Tahdzir, Syari'at yang Dicibir
---------------------------------
WSI - WhatsApp Salafy Indinesia
Blog ini berisi kumpulan fawaaid (faidah-faidah) dari group-group WhatsApp yang dikelola oleh ikhwah salafiyyin. Tidak termasuk didalamnya sururiyyin, turobiyyin, hajuriyyin, halabiyyin, MLM, dan hizbiyyin lainnya. Group WA yang tercakup adalah Forum Berbagi Faidah, WhatsApp Salafy Indonesia, Miratsul Anbiya Indonesia, Salafy Lintas Negara, Ittiba'us Sunnah, Al Manshuroh dan Durus Haji & Umroh.
KISAH NAJMUDDIN AYYUB MENCARI JODOH
☁ Semoga Allah mengkaruniakan kami dan anda sekalian dengan semisal isteri yang shalehah ini yang akan menggandeng tangan anda menuju ke dalam jannah
Najmuddin Ayyub (amir Tikrit) belum juga menikah dalam tempo yang lama. Maka bertanyalah sang saudara Asaduddin Syirkuh kepadanya:
“Wahai saudaraku, kenapa engkau belum juga menikah?”
Najmuddin menjawab:
“Aku belum menemukan seorang pun yang cocok untukku.”
“Maukah aku pinangkan seorang wanita untukmu?” tawar Asaduddin.
“Siapa?” Tandasnya.
“Puteri Malik Syah, anak Sulthan Muhammad bin Malik Syah Suthan Bani Saljuk atau puteri menteri Malik,” jawab asaduddin.
“Mereka semua tidak cocok untukku” tegas Najmuddin kepadanya.
Ia pun terheran, lalu kembali bertanya kepadanya:
“Lantas siapa yang cocok untukmu?”
Najmuddin menjawab:
“Aku menginginkan wanita shalehah yang akan menggandeng tanganku menuju jannah dan akan melahirkan seorang anak yang ia didik dengan baik hingga menjadi seorang pemuda dan ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis ke dalam pangkuan kaum muslimin.”
Ini merupakan mimpinya. Asaduddin pun tak merasa heran dengan ucapan saudaranya tersebut. Ia bertanya kepadanya:
“Terus dari mana engkau akan mendapatkan wanita seperti ini?”
“Barang siapa yang mengikhlaskan niatnya hanya kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepadanya,” jawab Najmuddin.
Suatu hari, Najmuddin duduk bersama salah seorang syaikh di masjid di kota Tikrit berbincang-bincang. Lalu datanglah seorang pemudi memanggil syaikh tersebut dari balik tabir sehingga ia memohon izin dari Najmuddin guna berbicara dengan sang pemudi. Najmuddin mendengar pembicaraan sang syaikh dengan si pemudi. Syaikh itu berkata kepada si pemudi:
“Mengapa engkau menolak pemuda yang aku utus ke rumahmu untuk meminangmu?”
Pemudi itu menjawab:
“Wahai syaikh, ia adalah sebaik-baik pemuda yang memiliki ketampanan dan kedudukan, akan tetapi ia tidak cocok untukku.”
“Lalu apa yang kamu inginkan?” Tanya syaikh.
Ia menjawab:
“Tuanku asy-syaikh, aku menginginkan seorang pemuda yang akan menggandeng tanganku menuju jannah dan aku akan melahirkan seorang anak darinya yang akan menjadi seorang ksatria yang bakal mengembalikan Baitul Maqdis ke dalam pangkuan kaum muslimin.”
Allahu Akbar, satu ucapan yang persis dilontarkan oleh Najmuddin kepada saudaranya Asaduddin.
Ia menolak puteri Sulthan dan puteri menteri bersamaan dengan kedudukan dan kecantikan yang mereka miliki.
Demikian juga dengan sang pemudi, ia menolak pemuda yang memiliki kedudukan, ketampanan, dan harta.
Semua ini dilakukan demi apa? Keduanya mengidamkan sosok yang dapat menggandeng tangannya menuju jannah dan melahirkan seorang ksatria yang akan mengembalikan Baitul Maqdis ke dalam pangkuan kaum muslimin.
Bangkitlah Najmuddin seraya memanggil syaikh tersebut,
“wahai Syaikh aku ingin menikahi pemudi ini.”
“Tapi ia seorang wanita fakir dari kampung,” jawab asy-syaikh.
“Wanita ini yang saya idamkan.” tegas Najmuddin.
Maka menikahlah Najmuddin Ayyub dengan sang pemudi. Dan dengan perbuatan, barang siapa yang mengikhlaskan niat, pasti Allah akan berikan rezeki atas niatnya tersebut.
Maka Allah mengaruniakan seorang putera kepada Najmuddin yang akan menjadi sosok ksatria yang bakal mengembalikan Baitul Maqdis ke dalam pangkuan kaum muslimin. Ketahuilah, ksatria itu adalah Shalahuddin al-Ayyubi.
Inilah harta pusaka kita dan inilah yang harus dipelajari oleh anak-anak kita.
Talkhis: Kitabush Shiyam min Syarhil Mumti’ karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaiminرحمه الله.
Di ambil dari Majmu’ah Thalibatul ‘ilmi
Alih bahasa: Syabab Forum Salafy
**************
Sumber : http://forumsalafy.net/?p=11914
____________
WhatsApp Salafy Indonesia
✊ MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 4)
✒ Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc
⏩ 1. Tentang washiy
Washiy adalah seseorang yang mendapat wasiat untuk melanjutkan tugas atau misi si pemberi wasiat. Dalam agama Yahudi, adanya washiy adalah satu keharusan. Demikian pula dalam agama Syiah. Kalau washiy dalam agama Yahudi adalah Yusya’ bin Nun yang didaulat sebagai pengganti Nabi Musa ‘Alaihissalam, maka washiy dalam agama Syiah adalah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhusebagai pengganti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam. Jadi, dalam prinsip keyakinan (akidah) Syiah, para khalifah sebelum Ali bin Abi Thalib rahimahullah, yaitu Abu Bakr, Umar, dan Utsman g adalah perampas kekuasaan dan mereka telah kafir. (Untuk lebih rincinya, silakan lihatBadzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 1/169—197)
⏩ 2. Tentang kepemimpinan umat
⏩ Dalam agama Yahudi, kepemimpinan umat hanya berada pada keturunan Nabi Dawud ‘alaihissalam. Dalam agama Syiah, kepemimpinan umat hanya berada pada keturunan Husain bin Ali bin Abi Thalibradhiyallahu ‘anhu. Demikianlah kondisi 12 imam mereka yang diyakini ma’shum (terlindungi dari dosa), termasuk Imam Mahdi yang akan muncul di akhir zaman. Dalam pandangan Islam, Imam Mahdi adalah keturunan Hasan bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma, bukan keturunan Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma. (Untuk lebih rincinya, silakan lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 1/201—224)
Bersambung....
Sumber : Majalah AsySyariah Edisi 91
* Ikut andilah menyebarkan artikel ini, semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 5)
✒ Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc
⏩ 3. Tentang raj’ah
Raj’ah adalah hidup kembali setelah mati sebelum hari kiamat. Dalam agama Yahudi, orang yang sudah mati dapat hidup kembali. Demikian pula menurut agama Syiah. Mereka meyakini bahwa orang-orang yang sudah mati dan tinggi keimanannya akan dihidupkan kembali di masa Imam Mahdi (akhir zaman) untuk dimuliakan. Demikian pula orang-orang yang sudah mati dan tinggi tingkat kejahatannya akan dihidupkan kembali untuk dihinakan. (Untuk lebih rincinya, silakan lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 1/275—312)
⏩ 4. Tentang al-bada’
Al-bada’ adalah mengetahui sesuatu yang sebelumnya tidak diketahui. Dalam agama Yahudi, al-bada’terjadi pada Allah Subhanahu wata’ala. Demikian pula menurut agama Syiah. Bahkan, mereka menjadikannya bagian dari tauhid. Berbeda halnya dengan agama Islam, ilmu Allah Subhanahu wata’ala sangat luas, tak dibatasi oleh sesuatu pun. Ilmu Allah Subhanahu wata’ala bersifat azali (tak bermula dan berakhir). Tidak ada sesuatu pun yang terluput dari ilmu- Nya. (Untuk lebih rincinya, silakan lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al- Jumaili 1/317—352)
⏩ 5. Tentang mengubah Kitab Suci
Mengubah Kitab Suci adalah sifat tercela yang melekat pada ulama Yahudi, sebagaimana yang disebutkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam banyak ayat-Nya. Demikian pula halnya dengan kaum Syiah. Mereka mengubah al-Qur’an hingga berlipat jumlah ayatnya. Anehnya, mereka mengklaim bahwa al-Qur’an yang ada di tangan umat Islamlah yang telah mengalami pengubahan. Wallahul musta’an. (Lebih lanjut, lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 1/355—438)
Bersambung.....
Sumber : Majalah AsySyariah Edisi 91
*Ikut andilah menyebarkan artikel ini, semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 6)
✒ Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc
⏩ 6. Tentang kecintaan dan kebencian
Kaum Yahudi berlebihan dalam hal mencintai sebagian nabi mereka dan membenci sebagian yang lainnya. Demikian pula sikap mereka terhadap para ulama yang membimbing mereka. Kaum Syiah tak jauh berbeda. Mereka berlebihan mencintai para imam mereka, bahkan memosisikan mereka di atas para malaikat dan para nabi. Di sisi lain, mereka membenci para sahabat , bahkan mengafirkan mereka. (Lebih lanjut, lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 2/443—513)
⏩ 7. Tentang pengagungan diri mereka
Kaum Yahudi meyakini bahwa mereka adalah manusia terbaik, bahkan mereka mengklaim sebagai anak-anak Allah Subhanahu wata’ala dan lebih mulia dari para malaikat. Demikian pula halnya dengan kaum Syiah. Mereka mengklaim sebagai orang-orang pilihan Allah Subhanahu wata’ala dan lebih mulia dari para malaikat. Kaum Yahudi mengklaim bahwa merekalah manusia yang seutuhnya, sedangkan selain mereka hina dina.
Demikian pula halnya dengan kaum Syiah, mereka mengklaim sebagai manusia yang seutuhnya, sedangkan selain mereka hina dina. (Lebih lanjut, lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 2/517—554)
⏩ 8. Tentang pengafiran selain mereka
Kaum Yahudi memvonis selain mereka sebagai orang kafir, halal darah dan hartanya. Demikian pula halnya kaum Syiah, memvonis selain mereka sebagai orang kafir, halal darah dan hartanya. (Lebih lanjut, lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al-Jumaili 2/559—597)
⏩ 9. Tentang kedustaan yang ada pada mereka
✊ Sifat dusta sudah menjadi karakter kaum Yahudi, baik dalam kehidupan beragama maupun keseharian. Tak beda jauh dengan kaum Syiah, mereka menjalankan kehidupan beragama dengan kedustaan yang mereka sebut dengan taqiyah. Oleh karena itu, al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku belum pernah tahu ada yang melebihi Rafidhah (Syiah) dalam hal persaksian palsu.” (Untuk lebih rincinya, silakan lihat Badzlul Majhud fi Itsbat Musyabahatir Rafidhah lil Yahudi karya Abdullah al Jumaili 2/631—669)
✋ Patut dicatat di sini bahwa semua yang telah disebutkan tentang kesamaan agama Syiah dengan agama Yahudi di atas, tak didapati pada umat Islam Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sebab, mereka meyakini kewajiban menyelisihi kaum Yahudi dalam kehidupan ini, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak, adab, dan muamalah. Anehnya, seiring dengan banyaknya kesamaan antara agama Syiah dengan agama Yahudi, sebanyak itu pula perbedaannya dengan agama Islam. Perbedaan itu bukan dalam hal yang kecil, melainkan dalam hal mendasar yang merupakan prinsip dalam kehidupan beragama. Cobalah perhatikan! Al-Qur’an mereka berbeda dengan al-Qur’an umat Islam, azan dan iqamat mereka berbeda dengan azan dan iqamat umat Islam, tata cara berwudhu mereka berbeda dengan tata cara berwudhu umat Islam, kaifiyah shalat mereka berbeda dengan kaifiyah shalat umat Islam, dan hari wukuf mereka di Arafah (ketika berhaji) pun berbeda dengan hari wukuf umat Islam.
Bersambung....
Sumber : Majalah AsySyariah Edisi 91
*Ikut andilah menyebarkan artikel ini, semoga Allah membalas anda dengan balasan terbaik
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
✊ MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 1)
✒ Ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi
Permasalahan Syiah, sungguh tak bisa dipisahkan dari agama. Bahkan, sangat bersentuhan dengan akidah yang merupakan fondasi agama. Maka dari itu, cara menilainya pun harus dengan timbangan agama. Hal-hal lain terkait dengan hukum, keamanan, dan ketertiban masyarakat harus disesuaikan dengannya. Lantas, bagaimanakah penilaian agama tentang Syiah?
Penilaian agama tentang Syiah sebenarnya sudah final. Para ulama yang mulia, sejak dahulu sudah melakukan kajian yang panjang dan cermat tentang Syiah. Hasilnya, Syiah adalah kelompok sesat yang telah menyimpang dari kebenaran. Mereka berambisi untuk menghancurkan Islam dengan cara menghujat al-Qur’an, menjatuhkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan mengafirkan para sahabat beliau yang mulia. Mereka beragama dengan perkataan dusta dan persaksian palsu (taqiyah). Simaklah keterangan para ulama berikut ini.
⏩ 1. Al-Imam Amir asy-Sya’bi rahimahullah berkata, “Aku tidak pernah melihat kaum yang lebih dungu dari Syiah.” (as-Sunnah karya Abdullah bin al-Imam Ahmad 2/549)
⏩ 2. Al-Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah ketika ditanya tentang seseorang yang mencela Abu Bakr dan Umar (yakni Syiah, pen.) berkata, “Ia telah kafir kepada Allah Subhanahu wata’ala.” Kemudian ditanya, “Apakah kita menshalatinya (bila meninggal dunia)?” Beliau berkata, “Tidak, tiada kehormatan (baginya)….” (Siyar A’lamin Nubala karya al-Imam adz-Dzahabi 7/253)
⏩ 3. Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah berkata, “Mereka itu adalah suatu kaum yang berambisi untuk menjatuhkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam namun tidak mampu. Akhirnya, mereka mencela para sahabatnya agar kemudian dikatakan bahwa beliau (Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam) seorang yang jahat. Sebab, kalau memang beliau orang saleh, niscaya para sahabatnya adalah orangorang saleh.” (ash-Sharimul Maslul ‘ala Syatimirrasul karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, hlm. 580)
⏩ 4. Al-Imam asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Aku belum pernah tahu ada yang melebihi Rafidhah (Syiah) dalam persaksian palsu.” (Mizanul I’tidal karya al-Imam adz-Dzahabi 2/27—28)
⏩ 5. Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata, “Aku tidak melihat dia (orang yang mencela Abu Bakr, Umar, dan Aisyah ) itu orang Islam.” (as- Sunnah karya al-Khallal 1/493)
⏩ 6. Al-Imam al-Bukhari rahimahullah berkata, “Bagiku sama saja shalat di belakang Jahmi (seorang penganut akidah Jahmiyah) dan Rafidhi (Syiah) atau di belakang Yahudi dan Kristen. Mereka tidak boleh diberi salam, tidak boleh pula dikunjungi ketika sakit, dinikahkan, dijadikan saksi, dan dimakan sembelihannya.” (Khalqu Af’alil ‘Ibad, hlm. 125)
Bisa jadi, Anda berkata, “Itu kan versi ulama Sunni! Bagaimanakah keterangan ulama ahlul bait tentang mereka?” Baiklah, kalau begitu simaklah keterangan berikut ini.
Bersambung In Sya Allah....
Sumber : Majalah AsySyariah Edisi 91
* Ikut andilah menyebarkan artikel ini, semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✊ MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYIAH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 2)
✒Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc
Bisa jadi, Anda berkata, “Itu kan versi ulama Sunni! Bagaimanakah keterangan ulama ahlul bait tentang mereka?” Baiklah, kalau begitu simaklah keterangan berikut ini.
⏩ 1. Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berdoa, “Ya Allah, aku telah bosan dengan mereka (Syiah) dan mereka pun telah bosan denganku. Maka dari itu, gantikanlah untukku orang-orang yang lebih baik dari mereka, dan gantikan untuk mereka seorang yang lebih jelek dariku…” (Nahjul Balaghah, hlm. 66—67, dinukil dari asy-Syiah wa Ahlul Bait karya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 300)
⏩ 2. Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Demi Allah! Menurutku, Mu’awiyah lebih baik daripada orang-orang yang mengaku sebagai Syiah-ku, mereka berupaya untuk membunuhku dan mengambil hartaku.” (al-Ihtijaj, karya ath-Thabrisi hlm. 148, dinukil dari asy-Syiah Wa Ahlul Baitkarya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 300)
⏩ 3. Husain bin Ali radhiyallahu ‘anhu berdoa, “Ya Allah, jika Engkau memberi mereka (Syiah) kehidupan hingga saat ini, porakporandakan mereka dan jadikan mereka berkeping-keping. Janganlah Engkau jadikan para pemimpin (yang ada) ridha kepada mereka (Syiah) selama-lamanya. Sebab, kami diminta untuk membantu mereka, namun akhirnya mereka justru memusuhi kami dan menjadi sebab terbunuhnya kami.” (al-Irsyad, karya al-Mufid hlm. 341, dinukil dari asy- Syiah wa Ahlul Baitkarya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 302)
⏩ 4. Al-Imam Ali bin Husain Zainal Abidin rahimahullah berkata, “Mereka (Syiah) bukan dari kami, dan kami pun bukan dari mereka.” (Rijalul Kisysyi, hlm. 111, dinukil dari asy-Syiah wa Ahlul Bait karya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 303)
⏩ 5. Al-Imam Muhammad al-Baqir rahimahullah berkata, “Seandainya semua manusia ini Syiah, niscaya tiga perempatnya adalah orang-orang yang ragu dengan kami, dan seperempatnya adalah orang-orang dungu.” (Rijalul Kisysyi, hlm. 179, dinukil dari asy-Syiah wa Ahlul Bait karya Dr. Ihsan Ilahi Zhahir, hlm. 303)
⏩ 6. Al-Imam Ja’far ash-Shadiq rahimahullah berkata, “Allah Subhanahu wata’ala berlepas diri dari orang-orang yang membenci Abu Bakr dan Umar radhiyallahu ‘anhuma.” (Siyar A’lamin Nubala’ karya al-Imam adz-Dzahabi 6/260) Bisa jadi, Anda heran terhadap kesimpulan para ulama terkemuka di atas. Sejauh itukah kesimpulan mereka? Apa yang melandasi berbagai kesimpulan itu? Mengapa Syiah bisa seperti itu? Dan berbagai pertanyaan lainnya yang menggelitik di hati Anda. Jawaban ringkasnya, karena Syiah adalah sekte (baca: agama) tersendiri yang sangat bertolak belakang dengan Islam. Mengapa demikian? Untuk lebih jelasnya ikutilah pembahasan berikut ini.
Bersambung.....
Sumber : Majalah AsySyariah Edisi 91
* Ikut Andilah menyebarkan artikel ini, semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
✊ MEWASPADAI BAHAYA GERAKAN SYI'AH -KAUM PENDUSTA DAN PENYESAT UMAT- (Bagian 3)
✒ Oleh : Al Ustadz Ruwaifi bin Sulaimi Lc
KEDEKATAN SYI'AH DAN YAHUDI
Syiah sangat dekat dengan Yahudi. Kedekatan itu setidaknya dalam dua hal yang sangat prinsip:
⏩ 1. Pendirinya
⏩ 2. Prinsip keyakinannya (akidahnya).
Pendiri agama Syiah adalah seorang peranakan Yahudi kota Shan’a, Yaman. Dia bernama Abdullah bin Saba’ al- Yahudi al-Himyari. Ibunya seorang wanita yang berkulit hitam, sehingga dikenal pula dengan sebutan Ibnu Sauda’ (putra seorang wanita yang berkulit hitam). Layaknya keumuman bangsa Yahudi, Abdullah bin Saba’ berkarakter buruk, licik, dan penuh makar terhadap Islam dan umat Islam. Dia menyusup di tengah-tengah umat Islam untuk merusak tatanan agama dan masyarakat. Awal kemunculannya di akhir masa Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Dengan kedok keislaman, semangat amar ma’ruf nahi mungkar, dan bertopengkan tanassuk (giat beribadah) dia kemas berbagai misi jahatnya. Tak hanya akidah sesat yang dia tebarkan di tengah umat, gerakan provokasi massa pun dilakukannya untuk menggulingkan Khalifah Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu hingga terbunuhlah beliau.
✊ Di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, dia menampakkan kecintaan dan loyalitas yang tinggi terhadap sang Khalifah dan ahlul bait. Dia dan komplotannya menamakan diri sebagai syi’atu Ali (para pengikut Ali). Dengan kedok kecintaan dan loyalitas terhadap Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan ahlul bait itulah agama Syiah terus menggurita di tengah umat. (Lihat Minhajus Sunnah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah 8/479, Syarh al-Aqidah ath-Thahawiyyah karya al-Imam Ibnu Abil ‘Iz, hlm. 490, dan Kitab at-Tauhid karya asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan, hlm. 123)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menegaskan, “Para ulama menyebutkan bahwa latar belakang Rafidah (Syiah) adalah dari seorang zindiq (Abdullah bin Saba’) yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan identitas Yahudinya. Dia berupaya merusak Islam sebagaimana Paulus (seorang Yahudi, -pen.) yang menampakkan diri sebagai seorang kristiani untuk merusak agama Kristen.” (Majmu’ Fatawa 28/483)
Adapun prinsip keyakinan (akidah) Syiah, banyak kesamaannya dengan prinsip keyakinan (akidah) Yahudi. Hal ini tentu tidak aneh, sebab pendirinya adalah seorang Yahudi. Di antara prinsip keyakinan (akidah) mereka yang sama dengan Yahudi adalah sebagai berikut.
Bersambung....
Sumber : Majalah AsySyariah Edisi 91
* Ikut andilah menyebarkan artikel ini, semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
✋ MENGENAL LEBIH DEKAT NEGERI TAUHID -KERAJAAN ARAB SAUDI- (Bagian 9)
✒ Oleh : Al Ustadz Qamar Su'aidi Lc
Tahun ini perlombaan ke-7 pada 22- 26 Maret 2015 yang juga dihadiri Pangeran Khalid bin Sulthan dan Menteri Urusan Islam al-Syeikh Shaleh bin Abdul Aziz Ali al-Syeikh yang secara riil dapat mendorong muda-mudi Muslim Indonesia berlomba menghafal Al Quran dan Hadis Nabi. Tentu banyak lagi data yang menyinggung kontribusi Saudi terhadap kemanusiaan internasional.
Dalam sebuah riset Saudi Arabia as a Humanitarian Donor: High Potential, Little Institutionalization yang ditulis Khalid al-Yahya dan Nathalie Fustier, negara kerajaan ini merupakan negara donor bantuan kemanusiaan terbesar di dunia dan anggota OECD Development Assistance Committee.
Demikian juga dengan gempa di Haiti 2010, Saudi menyumbang 50 juta dolar bagi dana penanggulangan darurat. Pada 2008, Saudi menyediakan dana segar senilai 500 juta dolar untuk Program Pangan Dunia dan dicatat sebagai kontribusi terbesar sejarah organisasi ini.
◽ Menurut situs Humanitarian News and Analysis (IRIN), Saudi menyumbang 70 persen dari donasi yang diperlukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menangani pengungsi konflik Irak sebesar 500 juta dolar dan menjadikan Saudi sebagai donator terbesar keempat setelah AS, Uni Eropa, dan Inggris (www.irin- news.org, 17/09/2014).
✋ Bahkan, studi oleh Bank Dunia, Saudi merupakan salah satu negara paling dermawan di dunia kepada negara-negara berkembang, khususnya pada program Official Development Assistance (ODA) sepanjang 1973-2010 dengan mendanai 472 proyek di 77 negara (43 Afrika, 27 Asia, dan 7 negara lain).
Bersambung In Sya Allah....
Majalah Qudwah Edisi 30 Vol 03. 1436H/2015M
* Ikut andilah menyebarkan artikel ini, semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
MENGENAL LEBIH DEKAT NEGERI TAUHID -KERAJAAN ARAB SAUDI- (Bagian 10)
✒ Oleh : Al Ustadz Qamar Su'adi Lc
Pada 2013, Saudi mendonasikan 109 juta dolar untuk program kedaruratan kemanusiaan PBB dan banyak lagi bantuan kemanusiaan di bawah payung Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang dikeluarkan Saudi, seperti 50 juta dolar untuk kemanusiaan di Irak (2014) dan menjanjikan bantuan 500 juta dolar bagi kemanusiaan Irak melalui PBB.
Hal serupa juga pada 2014, Saudi mendonasikan SR 1,8 miliar untuk proyek-proyek PBB di Irak, SR 750 juta kepada pengungsi Suriah, dan SR 1,8 miliar bagi proyek rekonstruksi Gaza (Arabnews).
Kedermawanan Saudi jauh mengungguli Barat, apalagi bila disertakan sumbangsih partikelir dan volunteer rakyatnya yang tidak bisa didata.
2⃣ Ada dua faktor utama ekspose aspek humanisme Saudi ini terjadi.
☝ Pertama, kecenderungan sebagian media yang terjebak dalam kampanye terorisme Barat, seolah radikalisme, fundamentalisme, dan terorisme itu dari Wahabisme dengan tujuan politis, ekonomis, bahkan ideologis. Anggapan ini tentu keliru, bahkan Saudi menjadi salah satu negara Timur Tengah yang paling keras perlawanannya terhadap radikalisme, fundamentalisme, dan terorisme.
✌ Kedua, ikhlas tanpa publikasi. Keinginan sengaja pihak Saudi untuk tidak memublikasikan bantuan karena ajaran agama yang tak menganjurkan publikasi kebajikan yang telah diberikan.
✋ Salah satu contoh keengganan Saudi memublikasikan bantuan adalah penuturan seorang sumber di Kedutaan Besar Saudi Arabia Jakarta kepada penulis baru-baru ini. Saudi memberikan bantuan pengobatan terhadap almarhum KH Sahal Mahfudz, tokoh Nahdlatul Ulama (NU)–yang sebagian tokohnya kerap menghujat Wahabisme sebagai ideologi berbahaya dan transnasional.
Ketika almarhum sakit, Saudi menawarkan tiga hal kepada beliau, yaitu berobat ke Saudi, berobat ke rumah sakit mana saja di dunia, atau berobat di rumah sakit Indonesia yang semua pembiayaannya ditanggung pihak kerajaan. Dengan berbagai pertimbangan, almarhum memilih opsi ketiga di mana seluruh pengobatan selama sakit ditanggung Kerajaan Saudi. Cerita ini belum pernah diungkap kecuali setelah beliau wafat dan itu pun kepada kalangan terbatas. Bisa jadi almarhum bukan satu-satunya orang di Indonesia yang mendapatkan kebajikan `tanpa pamrih’ Saudi.
✊ Namun, data dan fakta kedermawanan dan humanisme Saudi belum dapat memalingkan persepsi umum dunia dan Indonesia secara khusus dari stigmatisasi terhadap negeri bak `sinterklas’ ini. Saudi masih didesain dan diidentifikasi sarang gerakan transnasional (Wahabisme) yang seakan mengancam NKRI.
Padahal, sejarah Indonesia yang memiliki jalinan erat dengan negeri ini jauh sebelum berdirinya Republik Indonesia hingga sekarang belum menyaksikan pengaruh negatif relasi ini, bahkan justru sangat positif. Hal itu tidak sebanding jika dikomparasi dengan pengaruh ideologi Iran, misalnya, yang menyebar secara clandestine. Cukup pengalaman pahit konflik horizontal Irak, Suriah, dan sekarang Yaman menjadi contoh konkret potensi ancaman ideologi yang dapat mengoyak kedamaian ibu pertiwi.
Bersambung.....
Sumber : Majalah Qudwah Edisi 30 Vol 03 1436H/2015M
* Ikut Andilah menyebarkan artikel ini, semoga Allah membalas anda dengan balasan yang terbaik
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
✋ MENGENAL LEBIH DEKAT NEGERI TAUHID -KERAJAAN ARAB SAUDI- (Bagian 11- Selesai)
✒ Oleh : Al Ustadz Qamar Su'aidi Lc
Namun, data dan fakta kedermawanan dan humanisme Saudi belum dapat memalingkan persepsi umum dunia dan Indonesia secara khusus dari stigmatisasi terhadap negeri bak `sinterklas’ ini. Saudi masih didesain dan diidentifikasi sarang gerakan transnasional (Wahabisme) yang seakan mengancam NKRI.
✋ Padahal, sejarah Indonesia yang memiliki jalinan erat dengan negeri ini jauh sebelum berdirinya Republik Indonesia hingga sekarang belum menyaksikan pengaruh negatif relasi ini, bahkan justru sangat positif. Hal itu tidak sebanding jika dikomparasi dengan pengaruh ideologi Iran, misalnya, yang menyebar secara clandestine. Cukup pengalaman pahit konflik horizontal Irak, Suriah, dan sekarang Yaman menjadi contoh konkret potensi ancaman ideologi yang dapat mengoyak kedamaian ibu pertiwi.
✊ Saatnya Saudi menjadikan aspek humanisme dan filantropisnya sebagai strategi soft power demi keberlangsungan pembangunan, keadilan, dan kedamaian. Realita humanisme Saudi berlanjut walau tanpa peliputan masif media, mengungguli humanisme Barat yang cenderung lebai dan penuh agenda. Fakta dan data berbicara lebih kuat dan humanisme Saudi bukan basa-basi. “ (Dikutip dari Republika.co.id, Saturday, 28 March 2015, 15:13 WIB).
Sumber: Majalah Qudwah Edisi 30 Vol. 3 1436H/2015M
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪▪
MENGENAL LEBIH DEKAT NEGERI TAUHID (Bagian 1)*
NEGERI TAUHID ANTI TERORIS
✒ Oleh: Ustadz Qomar Z.A, Lc
Secara umum, membela kebenaran dan membantu pihak-pihak yang di atas kebenaran adalah merupakan salah satu dari kewajiban yang Allah wajibkan kepada hamba-Nya. Salah satu fakta kebenaran dan pihak yang di atas kebenaran yang saat ini sedang menjadi sorotan di seantero dunia adalah Kerajaan Arab Saudi. Sehingga pembahasan yang mengulas sisi-sisi kebaikan negeri tauhid ini dipandang perlu sebagai bentuk pembelaan terhadap kebenaran.
Pada masa ini Kerajaan Arab Saudi digambarkan oleh banyak pihak sebagai sebuah negara yang menjadi sumber berbagai kejelekan baik dalam hal pemikiran maupun perbuatan. Gambaran buruk yang dihembuskan baik oleh pihak kafir atau sebagian kaum muslimin ini menyebabkan wajah Negara Arab Saudi tercoreng. Padahal bagi yang mengetahui hakekat kerajaan Arab Saudi dan berbagai kebaikan-kebaikannya semestinya mereka berterima kasih, bahkan membela atau paling tidaknya mendoakan untuk kebaikannya. Mendoakan kekokohan bagi Kerajaan Arab Saudi untuk meneruskan berbagai aktivitas yang positif untuk Islam.
✌ Ada dua pihak yang saat ini banyak mencela Kerajaan Arab Saudi.
✊1⃣ Pihak yang pertama adalah mereka yang memang memendam kebencian terhadap Arab Saudi. Pihak ini bisa berasal dari golongan yang memang tidak menyukai Islam yang benar baik dari orang-orang kafir yang memusuhi Islam secara lahir maupun batin atau pihak-pihak yang merasa terusik oleh Arab Saudi baik dari sisi kepentingan politik maupun kepentingan agama. Misalnya, ketika Arab Saudi membawa dakwah tauhid maka orang yang tidak benar tauhidnya pasti akan membencinya. Atau ketika Arab Saudi giat mendakwahkan akidah ahlussunnah wal jamaah yang menentang pemikiran-pemikiran sesat seperti khawarij, maka orang-orang yang berpaham khawarij pun tentu akan membencinya.
✊2⃣ Pihak kedua adalah pihak yang tidak tahu menahu. Mereka membenci Negara Arab Saudi karena terpengaruh oleh berita-berita dari pihak pertama. Dengan pemberitaan yang dibuat-buat yang akan mengesankan kepada sebagian orang bahwa Arab Saudi adalah suatu negara yang memiliki beberapa sisi negatif . Bagi pihak kedua ini maka sangat mungkin mereka akan sadar jika mendapatkan informasi yang benar; sehingga pandangannya akan berubah.
-----------------------
* Judul Artikel dari Kami
Bersambung ........
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
MENGENAL LEBIH DEKAT NEGERI TAUHID -KERAJAAN ARAB SAUDI- (Bagian 2)
✒ Oleh : Al Ustadz Qomar Su'aidi Lc
Kerajaan Arab Saudi yang kini berdiri tergolong pada kekuasaan periode ketiga. Melalui Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Faishal, pada periode ini Kerajaan Arab Saudi memiliki kekuasan dan luas wilayah yang bertahan sampai sekarang. Kerajaan Arab Saudi merupakan negara Arab Islami yang memilki kekuasaan yang penuh, agamanya adalah Islam dan undang-undangnya adalah Al Quran dan As Sunnah.
✌ Dua hal yang tak bisa ditawar dalam garis kebijakan Kerajaan Arab Saudi adalah menegakkan akidah tauhid dan menegakkan keamanan pada wilayah kekuasaannya. Maka seluruh kegiatan yang dilakukan Kerajaan Arab Saudi selalu kembali kepada dua hal ini. Dan seluruh sumbangsih mereka untuk dunia pun kembali kepada dua perkara ini.
Sumbangsih Untuk Akidah Tauhid
Kerajaan Arab Saudi sangat memerhatikan akidah Islam dan keutuhannya. Maka salah satu kebaikan negeri tauhid ini adalah membiarkan para ulama ahlusunnah berbicara tentang apa saja selama sesuai Al Quran dan As Sunnah. Bagi pihak yang pernah berkunjung bahkan tinggal di sana pasti akan merasakan suasana ini. Para ulama bebas berbicara tentang agama selama di atas Al Quran dan As Sunnah. Mereka –para ulama Saudi- adalah tokoh-tokoh berilmu yang independen dalam menyuarakan kebenaran. Suasana ilmiah di atas dalil syar’i senantiasa terlihat di forum-forum akademis. Ini semua didorong oleh kebijakan pemerintah yang sejuk terhadap budaya ilmiah yang syar’i.
Suasana ilmiah yang senantiasa dinaungi pemerintah ini, menumbuhkan tradisi akademis yang kokoh berdiri di atas pondasi ilmu. Dari sana lahirlah para ulama yang amanah di atas ilmu. Meskipun pada umumnya mereka dalam bab fikih bermazhab hambali akan tetapi mereka bukanlah termasuk yang fanatik terhadap salah satu mahzab. Dalam buku-buku para ulama di sana sangat banyak bukti yang menunjukkan hal ini. Bahkan dalam kurikulum pendidikan nasional Kerajaan Arab Saudi disampaikan pelajaran dengan materi perbandingan mahzab-mahzab seperti yang terdapat dalam kitab Bidayatul Mujtahid Karya Ibnu Rusyd. Demikian juga kitab Nailul Authar karya Imam Syaukaniy, seorang ulama yang terkenal tidak fanatik pada salah satu mahzab.
☝ Adapun dalam hal akidah, mereka satu yaitu akidah ahlussunnah wal jamaah. Akidah mereka adalah akidah yang dipegangi oleh imam yang empat, yaitu akidah Imam Ahmad, Imam Syafii, Imam Malik, dan Imam Abu Hanifah. Sehingga secara ringkas dan tegas, akidah Kerajaan Arab Saudi sejalan dengan 4 imam mahzab.
Salah satu kebaikan lain Kerajaan Arab Saudi di bidang akidah adalah selain mempersilahkan ulama berbicara selama tidak melanggar Al Quran dan As Sunnah, sebaliknya mereka juga melarang siapa saja yang berbicara jika tidak sesuai dengan Al Quran dan As Sunnah. Maka ketika ada yang ingin mengajarkan sesuatu yang berbau kesyirikan atau kebid’ahan akan dicegah. Termasuk belakangan ini ketika ada tokoh- tokoh yang berbicara mendukung gerakan teroris maka ditindak oleh pemerintahan Arab Saudi bahkan sebagiannya dipenjarakan. Bahkan secara resmi diumumkan oleh pemerintah bahwa barangsiapa yang memuji-muji kelompok teroris seperti al Qaeda atau ISIS maka akan ditindak. Demikianlah langkah ini ditempuh pemerintah Arab Saudi untuk menjaga keutuhan akidah ahlussunnah waljama’ah.
Semakin kuat gambaran kita atas kesungguhan Kerajaan Arab Saudi dalam menegakkan akidah tauhid dan hukum-hukum Islam dengan persaksian As Syaikh bin Baz rahimahullah berikut ini. Beliau mengatakan, “Sesungguhnya sejarah Islam setelah masa kenabian dan khulafur rasyidin tidak pernah menyaksikan kekokohan dalam berpegang secara sempurna terhadap hukum-hukum Allah sebagaimana yang disaksikan pada Jazirah Arab kecuali pada saat ia di bawah naungan Kerajaan Arab Saudi yang mendukung dakwah ini dan membelanya.”
Bersambung......
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✋ MENGENAL LEBIH DEKAT NEGERI TAUHID -KERAJAAN ARAB SAUDI- (Bagian 3)
✒ Oleh : Al Ustadz Qamar Su'aidi Lc
Sumbangsih di Bidang Keamanan
Disebutkan bahwa Kerajaan Arab Saudi sejak masa kekuasaan Raja Abdul Aziz bin Abdurrahman bin Faishal boleh dikatakan sebuah negara yang paling aman secara politik maupun keamanan jika dibandingkan negara yang lain. Dan ini dipersaksikan bagi siapa pun yang pernah tinggal dan hidup di sana. Meskipun tentu tetap saja ada beberapa kejahatan sebagaimana pada zaman Nabi pun ada beberapa kejahatan. Akan tetapi itu bersifat kasuistik dan personal. Secara umum Kerajaan Arab Saudi adalah negara paling aman yang ada saat ini. Ini semua merupakan buah menegakkan tauhid. Beberapa ulama pun mempunyai persaksian terhadap keadaan ini, seperti Syaikh Muqbil pernah mengungkapkan persaksiannya dalam rekaman kaset yang berjudul ‘Musyahadatu fi Su’udiyah’.
Termasuk sumbangsih Arab Saudi terhadap keamanan adalah bahwa mereka termasuk negara yang paling memerangi terorisme. Hal ini bertolak belakang dengan gambaran yang kita dapatkan dari berbagai media massa termasuk yang sering kita dengar di negeri kita. Mereka cenderung mengidentikkan Arab Saudi dengan terorisme. Atau lebih khusus lagi mereka mengidentikkan gerakan terorisme dengan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab . Ini adalah kedustaan yang nyata karena kita tahu bahwa Syaikh dan keluarga kerajaan sangat membenci terorisme.
☝ Padahal jika kita mengerti, hakekat gerakan terorisme yang mengatasnamakan Islam ini disebabkan oleh penyimpangan dalam masalah akidah terutama dalam permasalahan takfir. Yaitu pemikiran yang menggampangkan dalam permasalahan pengafiran. Mudah mengafirkan orang adalah sumber gerakan terorisme yang mengatasnamakan Islam. Ketika penguasa yang sah dianggap kafir, maka akan memunculkan gerakan teror terhadap pemerintah dan jajarannya, muncul upaya untuk menggulingkan, muncul upaya untuk membuat kekacauan.
✋ Adapun Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab adalah figur yang sangat berhati-hati dalam bab pengafiran. Beliau pernah berkata yang secara makna sebagai berikut, “ Rukun Islam ada lima, yang pertama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat dan yang keempat berikutnya berupa pelaksanaan syariat amalan anggota badan. Untuk keempat rukun Islam ini apabila ada yang meninggalkannya karena malas maka para ulama berbeda pendapat tentang status pelakunya kafir atau tidak. Adapun kami sendiri tidak mengafirkan seseorang kecuali dengan sebab yang disepakati oleh para ulama yaitu ketika ia meninggalkan syahadat. Penentuan kekafiran mereka pun harus didahului oleh penegakan hujjah. Pelakunya harus diberi penjelasan secara gamblang dan jelas tentang kafirnya seseorang yang meninggalkan syahadat dengan sengaja. Adapun apabila setelah diberi penjelasan tetap mengingkari, maka baru dijatuhkan vonis. Meskipun apabila keadaan menuntut kami untuk memerangi pihak-pihak yang meninggalkan rukun Islam yang empat tersebut, maka kami tetap berpendapat tentang tidak kafirnya mereka ini.” Dari pernyataan ini terlihat betapa hati-hatinya beliau terhadap masalah pengafiran. Lantas mengapa beliau dituduh mudah mengafirkan?
Bersambung.....
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✋ MENGENAL LEBIH DEKAT NEGERI TAUHID -KERAJAAN ARAB SAUDI- (Bagian 4)
✒ Oleh : Al Ustadz Qamar Su'aidi Lc
Salah satu cucu beliau, Syaikh Abdul Latif bin Abdurrhman bin Hasan, memberikan persaksian, ”Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab termasuk orang yang paling berhati-hati untuk memvonis kekafiran terhadap seseorang. Bahkan beliau tidak memastikan tentang kafirnya seorang penyembah kubur jika melakukannya dalam keadaan jahil (tidak mengetahui hukumnya).
Pelaku amalan kesyirikan tersebut haruslah terlebih dahulu diberi nasehat dan ditegakkan hujjah, karena dengan hujjah itu baru bisa dipastikan kekafirannya. Inilah salah satu dari sekian bukti dan persaksian bahwa tuduhan terhadap beliau sebagai sumber terorisme sama sekali tidak berdasar.
✋ Demikian pula pemerintahan Kerajaan Arab Saudi sejalan dengan para ulamanya dalam masalah akidah dan terorisme. Amir Sulthan bin Abdul Aziz pernah menjelaskan, “Agama Islam mengharamkan tindakan teror. Barangsiapa yang yang melakukan gerakan tersebut dengan mengatasnamakan Islam maka dia jahil terhadap agama ini. Begitu juga jika ada yang menyifati orang Islam sebagai teroris maka ini sangat mengada-ada dan orang itu telah berbuat jahat. Karena Islam sama sekali tidak membenarkan terorisme. Barangsiapa dari kaum muslimin yang melakukan tindakan terorisme maka kondisinya seperti pengikut agama lain yang melakukan terorisme.” Perhatikanlah, ini adalah salah satu pernyataan dari para petinggi Kerajaan Arab Saudi. Demikianlah prinsip Kerajaan Arab Saudi terhadap terorisme.
✊ Upaya pemberantasan teroris pun dilakukan secara nyata oleh Kerajaan Arab Saudi. Mereka tidak melindungi para pelaku terorisme meskipun ia adalah warganya sendiri, sebagaimana Usamah bin Laden. Meskipun sikap kerajaan yang seperti ini akhirnya menjadikan mereka saat ini justru menjadi sasaran terorisme. Beberapa warga negara Arab Saudi yang terpengaruh terorisme melakukan teror di beberapa tempat di dalam wilayah kerajaan. Bahkan telah banyak pula tentara-tentara kerajaan yang gugur dalam memerangi terorisme. Lalu dari sisi mana kerajaan Arab Saudi dituduh sebagai negara teroris?
☝ Semasa hidup Raja Abdullah beliau sempat memberikan pengumuman resmi dari Kerajaan bahwa rakyat Arab Saudi tidak diperbolehkan ada yang terlibat dalam kancah peperangan di luar negeri. Apabila ada yang melanggar dari kalangan penduduk sipil maka hukumannya dipenjara selama 3 tahun dan apabila dari kalangan militer akan dihukum penjara selama 5 tahun. Ini satu lagi bukti tentang bencinya Kerajaan Arab Saudi terhadap terorisme.
Bagaimana seseorang dan negara yang demikian membenci terorisme justru dituduh melahirkan terorisme? Maka bukti-bukti inilah antara lain sebagai bantahan bagi pihak yang senatiasa menuduh Arab Saudi sebagai negara teroris.
Bersambung..
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy net
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
ASY-SYAIKH AL-UTSAIMIN SAJA MENERIMA NASEHAT ULAMA LAIN
Penanya: Wahai Syaikh, apa pendapat Anda tentang Syaikh Adnan Ar’ur?
Asy-Syaikh: Beberapa orang telah mengkritiknya dan saya sendiri tidak mengenalnya, hanya saja beberapa manusia telah mengkritiknya.
Penanya: Ya, Asy-Syaikh Al-Fauzan, Asy-Syaikh Al-Ghudayyan dan Asy-Syaikh Muhsin Al-Abbad serta selain mereka telah membantahnya, apakah Anda menasehati untuk mengambil ilmunya ataukah tidak?
Asy-Syaikh: Ketiga ulama tersebut menurut kami terpercaya.
Penanya: Bahkan Asy-Syaikh Rabi’ juga telah membantahnya.
Asy-Syaikh: Saya katakan: ketiga ulama tersebut menurut kami terpercaya.
Penanya: Apakah kami tidak boleh mendengar ucapannya, wahai Syaikh?
Asy-Syaikh: Ya.
Penanya: Apakah kami tidak boleh mendengar ucapannya? Para ulama tersebut menasehati kami agar tidak mendengarkan kaset-kasetnya (tidak jelas).
Asy-Syaikh: SEANDAINYA PARA ULAMA TERSEBUT MENASEHATIKU, NISCAYA AKU AKAN MENERIMA NASEHAT MEREKA.
Penanya: Jazakallahu khairan, wahai Syaikh.
Asy-Syaikh: Karena mereka adalah para ulama yang terpercaya.
Penanya: Baarakallahu fiik, wahai Syaikh.
Asy-Syaikh: Wa fiikum.
⏩ Baca di : http://forumsalafy.net/?p=4177
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
〰✊⭕ JADILAH ENGKAU SEORANG HAMBA YANG TERKUAT
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
✋" Memohon pertolongan kepada Allah, bertawakkal, bergegas menghadap kepadanya, dan berdoa hanya kepada Allah. Itu merupakan sebab yang mengantarkan seorang hamba menjadi kuat. Serta akan menjadi mudah segala urusannya. Oleh karena itu, sebagian Salaf mengajarkan, " Barangsiapa yang berharap menjadi seorang hamba yang terkuat, hendaknya dia bertawakkal kepada Allah".
Al Fatawa (10/32)
كن أقوى الناس
▪قال شيخ الإسلام ابن تيمية :
الاستعانة بالله والتوكل عليه واللجوء إليه والدعاء له هي التي تقوي العبد وتيسر عليه أموره ولهذا قال بعض السلف: من سره أن يكون أقوى الناس فليتوكل على الله.
▪الفتاوى (10/32)
WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
✊ PENGINGKARAN KERAS ASY-SYAIKH RABI’ TERHADAP ORANG YANG MENGAMBIL GAMBAR
⏩Di sebuah majelis pelajaran kitab karya Asy-Syaikh Hafizh Hakamy rahimahullah yang berjudul Ma’aarijul Qabuul, Asy-Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly hafizhahullah membukanya dengan mengatakan:
الْحَمْدُ للهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اتَّبَعَ هُدَاهُ أَمَّا بَعْدُ:
Lalu beliau hafizhahullah berkata: “Asy-Syaikh Hafizh berkata…, –Asy-Syaikh Rabi’ berkata kepada hadirin–: silahkan, silahkan, berilah kelapangan untuk saudara-saudara kalian, berikan tempat untuk yang lain, silahkan masuk sedikit lagi, tempatnya cukup cukup insya Allah…”
✋Salah seorang hadirin ada yang mengatakan: “Ada sebagian yang mengambil gambar orang-orang.”
Beliau berkata: “Mengambil gambar?!”
⭕Orang tadi menjawab: “Ya.”
Maka beliau berkata: “Tinggalkan mengambil gambar, mengambil gambar haram, Allah melaknat orang-orang yang menggambar (dengan alat apapun –pent). Mengambil gambar haram!!”
أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُوْنَ.
“Manusia yang paling keras adzabnya pada hari kiamat nanti adalah orang-orang yang menggambar.” (HR. Al-Bukhary no. 5950 dan Muslim no. 2109 –pent)
“Baarakallahu fiikum. Masuklah, masuklah agar kalian tidak terkena sinar matahari, baarakallahu fiikum. Majelis kita bukan untuk membicarakan politik dan omong kosong. Majelis kita adalah untuk agama, untuk ilmu, dan untuk tauhid. Apakah pantas untuk diambil gambar?! Baarakallahu fiikum.”
Sumber artikel:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=147591
Pengingkaran Keras Asy Syaikh Rabi’ Terhadap Orang Yang Mengambil Gambar ||http://forumsalafy.net/?p=7049
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
MERAYAKAN PESTA PERNIKAHAN DI HOTEL ATAU DI GEDUNG TERMASUK BENTUK TAKALLUF DAN BERLEBIH-LEBIHAN
Asy Syaikh Abdul Aziz bin Baaz -Rahimahullohu-
⭕Pertanyaan : Pesta pernikahan yang dilaksanakan di hotel-hotel yang membutuhkan biaya yang banyak, apakah ini termasuk bentuk isrof (berlebih-lebihan)?
☝Apabila termasuk bentuk isrof, kami mengharapkan bimbingan dari Samahatusy Syaikh tentang masalah tersebut.
⏩Jawaban : Pesta pernikahan yang dilakasanakan di hotel-hotel, padanya ada beberapa kesalahan dan padanya pula ada sekian pelanggaran-pelanggaran. Diantaranya :
Bahwa pada umumnya tidakan tersebut padanya ada unsur berlebih-lebihan dan tambahan yang tidak dibutuhkan.
Yang demikian itu mengantarkan pada sikap takalluf dalam melaksanakan walimah, berlebih-lebihan dan hadir pula di sana orang yang tidak punya kepentingan.
Seringnya akan menjerumuskan pada ikhtilath (campur baur) laki-laki dan perempuan (yang bukan mahram -pent) dari para pekerja hotel dan yang selain mereka. Dan pada ikhtilath ini pada kejelekan dan kemungkaran.
Begitu juga dengan gedung-gedung, yang harus disewa dengan biaya sewa yang besar.
Maka seyogyanya untuk ditinggalkan dan tidak memberat-beratkan dalam hal tersebut, memberi manfaat kepada manusia dan semangat untuk (menanamkan) sifat kesederhanaan tidak berlebih-lebihan dan tidak membuang-buang harta.
Agar supaya mereka menjadi orang yang pertengahan ketika akan masuk dalam pintu pernikahan serta tidak memberat-beratkan diri.
Apabila acara tersebut disaksikan oleh anak pamannya atau kerabatnya yang lain, kemudian dia ingin menirunya. Maka ia pun akan memaksakan dirinya untuk berhutang, membelanjakan harta dengan berlebih-lebihan.
Bisa jadi ia akan menunda, mengakhirkan menikah karena khawatir dari beban-beban ini.
✋Maka nasihat saya untuk seluruh kaum muslimin, untuk tidak melangsungkan (pesta pernikahan -pent) di hotel-hotel, tidak pula di gedung-gedung yang mahal.
Maka laksanakanlah di gedung yang tidak terlalalu mahal sewanya, atau di rumah-rumah maka ini tidak mengapa.
Dan melaksanakannya di rumah, kalau itu memungkinkan maka ini yang lebih utama dan jauh dari sikap memberat-beratkan diri serta berlebih-lebihan.
Wallahul musta’an
Sumber: Majmu fatawa Ibnu Baaz (21/94)
Alih Bahasa: Ibrahim Abu Kaysa
Merayakan Pesta Pernikahan Di Hotel Atau Gedung Termasuk Bentuk Takalluf Dan Berlebih-lebihan | |http://forumsalafy.net/?p=7600
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
APA YANG DIBUTUHKAN OLEH DAKWAH SALAFIYYAH❓
Berkata al Allamah Rabi' al Madkhaliy hafidzahullah :
ماذا تحتاج السلفية ؟
قال العلامة ربيع المدخلي حفظه الله :
" السلفية تحتاج إلى عقلاء ، تحتاج إلى رحماء ، تحتاج إلى حكماء ، تحتاج قبل ذلك إلى علماء .
فإذا كانت هذه الأمور ليست موجودة في السلفيين ، فأين تكون السلفية ؟
تضيع - بارك الله فيكم - " .
" مجموع كتب ورسائل وفتاوى الشيخ ربيع المدخلي : 14 / 90 " .
"As Salafiyyah membutuhkan kepada Uqola' (orang-orang yang berakal, cerdas);
Membutuhkan kepada Ruhama' (orang-orang memiliki rahmat, kasih sayang);
Membutuhkan kepada Hukama' (orang-orang yang bijak);
☝Dan sebelum itu semua, membutuhkan kepada Ulama' (orang-orang yang berilmu).
Maka apabila perkara-perkara ini tidak ada pada salafiyyin, lalu bagiamana akan terwujud dakwah salafiyyah? Maka akan hilang -Barokallahu fikum-
Majmu' Kutub wa Rasail wa Fatawa asy Syaikh Rabi' al Madkhaliy (14/90)
WhatsApp Salafy Indonesia || http://forumsalafy.net
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
NASEHAT BAGI YANG BERMUDAH-MUDAHAN DALAM MASALAH GAMBAR
Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
Penanya: Fadhilatus Syaikh –semoga Allah memberi taufik Anda– banyak manusia yang meremehkan masalah gambar makhluk hidup (dengan cara mengambil, memajang atau menyimpannya –pent), khususnya dalam bentuk video dan yang ada pada telepon genggam, padahal sebagian mereka ini nampak padanya sifat-sifat baik. Maka apa nasehat Anda, semoga Allah memberi taufik Anda?
Asy-Syaikh:
Ini termasuk fitnah tanpa diragukan lagi. Syetan selalu menghasung manusia kepada fitnah dan dia menggunakan hal-hal yang paling membahayakan dan menampakkan kepada manusia bahwa dia adalah orang yang menginginkan kebaikan. Jadi ini termasuk perbuatan syetan, yaitu senangnya manusia kepada gambar dan kelalaian mereka dari keharaman hukumnya dan akibatnya. Ini termasuk tipu daya syetan terhadap mereka. Wajib untuk mewaspadai perkara-perkara ini.
Seseorang tidak butuh kepada untuk mengambil gambar dan tidak pula kepada gambarnya. Adapun jika terpaksa membutuhkan gambar, maka para ulama berfatwa tentang kebolehannya sebatas menutupi kebutuhan darurat, seperti untuk membuat kartu identitas, paspor, atau ketika terjadi kecelakaan untuk kepentingan penyelidikan agar bisa diketahui mana pihak yang salah, maka semacam ini merupakan perkara-perkara yang sifatnya darurat. Adapun selainnya maka tidak membutuhkan.
Sumber audio:
http://www.alfawzan.af.org.sa/node/10234
~ Download Audio di Sini
Alih bahasa: Abu Almass
Selasa, 8 Jumaada Tsaniyah 1435 H
WhatsApp Salafy Indonesia
http://forumsalafy.net
Ebook Gratis dari http://forumsalafy.net |
| Kumpulan Fatwa Ulama tentang Poligami|
|Klik: http://tinyurl.com/n3ugon3
Agar tidak salah dalam memahami syari'at dan tidak membuat rusak muamalah ll Tanya jawab poligami dari Ustadz Luqman dan Ustadz Mukhtar Hafidzahumullah
Unduh Audio di sini
E-Book - Silsilah Perkara-Perkara yang Merusak Dakwah Salafiyah
Dapatkan E-Book Gratis dari ||http://forumsalafy.net|| Silsilah Perkara-Perkara yang Merusak Dakwah Salafiyah ✔Klik: http://goo.gl/zuQgze
WhatsApp Salafy Indonesia
Hakekat Kedzaliman Penguasa
Sulaiman bin ‘Ali Ar-Rab’i rahimahullah meriwayatkan:
“Tatkala terjadi fitnah Ibnul Asy’ats, yang memberontak kepada Al-Hajjaj bin Yusuf, maka ‘Uqbah bin Abdul Ghafir, Abul Jauza` dan Abdullah bin Ghalib dari kalangan orang-orang yang seperti mereka (yakni kaum Khawarij), mendatangi Al-Hasan –yakni Al-Bashri–.
Mereka berkata: ‘Wahai Abu Sa’id (yakni Al-Hasan)! Apa pendapatmu terhadap perbuatan memerangi orang yang melampaui batas ini (yaitu Al-Hajjaj), yang telah menumpahkan darah yang haram dan mengambil harta yang haram, meninggalkan shalat, dan berbuat ini dan itu…?’ Mereka lalu menyebutkan perbuatan-perbuatan Al-Hajjaj (1).
Al-Hasan Al-Bashri menjawab: ‘Aku berpendapat bahwa kalian tidak boleh memberontak kepadanya. Karena, bila ini adalah hukuman dari Allah maka kalian tidak akan bisa menolak hukuman Allah dengan pedang-pedang kalian. Dan bila ini merupakan ujian, hendaknya kalian bersabar sampai Allah menentukan hukumnya, dan Allah adalah Hakim yang terbaik.’
Mereka pun pergi dari sisi Al-Hasan dan mengatakan: ‘Apakah kita akan menaati al-’ilj (2) ini?’ Sedangkan mereka adalah orang Arab. Akhirnya mereka ikut memberontak bersama Ibnul Asy’ats, dan mereka semua terbunuh.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d dalam Ath-Thabaqat 7/163-164, Ad-Dulabi dalam Al-Kuna 2/121, dengan sanad yang shahih. Diringkas dari Fatawal ‘Ulama Al-Akabir, hal. 36-37)
---------------------------------
✏-Catatan Kaki:
1). Hisyam bin Hassan berkata: “Mereka menghitung yang dibunuh Al-Hajjaj dengan cara shabran (yaitu seseorang diikat lalu dibiarkan sampai mati, red) mencapai jumlah 120.000 orang!” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (no. 2220) dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih As-Sunan. Dinukil dari Fatawa Al-’Ulama Al-Akabir hal. 36)
2). Al-’Ilj adalah sebutan untuk seorang lelaki kafir dari kalangan ajam (non Arab) atau lainnya, sebagaimana disebutkan dalam An-Nihayah karya Ibnul Atsir (3/286). Maksudnya, ketika Al-Hasan Al-Bashri menyelisihi hawa nafsu orang-orang Khawarij ini dan mereka tidak mempunyai hujjah untuk membantahnya, fanatik kesukuan Arab mereka menyebabkan mereka mencela nasab beliau. Dan memang ayah dan ibu beliau t adalah hamba sahaya. (Dinukil dari Fatawa Al-’Ulama Al-Akabir hal. 37)
Sumber: Majalah Asy Syariah || http://tinyurl.com/laxkp2c
WhatsApp Salafy Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
AKU BELAJAR SABAR DARI SEORANG ANAK KECIL
Fudhail bin Iyyadh rahimahullah berkata:
“Aku belajar sabar dari seorang anak kecil. Suatu kali ketika aku pergi ke masjid, aku menjumpai seorang ibu memukul anak laki-lakinya di dalam rumahnya. Maka anaknya tersebut berteriak lalu membuka pintu dan lari. Lalu ibunya tadi menutup pintu rumah. Ketika aku pulang dari masjid, aku jumpai anak tadi setelah menangis sebentar dia tertidur bersandar pada daun pintu dengan tujuan mengarapkan belas kasihan ibunya. Maka hati ibunya pun terenyuh dan membukakan pintu untuk anaknya tersebut.”
Lalu Fudhail menangis hingga jenggotnya basah dan beliau berkata: “Subhanallah, seandainya seorang hamba bersabar di depan pintu Allah Azza wa Jalla, pasti Allah akan membukakan pintu untuknya.”
Abud Darda' radhiyallahu anhu berkata: ”Bersungguh-sungguhlah dalam berdoa, karena sesungguhnya siapa yang banyak mengetuk pintu maka tidak lama lagi akan dibukakan pintu itu untuknya.”
Sumber artikel:
http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=53743
✏-Alih Bahasa: Abu Almass
Kamis, 8 Dzulhijjah 1435 H
WhatsApp Salafy Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
KEJELEKAN-KEJELEKAN HARTA
✔Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah berkata: ‘Isa bin Maryam bersabda: “Cinta dunia adalah pangkal segala kesalahan, dan pada harta terdapat penyakit yang sangat banyak.”
Beliau ditanya: “Wahai ruh (ciptaan) Allah, apa penyakit-penyakitnya?”
Beliau menjawab: “Tidak ditunaikan haknya.”
Mereka menukas: “Jika haknya sudah ditunaikan?”
Beliau menjawab: “Tidak selamat dari membanggakannya dan menyombongkannya.”
Mereka menimpali: “Jika selamat dari bangga dan sombong?”
Beliau menjawab: “Memperindah dan mempermegahnya akan menyibukkan dari dzikrullah (mengingat Allah l).” (Mawa’izh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 81)
Beliau rahimahullah berkata: “Kelebihan dunia adalah kekejian di sisi Allah subhanahu wa ta'ala pada hari kiamat.”
Beliau ditanya: “Apa yang dimaksud dengan kelebihan dunia?”
Beliau menjawab: “Yakni engkau memiliki kelebihan pakaian sedangkan saudaramu telanjang; dan engkau memiliki kelebihan sepatu sementara saudaramu tidak memiliki alas kaki. (Mawa’izh Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri, hal. 76)
Sumber: Majalah Asy Syariah || http://tinyurl.com/oy5g95u
WhatsApp Salafy Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
MENUNTUT ILMU
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata:
“Apabila seseorang menuntut ilmu, maka hal itu akan terlihat pada khusyu’nya, pandangannya, lisannya, tangannya, shalatnya, dan zuhudnya.
Apabila seseorang meraih salah satu bab ilmu lalu dia amalkan, hal itu lebih baik baginya daripada dunia dan seisinya.”
Sahnun bin Sa’id rahimahullah berkata:
“Orang yang paling berani berfatwa adalah yang paling sedikit ilmunya. (Yakni) seseorang memiliki ilmu satu bab saja, lalu dia menyangka bahwa seluruh kebenaran ada pada dirinya.”
Az-Zuhri rahimahullah berkata kepada Yunus bin Yazid:
“Janganlah engkau merasa sombong terhadap ilmu, karena ilmu adalah lembah-lembah. Yang manapun engkau tempuh, dia akan mengalahkanmu sebelum engkau mencapainya. Akan tetapi ambillah ilmu itu bersamaan dengan perjalanan siang dan malam. Dan janganlah engkau mengambil ilmu sekaligus, karena barangsiapa yang mengambil ilmu sekaligus, akan hilang pula sekaligus. Akan tetapi ambillah ilmu sedikit demi sedikit, bersamaan dengan perjalanan siang dan malam.” (Diambil dari ‘Awa`iq Ath-Thalab, hal. 54-55, karya Asy-Syaikh Abdussalam bin Barjas)
Sumber: Majalah Asy Syariah || http://tinyurl.com/qzjmfmw
WhatsApp Salafy Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
MENJAUHI KECINTAAN TERHADAP KEKUASAAN
✏- Sufyan Ats-Tsauri rahimahullah menulis surat kepada ‘Abbad bin ‘Abbad Al-Khawwash: Amma ba’du. Sesungguhnya engkau hidup di zaman yang para shahabat Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam berlindung agar tidak menemui zaman itu. Padahal mereka memiliki ilmu yang tidak kita miliki dan mereka memiliki kekokohan yang tidak kita miliki.
Maka bagaimana ketika kita mendapati zaman ini dengan sedikitnya ilmu kita, sedikitnya kesabaran kita, sedikitnya penolong dalam kebaikan, rusaknya manusia, dan kotoran dunia?
Oleh karena itu, hendaknya engkau berpegang pada generasi awal, dan peganglah erat-erat. Hendaknya engkau mempunyai sifat khumul (tidak ingin disebut dan dikenal), karena sesungguhnya sekarang adalah zaman khumul. Hendaknya engkau ber-uzlah dan sedikit bergaul dengan manusia. Karena dahulu bila manusia bertemu, mereka saling mengambil manfaat.
Adapun hari ini, yang seperti itu sudah hilang. Dan keselamatan adalah dengan meninggalkan mereka, menurut pendapat kami. Jauhilah umara, janganlah mendekati mereka dan bergaul dengan mereka sedikit pun. Hati-hatilah, jangan sampai engkau terpedaya, sehingga dikatakan kepadamu: “Engkau bisa memberi pembelaan, dan menghindari atau menolak kedzaliman.”
Sesungguhnya itu adalah tipu daya Iblis. Yang seperti ini hanyalah dipakai oleh qurra (ulama) yang jahat sebagai tangga. Dahulu dikatakan: “Takutlah kalian dari fitnah ahli ibadah yang bodoh dan fitnah alim yang jahat, karena fitnah keduanya merupakan fitnah bagi setiap orang.”
Adapun masalah dan fatwa yang engkau dapatkan, ambillah dan janganlah melampaui mereka dalam hal itu. Dan berhati-hatilah engkau agar tidak seperti seseorang yang suka bila perkataannya diamalkan, disebarkan, atau didengarkan; yang bila hal itu semua tidak didapatnya, akan diketahui apa yang ada dalam dirinya.
Dan jauhilah kecintaan terhadap kekuasaan, karena sesungguhnya ada seseorang yang lebih cinta kekuasaan daripada emas dan perak. Padahal cinta kekuasaan merupakan pintu yang rumit, yang tidak bisa diketahui kecuali oleh ulama yang benar-benar ahli. Maka periksalah dirimu dan beramallah dengan niat. Ketahuilah, sesungguhnya sudah dekat kepada manusia suatu perkara, di mana seseorang lebih menginginkan kematian (daripada menemui perkara itu). Wassalam.
(diambil dari Min Washaya As-Salaf, halaman.19-25)
Sumber, Majalah Asy Syariah || http://tinyurl.com/q2kqtqp
WhatsApp Salafy Indonesia
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~