Minggu, 29 November 2015

Silsilah Semangat dan Kesabaran Salaf dalam Menuntut Ilmu

SILSILAH SEMANGAT DAN KESABARAN SALAF DALAM MENUNTUT ILMU

Bagian Pertama

Berkata Abu Mas’ud Abdurrahim al-Haaji; Aku mendengar Ibnu Thahir rahimahullah berkata:

“Aku pernah kencing darah dua kali ketika mencari hadits, sekali di Baghdad dan sekali di Mekkah. Aku pernah berjalan tanpa alas kaki di bawah teriknya matahari dan tidak pernah menaiki kendaraan sama sekali dalam mencari hadits. Aku memikul kitab-kitabku dengan punggungku dan aku tidak pernah meminta-minta kepada seorang pun dalam menuntut ilmu. Aku hidup apa adanya.”

Sumber: Siyar A’lamun Nubala 19/363.

Berkata Abdurrahman bin Abi Hatim rahimahullah:

“Dulu kami pernah berada di Mesir selama tujuh bulan dalam keadaan kami tidak pernah makan daging. Yang demikian ini karena siang hari kami terbagi untuk menghadiri majelis para masyaikh, sedangkan malamnya kami gunakan untuk menyalin dan mencocokan apa yang kami tulis (dengan tulisan teman). Pada suatu hari aku dan temanku mendatangi majelis seorang syaikh, namun kata mereka dia sedang sakit. Maka setelah itu kami pun pulang dan dalam perjalanan kami mendapatkan seekor ikan segar yang menggiurkan kami, lalu kami pun membelinya. Setelah kami sampai di rumah ternyata tiba waktu belajar, sehingga kami tidak punya kesempatan untuk mengolah ikan tersebut. Akhirnya kami pergi ke majelis para ulama dan kami tidak pulang ke rumah kecuali setelah tiga hari lamanya, sedangkan ikan (yang kami beli) hampir saja membusuk. Kami makan ikan tersebut dalam keadaan mentah-mentah, karena kami tidak punya waktu luang untuk mencari orang yang bisa memanggangnya.”

Kemudian beliau berkata: “Tidaklah ilmu bisa dicapai dengan memanjakan badan (bersantai-santai)”.

Sumber: Tadzkiratul Hufazh:3/830

Waffaqallahul jami’ likulli khairin.

----------------------------
✒ Alih bahasa: Abu 'Ubaidah bin Damiri al-Jawy, 16 Dzul Qa’dah 1436/ 31 Agustus 2015_di kota Ambon Manise.

Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
---------------------------

WA. FORUM KIS
SILSILAH KESABARAN SALAF DALAM MENUNTUT ILMU:

Bagian Kedua

Al-‘Allaamah an-Nahwi Muhammad bin Ahmad Abu Bakr al-Khayyath al-Baghdadi rahimahullah:

“Dia senantiasa menghabiskan seluruh waktunya untuk belajar, sampai sambil berjalan pun beliau menyibukkan diri dengan belajar, hingga terkadang beliau jatuh terperosok ke dalam lubang atau tertabrak hewan ketika berjalan.”

Sumber: Al-Musyawwiq ilal qiraah wa thalibil ilmi hal. 62.

Dawud ath-Thaai rahimahullah:

“Beliau senang minum kuah yang dicampur dengan roti. Ia tidak pernah makan roti secara terpisah. Beliau ditanya kenapa melakukan yang demikian, maka ia menjawab: “Yang demikian itu karena perbedaan waktu antara menguyah roti dan minum kuah yang bercampur roti selama bacaan 50 ayat.”

Sumber: al-Mujalasah wajawahir al-ilmi 1/346

Berkata al-Imam Ahmad bin Hambal rahimahullah:

“Syu’bah rahimahullah bermajelis dihadapan al-Hakam bin ‘Utaibah selama 18 bulan –yakni belajar ilmu hadits- sampai-sampai beliau menjual tiang rumahnya untuk belajar.”

Sumber: al-Ilal wa ma’rifatur rijal 2/342

Berkata Ibnu ‘Uyainah rahimahullah:

“Aku mendengar Syu’bah rahimahullah berkata: ‘Barangsiapa mencari hadits (menuntut ilmu) maka akan bangkrut (siap mengorbankan hartanya untuk belajar). Aku menjual bejana ibuku seharga 7 dinar.”

Sumber: Siyar a’laamun nubala 7/220

Waffaqallahul jami’ likulli khairin.

----------------------------
✒ Alih bahasa: Abu 'Ubaidah bin Damiri al-Jawy, 21 Dzul Qa’dah 1436/ 5 September 2015_di kota Ambon Manise.

Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
---------------------------

FORUM KIS
SILSILAH SEMANGAT DAN KESABARAN SALAF DALAM MENUNTUT ILMU:

Bagian Ketiga

Ibnu Abi Hatim rahimahullah berkata:

“Aku mendengar ayahku berkata: “Aku tinggal di Bashrah pada tahun 214 lebih 8 bulan. Pada waktu itu aku kira akan tinggal disana cuma setahun saja, sampai akhirnya perbekalanku habis. Maka aku pun menjual bajuku satu demi satu hingga akhirnya aku tidak punya bekal apapun. Aku berkeliling bersama salah satu temanku ke para masyaikh untuk mendengarkan (hadits) dari mereka hingga sore hari, kemudian temanku pulang. Ketika aku sampai rumah di rumah kosong. Aku pun minum air karena lapar.

Pada keesokan harinya, temanku datang kapadaku, kemudian aku bersamanya kembali berkeliling (kepada para masyaikh) untuk mendengarkan hadits dalam keadaan lapar sekali. Temanku pulang dan aku pun pulang dalam keadaan lapar. Pada keesokan harinya temanku datang kembali kepadaku seraya berkata, ‘ayo kita pergi ke para masyaikh!’ Aku berkata: ‘aku lemas, aku tidak mampu lagi berjalan.’ Dia berkata: ‘kenapa kamu lemas?’ Aku menjawab: ‘aku akan berterus terang tentang keadaanku. Sungguh dua hari berlalu, sedangkan aku belum makan sesuatu apapun.’ Dia berkata: ‘Aku masih punya satu dinar, aku berikan kepadamu setengahnya, adapun setengahnya kita gunakan untuk menyewa. Akhirnya kami keluar dari Bashrah dan aku pegang setengah sisa dinarnya.”

Sumber: Al-Jahr wat Ta’dil hal.363-364

Berkata Ja’far bin Durustuwaih rahimahullah:

“Pada hari ini selepas asar kami mulai mencari tempat duduk untuk bermajelis di majelis Ali bin al-Madini yang akan diadakan esok hari. Kami duduk sepanjang malam karena takut tempat duduk kami akan diambil orang jika kami bangkit pergi buang air kecil, sehingga esoknya tidak mendapatkan tempat duduk untuk mendengar (hadist). Aku melihat seorang syaikh berada dalam majelis buang airc kecil di Thailasan (pakaian rajut yang dipakai mengelilingi tubuh). Dia menutup tubuhnya dengan itu hingga selesai dari hajatnya, dia lakukan karena takut diambil tempat duduknya jika bangkit untuk buang air kecil.

Sumber: al-Jami’ li Akhlaqir Rawi wa Adabus Sami’ 2/138

Waffaqallahul jami’ likulli khairin.

----------------------------
✒ Alih bahasa: Abu 'Ubaidah bin Damiri al-Jawy, 9 Dzulhijjah 1436/ 23 September 2015_di kota Ambon Manise.

Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
---------------------------

WA. FORUM KIS

SILSILAH SEMANGAT DAN KESABARAN SALAF DALAM MENUNTUT ILMU:

Bagian Keempat

Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

“Sungguh al-Imam al-Bukhari rahimahullah jika bangun malam, dia menyalakan lampu lentera untuk menulis faedah yang dia hafal. Setelah itu dia matikan lampunya. Kemudian dia bangun lagi untuk ke sekian kalinya (untuk melakukan hal yang sama), hingga terbilang semuanya hampir 20 kali.”

Sumber: Al-Bidayah wan Nihayah 31/11.

Abu Ahmad Nahr bin Ahmad al-‘Iyadhi al-Faqih as-Samarqandi rahimahullah berkata:

“Ilmu tidaklah bisa diraih kecuali dengan menelantarkan tokonya, kebunnya (yakni tidak tersibukkan dengan dunia) dan menjauhi saudara-saudaranya (menyendiri) dan dia mati dalam keadaan saudaranya yang paling dekat dengannya tidak menyaksikan jenazahnya (karena dia pergi rihlah ke negeri jauh)”.

Sumber: al-Jami’ li Akhlaqir Rawi wa Adabus Sami’ 2/174

Waffaqallahul jami’ likulli khairin.

----------------------------
✒ Alih bahasa: Abu 'Ubaidah bin Damiri al-Jawy, 9 Dzulhijjah 1436/ 23 September 2015_di kota Ambon Manise.

Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
---------------------------

WA. FORUM KIS

Larangan Membuka Tirai Orang Tanpa Izin dan Adab Minta Izin Masuk Kios

SILSILAH ADAB MINTA IZIN:
PERTEMUAN KEEMPATBELAS/ TERAKHIR
⚠ LARANGAN MEMBUKA TIRAI ORANG TANPA IZIN
DAN ADAB MINTA IZIN MASUK KIOS
عَنْ أَبِي ذَرٍّ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "أَيُّمَا رَجُلٍ كَشَفَ سِتْرًا فَأَدْخَلَ بَصَرَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يُؤْذَنَ لَهُ، فَقَدْ أَتَى حَدًّا لَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَأْتِيَهُ، وَلَوْ أَنَّ رَجُلًا فَقَأَ عَيْنَهُ، لَهُدِرَتْ، وَلَوْ أَنَّ رَجُلًا مَرَّ عَلَى بَابٍ لَا سِتْرَ لَهُ فَرَأَى عَوْرَةَ أَهْلِهِ، فَلَا خَطِيئَةَ عَلَيْهِ إِنَّمَا الْخَطِيئَةُ عَلَى أَهْلِ الْبَيْتِ ".
"Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda: “Barangsiapa menyingkap tirai (kain penghalang) lalu melepaskan pandangannya sebelum ia diizinkan, maka ia telah melanggar batas yang tidak halal baginya untuk melampauinya. Jika seorang laki-laki melempar matanya (orang yang mengintip) maka tidak ada diat (tebusan). Dan jika melewati sebuah pintu yang tiada bertirai, kemudian ia melihat aurat empunya maka tiada dosa baginya. Hanyasanya yang berdosa adalah si pemilik rumah."[HR. Ahmad dan at-tirmidzi, dishahihkan al-Albani dalam kitab at-Targhib]
FAEDAH:
Dalam hadits diatas memberikan faedah kepada kita;
1. Larangan membuka pintu atau tirai orang tanpa izin pemiliknya, karena hal tersebut akan menjerumuskan dirinya kepada perkara yang haram, yakni melihat aurat keluarga pemilik rumah yang tidak halal untuk dilihat.
2. Jika seseorang membuka pintu atau tirai orang tanpa izin, kemudian pemilik rumah melempar sesuatu kepadanya yang mengakibatkan kebutaan, maka tidak ada diat (tebusan) bagi pemilik rumah.
3. Perintah untuk senantiasa menutup rumah atau membuat tirai pintu atau jendela, agar orang yang lewat didepan rumahnya tidak melihat aurat keluarganya yang berada didalam rumah.
4. Jika ada orang yang lewat melihat aurat pemilik rumah tanpa disengaja karena rumah tersebut terbuka atau tidak bertirai maka tidak ada dosa baginya. Yang berdosa dalam hal ini adalah pemilik rumah disebabkan membiarkan aurat keluarganya terbuka dengan sebab pintu rumahnya dibiarkan terbuka atau tanpa tirai.
Dengan ini berakhirlah silsilah adab minta izin ini. Semoga Allah memberikan banyak faedah kepada para pembaca dari apa yang kami berikan. Kami tutup silsilah ini dengan adab dari salaf kita ketika masuk kios atau toko;
عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ: كَانَ ابْنُ عُمَرَ لَا يَسْتَأْذِنُ عَلَى بُيُوتِ السوق".
Dari Mujahid, ia berkata: “Ibnu Umar biasanya tidak meminta izin (jika ingin masuk) di kios-kios di pasar." [Diriwayatkan al-Bukhari dalam kitab al-Adabul mufrad, dan dishahihkan al-Albani]
عَنْ عَطَاءٍ قَالَ: " كَانَ ابْنُ عُمَرَ يَسْتَأْذِنُ فِي ظُلَّةِ الْبَزَّازِ".
Dari ‘Athaa’, ia berkata: “Ibnu Umar biasanya meminta izin (jika masuk) di tenda pedagang kain." [Diriwayatkan al-Bukhari dalam kitab al-Adabul mufrad, dan dishahihkan al-Albani]
Waffaqallahul jami’ likulli khairin.
----------------------------
✒ Disusun oleh Abu 'Ubaidah bin Damiri al-Jawy, 15 Dzul Qa’dah 1436/ 30 Agustus 2015_di kota Ambon Manise.
Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
---------------------------
WA. FORUM KIS 

==============================================




Sabtu, 28 November 2015

SAVE Indonesia dari Syi'ah Rafidhah

▪▪▪▪▪▪▪▪

بسم الله الرحمن الرحيم

Wahai saudaraku, hari ini hari yang berbeda dengan hari kemarin. Pagi, siang dan malamnya pun berbeda. Terus akan berjalan hari demi hari sampai hari yang Allah tentukan. Harus tetap ada upaya yang serius dan terus menerus untuk memberikan perlawanan kepada SYIAH dengan menjelaskan kepada ummat dengan cara yang hikmah tentang hakikat dari agama syiah dengan segala kesesatannya.

✏Banyak cara yang bisa kita lakukan. Bukankah kita punya orang tua...?, atau kerabat...? tetangga yang awam..?, atau kita biasa belanja diwarung...?, atau kita punya relasi bisnis...? atau yang lainnya. Infokan kepada mereka tetang bahaya dan kesesatan syiah.

Bisa dengan alat komunikasi yang ada, atau dengan memberikan buletin saku atau sambil ngobrol santai atau dengan cara yang lainnya. Kita harus berbuat, semoga menjadi amalan shalih kita semua.

Allah تعالى berfirman:

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا 

"Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, dan mengerjakan amal yang saleh...." (Fushilat:33)

✏Tidak mencukupkan satu orang yang kita beritahu tentang kesesatan syiah hari ini, atau dua orang, tapi sebanyak mungkin sesuai kemampuan kita. Dengan mengikhlaskan niat dan bershabar dalam hal ini. (abdullah aljakarty)

Telegram Save Indonesia Dari Syiah

https://telegram.me/SAVEIndonesiadarisyiah

▪▪▪▪▪▪▪▪

Kamis, 26 November 2015

Semata Karena Mengajak Berpegang Teguh di Atas Akidah Islam yang Murni maka "WAHABI" Dimusuhi & Dibenci

☝️ SEMATA KARENA MENGAJAK BERPEGANG TEGUH DI ATAS AKIDAH ISLAM YANG MURNI MAKA "WAHABI" DIMUSUHI & DIBENCI
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

✍ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺳﻠﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺁﻝ ﺳﻌﻮﺩ -ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ-:
«ﺑﺈﻣﻜﺎﻥ ﺃﻱ ﻣﻨﺼﻒ ﺃﻥ ﻳﻄﻠﻊ ﻋﻠﻰ ﺭﺳﺎﺋﻞ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ
ﻭﻛﺘﺎﺑﺎﺗﻪ؛
ﻟﻴﺘﺒﻴّﻦ ﻟﻪ ﻋﺪﻡ ﻭﺟﻮﺩ ﺟﺪﻳﺪ ﻓﻲ ﺗﻠﻚ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﻳﺨﺎﻟﻒ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ،
ﻭﻳﺨﺎﻟﻒ ﻣﻨﻬﺞ ﺍﻟﺴﻠﻒ،
ﻭﻣﺎ ﻫﻲ ﺇﻻ ﺩﻋﻮﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻌﻮﺩﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻷﺻﻮﻝ ﺍﻟﺼﺤﻴﺤﺔ ﻟﻠﻌﻘﻴﺪﺓ
ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﺍﻟﺼﺎﻓﻴﺔ
ﺍﻟﺘﻲ ﻫﻲ ﺃﺳﺎﺳﻬﺎ ﻭﻣﻨﻄﻠﻘﻬﺎ».
[ﺻﺤﻴﻔﺔ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﺍﻟﻠﻨﺪﻧﻴﺔ].

✍ Raja Salman bin Abdul Aziz Alu Su’ud hafizhahullah mengatakan:
“Siapa saja yang memiliki sikap adil bisa menelaah surat-surat Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan tulisan-tulisan beliau, agar jelas baginya bahwa tidak ada sesuatu yang baru yang diada-adakan pada dakwah beliau yang dituduh menyelisihi Al-Kitab dan As-Sunnah serta menyelisihi manhaj Salaf. Padahal dakwah beliau hanyalah mengajak untuk kembali kepada prinsip-prinsip yang benar bagi aqidah Islam yang bersih yang hal itu merupakan asas dakwah beliau dan titik tonggaknya.”

✍ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺳﻠﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺁﻝ ﺳﻌﻮﺩ -ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ-:
«ﻗﺎﻣﺖ ﺍﻟﺪﻭﻟﺔ ﺍﻟﺴﻌﻮﺩﻳﺔ ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺎﺱ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏ ﻭﺍﻟﺴﻨﺔ،
ﻭﻟﻢ ﺗﻘﻢ ﻋﻠﻰ ﺃﺳﺎﺱ ﺇﻗﻠﻴﻤﻲ، ﺃﻭ ﻗﺒﻠﻲ، ﺃﻭﺃﻳﺪﻭﻟﻮﺟﻲ (ﻓﻜﺮ ﺑﺸﺮي)؛
ﻓﻠﻘﺪ ﺗﺄﺳﺴﺖ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻌﻘﻴﺪﺓ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﻣﻨﺬ ﺃﻛﺜﺮ ﻣﻦ ﻣﺎﺋﺘﻴﻦ ﻭﺳﺒﻌﻴﻦ
ﺳﻨﺔ ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺗﺒﺎﻳﻊ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺳﻌﻮﺩ، ﻭﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ
ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ -ﺭﺣﻤﻬﻤﺎ ﺍﻟﻠﻪ- ﻋﻠﻰ:
– ﻧﺸﺮ ﺍﻹﺳﻼﻡ
– ﻭﺇﻗﺎﻣﺔ ﺷﺮﻉ ﺍﻟﻠﻪ -ﻋﺰ ﻭﺟﻞ-».
[ﺭﺳﺎﻟﺔ ﺇﻟﻰ ﻗﻨﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﻠﺔ].

✍Raja Salman bin Abdul Aziz Alu Su’ud hafizhahullah mengatakan:
“Negara Saudi tegak di atas dasar Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan berdasarkan geografis, atau kesukuan, atau ideologi (pemikiran manusia). Jadi dia tegak di atas akidah Islam sejak lebih dari 270 tahun yang lalu, ketika Al-Imam Muhammad bin Su’ud dan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab -rahimahumallah- saling berbaiat untuk menyebarkan Islam dan menegakkan syari’at Allah.”

✍ ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺳﻠﻤﺎﻥ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺁﻝ ﺳﻌﻮﺩ -ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ-:

«ﻓﻲ ﻣﻨﻰ ﻓﻲ ﻋﺎﻡ 1365 ﻫـ / 1946 ﻡ ﻋﻨﺪ ﺍﺳﺘﻘﺒﺎﻝ ﺭﺅﺳﺎﺀ ﻭﻓﻮﺩ
ﺍﻟﺤﺠﺎﺝ، ﺃﻭﺿﺢ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﻫﺬﺍ ﺍﻷﺳﺎﺱ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻘﻮﻡ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺪﻭﻟﺔ
ﻗﺎﺋﻼ:
«ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﺇﻧﻨﺎ ﻭﻫﺎﺑﻴﻮﻥ!
ﻭﺍﻟﺤﻘﻴﻘﺔ = ﺇﻧﻨﺎ ﺳﻠﻔﻴﻮﻥ ﻣﺤﺎﻓﻈﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﺩﻳﻨﻨﺎ،
ﻧﺘﺒﻊ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ، ﻭﺳﻨﺔ ﺭﺳﻮﻟﻪ -صلى الله عليه وسلم-».
ﻫﺬﺍ ﻫﻮ ﺃﺳﺎﺱ ﺍﻟﺪﻭﻟﺔ ﺍﻟﺴﻌﻮﺩﻳﺔ ﻣﻨﺬ ﺃﻥ ﺃﻧﺸﺌﺖ».

[ﺭﺳﺎﻟﺔ ﺇﻟﻰ ﻗﻨﺎﺓ ﺍﻟﻤﺴﺘﻘﻠﺔ].

☝️Raja Salman bin Abdul Aziz Alu Su’ud hafizhahullah mengatakan:
“Di Mina pada tahun 1365 H atau 1946 M ketika menyambut para kepala negara dan utusan yang sedang melaksanakan ibadah haji, Raja Abdul Aziz menjelaskan asas yang menjadi dasar negara ini dengan beliau mengatakan, ‘Mereka menuduh kami Wahhabiyun, padahal hakekatnya kami adalah Salafiyyun yang menjaga agama kami. Kami mengikuti Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya -shallallahu alaihi was sallam’ Jadi inilah dasar negara Saudi sejak didirikannya.”

http://mohammadbazmool.blogspot.sg/2015_01_25_archive.html?m=1

Url artikel::  http://tinyurl.com/osaypbm

Anti Terrorist Menyajikan Bukti & Fakta Yang Nyata

http:// tukpencarialhaq.com || http://telegram.me/tukpencarialhaq

Rabu, 25 November 2015

SILSILAH ADAB (11-15)

SILSILAH ADAB
(Bagian 1⃣1⃣ dari 3⃣1⃣ bagian-Insya Allah)

Adab Makan
A. Adab Sebelum Makan

❌Duduk yang dilarang oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم  ketika makan ada tiga, selain yang disebutkan dibawah ini maka seseorang boleh duduk dengan cara apapun. Duduk yang dilarang yaitu :

a.Dimakruhkan duduk dengan cara (مُتَّكِئًا ) yaitu duduk condong dan bersandar pada salah satu sisi. Karena duduk dengan cara (مُتَّكِئًا ) adalah duduknya orang yang sombong ditambah lagi hal ini dapat memudhorotkan badan karena menghalangi makanan yang masuk ke lambung.

لاَ آكُلُ مُتَّكِئًا إِنَّمَا أَنَا عَبْدٌ آكُلُ كَمَا يَأْكُلُ الْعَبْدُ وَأَجْلِسُ كَمَا يَجْلِسُ الْعَبْدُ.

“Aku tidak pernah makan sambil bersandar, aku hanyalah seorang hamba, aku makan sebagaimana layaknya seorang hamba dan aku pun duduk sebagaimana layaknya seorang hamba.” (HR. Al Bukhari)

b.Dengan cara ( مُنْبَطِحٌ ) yaitu makan dengan cara telungkup dan menghadiri jamuan hidangan yang terdapat khamr padanya.

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ مَطْعَمَيْنِ: عَنِ الْجُلُوسِ عَلَى مَائِدَةٍ يُشْرَبُ عَلَيْهَا الْخَمْرُ، وَأَنْ يَأْكُلَ الرَّجُلُ وَهُوَ مُنْبَطِحٌ عَلَى بَطْنِهِ

“Rasulullah صلى الله عليه وسلم  telah melarang dari dua jenis cara makan: yakni dari duduk di atas hidangan yang diminum khamr padanya dan makan dalam keadaan berbaring diatas perutnya (telungkup).” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Al Hakim dishahihkan Al Bani dalam Ash Shahihah)

(bersambung - Insya Allah)

WA Salafy Madiun

___________________________
One for all telegram.me/salafymedia salafymedia.com
SILSILAH ADAB
(Bagian 1⃣2⃣ dari 3⃣1⃣ bagian-Insya Allah)

Adab Makan
A. Adab Sebelum Makan

Hendaknya makan secara bersama-sama dengan orang lain baik tamu, teman, keluarga, kerabat, dan lain-lain. Sebagaimana hadits dari Wahsyi bin Harb ia berkata :

يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا نَأْكُلُ وَلَا نَشْبَعُ، قَالَ: «تَجْتَمِعُونَ عَلَى طَعَامِكُمْ أَوْ تَتَفَرَّقُونَ؟ » قَالُوا: نَتَفَرَّقُ، قَالَ: «اجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ، يُبَارَكْ لَكُمْ»

“Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kami makan akan tetapi tidak merasa kenyang? Maka beliau bersabda, ‘Berkumpulah dalam menyantap makanan kalian, sebutlah nama Allah padanya, Allah akan memberikan barokah kepada kalian.” (HR. Ibnu Hibban, dihasankan oleh Al Bani dalam Ash Shahihah no 664)

(bersambung - Insya Allah)

WA Salafy Madiun

___________________________
One for all telegram.me/salafymedia salafymedia.com
SILSILAH ADAB
(Bagian 1⃣3⃣ dari 3⃣1⃣ bagian-Insya Allah)

Adab Makan
A. Adab Sebelum Makan

Tidak bertanya tentang asal makanan, dijelaskan dalam sebuah hadits.

Dari Abu Hurairoh, Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda :

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ عَلىَ أَخِيْهِ الْمُسْلِمِ فَأَطْعَمَهُ مِنْ طَعَامِهِ فَلْيَأْكُلْ وَلاَ يَسْأَلُ عَنْهُ وَإِنْ سَـقَاهُ مِنْ شَـرَابِهِ فَلْيَشْرَبْ مِنْ شَرَابِهِ  وَلاَ يَسْأَلُ عَنْهُ

“Apabila salah seorang di antara kalian mendatangi saudaranya sesama muslim lalu dia menyuguhkan kepadanya makanan maka hendaklah dia memakannya tanpa bertanya tentang (asal) makanan tersebut dan jika dia memberinya minum maka hendaklah meminumnya tanpa bertanya tentang asal minuman tersebut”.  (HR. Al Hakim, Ahmad, dan Al Khathib. Lihat Ash Shahihah no 627)

(bersambung - Insya Allah)

WA Salafy Madiun

___________________________
One for all telegram.me/salafymedia salafymedia.com
SILSILAH ADAB
(Bagian 1⃣4⃣ dari 3⃣1⃣ bagian-Insya Allah)

Adab Makan
A. Adab Sebelum Makan

Dianjurkan untuk berwudhu’ ketika hendak makan jika seseorang dalam keadaan junub, Dari Aisyah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

كَانَ رَسـُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْينَاَمَ تَـوَضَّأَ ُضُوْءَهُ ِللصَّلاَةِ

“Bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم  apabila beliau sedang junub dan berkeinginan untuk makan atau tidur maka beliau berwudhu’ terlebih dahulu seperti wudhu’ beliau untuk shalat.” (HR. Muslim)

(bersambung - Insya Allah)

WA Salafy Madiun

___________________________
One for all telegram.me/salafymedia salafymedia.com
SILSILAH ADAB
(Bagian 1⃣5⃣ dari 3⃣1⃣ bagian-Insya Allah)

Adab Makan
A. Adab Sebelum Makan

❗ Tidak menyebut nama bagi suatu makanan dengan sebutan yang tidak disukai, dalam sebuah hadits riwayat Abi Hurairah Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

لاَ تُسَمُّوْا الْعِنَبَ الْكَرْمَ فَإِنَّ الْكَرْمَ الرَّجُلُ اْلمُسْلِمُ                            

“Janganlah kalian menamakan Al Inab (anggur) dengan nama Al Karm sebab Al Karm adalah lelaki yang muslim.”  (HR. Muslim)

(bersambung - Insya Allah)

WA Salafy Madiun

___________________________
One for all telegram.me/salafymedia salafymedia.com

Sabtu, 21 November 2015

Tetap di Atas Prinsip Al-Wala' wa Al-Bara' dalam Menyikapi Pengeboman di Prancis

TETAP DI ATAS PRINSIP AL-WALA' WA AL-BARA' DALAM MENYIKAPI PENGEBOMAN DI PRANCIS

Diringkas dari muhadharah bersama :
Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
Masjid Ma'had As-Salafy Jember
Rabu Malam, 6 Shafar 1437 H / 18 November 2015 M

( Bagian Pertama )
.......................................

▪Beberapa hari lalu telah terjadi sebuah musibah, walaupun itu terjadi di negeri kufar, tetapi efek negatifnya kembali kepada umat Islam.
▪Islam adalah agama yang adil. Adil dalam menyingkapi masalah-masalah internal sesama kaum muslimin dan adil juga dalam menyikapi masalah-masalah eksternal dengan kaum kufar.
▪Islam melarang kezhaliman, bukan saja kezhaliman terhadap sesama kaum muslimin, bahkan Islam juga melarang dan mengecam keras kezhaliman terhadap orang kufar.
▪Islam bukan agama yang mengajarkan dendam. Tetapi Islam mengajarkan kasih sayang.

Allah berfirman, (artinya) : "Tidaklah Kami mengutuskan engkau (wahai Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi sekalian alam." (Al-Anbiya: 107)

▪Islam adalah agama yang berdiri di atas ilmu, dalil, dan hujjah. Bukan berdiri di atas ashobiyah (fanatik kelompok) atau taqlid.
▪Islam adalah agama yang mengajarkan keseimbangan dalam bersikap. Tidak bersikap berlebihan, ghuluw, ekstrim, radikal. Tidak pula bersikap meremehkan dan bermudah-mudahan dalam perkara syariat.

Allah berfirman, (artinya) : "Dan demikianlah, Kami jadikan kalian (wahai umat Muhammad) satu umat yang wasatha (pertengahan)... (Al-Baqarah: 143)

▪Wasatha (pertengahan) itu telah ditentukan oleh Allah bingkainya, batasannya dan posisinya. Semuanya telah dijelaskan di dalam Al-Qur'an serta sunnah Rasul.
.......................................

Beberapa hari lalu terjadi perledakkan bom di Perancis, salah satu negara yang kita yakini sebagai negara kufar. Perledakkan ini menyebabkan ratusan nyawa melayang, mayoritasnya orang kafir. 
Khawarij ISIS mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas peledakan itu.

Maka kita Ahlus Sunnah mengatakan, ISLAM secara umum BERLEPAS DIRI DARI TINDAKAN YANG SANGAT JELEK INI.
➡ Tindakan tersebut SANGAT TIDAK DIBENARKAN OLEH ISLAM YANG INDAH dan PENUH RAHMAT.

•••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
https://telegram.me/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~
TETAP DI ATAS PRINSIP AL-WALA' WA AL-BARA' DALAM MENYIKAPI PENGEBOMAN DI PRANCIS

( Bagian Kedua )
.......................................

▪Islam adalah agama yang sangat menentang khianat.
▪Kaum muslimin yang menetap di negara kufar, seharusnya jangan berkhianat.
Walaupun tentunya hukum Islam menetapkan bagi sekalian kaum muslimin yang menetap/berdomisili di negara kufar, WAJIB untuk berhijrah.

Rasulullah bersabda,
( أَنَا بَرِيءٌ مِنْ كُلِّ مُسْلِمٍ يُقِيمُ بَيْنَ أَظْهُرِ الْمُشْرِكِينَ )
"Aku berlepas diri dari setiap muslim yang tinggal di antara orang-orang musyrik." (HR Abu Daud 2645)

▪Ini adalah salah satu dalil yang menunjukkan wajib atas kaum muslimin untuk keluar berhijrah dari negara kufar ke negara kaum muslimin.
Namun — karena ketidakmampuan —sebagian saudara kita kaum muslimin masih menetap/tinggal di negeri kafir, maka jangan sampai anda berkhianat.
▪Manakala bagi mereka yang memasuki negara kufar dengan Visa, berarti diizinkan masuk dengan perjanjian, jangan anda membuat onar dan kekacauan, apa lagi sampai membunuh.
Sungguh ISLAM SANGAT ANTI TERHADAP KHIANAT

▪Bisa jadi perledakkan itu dilakukan oleh Zionis/Yahudi atau Nashara sendiri. Yang kemudian mengatasnamakan kelompok-kelompok radikal di dalam Islam.
▪Atau mungkin saja, mereka menyamar dan menyusup masuk  ke dalam kelompok Khawarij seperti ISIS atau Al-Qaeda, dan mempengaruhi mereka untuk melakukan tindakkan perledakkan ini.

▪Apa pun kemungkinannya, siapa di balik peristiwa peledakan tersebut,  Islam berlepas diri dari tindakkan ini dan jihad bukan begini caranya.

▪Para ulama Ahlus Sunnah telah mengecam tindakkan teror seperti ini sebelum ini. Termasuk juga yang terjadi di Perancis.

•••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
https://telegram.me/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~
TETAP DI ATAS PRINSIP AL-WALA' WA AL-BARA' DALAM MENYIKAPI PENGEBOMAN DI PRANCIS

( Bagian Ketiga )
.......................................

▪Islam adalah sebagai agama wasatha dan kaum muslimin yang Allah jadikan sebagai umat yang wasatha, tidak ekstrim kanan dan tidak ekstrim kiri.

Namun yang menyedihkan, ada pihak dari kelompok Jaringan Islam Nusantara, mengatakan bahwa kita turut berduka cita dan hendaknya kita mendoakan kebaikan bagi para korban, semoga mendapatkan kebaikkan di sisi Tuhan. Bahkan —wa'iyadzubillah — ada yang mengatakan hendaknya kita umat Islam membacakan Surah Al-Fatihah bagi para korban.

▪Kita sebenarnya sudah menyakini bahwa pengiriman bacaan Al-Fatihah ini bukanlah bagian dari Sunnah dan itu adalah bid'ah. Apalagi dibacakan untuk orang kafir dan mendoakan mereka agar mendapat tempat mulia di sisi Tuhan!!
▪Ini sebenarnya adalah mengatasi kemungkaran dengan cara mungkar. Malah dengan kemungkaran yang lebih berat lagi.
▪Syariat Islam tidak membenarkan kita mendoakan kebaikkan kepada orang kafir yang mati dalam kekufuran atau memintakan ampun untuknya.

Allah berfirman,
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَن يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ (113)
"Tidaklah sepantasnya bagi seorang Nabi dan orang-orang yang beriman, meminta ampun bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang itu kaum kerabat sendiri, setelah nyata bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah ahli neraka." (At-Taubah: 113)

▪Ayat ini turun ketika kematian paman Nabi shallallahu alaihi wa sallam, yaitu Abu Thalib. Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengatakan aku akan memintakan ampun untukmu selama aku belum dilarang melakukannya. Maka turunlah ayat ini, Allah melarang Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari melakukan demikian.
▪Begitu pula dengan kisah Nabi— shallallahu alaihi wa sallam — meminta izin dari Allah untuk memohon ampun untuk ibunya, namun Allah tidak mengizinkannya. Karena ibunya mati di atas kesyirikan, bukan di atas agama Ibrahim.
▪Nabi saja dilarang memohon ampun untuk ibunya dan pamannya yang mati dalam keadaan kekufuran, bagaimana pula kita akan memohon kebaikkan atau ampunan untuk orang kafir yang tidak punya kaitannya dengan kita??

⚠ Kita katakan, tindakkan perledakkan itu adalah haram dan bathil, apa lagi dilakukan dengan cara membunuh diri, jelas haram.
⚠ Namun pada waktu yang sama kita juga mengatakan tindakkan mendoakan kebaikkan dan ampunan buat orang kafir korban pengeboman itu juga batil.

diringkas oleh :
Al-Akh Taufiq Balwail (Malaysia)

•••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
https://telegram.me/ManhajulAnbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jumat, 20 November 2015

Yang Terbaik Akhlaknya Kepada Istrinya

       

YANG TERBAIK AKHLAKNYA KEPADA ISTRINYA
       

Dari Abi Hurairah beliau berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَكْمَل الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا

“Orang yang imannya paling sempurna diantara kaum mukminin adalah orang yang paling bagus akhlaknya di antara mereka, dan sebaik-baik kalian adalah yang terbaik akhlaknya terhadap istri-istrinya”
(HR. Ahmad dan At Tirmidziy)

Dan dari 'Aisyah beliau berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam  bersabda:

خَيْرُكُم خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُم ْلِأَهْلِي“

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya. Dan akulah yang paling baik di antara kalian (dalam bermuamalah) dengan keluargaku”
(HR. At Tirmidziy )

▫Asy-Syaukani rahimahullah berkata

“Pada hadits tersebut terdapat peringatan bahwa orang yang paling tinggi kebaikannya dan yang paling berhak untuk disifati dengan kebaikan adalah orang yang terbaik bagi istrinya. Karena istri adalah orang yang berhak untuk mendapatkan perlakuan mulia, akhlak yang baik, perbuatan baik, pemberian manfaat dan penolakan mudharat.

Jika seorang pria bersikap demikian maka dia adalah orang yang terbaik, namun jika keadaannya adalah sebaliknya maka dia telah berada di sisi yang lain yaitu sisi keburukan.

✅ Banyak orang yang terjatuh dalam kesalahan ini, engkau melihat seorang pria jika bertemu dengan istrinya maka ia adalah orang yang terburuk akhlaknya, paling pelit, dan yang paling sedikit kebaikannya. Namun jika ia bertemu dengan orang lain, maka ia akan bersikap lemah lembut, berakhlak mulia, hilang rasa pelitnya, dan banyak kebaikan yang dilakukannya.

❗Tidak diragukan lagi barangsiapa yang demikian kondisinya maka ia telah terhalang dari taufik (petunjuk) Allah dan telah menyimpang dari jalan yang lurus. Kita memohon keselamatan kepada Allah.”

Nailul Authar juz 6 hal. 246

عن أبي هريرة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

{أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا، وخياركم خياركم لنسائهم} 

رواه أحمد و الترمذي.

وعن عائشة قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

{خيركم خيركم لأهله، وأنا خيركم لأهلي} 

رواه الترمذي.

قال الشوكاني رحمه اللّٰه :

في ذلك تنبيه على أعلى الناس رتبة في الخير، وأحقهم بالاتصاف به هو من كان خير الناس لأهله، فإن الأهل هم الأحقاء بالبشر وحسن الخلق والإحسان وجلب النفع ودفع الضر،

فإذا كان الرجل كذلك فهو خير الناس وإن كان على العكس من ذلك فهو في الجانب الآخر من الشر،

وكثيرا ما يقع الناس في هذه الورطة، فترى الرجل إذا لقي أهله كان أسوأ الناس أخلاقا وأشجعهم نفسا وأقلهم خيرا، وإذا لقي غير الأهل من الأجانب لانت عريكته وانبسطت أخلاقه وجادت نفسه وكثر خيره،

ولا شك أن من كان كذلك فهو محروم التوفيق زائغ عن سواء الطريق، نسأل الله السلامة. 

نيل الأوطار الجزء السادس [ ص: 246 ]

✍ Syabab Ashhaabus Sunnah
Ashhaabus Sunnah
Klik JOIN
https://telegram.me/ashhabussunnah

www.ittibaus-sunnah.net
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Minta Izin Jika Masuk ke Kamar Ibu

SILSILAH ADAB MINTA IZIN:
PERTEMUAN KEDUABELAS
⛔ MINTA IZIN JIKA MASUK KE KAMAR IBU
عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ (ابن مسعود)، قَالَ: أَسْتَأْذِنُ عَلَى أُمِّي؟ فَقَالَ: " مَا عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهَا تُحبّ أَنْ تَرَاهَا".
“Dari ‘Alqamah, dia berkata: Datang seorang laki-laki bertanya kepada Abdullah (Ibnu Mas’ud). Dia berkata, 'Haruskah saya meminta izin masuk kepada ibuku.' Dia menjawab, 'Tidak setiap waktunya engkau ingin melihatnya.” [Diriwayatkan Al-Bukhari dalam kitab al-Adabul Mufrad. Berkata asy-Syaikh al-Albani: Sanadnya shahih]
عَنْ مُسْلِمِ بْنِ نُذير قَالَ: سَأَلَ رَجُلٌ حُذَيْفَةَ، فَقَالَ: أستأذِن عَلَى أُمِّي؟ فَقَالَ: " إِنْ لَمْ تَسْتَأْذِنْ عَلَيْهَا رَأَيْتَ مَا تَكْرَهُ".
“Dari Muslim bin Nudzair, dia berkata: Ada seorang laki-laki bertanya kepada Hudhaifah, 'Haruskah saya meminta izin masuk kepada ibuku?' Dia menjawab, 'Jika engkau tidak meminta izin kepadanya, engkau akan melihat apa yang tidak engkau suka melihatnya.” [Diriwayatkan Al-Bukhari dalam kitab al-Adabul Mufrad, Berkata asy-Syaikh al-Albani: Sanadnya hasan]
-------------------
FAEDAH:
Dalam hadits diatas memberikan faedah, bahwa kewajiban minta izin masuk rumah atau kamar seseorang bukanlah dikhususkan kepada orang-orang yang bukan mahramnya saja, tetapi hal ini disyariatkan pula kepada sesama mahram. Seseorang jika ingin masuk ke kamar ibu untuk suatu keperluan atau ingin menemuinya, tidak boleh baginya langsung masuk tanpa minta izin terlebih dahulu. Karena apabila dia langsung masuk tanpa izin, terkadang dia mendapatkan ibunya sedang tidur atau istirahat, sedang memakai pakaian khusus yang dia pakai di dalam kamarnya atau sedang tersingkap auratnya, sehingga hal ini bisa menjatuhkan dirinya kedalam perkara yang diharamkan, yaitu memandang aurat orang lain, meskipun dia mahramnya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
«لَا يَنْظُرُ الرَّجُلُ إِلَى عَوْرَةِ الرَّجُلِ، وَلَا الْمَرْأَةُ إِلَى عَوْرَةِ الْمَرْأَةِ »
“Tidaklah (boleh) seorang laki-laki melihat aurat laki-laki, dan perempuan melihat aurat perempuan” [HR. Muslim]
⚠ Tidak boleh seseorang melihat aurat orang lain, kecuali suami kepada istrinya atau sebaliknya dan tuan kepada budaknya. Hal ini sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala:
{وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (6)}
“dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa.” [QS. Al-Mu’minun:5-6]
Wajib bagi kita minta izin jika ingin masuk menemui ibu kita apabila dia sedang berada di dalam kamarnya.
عَنْ هُزَيْلِ بْنِ شُرَحْبِيلَ، قَالَ: سَمِعْتُ ابْنَ مَسْعُودٍ، يَقُولُ: «عَلَيْكُمْ أَنْ تَسْتَأْذِنُوا عَلَى أُمَّهَاتِكُمْ».
Dari Huzail bin Syurahbil, dia berkata: Aku mendengar Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: “Wajib bagi kalian minta izin (masuk) kepada ibu-ibu kalian.” [Diriwayatkan ath-Thabrani, dishahihkan asy-Syaikh al-Albani]
Waffaqallahul jami’ likulli khairin.
----------------------------
✒ Disusun oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 10 Syawal 1436/ 26 Juli 2015_di kota Ambon Manise.
Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
---------------------------
WA. FORUM KIS 

==============================================




Melempar Mata yang Mengintip Tanpa Izin

SILSILAH ADAB MINTA IZIN:
PERTEMUAN KETIGABELAS
MELEMPAR MATA YANG MENGINTIP TANPA IZIN
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ أَبُو القَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَوْ أَنَّ امْرَأً اطَّلَعَ عَلَيْكَ بِغَيْرِ إِذْنٍ فَخَذَفْتَهُ بِعَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ، لَمْ يَكُنْ عَلَيْكَ جُنَاحٌ».
“Dari Abu Hurairah, dia berkata: Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: "Kalau saja seseorang mengintip di rumahmu, lalu engkau melemparnya dengan kerikil sampai mengenai matanya, maka tidak ada dosa padamu.” [HR. Al-Bukhari]
FAEDAH:
Ibnu Hajar rahimahullah berkata: “Diambil dalil dengan hadits ini atas bolehnya melempar orang yang mengintip, dan kalau seandainya tidak bisa dilempar dengan sesuatu yang ringan maka boleh dengan sesuatu yang berat. Dan apabila dirinya (yang mengintip) atau sebagian anggota tubuhnya tertimpa (lemparan) maka tidak ada ganti rugi.” [Fathul Bari:12/255]
Al-Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: “Para ulama berkata: hal ini dibawa kepada seseorang yang apabila dia mengintip rumah orang lain, kemudian dilempar dengan sebuah batu kerikil sehingga mengenai matanya, maka apakah boleh melemparnya langsung sebelum memberi peringatan dulu? Dalam hal ini ada dua sisi pandangan dari kelompok madzhab kami, namun pendapat yang paling benar dari keduanya adalah boleh berdasarkan zhahir hadits.” [Syarah an_nawawi:14/155]
عن أبو هريرة، أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقُولُ: «مَنْ اطَّلَعَ فِي دَارِ قَوْمٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ، فَفَقَئُوا عَيْنَهُ فَقَدْ هَدَرَتْ عَيْنُهُ» ".
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengintip rumah suatu kaum tanpa seizin mereka, lalu mereka melempar matanya. Maka telah sia-sialah matanya (tidak ada jaminan qishah)” [HR. Abu Dawud, dishahihkan asy-Syaikh al-Albani]
Ibnul Atsir rahimahullah berkata: “yaitu jika dilempar membutakan matanya, maka mata tersebut hilang dengan sia-sia, tidak ada qishah untuknya dan tidak pula diyat.”
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنِ اطَّلَعَ فِي بَيْتِ قَوْمٍ بِغَيْرِ إِذْنِهِمْ فَفَقَئُوا عَيْنَهُ، فَلَا دِيَةَ لَهُ، وَلَا قِصَاصَ». صححه الألباني رحمه الله.
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mengintip rumah suatu kaum tanpa seizin mereka, lalu mereka melempar matanya sehingga tercongkel. Maka tidak ada diyat baginya dan tidak pula qishah.” [HR. An-Nasaai, dishahihkan asy-Syaikh al-Albani]
Waffaqallahul jami’ likulli khairin.
-----------------------
✒ Disusun oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 14 Syawal 1436/ 29 Agustus 2015_di kota Ambon Manise.
Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
----------------------
WA. FORUM KIS 

==============================================




Minta Izin di Tiga Waktu Aurat

SILSILAH ADAB MINTA IZIN:
PERTEMUAN KESEBELAS
☀ MINTA IZIN DI TIGA WAKTU AURAT 
عَنْ ثَعْلَبَةَ بْنِ أَبِي مَالِكٍ الْقُرَظِيِّ، أَنَّهُ رَكِبَ إِلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سُوَيْدٍ - أَخِي بَنِي حَارِثَةَ بْنِ الْحَارِثِ - يَسْأَلُهُ عَنِ الْعَوْرَاتِ الثَّلَاثِ، وَكَانَ يَعْمَلُ بِهِنَّ، فَقَالَ: مَا تُرِيدُ؟ فَقُلْتُ: أُرِيدُ أَنْ أَعْمَلَ بِهِنَّ، فَقَالَ: إِذَا وَضَعْتُ ثِيَابِي مِنَ الظَّهِيرَةِ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِي بَلَغَ الْحُلُمَ إِلَّا بِإِذْنِي، إِلَّا أَنْ أَدْعُوَهُ، فَذَلِكَ إِذْنُهُ. وَلَا إِذَا طَلَعَ الْفَجْرُ وَتَحَرَّكَ النَّاسُ حَتَّى تُصَلَّى الصَّلَاةُ. وَلَا إِذَا صَلَّيْتُ الْعِشَاءَ وَوَضَعْتُ ثِيَابِي حَتَّى أَنَامَ.
“Bahwa dia pernah berkendaran mengunjungi Abdullah bin Suwaid -saudara Bani Haritsah bin al-Harits- untuk bertanya mengenai tiga aurat -karena dia (Abdullah) sudah mempraktikkannya-. (Tsa'labah berkata,) 'Abdullah bertanya, 'Apa yang engkau inginkan (dengan tiga aurat itu)?' Aku jawab, 'Saya ingin mempraktikkannya.' Dia berkata, 'Jika saya menanggalkan pakaianku karena panasnya suhu tengah hari, maka tidak boleh masuk menemuiku seorangpun dari anggota keluargaku yang telah baligh, kecuali dengan izinku, atau karena aku panggil, maka itu termasuk izinku baginya. Begitu pula ketika fajar menyingsing dan orang-orang sudah mulai beraktifitas hingga shalat subuh dilaksanakan. Dan setelah saya shalat Isya' dan mengganti pakaian (dengan pakaian tidur) sampai aku tidur.” [HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Adabul Mufrad, dishahihkan asy-Syaikh al-Albani]
----------------------------------
FAEDAH:
☀ Tiga waktu aurat ini telah dijelaskan dalam al-Quran dalam firman Allah Ta’ala;
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِيَسْتَأْذِنْكُمُ الَّذِينَ مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ وَالَّذِينَ لَمْ يَبْلُغُوا الْحُلُمَ مِنْكُمْ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ مِنْ قَبْلِ صَلَاةِ الْفَجْرِ وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُمْ مِنَ الظَّهِيرَةِ وَمِنْ بَعْدِ صَلَاةِ الْعِشَاءِ ثَلَاثُ عَوْرَاتٍ لَكُمْ لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلَا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ}
“Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah shalat Isya'. (Itulah) tiga 'aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” [QS. An-Nuur:58]
Sebab larangan masuk di tiga macam waktu tersebut karena biasanya di waktu-waktu itu badan banyak terbuka. Oleh sebab itu Allah melarang budak-budak dan anak-anak dibawah umur untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu tersebut.
Berkata asy-Syaikh as-Sa’di rahimahullah: “Allah Ta’ala memerintahkan orang-orang yang beriman agar (memerintahkan) budak-budak mereka dan anak-anak yang belum balig untuk minta izin. Sungguh Allah telah menyebutkan hikmahnya dan bahwa hal tersebut adalah tiga waktu aurat bagi yang mau minta izin; waktu tidur selepas shalat ‘Isya dan ketika bangun tidur sebelum shalat Subuh, pada waktu ini sering orang yang akan tidur malam mengenakan pakaian khusus (untuk tidur). Adapun tidur siang tatkala tidak sering (memakai baju tidur), terkadang memakai baju biasa, maka Allah Ta’ala kaitkan hal ini dengan firman-Nya;
{وَحِينَ تَضَعُونَ ثِيَابَكُم مِّنَ الظَّهِيرَةِ}
“ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari”
yaitu untuk Qailulah (istirahat) ditengah hari.
Pada tiga keadaan ini, para budak-budak dan anak-anak kecil (hukumnya) seperti selain mereka, yaitu tidak dibolehkan masuk kecuali dengan izin. Adapun selain tiga waktu tersebut maka Allah berfirman;
{لَيْسَ عَلَيْكُمْ وَلا عَلَيْهِمْ جُنَاحٌ بَعْدَهُنَّ}
“Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka
selain dari (tiga waktu) itu.”
Yakni tidak seperti selain mereka senantiasa harus minta izn, karena mereka (budak dan anak-anak) jika harus senantiasa minta izin setiap waktu, maka hal ini akan memberatkan. Oleh karena itu Allah berfirman;
{طَوَّافُونَ عَلَيْكُمْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ}
“Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain).”
Yakni mereka sering mondar-mandir di sekeliling mereka karena aktifitas dan kebutuhan mereka.” [Tafsir as-Sa’di, hal. 573]
Berkata Syaraful Haq Abaadi dalam kitabnya “Aunul Ma’bud [14/77]”: Dikhususkan hanya tiga waktu ini saja, karena waktu tersebut adalah waktu untuk bersendirian dan melepas pakaian. Terkadang tampak padanya bagian yang tidak dia sukai untuk dilihat oleh siapapun, baik oleh budaknya maupun anak-anaknya. Oleh sebab itu, mereka diperintahkan untuk minta izin di waktu-waktu tersebut. Adapun selain mereka maka (diwajibkan) minta izin setiap saat.
Waffaqallahul jami’ likulli khairin.
----------------------------------
✒ Disusun oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 6 Syaban 1436/ 24 Mei 2015_di kota Ambon Manise.
Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
--------------------------------
WA. FORUM KIS 

==============================================


Bolehnya Tamu Mengurungkan Diri Untuk Masuk Rumah

SILSILAH ADAB MINTA IZIN:
PERTEMUAN KESEPULUH
BOLEHNYA TAMU MENGURUNGKAN DIRI UNTUK MASUK RUMAH
عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُدْعَانَ قَالَ: كُنْتُ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ فَاسْتَأْذَنَ عَلَى أَهْلِ بَيْتٍ فَقِيلَ: ادْخُلْ بِسَلَامٍ فَأَبَى أَنْ يدخل عليهم.
Saya pernah bersama Abdullah bin Umar. Dia meminta izin masuk kepada penghuni suatu rumah. Penghuni rumah itu menjawab, "Masuklah dengan mengucapkan salam." (Mendengar jawaban itu,) Ibnu Umar tidak jadi masuk ke rumah mereka. [HR. Al-Bukhari dalam kitab al-Adabul Mufrad, asy-Syaikh al-Albani berkata: Sanadnya Shahih]
--------------------------------
FAEDAH:
Telah lewat dalam pembahasan yang lalu, bahwa disyariatkan mengucapkan salam sebelum  masuk ke rumah, baik rumah sendiri maupun orang lain. Demikian pula diperbolehkan bagi tamu mengetuk pintu apabila memang ucapan salamnya tidak terdengar oleh pemilik rumah.
Dalam hadits ini, terdapat faedah tambahan dari apa yang telah berlalu;
1. Bolehnya bagi tamu mengurungkan diri untuk bertamu jika ada maslahatnya, meskipun sudah diizinkan masuk.
2. Ibnu Umar adalah sahabat yang mulia yang terkenal dengan semangatnya dalam mengaplikasikan sunnah-sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam dirinya dalam kehidupan sehari-harinya. Tidak mungkin tersamarkan oleh beliau syariat memberi salam sebelum masuk rumah orang. Oleh karena itu dalam hadist ini, beliau membatalkan untuk masuk ke rumah tersebut karena beberapa kemungkinan;
a. Barangkali alasan beliau karena ada maslahat secara syar’i.
b. Atau barangkali beliau memandang pemilik rumah tersebut telah mengejek beliau atau mengejek syariat salam. Karena kemungkinan besar beliau telah memberi salam, namun dari sikap pemilik rumah tersebut seolah-olah menuduh Ibnu ‘Umar masuk rumah tanpa memberi salam.
Berkata asy-Syaikh al-Albani rahimahullah: “Yang demikian itu, karena tidak mungkin sekaliber shahabat Ibnu ‘Umar tidak mengetahui sunnahnya minta izin dengan memberi salam, atas dasar ini beliau pasti sudah memberi salam ketika minta izin. Oleh karena itu, ketika dikatakan kepada beliau, ‘Masuklah dengan mengucapkan salam’ maka tindakan beliau tersebut menjadi tidak berguna, atau bisa jadi ucapan sang pemilik rumah tersebut (dianggap oleh beliau sebagai) hinaan, oleh karenanya beliau mengurungkan diri untuk masuk. Penjelasan kami ini didukung oleh riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Mushannaf beliau (8/647) dengan sanad yang lain dan berstatus shahih. Lafazhnya adalah sebagai berikut, "Dari Abu Majlaz, dia berkata, "Apabila Ibnu Umar meminta izin, kemudian dijawab dengan perkataan, "Masuklah dengan mengucapkan salam", maka beliau segera kembali dan berkata, "Saya tidak tahu apakah saya harus masuk dengan salam ataukah tanpa salam (padahal saya telah mengucapkan salam ketika meminta izin tadi).
Waffaqallahul jami’ likulli khairin.
-------------------------------
✒ Disusun oleh Abu 'Ubaidah Iqbal bin Damiri al-Jawy, 14 Rajab 1436/ 3 Mei 2015_di kota Ambon Manise.
Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
-------------------------
WA. FORUM KIS 

==============================================


Sebab Kokohnya Hafalan Al Qur'an


SEBAB KOKOHNYA HAFALAN AL QUR`AN
___________--------------__________

Asy Syaikh Ubaid Al Jabiry – Hafizhahullah

Tanya:
Apa saja sebab-sebab yang dapat membantu kita dalam mengokohkan (ضبط) Kitabullah – azza wa jalla?

Jawab:
Adh Dhabth adalah suatu hal yang lain, adh dhabth haruslah diambil dari seorang alim, sampai benar seluruh harakat (pada bacaan)mu, dan sampai engkau bisa memberikan kepada setiap huruf haknya berupa makhraj, dan ini diambil dari ulama. Akan tetapi tampaknya engkau bertanya tentang hafalan, engkau maksudkan adh dhabth yang berarti al hifdz (hafalan),

maka ini ada beberapa sebab:
1⃣Pertama: engkau mencari saat engkau bersemangat, maka apabila engkau mendapati dirimu merasa jenuh atau malas maka tinggalkan atau persedikit (menghafal/memurajaah Al Qur`an - pen).

2⃣Kedua: tidak adanya kesibukan-kesibukan atau hal-hal yang menyibukkan, karena apabila pikiran sedang sibuk atau tersibukkan maka tidak dapat memuat hafalan.

3⃣Ketiga: dan ini adalah waktuku (untuk menghafal/muroja’ah – pen), waktu terbaik adalah pada akhir malam, apabila engkau telah shalat (lail) sesuai yang telah ditetapkan untukmu dan engkau telah melakukan witir, maka bacalah semampumu.

Ada perkara yang
4⃣keempat: yaitu engkau memperhatikan tempat-tempat berhenti, contohnya kisah (yang ada dalam Al Qur`an – pen) apabila engkau telah selesai membaca suatu kisah maka janganlah engkau gabungkan dengan kisah yang lainnya, usahakan misalnya engkau menghafal kisah ini dulu.

Adapun wirid Nabi – shallallahu ‘alaihi wa sallam - (bagian yang dibaca per hari dari Al Qur`an) maka aku tidak mengetahuinya, belum pernah aku dapati tentangnya sampai saat ini, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam turun kepadanya Al Qur`an, maka tidak tertutup kemungkinan beliau mengkhatamkannya setiap bulan, akan tetapi aku mengetahui apa yang telah datang pula dari amalan salaf, bahwa waktu tercepat bagi mereka untuk mengkhatamkan Al Qur`an adalah dalam tiga malam,
wallahu a’lam.

✒ Alih bahasa: Al-Ustadz Abu Ahmad purwokerto

⏳Dipublikasikan :
ahlussunnahtarakan.blogspot.co.id/2015/11/sebab-kokohnya-hafalan-al-quran.html?m=1

___" BERBAGI ILMU SYAR'I " ___⏳

------------------------------------

One for all : telegram.me/salafymedia salafymedia.com

Suamiku Jangan Kau Sakiti Aku

▪️▪️✏️▪️▪️✏️▪️▪️

Suamiku Jangan Kau Sakiti Aku

✏️Sungguh tak sedikit kasus KDRT terjadi di dalam rumah tangga kaum muslimin, penyebabnya adalah karena jauhnya mereka dari agama dan kurang rasa takutnya kepada Allah. Diantara kekerasan yang dilakukan oleh suami kepada istri adalah memukul istri dengan pukulan yang membuat cedera, pukulan dari luapan emosi dengan pukulan yang keras lagi membekas.

▫️Rasulullah صلى الله عليه وسلم besabda:

"Ketahuilah boleh jadi salah seorang diantara kalian memukul istrinya seperti memukul budak perempuanya. Ketahuilah sesungguhnya sebaik baik kalian adalah yang paling baik dengan istrinya." (HR. Al Bazzar di shahihkan oleh syaikh al Albani)

▫️Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:

"Janganlah memukulnya (istri) dan menjelekkanya." (HR. Abu Dawud).

✏️Sungguh agama islam memerintahkan kita bermuamalah dengan cara yang baik kepada istri kita.

▫️Allah Ta'aala berfirman:

وعاشروهن بالمعروف

"dan bergaulah dengan mereka secara patut" (an Nisa:19)

▫️Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya dan saya yang paling baik di antara kalian terhadap istriku.” (HR. At- Tirmidzi dan Ibnu Majah).

✏️Aisyah pernah ditanya oleh seorang wanita tabiin yg merupakan muridnya tentang akhlaq Rasulullah ketika bersama istri2nya.

Aisyah menjawab, Beliau sebagaimana halnya laki2 di kalangan kalian. Hanya saja beliau  adalah manusia yang paling mulia, paling baik aklaqnya, paling lembut, dan paling dermawan. Beliau suka tertawa dan tersenyum."

▫️Dari Anas berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah memukul pelayan dan istri, sekalipun." (HR.Bukhari dan Muslim)

✏️Tahanlah emosi dan amarah kalian wahai para suami jangan kalian menganiaya istri-istri kalian. Berlaku lemah lembutlah kepada mereka. Bertakwalah kepada Allah. Jangalah engkau runtuhkan bangunan rumah. tanggamu sehingga engkau menyesal.

▫️Rasulullah  shallalahu
Alaihi wa sallam:

إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
“Sesungguhnya lemah lembut tidaklah ada pada sesuatu pasti menghiasinya, dan jika tidak ada pada sesuatu pasti menjelekkannya.  (HR. Muslim no. 2594)
Berkata asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah: Padanya (di dalam hadits ed) terdapat anjuran agar seseorang bersikap lemah lembut dalam setiap urusannya, lemah lembut dalam muamalah (bergaul) dengan istrinya, dalam muamalah dengan saudara-saudaranya, dalam muamalah dengan teman-temannya dan di dalam muamalah dengan keumuman manusia, sesungguhnya Allah Maha Lemah Lembut dan mencintai lemah lembut. (Syarh Riyadhus Shalihin: 3/578).

Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"...maukah kalian ku beritahu tentang penghuni neraka? Yaitu orang yang keras lagi kasar."  (HR. Ath Thiyalisi, di shahihkn oleh syaikh al Albani).

Sadarlah wahai para suami...syukurilah nikmat mempunyai istri.

WA PSSI (Perkumpulan Suami Sayang Istri)

Telegram PERSUASI

https://telegram.me/PERSUASI

▪️▪️▪️▪️▪️▪️

Broadcast by :
http://telegram.me/assalafy

Layari Untuk mendapatkan berbagai info dari kami...

http://www.assalafy.net

Kamis, 19 November 2015

Do'a Berlindung Dari Kesyirikan

▪▪▪▪▪▪▪▪▪

.DO'A

بسم اللّٰه الرحمن الرحيم

✔.Berlindung Dari Kesyirikan .✔

اللّٰهٌمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَُشْرِكَ 

بِكَ وَ أَنَا أَعْلَمُ وَ أَسْتَغْفِرٌكَ لِمَا

لا أَعْلَمُ.

Ya Allah, Aku Berlindung kepada Mu dari menyekutukan Mu dalam keadaan aku mengetahuinya.
Dan aku memohon ampun kepada Mu pada apa yang tidak aku mengetahuinya.

[H.R.Bukhori dari Shahabat Abu Bakr Ash Shidiq Rodhiallohu'anhu dalam Al Adabul Mufrod, di sahihkan Syaikh Al Albani Rohimahulloh dalam Shahih Al Adabul Mufrod].

.Menyekutukan Allah ta'ala atau kesyirikan adalah dosa terbesar.
Dosa yang tidak akan terampuni bagi siapa saja yang mati dalam keadaan belum bertaubat.
Bentuk kesyirikan sangat banyak.
Kesyirikan yang jelas bermacam macam, yang samar dan halus pun beragam.

✔Shahabat Abdulloh bin Abbas Rodhiallohu'anhu menafsirkan Ayat:

فلا تجعلوا لله أنداد وأنتم تعلمون

Maka janganlah kalian menjadikan tandingan tandingan bagi Allah sedang kalian dalam keadaan mengetahui.
[Q.S.Al Baqoroh:22].

✔Kata Beliau, maksud tandingan adalah kesyirikan.
▪Syirik lebih lembut dari pada langkah semut di atas batu hitam di kegelapan malam.
[Riwayat Ibnu Abi Hatim Rohimahulloh].

▪Oleh sebab itulah, kita berlindung kepada Allah ta'ala dari semua kesyirikan, yang besar maupun yang kecil, yang nampak maupun tidak.

.Sumber: Majalah Qudwah Edisi 02 VOL 1/1433H/2012.
https://telegram.me/FadhlulIslam
https://telegram.me/salafymedia
www.salafymedia.com

Fadhlul Islam Bandung

SILSILAH ADAB (6-10)

SILSILAH ADAB
(Bagian 6 dari 31 bagian-Insya Allah)

Adab Makan
A. Adab Sebelum Makan

4⃣ Tidak makan dan minum dari bejana yang terbuat dari emas dan perak.

Dari Hudzaifah رضي الله عنه  berkata: Aku telah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda:

لاَ تَلْبَسُـوْا الْحَرِيْرَ وَلاَ الدِّيْبَاجَ وَلاَ تَشْرَبُوْا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَاْلفِضَّةِ وَلاَ تَأْكُلُوْا فِي صِحَافِهَا فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَنَا فِي اْلآخِرَةِ

“Janganlah kalian memakai kain sutra, janganlah memakai kain sutra yang tebal, jangan pula kalian minum pada bejana emas dan perak, serta makan pada piring yang terbuat dari emas dan perak sebab dia (semua disebutkan di atas) adalah bagi mereka (orang kafir) di dunia dan bagi kalian di akhirat.”  (Mutafaqun ‘Alaihi) 

(bersambung - Insya Allah)

WA Salafy Madiun

___________________________
One for all telegram.me/salafymedia salafymedia.com
SILSILAH ADAB
(Bagian 7⃣ dari 3⃣1⃣ bagian-Insya Allah)

Adab Makan
A. Adab Sebelum Makan

Mencuci kedua tangannya sebelum makan, jika dalam keadaan kotor atau ketika belum yakin dengan kebersihan keduanya.

كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَ هُوَ جُنُبٌ تَوَضَّأَ وَإِذَا َأرَادَ أَنْ يَأْكُلَ غَسَلَ يَدَيْهِ

“Apabila Rasulullah صلى الله عليه وسلم  hendak tidur sedangkan beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu’ terlebih dahulu dan apabila hendak makan, maka beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.” (HR. An Nasai dan Ahmad. Lihat Silsilah Al Ahaadiits Ash Shahiihah no. 390, shahih]

(bersambung - Insya Allah)

WA Salafy Madiun

___________________________
One for all telegram.me/salafymedia salafymedia.com
SILSILAH ADAB
(Bagian 8⃣ dari 3⃣1⃣ bagian-Insya Allah)

Adab Makan
A. Adab Sebelum Makan

❌Jangan berlebih-lebihan dan boros dalam menyiapkan hidangan. Sesungguhnya berlebih-lebihan adalah di antara sifat setan dan sangat dibenci Allah Ta’ala sebagaimana disebutkan Allah dalam suratnya.

وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (26) إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (27)

“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros (27)  Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (QS. Al Israa’ 26-27)

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ (31)

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al A’raaf 31)

Berlebih-lebihan juga merupakan ciri orang-orang kafir sebagaimana sabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم ,

الْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ، وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ

“Seorang mukmin makan dengan satu lambung, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh lambung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

(bersambung - Insya Allah)

WA Salafy Madiun

___________________________
One for all telegram.me/salafymedia salafymedia.com
SILSILAH ADAB
(Bagian 9⃣ dari 3⃣1⃣ bagian-Insya Allah)

Adab Makan
A. Adab Sebelum Makan

Meletakkan makanan dan menyantapnya diatas tanah/lantai adalah amalan yang sering dilakukan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم  dan shahabatnya. Berdasarkan hadits Anas bin Malik ia berkata,

مَا أَكَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى خِوَانٍ وَلاَ فِيْ سُكُرُّجَةٍ

“Rasulullah صلى الله عليه وسلم  tidak pernah makan di atas meja dan tidak pula di atas sukurrujah (sejenis bejana kecil).” (HR. Al Bukhari)

Akan tetapi ketika seseorang meletakkan makanan dan menyantapnya di atas meja makan bukanlah sesuatu yang mungkar dan terlarang, bukan pula tasyabuh dengan orang kafir. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ عِنْدَ مَيْمُونَةَ وَعِنْدَهُ الْفَضْلُ بْنُ عَبَّاسٍ وَخَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ وَامْرَأَةٌ أُخْرَى إِذْ قُرِّبَ إِلَيْهِمْ خُوَانٌ عَلَيْهِ لَحْمٌ

Sesungguhnya Rasulullah صلى الله عليه وسلم  ketika berada di sisi Maimunah dan bersama beliau ada Al Fadhl bin Abbas dan Kholid bin Al Walid dan seorang wanita lain, pada saat itu didekatkan pada mereka khuwaan (meja) yang di atasnya terdapat daging.” (HR. Muslim)

(bersambung - Insya Allah)

WA Salafy Madiun

___________________________
One for all telegram.me/salafymedia salafymedia.com
SILSILAH ADAB
(Bagian 10 dari 3⃣1⃣ bagian-Insya Allah)

Adab Makan
A. Adab Sebelum Makan

Lebih utama makan dengan cara duduk karena ini adalah petunjuk Nabi صلى الله عليه وسلم . Adapun makan dengan cara berdiri maka hukumnya makruh. Hal ini karena ada larangan untuk minum dengan cara berdiri. Jika saja minum dengan cara berdiri dilarang maka makan dengan cara berdiripun lebih ditekankan larangannya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah صلى الله عليه وسلم  bersabda :

لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا

❌“Janganlah sekali-kali salah seorang dari kalian minum dengan cara berdiri.” (HR. Muslim)

Hadits diatas berisi larangan minum dengan cara berdiri. Hukum asal larangan adalah haram, tetapi hukum tersebut menjadi makhruh karena hadits lain yang menunjukkan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم  pernah minum dengan cara berdiri. Dari Ibnu Abbas ia berkata :

سَقَيْت رَسُولَ اللَّهِ - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ

“Aku memberi minum kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم  dari mata air zamzam maka beliau minum dengan cara berdiri.” (HR. Muslim)

(bersambung - Insya Allah)

WA Salafy Madiun

___________________________
One for all telegram.me/salafymedia salafymedia.com