipu, akan dipercaya/dibenarkan padanya orang yang berdusta dan dianggap dusta orang yang jujur, orang yang berkhianat dianggap amanah dan orang yang amanah dianggap berkhianat dan akan berbicara Ar-Ruwaibidhoh. Ditanyakan : “Siapakah Ar-Ruwaibidhoh itu ?”. Beliau berkata : “ORANG-ORANG yang BODOH BERBICARA dalam perkara umum”.
]»Dishohihkan oleh Syeikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad Mimma Laisa Fi Ash-Shohihain.

6⃣- MENYERU KEPADA NERAKA

{ وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ }

Artinya :
{ Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. MEREKA MENGAJAK KE NERAKA, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran }.
]»(Al-Baqarah:221)

{ إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ }

Artinya :
{ Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya MENGAJAK GOLONGANNYA supaya mereka MENJADI PENGHUNI NERAKA yang menyala-nyala } .
]»(Fãtir:6)

Berkata Asy-Syaikh Sholeh al fauzan hafizhahullah :

" هؤلاء هم الدعاة إلى أبواب جهنم ، يدعونكم إلى أن يتخلوا عن دينكم "

Mereka Adalah Da'i Da'i menyeru kepada pintu pintu jahanam , mengajak kalian untuk meninggalkan agama kalian .
--------
]»Syarah hadits Inna kuna fil jahiliyah .

❗HATI HATI DARI DA'I-DA'I SESAT YANG MENGAJAK KEPADA NERAKA JAHANNAM
➖〰➖〰➖〰➖

                  ——— ✧ ※❉※ ✧ ———

Admin Group:
]»WA FAWAID ILMIAH WAL DURUS | www.salafykolaka.net

MADINAH,Selasa 6 Muharram 1437 H
——————— ✧ ※※ ✧ ———————

Via WA Al-Manshuroh

Selasa, 20 Oktober 2015

Zakir Naik Mengatakan Allah Tidak Mampu Melakukan Semua Perkara dan MENAMAKAN ALLAH DENGAN NAMA BERHALANYA ORANG KUFFAR, BRAHMA ATAU VISHNU

❌❗Zakir Naik Mengatakan Allah Tidak Mampu Melakukan Semua Perkara

Fatwa Syaikh Shalih Fauzan al Fauzan ke atas orang yang mengatakan Allah tidak mampu lakukan semua perkara

Syaikh Fauzan on Zakir Naik :  "MULHID!!"

m.youtube.com/watch?v=4w5YYde7tBY

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Ulama Kibar Muslim, Syaikh Shalih Fauzan al Fauzan hafizhahullah ditanya:

Terdapat da'ie yang terkenal yang mana usahanya tersebar ke seluruh dunia. Dia mengatakan Allah tidak mampu melakukan semua perkara. Dia juga mengatakan terdapat 1000 perkara yang Allah tidak mampu lakukan.
Adakah orang ini dianggap da'ie ke pintu pintu Jahannam? Adakah kami perlu ingat kan tentang dia (kesesatannya)?

Syaikh menjawab:
Orang ini mulhid (1), orang yang mengatakan sedemikian adalah mulhid terhadap Nama² dan Sifat² Allah.

"Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka berdoalah (kepada Allah) dengan nya (dengan menyebut asmaa-ul husna) dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama Nya. Nanti mereka akan mendapatkan balasan terhadap apa yang mereka lakukan." (2)

"Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman pada hari kiamat?" (3)

Seseorang mengatakan Allah tidak mampu melakukan semua perkara... Maha Suci Allah! Allah mengatakan:

"... Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu" (4)

Berapa banyak ayat yang ada (menyatakan) "Allah mampu lakukan segala sesuatu" atau "Sesungguhnya Allah mampu lakukan semua perkara"? Berapa banyak ayat!? (5)

Allah tidak menyebutkan apa² batasan ke atas keupayaanNya, kebolehanNya tidak terbatas ke atas segala sesuatu. Dia mampu melakukan apa sahaja. Dia, Maha Mengetahui ke atas segala sesuatu. Dia, Yang Maha Tinggi dan Paling Tinggi, tidak menyebutkan apa² keterbatasan.

Dan kau datang dan mengehadkan ini!? Adakah kau katakan "Tidak, ada beberapa perkara yang Allah tidak tahu dan aku mengetahuinya" (6).

Ini adalah jenis ilhaad terhadap Nama² dan Sifat² Allah.

Bukan semua pendakwah berada di atas kebenaran. Dengar ucapan Rasulullah "pendakwah ke pintu-pintu Jahannam" (7)

Bukan semua pendakwah di atas kebenaran. (Tamat perkataan Syaikh)

Nota kaki:

(1) Mulhid adalah seseorang melakukan ilhaad terhadap Nama² dan Sifat² Allah dengan menafikan kesemuanya secara total atau merubah maknanya ke makna yang tidak sesuai kepada Allah.
Ilhaad juga termasuk menamakan Allah dengan nama-nama yang Dia tidak gunakannya untuk menamakan diri Nya. Lihat Syarah Qowaid Al Muthla (pg. 49-50), Syaikh Ibn 'Uthaymeen. Ilhaad juga boleh diterjemahkan sebagai kafir atau rawafidh (penolak/penafi) di dalam petikan ini, Allahu'alam.

(2) Surah al A' raf ayat 180

(3) Surah Fussilat ayat 40

(4) Surah al Baqarah ayat 284

(5) Terdapat lebih 35 ayat Quran yang menyatakan hal ini atau ayat yang sama!

(6) Perhatikan Syaikh menyebutkan faedah di dalam contoh ini. Beliau dengan sengaja gemar untuk memperlihatkan dengan jelas berapa tidak boleh diterima kepada pengakuan yang menyatakan bukan semua perkara Allah tahu, dan seseorang mengaku mengetahui sesuatu yang Allah tidak mengetahui! Maka ianya sama, apa² sifat Allah yang Dia nisbatkan pada diri Nya seperti ilmu Nya, keupayaanNya, atau apa sahaja, tidak akan ada keterbatasan atau limit atau pengkhususan (ke atas Sifat² Allah) dengan menggunakan pemikiran secara rasional atau falsafah. Wallaahu A'lam.

(7) Dari hadith shahih dari Hudzaifah menceritakan tentang ahlul dholal dan fitnah mereka yang akan dihadapi oleh umat yang akan datang.
"Akan ada du'at yang memanggil ke pintu-pintu jahanam dan sesiapa yang menyahut seruan mereka, mereka akan melemparkan nya ke dalam nya (neraka). Al Bukhari No. 7084 Muslim no. 1847

http://www.bakkah.net/en/shaykh-saalih-al-fowzaan-on-the-claim-that-allaah-cannot-do-all-things.htm#more-3764

WhatsApp طريق السلف
=====*****=====
Publikasi:
WA Salafy Solo
www.salafymedia.com

❌❗ZAKIR NAIK MENAMAKAN ALLAH DENGAN NAMA BERHALANYA ORANG KUFFAR, BRAHMA ATAU VISHNU

Zakir Naik berkata :

Disebutkan di dalam Rig Veda (salah satu kitab agama Hindu) para pendeta memanggil tuhan yang satu dengan banyak nama, bermakna ianya(tuhan yang satu) mempunyai pelbagai nama yang diberikan kepada Tuhan yang satu.

Dan di dalam Rig Veda sahaja sudah mencatatkan tidak kurang 33 jenis sifat yang berlainan kepada Tuhan yang Maha kuasa. Kebanyakannya disebut di Rig Veda, buku no. 2, puisi no. 1. Salah satu daripada sifat yang indah yang disebutkan di dalam Rig Veda kepada Tuhan Yang Maha Kuasa adalah BRAHMA. BRAHMA bermaksud 'Pencipta'. Jika kamu menterjemahkannya ke bahasa Arab ianya bermakna Khaliq. Kita orang Islam tidak ada bantahan jika sesiapa yang memanggil Allah Subhanahu Wa Ta’ala tuhan Yang Maha Kuasa sebagai Khaliq atau Pencipta atau BRAHMA.

Tetapi jika seseorang mengatakan BRAHMA adalah Tuhan Yang Maha Kuasa yang mempunyai 4 kepala, di atas setiap kepalanya mempunyai mahkota dan dia mempunyai 4 tangan, kita sebagai orang Islam akan menentang keras kepada sesiapa yang mengatakan sedemikian.

Satu lagi sifat yang indah yang diberi di dalam Rig Veda, buku no. 2, puisi no. 1,ayat no. 3 adalah VISHNU. VISHNU bermakna 'Yang memberi rezeki'. Jika kamu terjemahkan nya ke bahasa Arab ia bermakna Rabb. Kita sebagai orang Islam tidak ada bantahan jika sesiapa yang memanggil tuhan Yang Maha Kuasa sebagai Rabb atau Penyayang yang memberi rezeki atau VISHNU. Tetapi jika seseorang memanggil VISHNU adalah Tuhan yang maha kuasa yang mempunyai 4 tangan dan salah satu tangannya memegang Chakra (piring) dan salah satu dari tangan kirinya memegang... (tidak jelas) dan dia menunggang burung dan bersandar pada kerusi daripada ular. Kita sebagai orang Islam akan menentang keras kepada sesiapa yang mengatakan sedemikian.

http://www.salafitalk.net/st/uploads/Zakir-CallingAllahBrahmaOrVishnu.rm

WhatsApp طريق السلف
=====*****=====
Publikasi:
WA Salafy Solo
www.salafymedia.com
6 Muharram 1437 H | 19 Oktober 2015

Via WhatsApp Bisnis Admin Tijaroh

Jumat, 09 Oktober 2015

Benarkah Gusdur Merupakan Wali Allah...? (3-5 selesai)

▪▫▪▫▪▫▪▫

Benarkah Gusdur Merupakan Wali Allah...?

□□□ Bagian ke (3) □□□

Berikut penjelasan sebagian kesesatan dan penyimpangan Gusdur

✏Pada kesempatan ini kami hanya menjelaskan sebagian kecil kesesatan dan penyimpangan Gusdur. Dengan hal ini saja atau bahkan dengan sebagian yang kami sebutkan saja, sudah cukup untuk membuat seseorang untuk sadar bahwa gusdur tidak pantas disebut sebagai wali Allah.

Gusdur Mencela Al-Qur’an, -waliyadzubillah- dengan mengatakan kitab suci paling porno sedunia.

✏Seorang muslim yang paling bodoh sekalipun selama dia masih memiliki akal yang sehat akan menilai ucapan ini adalah bentuk dari celaan terhadap al-Qur’an. Dan ini bentuk dari kekufuran.

✏Allah Ta’aala berfirman:

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لا تَعْتَذِرُوا قَدْ كَفَرْتُمْ بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya Kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.” (at-Taubah:65-66)

✏Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah: “Ini adalah nash (dalil) tentang orang yang bersendau gurau/mengolok-ngolok Allah, Ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya adalah bentuk kekufuran, memaksudkan (dengan sengaja) untuk mencela lebih-lebih jelas kufurnya. Dan sungguh dari ayat ini ditunjukkan tentang setiap orang yang merendahkan Rasulullah dengan sungguh-sungguh atau bersenda gurau sungguh dia telah kafir.” (Shaarimul Masluul : 2/70)

✏Berkata Asy-Syaikh Al-Allaamah Sulaiman Alu Syaikh rahimahullah : “Para Ulama sepakat atas orang yang bersendau gurau/ mengolok-ngolok Allah atau kitab-Nya atau Rasul-Nya atau Nabi-Nya adalah kekufuran walaupun dilakukan dengan bercanda tidak bermaksud sengaja untuk mengolok-ngolok, dan adanya ijma’ (kesepakatan para ulama) tentang hal ini.” (Taisirul Azizil Hamid : 617)

✏Berkata asy-Syaikh Al Allamah Abdurrahman Nashir As Sa’di: “Sesungguhnya mengolok-ngolok Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya adalah kekufuran yang mengeluarkan pelakuknya dari agama, dikarenakan pokok agama adalah mengaggungkan Allah, agama dan rasul-Nya. Dan mengolok-ngolok dengan hal tersebut meniadakan pokok agama ini dan bertolak belakang dengan sebesar-besar bertolak belakang.” (Taisirul Karimir Rahman pada ayat ini)

✏Berkata asy-Syaikh Al-Allamah Shalih al Fauzan: “Bahwasannya ayat tersebut menunjukan tentang kafirnya seseorang yang mengolok-ngolok dengan sesuatu yang didalamnya menyebutkan Allah, Rasulullah atau al-Qur’an.” (al Mulakhos, hlm.326)

Kaum muslimin yang semoga dirahmati Allah. Apakah pantas seorang yang mencela al-Qur’an dikatakan wali Allah…? atau lebih pantas dikatakan sebagai musuh-musuh Allah atau wali-wali syaithan…? –kemana perginya orang yang berakal itu-

Bersambung insya Allah تعالى

▫▪▫▪▫▪▫▪

di tulis oleh beliau;

✒Ustadz Abdullah al jakarty hafidhohullohu ta'ala

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

☆F A W A I D   I L M I Y Y A H☆

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ ▪▫▪▫▪▫▪▫

Benarkah Gusdur Merupakan Wali Allah...?

□□□ Bagian ke (4) □□□

Gusdur meninggalkan sholat wajib kecuali hanya kadang-kadang saja jika ia anggap penting.

✏Berkata al Imam Adz Dzahabi رحمه الله : “Dosa besar yang keempat adalah meninggalkan sholat” (Kitab al Kaba’ir)

Berikut sebagian dalil yang menunjukkan dosa meninggalakn shalot wajib merupakan dosa besar bahkan dosa kekufuran.

✏Allah Subhaanahu wata’aala berfirman :

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَلا تَكُونُوا مِنَ المُشْرِكِينَ

“Serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah.”   (ar-Ruum : 31)

✏Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلاَةِ

“Sesungguhnya pembatas antara seseorang dan kesyirikkan dan kekufuran adalah meninngalkan shalat.” (HR. Muslim)

✏Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

“Perjajian antara kami dengan mereka adalah shalat, barangsiapa yang meninggalkan shalat sungguh dia telah kafir.” (HR. An-Nasai, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

✏Berkata Syaikh Al ‘Allamah Muhammad Bin Shaleh Al Utsaimin Rahimahullah: ”Kami mendapati didalam Al-kitab (Al-Qur’an) dan as-Sunnah dalil keduanya menunjukkan atas kafirnya orang yang meninggalkan shalat, dengan kekufuran yang besar yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam.” (Hukmu Taarikis Shalah, Syaikh Muhammad bin Shaleh Al Utsaimin: 6).

Bersambung insya Allah تعالى

▪▫▪▫▪▫▪▫

Di tulis oleh beliau;

✒Ustadz Abdulloh al jakarty hafidhohullohu ta'ala

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

☆F A W A I D   I L M I Y Y A H☆

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
▪▫▪▫▪▫▪▫

Benarkah Gusdur Merupakan Wali Allah...?

□□□ Bagian ke (5) □□□
    (Bagian Terakhir)

Gusdur dengan sikap dan statmen-statmenya yang sering meperlihatlan loyalitasnya kepada orang-orang kafir.

Berteman dekat dan membela orang-orang kafir. Mendukung kristenisai, membela agama ahmadiyah, membela agama Syiah  dan yang lainnya.

Wahai kaum muslimin ketahuilah, -semoga Allah merahmati kalian-

Wali-wali Allah akan memberikan wala’nya (kencintaan, loyalitasnya) kepada Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman bukan malah kepada orang-orang kafir dari kalangan yahudi, nasrani dan orang-orang munafik. Allah Ta’aala berfirman:

لا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ أُوْلَئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ وَيُدْخِلُهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا رَضِيَ اللهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ أُوْلَئِكَ حِزْبُ اللهِ أَلا إِنَّ حِزْبَ اللهِ هُمُ المُفْلِحُونَ

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, Sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. meraka Itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. mereka Itulah golongan Allah. ketahuilah, bahwa Sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung.” (al Mujadilah:22).

✏Berkata asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah: “Maka harus membenci dan memusuhi musuh-musuh Allah, dan berkasih sayang serta mencintai orang-orang beriman. Demikianlah seorang yang beriman memencintai wali-wali Allah, saling tolong menolong dalam kebaikkan, dan membenci musuh-musuh Allah dan memusuhi mereka karena Allah.” (Syarh Tsalatul Ushul, hlm. 51)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ

“Seseorang itu bersama dengan orang yang dicintai.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini diantara kesesatan dan penyimpangan Gusdur yang menunjukkan sama sekali tidak pantas dengan apa yang dilakukan oleh Gusdur lalu setelah itu dianggap sebagai wali dari wali-wali Allah. Wallahu a’lam bis shawwab.

□□□□□ SELESAI □□□□□

▪▫▪▫▪▫▪▫

Di tulis oleh beliau;

✒Ustadz Abdulloh al jakarty hafidhohullohu ta'ala

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

☆F A W A I D  I L M I Y Y AH☆

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Rabu, 07 Oktober 2015

Benarkah Gusdur Merupakan Wali Allah..? (1-2)

▪▫▪▫▪▫▪▫

Benarkah Gusdur Merupakan Wali Allah..?

□□□□ Bagian (1) □□□□

✏Walaupun Gusdur sudah mati sekian tahun yang lalu namun pengaruh buruknya masih sangat terasa sampai sekarang. Nama Gusdurpun masih laku disebut-sebut oleh para tokoh sesat, atau bahkan nama Gusdurpun masih laku dijual untuk komoditas politik pada kelompok tertentu.

✏Berikut ini sedikit dari sekian banyak bukti dari apa yang saya katakan. Prof. DR Said Aqil Siraj dalam ceramahnya yang nyeleneh dan mengandung sekian banyak kesesatan belum lama ini mengatakan, Wahid Hasyim wafat punya putra diatas cerdas. Kalau Wahid Hasyim cerdas, putranya sak nduwure diatasnya cerdas, Kyai haji Abdurrahman Wahid….”dst

✏Tak ketinggalan perkataan seorang Syiah Jalaludin Rahmat yang dia ucapkan belum lama ini. “…Jadi, kalau ada yang nanya, dulu kan anda Muhammadiyah, kok sekarang jadi Syiah. Siapa yang mengsyiahkan Anda? Maka saya jawab, Kyai Haji Abdurrahman Wahid..”

Para pembaca yang kami hormati, pada kesempatan ini kami hanya membahas tentang sebuah kesesatan dan pembodohan ketika banyak dari orang-orang awam terkhusus orang-orang NU yang meyakini Gusdur sebagai wali Allah. Dengan berbagai kesesatan dan penyimpangan yang dilakukan oleh gusdur. Hal ini kami lakukan dalam rangka menjelaskan kebenaran dan bentuk kasih sayang kami kepada saudara-saudara kami kaum muslimin agar tidak terjatuh pada kesesatan.

Para pembaca yang semoga dirahmati Allah, pembahasan tentang siapa itu wali Allah, kreteria dan sifatnya sangatlah penting karena banyak orang yang tidak mengetahui siapa itu wali Allah. Bahkan karena kebodohannya terhadap agama seseorang memasukkan orang-orang yang merupakan musuh-musuh Allah sebagai wali dari wali-wali Allah. Disamping ada upaya-upaya dari ahlu bathil untuk menanamkan hal tersebut.

Berkata asy-Syaikh Al-Allamah Shalih al Fauzan: “Ini adalah pokok yang sangat agung yaitu perbedaan antara wali-wali Allah dan wali-wali syaithan, dikarenakan para ahlu bathil menamakan wali-wali syaithan sebagai wali-wali Allah sehingga perkara ini menjadi tersamar atas manusia. (Syarh al Ushul as-Sittah, hlm.35)

Bersambung insya Allah تعالى

▫▪▫▪▫▪▫▪

✒Ustadz Abdullah al jakarty hafdhohullohu ta'ala

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

☆F A W A I D   I L M I Y Y AH☆

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

▫▪▫▪▫▪▫▪

Benarkah Gusdur Merupakan Wali Allah...?

□□□Bagian ke (2)□□□

✏Lalu siapa wali Allah itu?

Al Imam Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:

يخبر تعالى أن أولياءه هم الذين آمنوا وكانوا يتقون، كما فسرهم ربهم، فكل من كان تقيا كان لله وليا

“Allah mengkhabarkan bahwa wali-wali Nya adalah mereka orang-orang yang beriman dan bertakwa sebagaimana telah dijelaskan oleh Allah tentang mereka sehingga setiap orang yang bertakwa adalah wali-Nya.” (Tafsir Ibnu Katsir 4/278)

Al Hafidz Ibnu Hajar berkata: Wali Allah adalah orang yang berilmu tentang Allah dan terus menerus diatas ketaatan kepada –Nya dengan mengikhlasakan peribadatan.” (Fathul Bari, 11/432)

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, “Tidaklah seorang hamba dikatakan wali Allah kecuali apabila dia beriman kepada Allah, dan beriman dengan apa yang datang dari Rasulullah, dan mengikutinya secara lahiriah dan batiniyah, barangsiapa yang mengaku mencintai Allah tetapi tidak mengikuti Rasulullah maka dia bukan wali Allah bahkan barangsiapa yang menyelisihinya maka dia termasuk musuh-musuh Allah, wali-wali syaithan. Allah Ta’aala berfirman;

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah Aku, niscaya Allah mencintaimu.”(ali Imran:31)

Maka barangsiapa yang mengikuti rasulullah maka Allah mencintainya, barangsiapa yang mengaku mencintai Allah dan tidak mengikuti Rasulullah maka dia bukan termasuk wali-wali Allah.” (al Furqan, hlm. 542)

Berkata asy-Syaikh al-Allamah Muhammad al-Utsaimin: Wali-wali Allah Ta’aala meraka adalah orang-orang yang beriman kepada Nya, bertakwa kepada Nya dan istiqamah diatas agamaNya. Mereka adalah arang yang disifati oleh Allah Ta’alah didalam firman Nya,

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

“Ingatlah, Sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (Yunus:62-63) (syarh al Ushul as Sittah )

Dari penjelasan diatas kita ketahui wali-wali Allah adalah orang-orang yang beriman dan bertakwa. Takwa adalah menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah. Adapun Gusdur malah menjalankan larangan-larangan Allah, bahkan larangan terbesar yaitu kekufuran. Seperti mencela al –Qur’an, meninggalkan sholat dan yang lain.

Wali Allah bukanlah orang gila, bukan juga orang yang melakukan kekufuran dan kesyirikkan, bukan juga orang yang meninggalkan sholat, bukan juga orang yang memberikan loyalitasnya kepada orang kafir dan yang lainnya.

Bersambung insya Allah تعالى

▫▪▫▪▫▪▫▪

✒Ustadz Abdullah al jakarty hafidhohullohu ta'ala

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

☆F A W A I D   I L M I Y Y A H☆

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖