Sabtu, 30 April 2016

Membungkam Orang-orang Yang Bermudah-mudahan Dalam Masalah Gambar

✊ MEMBUNGKAM ORANG-ORANG YANG BERMUDAH-MUDAHAN DALAM MASALAH GAMBAR

Asy-Syaikh Muhammad bin Hady al-Madkhaly hafizhahullah

Penanya: Sebagian ikhwah menanyakan tentang ceramah yang diambil gambarnya oleh Universitas, lalu mereka meminta izin kepada Anda untuk menyebarkannya?

Asy-Syaikh: Demi Allah saya katakan: Jika kalian bisa menyebarkannya tanpa gambar maka silahkan menyebarkannya. Dan ketahuilah bahwa saya bukan hujjah, tidak pula orang yang lebih mulia dari saya. Hujjah itu hanyalah perkataan Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi was salam. Mengambil gambar hukumnya haram dan tidak boleh. Namun terkadang seseorang jatuh kepada beberapa perkara darurat yang boleh baginya, namun hukumnya tetap satu.

✋ Dan saya bersaksi atas nama Allah dan saya telah mengatakan hal itu berkali-kali: sungguh saya mendengar dengan kedua telinga saya ini dari guru kami dan orang tua kami imam di masa ini yaitu imam Ahlus Sunnah Asy-Syaikh Abdul Aziz (bin Baz) rahimahullah jika dikatakan hal seperti ini kepada beliau maka beliau menjawab: “Saya bukan hujjah, hujjah ada pada perkataan Allah dan Rasul-Nya. Kami masuk pada beberapa acara yaitu bertemu dengan pemerintah lalu terjadilah pengambilan gambar ini.” Jadi beliau tidak mengetahuinya dan terkadang terjadi penolakan dari beliau. Hujjah adalah pada perkataan Allah dan Rasul-Nya, dan jawaban yang bermanfaat tentang pengharaman mengambil gambar kalian mengetahui beliau rahimahullah memilikinya.

Saya katakan kepada kalian: Hujjah bukan Muhammad bin Hady dan bukan pula orang yang lebih mulia darinya. Hujjah hanyalah pada perkataan Allah dan Rasul-Nya shallallahu alaihi was salam. Jadi, menggambar hukumnya haram, sama saja mereka mengambil gambar Muhammad bin Hady atau tidak mengambil gambar Muhammad bin Hady. Hukum Allah berlaku padanya dan pada selainnya dan hukum Rasulullah shallallahu alaihi was salam berlaku padanya dan pada selainnya. Dan apa saja yang berasal dari Allah dan dari Rasul-Nya maka kita terima sepenuhnya. Sedangkan yang berasal dari selain keduanya maka perlu diteliti lebih dahulu.

Ditranskrip oleh Abu Ubaidah Munjid bin Fadhl Al-Haddad
Jum’at 19 Ramadhan 1432 H

http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=122622

Kunjungi || http://forumsalafy.net/membungkam-orang-orang-yang-bermudah-mudahan-dalam-masalah-gambar/

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Jumat, 29 April 2016

Tafsir Surat Al-Qori'ah

*____________*
*Pelajaran Penting Untuk Umat (4)*

Tafsir Surat Al-Qori'ah

              ـــ﷽ـــ

{الْقَارِعَةُ (1) مَا الْقَارِعَةُ (2) وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ (3) يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ (4) وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ (5) فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ (6) فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ (7) وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ (8) فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ (9) وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ (10) نَارٌ حَامِيَةٌ (11)}

----------

_"Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? Yaitu) api yang sangat panas."_

⏺ Al-Qori'ah termasuk surat Makkiyah, yaitu surat yang turun sebelum hijrahnya Rasulullah

⏺ Firman Allah
{الْقَارِعَةُ}
Al-Qori'ah termasuk nama-nama hari kiamat, disebut dengan qori'ah dikarenakan pada hari itu hati akan bergetar (Makna قرع= rontok bergetar) karena kengerian yang ada pada hari itu

⏺Firman Allah
{مَا الْقَارِعَةُ}
Pertanyaan namun yang diinginkan adalah membuat perkara tersebut menjadi besar, maknanya adalah: hari kiamat itu adalah hari yang sangat dahsyat

⏺ Firman Allah
{وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ}
Pertanyaan kedua untuk menekankan akan dahsyatnya dan beratnya kengerian yang ada pada hari itu

⏺ Firman Allah
{ يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ}
Keadaan manusia pada hari kiamat seperti anai-anai yang bertebaran, berpisah-pisah, mereka berhamburan pergi dan datang kebingungan.

⏺ Firman Allah
{ وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ}
Keadaan gunung yang berubah saat itu, jika pada hari ini gunung-gunung terlihat kokoh menjulang, nanti di hari Kiamat gunung-gunung akan berubah seperti bulu-bulu yang berhamburan, terlihat lemah, pergi kemudian hilang.

⏺ Firman Allah
  { فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ} { فَهُوَ فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ}
Barang siapa yang berat timbangan kebaikannya dan ringan timbangan kejelekannya, maka dia akan dimasukkan kedalam Syurga, negeri kenikmatan dan kesenangan serta negeri kehidupan yang tenang.

⏺ Firman Allah
{ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ}
Yaitu ringan timbangan kebaikannya dan berat kejelekannya atau justru dia tidak memiliki kebaikan sama sekali

⏺ Firman Allah
فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ
Hawiyah (هاوية) termasuk dari nama-nama Neraka, makna ayat adalah:
Tempat kembalinya adalah Neraka yang dia akan tinggal didalamnya, dinamai dengan _Umm_ (أم) dikarenakan pasti akan ada yang menghuninya dan menemaninya selalu, sebagaimana ibu (ummu/أم) dia akan senantiasa mendampingi anaknya.
Ada makna lain:
Dikatakan Umm dikarenakan dalamnya lubang Neraka Jahannam, barang siapa yang dilemparkan kedalamnya maka dia akan jatuh kedalam dalam keadaan kepalanya berada dibawah (terbalik) _wal 'iyadzu billah_

⏺ Firman Allah
{ وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ}
Pertanyaan namun yang dimaukan adalah untuk memberikan rasa takut akan kengerian, dan besarnya Neraka

⏺ Firman Allah
{نَارٌ حَامِيَةٌ}
Jurang neraka yang sangat panas, sungguh panasnya api neraka melebihi panasnya dunia enampuluh sembilan kali lipat dengan panas akhirat

Ya Allah kami berlindung kepada-Mu dari Neraka dan kami memohon kepada-Mu ya Allah Jannah, negeri orang-orang baik

✍ Ali bin Yahya Al-hadady

┄┄┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉┄┄

http://bit.ly/penuhduniailmu
Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
----------------------------------------------
  *Jendela Sunnah*
----------------------------------------------

Tafsir Surat التكاثر (at-Takatsur)

*___________*
*Pelajaran Penting Untuk Umat (5)*

Tafsir Surat التكاثر (at-Takatsur)

              ـــ﷽ـــ

{أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (2) كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (3) ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (4) كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (5) لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (6) ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (7) ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (8)}

_"Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur. Sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu), dan sekali-kali tidak, kelak kamu akan mengetahui. Sekali-kali tidak, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan `ainul yaqin, kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan itu,"_

➖➖➖
⏺ Surat ini adalah surat Makiyah

⏺ Makna firman Allah Ta'ala
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
Cinta dunia dan kenikmatan yang ada didalamnya telah membuat kalian sibuk dari mencari akhirat dan mempersiapkan untuknya dengan amal-amal yang solih, hingga tiba-tiba kematian menjemput kalian, dan kalian telah mengunjungi kuburan-kuburan kalian lalu kalian menjadi penduduk kubur.

⏺ Makna firman Allah Ta'ala
حَتَّىٰ زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
Hingga kalian meninggal dan dikuburkan lalu menjadi penduduk kubur tersebut. Dan disebut tinggal di kubur dengan ziarah (زار=mengunjungi) dikarenakan mayit tidak akan tinggal selamanya disana, bahkan dia seperti seorang tamu yang duduk sesaat saja kemudian dia akan pergi. Demikianlah tinggal di kubur, tinggalnya disana terbatas waktu, alam Barzakh adalah negeri penantian sampai tegak hari Kiamat kemudian manusia berdiri (bangkit)  dari kubur-kubur mereka menuju fase negeri yang ketiga yaitu negeri pembalasan dan keabadian, bisa jadi masuk kedalam Surga dan bisa pula masuk kedalam Neraka

⏺ Firman Allah
كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
Peringatan sekaligus ancaman bagi siapa saja yang sibuk dengan dunia dan memperbanyak bagian dunia yang sifatnya fana, tersibukkan dari mengerjakan kewajiban-kewajibannya dan meninggalkan keharaman-keharaman

⏺ Firman Allah
ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
Peringatan dan ancaman yang kedua. Allah تعالى mengulangnya untuk memberikan rasa takut kepada hamba-Nya

⏺ Firman Allah
كَلَّا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ
Kalau kiranya kalian meyakini dan mengetahui dengan ilmu yang sebenar-benarnya dari apa apa yang membuat kalian lali dengan Bermegah-megahan dan memperbanyak harta, lalai dari mengejar negeri akhirat dan beramal untuk akhirat hingga kalian wafat.

⏺ Firman Allah
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ

Yakni kalian melihat dengan pandangan yang sebenarnya, kalian tidak ragu apa yang ada didalam neraka Jahiim
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ
Sebagai penguat dari apa yang dilihat dan yang dicermati

Dua ayat tersebut merupakan tafsir atau jawaban dari peringatan dan ancaman pada ayat sebelumnya yaitu

ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ، ثُمَّ كَلَّا سَوْفَ تَعْلَمُونَ

"sekali-kali tidak, kelak kalian akan mengetahuinya, kemudian sekali-kali lagi tidak, kelak kalian akan mengetahuinya,"

Apa yang akan kalian ketahui kelak❓
Jawabnya: Apa yang kalian lihat dan saksikan dengan mata kepala kalian berupa neraka Jahiim dan apa yang ada didalamnya

⏺ Firman Allah
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Allah akan menanyakan kepada kalian tentang kenikmatan yang telah Allah berikan,
- Apakah kalian mensyukuri nikmat tersebut dengan beribadah kepada Allah semata dan meninggalkan peribadatan selain-Nya?
Sudahkah kalian menegakkan ketaatan dengan nikmat tadi, dan juga menjauhi kemaksiatan❓

Cukuplah atas kalian untuk mensyukuri nikmat merupakan nikmat terbesar dan lebih mulia dari kenikmatan dunia

- Atau kalian justru mengkufuri dan menentang nikmat-nikmatNya dan justru kenikmatan tersebut membantu kalian untuk bermaksiat Kepada-Nya sehingga Allah akan mengadzab kalian dengan adzab yang pedih❓ kita berlindung kepada Allah

,,,
Ya Rabb, kami berlindung kepada-Mu dari kelalaian-kelalaian, tindakan mungkar, kami berlindung kepada-Mu dari perbuatan kufur nikmat,

,,,
Ya Rabb, kami memohon kepada-Mu berupa mempersiapkan bekal dengan baik untuk hari kembali

,,,
Dan kami meminta kepada-Mu ya Allah rasa syukur atas nikmat-Mu dan kami memohon agar dimasukkan kedalam Jannah-mu, sesungguhnya Engkau adalah Dzat Maha Mendengar Doa

✍ Ali bin Yahya Al-hadady -حفظه الله -

┄┄┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉┄┄

http://bit.ly/penuhduniailmu
Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
----------------------------------------------
  *Jendela Sunnah*
----------------------------------------------

Tafsir Surat Al-Fatihah - Ayat ke 4

SILSILAH DURUS TAFSIR AL-FATIHAH DAN JUZ ‘AMMA:

TAFSIR SURAT AL-FATIHAH

Ayat ke 4

{ إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ }

Maknanya: “Tidaklah kami akan menyembah kecuali hanya kepada-Mu dan tidaklah kami bertawakal (menyandarkan diri) dan meminta pertolongan dalam segala urusan kami kecuali hanya kepada-Mu. Semua perkara ada di tangan-Mu dan Engkau berkuasa atas segala sesuatu, tidak ada satupun dari makhluk-Mu yang bersekutu dengan-Mu.”

Dalam ayat ini terkandung padanya dua hal;
a. Kalimat pertama terkandung padanya perlepasan diri dari kesyirikan.
b. Kalimat kedua terkandung padanya penetapan bahwa segala daya, upaya dan kekuatan hanyalah milik Allah ‘Azza wa Jalla.

Ini merupakan bentuk kesempurnaan ketaatan, karena kandungan agama Islam ini kembali kepada dua hal tersebut. Lihat tafsir Ibnu Katsir rahimahullah (1/48).

Berkata as-Sa’di rahimahullah, “Kami mengkhususkan diri-Mu semata dalam ibadah dan permohonan.” [Tafsir as-Sa’di hal. 39]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Sering aku mendengar Syaikhul Islam rahimahullah berkata: (إِيَّاكَ نَعْبُدُ) menolak riya, sedangkan (إِيَّاكَ نَسْتَعِينُ) menolak kesombongan.” Kemudian beliau berkata, “Obatnya riya adalah (إِيَّاكَ نَعْبُدُ), sedangkan obatnya kesombongan adalah (إِيَّاكَ نَسْتَعِينُ). [Madarijus Salikin: 1/78].

Ibadah adalah segala sesuatu yang dicintai dan diridhai Allah Ta’ala dari perkataan maupun perbuatan, baik yang zhahir maupun yang batin.

Isti’anah adalah menyandarkan diri kepada Allah Ta’ala dalam mendapatkan keberuntungan dan dalam menolak kepahitan (hidup) disertai kepercayaan kepada-Nya dalam memperolehnya. [Tafsir as-Sa’di hal. 39]

Dalam meminta kepada Allah harus disertai padanya dua hal; penyandaran diri dan kepercayaan. Karena ada jenis manusia percaya kepada seseorang bahwa dia bisa menolong urusannya, namun dia tidak mau menyandarkan diri kepadanya, karena dia masih merasa mampu. Ada yang sebaliknya, dia meminta tolong kepada seseorang karena butuh kepadanya atau tidak ada yang bisa menggantikannya, padahal sebenarnya dia tidak percaya dengan orang tersebut. Oleh karena itu, disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah, bahwa al-Isti’anah harus terkumpul padanya dua hal ini, penyandaran diri dan disertai kepercayaan. [lihat Madarijus Salikin: 1/96].

FAEDAH DARI AYAT KE 4:
1. Kewajiban memurnikan ibadah hanya untuk Allah semata.
2. Larangan memalingkan segala bentuk ibadah kepada selain Allah.
3. Wajib bagi setiap muslim untuk menyandarkan diri dan meminta pertolongan hanya kepada Allah semata dalam segala urusannya.
4. Ayat ini adalah obat bagi penyakit-penyakit hati, seperti riya, bangga diri dan sombong.

Wallahu a’lam bish shawab.

----------------------------
✒ Disusun oleh: Abu 'Ubaidah bin Damiri al-Jawy, 23 Safar 1437/ 5 Desember 2015_di kota Ambon Manise.

Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com

Ikuti pula channel Forum kami di
https://telegram.me/ForumKIS
---------------------------

WA. FORUM KIS

Tafsir Surat Al-Fatihah - Ayat ke 3

SILSILAH DURUS TAFSIR AL-FATIHAH DAN JUZ ‘AMMA:

TAFSIR SURAT AL-FATIHAH

Ayat ke 3

{ مَـٰلِكِ يَوْمِ ٱلدِّينِ }

Maknanya: “Dia-lah Allah yang Maha Penguasa untuk memberikan balasan dan perhitungan pada hari pembalasan di Akherat nanti.

Kekuasaan yang nyata dan mutlak hanyalah milik Allah semata, tidak ada satupun dari makhluk-Nya bersekutu dalam hal tersebut. Semua makhluk Allah tidak memiliki kekuasaan apapun yang menandingi kekuasaan Allah. Oleh karena itu, Allah mengingkari perbuatan orang-orang musyrikun yang mana mereka menjadikan makhluk sebagai sesembahan selain Allah, padahal makhluk tersebut tidak memiliki kekuasaan dan kemampuan sedikitpun untuk dapat memberikan manfaat atau menolak mudarat. Allah Ta’ala berfirman;

{وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ شَيْئًا وَلَا يَسْتَطِيعُونَ}

“Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rezki kepada mereka sedikitpun dari langit dan bumi, dan tidak berkuasa (sedikitpun).” [QS. An-Nahl:73]

{قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ}

Katakanlah: "Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di langit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam (penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada diantara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.” [QS. Saba:22]

{وَالَّذِينَ تَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ مَا يَمْلِكُونَ مِنْ قِطْمِيرٍ}

“Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.” [QS. Faathir:13]

FAEDAH AYAT:
1. Penetapan bahwa tidak ada yang berkuasa pada hari kiamat melainkan Allah semata.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman;

{الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ لِلَّهِ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ}

“Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam syurga yang penuh kenikmatan.” [QS. Al-Hajj:56]

{الْمُلْكُ يَوْمَئِذٍ الْحَقُّ لِلرَّحْمَنِ وَكَانَ يَوْمًا عَلَى الْكَافِرِينَ عَسِيرًا}

Kerajaan yang hak (kekuasaan yang mutlak) pada hari itu adalah kepunyaan Rabb Yang Maha Pemurah. Dan adalah (hari itu), satu hari penuh kesukaran bagi orang-orang kafir.” [QS. Al-Furqaan:26]

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah [Tafsir Ibnu Katsir:1/134]: “Pengkhususan kekuasaan pada hari pembalasan tidak menafikan (kekuasaan Allah) pada selain itu, karena telah lewat (ayat) yang mengkabarkan bahwa Allah adalah Rabb semesta alam. Yang demikian itu umum, mencakup di dunia maupun di Akherat. Disandarkannya pada hari pembalasan, karena tidak ada satupun disana yang mengklaim sebagai penguasa dan tidak ada satupun yang dapat berbicara kecuali atas izin-Nya, sebagaimana Allah firmankan;

{يَوْمَ يَقُومُ الرُّوحُ وَالْمَلائِكَةُ صَفًّا لَا يَتَكَلَّمُونَ إِلا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَقَالَ صَوَابًا}

“Pada hari, ketika Jibril dan para malaikat berdiri bershaf- shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang telah diberi izin kepadanya oleh Tuhan Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar.”

2. Hendaknya manusia mempersiapkan bekal amal shalih untuk menghadapi hari perhitungan dan hari pembalasan. Karena setiap manusia akan dibalas sesuai dengan amalannya. Allah Ta’ala berfirman;

{فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8)}

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” [QS. Az-Zalzalah:7-8]

3. Penetapan adanya hari Pembalasan. Hari pembalasan adalah hak adanya, tidaklah yang mengingkarinya kecuali orang-orang kafir. Allah Ta’ala berfirman;

{زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ ثُمَّ لَتُنَبَّؤُنَّ بِمَا عَمِلْتُمْ وَذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ}

“Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: "Memang, demi Rabbku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” [QS. ATh-Thaghaabun:7]

Wallahu a’lam bish Shawab.

--------------------------
✒ Disusun oleh: Abu 'Ubaidah bin Damiri al-Jawy, 9 Safar 1437/ 21 November 2015_di kota Ambon Manise.

Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com

Ikuti pula channel Forum kami di
https://telegram.me/ForumKIS

-----------------------

WA. FORUM KIS

Tafsir Surat Al-Fatihah - Ayat ke 2

SILSILAH DURUS TAFSIR AL-FATIHAH DAN JUZ ‘AMMA:

TAFSIR SURAT AL-FATIHAH

Ayat ke 2

{ ٱلرَّحْمـٰنِ ٱلرَّحِيمِ }

Telah kami jelaskan makna ayat ini pada pembahasan tafsir ‘Basmalah’.

Berkata al-Imam al-Qurthubi Rahimahullah: “Allah Ta’ala mensifati diri-Nya dengan Ar-Rahman dan Ar-Rahim setelah firman-Nya “Rabbul ‘Aalamin”, hal ini dalam bab pengiringan at-Targhib (memberikan motivasi) setelah at-Tarhib (memberikan rasa takut), sebagaimana dalam firman-Nya;

{نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (49) وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ (50)}

“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa sesungguhnya Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, dan bahwa sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.” [QS. al-Hijr:49-50]

Dan dalam Firman-Nya;

{إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ الْعِقَابِ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ}

“Sesungguhnya Rabb-mu amat cepat siksaan-Nya dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. al-An’aam:165]

Maka (kalimat) ar-Rabb padanya terkandung at-Tarhib, sedangkan pada (kalimat) Ar-Rahman Ar-Rahim terkandung padanya at-Targhib. Dan dalam shahih Muslim, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

“Seandainya orang beriman mengetahui siksaan yang ada disisi Allah, niscaya tidak ada seorang pun yang tamak terhadap surga-Nya. Dan seandainya orang kafir mengetahui rahmat yang ada disisi Allah, niscaya tidak akan ada seorang pun yang berputus asa dari rahmat-Nya.” [Tafsir Ibnu Katsir:1/46]

FAEDAH AYAT:
1. Penetapan dua nama yang agung lagi mulya bagi Allah ‘Azza wa Jalla, yakni Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Telah kami jelaskan maknanya dalam pembahasan ‘Basmalah’.

2. Rububiyah Allah ‘Azza wa Jalla dibangun diatas rahmat Allah yang luas untuk seluruh makhluk-Nya. Karena ketika Allah menyatakan bahwa diri-Nya Rabb semesta Alam, maka Allah menjelaskan bahwa Rububiyah Allah diangun diatas rahmat dan kenikmatan untuk hamba-hamba-Nya.

Wallahu a’lam bish Shawab.

----------------------------
✒ Disusun oleh Abu 'Ubaidah bin Damiri al-Jawy, 10 Muharam 1437/ 23 Oktober 2015_di kota Ambon Manise.

Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com

Ikuti pula channel Forum kami di aplikasi TELEGRAM!
https://bit.ly/ForumKIS
--------------------------------

WA. FORUM KIS

Para Tokoh Penyesat Umat Lebih Membahayakan Dibandingkan Dajjal, Apalagi Hanya Dibandingkan Dengan Yahudi Dan Nashara

✊ PARA TOKOH PENYESAT UMAT LEBIH MEMBAHAYAKAN DIBANDINGKAN DAJJAL, APALAGI HANYA DIBANDINGKAN DENGAN YAHUDI DAN NASHARA

Dari Abu Dzar dia berkata, "Dahulu saya pernah berjalan bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda:

«لَغَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَى أُمَّتِي»

"Sungguh, bukanlah Dajjal yang paling aku takutkan atas umatku."

Beliau mengatakannya tiga kali. Maka saya bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah selain Dajjal yang paling Anda takutkan atas umat Anda?" Beliau menjawab:

«أَئِمَّةً مُضِلِّينَ»
"Para tokoh penyesat."

Musnad Ahmad (35/222) dan dinilai shahih oleh al-Albany.

Dan dari Abu Tamim al-Jaisyany dia menceritakan bahwa dia mendengar Abu Dzar berkata, "Saya dahulu pernah berjalan berdampingan dengan Nabi ﷺ menuju rumah beliau, lalu saya mendengar beliau bersabda:

«غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُ عَلَى أُمَّتِي مِنَ الدَّجَّالِ»

"Bukan Dajjal yang lebih aku takutkan atas umatku dibandingkan Dajjal."

Maka ketika saya khawatir beliau akan keburu masuk ke dalam rumah, saya segera bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah sesuatu yang lebih Anda takutkan atas umat Anda dibandingkan dengan Dajjal?" Beliau menjawab:

«الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ»

"Para tokoh penyesat."

Musnad Ahmad (35/222) dan dinilai shahih oleh al-Albany.

Al-Munawy rahimahullah berkata:

"Para imam yang menyesatkan adalah yang berpaling dari kebenaran dan memalingkan orang lain darinya. Kata 'aimmah' sendiri merupakan bentuk jamak dari kata 'imam' yang maknanya adalah orang yang dijadikan panutan oleh suatu kaum dan menjadi pemimpin mereka, dan juga bermakna siapa saja yang mengajak kepada sebuah ucapan, perbuatan, atau keyakinan. Jadi bisa bermakna para pemimpin dalam bidang ilmu dan juga penguasa. Seorang penguasa jika tersesat dari sikap adil dan menyelisihi kebenaran maka semua orang awam akan mengikutinya, karena takut terhadap kekuasaannya dan mengharapkan kedudukannya. Sedangkan pemimpin dalam bidang ilmu terkadang terjatuh pada syubhat dan tertimpa ketergelinciran, lalu dia tersesat dengan sebab hawa nafsu atau bid'ah, kemudian kaum Muslimin yang awam mengikutinya karena taklid, meremehkan dosa karena memperturutkan hawa nafsu, atau berebutan mengejar dunia dari harta penguasa, atau dengan berbuat maksiat, sehingga orang-orang awam tertipu dengannya."

Faidhul Qadir, jilid 2 hlm. 653

Saluran Telegram asy-Syaikh Fawaz bin 'Ali al-Madkhaly hafizhahullah

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Tafsir Surat Al-Fatihah

___________
Pelajaran Penting Untuk Umat
(catatan Makna dan penjelasan ringkas)

Judul buku:
                                  دروس المهمة لعامة الأمة
Karya: Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله

Tafsir Alfatihah

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  (٢
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  (٣
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ  (٤
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ  (٥
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  (٦
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ  (٧

Dinamakan surat Alfatihah dikarenakan:
- Alquran dimulai dengan surat ini
- Bacaan pembuka dalam shalat

Dan dinamakan pula sebagai Ummul Quran dan As Sab'u Matsani

Makna Basmalah
- (بسم الله)
Dengan nama Allah aku membaca dan meminta pertolongan dengannya dan meminta barokah dengan menyebutkan namaNya yang memberikan Keberkahan

- Lafadz (الله)
Lafadzul Jalalah, nama Allah تعالى. Maknanya adalah Dialah Allah yang disembah dan yang berhak untuk diibadahi

-Lafadz الرحمن
Nama yang mulia dari nama-nama Allah yang menunjukkan luasnya rahmat Allah, Allah berfirman:
{ورحمتي وسعت كل شيء}

_"dan rahmatKu meliputi segala sesuatu"_

Lafadz (الرحيم)
Nama yang mulia dari nama-nama Allah yang menunjukkan rahmat Allah yang sampai kepada para hamba-hambaNya, terlebih lagi rahmat Allah yang khusus untuk kaum mukminin, yang dengan rahmat tersebut Allah memberikan hidayah, mengokohkan, dan menambahkan untuk mereka dengan sebab taat tadi berupa keutamaan Allah dan memasukkan mereka kedalam Jannah dengan rahmatNya, sebagaimana dalam firman-Nya :

{وكان بالمؤمنين رحيما}

_"dan adalah Allah terhadap orang-orang yang beriman itu merahmati"_

Makna firman Allah
{الحمد لله رب العالمين }
-Lafadz الحمد
Memuji Allah dengan lafadz yang  terpuji dari sifat-sifat yang sempurna, memuji Allah dengan rasa cinta dan pengagungan. Dan Dialah Allah yang berhak untuk mendapatkan pujian yang sempurna.

-Lafadz(رب العالمين)
Rabb adalah tuan, pencipta yang mengurusi hamba-hambaNya dengan nikmat-nikmat Allah
Dan العالمين adalah bentuk jamak dari kata العالم (al alam) dan maknanya adalah segala sesuatu selain Allah yang ada di langit dan yang di bumi ataupun yang ada diantara keduanya.
Maka segala sesuatu Allah adalah Rabbnya, Dialah yang menciptakannya, yang mengatur, yang mengurusi dengan hikmahnya

- Makna firman Allah:
{الرحمن الرحيم }
Dua nama Allah yang indah dan bagus yang menunjukkan akan rahmat Allah, sebagaimana yang telah lalu penjelasannya

-Makna firman Allah:
{مالك يوم الدين}
Yaumuddin adalah hari pembalasan dan perhitungan, itulah hari kiamat.
Dialah Allah Raja, yang menguasai hari-hari yang ada, yang menguasai dunia dan akhirat, namun dikhususkan kekuasaan pada ayat ini dengan hari kiamat dikarenakan pada hari itulah tidak ada seorangpun yang mengaku memiliki kerajaan, bahkan Allah mengeluarkan para makhluk dari kubur-kubur mereka dalam keadaan telanjang, tidak beralasan kaki, dan tidak berkaitan baik itu seorang raja, bawahan, yang kaya atau yang miskin, laki-laki ataupun perempuan. Adapun di dunia maka kerajaan sangatlah banyak.

Makna firman Allah:
{إياك نعبد وإياك نستعين}

_"hanya kepada-Mu ya Allah aku beribadah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta pertolongan"_

Makna إياك نعبد adalah:
Tidaklah kami menyembah seorangpun kecuali kepada-Mu, kami beribadah kepada-Mu semata, kami bernadzar kepadamu saja, kami meminta istighotsah dan berlindung dengan-Mu saja.

Sungguh mengherankan mereka yang membaca ayat ini disetiap rakaat namun kemudian dia memalingkan peribadatan sia kepada kuburan-kuburan, dan wali-wali

- Makna (إياك نستعين)
Kami tidak meminta pertolongan kepada seorangpun kecuali kepada-Mu Ya Allah, dikarenakan Engkaulah Dzat yang Maha kuat, Maha kaya, segala sesuatu ada ditanganMu, tidak ada sesuatunya yang bisa membuat-Mu lemah, jika Engkau sudah berkehendak terhadap suatu perkara engkau katakan (كن) "jadilah" Maka perkara itu akan terjadi.
Ayat ini tidak mencegah bolehnya meminta pertolongan kepada makhluk dari apa yang dimampui, seperti seorang ayah meminta pertolongan kepada anaknya untuk membawa barang bawaannya.

-Makna firman Allah
{اهدنا الصراط المستقيم}
_"tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus"_
Maknanya adalah berilah kami rezeki berupa amal solih yang bisa mengantarkan kepada keridhaan-Mu ya Allah, dengan mengikhlaskan amal hanya mengharap wajah-Mu, dan mencocoki sunnahnya Nabi-Mu صلى الله عليه وسلم, dan tambahkanlah untuk kami ilmu dan amal, serta rezekikan kepada kami berupa kekokohan diatas jalan tadi sampai kami berjumpa dengan-Mu ya Allah

-Makna firman Allah

{صراط الذين أنعمت عليهم}
"Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka,"
Yaitu jalannya orang yang diberikan kenikmatan yaitu dari kalangan para nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang syahid, dan orang-orang yang solih dan jalan mereka adalah jalan yang menggabungkan antara ilmu yang bermanfaat dan amal yang solih

-Makna firman Allah
{غير المغضوب عليهم ولا الضالين }
_"bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat,"_

Ya Allah, jauhkanlah kami dari jalan orang yang dimurkai, mereka adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang menyerupai mereka dan nampakkanlah perangai mereka yang jelek yaitu mereka adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran namun tidak mengamalkan kebenaran, kita berlindung kepada Allah.

Dan jauhkanlah kami ya Allah dari jalan orang-orang yang sesat, mereka adalah orang-orang Nashoro dan orang-orang yang menyerupai mereka. Nampaklah sifat mereka yang buruk, dimana mereka beramal tanpa didasari oleh ilmu, kita berlindung kepada Allah

Dan disunnahkan bagi orang yang shalat setelah membaca surat Al Fatihah untuk mengatakan آمين (Aamiin) doa yang memiliki arti: Ya Allah kabulkanlah

والله أعلم وصلى الله وسلم على عبده ورسوله محمد وعلى آله وصحبه

Ditulis oleh:
Dr. Ali bin Yahya Al Haddadi

┄┄┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉┄┄

http://bit.ly/penuhduniailmu
Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
----------------------------------------------
  *Jendela Sunnah*
----------------------------------------------

Selasa, 26 April 2016

Tafsir Al-Fatihah

___________
Pelajaran Penting Untuk Umat
(catatan Makna dan penjelasan ringkas)

Judul buku:
                                  دروس المهمة لعامة الأمة
Karya: Syaikh Abdul Aziz bin Baz رحمه الله

Tafsir Alfatihah

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  (٢
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ  (٣
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ  (٤
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ  (٥
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ  (٦
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ  (٧

Dinamakan surat Alfatihah dikarenakan:
- Alquran dimulai dengan surat ini
- Bacaan pembuka dalam shalat

Dan dinamakan pula sebagai Ummul Quran dan As Sab'u Matsani

Makna Basmalah
- (بسم الله)
Dengan nama Allah aku membaca dan meminta pertolongan dengannya dan meminta barokah dengan menyebutkan namaNya yang memberikan Keberkahan

- Lafadz (الله)
Lafadzul Jalalah, nama Allah تعالى. Maknanya adalah Dialah Allah yang disembah dan yang berhak untuk diibadahi

-Lafadz الرحمن
Nama yang mulia dari nama-nama Allah yang menunjukkan luasnya rahmat Allah, Allah berfirman:
{ورحمتي وسعت كل شيء}

_"dan rahmatKu meliputi segala sesuatu"_

Lafadz (الرحيم)
Nama yang mulia dari nama-nama Allah yang menunjukkan rahmat Allah yang sampai kepada para hamba-hambaNya, terlebih lagi rahmat Allah yang khusus untuk kaum mukminin, yang dengan rahmat tersebut Allah memberikan hidayah, mengokohkan, dan menambahkan untuk mereka dengan sebab taat tadi berupa keutamaan Allah dan memasukkan mereka kedalam Jannah dengan rahmatNya, sebagaimana dalam firman-Nya :

{وكان بالمؤمنين رحيما}

_"dan adalah Allah terhadap orang-orang yang beriman itu merahmati"_

Makna firman Allah
{الحمد لله رب العالمين }
-Lafadz الحمد
Memuji Allah dengan lafadz yang  terpuji dari sifat-sifat yang sempurna, memuji Allah dengan rasa cinta dan pengagungan. Dan Dialah Allah yang berhak untuk mendapatkan pujian yang sempurna.

-Lafadz(رب العالمين)
Rabb adalah tuan, pencipta yang mengurusi hamba-hambaNya dengan nikmat-nikmat Allah
Dan العالمين adalah bentuk jamak dari kata العالم (al alam) dan maknanya adalah segala sesuatu selain Allah yang ada di langit dan yang di bumi ataupun yang ada diantara keduanya.
Maka segala sesuatu Allah adalah Rabbnya, Dialah yang menciptakannya, yang mengatur, yang mengurusi dengan hikmahnya

- Makna firman Allah:
{الرحمن الرحيم }
Dua nama Allah yang indah dan bagus yang menunjukkan akan rahmat Allah, sebagaimana yang telah lalu penjelasannya

-Makna firman Allah:
{مالك يوم الدين}
Yaumuddin adalah hari pembalasan dan perhitungan, itulah hari kiamat.
Dialah Allah Raja, yang menguasai hari-hari yang ada, yang menguasai dunia dan akhirat, namun dikhususkan kekuasaan pada ayat ini dengan hari kiamat dikarenakan pada hari itulah tidak ada seorangpun yang mengaku memiliki kerajaan, bahkan Allah mengeluarkan para makhluk dari kubur-kubur mereka dalam keadaan telanjang, tidak beralasan kaki, dan tidak berkaitan baik itu seorang raja, bawahan, yang kaya atau yang miskin, laki-laki ataupun perempuan. Adapun di dunia maka kerajaan sangatlah banyak.

Makna firman Allah:
{إياك نعبد وإياك نستعين}

_"hanya kepada-Mu ya Allah aku beribadah dan hanya kepada-Mu ya Allah kami meminta pertolongan"_

Makna إياك نعبد adalah:
Tidaklah kami menyembah seorangpun kecuali kepada-Mu, kami beribadah kepada-Mu semata, kami bernadzar kepadamu saja, kami meminta istighotsah dan berlindung dengan-Mu saja.

Sungguh mengherankan mereka yang membaca ayat ini disetiap rakaat namun kemudian dia memalingkan peribadatan sia kepada kuburan-kuburan, dan wali-wali

- Makna (إياك نستعين)
Kami tidak meminta pertolongan kepada seorangpun kecuali kepada-Mu Ya Allah, dikarenakan Engkaulah Dzat yang Maha kuat, Maha kaya, segala sesuatu ada ditanganMu, tidak ada sesuatunya yang bisa membuat-Mu lemah, jika Engkau sudah berkehendak terhadap suatu perkara engkau katakan (كن) "jadilah" Maka perkara itu akan terjadi.
Ayat ini tidak mencegah bolehnya meminta pertolongan kepada makhluk dari apa yang dimampui, seperti seorang ayah meminta pertolongan kepada anaknya untuk membawa barang bawaannya.

-Makna firman Allah
{اهدنا الصراط المستقيم}
_"tunjukkanlah kepada kami jalan yang lurus"_
Maknanya adalah berilah kami rezeki berupa amal solih yang bisa mengantarkan kepada keridhaan-Mu ya Allah, dengan mengikhlaskan amal hanya mengharap wajah-Mu, dan mencocoki sunnahnya Nabi-Mu صلى الله عليه وسلم, dan tambahkanlah untuk kami ilmu dan amal, serta rezekikan kepada kami berupa kekokohan diatas jalan tadi sampai kami berjumpa dengan-Mu ya Allah

-Makna firman Allah

{صراط الذين أنعمت عليهم}
"Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat atas mereka,"
Yaitu jalannya orang yang diberikan kenikmatan yaitu dari kalangan para nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang syahid, dan orang-orang yang solih dan jalan mereka adalah jalan yang menggabungkan antara ilmu yang bermanfaat dan amal yang solih

-Makna firman Allah
{غير المغضوب عليهم ولا الضالين }
_"bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat,"_

Ya Allah, jauhkanlah kami dari jalan orang yang dimurkai, mereka adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang menyerupai mereka dan nampakkanlah perangai mereka yang jelek yaitu mereka adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran namun tidak mengamalkan kebenaran, kita berlindung kepada Allah.

Dan jauhkanlah kami ya Allah dari jalan orang-orang yang sesat, mereka adalah orang-orang Nashoro dan orang-orang yang menyerupai mereka. Nampaklah sifat mereka yang buruk, dimana mereka beramal tanpa didasari oleh ilmu, kita berlindung kepada Allah

Dan disunnahkan bagi orang yang shalat setelah membaca surat Al Fatihah untuk mengatakan آمين (Aamiin) doa yang memiliki arti: Ya Allah kabulkanlah

والله أعلم وصلى الله وسلم على عبده ورسوله محمد وعلى آله وصحبه

Ditulis oleh:
Dr. Ali bin Yahya Al Haddadi

┄┄┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉┄┄

http://bit.ly/penuhduniailmu
Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
----------------------------------------------
  *Jendela Sunnah*
----------------------------------------------

Tafsir Surat Al-'Adiyat

__________
*Pelajaran Penting Untuk Umat (3)*

Tafsir surat العاديات

ـــ﷽ـــ

{وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا (1) فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا (2) فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا (3) فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا (4) فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا (5)إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ (6) وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ (7) وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ (8) ۞ أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ (9) وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ (10) إِنَّ رَبَّهُم بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَّخَبِيرٌ (11)}

_"Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah, dan kuda yang memercikkan api dengan pukulan (kuku kakinya), dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi, maka ia menerbangkan debu, dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh, sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Rabbnya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat cinta kepada harta, Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur, dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada, sesungguhnya Rabb mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka."_

-Surat al-Adiyat termasuk surat Makiyah

-Makna firman Allah
وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا
Allah bersumpah dengan kuda yang berlari dengan cepat dan kuat, dan mengeluarkan suara yang keluar dari dada dikarenakan berlari dengan cepat

-Firman Allah
فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا

_"dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku kakinya),"_

Yaitu kuda yang memercikkan api, api yang muncul dikarenakan kuku-kuku kuda yang bergesekkan dengan batu atau kerikil-kerikil

-Firman Allah
فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا
_"dan demi kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi,"_

Menyerang musuh diwaktu subuh

-Firman Allah
فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا
_"maka ia menerbangkan debu,"_

Kuda yang membuat debu-debu menjadi berterbangan dikarenakan berlari dengan sangat kencang

Firman Allah
. فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا
_"dan menyerbu ke tengah-tengah kumpulan musuh,_

Dia memasukkan kuda yang ia tunggangi menuju tengah-tengah perkumpulan musuh

-Firman Allah
إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
_"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar tidak berterima kasih kepada Rabbnya,"_

Inilah jawab sumpah dari apa yang telah Allah bersumpah dengan apa yang telah disebutkan, yang dijadikan sumpah adalah kuda dan isi sumpahnya adalah sifat tidak berterimakasihnya manusia atas nikmat Rabbnya serta sifat ingkar atas nikmat tadi.
Dan yang dimaksudkan manusia disini adalah kebanyakan manusia, hal ini sebagaimana tersebut dalam firman Allah

{وقليل من عبادي الشكور}
_"Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang mau bersyukur,"_

- Firman Allah
وَإِنَّهُ عَلَىٰ ذَٰلِكَ لَشَهِيدٌ
_"dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya,_

Manusia mempersaksikan dirinya sendiri atas ingkarnya mereka terhadap nikmat yang telah diberikan, dikarenakan ini adalah perkara yang sangat gamblang dan jelas yang tidak bisa untuk diingkari lagi (akan kenyataannya)
Di sana ada makna lain dari ayat ini yaitu:
Bahwasanya Allah عزوجل bersaksi atas ingkarnya dan kufurnya hamba atas nikmat Allah.
Maka pada makna yang demikian ini terdapat ancaman dan peringatan yang keras kepada mereka-mereka yang mengingkari nikmat Allah تعالى

- Firman Allah

وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ
_"dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta,"_

Dalam ayat ini terdapat penjelasan sebab ingkarnya manusia atas nikmat Rabbnya, yaitu karena kecintaan terhadap harta yang sangat kuat.
Dikarenakan kecintaan yang kuat terhadap harta menghalangi dia untuk menunaikan hak-hak yang terkait dengan harta, seperti berinfak, zakat, Sodaqoh, membayar hutang atau yang semisalnya, dan demikian juga dikarenakan kecintaan dia terhadap harta akan membawa dia untuk mencari harta dari jalan yang diharamkan.

- Firman Allah

۞ أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ
_"Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur,"_

Allah عزوجل mengingkari keadaan orang-orang kafir dan orang-orang yang lalai apa yang mereka lakukan dari tindakan-tindakan yang keji seakan-akan mereka tidak mengetahui bahwa disana ada suatu hari dimana Allah akan membangkitkan mereka dari kematian untuk membalas dan menghitung apa yang sudah merek lakukan

-Firman Allah
وَحُصِّلَ مَا فِي الصُّدُورِ
_"dan dilahirkan apa yang ada di dalam dada,"_

Yang tersembunyi akan menjadi tampak dihari kiamat nanti, Allah akan nampakkan apa yang ada didalam hati-hati hamba-hambaNya dari kebaikan, kejelekan, keimanan, serta kemunafikan.

- Firman Allah
إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ
_"Sesungguhnya Allah mereka pada hari itu Maha Mengetahui keadaan mereka."_

Allah Maha Mengetahui terhadap hamba-hambaNya ketika Allah bangkitkan dari kuburan-kuburan mereka, Allah mengetahui dengan detail amal perbuatan mereka dan juga keadaan-keadaan mereka. Dialah Allah _Subhanahu wa Ta'ala_ Maha Mengetahui terhadap hamba-hambaNya dalam kehidupan mereka, pada hari dibangkitkan nanti, dan di akhirat mereka. Namun dalam ayat ini dikhususkan penyebutan hari akhirat dikarenakan pada hari itulah hari pembalasan dan perhitungan.

*Dalam ayat ini terdapat pelajaran:*
- perintah untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya, dan modal utama bersyukur adalah dengan mengesakan Allah تعالى dalam peribadatan, melaksanakan perintahNya dan menjauhi larangan-larangan-Nya

-Dalam ayat ini juga terdapat penjelasan sebab mengkufuri nikmat Allah, yaitu cinta yang sangat terhadap harta, lalai dari akhirat serta meninggalkan mengingat balasan dan perhitungan atas amal perbuatan di dunia.

Kita memohon kepada Allah سبحانه وتعالى agar memberikan kepada kita rasa bersyukur atas nikmat-nikmatNya dan kita memohon kepada Allah supaya menjauhkan kita dari sebab-sebab yang bisa mendatangkan murka dan adzab Allah, dan juga memohon Allah supaya Allah mempergauli kita dengan keutamaan-Nya yang luas dan Kemulian-nya.

✍ Dr. Ali bin Yahya Al-hadady -حفظه الله-

http://jendelasunnah.com/blog/2016/04/21/pelajaran-penting-untuk-umat-3/

┄┄┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉┄┄

http://bit.ly/penuhduniailmu
Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
----------------------------------------------
  *Jendela Sunnah*
----------------------------------------------

Tafsir Surat Zalzalah

_________
*Pelajaran Penting Untuk Umat (2)*

_TAFSIR SURAT ZALZALAH_

{ إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا } { وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا } { وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا } { يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا } { بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا } { يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ } { فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ } { وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ } الزلزلة:8

- Surat Zalzalah termasuk surat Madaniyah, yaitu surat yang turun setelah hijrahnya Nabi صلى الله عليه وسلم

- Makna firman Allah

{ إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا } الزلزلة:1
"Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat)"

Bumi bergerak dan bergoncang atas perintah Allah عزوجل ketika tegak hari kiamat, maka akan meluluhlantahkan segala bangunan yang ada diatas bumi hingga gunung-gunungpun hancur maka terlebih lagi yang lebih kecil ukurannya dari gedung-gedung dan rumah-rumah akan rata

{ وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا } الزلزلة:2

"dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya"

Bumi mengeluarkan apa yang ada didalam perutnya mereka yang telah mati, perbendaharaan, kemudian dilemparkan(dikeluarkan) diatas bumi atas perintah Allah تعالى

{ وَقَالَ الْإِنسَانُ مَا لَهَا } الزلزلة:3

dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”

Manusia bertanya-tanya kebingungan dan keheran-heranan siapa yang telah membuat kengerian apa yang sedang mereka saksikan: Apa yang menimpa bumi ini dan apa apa yang terjadi?

{ يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا } الزلزلة:4
"pada hari itu bumi menceritakan beritanya,"

Maknanya adalah jika sudah terjadi yang demikian itu, atas perintah Allah عزوجل maka bumi akan menceritakan dan mengkabarkan apa sudah dikerjakan manusia dari kebaikan dan kejelekan. Allahlah yang membuat bumi mampu untuk berbicara, Dialah Allah yang membuat segala sesuatu mampu untuk berbicara

{ بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا } الزلزلة:5
"karena sesungguhnya Rabbmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya."

Bumi menceritakan kejadian-kejadian dikarenakan Allah yang memerintahkan bumi untuk berbicara, Allah berkata kepada bumi "berbicaralah" Maka bumipun berbicara

{ يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ } الزلزلة:6
"Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka."

Pada hari itu, yaitu hari Kiamat adalah hari pembalasan dan perhitungan, akan terpisah dan terbedakan menjadi bergolong-golong antara yang bahagia dan sengsara setelah perhitungan

Agar Allah menampakkan pada manusia balasan amal perbuatan mereka dari kebaikan atau kejelekan

{ فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ } الزلزلة:7
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."

Allah akan membalas amal kebaikan hamba meskipun amal kebaikan itu sangatlah sedikit, seperti orang yang mensedahkankan sebiji anggur atau separuh kurma, atau secuil roti atau yang lebih sedikit dari itu.

{ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ } الزلزلة:8

"Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apa pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.”

Allah akan membalas tindakan kejelekan seorang hamba meskipun kejelekan tersebut sangatlah sedikit dan ringan, seperti seorang yang mendzolimi seorang dengan 0,01 real Saudi, atau mengganggu orang lain dengan ucapan atau dengan isyarat atau yang semisalnya

Maka dalam surat ini terdapat nasehat, anjuran yang sangat besar untuk memperbanyak amal kebaikan meskipun sedikit dan ringan, dan menjauhi dari kemaksiatan-kemaksiatan meskipun kecil dan remeh di mata

Kita memohon kepada Allah agar menjadikan hari kiamat terasa ringan untuk kita, dan kita memohon kepada Allah agar Allah menutupi (amal) kita di dunia san dan di Akhirat dengan penutup yang indah,

Dan kita memohon kepada Allah agar kita diberikan taufiq untuk amal solih dan meninggalkan segala bentuk kemungkaran, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan Doa

Dr. Ali bin Yahya Al Haddady

http://jendelasunnah.com/blog/2016/04/17/pelajaran-penting-untuk-umat-2/

┄┄┉┉✽̶»̶̥»̶̥✽̶┉┉┄┄

http://bit.ly/penuhduniailmu
Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com
----------------------------------------------
  *Jendela Sunnah*
----------------------------------------------

Senin, 25 April 2016

Para Tokoh Penyesat Umat Lebih Membahayakan Dibandingkan Dajjal, Apalagi Hanya Dibandingkan Dengan Yahudi Dan Nashara

✊ PARA TOKOH PENYESAT UMAT LEBIH MEMBAHAYAKAN DIBANDINGKAN DAJJAL, APALAGI HANYA DIBANDINGKAN DENGAN YAHUDI DAN NASHARA

Dari Abu Dzar dia berkata, "Dahulu saya pernah berjalan bersama Rasulullah ﷺ, lalu beliau bersabda:

«لَغَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُنِي عَلَى أُمَّتِي»

"Sungguh, bukanlah Dajjal yang paling aku takutkan atas umatku."

Beliau mengatakannya tiga kali. Maka saya bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah selain Dajjal yang paling Anda takutkan atas umat Anda?" Beliau menjawab:

«أَئِمَّةً مُضِلِّينَ»
"Para tokoh penyesat."

Musnad Ahmad (35/222) dan dinilai shahih oleh al-Albany.

Dan dari Abu Tamim al-Jaisyany dia menceritakan bahwa dia mendengar Abu Dzar berkata, "Saya dahulu pernah berjalan berdampingan dengan Nabi ﷺ menuju rumah beliau, lalu saya mendengar beliau bersabda:

«غَيْرُ الدَّجَّالِ أَخْوَفُ عَلَى أُمَّتِي مِنَ الدَّجَّالِ»

"Bukan Dajjal yang lebih aku takutkan atas umatku dibandingkan Dajjal."

Maka ketika saya khawatir beliau akan keburu masuk ke dalam rumah, saya segera bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah sesuatu yang lebih Anda takutkan atas umat Anda dibandingkan dengan Dajjal?" Beliau menjawab:

«الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ»

"Para tokoh penyesat."

Musnad Ahmad (35/222) dan dinilai shahih oleh al-Albany.

Al-Munawy rahimahullah berkata:

"Para imam yang menyesatkan adalah yang berpaling dari kebenaran dan memalingkan orang lain darinya. Kata 'aimmah' sendiri merupakan bentuk jamak dari kata 'imam' yang maknanya adalah orang yang dijadikan panutan oleh suatu kaum dan menjadi pemimpin mereka, dan juga bermakna siapa saja yang mengajak kepada sebuah ucapan, perbuatan, atau keyakinan. Jadi bisa bermakna para pemimpin dalam bidang ilmu dan juga penguasa. Seorang penguasa jika tersesat dari sikap adil dan menyelisihi kebenaran maka semua orang awam akan mengikutinya, karena takut terhadap kekuasaannya dan mengharapkan kedudukannya. Sedangkan pemimpin dalam bidang ilmu terkadang terjatuh pada syubhat dan tertimpa ketergelinciran, lalu dia tersesat dengan sebab hawa nafsu atau bid'ah, kemudian kaum Muslimin yang awam mengikutinya karena taklid, meremehkan dosa karena memperturutkan hawa nafsu, atau berebutan mengejar dunia dari harta penguasa, atau dengan berbuat maksiat, sehingga orang-orang awam tertipu dengannya."

Faidhul Qadir, jilid 2 hlm. 653

Saluran Telegram asy-Syaikh Fawaz bin 'Ali al-Madkhaly hafizhahullah

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://bit.ly/ForumSalafy

Senin, 18 April 2016

Makna Hizbiyyah

○●○●○●○
Silsilah Manhajiyyah
——————————————————
MAKNA HIZBIYYAH.
——————————————————
As-Syaikh Al-'Allāmah Råbī' bin Hādī Al-Madkhålī hafizhåhulläh:

PERTANYAAN:
【 Apa makna hizbiyyah? Dan apa makna bahwa fulan padanya ada sifat hizbiyyah? Dan siapakah mereka hizbiyyun? Ada apa dakwah mereka? Dan apa pula manhaj mereka? 】

✍ JAWABAN:
《 Setiap orang yang menyelisihi manhaj Nabi dan sunnahnya maka dia termasuk dari kelompok-kelompok yang sesat, dan hizbiyyah tidak ada persyaratan baginya, Allah telah menamakan umat-umat terdahulu (dengan sebutan) ahzāb (kelompok-kelompok), dan menamakan kaum Quraish ketika mereka berkumpul dan bergabung kepada mereka dari beberapa golongan sebagai ahzāb, (padahal) tidak ada pada mereka tanzhīm (struktur organisasi) dan tidak ada pada mereka sesuatu pun, maka bukan merupakan syarat sebagai hizbi harus terorganisir, sehingga apabila hizb (kelompok) ini membuat struktur organisasi maka semakin bertambah jelek,

❝ maka fanatik kepada sebuah pemikiran tertentu yang bertentangan dengan Kitābullâh dan sunnah rasul serta melakukan loyalitas dan permusuhan atas dasar itu; inilah yang dinamakan tahazzub (berperilaku hizbiyyah), inilah tahazzub sekalipun tidak terorganisir, ❞

☝️⛔️ membangun sebuah pemikiran menyimpang dan mengumpulkan sekelompok orang di atasnya maka inilah hizbiyyah, sama saja apakah dia mengorganisir ataupun tidak mengorganisir, selama mereka berkumpul kepada satu orang yang menyimpang dari Al-Kitāb dan As-Sunnah maka ini hizbiyyah,

orang-orang kafir yang mereka dahulu memerangi rasul mereka tidak memiliki organisasi yang ada seperti sekarang, namun dengan demikian Allah menamakan mereka sebagai ahzāb, kenapa?

▪️ Karena mereka melakukan tahazzub kepada kebatilan dan memerangi Al-Haq:

(كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ ۖ وَجَادَلُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ) [سورة غافر 5]

"Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang batil itu." [Qs. Ghâfir: 5]

▫️ Allah namakan mereka sebagai ahzāb, mereka berbuat sebagai ahzāb, bangsa Quraish mengumpulkan bangsa Ghåthåfān dan Quråizhåh serta beberapa kelompok dari beberapa kabilah yang mereka tidak membuat tanzhīm ini (namun) karena mereka berkumpul maka Allah namakan mereka sebagai ahzāb dan suratnya dinamakan dengan "surat Al-Ahzāb".

Apakah ahzāb terorganisir?
Dan bukan termasuk dari syarat hizbiyyah harus dalam bentuk organisasi, jika dia beriman dengan sebuah pemikiran yang batil dan menentang orang yang menjelaskannya dan mendebat orang yang menjelaskannya dan dan seterusnya..., ini adalah hizbiyyah, dan apabila bertambah hal itu dengan organisasi -barokalloh fik- dan mengumpulkan harta dan seterusnya, -tentunya- berlarut-larut dalam hizbiyyah dan jadilah termasuk dari ahzāb yang sesat na'udzubillâh. 》

          •┈┈┈••✦✿✦••┈┈┈•

Sumber dari kaset: Råf'u As-Sitār, Syaikh Råbī' bin Hādī Al-Madkhålī.

http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=31&id=662
——————————————————
ما معنى الحزبية؟ وما معنى أن فلان عنده حزبية؟ ومن هم الحزبيون؟ وما هي دعوتهم؟ وما هو منهجهم؟

الجواب

كل من خالف منهج النبي وسنته فهو من أحزاب الضلال، والحزبية ليس لها شروط، الله سمى الأمم الماضية أحزابا، وسمى قريشا لما تجمعوا وانضم إليهم من [الفرق] أحزابا، ما عندهم تنظيم ولا عندهم شيء، فليس من شرط الحزب أن يكون منظم، فإذا نظم هذا الحزب زاد سوء، فالتعصب لفكر معين يخالف كتاب الله وسنة الرسول والموالاة والمعادات عليه هذا تحزب، هذا التحزب ولو لم ينظم ، تبنى فكرا منحرفا وجمع عليه أناسا هذا حزب سواء نظمه أو لم ينظمه، ما دام [يجتمعون] لواحد يخالف الكتاب والسنة هذا حزب، الكفار الذين كانوا يحاربون الرسول ما كان عندهم التنظيم الموجود الآن، ومع ذلك أطلق الله عليهم أحزابا ، كيف ؟

��لأنهم تحزبوا للباطل وحاربوا الحق ((كذبت قبلهم قوم نوح والأحزاب من بعدهم وهمت كل أمة برسولهم ليأخذوه وجادلوا بالباطل ليدحضوا به الحق)) سماهم أحزابا، عملوا أحزاب، جمّعت قريش غطفان وقريظة وأصناف من القبائل ما هم منظمين هذا التنظيم تجمعوا سماهم الله أحزابا وسميت السورة "سورة الأحزاب"
��هل الأحزاب منظمون؟
��فليس من شرط الحزب أن يكون منظما، إذا آمن بفكرة باطلة وخاصم من أجلها وجادل من أجلها ووالى...، هذا حزب، فإذا زاد ذلك تنظيما -بارك الله فيك- وجند الأموال وإلى آخره، -طبعا- أمعن في الحزبية وصار من أحزاب الضلال والعياذ بالله.

��[شريط بعنوان: رفع الستار للشيخ ربيع بن هادي المدخلي ]
----------------------
Broadcast by :
�� Channel MutiaraASK :
http://bit.ly/MutiaraASK
�� Website ASK :
http://bit.ly/BlogASK
�� BBM Mutiara Salaf :
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE

➥ #manhaj #hizbiyyah #fanatik #organisasi

Sabtu, 16 April 2016

Mengamalkan Apa Yang Ada Di Dalam Al-Qur'an Mengantarkan Kepada Syafa'at

MENGAMALKAN APA YANG ADA DIDALAM AL QUR’AN MENGANTARKAN KEPADA SYAFA’AT

SILSILAH DURUS  RIYADHUS SHOLIHIN  (16)

Bab Fadhlu Qiraatil Qur’an (5)

وعَن النَّوَّاسِ بنِ سَمعانَ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ: سمِعتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ: "يُؤْتى يوْمَ القِيامةِ بالْقُرْآنِ وَأَهْلِهِ الذِين كانُوا يعْمَلُونَ بِهِ في الدُّنيَا تَقدُمهُ سورَةُ البقَرَةِ وَآل عِمرَانَ، تحَاجَّانِ عَنْ صاحِبِهِمَا" رواه مسلم.

✅Artinya : “Dari Nawwas bin Sam’an rahiyallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata : Al Qur’an didatangkan pada hari kiamat dan juga ahlinya yaitu orang yang mengamalkannya pada waktu di dunia, didahului oleh surat Al Baqarah dan Ali Imran  memberikan hujjah bagi mereka” (HR Muslim)

Asy Syaikh Al utsaimin berkata menjelaskan hadits diatas:

الذين يقرءون القرآن ينقسمون إلى قسمين قسم لا يعمل به فلا يؤمنون بأخباره ولا يعملون بأحكامه هؤلاء يكون القرآن حجة عليهم وقسم آخر يؤمنون بأخباره ويصدقون بها ويعملون بأحكامه فهؤلاء يكون القرآن حجة لهم يحاج عنهم يوم القيامة لأن النبي صلى الله عليه وسلم قال القرآن حجة لك أو عليك وفي هذا دليل على أن أهم شيء في القرآن العمل به

✅Artinya : “Orang yang membaca Al Qur’an terbagi menjadi dua kelompok : Kelompok 1⃣pertama yaitu kelompok yang tidak beramal dengannya, mereka tidak beriman dengan berita yang datang dari Al Qur’an, tidak mengamalkan hukum-hukumnya, maka jadilah Al Qur’an ini hujjah atas mereka (yang akan menjatuhkan mereka:  pen) dan kelompok yang 2⃣kedua yaitu kelompok yang beriman dengan berita yang datang dari Al Qur’an, membenarkannya, mengamalkan hukum-hukumnya, maka jadilah Al Qur’an ini hujjah bagi mereka (yang akan menolong mereka:  pen), membela mereka pada hari akhir, karena Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “Al Qur’an adalah Hujjah bagi engkau dan atas engkau, dan pada hadits ini terdapat dalil bahwa hal paling penting yang terkait dengan Al Qur’an adalah beramal dengan kandungannya”

Maraji’: Syarh Riyadhus Sholihin (3/98)

Alih bahasa : Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji

(Padang  5 rajab 1437 H, 13 April 2016)
___________________________

Hastag :
#alquran_mendatangkan_syafaat_nya

⏰Possting :
Rabu, 13 April 2016
Jam. 16.00 wib

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kumpulan Artikel :
www.salafypadang.salafymedia.com
---------------------------
https://tlgrm.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatush Sholihin Padang