Tampilkan postingan dengan label WhatsApp Ashhabus Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label WhatsApp Ashhabus Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 November 2015

Yang Terbaik Akhlaknya Kepada Istrinya

       

YANG TERBAIK AKHLAKNYA KEPADA ISTRINYA
       

Dari Abi Hurairah beliau berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْمَل الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”
(HR. Ahmad dan At Tirmidziy)

Dan dari 'Aisyah beliau berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda:

خَيْرُكُم خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُم ْلِأَهْلِي“

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian (dalam bermuamalah) dengan keluargaku”
(HR. At Tirmidziy )

▫Asy-Syaukani rahimahullah berkata

“Pada hadits tersebut terdapat peringatan bahwa orang yang paling tinggi kebaikannya dan yang paling berhak untuk disifati dengan kebaikan adalah orang yang terbaik bagi istrinya. Karena istri adalah orang yang berhak untuk mendapatkan perlakuan mulia, akhlak yang baik, perbuatan baik, pemberian manfaat dan penolakan mudharat.

Jika seorang pria bersikap demikian maka dia adalah orang yang terbaik, namun jika keadaannya adalah sebaliknya maka dia telah berada di sisi yang lain yaitu sisi keburukan.

✅ Banyak orang yang terjatuh dalam kesalahan ini, engkau melihat seorang pria jika bertemu dengan istrinya maka ia adalah orang yang terburuk akhlaknya, paling pelit, dan yang paling sedikit kebaikannya. Namun jika ia bertemu dengan orang lain, maka ia akan bersikap lemah lembut, berakhlak mulia, hilang rasa pelitnya, dan banyak kebaikan yang dilakukannya.

❗Tidak diragukan lagi barangsiapa yang demikian kondisinya maka ia telah terhalang dari taufik (petunjuk) Allah dan telah menyimpang dari jalan yang lurus. Kita memohon keselamatan kepada Allah.”

Nailul Authar juz 6 hal. 246

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

{أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا، وخياركم خياركم لنسائهم} 

رواه أحمد و الترمذي.

وعن عائشة قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

{خيركم خيركم لأهله، وأنا خيركم لأهلي} 

رواه الترمذي.

قال الشوكاني رحمه اللّٰه :

في ذلك تنبيه على أعلى الناس رتبة في الخير، وأحقهم بالاتصاف به هو من كان خير الناس لأهله، فإن الأهل هم الأحقاء بالبشر وحسن الخلق والإحسان وجلب النفع ودفع الضر،

فإذا كان الرجل كذلك فهو خير الناس وإن كان على العكس من ذلك فهو في الجانب الآخر من الشر،

وكثيرا ما يقع الناس في هذه الورطة، فترى الرجل إذا لقي أهله كان أسوأ الناس أخلاقا وأشجعهم نفسا وأقلهم خيرا، وإذا لقي غير الأهل من الأجانب لانت عريكته وانبسطت أخلاقه وجادت نفسه وكثر خيره،

ولا شك أن من كان كذلك فهو محروم التوفيق زائغ عن سواء الطريق، نسأل الله السلامة. 

نيل الأوطار الجزء السادس [ ص: 246 ]

✍ Syabab Ashhaabus Sunnah
Ashhaabus Sunnah
Klik JOIN
https://telegram.me/ashhabussunnah

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Sabtu, 14 November 2015

KITAB AQIDAH

-------------------

KITAB AQIDAH

-------------------

Pertanyaan :

➡ Dengan penuh rasa syukur, saya berharap agar diberi arahan tentang kitab-kitab yang terbaik dalam masalah aqidah dan kitab-kitab yang memerangi kebid’ahan dan khurafat, hingga saya bisa mendapatkannya berapa pun harganya. Semoga dengan mempelajari kitab-kitab tersebut, saya bisa memerangi kebid’ahan dengan izin Allah ‘azza wa jalla, dilandasi hujah yang pasti dan dalil al-Qur’an, atau dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jazakumullah khairan.

Jawab:

✅ Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah menjawab:

“Segala puji hanya bagi Allah ‘azza wa jalla yang telah memberimu anugerah berupa mengenal al-haq dan tahu mana yang benar. Kami memohon kepada Allah ‘azza wa jalla agar menambah ilmumu dan menjadikanmu faqih dalam agama-Nya. Semoga Dia mengokohkan kami dan Anda di atas al-haq. Adapun kitab-kitab yang mengajarkan akidah tauhid, alhamdulillah banyak dan mudah. Di antaranya:

Fathul Majid, syarah/penjelasan dari Kitab at-Tauhid, karya asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahullah.
Tsalatsah al-Ushul dan Kasyfu asy-Syubuhat, keduanya karya asy-Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah.
Saya nasihatkan agar Anda mendapatkan kitab Majmu’ah at-Tauhid an-Najdiyah. Di dalamnya ada risalah-risalah yang ringkas tentang tauhid dan masalah akidah yang bermanfaat. Karena itu, sepantasnya Anda mencari kumpulan kitab yang diberkahi tersebut.

Demikian pula kitab Syarhu ath-Thahawiyah karya al-Imam al-’Izz ibnu Abil ‘Izz al-Hanafi rahimahullah, yang merupakan syarah yang berfaedah dan panjang lebar (dari kitab Aqidah ath-Thahawiyah). Kitab ini mencakup bab akidah.

Demikian pula kitab Ighatsah al-Lahafan min Mashaid asy-Syaithan, karya al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah. Sebab, kitab ini berfaedah dalam hal akidah, berisi peringatan dari kebid’ahan dan peringatan dari penyelisihan (terhadap al-haq). Kitab ini begitu berharga, tidak pantas penuntut ilmu tidak tahu tentangnya.

Demikianlah beberapa kitab yang khusus berbicara tentang akidah.

Adapun kitab-kitab yang khusus membahas tentang bid’ah dan peringatan dari bid’ah, terdapat kitab-kitab yang berfaedah dan mudah, hanya milik Allah-lah segala pujian. Di antaranya,

Iqtidha’ ash-Shirath al-Mustaqim Mukhalafah Ashabul Jahim, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah
al-I’tisham, karya al-Imam asy-Syathibi rahimahullah
al-Hawadits wa al-Bida’, karya al-Imam ath-Thurthusyi rahimahullah
al-Bida’ wa an-Nahyu ‘anha, karya Ibnu Wadhdhah rahimahullah
al-Ba’its ‘ala Ingkar al-Bida’ wa al-Hawadits, al-Imam Abu Syamah rahimahullah
al-Ibda’ fi Madhar al-Ibtida’, karya Syaikh Ali Mahfuzh
as-Sunan wa al-Mubtada’at, karya asy-Syaikh Muhammad Abdus Salam Khidhir
at-Tahdzir min al-Bida’, karya asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah

Inilah kitab-kitab yang mudah. Ada di antaranya yang dibagikan gratis, dan ada pula yang dijual dengan harga murah. Karena itu, semestinya Anda mendapatkannya atau mendapatkan apa yang mudah untuk Anda dapatkan dari beberapa kitab tersebut. Di dalamnya ada kebaikan, insya Allah.

Akan tetapi, di samping itu semua, aku nasihati Anda dan orang-orang semisal Anda agar tidak mencukupkan diri dengan membaca dan memahami sendiri kitab tersebut.

Seharusnya Anda mencari ahli ilmu yang muhaqqiq. Anda baca kitab tersebut di hadapannya agar orang yang berilmu tersebut memberikan penjelasan kepadamu tentang hal yang rumit atau sesuatu yang tidak jelas yang ada di dalamnya, dan dia menerangkan kepadamu al-haq yang ada di dalamnya. Allah ‘azza wa jalla-lah yang memberi taufik.”

Majmu’ Fatawa Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan, 1/65—66
---------------------------

Di susun oleh Syabab Ashhabus Sunnah || Majalah Asy Syariah

✫ ✫ ✫ ✫ ✫ ✫ ✫ ✫ ✫

https://telegram.me/ashhabussunnah

www.ittibaus-sunnah.net
أصحاب السنة
ASHHABUS SUNNAH✪
_______

Senin, 09 November 2015

Kapan seorang wanita melaksanakan shalat dirumahnya? Apakah setelah adzan atau setelah iqomah?


--------
FATWA SEPUTAR WANITA
--------

P E R T A N Y A A N:

Kapan seorang wanita melaksanakan shalat dirumahnya? Apakah setelah adzan atau setelah iqomah?

J A W A B A N:

Syaikh Solih Al Fauzan -حفظه الله- :

" Apabila sudah masuk waktu shalat, maka para wanita yang ada di dalam rumah-rumah mereka hendaknya melaksanakan shalat, dan tidak menunggu iqomah.

Bahkan mereka mengerjakan shalat setelah mendengar adzan di kumandangkan jika muadzin mengumandangkan adzan ketika sudah masuk waktu shalat.

Dan boleh bagi mereka mengakhirkan dari awal waktu, wallahu a'lam."

[Nasihatun Wa Fatawa, hal, 27]
-------------------
WA Berbagi Faedah [WBF] | https://jendelasunnah.com | Join WBF di Telegram di alamat: https://telegram.me/WABerbagiFaedah | -WBF-

✫✫✫✫✫✫✫✫✫
www.ittibaus-sunnah.net
أصحاب السنة
ASHHABUS SUNNAH✪

Kamis, 08 Oktober 2015

KESEIMBANGAN-MENGGABUNGKAN 2 HAL

  ☀    ☀ 

KESEIMBANGAN-MENGGABUNGKAN 2 HAL

•••••••••••••••••••
Asy Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan hafizhahullah berkata :

"Bahwasanya seluruh kehidupan seorang muslim adalah baik jika disibukkan dengan ketaatan kepada Allah, lebih dikhususkan lagi pada hari-hari atau waktu-waktu yang Allah beri keutamaan di dalamnya agar bertambah perhatiannya dan bertambah kesungguhannya. Akan tetapi sangat disayangkan bahwa sebagian besar manusia, berlalu umur-umur mereka, berlalu atas mereka hari-hari yang penuh keutamaan dan waktu-waktu yang penuh kemuliaan, ternyata mereka tidak bisa mengambil manfaat darinya, berlalu dari mereka dengan sia-sia. Kadang-kadang tidak cukup dengan hanya tidak bisa mengambil manfaat darinya, bahkan mereka menyibukkan diri kepada hal-hal yang haram, maksiat, kejelekan, terkhusus pada zaman ini, yang tersebar berbagai hal yang menyibukkan (melalaikan) dan permainan seperti  surat kabar, perkataan yang tidak ada gunanya, internet, pasar-pasar, perdagangan, pekerjaan di kantor, atau yang selainnya. Dan ini, walaupun adalah sesuatu yang diharapkan dari seorang muslim bahwa ia harus mencari rizqi, akan tetapi itu semua tidak boleh menyibukkannya dari memanfaatkan waktu ini, maka hendaknya digabungkan antara mencari rizqi dan memanfaatkan waktu ini. Allah jalla wa’ala tidak melarang kita untuk beramal duniawi sebatas apa yang kita butuhkan. Akan tetapi kita dilarang untuk lebih menyibukkan diri dalam urusan dunia daripada akhirat. Allah berfirman :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻻ ﺗُﻠْﻬِﻜُﻢْ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟُﻜُﻢْ ﻭَﻻ ﺃَﻭْﻻﺩُﻛُﻢْ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮُﻭﻥ

َ“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta dan anak kalian melalaikan kalian dari mengingat Allah. Barangsiapa berbuat demikian, maka mereka adalah orang-orang yang merugi.” [Al Munafiqun: 9]

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman :

ﻓَﺎﺑْﺘَﻐُﻮﺍ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕَ ﻭَﺍﻋْﺒُﺪُﻭﻩُ

“Maka carilah rizqi di sisi Allah dan beribadahlah kepada-Nya.” [Al Ankabut: 17]

Yaitu carilah rizqi dari Allah dan beribadahlah kepada-Nya. Maka janganlah tersibukkan dengan mencari rizki dengan meninggalkan ibadah, atau beribadah dengan meninggalkan mencari rizqi sehingga berakibat menelantarkan orang lain. Yang terbaik adalah dengan menggabungkan antara yang satu dengan yang lainnya. Allah berfirman :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﺫَﺍ ﻧُﻮﺩِﻱَ ﻟِﻠﺼَّﻼﺓِ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻓَﺎﺳْﻌَﻮْﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺫَﺭُﻭﺍ ﺍﻟْﺒَﻴْﻊَ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻜُﻢْ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ* ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗُﻀِﻴَﺖِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ ﻓَﺎﻧْﺘَﺸِﺮُﻭﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﺍﺑْﺘَﻐُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮﻥ

َ“Wahai orang-orang yang beriman, jika dipanggil untuk shalat pada hari jum’at, maka bersegeralah untuk berdzikir mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, dan yang seperti itu lebih baik jika kamu mengetahui. Apabila telah ditunaikan shalat itu, maka menyebarlah di muka bumi guna mencari keutamaan dari Allah dan ingatlah Allah dengan banyak agar engkau beruntung.” [Al Jumu’ah: 9-10]

Dan ketika Allah menyebutkan tentang masjid-masjid dan orang-orang memakmurkannya:

ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﻟَﻪُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺑِﺎﻟْﻐُﺪُﻭِّ ﻭَﺍﻵﺻَﺎﻝِ ﺭِﺟَﺎﻝٌ ﻻ ﺗُﻠْﻬِﻴﻬِﻢْ ﺗِﺠَﺎﺭَﺓٌ ﻭَﻻ ﺑَﻴْﻊٌ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺇِﻗَﺎﻡِ ﺍﻟﺼَّﻼﺓِ ﻭَﺇِﻳﺘَﺎﺀِ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓِ

“Bertasbihlah bagiNya setiap pagi dan sore, seorang yang tidak terlalaikan oleh perdagangan ataupun jual-beli dari berdzikir kepada Allah, mengerjakan shalat dan menunaikan zakat.” [An Nur: 36-37]

Sehingga seorang muslim hendaknya menggabungkan dua hal ini, antara mencari rizqi pada waktunya dan melaksanakan ibadah pada waktunya. Pada waktu tertentu ibadah itu bisa membantu dalam mencari rizqi. Allah berfirman:

ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺠْﻌَﻞْ ﻟَﻪُ ﻣَﺨْﺮَﺟًﺎ ﻭَﻳَﺮْﺯُﻗْﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻻ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺐ
ُ
“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, maka Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rizqi dari jalan yang tidak disangka-sangka.” [Ath Thalaq: 2-3]

ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻴﻨُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺼَّﺒْﺮِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻼﺓِ ﻭَﺇِﻧَّﻬَﺎ ﻟَﻜَﺒِﻴﺮَﺓٌ ﺇِﻻ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺨَﺎﺷِﻌِﻴﻦ
َ
“Minta tolonglah dengan sabar dan shalat, sesungguhnya shalat itu adalah suatu yang berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu.” [Al Baqarah: 45]

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺳْﺘَﻌِﻴﻨُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺼَّﺒْﺮِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻼﺓِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮِﻳﻦ
َ
“Wahai orang-orang yang beriman minta tolonglah dengan sabar dan shalat, karena sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang sabar.”
[Al Baqarah: 153]
___________________

الشيخ صالح بن فوزان الفوزان حفظه الله :

ﺃﻥ ﻛﻞ ﺣﻴﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﺧﻴﺮ ﺇﺫﺍ ﺍﺳﺘﻐﻠﻬﺎ ﻓﻲ ﻃﺎﻋﺔ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﻟﻜﻦ ﺗﺨﺼﺺ ﺍﻷﻳﺎﻡ ﻭﺍﻷﻭﻗﺎﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻓﻀﻠﻬﺎ ﺍﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﻤﺰﻳﺪ ﺍﻫﺘﻤﺎﻡ، ﻭﻣﺰﻳﺪ ﺍﺟﺘﻬﺎﺩ، ﻭﻟﻜﻦ ﻣﻊ ﺍﻷﺳﻒ ﺃﻥ ﻛﺜﻴﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺃﻋﻤﺎﺭﻫﻢ، ﻭﺗﻤﺮ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻷﻳﺎﻡ ﺍﻟﻔﺎﺿﻠﺔ، ﻭﺍﻷﻭﻗﺎﺕ ﺍﻟﺸﺮﻳﻔﺔ،
ﻭﻻ ﻳﺴﺘﻔﻴﺪﻭﻥ ﻣﻨﻬﺎ، ﺗﺬﻫﺐ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺳﺪﻯ، ﻭﻗﺪ ﻻ ﻳﻜﻔﻲ ﺇﻧﻬﻢ ﻻ ﻳﺴﺘﻔﻴﺪﻭﻥ ﻣﻨﻬﺎ، ﺑﻞ ﻳﺴﺘﻐﻠﻮﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﺮﺍﻡ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻭﺍﻟﺴﻴﺌﺎﺕ، ﺧﺼﻮﺻﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺰﻣﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻓﺸﺖ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺸﻮﺍﻏﻞ ﻭﺍﻟﻤﻠﻬﻴﺎﺕ ﻣﻦ ﻭﺳﺎﺋﻞ ﺍﻹﻋﻼﻡ، ﻭﺍﻟﺒﺚ ﺍﻟﻔﻀﺎﺋﻲ، ﻭﺍﻻﻧﺘﺮﻧﺖ، ﻭﺍﻷﺳﻮﺍﻕ، ﻭﺍﻟﻌﻤﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺠﺎﺭﺓ، ﺃﻭ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻮﻇﺎﺋﻒ، ﺃﻭ ﻏﻴﺮ ﺫﻟﻚ، ﻭ ﻫﺬﺍ ﻭﺍﻥ ﻛﺎﻥ ﺍﻧﻪ ﻣﻄﻠﻮﺏ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻢ ﺍﻧﻪ ﻳﻄﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ، ﻭﻟﻜﻦ ﻻ ﻳﺸﻐﻠﻪ ﺫﻟﻚ ﻋﻦ ﺍﻏﺘﻨﺎﻡ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ، ﻓﻴﺠﻤﻊ ﺑﻴﻦ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﻭﺑﻴﻦ ﺍﻏﺘﻨﺎﻡ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻮﺍﺳﻢ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺟﻼ ﻭﻋﻼ ﻟﻢ ﻳﻤﻨﻌﻨﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻟﻠﺪﻧﻴﺎ ﻣﺎ ﻧﺤﺘﺎﺝ ﺇﻟﻴﻪ، ﻭﻟﻜﻨﻪ ﻧﻬﺎﻧﺎ ﺃﻥ ﻧﻨﺸﻐﻞ ﺑﺎﻟﺪﻧﻴﺎ ﻋﻦ ﺍﻵﺧﺮﺓ: ‏

( ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻻ ﺗُﻠْﻬِﻜُﻢْ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟُﻜُﻢْ ﻭَﻻ ﺃَﻭْﻻﺩُﻛُﻢْ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻓَﺄُﻭﻟَﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮُﻭﻥَ ‏)،

ﻗﺎﻝ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ :

‏( ﻓَﺎﺑْﺘَﻐُﻮﺍ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟﺮِّﺯْﻕَ ﻭَﺍﻋْﺒُﺪُﻭﻩُ‏) ،

ﺍﺑﺘﻐﻮﺍ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﻭﺍﻋﺒﺪﻭﻩ، ﻓﻼ ﺗﻨﺴﺎﻕ ﻣﻊ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﻭﺗﺘﺮﻙ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ، ﺃﻭ ﺗﻨﺴﺎﻕ ﻣﻊ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻭﺗﺘﺮﻙ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﻓﺘﻜﻮﻥ ﻋﺎﻟﺔ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮﻙ، ﺑﻞ ﺍﺟﻤﻊ ﺑﻴﻦ ﻫﺬﺍ، ﻭﻫﺬﺍ :

‏(ﻳَﺎﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﺫَﺍ ﻧُﻮﺩِﻱَ ﻟِﻠﺼَّﻼﺓِ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻓَﺎﺳْﻌَﻮْﺍ ﺇِﻟَﻰ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺫَﺭُﻭﺍ ﺍﻟْﺒَﻴْﻊَ ﺫَﻟِﻜُﻢْ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻜُﻢْ ﺇِﻥْ ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ * ﻓَﺈِﺫَﺍ ﻗُﻀِﻴَﺖِ ﺍﻟﺼَّﻠَﺎﺓُ ﻓَﺎﻧْﺘَﺸِﺮُﻭﺍ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﺍﺑْﺘَﻐُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻓَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺍﺫْﻛُﺮُﻭﺍ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺜِﻴﺮًﺍ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ‏)،

ﻭﻟﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻭﻋﻤﺎﺭﺓ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﻗﺎﻝ :

‏(ﻳُﺴَﺒِّﺢُ ﻟَﻪُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﺑِﺎﻟْﻐُﺪُﻭِّ ﻭَﺍﻵﺻَﺎﻝِ ﺭِﺟَﺎﻝٌ ﻻ ﺗُﻠْﻬِﻴﻬِﻢْ ﺗِﺠَﺎﺭَﺓٌ ﻭَﻻ ﺑَﻴْﻊٌ ﻋَﻦْ ﺫِﻛْﺮِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺇِﻗَﺎﻡِ ﺍﻟﺼَّﻼﺓِ ﻭَﺇِﻳﺘَﺎﺀِ ﺍﻟﺰَّﻛَﺎﺓِ ‏)،

ﻓﺎﻟﻤﺴﻠﻢ ﻳﺠﻤﻊ ﺑﻴﻦ ﺍﻷﻣﺮﻳﻦ ﺑﻴﻦ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﻓﻲ ﻭﻗﺘﻪ، ﻭﺃﺩﺍﺀ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﻓﻲ ﻭﻗﺘﻬﺎ، ﻓﻲ ﺣﻴﻦ ﺃﻥ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩﺓ ﺗﻌﻴﻦ ﻋﻠﻰ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ :

‏( ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺠْﻌَﻞْ ﻟَﻪُ ﻣَﺨْﺮَﺟًﺎ ﻭَﻳَﺮْﺯُﻗْﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻻ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺐُ ‏)،

‏(ﻭَﺍﺳْﺘَﻌِﻴﻨُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺼَّﺒْﺮِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻼﺓِ ﻭَﺇِﻧَّﻬَﺎ ﻟَﻜَﺒِﻴﺮَﺓٌ ﺇِﻻ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺨَﺎﺷِﻌِﻴﻦَ ‏)،

‏( ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺍﺳْﺘَﻌِﻴﻨُﻮﺍ ﺑِﺎﻟﺼَّﺒْﺮِ ﻭَﺍﻟﺼَّﻼﺓِ ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻣَﻊَ ﺍﻟﺼَّﺎﺑِﺮِﻳﻦَ ‏)،

http://www.alfawzan.af.org.sa/node/13540
▪▪▪▪▪▪
www.ittibaus-sunnah.net
◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉
أصحاب السنة
ASHHABUS SUNNAH✪

Rabu, 07 Oktober 2015

PENGARUH JELEK KEMARAHAN

       

❌PENGARUH JELEK KEMARAHAN❌

--------------
Ibnu Hajar rahimahullah berkata:

“(Kemarahan dapat mengakibatkan) perubahan zhahir dan batin, seperti perubahan warna (kulit wajah memerah), gemetar pada kaki dan tangan, kehilangan kendali dan perubahan diri, sehingga orang yang marah tersebut apabila ia menyadari keadaan dirinya ketika marah maka ia akan MALU karena KEJELEKAN RUPANYA dan perubahan dirinya, ini semuanya pada zhahir.

Adapun batin maka kejelekannya lebih parah daripada zhahir, karena kemarahan itu melahirkan kedongkolan di hati, hasad, merencanakan kejelekan dalam berbagai bentuknya, dan memang yang lebih jelek adalah keadaan batinnya, sebab perubahan zhahirnya adalah buah perubahan batinnya. Dan ini semuanya adalah pengaruh jelek kemarahan bagi tubuh.

Adapun pengaruh jeleknya bagi lisan, maka akan memunculkan cacian, ucapan keji yang malu diucapkan oleh seorang yang BERAKAL dan ia akan menyesalinya ketika kemarahannya telah mereda.

Dan juga nampak pengaruh jelek kemarahan dalam perbuatan, yaitu dengan memukul atau membunuh, namun apabila ia tidak dapat melakukannya karena orang yang ia marahi itu telah lari, maka ia akan menyakiti dirinya sendiri, yaitu dengan merobek pakaiannya, menampar pipinya, dan bisa jadi ia jatuh dalam keadaan kesurupan, bisa jadi pula ia jatuh pingsan, dan bisa pula ia memecahkan peralatan makan, bahkan memukul orang yang tidak bersalah.”

Fathul Bari Libni Hajar 10/520

_________________

قال إبن حجر رحمه الله:

ﻭﻳﺘﺮﺗﺐ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻐﻀﺐ ﺗﻐﻴﺮ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻭﺍﻟﺒﺎﻃﻦ ﻛﺘﻐﻴﺮ ﺍﻟﻠﻮﻥ ﻭﺍﻟﺮﻋﺪﺓ ﻓﻲ ﺍﻷﻃﺮﺍﻑ ﻭﺧﺮﻭﺝ ﺍﻷﻓﻌﺎﻝ ﻋﻦ ﻏﻴﺮ ﺗﺮﺗﻴﺐ ﻭﺍﺳﺘﺤﺎﻟﺔ ﺍﻟﺨﻠﻘﺔ ﺣﺘﻰ ﻟﻮ ﺭﺃﻯ ﺍﻟﻐﻀﺒﺎﻥ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻲ ﺣﺎﻝ ﻏﻀﺒﻪ ﻟﻜﺎﻥ ﻏﻀﺒﻪ ﺣﻴﺎﺀ ﻣﻦ ﻗﺒﺢ ﺻﻮﺭﺗﻪ ﻭﺍﺳﺘﺤﺎﻟﺔ ﺧﻠﻘﺘﻪ ﻫﺬﺍ ﻛﻠﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺒﺎﻃﻦ ﻓﻘﺒﺤﻪ ﺃﺷﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﻈﺎﻫﺮ ﻷﻧﻪ ﻳﻮﻟﺪ ﺍﻟﺤﻘﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﻠﺐ ﻭﺍﻟﺤﺴﺪ ﻭﺇﺿﻤﺎﺭ ﺍﻟﺴﻮﺀ ﻋﻠﻰ ﺍﺧﺘﻼﻑ ﺃﻧﻮﺍﻋﻪ ﺑﻞ ﺃﻭﻟﻰ ﺷﻲﺀ ﻳﻘﺒﺢ ﻣﻨﻪ ﺑﺎﻃﻨﻪ ﻭﺗﻐﻴﺮ ﻇﺎﻫﺮﻩ ﺛﻤﺮﺓ ﺗﻐﻴﺮ ﺑﺎﻃﻨﻪ ﻭﻫﺬﺍ ﻛﻠﻪ ﺃﺛﺮﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﺴﺪ

ﻭﺃﻣﺎ ﺃﺛﺮﻩ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ ﻓﺎﻧﻄﻼﻗﻪ ﺑﺎﻟﺸﺘﻢ ﻭﺍﻟﻔﺤﺶ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺴﺘﺤﻲ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﻌﺎﻗﻞ ﻭﻳﻨﺪﻡ ﻗﺎﺋﻠﻪ ﻋﻨﺪ ﺳﻜﻮﻥ ﺍﻟﻐﻀﺐ

ﻭﻳﻈﻬﺮ ﺃﺛﺮ ﺍﻟﻐﻀﺐ ﺃﻳﻀﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻌﻞ ﺑﺎﻟﻀﺮﺏ ﺃﻭ ﺍﻟﻘﺘﻞ ﻭﺇﻥ ﻓﺎﺕ ﺫﻟﻚ ﺑﻬﺮﺏ ﺍﻟﻤﻐﻀﻮﺏ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺟﻊ ﺇﻟﻰ ﻧﻔﺴﻪ ﻓﻴﻤﺰﻕ ﺛﻮﺏ ﻧﻔﺴﻪ ﻭﻳﻠﻄﻢ ﺧﺪﻩ ﻭﺭﺑﻤﺎ ﺳﻘﻂ ﺻﺮﻳﻌﺎ ﻭﺭﺑﻤﺎ ﺃﻏﻤﻰ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺭﺑﻤﺎ ﻛﺴﺮ ﺍﻵﻧﻴﺔ ﻭﺿﺮﺏ ﻣﻦ ﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺟﺮﻳﻤﺔ

ﻓﺘﺢ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ ﻻﺑﻦ ﺣﺠﺮ ‏(10/ 520‏)

▪▪▪▪▪▪
www.ittibaus-sunnah.net
◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉  ◈  ◉
أصحاب السنة
ASHHABUS SUNNAH✪

Sabtu, 11 April 2015

BAGAIMANA MENJAGA DIRI DARI SYIRIK TERSEMBUNYI

❊ ❊ ❊ ❊ ❊ ❊ ❊ ❊

BAGAIMANA MENJAGA DIRI DARI SYIRIK TERSEMBUNYI 

Asy-Syaikh Ubaid Al-Jabiry hafizhahullah

Pertanyaan:
❓Bagaimana saya melindungi dan menjaga diri saya dari syirik tersembunyi? Apakah orang yang terjatuh padanya tempat tinggalnya di neraka? Dan bagaimana saya bisa mengetahui bahwa saya terjatuh padanya?

☑ Jawaban:
⚠ Syirik tersembunyi adalah riya’, seperti engkau mengerjakan shalat dan membaguskan shalatmu karena ada orang lain yang melihatmu, atau engkau bersedekah agar manusia menyebutmu. Semacam ini merupakan syirik tersembunyi.

✔ Untuk membebaskan diri darinya dengan cara:

Pertama: Berusaha semaksimal mungkin menundukkan jiwamu, selama engkau terus berusaha menundukkannya dan melawannya namun engkau masih menjumpai hal itu maka insya Allah Ta’ala hal itu tidak akan merugikanmu.

Kedua: Jika hal ini mempengaruhi dirimu, maksudnya jika pandangan manusia mempengaruhi dirimu ketika engkau mengerjakan amal shalih, maka bersembunyilah semaksimal mungkin. Dan jika engkau tidak mampu maka kuatkan tekat dan jauhkanlah was-was dari dirimu, dan saya khawatir yang menimpamu termasuk was-was.

Terakhir: Hendaklah engkau memperbanyak mengucapkan doa ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ مِنْ الذَّنْبِ الَّذِيْ لَا أَعْلَمُ.

“Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu sedikit saja dalam keadaan aku mengetahui, dan aku meminta ampunan kepada-Mu dari dosa yang tidak aku ketahui.” (Lihat: Shahih Al-Adabul Mufrad no. 551)

✅ Adapun apakah pelakunya akan masuk neraka, orang yang berbuat riya’ terancam dengan neraka. Hanya saja dengan banyak bertaubat, istighfar, dan terus menerus berdoa dengan doa ini sebagaima yang telah saya sebutkan kepadamu tadi, dan itu adalah riwayat yang shahih, dinilai shahih oleh Al-Albany dan ulama yang lain –semoga Allah merahmati mereka semua– insya Allah Ta’ala engkau akan aman dan mendapatkan taufik untuk membersihkan dirimu dari syirik tersembunyi berupa riya’.

ℹ Sumber artikel:
http://www.albaidha.net/vb/showthread.php?t=54187
▪▫▪▫▪▫▪

Syabab Ashhabus Sunnah - www.forumsalafy.net

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة
⭐⭐

❂Ashhabus Sunnah❂

Jumat, 10 April 2015

SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH (08)

✷ ✷ ✷ ✷ ✷ ✷
⚡SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH
أقول العلماء و الأئمة في الروافض
Bagian 8⃣
··························
قال شيخ الإسلام إبن تيمية رحمه الله :
الرافضة أمة مخذولة، ليس لها عقل صريح، ولا نقل صحيح،ولا دين مقبول، ولا دنيا مقصورة .
إقتضاء الصراط المستقيم ٢/٨١٥
················▪ ▪ ▪ ▪
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله :
❗Rofidhoh adalah ummat yang tidak tertolong. Tidak memiliki akal yang jelas dan naqli yang benar. Tidak juga memiliki agama yang bisa diterima dan dunia yang tertolong.
Iqtidhou Ash shiroothol Mustaqim: 2/815
•••••••••••••••
·····················
Al Ustadz Abu Dzar Pontianak حفظه الله
Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:
www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة
⭐⭐
❂Ashhabus Sunnah❂

 =====================================================

Kamis, 09 April 2015

SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH (07)

✷ ✷ ✷ ✷ ✷ ✷
⚡SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH
أقول العلماء و الأئمة في الروافض
Bagian 7⃣
··························
إبن حزم رحمه الله :
قال عن الرافضة عندما ناظر النصارى وأحضروا له كتب الرافضة للرد عليه :
ﻭﺃﻣﺎ ﻗﻮﻟﻬﻢ ‏(ﻳﻌﻨﻲ ﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ‏) ﻓﻲ
ﺩﻋﻮﻯ ﺍﻟﺮﻭﺍﻓﺾ ﺗﺒﺪﻳﻞ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻓﺈﻥ ﺍﻟﺮﻭﺍﻓﺾ ﻟﻴﺴﻮﺍ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ، ﺇﻧﻤﺎ ﻫﻲ ﻓﺮﻗﺔ ﺣﺪﺙ ﺃﻭﻟﻬﺎ ﺑﻌﺪ ﻣﻮﺕ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﺨﻤﺲ ﻭﻋﺸﺮﻳﻦ ﺳﻨﺔ .. ﻭﻫﻲ ﻃﺎﺋﻔﺔ ﺗﺠﺮﻱ ﻣﺠﺮﻯ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻓﻲ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﺍﻟﻜﻔﺮ"
‏[ ﺍﻟﻔﺼﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻠﻞ ﻭﺍﻟﻨﺤﻞ ‏(2 /213)]
················▪ ▪ ▪ ▪
Ibnu Hazm رحمه الله:
⌛Berkata beliau tentang Rofidhoh ketika berdebat dengan nashoro dan mereka mendatangkan kitab-kitab rofidhoh dalam rangka membantahnya:
✴ Adapun ucapan mereka (nashoro) tentang anggapan rofidhoh bahwa al Qur'an telah dirubah, maka sesungguhnya orang-orang rofidhoh itu bukan termasuk muslimin. Mereka itu hanyalah  kelompok yang muncul dua puluh lima tahun setelah meninggalnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Itu adalah kelompok yang sejalan dengan yahudi dan nashoro dalam hal dusta dan kufur.
al Fashl fil Milal wan Nihal: 2/213
•••••••••••••••••••••••••
···································
Al Ustadz Abu Dzar Pontianak حفظه الله
Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:
www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة
⭐⭐
❂Ashhabus Sunnah❂

 =====================================================

SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH (06)

✷ ✷ ✷ ✷ ✷ ✷
⚡SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH
أقول العلماء و الأئمة في الروافض
Bagian 6⃣
··························
قال الإمام البخاري رحمه الله :
ما أبالي صليت خلف الجهمي و الرافضي ﺃﻡ ﺻﻠﻴﺖ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ، ﻭﻻ ﻳﺴﻠﻢ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ ﻳﻌﺎﺩﻭﻥ ﻭﻻ ﻳﻨﺎﻛﺤﻮﻥ ﻭﻻ ﻳﺸﻬﺪﻭﻥ ﻭﻻ ﺗﺆﻛﻞ ﺫﺑﺎﺋﺤﻬﻢ
‏[ﺧﻠﻖ ﺃﻓﻌﺎﻝ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ ﺹ 125‏]
················▪ ▪ ▪ ▪
Berkata Imam Bukhori   رحمه الله:
Saya tidak peduli (sama-sama tidak boleh) saya sholat dibelakang (sebagai makmum) seorang jahmiyyah dan rofidhoh atau saya sholat dibelakang yahudi dan nashoro. Dan  Mereka tidak berhak diberi salam, tidak dijenguk, tidak dinikahi dan tidak boleh bersaksi. Serta tidak boleh di makan sembelihan mereka.
Kholqu Af'aalil 'Ibaad hal. 125
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
•••••••••••••••••••
Al Ustadz Abu Dzar Pontianak حفظه الله
Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:
www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة
⭐⭐
❂Ashhabus Sunnah❂

 =====================================================

Selasa, 07 April 2015

SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH (05)

✷ ✷ ✷ ✷ ✷ ✷
⚡SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH
✔ Ucapan Ulama Malikiyyah tentang Rafidhoh
أقول علماء الملكية في الروافض
Bagian 5⃣
···························
وقال الإمام مالك رحمه الله عن هؤلاء الذين يسبون الصحابة :
إنما هؤلاء أقوام أرادوا القدح في النبي صلى الله عليه وسلم فلم يمكنكم ذلك، ﻓﻘﺪﺣﻮﺍ ﻓﻲ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ، ﺣﺘﻰ ﻳُﻘﺎﻝ : ﺭﺟﻞ ﺳﻮﺀ، ﻭ ﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺭﺟﻼً ﺻﺎﻟﺤﺎً ﻟﻜﺎﻥ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﺻﺎﻟﺤﻮﻥ.
ﺍﻟﺼﺎﺭﻡ ﺍﻟﻤﺴﻠﻮﻝ 580‏
················▪ ▪ ▪ ▪
Berkata Imam Malik رحمه الله tentang mereka yang mencela para Shahabat:
✔▪Mereka itu hanyalah orang-orang yang ingin mencela Nabi صلى الله عليه وسلم, dan itu tidak memungkinkan bagi mereka. Maka mereka mencela Shahabatnya supaya bisa dikatakan "Lelaki jelek, seandainya dia orang baik pasti Shahabatnya orang-orang sholih juga."
Ash-Shorim al-Maslul: 580
••••••••••••••••
······················
Al Ustadz Abu Dzar Pontianak حفظه الله
Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:
www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة
⭐⭐
❂Ashhabus Sunnah❂

 =====================================================

Minggu, 05 April 2015

SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH (04)

✷ ✷ ✷ ✷ ✷ ✷
⚡SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH
أقول العلماء و الأئمة في الروافض
Bagian 4⃣
·····························
قال الإمام أحمد بن حنبل عن الرافضة :
هم الذين يتبرأون من أصحاب محمد صلى الله عليه وسلم و ينتقصونهم و يسبونهم ﻭ ﻳﻜﻔﺮﻭﻥ ﺍﻻﺋﻤﺔ ﺇﻻ ﺃﺭﺑﻌﺔ :ﻋﻠﻲ ﻭ ﻋﻤﺎﺭ ﻭ ﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺩ ﻭ ﺳﻠﻤﺎﻥ ﻭ ﻟﻴﺴﺖ ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ ﻣﻦ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻓﻲ ﺷﺊ.
ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻟﻺﻣﺎﻡ ﺃﺣﻤﺪ ص ٨٢
················▪ ▪ ▪ ▪
Berkata Imam Ahmad bin Hanbal tentang Rofidhoh:
✖ Mereka adalah orang-orang yang berlepas diri dari para Shahabat Muhammad صلى الله عليه وسلم, mencela dan memaki mereka. Dan mengkafirkan para Imam kecuali empat orang, yaitu: Ali, Ammar, Miqdad, dan Salman رضي الله عنهم.  Dan Rafidhah bukanlah bagian dari Islam sedikitpun.
As Sunnah lil Imaami Ahmad hal. 82
••••••••••••••
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Al Ustadz Abu Dzar Pontianak حفظه الله
Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:
www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة
⭐⭐
❂Ashhabus Sunnah❂

 =====================================================

SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH (02)

✷ ✷ ✷ ✷ ✷ ✷
⚡SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG ROFIDHOH
أقول العلماء و الأمة في الروافض
Bagian 2⃣
···························
قال إبن تيمية رحمه الله :
فالرافضة
يستعينون بالكفار والفجار ﻋﻠﻰ ﻣﻄﺎﻟﺒﻬﻢ، ﻭﻳﻌﺎﻭﻧﻮﻥ ﺍﻟﻜﻔﺎﺭ ﻭﺍﻟﻔﺠﺎﺭ ﻋﻠﻰ ﻣﺂﺭﺑﻬﻢ،
ﻭﻫﺬﺍ ﺃﻣﺮ ﻣﺸﻬﻮﺩ ﻓﻲ ﻛﻞ ﺯﻣﺎﻥ ﻭﻣﻜﺎﻥ
منهاج السنة ٤/١١١
················▪ ▪ ▪ ▪
Berkata Ibnu Taimiyyah رحمه الله:
⚡Rofidhoh
✔ Mereka meminta bantuan dengan orang-orang kafir dan fajir atas keinginan mereka (Rofidhoh). Dan membantu orang-orang kafir dan fajir atas tujuan-tujuan mereka (orang kafir dan fajir).
✔ Ini adalah perkara yang bisa disaksikan pada setiap waktu dan tempat.
Minhajus Sunnah: 4/111
•••••••••••••••
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Al Ustadz Abu Dzar Pontianak حفظه الله
Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:
www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة
⭐⭐
❂Ashhabus Sunnah❂

 =====================================================

Jumat, 03 April 2015

SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG RAFIDHOH (01)

✷ ✷ ✷ ✷ ✷ ✷
⚡SILSILAH UCAPAN ULAMA DAN PARA IMAM TENTANG RAFIDHOH
أقول العلماء و الأمة في الروافض
Bagian 1⃣
···························
وقال الإمام الشافعي رحمه الله :
لم أر أحدا من أهل الأهواء أشهد بالزور من الرافضة !
أخرجه الخطيب في الكفاية
················▪▪▪▪
Berkata Imam Syafi'i  رحمه الله:
⚠ ✖ "Aku belum pernah melihat seorang pun dari ahlul ahwa' yang lebih berani bersaksi dengan curang dibanding Rafidhoh."
Dikeluarkan oleh al Khotib dalam al Kifaayah
••••••••••••
¯¯¯¯¯¯¯¯¯
Al Ustadz Abu Dzar Pontianak حفظه الله
Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:
www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة
⭐⭐
❂Ashhabus Sunnah❂

 =====================================================

Rabu, 01 April 2015

ROFIDHOH DAN SYI'AH LEBIH BERBAHAYA DARI YAHUDI DAN NASHORO

▪ ▪

✔ ⚫ ➤ ROFIDHOH DAN SYI'AH LEBIH BERBAHAYA DARI YAHUDI DAN NASHORO ⚠

Oleh Al Imam Al Muhaddits Asy Syaikh Muqbil bin Hadiy Al Wadi'iy rohimahulloh

❌الروافض والشيعة أضر على الإسلام من اليهود والنصارى❌

للإمام المحدث الشيخ مقبل بن هادي الوادعي رحمه الله ● ●

•••••••••••••••••
――――――――――――

⬅ السؤال:

ما صحة قول من قائل : إن الروافض والشيعة أشد على الإسلام من اليهود والنصارى ، هل يعني ذلك تكفيرهم ، وما هي ضوابط التكفير ، ومتى يكفر الإنسان كفراً أكبر يخرج به من الملة ؟

⬇ الإجابة:

الحمد لله وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن والاه ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله أما بعد :

فهذا القول صحيح ؛ أن الروافض والشيعة أضر على الإسلام من اليهود والنصارى ، بمعنى كما قال شيخ الإسلام ابن تيمية ونقله عنه تلميذه الذهبي وابن كثير في < البداية والنهاية > : أن لهم مواقف مع اليهود والنصارى ضد المسلمين ، وليس معناه أنهم يكفرونهم .

ومن الأمثلة على هذا : أن ابن العلقمي الخائن كان وزير للمستعصم وزين له أن يقلل جيشه ففعل ،

وبعد هذا قرب التتار ابن العلقمي ونصير الدين الطوسي الذي يلقب بنصير الدين لكنه نصير الشرك والإلحاد كما قال ابن القيم رحمه الله تعالى في < إغاثة اللهفان >،

بعد هذا لما قرب التتار وكانت في قلوبهم هيبة أيما هيبة من قتل الخليفة ومن دخول بغداد قال ابن العلقمي الخائن لهم : ابقوا ههنا قريبين ونحن سنخرج الخليفة إليكم،

فذهب إلى الخليفة وقال : هم ما يريدون غزو بلادك ولا يريدون قتلك، يريدون أن يزوجوك بابنة رئيس التتار.

فخرج وعند أن خرج إليهم مسكوه وسجنوه بين البغال ، وبعد ذلك قتلوه رحمه الله تعالى بسبب خيانة ابن العلقمي .

بعد أن نفذ لهم هذه الخيانة ماذا عمل التتار ؟! نبذوه ولم يلتفتوا إليه ، حتى أن امرأة قالت له : أيما أحسن عند أن كنت وزيراً في الدولة العباسية أم الآن وهو ماشي في الشوارع ضايع ، فيقال إنه مات كمداً .

وهكذا في زماننا هذا شاهدنا الشيعة يتعاطفون مع الشيوعيين فعلي سالم البيض وهو إشتراكي شيوعي لا يأمن على نفسه إلا إذا كان في صعدة بين الروافض في باقم أو في غيره ويقولون : مرحباً بأبي هاشم !! مرحباً بأبي هاشم وهو شيوعي إشتراكي .

فلهم مواقف مع اليهود والنصارى ضد المسلمين والله المستعان هذا معناه .

وأما التكفير يكفر منهم من قال : إن قرآننا ناقص ، أو قال : إن جبريل خان الرسالة ، ومن حرف كتاب الله ، على أن الشيعة على جميع أصنافهم يردون سنة رسول الله - صلى الله عليه وعلى آله وسلم - ، ويعتمدون على كتبهم ، وكتبهم أشبه بكتب اليهود والنصارى خالية من الأسانيد لا يعتمد عليها ، فهم يعتمدون على كتبهم ، ولا يعتمدون على ما في < صحيح البخاري > ، و < صحيح مسلم > وبقية الأمهات الست والله المستعان .

وما هي ضوابط التكفير، ومتى يكفر الإنسان كفراً أكبر يخرج به من الملة؟ من رد شيئاً مقطوعاً به، أو سجد لصنم أو غير ذلك هذا يعتبر كافراً،

ومن المؤسف جداً أن حد الردة توقف في كثير من البلاد الإسلامية والله المستعان ، مع أنه قد قدم معاذ بن جبل إلى أبي موسى فوجد رجلاً مربوطاً فقال معاذ : ما هذا يا أبا موسى ؟ ، قال : هذا رجل ارتد بعد إسلامه ، قال معاذ : لا أنزل حتى تقتله ، قال : ما ربطناه إلا لنقتله ، فقتل في ذلك الوقت والله المستعان والحمد الله .

لكن في كثير من البلدان الإسلامية يعطلون حد الردة وبقي ههنا [ السعودية ] لا بأس بهذا البلد جزاهم الله خيراً يقيمون الحدود من أجل هذا منّ الله عليهم بالأمن ، وبارك الله لهم في أعمالهم وسعيهم والله المستعان .

من شريط: الأجوبة العلمية على الأسئلة الوصابية

الفتوى الصوتية :

ℹ http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=293

•••••••••••••••
――――――――――――

Soal:

❓ Bagaimanakah kebenaran ucapan seseorang: "Sesungguhnya Rofidhoh dan Syi'ah itu lebih jahat terhadap Islam daripada Yahudi dan Nashoro"? Apakah ucapan itu berarti mengafirkan mereka? Apa sajakah batasan takfir? Dan kapankah seseorang dikafirkan dengan kafir akbar yang dengan hal itu ia dikeluarkan dari agama?

Jawab:

الحمد لله وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه ومن والاه. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له و أشهد أن محمدا عبده ورسوله. أما بعد:

✅ Ucapan ini adalah benar. Bahwa Rofidhoh dan Syi'ah lebih berbahaya terhadap Islam daripada Yahudi dan Nashoro, dengan makna sebagaimana kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan yang dinukilkan dari beliau oleh muridnya adzDzahaby dan Ibnu Katsir dalam kitab al Bidayah wan Nihayah, bahwa Rofidhoh memiliki sikap-sikap bersama Yahudi dan Nashoro untuk melawan muslimin, dan ini tidaklah bermakna bahwa mereka mengkafirkan Syi'ah (secara mutlak/merata, pent).

☑ ⚫ Dan diantara contoh atas hal ini adalah bahwasanya Ibnu al 'Alqomiy si pengkhianat dulu adalah menteri dari Khalifah al Musta'shim. Dan dia menghias-hiasi kepadanya agar mengurangi jumlah pasukannya, lalu Khalifah pun melakukan hal itu.

☑ ⚫ Setelah itu, bangsa Tatar mendekati Ibnul 'Al qamiy dan Nashiruddiin at Thouwsy yang digelari dengan Nashiruddin (penolong agama) namun pada hakekatnya dia adalah penolong kesyirikan dan atheisme sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim rahimahullah dalam kitab Ighatsatul Lahfaan.

☑ ⚫ Setelah itu, tatkala Tatar mendekat (dan ketika itu dalam hati mereka ada rasa kagum yang sangat hebat jika berhasil membunuh khalifah dan memasuki Baghdad),  berkatalah Ibnul Al qamy si pengkhianat kepada mereka:
"Tetaplah berada di dekat sini dan kami akan mengeluarkan khalifah pada kalian".

☑ ⚫ Lalu pergilah ia menghadap Khalifah dan mengatakan:
"Mereka tidak ingin memerangi negara anda, dan tidak pula ingin membunuh anda. Mereka ingin menikahkan anda dengan putri Pimpinan Tatar".

☑ ⚫ Kemudian keluarlah beliau. Dan tatkala beliau keluar pada mereka, mereka menahan dan memenjarakan beliau di antara baghal (peranakan kuda dan keledai). Dan setelah itu mereka membunuhnya, rahimahullaah Ta'ala, dengan sebab pengkhianatan Ibnul 'Al qamiy.

↔ ⚡ Setelah melaksanakan pengkhianatan ini pada mereka, apa yang dilakukan bangsa Tatar?! Mereka mencampakkannya dan tidak menoleh kepadanya, hingga ada seorang wanita berkata padanya: "Mana yang lebih baik bagimu, tatkala kamu menjadi menteri untuk Daulah Abbasiyah ataukah yang sekarang (dalam keadaan dia terlantar, berjalan di jalan-jalan)?". Lalu ada yang mengatakan bahwa dia mati dalam keadaan menderita.

Dan demikian pula di zaman kita ini. Kita saksikan Syiah bermesraan dengan para atheis/komunis. Maka Ali Salim al Baidh dan dia adalah seorang sosialis-komunis, dia sendiri tidak merasa aman kecuali jika dia berada di Sho'dah, di antara para Rofidhoh, di Baqim atau di tempat lainnya. Dan para Rafidhoh pun menyambutnya:
⚫ "Selamat datang, Abu Hasyim, selamat datang Abu Hasyim!", padahal dia seorang sosialis-komunis.

✅ Jadi, mereka memiliki sikap-sikap tertentu bersama Yahudi dan Nashoro untuk memerangi kaum muslimin, wallaahul Musta'an. Inilah maknanya.

Dan adapun tentang takfir, maka dikafirkan di antara mereka orang yang mengatakan:
"Sesungguhnya al Quran kita ini kurang (tidak lengkap)", atau mengatakan:
"Sesungguhnya Jibril mengkhianati risalah", dan orang yang menyimpangkan Kitabullah. Atas dasar bahwasanya Syi'ah pada seluruh golongannya menolak sunnah Rosulullah shallallaahu 'alaihi wa 'ala aalihi wa sallam, dan mereka bersandar pada kitab-kitab karangan mereka sendiri, padahal kitab-kitab mereka itu mirip dengan kitab-kitabnya Yahudi dan Nashoro, tanpa disertai sanad-sanad dan tidak bersandar pada sanad-sanad tersebut. Jadi, mereka bersandar pada kitab-kitab mereka dan tidak bersandar pada apa yang ada dalam Shahih al Bukhory, Shahih Muslim, dan kitab-kitab hadits yang induk yang enam. Wallaahul Musta'an.

Dan apakah batasan-batasan takfir? Dan kapan seseorang dikafirkan dengan kafir akbar yang dengannya dia dikeluarkan dari agama? Siapa yang menolak sesuatu (dari al Quran dan sunnah) maka diputuskan dengan takfir itu, atau sujud pada berhala, atau hal-hal yang lainnya. Yang seperti ini teranggap sebagai kafir.

▪Dan sangat disayangkan, bahwasanya hukuman had untuk orang yang murtad tidak dilaksanakan pada kebanyakan negara Islam, Wallaahul Musta'an. Padahal Mu'adz bin Jabal pernah menghadap kepada Abu Musa. Lalu dia melihat ada seorang yang terikat, lalu Mua'adz bertanya: "Ada apa ini wahai Abu Musa?". Abu Musa menjawab: "Orang ini murtad setelah masuk Islam." Mu'adz berkata: "Aku tidak akan turun hingga anda membunuhnya". Abu Musa menjawab: "Tidaklah kami mengikatnya kecuali agar kami bisa membunuhnya". Lalu Abu Musa membunuhnya pada saat itu juga. Wallaahul Musta'an, walhamdulillah.

Namun pada kebanyakan negara Islam, mereka menghilangkan hukum had untuk orang yang murtad, dan tersisa disini (di negara Saudi) yang masih memberlakukannya, tidak mengapa di negara ini. Jazahumullaahu khoiron. Mereka melaksanakan hukum-hukum had karena hal ini. Semoga Allah menganugrahkan keamanan pada mereka dan memberkahi mereka dalam pekerjaan-pekerjaan dan usaha-usaha mereka. Wallaahul Musta'an.

Dari kaset: Al Ajwibah Al 'Ilmiyyah 'alal As`ilatil Wushobiyyah

••••••••••••••••••••
˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜˜
✏ hm

Untuk fawaid lainnya bisa kunjungi website kami:

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖
أصحاب السنة
⭐⭐

❂Ashhabus Sunnah❂