Jumat, 29 September 2017

AUDIO Nasehat Indah untuk salafiyun dalam berdakwah di masyarakat umum

AUDIO *Nasehat Indah untuk salafiyun dalam berdakwah di masyarakat umum*

Beginilah seharusnya berakhlaq salafiyun kepada masyarakat .

Uraian isi kajian dibawah ini insyaAllah, diantaranya :

👉🏻 Jenis Bashiroh dalam berdakwah, ilmu tentang materi yang disampaikan dan ilmu tentang mad'u

👉🏻 Salafi harusnya orang yang paling pertama dalam melakukan kebaikan di masyarakat

👉🏻 Ucapkan dan tebarkan salam

👉🏻 Jangan membuat aneh dan memperaneh dakwah salafi di tengah masyarakat

👉🏻 Beradab dan berakhlak yang baik dengan masyarakat.

⛔ Hal yang sepele bisa jadi hal yang besar bagi masyarakat agar dakwah tidak ada kendala di masyarakat.

🤝 Bermuamalah dengan masyarakat yang tentunya tidak melanggar aturan aturan syar'i.

👍🏿 Berikut ini pembahasan lugas, jelas dan penuh makna yang disampaikan oleh ustadz kita :

*Al-Ustadz Luqman Ba'abduh* _Hafizhahulloh ta'ala_

Link Donlod https://m.box.com/shared_item/https%3A%2F%2Fapp.box.com%2Fs%2Flbayj0ctd9h1odzidjdg?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5772600381

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📮 *WhatsApp SaLaM || Salafy Makassar*
_Mempererat Ukhuwah dengan Salam_

🔵 *Channel Telegram* https://t.me/salafymakassar

🖥  *Website* http://salafymakassar.net

Sabtu, 02 September 2017

SEPULUH HAK PERSAUDARAAN

✋🏻🌸🌺🌷 *SEPULUH HAK PERSAUDARAAN*

✍🏻 _Asy-Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Alu asy-Syaikh hafizhahullah_

● *Hak pertama:*

*أن يُحب أخاه لله لا لغرض من الدنيا*

_Seseorang mencintai saudaranya karena Allah, bukan karena sebuah tujuan duniawi._

● *Hak kedua:*

*أن يقدم الأخ لأخيه الإعانة بالمال وبالنفس*

_Seseorang memberi bantuan kepada saudaranya dengan harta dan jiwanya._

● *Hak ketiga:*

*حفظ العِرض ، ولأداء هذا الحق مظاهر :*
*– تسكت عن ذكر العيوب .*
*– لا تدقق معه السؤال .*
*– تحفظ أسراره .*

_Seseorang menjaga kehormatan saudaranya. Untuk menunaikan hak ketiga ini, ada beberapa bentuk:_
◎ Engkau diam, tidak menyebut aibnya.
◎ Engkau tidak menanyainya dengan rinci.
◎ Engkau menyimpan rahasia-rahasianya.

● *Hak keempat:*

*أن تُجنب أخاك سوء الظن به .*

_Engkau menjauhi sikap buruk sangka terhadapnya._

● *Hak kelima:*

*أن تتجنب مع إخوانك المراء والممارات ، والمراء له أسباب:*
*– يُظهر أنه لم يستسلم لوجهة النظر .*
*– الرغبة في الانتصار .*
*– عدم رعاية آفات اللسان.*

_Engkau menjauhi perdebatan dengan saudara-saudaramu. Perdebatan memiliki beberapa sebab:_
◎  Dia menunjukkan bahwa tidak bisa menerima (sebuah pendapat) karena memiliki sebuah sisi pandang.
◎ Dia ingin membela (pendapatnya)
◎ Dia tidak waspada dari penyakit-penyakit lisan

● *Hak keenam:*

*بذل اللسان لأخيك ، وله مظاهر :*
*– لا تكن شحيحا بلسانك .*
*– شكرُه على بذله .*
*– أن تثني عليه في غير حضوره .*

_Membantu saudaramu dengan lisan. Hal ini memiliki beberapa bentuk:_
◎ Janganlah engkau kikir dengan lisanmu.
◎ Engkau berterima kasih atas bantuannya.
◎ Engkau memujinya ketika dia tidak ada bersamamu.

● *Hak ketujuh:*

*العفو عن الزَّلات.*

_Memaafkan kesalahan/ketergelinciran._

● *Hak kedelapan:*

*الفرح بما آتاه الله جل وعلا ، في المال والعلم والدين والصلاح.*

_Merasa gembira dengan apa yang Allah limpahkan kepadanya dalam hal ilmu, agama, dan kesalehan._

● *Hak kesembilan:*

*أن يكون بينك وبين إخوانك تعاون في الخير والصلاح.*

_Ada ta’awun antara dirimu dan saudara-saudaramu, dalam hal kebaikan dan kesalehan_

● *Hak kesepuluh:*

*أن يكون بين أصحاب الأخوة الخاصة تشاور وتآلف فيما بينهم.*

_Ada musyawarah dan rasa kedekatan di antara orang-orang yang memiliki ukhuwah yang khusus._

🌏 *Sumber* || http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=35118

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Sabtu, 19 Agustus 2017

SYUBHAT………SIBUKKAN DIRI DENGAN BELAJAR, JANGAN SIBUKAN DIRI DENGAN FITNAH

SYUBHAT………SIBUKKAN DIRI DENGAN BELAJAR, JANGAN SIBUKAN DIRI DENGAN FITNAH

Asy-Syaikh al-‘Allamah Zaid al-Madkhali رحمه الله pernah ditanya:

Seorang penanya dari Emirat mengatakan: Apa nasehat anda wahai syaikh teruntuk seorang pemula yang menyibukkan dirinya dengan berbagai bantahan dan ucapan para ‘ulama dalam kondisi ia belum mengetahui (berilmu) bahkan meskipun tentang fikih thaharah maupun yang lainnya?

Jawaban:

Nasehatku, hendaklah ia mempelajari agama ini baik dalam perkara akidah, syariat-ibadah, akhlak, maupun dalam perkara manhaj yang ia berjalan di atasnya. Dan diantaranya adalah kitab-kitab bantahan yang diletakkan oleh salafush shalih dan para pengikutnya guna membantah ahlu ahwa dan bid’ah. Betapa banyaknya kitab-kitab bantahan itu di setiap zaman dan tempat.

Maka tidak boleh bagi seorang pun menjadikan minimnya pengetahuan tentang fikih bersuci atau fikih shalat sebagai alasan untuk mengharamkan manusia dari mendengarkan kitab-kitab bantahan, karya-karya tulis tentangnya, mengambil faedah dari tulisan-tulisan tersebut, atau dari membacanya.

Sesungguhnya agama itu sempurna. Maka sebagaimana kita wajib mempelajari perkara-perkara akidah dan syariat-syariat ibadah, demikian juga kita wajib mempelajari manhaj yang realistis dan memahami sunnah supaya kita dapat mengamalkannya serta mengetahui lawannya agar kita dapat menjauhinya yaitu bid’ah. Inilah yang sudah seharusnya dilakukan.

Sehingga tidak boleh bagi seorangpun berkata kepada orang-orang “Tinggalkan bantahan-bantahan ini, tinggalkan ini dan itu, namun yang wajib bagi kalian adalah demikian dan demikian,” ini merupakan ucapan tanpa ilmu. Karena bila seorang itu tidak mengetahui keburukan, niscaya ia akan terjatuh ke dalamnya. Dan bantahan-bantahan itu akan menjelaskan jalan kebaikan dari jalan-jalan kejelekan. Oleh karena itu, hendaknya ia mendengarkan rekaman, membaca kitab, dan mendengar dari seorang ‘alim tentang seluruh tingkatan agama: baik itu perkara akidah, syariat, sunnah, maupun manhaj.

Tidaklah para pelaku bid’ah itu diketahui, sejak zaman dahulu kala dari masa shahabat hingga hari kita ini kecuali melalui kitab-kitab bantahan atas mereka. Seandainya kitab-kitab bantahan itu tidak didapati di berbagai tempat dan zaman, niscaya manusia tidak akan mengetahui ahlu bid’ah dan tidak akan mampu memperingatkan umat dari para mubtadi’.
Namun wajib bagi para ahli bantahan itu menetapi janji kepada Allah untuk tidak berkata kecuali kebenaran, dan tidak menuduh seorang pun tanpa bukti dan pengetahuan, baik melalui tulisan-tulisan, catatan-catatan, rekaman, ataupun karya tulisnya.

Inilah metode bantahan. Dan tanpa itu, tidak boleh bagi seorang pun melemparkan bantahan hanya berdasarkan dugaan belaka dan tuduhan tanpa adanya bukti yang nyata. Na’am.

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=134573#entry656621

* Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~