Tampilkan postingan dengan label Dzulhijjah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dzulhijjah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Juli 2018

KABAR GEMBIRA BAGI YANG BERTAKBIR DAN BERTAHLIL PADA 10 HARI AWAL DZULHIJJAH

✋๐Ÿป๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒ– *KABAR GEMBIRA BAGI YANG BERTAKBIR DAN BERTAHLIL PADA 10 HARI AWAL DZULHIJJAH*

*ุจุดุฑู†ุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู„ู…ู† ุญุฌ ุฃูˆ ูƒุจุฑ ุฃูˆ ู‡ู„ู„ ููŠ ุงู„ุนุดุฑ ู…ู† ุฐูŠ ู„ุญุฌุฉ*

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyampaikan kabar gembira bagi orang yang sedang berhaji atau orang yang bertakbir, bertahlil, pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Rasulullah _shallallahu alaihi wasallam_ bersabda:

*ู…َุง ุฃَู‡َู„َّ ู…ُู‡ِู„ٌّ ู‚َุทُّ؛ ุฅِู„َّุง ุจُุดِّุฑَ، ูˆَู„َุง ูƒَุจَّุฑَ ู…ُูƒَุจِّุฑٌ ู‚َุทُّ؛ ุฅِู„َّุง ุจُุดِّุฑَ*

"Tidaklah seseorang yang mengucapkan kalimat Tahlil kecuali dia akan mendapatkan kabar gembira. Tidaklah seseorang mengucapkan  kalimat Takbir, kecuali mendapatkan kabar gembira".

Ada seseorang bertanya:

*ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ! ุจِุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ؟*

"Wahai Rasulullah, apakah kabar gembira sebagai penghuni surga?."

Beliau menjawab, *"Iya."*

*(Hadits dihasankan oleh al-Albany dalam Shahih al-Jami' no. 5569. As-Shahihah no. 1621. Shahih at-Targhib no. 1137/sahab.net)*

Ya Allah jadikanlah kami termasuk penghuni Surga Firdaus yang tertinggi.

๐ŸŒ *Sumber* || https://twitter.com/fzmhm12121/status/900066327808880645

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž๐Ÿ’Ž

๐Ÿš ⛵️ TAKBIR MUQAYYAD (terikat waktu) dan TAKBIR MUTHLAQ (tidak terikat waktu).

❓๐Ÿ“ฌ Pertanyaan:
Saya mendengar sebagian orang pada hari-hari Tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah) bertakbir di setiap selesai shalat lima waktu sampai pada shalat 'ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Apakah amalan mereka ini benar ataukah tidak?

☀ Jawaban:
Takbir Muthlaq dan Takbir Muqayyad disyariatkan pada hari 'Idul Adha.
✅ Takbir Muthlaq dilakukan di sepanjang waktu mulai awal masuknya bulan Dzulhijjah sampai pada akhir hari Tasyriq.
☑ Adapun Takbir Muqayyad dilakukan di setiap selesai shalat lima waktu,
▪๐Ÿ“† dimulai dari shalat shubuh hari Arafah (tanggal 9 Dzulhijjah) ➡️๐Ÿ“†sampai pada shalat ashr di akhir hari Tasyriq (tanggal 13 Dzulhijjah).

๐Ÿ“œ Amalan ini disyariatkan berdasarkan :
✅ ijma' , dan
✅ perbuatan para sahabat -radhiyallahu 'anhum-.

Wa billahi at taufiq, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad, keluarganya, dan para sahabatnya.

๐Ÿซ al-Lajnah ad-Da'imah li al-Buhuts al-'Ilmiyyah wa al-Ifta' no.10777

•••••••••••••••••••••
๐ŸŒ ๐Ÿ“๐Ÿ“ก Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐Ÿ“Ÿ▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

๐Ÿ“” *FATWA AL-IMAM IBNU BAZ TERKAIT TAKBIR MUTLAK¹ DAN TAKBIR MUQAYYAD²*

๐Ÿ“ Berkata asy-Syaikh Abdul 'Aziz bin Baz rahimahullah:

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู„ู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุฃุตุญุงุจู‡ ูˆู…ู† ุงู‡ุชุฏู‰ ุจู‡ุฏุงู‡

✅ Adapun takbir di hari Iedul Adhha, maka yang disyariatkan dimulai dari awal bulan sampai akhir hari ketiga belas dari bulan Dzulhijjah. Berdasarkan firman Allah Subhanah:

{ู„ِّูŠَุดْู‡َุฏُูˆุง ู…َู†َุงูِุนَ ู„َู‡ُู…ْ ูˆَูŠَุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงุณْู…َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูِูŠ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ู…َّุนْู„ُูˆู…َุงุช}

" _Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan_"
(Q.S. Al-Hajj: 28)

Itu hari-hari 10 (awal Dzulhijjah). Adapun firman Allah 'Azza wa Jalla:

ูˆَุงุฐْูƒُุฑُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูِูŠ ุฃَูŠَّุงู…ٍ ู…َّุนْุฏُูˆุฏَุงุช

" _Dan berdzikirlah kepada Allah di hari-hari yang telah ditentukan._"
(Q.S. Al-Baqarah: 203)

(Maksudnya) adalah hari-hari tasyriq. Juga berdasarkan sabda Nabi ๏ทบ:

" _Hari tasyriq adalah hari-hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah._"
(H.R. Muslim)

๐Ÿ’Ž Al-Bukhari dalam shahih beliau meriwayatkan secara mu'allaq dari Ibnu 'Umar dan Abu Hurairah-radliyallahu 'anhuma: "bahwasanya mereka berdua keluar menuju pasar pada 10 hari (awal Dzulhijjah), lalu keduanya bertakbir dan manusia pun bertakbir karena takbir mereka berdua."

๐Ÿ›ก Dahulu 'Umar bin Khaththab dan putra beliau, Abdullah-radliyallahu 'anhuma-mereka berdua bertakbir pada hari-hari Mina di masjid dan di dalam kemah. Dan mereka mengangkat suaranya ketika melakukannya sehingga Mina bergemuruh dengan suara takbir.

๐Ÿ“Œ Dan diriwayatkan dari Nabi ๏ทบ, demikian pula dari sekelompok sahabat radliyallahu 'anhum, (anjuran melafazhkan) takbir setelah shalat 5 waktu. Dimulai setelah shalat Subuh pada hari 'Arafah (hari ke-9 Dzulhijjah-pent) sampai setelah shalat Ashar pada hari ketiga belas dari bulan Dzulhijjah. Dan ini adalah ketentuan bagi yang tidak menunaikan haji.

⚪ Kemudian beliau berkata:

"Dari sini engkau mengetahui bahwasanya takbir mutlak dan takbir muqayyad, keduanya terkumpul-berdasarkan pendapat ulama yang paling shahih-pada 5 hari, yaitu:
1⃣. Hari Arafah

2⃣. Hari Nahr (hari penyembelihan kurban)

3⃣. Dan 3 hari tasyriq (11,12 dan 13 Dzulhijjah pent-).

๐Ÿ”ฐ Adapun pada hari ke delapan dan yang sebelumnya sampai hari pertama bulan Dzulhijjah, maka takbir di hari-hari tersebut adalah takbir mutlak. Bukan muqayyad. Berdasarkan apa yang telah lalu dari ayat dan atsar (di atas).

Di dalam Musnad (Ahmad) dari Ibnu 'Umar radliyallahu ' anhuma dari Nabi ๏ทบ bahwasanya beliau bersabda:

" *Tidak ada hari-hari yang lebih agung dan lebih Allah cintai amalan yang dilakukan di hari-hari tersebut dibandingkan amalan yang dilakukan di 10 hari ini (awal Dzulhijjah). Maka perbanyaklah oleh kalian tahlil, takbir, dan tahmid* di hari-hari tersebut atau sebagaimana yang disabdakan oleh beliau ๏ทบ.

๐Ÿ“š Majmu'ul Fatawa wa Maqalat karya asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah jilid 13 hal 17-19

๐Ÿ‹ Tim TwIS

๐Ÿ—“ 1 Dzulhijjah 1438 H/23 Agustus 2017

✏ Catatan:

1. Takbir mutlak adalah takbir yang dikumandangkan sejak masuk tanggal 1 Dzulhijjah sampai akhir waktu tanggal 13 Dzulhijjah. Dinamakan mutlak karena dibaca kapan saja dan dimana saja. Asalkan tidak di waktu dan tempat yang terlarang; misal ketika di wc atau ketika sedang berjima' dengan istri.

2. Takbir muqayyad (terikat) dimulai setelah shalat subuh tanggal 9 Dzulhijjah sampai ba'dal Ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Dinamakan muqayyad karena pelaksanaannya terikat dengan waktu setelah shalat wajib.

๐Ÿ‡ธ๐Ÿ‡ฆ Arabic

ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ูˆุณู„ู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุฃุตุญุงุจู‡ ูˆู…ู† ุงู‡ุชุฏู‰ ุจู‡ุฏุงู‡

ุฃู…ุง ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ููŠ ุงู„ุฃุถุญู‰ ูู…ุดุฑูˆุน ู…ู† ุฃูˆู„ ุงู„ุดู‡ุฑ ุฅู„ู‰ ู†ู‡ุงูŠุฉ ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุซุงู„ุซ ุนุดุฑ ู…ู† ุดู‡ุฑ ุฐูŠ ุงู„ุญุฌุฉ؛ ู„ู‚ูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ : ( ู„ูŠุดู‡ุฏูˆุง ู…ู†ุงูุน ู„ู‡ู… ูˆ ูŠุฐูƒุฑูˆุง ุงุณู… ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุฃูŠุงู… ู…ุนู„ูˆู…ุงุช ) ุงู„ุขูŠุฉ، [ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุญุฌ: 28] . ูˆู‡ูŠ ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ، ูˆู‚ูˆู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ : ( ูˆุงุฐูƒุฑูˆุง ุงู„ู„ู‡ ููŠ ุฃูŠุงู… ู…ุนุฏูˆุฏุงุช ) ุงู„ุขูŠุฉ، [ุณูˆุฑุฉ ุงู„ุจู‚ุฑุฉ: 203] . ูˆู‡ูŠ ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚؛ ูˆู„ู‚ูˆู„ ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… : ( ุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ ุฃูŠุงู… ุฃูƒู„ ูˆุดุฑุจ ูˆุฐูƒุฑ ุงู„ู„ู‡ ุนุฒ ูˆุฌู„ ) ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู… ููŠ ุตุญูŠุญู‡.

☜ูˆุฐูƒุฑ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ ููŠ ุตุญูŠุญู‡ ุชุนู„ูŠู‚ุง ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ูˆุฃุจูŠ ู‡ุฑูŠุฑุฉ -ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง- : ( ุฃู†ู‡ู…ุง ูƒุงู†ุง ูŠุฎุฑุฌุงู† ุฅู„ู‰ ุงู„ุณูˆู‚ ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ ููŠูƒุจุฑุงู† ูˆูŠูƒุจุฑ ุงู„ู†ุงุณ ุจุชูƒุจูŠุฑู‡ู…ุง ) . ูˆูƒุงู† ุนู…ุฑ ุจู† ุงู„ุฎุทุงุจ ูˆุงุจู†ู‡ ุนุจุฏ ู„ู„ู‡ -ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง- ูŠูƒุจุฑุงู† ููŠ ุฃูŠุงู… ู…ู†ู‰ ููŠ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูˆููŠ ุงู„ุฎูŠู…ุฉ ูˆูŠุฑูุนุงู† ุฃุตูˆุงุชู‡ู…ุง ุจุฐู„ูƒ ุญุชู‰ ุชุฑุชุฌ ู…ู†ู‰ ุชูƒุจูŠุฑุง،

☜ ูˆุฑูˆูŠ ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ูˆุนู† ุฌู…ุงุนุฉ ู…ู† ุงู„ุตุญุงุจุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ููŠ ุฃุฏุจุงุฑ ุงู„ุตู„ูˆุงุช ุงู„ุฎู…ุณ ู…ู† ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฌุฑ ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ ุฅู„ู‰ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุนุตุฑ ู…ู† ูŠูˆู… ุงู„ุซุงู„ุซ ุนุดุฑ ู…ู† ุฐูŠ ุงู„ุญุฌุฉ ูˆู‡ุฐุง ููŠ ุญู‚ ุบูŠุฑ ุงู„ุญุงุฌ .

ุซู… ู‚ุงู„ :
ูˆุจู‡ุฐุง ุชุนู„ู… ุฃู† ุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ุงู„ู…ุทู„ู‚ ูˆุงู„ู…ู‚ูŠุฏ ูŠุฌุชู…ุนุงู† ููŠ ุฃุตุญ ุฃู‚ูˆุงู„ ุงู„ุนู„ู…ุงุก ููŠ ุฎู…ุณุฉ ุฃูŠุงู…، ูˆู‡ูŠ : ูŠูˆู… ุนุฑูุฉ ูˆูŠูˆู… ุงู„ู†ุญุฑ ูˆุฃูŠุงู… ุงู„ุชุดุฑูŠู‚ ุงู„ุซู„ุงุซุฉ .
ูˆุฃู…ุง ุงู„ูŠูˆู… ุงู„ุซุงู…ู† ูˆู…ุง ู‚ุจู„ู‡ ุฅู„ู‰ ุฃูˆู„ ุงู„ุดู‡ุฑ ูุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ููŠู‡ ู…ุทู„ู‚ ู„ุง ู…ู‚ูŠุฏ؛ ู„ู…ุง ุชู‚ุฏู… ู…ู† ุงู„ุขูŠุฉ ูˆุงู„ุขุซุงุฑ .
ูˆููŠ ุงู„ู…ุณู†ุฏ ุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ -ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„ : ( ู…ุง ู…ู† ุฃูŠุงู… ุฃุนุธู… ุนู†ุฏ ุงู„ู„ู‡ ูˆู„ุง ุฃุญุจ ุฅู„ูŠู‡ ุงู„ุนู…ู„ ููŠู‡ู† ู…ู† ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… ุงู„ุนุดุฑ، ูุฃูƒุซุฑูˆุง ููŠู‡ู† ู…ู† ุงู„ุชู‡ู„ูŠู„ ูˆุงู„ุชูƒุจูŠุฑ ูˆุงู„ุชุญู…ูŠุฏ ) ุฃูˆ ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… .
⚊☟⚊⚋⚊⚋
[ู…ุฌู…ูˆุน ูุชุงูˆู‰ ูˆู…ู‚ุงู„ุงุช ู„ู„ุดูŠุฎ ุนุจุฏ ุงู„ุนุฒูŠุฒ ุจู† ุจุงุฒ  ู…ุฌู„ุฏ 13 / ุต 17 - 19

๐ŸŒท๐Ÿ”‘ HUJJAH DISYARI'ATKANNYA TAKBIR MUQAYYAD

.......................................

๐ŸŒ…๐Ÿ”— Hujjah tentang disyari'atkanya TAKBIR MUQAYYAD setelah shalat fardhu pada hari Arafah,  Idul Adha,  dan hari-hari Tasyriq adalah :
๐ŸŒ• Atsar-Atsar Shahih dari para Shahabat
☀ Ijma'

✏➡ sebagaimana dinukilkan oleh :
๐Ÿ”น Ibnu Rusyd,
๐Ÿ”ธ Ibnu Qudamah,
๐Ÿ”น an-Nawawi,
๐Ÿ”ธ Ibnu Taimiyyah,  dan
๐Ÿ”น Ibnu Rajab

Sumber : @aljuned77

•••••••••••••••••••••

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

๐Ÿ“Œ๐Ÿ› BERTAKBIR TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA DZIKIR SELEPAS SHALAT LIMA WAKTU
๐Ÿ‘‰๐Ÿป (yakni TAKBIR MUQAYYAD)

.............................................

☀ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin - rahimahullah- ditanya :

๐Ÿ“ฌ❓ "Apakah takbir didahulukan sebelum berdzikir selepas shalat lima waktu ?"

๐Ÿ”‘ Beliau menjawab : "Tidak ada dalil yang shahih dan jelas dari Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- yang menjelaskan tentang kapan takbir muqayyad dilakukan. Hanya saja di sana ada beberapa atsar para ulama dan ijtihad mereka. Mereka menyatakan : "Bahwasanya beliau -shallallahu 'alaihi wa sallam-  MENDAHULUKAN TAKBIR sebelum membaca dzikir setelah shalat lima waktu."
๐Ÿ“š (Majmu' Fatawa wa Rasail Al-'Utsaimin 16/209).
    
          ----- ***** -------

๐Ÿ“ฉ ๐ŸŒ al-Lajnah ad-Da'imah dalam Fatwa no. 21550. juga menjelaskan tentang kapan bertakbir muqayyad :
"... dibaca LANGSUNG setelah salam SEBELUM memulai berdzikir." 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

๐ŸŒ™⛵⭐ TAKBIR MUQAYYAD, BAIK SETELAH SHALAT BERJAMA'AH MAUPUN SHALAT SENDIRIAN

☀ Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin - rahimahullah- ditanya :
๐Ÿ” "Apakah disyariatkan membaca takbir muqayyad setelah shalat yang dilakukan secara berjamaah maupun setelah shalat yang dilakukan secara sendirian ?"

๐Ÿ–‡๐Ÿ“ฌ Beliau menjawab : "Yang disyariatkan adalah bertakbir baik setelah shalat yang dilakukan secara berjamaah maupun setelah shalat yang dilakukan secara sendirian, pendapat ini yang LEBIH MENDEKATI kebenaran.

Karena sebagian ulama berpendapat bahwasanya tidaklah disyariatkan bertakbir, kecuali setelah shalat yang dilakukan secara berjama'ah saja."
๐Ÿ“š (Majmu' Fatawa wa Rasail Al Utsaimin 16/261).

•••••••••••••••••••••
๐ŸŒ ๐Ÿ“๐Ÿ“ก Majmu'ah Manhajul Anbiya
๐Ÿ“Ÿ▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

๐Ÿ•‹ TENTANG TAKBIR MUQAYYAD

๐Ÿ”ต Kesepakatan Ulama' dan Waktu Memulainya

➖➖➖➖

๐Ÿ”‰ Takbir muqayyad adalah melakukan takbir setelah shalat-shalat (wajib).

✅ Para ulama berijma’ (bersepakat) atas disyari’atkannya takbir ini.

๐Ÿƒ An-Nawawi rahimahullah dalam al-Majmu’ (5/32) mengatakan,

“Adapun takbir muqayyad disyari’atkan (untuk dikumandangkan) pada Idul Adhha tanpa ada silang pendapat karena adanya ijma’ umat (ulama).”

๐Ÿƒ An-Nawawi rahimahullah dalam al-Majmu’ (5/31) mengatakan,

“Yang disunnahkan adalah bertakbir pada hari-hari ini setelah shalat fardhu karena ada penukilan para ulama belakangan dari para salaf.”

๐Ÿ“ Di antara ulama yang menukilkan ijma’ (disyari’atkannya takbir muqayyad) adalah Syaikhul Islam dalam al-Majmu’ (24/222) dan Ibnu Rajab dalam Fathul Baari (6/123,124).

✔️ Ibnu Rajab dalam Fathu Baari (6/124) mengatakan,
“Al-Imam Ahmad menghikayatkan pendapat ini sebagai ijma’ dari kalangan sahabat. Beliau menghikayatkannya dari ‘Umar, ‘Ali, Ibnu Mas’ud, dan Ibnu ‘Abbas.”

✔️ An-Nawawi dalam al-Majmu’ (5/35) menyatakan,
“Adapun dari perbuatan ‘Umar, ‘Ali, Ibnu Mas’ud, dan Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhum, maka telah sah dari mereka takbir semenjak shubuh hari Arafah hingga shalat ‘Ashar pada hari terakhir dari hari-hari tasyriq.”

๐Ÿ“ Aku (‘Arafat bin Hasan al-Muhammadi) nyatakan,

✔️ “Riwayat dari Amirul Mukminin ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallahu diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (5681), al-Hakim (1/299), dan al-Baihaqi (3/314)."

✔️ Adapun riwayat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (5670) (5680), al-Hakim (1/300), dan al-Baihaqi (3/314).

✔️ Adapun riwayat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu Ibnu Abi Syaibah (5692), al-Hakim (1/299), dan al-Baihaqi (3/314).”

๐Ÿ“ Aku (‘Arafat bin Hasan) nyatakan,

๐ŸŒ™ “Dan yang diperselisihkan adalah hanyalah dalam hal waktu pelaksanaan takbir muqayyad bagi orang yang tidak sedang berihram (melaksanakan ibadah haji,pen), yaitu kapan dimulai dan kapan diakhiri?

๐ŸŒ™ Dalam hal ini ada empat pendapat dari para ulama. Dan pendapat yang paling sahih adalah (takbir muqayyad bagi selain jama’ah haji,pen) dimulai setelah shalat Shubuh hari ‘Arafah hingga shalat ‘Ashar hari terakhir dari hari tasyriq berdasar riwayat-riwayat dari para sahabat. Dan pendapat ini adalah pendapat kalangan Hanabilah (Madzhab Hambali).

Wallahu A’lam.”

๐Ÿ“ Ditulis oleh ‘Arafat bin Hasan al-Muhammadi.

๐ŸŒ Sumber: Channel Telegram Syaikh Arofat al-Muhammadi
๐Ÿ“ Diterjemahkan oleh: al-Ustadz Fathul Mujib hafizhahullah

#Fawaidumum #dzulhijjah #takbir #amalan #10dzulhijjah #arafah
〰〰➰〰〰
๐Ÿ‰ Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
๐Ÿ Channel kami https://bit.ly/warisansalaf
๐Ÿ’ป Situs Resmi http://www.warisansalaf.com



Minggu, 11 September 2016

Beberapa Permasalahan Seputar Puasa Arofah


🕋🌸 BEBERAPA PERMASALAHAN SEPUTAR PUASA AROFAH

✅ KEUTAMAAN PUASA 'AROFAH
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,

"Puasa hari arofah aku berharap kepada Allah agar ia dapat menghapus (dosa) satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya." (HR. Muslim)

✅ HUKUM PUASA AROFAH BAGI SELAIN JAMA'AH HAJI

✔️ Syaikh Ibnu Utsaimin berkata,
"Puasa hari arofah bagi selain jama'ah haji adalah sunnah mu'akkadah." (Majmu' Fatawa 20/46)

✅ PUASA AROFAH BERTEPATAN DENGAN HARI JUM'AT

✔️ Al Lajnah Ad-Daimah menjelaskan,
" Disyari'at puasa hari arofah bila bertepatan dengan hari jum'at walaupun tanpa didahului puasa hari sebelumnya. Karena telah diriwiyatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam himbauan untuk melakukannya dan penjelasan keutamaannya dan agungnya pahalanya" (Fatawa Al Lajnah 10/395)

✅ PUASA AROFAH DI HARI SABTU

✔️ Al Lajnah Ad-Daimah menjelaskan,
"Boleh berpuasa arofah sendirian baik bertepatan dengan hari sabtu atau hari-hari lainnya, karena tidak ada perbedaan antara hari-hari tersebut. Hal ini disebabkan puasa arofah adalah sunnah tersendiri, sementara hadits larangan puasa pada hari sabtu adalah lemah karena kegoncangannya dan menyelisihi hadits-hadits yang shahih." (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah 10/396)

✅ MENGQODHO' PUASA AROFAH
Bila seseorang berhalangan berpuasa pada hari arofah karena sakit atau sedang haid dan nifas bagi wanita, apakah disyari'atkan mengqodho'nya?

✔️ Syaikh Ibnu 'Utsaimin menjelaskan,
"Apabila seseorang mengakhirkan puasa arofah dan puasa asyuro tanpa udzur maka tidak diragukan bahwa ia tidak perlu mengqodho'nya. Seandainya pun dia mengqodho' tidak akan bermanfaat, maksudnya puasanya itu tidak teranggap puasa arofah dan asyuro.

👉🏻 Adapun bila seseorang terkendala udzur seperti seorang wanita yang sedang haid atau nifas, maka yang tampak juga tidak mengqodho'nya. Karena (puasa arofah dan puasa asyuro) adalah (syari'at) khusus pada hari tertentu, yang mana hukumnya akan hilang dengan berlalunya hari tersebut." (Majmu' Fatawa Ibnu 'Utsaimin 20/43)

✅ PERBEDAAN ANTARA ASYURO DAN AROFAH
🔗 Mengapa Puasa Asyuro hanya menghapus dosa setahun yang telah lewat, sedangkan puasa arofah menghapus dosa satu tahun yang telah lewat dan yang akan datang?

✔️ Ibnul Qoyyim menjelaskan:
1⃣ Bahwasanya hari arofah jatuh pada bulan harom, (bulan) sebelumnya juga  bulan harom, dan setelahnya bulan harom, berbeda dengan asyuro.
2⃣ Bahwasanya hari arofah termasuk kekhususan syari'at kita (yang tidak ada pada syari'at umat sebelumnya), berbeda dengan asyuro (yang juga syari'at bagi umat nabi Musa), maka (pahalanya) dilipat gandakan dengan berkahnya al Mushthofa." (Bada'iul Fawaid 4/211)

✅ YANG DIMAKSUD MENGAMPUNI DOSA SATU TAHUN SETELAHNYA
yang dimaksud dengan "diampuni dosanya satu tahun setelahnya" adalah:
📌 Allah telah mengampuni dosanya selama dua tahun.
📌 Allah menjaganya pada dua tahun itu sehingga ia tidak berbuat maksiat.
📌 Apabila seorang hamba melakukan dosa maka puasa arofah akan menebus dosa tersebut.
📌 Atau bila seorang hamba melakukan dosa maka ia akan diberi pahala yang dapat menghapus dosanya tersebut.
(Lihat Al Majmu' 6/381 dan Faidhul Qodir)

✅ PENGAMPUNAN DOSA HANYA KHUSUS BAGI DOSA KECIL

✔️ Syaikh Ibnu Utsaimin berkata,
"Puasa hari arofah dapat mengampuni (dosa yang dilakukan) satu tahun yang telah lewat dan satu tahun setelahnya, ini hanya berlaku bagi dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar, maka pengampunannya harus dengan taubat secara khusus." (Fatawa Nuur 'ala Darb)

wallahu a'lam

📝 Diterjemahkan oleh Tim Warisan Salaf

#fawaidumum
〰〰➰〰〰
🍊 Update Ilmu agama bersama Warisan Salaf di: Website I Telegram I Twitter I Google Plus I Youtube I SMS Tausiyah
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Sabtu, 03 September 2016

10 Hari Dzulhijjah


❁✿❁
🔰 Silsilah Mutiara Hikmah 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 10 HARI DZULHIJJAH.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
✍ Berkata Al-'Allamah Ibnu 'Utsaimin _rahimahullah_ :

《 Dan yang mengherankan bahwasanya manusia mereka lalai dari sepuluh hari ini dimana engkau temukan mereka pada sepuluh hari Ramadhan mereka begitu giat beramal namun pada sepuluh hari Dzulhijjah hampir-hampir engkau tidak temukan satu orang pun berbeda antara bulan tersebut dengan yang lainnya, akan tetapi jika seorang insan menegakkan amalan shaleh pada hari-hari yang sepuluh ini dalam rangka menghidupkan apa yang telah dibimbing Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_ kepadanya dari amalan-amalan shaleh, maka dia sungguh berada di atas kebaikan yang besar. 》

      •┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

📚 Majmu' Al-Fatawa (21/37).
——————————————
🔘 عَشْر ذِي الحِجَّة

✍ قَـالَ العَلّامَـة ابْـنُ عُثَيْـمِينْ -رَحِـمَهُ الله- :

《 والعجب أنّ الناس غافلون عن هذه العشر تجدهم في عشر رمضان يجتهدون في العمل لكن في عشر ذي الحجة لا تكاد تجد أحدا فرق بينها وبين غيرها، ولكن إذا قام الإنسان بالعمل الصالح في هذه الأيام العشرة إحياء لما أرشد إليه النبي -ﷺ- من الأعمال الصالحة، فإنه على خير عظيم . 》

📚 [ "مجموع الفتاوى" (٣٧/٢١) ].

══════ ❁✿❁ ══════

📲 قَنـاةُ【العِلْمُ الشَّرْعِي】مِـنْ هُنـ↶ـا:

[https://goo.gl/DTtGZ3]
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE

➥ #hikmah #sepuluh_dzulhijjah #dzulhijjah

🇮🇩🌔 Kementrian Agama Republik Indonesia melalui sidang Itsbat, menetapkan tanggal 1 Dzulhijjah 1437H Jatuh pada hari Sabtu 3 September 2016M dan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1437H bertepatan dengan hari Senin, 12 September 2016M.

🌎 Sumber || https://mobile.twitter.com/Kemenag_RI/status/771333422237093888

🌺 Semoga Allah subhanahu wa ta'ala selalu memberikan taufik dan hidayahnya kepada pemerintah kita dan semoga Allah membimbing mereka di atas al-Haq
——————————————

ARTIKEL:
🌙🗓🌃 *HUKUM PUASA DI TANGGAL 1 SAMPAI 9 DZULHIJJAH*

🚇 ```Berkata Al Imam An Nawawi rahimahullah :```

🌻 "Mengenai ibadah puasa di sembilan hari ini (tanggal 1 s/d 9 Dzulhijjah) *tidak ada kemakruhan padanya*,
✅ bahkan itu *mustahab (sunnah) yang sangat ditekankan*,
🔵 terutama pada tanggal sembilan yaitu *hari 'Arafah*"

_______________
📚 ```Syarh Shahih Muslim (8/71)```

*****
:: http://bit.ly/alistifadah ::
🗃 Arsip WALIS » http://walis-net.blogspot.com/2016/09/hukum-puasa-tanggal-1-sampai-9.html
🗳 Kritik dan saran » http://goo.gl/d0M01P
🕰 Faedah Lain » http://walis.salafymedia.com/

•┈┈┈┈•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•┈┈┈┈•

قال الإمام النووي رحمه الله:

( فَلَيْسَ فِي صَوْمِ هَذِهِ التِّسْعَةِ كَرَاهَةٌ، بلْ هِيَ مستحبة استحبابًا شديدًا ؛ لاسيما التَّاسِعُ مِنْهَا وَهُوَ يَوْمُ عَرَفَةَ ).

شرح صحيح مسلم: [٧١/٨]

•••••••
📲 *Majmu'ah AL ISTIFADAH*
🌍 http://bit.ly/tentangwalis
🔵 Telegram http://bit.ly/alistifadah JOIN
📲 مجموعة الاستفادة
🗓 Jum'at, 30 Dzulqa'dah 1437H / 02 September 2016M

•┈┈┈┈•◈◉✹❒📚❒✹◉◈•┈┈┈┈•

👍🏻🎯💎MANAKAH YANG LEBIH UTAMA : SEPULUH TERAKHIR BULAN RAMADHAN ATAUKAH SEPULUH PERTAMA BULAN DZULHIJJAH.❓

📌 Asy-Syaikh Al-'Allamah 'Abdul 'Aziz ibn Baz rahimahullah

👉🏻 Pertanyaan,
🔷🍂"Manakah yang lebih utama,sepuluh terakhir bulan ramadhan ataukah sepuluh pertama bulan Dzulhijjah.?

👉🏻 Jawaban:
🔵🍃 "Sepuluh terakhir bulan ramadhan lebih utama di tinjau dari sisi MALAMnya, karena pada malam-malam tersebut,terdapat MALAM LAILATUL QADR.
Adapun sepuluh pertama bulan Dzulhijjah lebih utama ditinjau dari sisi SIANGnya, karena padanya terdapat HARI 'ARAFAH,dan juga HARI QURBAN.

🎯 Keduanya [sepuluh terakhir bulan ramadhan dan sepuluh pertama bulan Dzul hijjah] ini seutama-utamanya hari-hari yang ada di dunia.
👉🏻 Inilah pendapat yang benar menurut para pentahqiq (peneliti) dari kalangan para 'ulama.

🌅🌿Maka kesimpulannya,sepuluh pertama  bulan Dzulhijjah lebih utama pada siang harinya, dan sepuluh terakhir bulan Ramadhan, lebih utama pada malam harinya, karenakan di dalamnya terdapat malam LAILATUL QADR, dan malam adalah malam yang paling utama.Allahu al-Musta'an."

📝Sumber:
http://www.binbaz.org.sa/noor/8890
•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya

Minggu, 28 September 2014

Serba-Serbi Tentang Hari-Hari Dunia Terbaik (Awal Bulan Dzulhijjah)

Serba-Serbi Tentang Hari-Hari Dunia Terbaik (Awal Bulan Dzulhijjah)

~ Pengantar ~

Asal serial ini adalah risalah yang disusun oleh Abu Nafi' Salim alKalali waffaqohullah yang diposting dalam link:

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=96043

Selanjutnya akan dicuplikkan beberapa faidah dari risalah tersebut dengan terjemah bebas dan beberapa penyesuaian sebagai motivasi bagi kami khususnya dan kita sekalian dalam mengisi 10 hari awal Dzulhijjah ini dengan landasan ilmu yang mengokohkan keyakinan dalam beramal shalih,

Kita memohon taufiq dan inayah Allah untuk memudahkan segenap urusan kita ...

Mengapa bulan ini dinamakan Dzulhijjah ?

AlHafidz Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsirnya 4/1655 menukil tulisan Syaikh 'Alamuddin asSakhowi dalam sebuah risalah yang berjudul "alMasyhur fi asma-i alAyyam wasySyuhur" bahwa [[ kata HIJJAH disebut demikian karena diselenggarakannya ibadah Hajji di dalamnya dan berkumpulnya para pemilik hujjah]].

WIP | WA alI'tishom - Probolinggo
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Serba-serbi tentang hari-hari dunia terbaik (Awal bulan Dzulhijjah)

Keutamaan bulan Dzulhijjah:

1. Merupakan penutup bulan-bulan harom (الأشهر الحرم); yang Allah ta’ala haromkan perbuatan dzolim (lebih dari bulan-bulan lain) sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

<< Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah sejumlah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia Menciptakan langit dan bumi, di antaranya terdapat empat bulan harom. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian mendzolimi diri kalian dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kalian semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah menyertai orang-orang yang bertaqwa >>
atTaubah : 36

2. Merupakan penutup bulan-bulan yang dimaklumi (الأشهر المعلومات) sebagai bulan pelaksanaan ibadah hajji yang telah Allah firmankan padanya:

الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَاتٌ

<< ibadah hajji itu (diselenggarakan) pada bulan-bulan yang dimaklumi >>
alBaqoroh : 197

yaitu (bersama) Syawwal, Dzulqo’dah dan Dzulhijjah itu sendiri.

Perhatian (تنبيه):
Termasuk di antara yang disunnahkan jika manusia telah menyaksikan hilal bulan Dzulhijjah sedangkan dia meniatkan akan menyembelih binatang qurban (bagi diri dan keluarga yang di bawah tanggungan di rumah tinggal dia), hendaknya dia sendiri menahan diri dari mencabut/mengambil semua bagian rambut (baik yang tumbuh di kepala demikian juga seluruh permukaan tubuhnya), dan kukunya (serta kulitnya).

Sebagaimana Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan dari Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau telah bersabda:

إذا دخلت العشر وأراد أن يضحي فلا يمس من شعره وبشره شيئا

[[ jika telah masuk 10 (awal bulan Dzulhijjah), sementara dia berencana menyembelih udhiyah (binatang qurban) maka janganlah dia ‘menyentuh’ sedikitpun dari bagian rambut dan permukaan kulitnya ]] Riwayat alImam Muslim rahimahullah dalam shahih beliau 1977/39

Sementara dalam riwayat yang lain oleh beliau pula pada 1977/40 disebutkan dengan redaksi:

إذا دخل العشر وعنده أضحية يريد أن يضحي فلا يأخذن شعراً ولا يقلمن ظفراً

[[ jika telah masuk 10 (hari awal dari Dzulhijjah) sementara padanya terdapat udhiyyah (binatang ternak yang hendak diqurbankan kepada Allah) maka janganlah dia mengambil bagian rambutnya dan jangan pula memotong bagian kukunya ]]

WIP | WA alI'tishom - Probolinggo
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Serba-serbi tentang hari-hari dunia terbaik (Awal bulan Dzulhijjah)

  (Revisi)

Beberapa amal ibadah yang disunnahkan pada sepuluh awal (tanggal 1-9)*) di bulan Dzulhijjah

1. Shoum/puasa sembilan hari di (awal) bulan Dzulhijjah; (diantara hikmahnya) karena masuknya waktu pelaksanaan sekian banyak amal shalih padanya

عن هنيدة بن خالد عن امرأته عن بعض أزواج النبي أن النبي كان يصوم تسع من ذي الحجة, ويوم عاشوراء وثلاثة أيام من كل شهر, أول اثنين وخميس

Dari Hunaidah bin Kholid dari istri beliau dari salah seorang/beberapa istri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, (disebutkan) “bahwa Nabi biasa berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, demikian juga pada hari ‘Asyuro (10 Muharrom), serta tiga hari (pertengahan) pada setiap bulannya, dan di awali (setiap) hari Senin dan Kamis.” Diriwayatkan oleh anNasa’i dan Abu Dawud serta dishahihkan alMuhaddits alAlbani rahimahumullah.**)

Imam anNawawi rahimahullah memilih dalam syarh beliau terhadap Shahih Muslim bahwa hukumnya:
مستحبة استحباباً شديداً
“sangat ditekankan sunnahnya”

Berkata pula alHafidz Ibnu Rojab alHanbali rahimahullah: “(implementasi) puasa jika disandarkan kepada 10 hari, maka yang dimaksud adalah puasa pada hari-hari yang diperbolehkan puasa padanya*).” [Lathoiful Ma’arif 461]

2. (memperbanyak) Dzikir

Allah Ta’ala berfirman:

وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَّعْلُومَاتٍ

<< dan hendaklah kalian berdzikir menyebut Nama Allah (terlebih) pada hari-hari yang telah dimaklumi >> alHajj : 27

Abdullah ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:
“(yang dimaksud dengan) hari-hari yang dimaklumi adalah hari-hari yang 10*)” sebagaimana disebutkan secara mu’allaq oleh Imam alBukhori.

3. (lebih khusus lagi memperbanyak) Takbir

Imam alBukhori menyebutkan:
“Dahulu di antara kebiasaan (Abdullah) ibnu Umar dan Abu Huroiroh radhiyallahu ‘anhuma beliau berdua menyengaja keluar menuju pasar pada hari-hari di 10 pertama bulan Dzulhijjah dalam rangka kedua beliau bertakbir, sehingga manusiapun (meneladani keduanya) juga bertakbir sebagaimana takbir kedua beliau. Disebutkan oleh alBukhori dalam ta’liq (penjelasan tambahan dari matan) 1/290 dan dinyatakan tersambung riwayatnya melalui ‘Abd bin Humaid sebagaimana dijelaskan dalam Fathulbari 2/381 serta dishahihkan al’Allamah alAlbani rahimahullah dalam alIrwa’ 31/124 nomor 651.

Syaikh ibnu ‘Utsaimin berkata rahimahullah: “Dan disukai (mustahab) melantunkan takbir hingga jelas terdengar (jahr) merujuk kepada contoh perbuatan Umar (bin alKhoththob) dan putranya (Abdullah) serta Abu Huroiroh” radhiyallahu ‘anhum jami’an. Dan sangat diperlukan bagi kita sebagai kaum muslimin menghidupkan sunnah yang mulai ditinggalkan pada hari-hari ini, bahkan demikian telah dilupakannya sampaipun pada kalangan pihak yang memiliki kebaikan – yang patut disesali – berbeda dengan keadaan para salaf yang shalih.”

Keterangan tambahan penerjemah:
-----------
*) yang dimaksud adalah tanggal 1-9 Dzulhijjah, sebagaimana penjelasan para ulama diantaranya anNawawi rahimahullah dalam syarh shahih Muslim :
والمراد بالعشر هنا الأيام التسعة من أول ذى الحجة
“sedangkan yang dimaksud dengan (ungkapan)”sepuluh” di sini adalah 9 hari pada awal bulan Dzulhijjah”. Dan dikarenakan tanggal 10 adalah hari raya (ied alAdh-ha) yang telah dimaklumi keutamaannya secara terpisah dan telah diharomkan berpuasa padanya.

**) dirajihkan oleh beliau (alAlbani dalam Shahih Abu Dawud) redaksi اثنين وخميس yang bermakna “hari Senin dan Kamis” pada riwayat anNasa’ai dan Abu Dawud dalam ‘Aunul Ma’bud (salah satu kitab syarhnya) dari redaksi اثنين وخميسين yang bermakna “hari Senin & 2 hari Kamis” pada sebagian naskah riwayat Abu Dawud sebagaimana juga secara asal tertulis demikian pada risalah asal yang disusun almu’allif waffaqohullah.

WIP | WA alI'tishom - Probolinggo

Via WA Al-Manshuroh

Jumat, 26 September 2014

BAGI YANG TIDAK DAPAT MENUNAIKAN HAJI DI TAHUN INI

 Silsilah Mutiara Hikmah 
------------------------
BAGI YANG TIDAK DAPAT MENUNAIKAN HAJI DI TAHUN INI
------------------------
Berkata imam Ibnu Rojab rohimahulloh:

¤ Barangsiapa yang tidak mampu untuk wukuf di Arofah, maka hendaknya dia wukuf (berdiam diri) pada batasan-batasan Alloh yang dia kenal.

¤ Dan barangsiapa yang tidak mampu untuk mabit (bermalam) di Muzdalifah, maka hendaknya dia mabit di atas ketaatan kepada Alloh dapat mendekatkan diri kepada-Nya dan menyanjung-Nya.

¤ Dan barangsiapa yang tidak mampu untuk menyembelih hewan kurbannya di Mina, maka hendaknya dia sembelih hawa nafsunya demi meraih cita-cita.

¤ Dan barangsiapa tidak mampu untuk sampai ke Baitullah karena berada dari kejauhan, maka hendaknya dia mendekat kepada Robbul bait (Alloh) karena Dia lebih dekat dari urat lehernya.

Lathoif al-Ma'arif hal. 633

___✏ Alih Bahasa: Muhammad Sholehuddin Abu Abduh.
~~~~~ ~~~~~~
☆ لم يتيسر لك الحج هذا العام !! ☆

۞ قال ابن رجب رحمه الله تعالى:

●● من لم يستطع الوقوف بعرفة =○○= فليقف عند حدود الله الذي عرفه

●● ومن لم يستطع المبيت بمزدلفة =○○= فليبت على طاعة الله ليقربه ويزلفه

●● ومن لم يقدر على ذبح هديه بمنى =○○= فليذبح هواه ليبلغ به المنى

●● ومن لم يستطع الوصول للبيت لأنه من بعيد =○○= فليقصد رب البيت فإنه أقرب إليه من حبل الوريد

[ لطائف المعارف ص 633 ]
------------------------
WA Ahlus Sunnah Karawang
Via WA AL-MANSHUROH

KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH

KEUTAMAAN BULAN DZULHIJJAH

OLEH ASY-SYAIKH IBNU UTSAIMIN RAHIMAHULLAHU TA’ALA

Soal:
Ya syaikh, beberapa hari lagi kita menyambut sepuluh hari Dzul Hijjah. Apa nasehat Anda kepada kami demi meraih keuntungan di dalamnya? Saya berharap Anda menjelaskan keutamaan hari-hari tersebut dan amalan-amalan yang disunahkan untuk dilakukan padanya?

Jawaban:
Sepuluh hari Dzul Hijjah dimulai dengan masuknya bulan Dzul Hijjah dan diakhiri dengan hari id kurban. Adapun amalan yang disyariatkan padanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’ala alihi wasallam bersabda,

(ما من أيام العمل الصالح فيهنَّ أحب إلى الله من هذه الأيام العشر، قالوا: ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجلاً خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء) .

[Lihat artikel "AMALAN APA YANG KITA PERSEMBAHKAN DI HARI-HARI YANG MULIA INI"]

Berdasarkan hal ini, saya mendorong saudara-saudaraku kaum muslimin untuk memanfaatkan kesempatan yang agung ini dan memperbanyak amalan shalih pada sepuluh Dzul Hijjah seperti qiratul quran, dzikir dengan berbagai bentuknya baik berupa takbir, tahlil, tahmid dan tasbih, shadaqah, puasa, serta semua amalan shalih yang lainnya, hendaklah engkau giat untuk memanfaatkannya (dengan memperbanyak amalan shalih).

Sungguh mengherankan, umat manusia lalai terhadap sepuluh hari ini. Engkau dapati mereka bersungguh-sungguh pada sepuluh hari terakhir Ramadhan, namun pada sepuluh hari pertama Dzul Hijjah hampir-hampir engkau tidak mendapatkan seorang pun yang membedakan antara amalan pada sepuluh hari pertama Dzul Hijjah dengan selainnya (baik kwalitas maupun kwantitas amalan yang dilakukan, pen).

Jika seorang insan mengamalkan amalan shalih pada sepuluh hari tersebut, berarti dia benar-benar menghidupkan syariat yang dibimbingkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’ala alihi wasallam yakni (memperbanyak) amalan shalih.

[KHUSUS BAGI ORANG YANG HENDAK BERKURBAN]

Jika masuk sepuluh hari Dzul Hijjah sementara seseorang hendak menyembelih kurban, disyariatkan baginya untuk tidak mengambil rambut, kuku, maupun kulitnya sedikitpun. Semua ini tidak boleh untuk diambil, jika ia hendak berkurban.

Adapun orang yang disembelihkan untuknya (seperti anggota keluarga) tidak mengapa baginya untuk mengambil rambut, kuku, maupun kulitnya. Berdasarkan hal ini, seseorang yang hendak menyembelih suatu sembelihan untuk dirinya dan keluarganya yang mana ini merupakan perkara sunah, keluarganya tidak lazim untuk menahan diri (tidak mengambil) rambut, kuku, maupun kulitnya. Yang berkewajiban untuk menahan dirinya dari mengambil rambut, kuku, maupun kulitnya hanyalah sang ayah (yang hendak berkurban).

Adapun ibarat yang kalian dengar,

حرم على من يضحي أو يضحى عنه.

“Haram (untuk mengambil rambut, kuku, dan kulit) bagi orang yang menyembelih dan disembelihkan untuknya.” Ini hanyalah ibarat yang datang dari sebagian ulama. Adapun hadits, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa’ala alihi wasallam telah bersabda,

(فأراد أحدكم أن يضحي فلا يأخذن من شعره ولا من بشرته ولا من ظفره شيئاً)

“(Jika telah masuk bulan Dzul Hijjah) sementara salah seorang di antara kalian hendak menyembelih hewan kurban, janganlah dia mengambil rambut, kulit, dan kukunya sedikitpun.” Pembicaraan ini ditujukan kepada orang yang hendak menyembelih.

[PROBLEM DAN SOLUSINYA]

Namun jika ada yang berkata, “Jika orang yang hendak menyembelih melakukan safar untuk haji, lalu menunaikan umrah dan taqshir (memendekkan rambutnya), sementara dia mewasiatkan keluarganya untuk menyembelih kurban, kami katakan, “Hal ini tidak memadharatkannya, karena memendekkan rambut ketika umrah adalah ibadah yang harus dia kerjakan, demikian juga taqshir pada haji atau halq (menggundul), tidak ada dosa maupun kewajiban apapun atasnya walaupun dia tidak tahu apakah keluarganya telah menyembelih untuknya atau belum.

[AL-LIQA ASY-SYA-SYAHRI 63]

Faedah dari : Abu Bakr Jombang
WA thullab fyusy & SLN