Sabtu, 14 Oktober 2017

AUDIO - Tema : (Bab 19) Kuburan Bukan Tempat Ibadah [ Diambil Dari Pembahasan Kitab Fathul Majid Syarh Kitabut Tauhid ]

💽🔊 Audio Rekaman Muhadhoroh Ilmiah Purwokerto

📆 Sabtu, 24 Al-Muharrom 1439 H / 14 Oktober 2017 M

💺 Pemateri : Al-Ustadz Abu Ibrohim Muhammad 'Umar As-Sewed حفظه الله تعالى

📚 Tema : (Bab 19) Kuburan Bukan Tempat Ibadah [ Diambil Dari Pembahasan Kitab Fathul Majid Syarh Kitabut Tauhid ]

🕌 Tempat : Masjid Agung Baitussalam Purwokerto

----------------------

☎ Informasi :
👤+62 857 2652 6662 [Abu Fariha]
👤+62 857 4262 8686 [Abu Umamah Sisno]​​​

🏢 Penyelenggara : Ma’had Al Faruq As-Salafy Purwokerto
🌍 www.alfaruq.net

-------------------

📂 Sesi 1 || http://bit.ly/2yoPWcT || 40.46
📂 Sesi 2 || http://bit.ly/2yn6JNj || 42.42
📂 Sesi TJ || http://bit.ly/2ynTzQ0 || 14.07

🌐 https://alfaruq.net/audio-kajian-islam-ilmiah-purwokerto-24-muharrom-1439-h/

Diperbolehkan Menggandakan/mengcopy Dengan tujuan Berda’wah, Bukan untuk tujuan komersil

:: Semoga Bermanfaat ::
:::: بارك الله فيكم ::::

© Tasjilat Al Faruq As-Salafy Purwokerto || www.alfaruq.net || http://t.me/Tasjilat_Al_Faruq

📝💻 Majmu'ah Hikmah Salafiyyah || ▶ https://t.me/hikmahsalafiyyah
🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃

Selasa, 10 Oktober 2017

HUKUM BERBISNIS DENGAN HIZBIYYUN

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
🚇HUKUM BERBISNIS DENGAN HIZBIYYUN
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

_Asy-Syaikh Al-'Allamah 'Ubaid bin 'Abdillah Al-Jabiry hafizhohulloh_

❓PERTANYAAN:

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala membalas anda dengan kebaikan dan juga menjaga Anda. Apakah boleh melakukan kerjasama dengan hizbiyyun dalam urusan dunia, misalnya dagang?

Beberapa pemuda melakukan hal ini dan mereka berkata: _“Saya tidak melakukan kerja sama dengan mereka kecuali dalam urusan dunia saja.”_

✏JAWABAN:

☝🏻 "Saya katakan, jika Anda mampu menjauhi dari ahli bid’ah hingga Anda tidak melakukan kerjasama apapun dengan mereka, baik urusan agama maupun dunia, maka lakukanlah.

Dalam urusan agama, mereka seringnya berupaya untuk mengarahkan semua aktivitasnya kepada aktivitas dakwah.
✋ *Karena itu, jangan sekali-kali kita mengakomodasi mereka.*
Diantaranya jangan bantu mereka dalam mendirikan Masjid atau menerbitkan buku-buku mereka yang dengan itu kebid’ahan akan makin menyebar.
✋ *Jangan pernah hal ini dilakukan, selamanya.*

Karena bila ada orang yang bekerjasama dengan mereka (dalam urusan agama) dalam keadaan ia tahu keadaan mereka,
👉🏻 maka ia sama saja dengan mereka, baik ia menyadarinya atau tidak.

🛒Sedangkan dalam urusan dunia,
*jika Anda memang dalam keadaan membutuhkan (kerjasama tersebut) dalam keadaan Anda adalah orang yang kokoh aqidahnya, kokoh dalam memegang Sunnah dan keras dalam menyikapi kebid’ahan,*
maka tidak mengapa untuk dilakukan (kerjasama tersebut) sekedar sesuai kebutuhan.
⚠Namun harus tetap diperhatikan untuk tidak terlalu jauh berhubungan dengan mereka.
 
🌹Rasululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

_“seseorang itu tergantung kepada agama teman dekatnya. Maka lihatlah kepada siapa mereka berteman.”_
 
Ini adalah permasalahan yang berbahaya.

▪Berapa banyak orang yang "menghilang" (dari dakwah) disebabkan masalah dunia, dia semakin jauh hingga akhirnya menjadi musuh dakwah.

▪Atau berapa banyak orang yang kehilangan kecemburuan (ghiroh) terhadap agama, kehilangan sikap wala’ dan baro’ (disebabkan pergaulan dalam masalah dunia).
 
🚲 Jika Anda ingin bekerjasama dengan ahli bid’ah (hizbiyyun) dalam keadaan Anda menjadikannya sebagai pekerja dan Anda menjadi atasan bagi dia, maka tidak ragu lagi bahwa hal ini lebih aman.

⚠ Namun tetaplah berhati-hati dari dia dan jadikan kerjasama ini semata hanya dalam urusan dunia.

❌ Jangan sampai Anda merasa nyaman (akrab) dengannya, hingga akhirnya terbuka kesempatan bagi dia untuk mengajak Anda melakukan kerjasama yang bersifat agama atau dakwah.
 
✔ Jika Anda mampu untuk mencukupkan diri tidak bekerjasama dengan mereka dengan beralih kepada yang lain, wahai para Salafiyyin, maka ini akan lebih memuliakan Anda.

*Sesuatu yang lebih saya sukai adalah bila Anda tidak menjalin kerjasama dengan hizbiyyun, orang-orang revolusioner (yang hobi mengkritik pemerintah-pent), ataupun ahli bid’ah.* 

(Diambil dari al-Haddul Fashil Baina Muamalah Ahlus Sunnah wa Ahlil Bathil, pertanyaan no. 3)

Dinukil dari:
Majalah Al-Fawaaid Edisi 04
http://bit.ly/29OTvwj

AMBILAH PELAJARAN, WAHAI ORANG YANG BERAKAL

Forum Salafy Purbalingga:
🌌 Renungan...!!

🌷✔AMBILAH PELAJARAN, WAHAI ORANG YANG BERAKAL...

📆Dihikayatkan bahwa ada seorang bernama "Bahlul" seorang lelaki gila pada masa khilafah abbasiyyah Harun ar Rasyid...

🌈Pada suatu hari, Khalifah Harun ar Rasyid melewatinya, dalam keadaan Bahlul sedang duduk di salah satu kuburan.

🔸Maka khalifah Harun berkata kepadanya:
"Wahai Bahlul...Wahai Majnun...kapan kamu akan berakal?!

🌴🔹Maka Bahlul pun lari kemudian memanjat pohon yang paling tinggi, kemudian iapun menyeru kepada Harun dengan suara yang paling tinggi:
"Ya Harun...ya Majnun...kapan engkau akan berakal?.

🔸🌾Maka Harun pun menghampirinya di bawah pohon, dalam keadaan beliau menunggang di atas kudanya dan berkata kepada Bahlul:
"Aku yang gila ataukah engkau yang duduk di atas kuburan?

🔹Maka Bahlul berkata kepadanya:
"Bahkan aku orang yang berakal !!
🔸Berkata Harun:
"Bagaimana bisa demikian?!

🔹Berkata Bahlul:
"Dikarenakan aku mengetahui bahwa ini semua akan lenyap (sambil mengisyaratkan ke istana Harun).
Adapun ini akan kekal (sambil mengisyaratkan ke kubur).
Akupun sudah terbiasa tinggal di sini, sebelum aku akan benar-benar akan tinggal di sini (kuburan).

Sementara engkau terbiasa hidup di istanamu.
Engkau pun meninggalkan dari mengingat kubur, engkau juga tidak suka untuk berpindah dari istana kepada kehancuran, dalam keadaan engkau mengetahui bahwa itulah tempat kembalimu. Bukan perkara yang mustahil, tapi pasti...
🔹Bahlul pun menimpali: "Maka katakan kepadaku, siapa orang yang GILA?!

🔰💦Maka Harun ar Rasyid pun bergetar hatinya, kemudian menangis sampai basah jenggotnya.
Lalu berkata: "Sungguh engkau benar..."

🔸Kemudian Harun berkata:
"Tambahkanlah kepadaku nasihat wahai Bahlul !!"

🔹Bahlul pun berkata:
"Cukup bagimu Kitabullah, berpegang teguhlah dengannya!!"

🔸Harun berkata:
"Apakah engkau memilki kebutuhan, sehingga aku akan memenuhinya untukmu?"

🔹Bahlul berkata:
"Iya. Aku punya 3 kebutuhan...
Kalau engkau mampu untuk memenuhinya, maka aku akan sangat berterima kasih kepadamu.
🔸Berkata Harun:
Mintalah !!

🔹Berkata Bahlul:
"Apakah engkau mampu untuk menambah umurku?!
🔸Harun menjawab:
"Aku tidak mampu."

🔹Bahlul berkata lagi:
"Apakah engkau mampu menjagaku dari malakul maut!!
🔸Harun menjawab:
"Aku tidak mampu."

🔹Bahlul berkata:
"Apakah engkau mampu untuk memasukkanku ke dalam al Jannah dan menjauhkan aku dari an Naar?!
🔸Harun pun menjawab:
"Aku tidak mampu..."

🔹Berkatalah Bahlul:
"Maka ketahuilah, engkau hanyalah seorang raja dunia...engkau bukanlah Raja yang sesungguhnya (Allah ta'ala).
Aku tidak butuh kepadamu.

📕Uqalaul Majanin-Abul Qasim al Hasan bin Muhammad bin Habib an Naisaburiy (Wafat 406H).

=======
🔰🌠Forum Salafy Purbalingga

↗JOIN dengan kami di chanel:
http://tlgrm.me/ForumSalafyPurbalingga

BERITA GEMBIRA BAGI PENGAJAR KEBAIKAN

MUTIARA HADIST

BERITA GEMBIRA BAGI PENGAJAR KEBAIKAN

🖊 عَنْ أَبِي أُمَامَةَ الْبَاهِلِيِّ رضي الله عنه قَالَ : ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ رَجُلَانِ : أَحَدُهُمَا عَابِدٌ، وَالْآخَرُ عَالِمٌ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : (( فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ ))

💭 ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : ((••• إِنَّ اللَّهَ، وَمَلَائِكَتَهُ، وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ، وَالْأَرَضِينَ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا، وَحَتَّى الْحُوتَ ؛ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ •••))

📌صححه الألباني في
صحيح الترمذي  رقم : (2685)

🖊 Dari sahabat Abu Umamah al-Bahili radhiyallahu'anhu ia berkata : Disebutkan kepada Rosulullah shallallaahu' alaihiwasallam tentang DUA orang, salah satunya adalah ahli ibadah dan yang lain adalah seorang alim,

💬 Maka Rosulullah shallallaahu'alaihiwasallam pun bersabda :
`•••Keutamaan seorang alim di atas ahli ibadah seperti keutamaanku ditengah-tengah kalian.Lalu beliau melanjutkan sabdanya Sesungguhnya :
🔅 Allah
🔅 Para malaikat-Nya
🔅 Para penduduk langit dan bumi
🔅 Bahkan semut yang ada di lubangnya
🔅 Dan juga ikan akan bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada sesama manusia•••

📌 Dishahihkan oleh Imam al-Albani rahimahullaah di dalam shahih Tirmidzi no 2685

🎙 Berkata Imam Ibnul Qoyyim rahimahullaah :
☝🏻 Tatkala mengajarkan kebaikan kepada manusia merupakan sebab keselamatan, kebahagiaan serta bersihnya jiwa-jiwa mereka, maka Allah pun membalas kebaikan orang tersebut dengan shalawat dari-Nya, para malaikat-Nya, serta penduduk bumi, yang menjadi sebab keselamatan, kebahagiaan dan keberuntungannya.

📜 Sumber : Miftah Daris Sa'adah 1/63

🎙 قـال الإمـام ابن الـقـيم رحمه الله :

لمّا كان تعليمُه للناس الخير سببًا لنجاتهم
وسعادتهم ،
وزكاة نفوسهم ،
جازاهُ اللهُ مِن جِـنْس عَملـهِ ،
بـأنْ جعَـل عـليه مِنْ صلاتـهِ
وصلاةِ ملائكته
وأهـل الأرض
ما يكون سبباً لـنجاته ، وسعادته ،
وفلاحه .

📜 مفتاح دار الـسعادة : (63/1)

•••┈••••○❁🌻❁○••••┈•••

✍🏻WhatsApp
Ⓚ①ⓉⒶ🌏ⓈⒶⓉⓊ
Bagi-bagi faedah ilmiahnya....ayo segera  bergabung
🌐📲 Join Channel Ⓚ①Ⓣ
https://bit.ly/KajianIslamTemanggung

📻📡 Dengarkan••• [ VERSI BARU❗ ]  Kajian Islam dan Murotal al-Quran setiap saat di Radio Islam Indonesia
http://bit.ly/AplikasiRadioIslamIndonesia2

≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈

Jumat, 29 September 2017

AUDIO Nasehat Indah untuk salafiyun dalam berdakwah di masyarakat umum

AUDIO *Nasehat Indah untuk salafiyun dalam berdakwah di masyarakat umum*

Beginilah seharusnya berakhlaq salafiyun kepada masyarakat .

Uraian isi kajian dibawah ini insyaAllah, diantaranya :

👉🏻 Jenis Bashiroh dalam berdakwah, ilmu tentang materi yang disampaikan dan ilmu tentang mad'u

👉🏻 Salafi harusnya orang yang paling pertama dalam melakukan kebaikan di masyarakat

👉🏻 Ucapkan dan tebarkan salam

👉🏻 Jangan membuat aneh dan memperaneh dakwah salafi di tengah masyarakat

👉🏻 Beradab dan berakhlak yang baik dengan masyarakat.

⛔ Hal yang sepele bisa jadi hal yang besar bagi masyarakat agar dakwah tidak ada kendala di masyarakat.

🤝 Bermuamalah dengan masyarakat yang tentunya tidak melanggar aturan aturan syar'i.

👍🏿 Berikut ini pembahasan lugas, jelas dan penuh makna yang disampaikan oleh ustadz kita :

*Al-Ustadz Luqman Ba'abduh* _Hafizhahulloh ta'ala_

Link Donlod https://m.box.com/shared_item/https%3A%2F%2Fapp.box.com%2Fs%2Flbayj0ctd9h1odzidjdg?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C5772600381

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

📮 *WhatsApp SaLaM || Salafy Makassar*
_Mempererat Ukhuwah dengan Salam_

🔵 *Channel Telegram* https://t.me/salafymakassar

🖥  *Website* http://salafymakassar.net

Sabtu, 02 September 2017

SEPULUH HAK PERSAUDARAAN

✋🏻🌸🌺🌷 *SEPULUH HAK PERSAUDARAAN*

✍🏻 _Asy-Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Alu asy-Syaikh hafizhahullah_

● *Hak pertama:*

*أن يُحب أخاه لله لا لغرض من الدنيا*

_Seseorang mencintai saudaranya karena Allah, bukan karena sebuah tujuan duniawi._

● *Hak kedua:*

*أن يقدم الأخ لأخيه الإعانة بالمال وبالنفس*

_Seseorang memberi bantuan kepada saudaranya dengan harta dan jiwanya._

● *Hak ketiga:*

*حفظ العِرض ، ولأداء هذا الحق مظاهر :*
*– تسكت عن ذكر العيوب .*
*– لا تدقق معه السؤال .*
*– تحفظ أسراره .*

_Seseorang menjaga kehormatan saudaranya. Untuk menunaikan hak ketiga ini, ada beberapa bentuk:_
◎ Engkau diam, tidak menyebut aibnya.
◎ Engkau tidak menanyainya dengan rinci.
◎ Engkau menyimpan rahasia-rahasianya.

● *Hak keempat:*

*أن تُجنب أخاك سوء الظن به .*

_Engkau menjauhi sikap buruk sangka terhadapnya._

● *Hak kelima:*

*أن تتجنب مع إخوانك المراء والممارات ، والمراء له أسباب:*
*– يُظهر أنه لم يستسلم لوجهة النظر .*
*– الرغبة في الانتصار .*
*– عدم رعاية آفات اللسان.*

_Engkau menjauhi perdebatan dengan saudara-saudaramu. Perdebatan memiliki beberapa sebab:_
◎  Dia menunjukkan bahwa tidak bisa menerima (sebuah pendapat) karena memiliki sebuah sisi pandang.
◎ Dia ingin membela (pendapatnya)
◎ Dia tidak waspada dari penyakit-penyakit lisan

● *Hak keenam:*

*بذل اللسان لأخيك ، وله مظاهر :*
*– لا تكن شحيحا بلسانك .*
*– شكرُه على بذله .*
*– أن تثني عليه في غير حضوره .*

_Membantu saudaramu dengan lisan. Hal ini memiliki beberapa bentuk:_
◎ Janganlah engkau kikir dengan lisanmu.
◎ Engkau berterima kasih atas bantuannya.
◎ Engkau memujinya ketika dia tidak ada bersamamu.

● *Hak ketujuh:*

*العفو عن الزَّلات.*

_Memaafkan kesalahan/ketergelinciran._

● *Hak kedelapan:*

*الفرح بما آتاه الله جل وعلا ، في المال والعلم والدين والصلاح.*

_Merasa gembira dengan apa yang Allah limpahkan kepadanya dalam hal ilmu, agama, dan kesalehan._

● *Hak kesembilan:*

*أن يكون بينك وبين إخوانك تعاون في الخير والصلاح.*

_Ada ta’awun antara dirimu dan saudara-saudaramu, dalam hal kebaikan dan kesalehan_

● *Hak kesepuluh:*

*أن يكون بين أصحاب الأخوة الخاصة تشاور وتآلف فيما بينهم.*

_Ada musyawarah dan rasa kedekatan di antara orang-orang yang memiliki ukhuwah yang khusus._

🌏 *Sumber* || http://www.ajurry.com/vb/showthread.php?t=35118

⚪ *WhatsApp Salafy Indonesia*
⏩ *Channel Telegram* || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Sabtu, 19 Agustus 2017

SYUBHAT………SIBUKKAN DIRI DENGAN BELAJAR, JANGAN SIBUKAN DIRI DENGAN FITNAH

SYUBHAT………SIBUKKAN DIRI DENGAN BELAJAR, JANGAN SIBUKAN DIRI DENGAN FITNAH

Asy-Syaikh al-‘Allamah Zaid al-Madkhali رحمه الله pernah ditanya:

Seorang penanya dari Emirat mengatakan: Apa nasehat anda wahai syaikh teruntuk seorang pemula yang menyibukkan dirinya dengan berbagai bantahan dan ucapan para ‘ulama dalam kondisi ia belum mengetahui (berilmu) bahkan meskipun tentang fikih thaharah maupun yang lainnya?

Jawaban:

Nasehatku, hendaklah ia mempelajari agama ini baik dalam perkara akidah, syariat-ibadah, akhlak, maupun dalam perkara manhaj yang ia berjalan di atasnya. Dan diantaranya adalah kitab-kitab bantahan yang diletakkan oleh salafush shalih dan para pengikutnya guna membantah ahlu ahwa dan bid’ah. Betapa banyaknya kitab-kitab bantahan itu di setiap zaman dan tempat.

Maka tidak boleh bagi seorang pun menjadikan minimnya pengetahuan tentang fikih bersuci atau fikih shalat sebagai alasan untuk mengharamkan manusia dari mendengarkan kitab-kitab bantahan, karya-karya tulis tentangnya, mengambil faedah dari tulisan-tulisan tersebut, atau dari membacanya.

Sesungguhnya agama itu sempurna. Maka sebagaimana kita wajib mempelajari perkara-perkara akidah dan syariat-syariat ibadah, demikian juga kita wajib mempelajari manhaj yang realistis dan memahami sunnah supaya kita dapat mengamalkannya serta mengetahui lawannya agar kita dapat menjauhinya yaitu bid’ah. Inilah yang sudah seharusnya dilakukan.

Sehingga tidak boleh bagi seorangpun berkata kepada orang-orang “Tinggalkan bantahan-bantahan ini, tinggalkan ini dan itu, namun yang wajib bagi kalian adalah demikian dan demikian,” ini merupakan ucapan tanpa ilmu. Karena bila seorang itu tidak mengetahui keburukan, niscaya ia akan terjatuh ke dalamnya. Dan bantahan-bantahan itu akan menjelaskan jalan kebaikan dari jalan-jalan kejelekan. Oleh karena itu, hendaknya ia mendengarkan rekaman, membaca kitab, dan mendengar dari seorang ‘alim tentang seluruh tingkatan agama: baik itu perkara akidah, syariat, sunnah, maupun manhaj.

Tidaklah para pelaku bid’ah itu diketahui, sejak zaman dahulu kala dari masa shahabat hingga hari kita ini kecuali melalui kitab-kitab bantahan atas mereka. Seandainya kitab-kitab bantahan itu tidak didapati di berbagai tempat dan zaman, niscaya manusia tidak akan mengetahui ahlu bid’ah dan tidak akan mampu memperingatkan umat dari para mubtadi’.
Namun wajib bagi para ahli bantahan itu menetapi janji kepada Allah untuk tidak berkata kecuali kebenaran, dan tidak menuduh seorang pun tanpa bukti dan pengetahuan, baik melalui tulisan-tulisan, catatan-catatan, rekaman, ataupun karya tulisnya.

Inilah metode bantahan. Dan tanpa itu, tidak boleh bagi seorang pun melemparkan bantahan hanya berdasarkan dugaan belaka dan tuduhan tanpa adanya bukti yang nyata. Na’am.

Sumber: http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=134573#entry656621

* Alih bahasa: Syabab Forum Salafy

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

سئل الشيخ العلامة زيد المدخلي رحمه الله:

سائل من الإمارات يقول: ما نصيحتكم يا شيخ لمن شغل نفسه من المبتدئين بما بين العلماء من الردود والأقوال ولا يعرف حتى فقه الطهارة وغيرها؟

الجواب: نصيحتي له أن يتفقَّه في الدين، في عقيدته وفي الشعائر التعبُّدية، وفي سلوكه وفي منهجه الذي يسير عليه، ومن ذلك كتب الردود التي رد بها السلف الصالح وأتباعهم على أهل الأهواء والبدع وما أكثرها في كل زمان ومكان. فلا يجوز لأحد أن يتذرَّع بقلة الفقه في الطهارة أو الصلاة يتذرع بذلك ليُحرِم الناس من سماع كتب الردود وكتابتها والاستفادة منها وقراءتها، وإنما الدين كامل فكما يجب أن نتفقه في العقيدة وفي الشعائر التعبدية نتفقَّه كذلك في المنهج العملي وفي السُّنة لنعمل بها ونتعرف على ضدها لنجتنبه وهي البدعة. فهذا هو الذي ينبغي أن يكون، فلا يجوز لأحد أن يقول للناس اتركوا هذه الردود واتركوا كذا وكذا وعليكم بكذا، هذا بدون علم يقول، لأنه إن لم يعرف الشر وقع فيه، والردود تبيِّن طريق الخير من طرق الشر، فيسمع الشريط ويقرأ الكتاب ويسمع من العالم في جميع مراتب الدين: عقيدة وشريعة، سُنَّة ومنهج. وما عُرف لنا أصحاب البدع من قديم الزمان من عهد الصحابة إلى يومنا هذا إلا بواسطة كتب الردود عليهم. فلو لم توجد كتب الردود في

Jumat, 04 Agustus 2017

KEUTAMAAN HARI JUM'AT


*🌅🌉KEUTAMAAN HARI JUM'AT*

📌Rasulullah shallahu-alaihi-wasallam bersabda :
إن الله يبعث الأيام يوم القيامة على هيئتها ويبعث الجمعة زهراء منيرة لأهلها فيحفون بها كالعروس تهدى إلى كريمها تضيء لهم يمشون في ضوئها
ألوانهم كالثلج بياضا
رياحهم تسطع كالمسك
يخوضون في جبال الكافور
ينظر إليهم الثقلان ما يطرقون تعجبا حتى يدخلوا الجنة لا يخالطهم أحد إلا المؤذنون المحتسبون

" Sesungguhnya Allah Ta'ala membangkitkan hari-hari pada hari kiamat sesuai bentuk-bentuknya, dan membangkitkan hari Jum'at dengan penuh sinar cerah, terang benderang bagi yang mengindahkannya. Lalu mereka bersinar dengannya seperti para pengantin, yang menunjukkan akan kemuliannya, yang menyinari mereka ketika mereka berjalan di bawah sinarannya.

🔹Warna kulit-kulit mereka seperti salju yang sangat putih,
Wangi aroma mereka semerbak seperti misik, mereka saling berbincang-bincang di gunung-gunung kaafura (campuran minuman penduduk al-Jannah).

🔸Jin dan manusia melihat mereka dan tidak mampu memulai pembicaran karena takjub, sampai mereka masuk al-Jannah. Tidak ada yang bercampur baur dengan mereka kecuali para muaddzin yang mengharapkan pahala dari Allah Ta'ala."

📚 Shahih al-Jami no 1872

✍🏻 Rasulullah shallahu-alaihi-wasallam bersabda :
أضل اللهُ عن الجمعة مَن كان قبلنا
فكان لليهود يوم السبت
وكان للنصارى يوم الأحد
فجاء الله بنا فهدانا الله ليوم الجمعة
فجعل الجمعة والسبت والأحد وكذلك هم تبع لنا يوم القيامة
نحن الآخرون من أهل الدنيا
والأولون يوم القيامة المقضي لهم قبل الخلائق

"Allah Ta'ala telah sesatkan dari hari Jum'at orang-orang sebelum kita. Maka untuk orang-orang Yahudi hari Sabtu, dan untuk orang-orang Nasrani hari Ahad.
☀ Lalu Allah datangkan kita (kaum muslimin), Allah tunjukkan kita kepada hari Jum'at.

🔑 Maka Allah menjadikan Jum'at, kemudian Sabtu, kemudian Ahad. Mereka juga kelak dibelakang kita pada hari kiamat.
Kita adalah generasi terakhir dari penduduk dunia, namun yang pertama yang diselesaikan urusannya sebelum seluruh makhluk."

📗HR. Muslim 856

🔅Rasulullah shallahu-alaihi-wasallam bersabda :

لا تطلعُ الشمسُ ولا تغربُ على يوم أفضلَ من يوم الجمعة
"Tidaklah Matahari terbit dan tidak pula terbenam pada suatu hari, yang lebih utama dari pada hari Jum'at".

📕Shahih al-Mawarid 459

👉🏻Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:

يوم الجمعة يوم عبادة
وهو في الأيام كشهر رمضان في الشهور
وساعة الإجابة فيه كـ ليلة القدر في رمضان

"Hari Jum'at adalah hari ibadah. Kedudukan hari Jum'at di antara hari-hari lainnya seperti kedudukan bulan Ramadhan di antara bulan-bulan lainnya.
Dan satu waktu yang dikabulkan doa padanya bagaikan malam Lailatul Qadr pada bulan Ramadhan."

📚Zaadu al-Ma'aad juz 1, hal 398

🔸Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :
رسول الله ﷺ سيدُ الأنام
ويوم الجمعة سيد الأيام
فللصلاة عليه في هذا اليوم مزية ليست لغيره
Rasulullah shallahu-alaihi-wasallam adalah pemimpin makhluk. Sedangjan hari Jum'at adalah pemimpin hari-hari.
Maka bershalawat kepada beliau pada hari ini memiliki keistimewaan yang tidak ada pada selainnya."

📕Zaadu al-Ma'aad juz 1, hal 376

اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم وبارك على محمد وعلى آل محمد كما باركت على آل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد.

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://tlgrm.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

MENUTUP MALAM DENGAN DO'A PERLINDUNGAN DARI ADZAB


🔥 🌻 MENUTUP MALAM DENGAN DO'A PERLINDUNGAN DARI ADZAB🌷

🍏 Dari Hafshah isteri Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam apabila hendak tidur, beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipinya (dalam riwayat lain, beliau menjadikan tangan kanannya sebagai bantal), kemudian beliau berdo'a,

اللَّهُمَّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ، عِبَادَكَ

📝 ALLOHUMMA QINI ADZABAKA YAUMA TAB'ATSU IBADAKA

👉🏻 "Ya Allah, lindungilah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu."

⛔️  Dalam beberapa riwayat terdapat tambahan "Diucapkan sebanyak 3 kali" akan tetapi Syaikh Al-Albani menegaskan bahwa tambahan tersebut adalah munkar syadz (yakni tambahan lemah).

🌏 HR. Abu Daud (no.5045) dan Tirmidzi (no.3398), Lihat Ash-Shahihah (no.2754) dan Ta'liq Adabul Mufrod (hal.470)
📝 Disajikan oleh Tim Warisan Salaf

〰〰➰〰〰
🍉 Warisan Salaf menyajikan Artikel dan Fatawa Ulama Ahlussunnah wal Jama'ah
🍏 Ikuti Channel kami di telegram https://bit.ly/warisansalaf
💻 Situs Resmi http://www.warisansalaf.com

Sabtu, 29 Juli 2017

Hal-hal yang Memudahkan Seseorang Meninggalkan Kemaksiatan yg Biasa Dilakukan

Al-Istifadah:
💐📝 Hal-hal yang Memudahkan Seseorang Meninggalkan Kemaksiatan yg Biasa Dilakukan

1) Bersabar, dan mengharap pahala dari Allah terhadap kesabaran itu

2) Bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu Dien

3) Bersandar dan bertawakkal kepada Allah

4) Takut disegerakannya adzab di dunia, misalkan kurangnya rezeki, penyakit, dsb akibat dosa itu

5) Menjaga diri utk tidak makan dan minum kecuali yang halal

6) Mengingat (akan datangnya) saat-saat ia  berdiri di hadapan Allah (pada hari kiamat)

7) Mengingat cepatnya waktu berlalu ia akan bertemu dengan Allah. Mengingat demikian cepatnya dunia akan berakhir

8)Menjauh dari teman duduk yang buruk atau persahabatan dgn orang-orang yang menyimpang/fasik.

9) Berlindung kepada Allah dari syaithan

10) Memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah)

11) Menahan diri utk tidak berlebihan banyak berbicara, memandang, dan makan

12) Memperbanyak berbuat kebaikan/ amal sholih

<< Catatan Abu Utsman Kharisman pada dars Kitabut Taubah min Mukhtashar Shahih Muslim yg disampaikan Syaikh Kholid adz-Dzhafiriy di Ma'had al-Anshar Sleman Yogya ba'da Subuh Selasa,1 Dzulqa'dah 1438 H/25 Juli 2017 M >>

💡💡📝📝💡💡

WA al I'tishom

Rabu, 12 Juli 2017

BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK


💐🌷🌻🌹 NASEHAT ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY UNTUK HANI BIN BURAIK

يا أبا علي، دعوة صافية مع كسرة رغيف خير من الدنيا وما فيها، وسلامة الدين وراحة النفس لا يعدلها شيء في الدنيا.

"Wahai Abu Ali, dakwah yang bersih walaupun hanya makan dengan sepotong roti, lebih baik dibandingkan dengan dunia seisinya, dan keselamatan agama serta ketenangan hati tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia ini."

🌍 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 1)

الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، وبعد:

Seandainya saya bersikap basa-basi kepada seseorang dalam urusan agama, tentu saya akan bersikap basa-basi kepada al-Akh Hani bin Buraik, karena antara saya dengan dia terdapat persahabatan yang lama, saya telah berhubungan dekat dengannya selama 3 dekade, dan di masa itu antara dia dengan saya ada kecintaan, penghormatan, dan keakraban, di masa itu saya mengenalnya dengan sikap-sikap yang mulia, diantaranya sikapnya terhadap fitnah Abul Hasan, sikapnya terhadap fitnah al-Hajury, dan sikap terakhirnya yang mulia adalah tentang perang terhadap Hutsiyun di Kitaf, kemudian perang terhadap Hutsiyun di Aden.

Ketika muncul fitnah Watsiqah Muhammad al-Imam, para pengikut Muhammad al-Imam menghadapi watsiqah tersebut dengan sikap fanatik busuk, dan setelah berlalu lebih dari sebulan maka asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry mengkritiknya —dan ketika itu kami sedang mengadakan daurah di Indonesia di bulan Syawwal 1435 H—, lalu para pengikut Muhammad al-Imam membantah vonis mubtadi’ terhadapnya dengan bantahan yang tidak bermutu yang menunjukkan kengawuran dan tidak mempedulikan. Lalu Hani bin Buraik mendengar bantahan mereka yang ngawur, maka dia membantah mereka dengan ucapannya yang terkenal itu di Indonesia, namun ketika itu saya mencelanya dengan sebab ucapan dia tersebut, karena ucapan itu lebih banyak merugikan dibandingkan memberi manfaat.

Setelah ucapan Hani di Indonesia tersebut, para fanatikus Muhammad al-Imam membantah Hani bin Buraik, dan mereka mengeluarkan hal-hal lama yang pernah dilakukan oleh Hani bin Buraik, diantaranya yang mereka sebutkan adalah tentang Jum’iyyah asy-Syarurah, tampilnya dia di beberapa foto, dan hal-hal lain yang saya tidak mengetahui sebelumnya. Lalu mereka mentahdzirnya, dan dengan hal inilah telah tamat riwayat Hani bin Buraik menurut orang-orang rendahan itu, padahal para ulama belum berbicara, dan menurut mereka siapa saja yang tidak merasa puas dengan kedunguan mereka itu, maka dia termasuk fanatikus Hani bin Buraik.

Kemudian, orang-orang yang mengurus ma’had Fiyusy melarang para penuntut ilmu dari luar Yaman untuk menghadiri ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Hani bin Buraik yang menyerukan untuk memerangi Hutsiyun, dan beberapa waktu setelah itu mereka mengusir para penuntut ilmu yang dari luar Yaman dari Fiyusy, dan mereka menyebarkan kedustaan yang masyhur, yaitu bahwasanya Presiden Yaman memerintahkan untuk mengusir para penuntut ilmu dari luar Yaman, dan kami telah menjelaskan dari beberapa sisi —di tempat yang lain— bahwa klaim ini tidak benar secara meyakinkan.

📑 Bersambung ke Bagian 2 (In sya Allah..)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 2)

Hani bin Buraik menyampaikan ceramah di masjid ash-Shahabah, namun dia tidak tepat dalam menangani permasalahan, dan cara yang dilakukan oleh Hani mendorong saya untuk keluar dari ceramahnya tersebut dengan berat hati sebelum selesai. Dan pada hari berikutnya ketika kami pergi ke Gubernur Lahj untuk membicarakan tentang urusan para penuntut ilmu dari luar Yaman, terjadi diskusi yang panjang antara saya dengan dia, sampai suara meninggi di dalam mobil, dan diantara yang hadir ketika itu adalah asy-Syaikh Nashir az-Zaidy dan al-Akh al-Fadhil Abdur Rauf Ibad.

Beberapa waktu kemudian muncul darinya beberapa hal yang menyelisihi syari'at, seperti memakai celana panjang yang ketat dan menutupi mata kaki, bermudah-mudahan dalam masalah gambar hingga keluar dari batas darurat atau kebutuhan, dan yang lainnya. Dan kami telah menasehatinya secara pribadi melalui whatsapp, dan kami bertekad untuk menasehati dan berbicara dengannya jika kami berjumpa dengannya, namun kami tidak berjumpa dengan Hani kecuali setelah dia menjabat sebagai menteri, yaitu ketika Hani mengundang kami untuk bertemu dengannya di sebuah tempat. Maka semua Masyayikh pergi ke sana bersama dengan beberapa ikhwah yang lain, dan terjadilah diskusi yang sengit antara saya dengan dia dengan disaksikan oleh ikhwah.

Setelah dia menjabat sebagai menteri, muncullah para fanatikus Muhammad al-Imam berlagak sebagai orang-orang yang menasehati, mereka mentahdzir Hani bin Buraik semata-mata karena Presiden mengangkatnya sebagai menteri, dan mereka membawakan dalil-dalil dan riwayat-riwayat yang melarang dari meminta jabatan, dan mereka tidak membedakan antara meminta jabatan karena ambisi, dengan negara menunjuk seseorang untuk memegang sebuah jabatan karena membutuhkannya, terlebih di saat negara dalam keadaan krisis yang parah dan sedikitnya orang-orang yang bekerja dengan baik, serta banyaknya orang-orang yang mempermainkan keuangan negara.

Mereka juga menyebutkan bahwa masuk ke dalam politik termasuk perbuatan kelompok al-Ikhwanul Muslimun, dan mereka tidak membedakan antara majelis pembuat keputusan yang dalam undang-undangnya bersandar dengan suara mayoritas, dengan sebuah kementerian yang menterinya ditunjuk oleh Presiden untuk mengurusi orang-orang yang luka-luka dalam perang dan yang mati syahid, tanpa ikut campur dalam kegiatan demokrasi.

Jadi bahayanya bukan pada semata-mata pengangkatannya sebagai pejabat, sebagaimana anggapan orang-orang dekat Muhammad al-Imam, tetapi bahaya itu jika Hani datang untuk mengikuti tes atau ujian yang sesungguhnya untuk meraih jabatan, lalu bisa jadi kelayakannya untuk jabatan tersebut terbukti dan dia mengerahkan kemampuannya yang diharapkan oleh negara dan jauh dari kesalahan-kesalahan sebatas kemampuannya, atau bisa jadi dia gagal. Jadi hasilnya akan nampak setelah itu. Sehingga permasalahannya bukan karena menerima jabatan semacam ini, berbeda dengan yang dipahami oleh orang yang tergesa-gesa lalu mentahdzir, dan tahdzir mereka itu menyingkapkan betapa dangkal dan rendah pemahaman mereka.

📑 Bersambung ke Bagian 3 (In sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 3)

Beberapa waktu kemudian saudara kami Hani ingin mengajak para pemuda di Aden untuk memerangi ISIS, bahkan dia bersikeras dan beberapa kali mengulangi hal itu, lalu para penuntut ilmu menyanggahnya dengan menyatakan bahwa masalah ini harus pemerintah yang pertama kali memintanya, kemudian yang kedua membutuhkan musyawarah dengan para Masyayikh kita yang mulia. Jadi sebagaimana kita tidak memerangi Hutsiyun kecuali berdasarkan fatwa ulama dakwah salafiyyah, maka demikian juga kita tidak akan memerangi ISIS kecuali berdasarkan fatwa ulama kita. Hanya saja saudara kami Hani tetap bersikeras, dan muncullah kerenggangan antara dia dengan saudara-saudaranya sesama Ahlus Sunnah.

Beberapa waktu kemudian kesalahan-kesalahan ini semakin parah, dan diantaranya adalah twit-twitnya dan pembicaraannya di facebook dengan kecenderungan sektarian yang membicarakan tentang Yaman Selatan dan rakyat Yaman Selatan serta tentang pemisahan Yaman Selatan dari Republik Yaman. Juga pujiannya kepada seseorang yang dahulu salafy lalu terfitnah dengan pemikiran takfir dan bergabung dengan ISIS, lalu dia terbunuh bersama ISIS. Hani memujinya bahkan setelah kematiannya, dengan dalih dia dahulu termasuk yang berjihad di Kitaf, dan dia telah bertaubat atau ingin bertaubat dari ISIS.

Maka kami dan para Masayikh yang mulia bermusyawarah, diantaranya Nashir az-Zaidy, Yasin al-Adny, Shalah Kantusy, Zakariyya bin Syu’aib, Abbas al-Jaunah, Munir as-Sa’dy, Abdur Rauf Ibad, Arafat al-Muhammady, dan selain mereka. Lalu kami sepakat untuk menasehatinya dan menunjukkan kesalahan-kesalahan ini kepadanya, dan para Masayikh tersebut menunjuk saya untuk mewakili mereka, maka saya menyerahkan surat yang bernada keras kepadanya pada tanggal 22 Sya’ban 1437 H.

📑 Bersambung ke Bagian 4 (In Sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 4)

Di awal surat tersebut disebutkan, "Ada beberapa perkara yang kami jumpai dalam urusan dakwah di Aden yang kami menilai bahwa kita harus saling menasehati padanya, karena perkara-perkara tersebut sangat membahayakan dakwah salafiyyah, terlebih di waktu-waktu terakhir ini, dan kami tidak ridha dakwah ditimpa keburukan dari arah manapun."

Sedangkan di bagian akhir disebutkan, "Maka takutlah kepada Allah dalam urusan dakwah salafiyyah, dan takutlah kepada Allah berkaitan dengan para ikhwah yang perlu dikasihani yang terjatuh ke pangkuan para pengusung kebathilan karena mereka terfitnah oleh sebagian perkara yang mereka lihat muncul darimu atau dari orang lain."

Namun setelah itu saya tidak menjumpai faedah dari nasehat kepada Hani bin Buraik, maka saya menulis sebuah selebaran kecil yang di dalamnya saya sebutkan bahwa Hani tidak mewakili dakwah salafiyyah, tetapi dia hanya mewakili dirinya sendiri. Dan saya telah menjumpai hal yang sangat menyakitkan dari sebagian orang-orang yang bodoh —semoga Allah memberi hidayah untuk mereka— disebabkan nasehat ini dengan dalih bahwa Hani termasuk pejabat pemerintah.

Maka saya tidak bisa mentahdzir Hani secara menyeluruh, karena termasuk kaidah-kaidah yang kita tempuh sejak awal belajar adalah bahwa tahdzir terhadap orang-orang yang dikenal sebagai salafy hanya hak para ulama.

Maka kami mengangkat kesalahan-kesalahan tersebut kepada Masyayikh kita di Arab Saudi, lalu sebagian Masyayikh menasehatinya, kemudian Hani berhenti dari twit-twitnya selama beberapa waktu.

Dan termasuk sikap-sikap Masyayikh Aden yang terpuji adalah ketika al-Akh Hani ingin mengirim kepada kami bantuan keuangan setiap bulan yang jumlahnya sekitar 2000 Riyal Saudi, dan dia menyebutkan bahwa Masyayikh di Aden membutuhkan bantuan semacam ini untuk menafkahi istri dan keluarga mereka, juga karena kesibukan dakwah mereka. Maka kami berkumpul bersama untuk mendiskusikan masalah ini, lalu kami sepakat untuk menolak tawaran al-Akh Hani bin Buraik dan tidak menerima bantuan darinya.

Kemudian datang berita tentang dipecatnya dia dari jabatan menteri, maka kami mengatakan mudah-mudahan hal itu sebagai sebab dia mau kembali mengajar dan sibuk dengan ilmu. Namun kami dikejutkan dengan berita naiknya dia ke podium dan bergabung bersama orang-orang awam, di samping kemunculannya mengandung sikap melawan pemerintah yang memalukan, sehingga kami merasa sangat terpukul, terlebih lagi gambar-gambar yang menunjukkan peristiwa itu sangat jelas.

📑 Bersambung ke Bagian 5 (In Sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 5)

Kemudian datang berita tentang dipecatnya dia dari jabatan menteri, maka kami mengatakan mudah-mudahan hal itu sebagai sebab dia mau kembali mengajar dan sibuk dengan ilmu. Namun kami dikejutkan dengan berita naiknya dia ke podium dan bergabung bersama orang-orang awam, di samping kemunculannya mengandung sikap melawan pemerintah yang memalukan, sehingga kami merasa sangat terpukul, terlebih lagi gambar-gambar yang menunjukkan peristiwa itu sangat jelas.

Kemudian asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry membantah Hani  bin Buraik dan menyebutkan bahwa jalan yang dia tempuh sangat buruk. Dan sikap dari asy-Syaikh Ubaid ini ditambahkan pada kamus yang berisi keutamaan-keutamaan mulia dari Masyayikh kita, di mana hal itu menunjukkan bahwa Masyayikh kita tidak bersikap basa-basi kepada siapapun dan mereka berani dengan lantang menyuarakan kebenaran, dan itu merupakan tingkatan yang tidak bisa dicapai oleh orang-orang dekat Muhammad al-Imam walaupun sepersepuluhnya.

Tambahkan lagi bahwa tahdzir asy-Syaikh Ubaid terhadap Hani merupakan tamparan keras di wajah orang-orang yang terus menyebarkan kedustaan bahwa Masyayikh kita dikelilingi oleh orang-orang dekat yang jahat yang suka menyampaikan pernyataan-pernyataan yang tidak jujur dan tidak sesuai dengan kenyataan.

Kemudian kesalahan-kesalahan Hani bin Buraik diangkat oleh sebagian ikhwah kepada asy-Syaikh Rabi’, diantaranya bersikerasnya dia dalam menuntut untuk memisahkan Yaman Selatan dari Republik Yaman, pujiannya terhadap para pemimpin Yaman Selatan terdahulu, dan hal-hal yang lain.

📑 Bersambung Ke Bagian 6 (In Sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 6 - Selesai)

Dan lebih dari setengah bulan yang lalu —terhitung dari hari ini— asy-Syaikh Rabi’ meminta saya agar menasehati al-Akh Hani secara pribadi, dan sayapun mengingatkan dia agar takut kepada Allah, serta saya katakan kepadanya, "Kenapa engkau menuntut untuk memisahkan diri, jika engkau memisahkan diri dari Yaman, maka apakah kita akan membiarkan Yaman Utara dikuasai oleh Hutsiyun Rafidhah?!"

Dan terakhir, tadi malam salah seorang ikhwah mengirim pesan kepada saya dengan mengatakan bahwa asy-Syaikh Rabi' berkata kepada Anda, "Engkau telah menasehati Hani secara rahasia, tetapi dia tidak menerima nasehat tersebut, maka tahdzirlah dia dan kesalahan-kesalahannya dengan dalil-dalil."

● Dan asy-Syaikh Rabi' menambahkan, "Sampaikan dariku bahwa sesungguhnya saya mentahdzir Hani dan kelakuan-kelakuannya, dan apa yang disebarkan dari saya tentang sikap diam saya terhadapnya adalah tidak benar."

● Beliau juga mengatakan, "Bahkan Masayikh Aden yang lain, katakan kepada mereka agar mereka membantahnya dan jangan mendiamkan kesalahan-kesalahannya, karena hal ini akan membahayakan dakwah."

Saya katakan: demikianlah, maka hendaknya tahdzir yang muncul dari para penuntut ilmu berupa dalil-dalil dan bukti-bukti, kemudian kesabaran dan saling menasehati, lalu tahdzir di atas bukti nyata, bukan dengan engkau membela dengan segala cara berbagai kesesatan Muhammad al-Imam yang orang awampun mengetahuinya. Atau dengan engkau selama sekitar 10 tahun mendiamkan berbagai kesesatan al-Hajury yang diingkari oleh manusia di belahan bumi yang timur dan barat. Sementara Hani bin Buraik ditahdzir hanya dalam hitungan hari, itupun hanya dengan jarh atau cercaan yang sifatnya global tanpa ada penjelasan. Maka yang semacam ini merupakan cara yang gagal, dan orang-orangnya tidak bisa dijadikan sandaran dalam masalah ini, dan ucapan mereka dalam menilai orang lain tidaklah bisa dipercaya.

Maka ini saya menyampaikan kepada manusia perkataan guru kita asy-Syaikh Rabi’ dalam mentahdzir Hani bin Buraik, dan lembaran Hani telah dilipat oleh para penuntut ilmu. Dan saya terus mengingatkan dia agar takut kepada Allah berkaitan dengan keselamatan dirinya, agar takut kepada Allah dalam urusan dakwah salafiyyah yang membutuhkan orang-orang yang memikulnya dengan kejujuran, bukan malah merugikannya dengan kelakuan-kelakuan buruknya.

Dan saya katakan kepadanya bahwa dakwah tidak akan mengalahkan pihak-pihak yang memusuhinya —seperti kelompok al-Ikhwanul Muslimun dan selain mereka— kecuali dengan istiqamah di atasnya, bukan dengan menyelisihinya. Dan berdakwah disertai sikap istiqamah walaupun minim sarana dan kemampuan, itu jauh lebih kuat dibandingkan dalam keadaan menyelisihinya, meskipun semua sarana untuknya mudah.

Jadi, kekuatan dakwah ini berasal dari pertolongan Allah Ta’ala, kemudian dengan kejujuran bersamanya.

Dan saya telah mengatakan kepadanya: "Wahai Abu Ali, dakwah yang bersih walaupun hanya makan dengan sepotong roti, lebih baik dibandingkan dengan dunia seisinya, dan keselamatan agama serta ketenangan hati tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia ini."

وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله.

✒ Ditulis oleh: Abu Ammar Ali bin Husain asy-Syarafy, yang dikenal dengan Ali al-Hudzaify

📆 Senin, 16 Syawwal 1438 H

🌍 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK


💐🌷🌻🌹 NASEHAT ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY UNTUK HANI BIN BURAIK

يا أبا علي، دعوة صافية مع كسرة رغيف خير من الدنيا وما فيها، وسلامة الدين وراحة النفس لا يعدلها شيء في الدنيا.

"Wahai Abu Ali, dakwah yang bersih walaupun hanya makan dengan sepotong roti, lebih baik dibandingkan dengan dunia seisinya, dan keselamatan agama serta ketenangan hati tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia ini."

🌍 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 1)

الحمد لله رب العالمين، وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، وبعد:

Seandainya saya bersikap basa-basi kepada seseorang dalam urusan agama, tentu saya akan bersikap basa-basi kepada al-Akh Hani bin Buraik, karena antara saya dengan dia terdapat persahabatan yang lama, saya telah berhubungan dekat dengannya selama 3 dekade, dan di masa itu antara dia dengan saya ada kecintaan, penghormatan, dan keakraban, di masa itu saya mengenalnya dengan sikap-sikap yang mulia, diantaranya sikapnya terhadap fitnah Abul Hasan, sikapnya terhadap fitnah al-Hajury, dan sikap terakhirnya yang mulia adalah tentang perang terhadap Hutsiyun di Kitaf, kemudian perang terhadap Hutsiyun di Aden.

Ketika muncul fitnah Watsiqah Muhammad al-Imam, para pengikut Muhammad al-Imam menghadapi watsiqah tersebut dengan sikap fanatik busuk, dan setelah berlalu lebih dari sebulan maka asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry mengkritiknya —dan ketika itu kami sedang mengadakan daurah di Indonesia di bulan Syawwal 1435 H—, lalu para pengikut Muhammad al-Imam membantah vonis mubtadi’ terhadapnya dengan bantahan yang tidak bermutu yang menunjukkan kengawuran dan tidak mempedulikan. Lalu Hani bin Buraik mendengar bantahan mereka yang ngawur, maka dia membantah mereka dengan ucapannya yang terkenal itu di Indonesia, namun ketika itu saya mencelanya dengan sebab ucapan dia tersebut, karena ucapan itu lebih banyak merugikan dibandingkan memberi manfaat.

Setelah ucapan Hani di Indonesia tersebut, para fanatikus Muhammad al-Imam membantah Hani bin Buraik, dan mereka mengeluarkan hal-hal lama yang pernah dilakukan oleh Hani bin Buraik, diantaranya yang mereka sebutkan adalah tentang Jum’iyyah asy-Syarurah, tampilnya dia di beberapa foto, dan hal-hal lain yang saya tidak mengetahui sebelumnya. Lalu mereka mentahdzirnya, dan dengan hal inilah telah tamat riwayat Hani bin Buraik menurut orang-orang rendahan itu, padahal para ulama belum berbicara, dan menurut mereka siapa saja yang tidak merasa puas dengan kedunguan mereka itu, maka dia termasuk fanatikus Hani bin Buraik.

Kemudian, orang-orang yang mengurus ma’had Fiyusy melarang para penuntut ilmu dari luar Yaman untuk menghadiri ceramah-ceramah yang disampaikan oleh Hani bin Buraik yang menyerukan untuk memerangi Hutsiyun, dan beberapa waktu setelah itu mereka mengusir para penuntut ilmu yang dari luar Yaman dari Fiyusy, dan mereka menyebarkan kedustaan yang masyhur, yaitu bahwasanya Presiden Yaman memerintahkan untuk mengusir para penuntut ilmu dari luar Yaman, dan kami telah menjelaskan dari beberapa sisi —di tempat yang lain— bahwa klaim ini tidak benar secara meyakinkan.

📑 Bersambung ke Bagian 2 (In sya Allah..)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 2)

Hani bin Buraik menyampaikan ceramah di masjid ash-Shahabah, namun dia tidak tepat dalam menangani permasalahan, dan cara yang dilakukan oleh Hani mendorong saya untuk keluar dari ceramahnya tersebut dengan berat hati sebelum selesai. Dan pada hari berikutnya ketika kami pergi ke Gubernur Lahj untuk membicarakan tentang urusan para penuntut ilmu dari luar Yaman, terjadi diskusi yang panjang antara saya dengan dia, sampai suara meninggi di dalam mobil, dan diantara yang hadir ketika itu adalah asy-Syaikh Nashir az-Zaidy dan al-Akh al-Fadhil Abdur Rauf Ibad.

Beberapa waktu kemudian muncul darinya beberapa hal yang menyelisihi syari'at, seperti memakai celana panjang yang ketat dan menutupi mata kaki, bermudah-mudahan dalam masalah gambar hingga keluar dari batas darurat atau kebutuhan, dan yang lainnya. Dan kami telah menasehatinya secara pribadi melalui whatsapp, dan kami bertekad untuk menasehati dan berbicara dengannya jika kami berjumpa dengannya, namun kami tidak berjumpa dengan Hani kecuali setelah dia menjabat sebagai menteri, yaitu ketika Hani mengundang kami untuk bertemu dengannya di sebuah tempat. Maka semua Masyayikh pergi ke sana bersama dengan beberapa ikhwah yang lain, dan terjadilah diskusi yang sengit antara saya dengan dia dengan disaksikan oleh ikhwah.

Setelah dia menjabat sebagai menteri, muncullah para fanatikus Muhammad al-Imam berlagak sebagai orang-orang yang menasehati, mereka mentahdzir Hani bin Buraik semata-mata karena Presiden mengangkatnya sebagai menteri, dan mereka membawakan dalil-dalil dan riwayat-riwayat yang melarang dari meminta jabatan, dan mereka tidak membedakan antara meminta jabatan karena ambisi, dengan negara menunjuk seseorang untuk memegang sebuah jabatan karena membutuhkannya, terlebih di saat negara dalam keadaan krisis yang parah dan sedikitnya orang-orang yang bekerja dengan baik, serta banyaknya orang-orang yang mempermainkan keuangan negara.

Mereka juga menyebutkan bahwa masuk ke dalam politik termasuk perbuatan kelompok al-Ikhwanul Muslimun, dan mereka tidak membedakan antara majelis pembuat keputusan yang dalam undang-undangnya bersandar dengan suara mayoritas, dengan sebuah kementerian yang menterinya ditunjuk oleh Presiden untuk mengurusi orang-orang yang luka-luka dalam perang dan yang mati syahid, tanpa ikut campur dalam kegiatan demokrasi.

Jadi bahayanya bukan pada semata-mata pengangkatannya sebagai pejabat, sebagaimana anggapan orang-orang dekat Muhammad al-Imam, tetapi bahaya itu jika Hani datang untuk mengikuti tes atau ujian yang sesungguhnya untuk meraih jabatan, lalu bisa jadi kelayakannya untuk jabatan tersebut terbukti dan dia mengerahkan kemampuannya yang diharapkan oleh negara dan jauh dari kesalahan-kesalahan sebatas kemampuannya, atau bisa jadi dia gagal. Jadi hasilnya akan nampak setelah itu. Sehingga permasalahannya bukan karena menerima jabatan semacam ini, berbeda dengan yang dipahami oleh orang yang tergesa-gesa lalu mentahdzir, dan tahdzir mereka itu menyingkapkan betapa dangkal dan rendah pemahaman mereka.

📑 Bersambung ke Bagian 3 (In sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 3)

Beberapa waktu kemudian saudara kami Hani ingin mengajak para pemuda di Aden untuk memerangi ISIS, bahkan dia bersikeras dan beberapa kali mengulangi hal itu, lalu para penuntut ilmu menyanggahnya dengan menyatakan bahwa masalah ini harus pemerintah yang pertama kali memintanya, kemudian yang kedua membutuhkan musyawarah dengan para Masyayikh kita yang mulia. Jadi sebagaimana kita tidak memerangi Hutsiyun kecuali berdasarkan fatwa ulama dakwah salafiyyah, maka demikian juga kita tidak akan memerangi ISIS kecuali berdasarkan fatwa ulama kita. Hanya saja saudara kami Hani tetap bersikeras, dan muncullah kerenggangan antara dia dengan saudara-saudaranya sesama Ahlus Sunnah.

Beberapa waktu kemudian kesalahan-kesalahan ini semakin parah, dan diantaranya adalah twit-twitnya dan pembicaraannya di facebook dengan kecenderungan sektarian yang membicarakan tentang Yaman Selatan dan rakyat Yaman Selatan serta tentang pemisahan Yaman Selatan dari Republik Yaman. Juga pujiannya kepada seseorang yang dahulu salafy lalu terfitnah dengan pemikiran takfir dan bergabung dengan ISIS, lalu dia terbunuh bersama ISIS. Hani memujinya bahkan setelah kematiannya, dengan dalih dia dahulu termasuk yang berjihad di Kitaf, dan dia telah bertaubat atau ingin bertaubat dari ISIS.

Maka kami dan para Masayikh yang mulia bermusyawarah, diantaranya Nashir az-Zaidy, Yasin al-Adny, Shalah Kantusy, Zakariyya bin Syu’aib, Abbas al-Jaunah, Munir as-Sa’dy, Abdur Rauf Ibad, Arafat al-Muhammady, dan selain mereka. Lalu kami sepakat untuk menasehatinya dan menunjukkan kesalahan-kesalahan ini kepadanya, dan para Masayikh tersebut menunjuk saya untuk mewakili mereka, maka saya menyerahkan surat yang bernada keras kepadanya pada tanggal 22 Sya’ban 1437 H.

📑 Bersambung ke Bagian 4 (In Sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 4)

Di awal surat tersebut disebutkan, "Ada beberapa perkara yang kami jumpai dalam urusan dakwah di Aden yang kami menilai bahwa kita harus saling menasehati padanya, karena perkara-perkara tersebut sangat membahayakan dakwah salafiyyah, terlebih di waktu-waktu terakhir ini, dan kami tidak ridha dakwah ditimpa keburukan dari arah manapun."

Sedangkan di bagian akhir disebutkan, "Maka takutlah kepada Allah dalam urusan dakwah salafiyyah, dan takutlah kepada Allah berkaitan dengan para ikhwah yang perlu dikasihani yang terjatuh ke pangkuan para pengusung kebathilan karena mereka terfitnah oleh sebagian perkara yang mereka lihat muncul darimu atau dari orang lain."

Namun setelah itu saya tidak menjumpai faedah dari nasehat kepada Hani bin Buraik, maka saya menulis sebuah selebaran kecil yang di dalamnya saya sebutkan bahwa Hani tidak mewakili dakwah salafiyyah, tetapi dia hanya mewakili dirinya sendiri. Dan saya telah menjumpai hal yang sangat menyakitkan dari sebagian orang-orang yang bodoh —semoga Allah memberi hidayah untuk mereka— disebabkan nasehat ini dengan dalih bahwa Hani termasuk pejabat pemerintah.

Maka saya tidak bisa mentahdzir Hani secara menyeluruh, karena termasuk kaidah-kaidah yang kita tempuh sejak awal belajar adalah bahwa tahdzir terhadap orang-orang yang dikenal sebagai salafy hanya hak para ulama.

Maka kami mengangkat kesalahan-kesalahan tersebut kepada Masyayikh kita di Arab Saudi, lalu sebagian Masyayikh menasehatinya, kemudian Hani berhenti dari twit-twitnya selama beberapa waktu.

Dan termasuk sikap-sikap Masyayikh Aden yang terpuji adalah ketika al-Akh Hani ingin mengirim kepada kami bantuan keuangan setiap bulan yang jumlahnya sekitar 2000 Riyal Saudi, dan dia menyebutkan bahwa Masyayikh di Aden membutuhkan bantuan semacam ini untuk menafkahi istri dan keluarga mereka, juga karena kesibukan dakwah mereka. Maka kami berkumpul bersama untuk mendiskusikan masalah ini, lalu kami sepakat untuk menolak tawaran al-Akh Hani bin Buraik dan tidak menerima bantuan darinya.

Kemudian datang berita tentang dipecatnya dia dari jabatan menteri, maka kami mengatakan mudah-mudahan hal itu sebagai sebab dia mau kembali mengajar dan sibuk dengan ilmu. Namun kami dikejutkan dengan berita naiknya dia ke podium dan bergabung bersama orang-orang awam, di samping kemunculannya mengandung sikap melawan pemerintah yang memalukan, sehingga kami merasa sangat terpukul, terlebih lagi gambar-gambar yang menunjukkan peristiwa itu sangat jelas.

📑 Bersambung ke Bagian 5 (In Sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 5)

Kemudian datang berita tentang dipecatnya dia dari jabatan menteri, maka kami mengatakan mudah-mudahan hal itu sebagai sebab dia mau kembali mengajar dan sibuk dengan ilmu. Namun kami dikejutkan dengan berita naiknya dia ke podium dan bergabung bersama orang-orang awam, di samping kemunculannya mengandung sikap melawan pemerintah yang memalukan, sehingga kami merasa sangat terpukul, terlebih lagi gambar-gambar yang menunjukkan peristiwa itu sangat jelas.

Kemudian asy-Syaikh Ubaid al-Jabiry membantah Hani  bin Buraik dan menyebutkan bahwa jalan yang dia tempuh sangat buruk. Dan sikap dari asy-Syaikh Ubaid ini ditambahkan pada kamus yang berisi keutamaan-keutamaan mulia dari Masyayikh kita, di mana hal itu menunjukkan bahwa Masyayikh kita tidak bersikap basa-basi kepada siapapun dan mereka berani dengan lantang menyuarakan kebenaran, dan itu merupakan tingkatan yang tidak bisa dicapai oleh orang-orang dekat Muhammad al-Imam walaupun sepersepuluhnya.

Tambahkan lagi bahwa tahdzir asy-Syaikh Ubaid terhadap Hani merupakan tamparan keras di wajah orang-orang yang terus menyebarkan kedustaan bahwa Masyayikh kita dikelilingi oleh orang-orang dekat yang jahat yang suka menyampaikan pernyataan-pernyataan yang tidak jujur dan tidak sesuai dengan kenyataan.

Kemudian kesalahan-kesalahan Hani bin Buraik diangkat oleh sebagian ikhwah kepada asy-Syaikh Rabi’, diantaranya bersikerasnya dia dalam menuntut untuk memisahkan Yaman Selatan dari Republik Yaman, pujiannya terhadap para pemimpin Yaman Selatan terdahulu, dan hal-hal yang lain.

📑 Bersambung Ke Bagian 6 (In Sya Allah...)

🌏 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

💥⚠⛔🔥 BANTAHAN LENGKAP ASY-SYAIKH ALI AL-HUDZAIFY TERHADAP HANI BIN BURAIK (Bagian 6 - Selesai)

Dan lebih dari setengah bulan yang lalu —terhitung dari hari ini— asy-Syaikh Rabi’ meminta saya agar menasehati al-Akh Hani secara pribadi, dan sayapun mengingatkan dia agar takut kepada Allah, serta saya katakan kepadanya, "Kenapa engkau menuntut untuk memisahkan diri, jika engkau memisahkan diri dari Yaman, maka apakah kita akan membiarkan Yaman Utara dikuasai oleh Hutsiyun Rafidhah?!"

Dan terakhir, tadi malam salah seorang ikhwah mengirim pesan kepada saya dengan mengatakan bahwa asy-Syaikh Rabi' berkata kepada Anda, "Engkau telah menasehati Hani secara rahasia, tetapi dia tidak menerima nasehat tersebut, maka tahdzirlah dia dan kesalahan-kesalahannya dengan dalil-dalil."

● Dan asy-Syaikh Rabi' menambahkan, "Sampaikan dariku bahwa sesungguhnya saya mentahdzir Hani dan kelakuan-kelakuannya, dan apa yang disebarkan dari saya tentang sikap diam saya terhadapnya adalah tidak benar."

● Beliau juga mengatakan, "Bahkan Masayikh Aden yang lain, katakan kepada mereka agar mereka membantahnya dan jangan mendiamkan kesalahan-kesalahannya, karena hal ini akan membahayakan dakwah."

Saya katakan: demikianlah, maka hendaknya tahdzir yang muncul dari para penuntut ilmu berupa dalil-dalil dan bukti-bukti, kemudian kesabaran dan saling menasehati, lalu tahdzir di atas bukti nyata, bukan dengan engkau membela dengan segala cara berbagai kesesatan Muhammad al-Imam yang orang awampun mengetahuinya. Atau dengan engkau selama sekitar 10 tahun mendiamkan berbagai kesesatan al-Hajury yang diingkari oleh manusia di belahan bumi yang timur dan barat. Sementara Hani bin Buraik ditahdzir hanya dalam hitungan hari, itupun hanya dengan jarh atau cercaan yang sifatnya global tanpa ada penjelasan. Maka yang semacam ini merupakan cara yang gagal, dan orang-orangnya tidak bisa dijadikan sandaran dalam masalah ini, dan ucapan mereka dalam menilai orang lain tidaklah bisa dipercaya.

Maka ini saya menyampaikan kepada manusia perkataan guru kita asy-Syaikh Rabi’ dalam mentahdzir Hani bin Buraik, dan lembaran Hani telah dilipat oleh para penuntut ilmu. Dan saya terus mengingatkan dia agar takut kepada Allah berkaitan dengan keselamatan dirinya, agar takut kepada Allah dalam urusan dakwah salafiyyah yang membutuhkan orang-orang yang memikulnya dengan kejujuran, bukan malah merugikannya dengan kelakuan-kelakuan buruknya.

Dan saya katakan kepadanya bahwa dakwah tidak akan mengalahkan pihak-pihak yang memusuhinya —seperti kelompok al-Ikhwanul Muslimun dan selain mereka— kecuali dengan istiqamah di atasnya, bukan dengan menyelisihinya. Dan berdakwah disertai sikap istiqamah walaupun minim sarana dan kemampuan, itu jauh lebih kuat dibandingkan dalam keadaan menyelisihinya, meskipun semua sarana untuknya mudah.

Jadi, kekuatan dakwah ini berasal dari pertolongan Allah Ta’ala, kemudian dengan kejujuran bersamanya.

Dan saya telah mengatakan kepadanya: "Wahai Abu Ali, dakwah yang bersih walaupun hanya makan dengan sepotong roti, lebih baik dibandingkan dengan dunia seisinya, dan keselamatan agama serta ketenangan hati tidak bisa ditukar dengan apapun di dunia ini."

وصلى الله وسلم وبارك على عبده ورسوله.

✒ Ditulis oleh: Abu Ammar Ali bin Husain asy-Syarafy, yang dikenal dengan Ali al-Hudzaify

📆 Senin, 16 Syawwal 1438 H

🌍 Sumber || https://t.me/dourous_machaikhaden

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Senin, 10 Juli 2017

SHOLAT SUNNAH MUTLAK


⌚️ SHOLAT SUNNAH MUTLAK  ✅

⏩ Sholat berdasarkan penyebab pelaksanaannya terbagi menjadi 2, yaitu sholat muayyan/ muqoyyad dengan sholat muthlaq.

✔️ Sholat muayyan adalah sholat yang memiliki sebab tertentu seperti tahiyyatul masjid karena masuk ke masjid, sholat qobliyah Subuh yang terkait dengan waktu sebelum pelaksanaan sholat Subuh, dan lain sebagainya. Pembahasan sebelum ini adalah tentang sholat-sholat muayyan. Baik sholat wajib maupun sholat sunnah. 

✔️ Sedangkan sholat sunnah mutlak adalah sholat sunnah yang tidak terkait dengan sebab tertentu. Kapan saja seseorang ingin sholat, ia bisa sholat. Selama tidak berada di waktu yang terlarang sholat. 

🔄 Bersambung , in syaa Allah
_______________________________ ⬇️

📚 Dikutip dari Buku " FIQH BERSUCI DAN SHOLAT SESUAI TUNTUNAN NABI "

📝 Penulis :

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

📡 Turut Menyebarkan :

🌐 http://telegram.me/Sifat_Sholat_Nabi

⬆️ _________________________________ Lanjutan ....

⌚️ SHOLAT SUNNAH MUTLAK ✅

✅ Waktu-waktu Terlarang Melakukan Sholat (Mutlak) 

✔️ Ada 3 waktu terlarang melakukan sholat sunnah mutlak, yaitu:

1⃣.                 Setelah sholat Subuh hingga matahari naik setinggi tombak (sekitar 15 menit setelah terbit matahari).

صَلِّ صَلاةَ الصُّبْحِ ثُمَّ أَقْصِرْ عَنْ الصَّلاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ

Lakukanlah sholat Subuh kemudian tahanlah dari sholat hingga matahari terbit hingga naik (waktu Dhuha)(H.R Muslim dari Amr bin Abasah)

إِذَا طَلَعَ حَاجِبُ الشَّمْسِ فَأَخِّرُوا الصَّلاةَ حَتَّى تَرْتَفِعَ

Jika terbit matahari, akhirkanlah sholat hingga matahari naik (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar) 

2⃣.                 Matahari tepat berada di tengah langit hingga tergelincir (masuk waktu Dzhuhur).

عَنْ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ الْجُهَنِيَّ يَقُولُ  : ثَلاثُ سَاعَاتٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْهَانَا أَنْ نُصَلِّيَ فِيهِنَّ أَوْ أَنْ نَقْبُرَ فِيهِنَّ مَوْتَانَا... وَحِينَ يَقُومُ قَائِمُ الظَّهِيرَةِ حَتَّى تَمِيلَ الشَّمْسُ

Dari Uqbah bin Amir al-Juhaniy beliau berkata: 3 waktu yang Rasulullah shollallahu alaihi wasallam melarang kami untuk sholat padanya atau mengubur mayit kami…(salah satunya) saat matahari tepat berada di tengah hingga matahari condong (ke barat) (H.R Muslim)

3⃣.                 Setelah sholat Ashar hingga matahari tenggelam

وَلاَ صَلاةَ بَعْدَ الْعَصْرِ حَتَّى تَغِيبَ الشَّمْسُ

Tidak ada sholat setelah (sholat) Ashar hingga matahari tenggelam (H.R al-Bukhari dari Abu Said al-Khudry) 

🔄 Bersambung , in syaa Allah
_________________________________________ ⬇️

📚 Dikutip dari Buku " FIQH BERSUCI DAN SHOLAT SESUAI TUNTUNAN NABI "

📝 Penulis :

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

📡 Turut Menyebarkan :

🌐 http://telegram.me/Sifat_Sholat_Nabi

⬆️ _________________________________ Lanjutan ....

⌚️ SHOLAT SUNNAH MUTLAK ✅

✅ Berapa Rokaat Sholat Mutlak?

✔️ Tidak ada ketentuan khusus berapa jumlah rokaat sholat sunnah mutlak. Seseorang bisa saja sholat dalam jumlah rokaat yang banyak tanpa tahu ia telah menyelesaikan rokaat sejumlah ganjil atau genap, kemudian di akhir ia bertasyahhud dan salam. Sebagaimana hal itu pernah dilakukan oleh Sahabat Nabi Abu Dzar radhiyallahu anhu: 

عَنِ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ دَخَلْتُ بَيْتَ الْمَقْدِسِ فَوَجَدْتُ فِيهِ رَجُلًا يُكْثِرُ السُّجُودَ فَوَجَدْتُ فِي نَفْسِي مِنْ ذَلِكَ فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْتُ أَتَدْرِي عَلَى شَفْعٍ انْصَرَفْتَ أَمْ عَلَى وِتْرٍ قَالَ إِنْ أَكُ لَا أَدْرِي فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَدْرِي ثُمَّ قَالَ أَخْبَرَنِي حِبِّي أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ بَكَى ثُمَّ قَالَ أَخْبَرَنِي حِبِّي أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ بَكَى ثُمَّ قَالَ أَخْبَرَنِي حِبِّي أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةً وَكَتَبَ لَهُ بِهَا حَسَنَةً قَالَ قُلْتُ أَخْبِرْنِي مَنْ أَنْتَ يَرْحَمُكَ اللَّهُ قَالَ أَنَا أَبُو ذَرٍّ صَاحِبُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَقَاصَرَتْ إِلَيَّ نَفْسِي

dari al-Ahnaf bin Qoys beliau berkata: Aku masuk Baitul Maqdis dan mendapati ada seorang laki-laki yang memperbanyak sujud. Aku merasa ada sesuatu dalam diriku (ingin menegurnya). Ketika telah selesai sholat aku berkata: Apakah engkau tahu jumlah rokaat sholat yang engkau lakukan itu ganjil atau genap? Ia berkata: Jika aku tidak tahu, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla mengetahuinya. Kemudian ia berkata: Telah mengkhabarkan kepadaku kekasihku Abul Qosim (Nabi Muhammad) shollallahu alaihi wasallam…kemudian (sebelum sempat berbicara) ia menangis. Kemudian ia berkata: Telah mengkhabarkan kepadaku kekasihku Abul Qosim (Nabi Muhammad) shollallahu alaihi wasallam…kemudian (sebelum sempat berbicara) ia menangis. Kemudian ia berkata: Telah mengkhabarkan kepadaku kekasihku Abul Qosim (Nabi Muhammad) shollallahu alaihi wasallam: Tidaklah seorang hamba sujud kepada Allah satu kali sujud kecuali Allah akan angkat baginya satu derajat dan dihapus darinya satu kesalahan dan dicatat untuknya satu kebaikan. Aku (al-Ahnaf bin Qoys) berkata: kabarkan kepadaku siapa anda, semoga Allah merahmatimu. Dia berkata: Aku adalah Abu Dzar Sahabat Rasulullah shollallahu alaihi wasallam. (al-Ahnaf bin Qoys berkata) maka aku menjadi merasa kecil (H.R Ahmad, adDaarimiy, riwayat Ahmad sanadnya shahih sesuai syarat Muslim)

ℹ️ Namun untuk sholat malam, sebaiknya dilakukan dua rokaat dua rokaat. Setiap dua rokaat salam. Karena Nabi shollallahu alaihi wasallambersabda:

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى

Sholat malam itu dua rokaat dua rokaat (H.R al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar)  

🔄 Bersambung , in syaa Allah
_________________________________ ⬇️

📚 Dikutip dari Buku " FIQH BERSUCI DAN SHOLAT SESUAI TUNTUNAN NABI "

📝 Penulis :

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

📡 Turut Menyebarkan :

🌐 http://telegram.me/Sifat_Sholat_Nabi

⬆️ ________________________________ Lanjutan ....

⌚️ SHOLAT SUNNAH MUTLAK ✅

✅ Bolehkah Sholat Sunnah Mutlak Dikerjakan Berjamaah?

✔️ Sholat sunnah mutlak boleh dikerjakan berjamaah. Sebagaimana Nabishollallahu alaihi wasallam pernah mendapat undangan makan dari seorang wanita, kemudian beliau sholat sunnah mutlak berjamaah di rumah tersebut.

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ جَدَّتَهُ مُلَيْكَةَ دَعَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِطَعَامٍ صَنَعَتْهُ لَهُ فَأَكَلَ مِنْهُ ثُمَّ قَالَ قُومُوا فَلِأُصَلِّ لَكُمْ قَالَ أَنَسٌ فَقُمْتُ إِلَى حَصِيرٍ لَنَا قَدْ اسْوَدَّ مِنْ طُولِ مَا لُبِسَ فَنَضَحْتُهُ بِمَاءٍ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَصَفَفْتُ وَالْيَتِيمَ وَرَاءَهُ وَالْعَجُوزُ مِنْ وَرَائِنَا فَصَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ انْصَرَفَ

Dari Anas bin Malik –radhiyallahu anhu- bahwa neneknya Mulaikah mengundang Rasulullah shollallahu alaihi wasallam untuk makanan yang dibuatnya. Kemudian beliau datang dan makan di tempat itu. Kemudian beliau bersabda: Bangkitlah agar aku sholat untuk kalian. Anas berkata: Maka aku bangkit untuk mengambil tikar milik kami yang telah menghitam karena sudah lama dipakai. Kemudian aku tetesi dengan air. Kemudian Rasulullah shollallahu alaihi wasallam bangkit dan aku bersama anak yatim membuat shaf di belakang beliau. Sedangkan seorang wanita tua berdiri di belakang kami. Maka Rasulullah shollallahu alaihi wasallam sholat dua rokaat kemudian selesai sholat (H.R al-Bukhari dan Muslim) 

ℹ️ Berikut ini adalah sholat sunnah yang dilakukan di Makkah dan Madinah, di antaranya adalah sholat sunnah dua rokaat setelah thowaf dan sholat sunnah di masjid Quba’ (diambil dari penjelasan Syaikh Muhammad Bin Umar bin Salim Bazmul dalam Bughyatul Mutathowwi’)

🔄 Selesai , Alhamdulillah
_________________________________ ⏺

📚 Dikutip dari Buku " FIQH BERSUCI DAN SHOLAT SESUAI TUNTUNAN NABI "

📝 Penulis :

▶️ Al Ustadz Abu Utsman Kharisman Hafidzahullah

📡 Turut Menyebarkan :

🌐 http://telegram.me/Sifat_Sholat_Nabi