Sabtu, 31 Oktober 2015

Siapakah Orang yang Ekstrim dan Bermudah-mudahan dalam Agama

✋  MENEPIS TUDUHAN

««««««««««««««««««««««««««««««««
SIAPAKAH ORANG YANG EKSTRIM  DAN BERMUDAH-MUDAHAN DALAM AGAMA
»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»»

❔Tanya jawab bersama Syaikh Muqbil Rahimahullah .

Tanya :Sering kali kami mendengar dan membaca :

" Fulan keras dan fulan bermudah-mudahan ( dan Robi' berfatwa dengan fatwa yang sesuai seleranya ) dan juga ungkapan selain itu , maka kami meminta dari anda ( syaikh ) penjelasan dan arahan seputar ini tentang ungkapan-ungkapan diatas ?

✔Jawab : "  Adapun sikap keras dan bermudah-mudahan itu barometernya adalah kitabullah dan sunah rasul , barangsiapa yang mengharamkan pada manusia apa yang Allah halalkan untuk mereka maka dialah mutasysyaddid ( orang yang keras ) .

Dan barangsiapa yang membolehkan untuk manusia perkara yang Allah haromkan maka dialah mutasahhil ( bermudah-mudah ) .

Maka yang menjadi timbangan itu semua adalah kitabullah dan sunah rasul .

Kami tidak berpendapat : Tidak ada mutasyaddid sementara disana ada kelompok bid'ah ( jama'ah takfir ) mereka ada dimesir , sudan , pakistan dan kelompok kecil yang tersisa di yaman .
Mereka adalah kaum yang tergolong keras , dan mereka kaum yang bodoh bahkan lebih bodoh dari keledai piaraannya .

Datang tiba-tiba , mengharamkan sesuatu pada manusia , mengkritik ulama sementara dia bodoh tidak tau apa-apa .

✅ Terkecualikan Syukri mushthofa dia punya sedikit dari ilmu namun dia tidak mendapat taufiq dan tersesat , adapun selain dia maka ada pada puncak kebodohan .

Disana ada golongan yang bersikap bermudah-mudah sebagai contoh : yang mencukur jenggot , memakai bantholun ( celana ketat ) , memiliki televisi , membiarkan istri-istrinya keluar tanpa menutup aurat , mengambil gambar tanpa darurat , meremehkan orang yang berpegang teguh terhadap agamanya maka yang demikian itu adalah orang yang bermudah-mudah .

Adapun ahlussunah adalah orang yang pertengahan. Sesungguhnya bermudah-mudah pada perkara yang Allah haramkan itu tercela .

✅ Nabi A'laihi Shalatuwassalaam bersabda :

يسروا ولا تعسروا ، وبشروا ولا تنفروا

"Permudahlah dan jangan kalian persulit , berilah kabar gembira dan jangan kalian larikan ( membuat manusia dari kebaikan ...) " .

Adapun seseorang yang memelihara jenggotnya , mengharamkan gambar bernyawa dan alat musik , mengingkari apa yang Allah ingkari maka ini tidak boleh dikatakan mutasyaddid .

⛵ Saudara kami ( Abdul Aziz Al Buro'i sekarang terfitnah dengan watsiqoh kufriyah muhammad imam ) punya risalah dalam perkara ini yang tercetak dan sudah tersebar dengan judul ....

Jika Muhammad ghozali dan ikhwanul muflisin menuduh ahlussunah dengan sikap keras karena ahlussunah mengatakan :

" kami tidak menggambar , tidak melanggar apa yang Allah haramkan , tidak masuk ke majlis-majlis thagut , tidak bekerja dikantor perpajakan , tidak pula bekerja pada tempat yang ada keharaman disana , dan bersabar diatas kekurangan maka yang demikian tidak terhitung sebagai sikap keras tapi terhitung sebagai tegar dalam agama , karena agama itu sendiri yang mewajibkan itu semua .

Tasyaddud ( sikap ekstrim ) itu tercela .

⚪ Dalam surat Al Hajj : 78  
ما جعل عليكم في الدين من حرج

" Dia tidak menjadikan atas kalian kepayahan dalam agama ini " .

⚪ Dalam surat Al Baqoroh : 185 .
يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر

" Allah menghendaki kemudahan untuk kalian dan tidak menghendaki kepayahan untuk kalian " .

Sikap Ekstrim itu tercela namun Ahlussunah alhamdulillah bersikap pertengahan tidak mengharamkan apa yang Allah halalkan dan tidak menghalalkan apa yang Allah haramkan . Mereka berpegang teguh kitabullah dan sunnah rasul .

❗kami tentunya tidak mampu untuk memenuhi sesuai apa yang ditanyakan .

⚪ Dalam surat Al Maidah ayat 77  :

يا اهل الكتاب لا تغلوا في دينكم

" wahai ahlul kitab janganlah kalian  berlebihan dalam agama kalian "

✅ Nabi sholallohu alaihi wasalaam bersabda : "

Janganlah kalian berlebihan dalam menyanjungku seperti sanjungan kaum nasrani kepada Nabi Isa , hanyalah aku ini seorang hamba maka ucapkan : " hamba Allah dan rasul-Nya ".

⚪ Allah subhanahu wa ta'alaa berfirman dalam surat Al A'rof ayat 33 ,  menjelaskan jika terjadi penghalalan apa yang diharamkan dan mengharamkan apa yang dihalalkan maka itu sebanding dengan sebuah kesyirikan  :

قل انما حرم ربي الفواحش ما ظهر منها وما بطن و الاثم والبغي بغير الحق وان تشركوا بالله مالم ينزل به سلطانا وان تقول على الله ما لا تعلمون

" katakanlah wahai muhammad " hanyalah Rabbku mengharamkan perbuatan keji yang tampak dan yang tersembunyi darinya  , serta dosa dan kedzaliman tanpa hak , dan engkau berbuat syirik terhadap Allah sesuatu yang tidak diturunkan  penjelasan dalilnya , dan engkau berbicara atas nama Allah yang tidak engkau ketahui " .

⚪ Dalam surat An nahl 116

" Dan janganlah engkau katakan terhadap apa yang disifatkan oleh lisan-lisan kalian dengan kedustaan ini halal dan ini haram untuk kalian berdusta atas nama Allah , sesungguhnya orang-orang yang berdusta atas nama Allah tidak ada memperoleh kebahagiaan " .

. غارة الاشرطة ج 1 ص 181 .

. Transkip oleh  Al Faqir ila Afwi Robbihi : Abul Hasan Al Wonogiri .

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Dipublikasikan Pada :
Sabtu 18 Muharram1437H/31 Oktober 2015M Jam 06:43 wib

Tholibul Ilmi Cikarang
___________________________
Via WA Al-Manshuroh

Teks arabnya

سُئل العلامة الإمام الوادعي رحمه الله تعالى في كتابه غارة الأشرطه ج1 ص 181 السؤال التالي :
سؤال : كثير ما سمعنا وقرأنا : فلان متشدد وأخرمتساهل ورابع يفتي مما يوافق لمزاجه إلى غير ذلك فنريد منكم توضيح وتحديد المقام للألفاظ السابقه ؟
جواب : أما التشدد والتساهل فالعبره فيه كتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم ، فمن حرم على الناس شيء أحله الله لهم فهو متشدداً ومن أباح للناس شيئاً حرمه الله عليهم فهو يعتبر متساهلاً ، فالميزان كتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم.
لسنا نقول : إنهلا يوجد متشدد، فهناك الجماعه المبتدعه ( جماعة التكفير ) يوجدون بمصر وبالسودان وبباكستان، ولهم بقايا في اليمن ، فهم يعتبرون متشددين ، وهم من أجهل خلق الله ، بل هم أجهل من حمر أهلهم ، فيأتي ويحرم على الناس وينتقد العلماء وهو جاهل لا يعرف شيئاً ، وإلافقد كان ( شكري مصطفى ) عنده شيء من العلم لكنه لم يوفق وضل . أما هؤلاء فإنهم في غايه من الجهل . وهناك متساهلون ، فمثلاً الذي يحلق لحيته ويلبس البنطلون ويقتني التلفاز وتخرج امرأته كاسيه عاريه ، ويتصور لغير ضروره، ويلمز المتمسكين بدينهم ، فهذا يعتبر متساهلاً ، أما أهل السنه فإنهم وسط ، فإن التساهل الذي يبيح ما حرم الله مذموم .
والنبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم يقول ( يسروا ولا تعسروا ، وبشروا ولا تنفروا ).
والذي يعفي لحيته ويحرم التصوير ويحرم آلات اللهووالطرب ، وينكر ما أنكره الله ، فهذا لا يجوز أن يطلق عليه أنه متشدد، ولأخينا في الله( عبد العزيز بن يحيى البرعي ) حفظه الله تعالى رساله قيمه في هذا وهي مطبوعه منشوره بعنوان ( قراع الأسنه في تفي التطرف والغلو والشذوذ عن أهل السنه )
فإذا كان محمد الغزالي أو الإخوان المفلسون يرمون أهل السنه بالتشدد لأنهم يقولون : نحنلا نتصور ، ولا نرتكب ما حرم الله ، ولا ندخل في مجلس النواب الطاغوتي ، ولا نتوظففي ضرائب ولا جمارك ، ولا في وظيفه نرتكب فيها المحرمات ، ونصبر على الفقر ، فهذا لايعد تشدداً ، بل يعد تمسكاً بالدين ، والدين هو الذي فرض علينا هذا .
أما التشدد فهو مذموم ، قال تعالى : ( ما جعل عليكم في الدين من حرج ) الحج 78 ، وقال تعالى : ( يريد الله بكم اليسر ولا يريد بكم العسر) البقره 185 .
فالتشدد مذموم لكن أهل السنه بحمد الله وسط فلم يحرموا ما أحل الله ، ولم يحلوا ما حرم الله، فهم متمسكون بكتاب الله وبسنة رسول الله صلى الله عليه وعلى آله وسلم ، ولا نستطيع أن نفي بالمقصود ، ويقول الله سبحانه وتعالى : ( يا أهل الكتاب لا تغلوا في دينكم) المائده 77 ، والنبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم يقول : ( لا تطروني كما أطرت النصارى ابن مريم إنما انا عبد فقولوا : عبد الله ورسوله ) ويقول الله سبحانه وتعالى

Jumat, 30 Oktober 2015

Untaian Wasiat nan Indah dari Sufyan As Tsauri

Menepilah sejenak.…
Dan marilah kita renungkan  untaian wasiat nan indah dari Sufyan As Tsauri
__________________________

Siapa yang tak kenal dengan Sufyan As Tsauri, pemimpin ulama  pada zamannya. Beliau memilki nama lengkap Sufyan bin Said bin Masruq As Tsauri.

As Tsauri sendiri adalah nisbat kepada Tsaur bin Abdu Manaat bukan Tsaur Hamdan. Beliau dilahirkan pada tahun ke 97 hijriyah di kota Kufah.

✒Nasihat dan ilmu beliau selalu terkenang dan tergoreskan dengan tinta emas, semoga Allah merahmati beliau dengan rahmat yang luas. Al Imam Sufyan Atsauri  pernah menulis sepucuk surat wasiat kepada Abbad bin Abbad AlKhowash yang tertera berikut ini :

Amma Ba’du’.
“ Sesungguhnya engkau berada pada zaman dimana para Sahabat Nabi akan meminta perlindungan apabila menjumpai zaman tersebut. Padahal mereka adalah orang – orang yang memiliki ilmu yang  tidak ada pada kita, serta mempunyai andil yang besar yang kita pun alpa darinya.

✋Lantas bagaimana, ketika kita mendapatkan zaman ini, dengan ilmu yang sedikit, dan kesabaran yang kurang, serta minimnya para pendukung kebaikan, disertai pula  dengan kerusakan yang ada pada manusia dan keburukan dunia?

☝Maka hendaknya engkau kembali kepada para salaf , dan berpegang teguhlah  dengannya. Dan wajib atasmu untuk menahan diri dari popularatis, karena pada zaman ini dibutuhkan seseorang yg menyembunyikan amalannya.

⛵Dan asingkan dirimu serta kurangilah dari bergaul bersama manusia. Dahulu para salaf apabila bertemu satu dengan yang lainnya saling memberikan manfaat, adapun pada hari ini, itu semua telah sirna. Maka yang selamat, menurutku adalah meningggalkan untuk tidak banyak bergaul bersama manusia.

✋ Dan berhati – hatilah dari mendekati  para penguasa dan bergaul bersamanya. Dan janganlah tertipu tentangnya , seperti dikatakan kepadamu : “ Dekatilah penguasa untuk memberi syafaat (bantuan ), dan membela orang yang terdzholimi, atau menolak kedzhaliman. Sungguh Itu semua adalah tipu daya iblis, yang hanya dilakukan oleh orang yang jahat dari kalangan Ahlu Quro’ ( ahli dalam bacaaan Al Qur’an ).

✔Dan telah dikatakan : “ Hati – hatilah dari fitnah seorang ahli ibadah yang bodoh, dan ahli ilmi yang jahat. Karena keduanya adalah fitnah bagi orang - orang yg terfitnah .”

▪Dan apa yang engkau dapatkan dari suatu permasalahan atau fatwa, maka peganglah dan janganlah engkau berlomba – lomba (untuk berfatwa) pada perkara tersebut.

Dan hati – hatilah engkau dari menyerupai seseorang yang bangga apabila ucapannya dikerjakan atau  disebarluaskan serta  senang bila perkataannya didengar. Namun jika ucapannya ditinggalkan, dapat diketahuilah (sifat riya' nya tersebut).

❌Dan hati – hatilah engkau dari cinta terhadap kedudukan, karena seseorang yang gila akan kekuasaan ia akan lebih mencintainya  dari emas dan perak. Dan itu adalah pintu yang suram yang tidaklah bisa dilihat melainkan oleh para ulama yang kokoh.

Maka hati – hatilah terhadap dirimu, dan sertakanlah niat dalam tindakanmu. Dan ketauhilah, bahwa telah dekat suatu perkara yang dengannya manusia akan menginginkan kematian.

✏Wassalaam .

[Al Hilyah , 6 / 376 - 377]

Alih Bahasa :
Abul Fida أصلح الله سريرته

  ____Salafy Tegal __

Via WA Al-Manshuroh

Kamis, 29 Oktober 2015

Bersyukur Dengan Kondisi Kita Yang Lebih Baik


--------
Bersyukur Dengan Kondisi Kita Yang Lebih Baik
--------

Bisa istiqomah diatas kebenaran merupakan harapan kita semua. Dan beruntunglah mereka-mereka yang mendapatkannya.

Bisa hadir di majlis-majlis ilmu dengan rutin, memiliki ma'isyah yang tidak banyak mengandung kemaksiatan, plus seorang istri yang sudah berhijab sesuai sunnah.

Rasa-rasanya gambaran kecil diatas sudah bisa dikatakan hidup 'idealnya' seorang ikhwah.

Beruntunglah dan bersyukurlah mereka-mereka yang mendapat karunia ini.

Disana masih ada atau bahkan masih banyak saudara-saudara kita yang sedang berjuang untuk bisa mendapatkan yang lebih syar'i.

Bersyukur atas nikmat yang kita terima merupakan sifat orang-orang yang abror (berbuat baik). Bersyukur dengan menjalankan ketaatan kepada sang pencipta alam semesta ini Allah -عزوجل-

Namun syaithan memang tak lelah berusaha menggelincirkan orang-orang yang berusaha istiqomah diatas kebenaran.

Melihat mereka-mereka yang mungkin kondisinya masih tidak lebih baik dari kita muncul kalimat-kalimat yang tidak selayaknya diucapkan.

" itu si fulanah pakai cadar kalau ketika taklim saja."

" itu pak fulan ternyata kerjanya ikhtilat (campur laki-kaki dan perempuan)."

" itu akh abu fulan taklimnya jarang sekali."

Tahukah anda?
Bagaimana jika ucapan anda ini terdengar sampai kepada orang yang anda bicarakan? Dalam keadaan dia tengah berjuang?

Mungkin dalam hati mereka berkata:

"Aku ingin seperti kalian, namun sekarang belum memungkinkan untukku"

Atau jika dia baru mengenal dakwah justru bisa lari dari dakwah karena ucapan anda ini!

Tidakkah anda memberikan udzur kepada saudara anda ini!
Tidak adakah udzur yang bisa diberikan kepadanya barang satu saja?

Anda telah terjatuh pada tindakan ghibah, memakan daging saudara anda hidup-hidup.

SIMAKLAH UCAPAN IMAM SYAFI'I KEPADA YUNUS BIN ABDUL A'LA:

Berkata Yunus bin Abdul A'la:

Suatu hari Imam Syafi'iy pernah berkata kepadaku:

"Wahai Yunus,,
Jika sampai kepadamu dari temanmu sesuatu yang engkau tidak sukai, maka hati-hatilah kamu dari bersegera untuk memusuhi dan memutus hubungan, sehingga engkau termasuk orang-orang yang  hilang keyakinannya(tentang nilai pertemanan) dengan sebab keraguan.

Namun temuilah dia dan katakan kepadanya: "telah sampai kepadaku berita tentang dirimu demikian dan demikan, dan hati-hatilah untuk menyebutkan nama kepadanya orang yang menyampaikan(keburukannya),
jika dia mengingkari hal tersebut maka katakan lah kepadanya: "Kamu lebih jujur dan lebih baik (daripada orang yang menyampaikan kabar tadi). Dan janganlah engkau menambahkan (ucapan/keterangan) sedikitpun.

Maka jika dia mengakui berita tentangnya(yakni keburukan yang ada padanya), dan engkau melihat udzur yang ada padanya,maka terimalah udzur darinya

Akan tetapi jika engkau tidak melihat sisi udzur padanya,maka katakanlah padanya: Apa yang kamu inginkan dari sesuatu yang telah sampai kapadaku tentangmu(yakni keburukan)?
Maka jika dia menyebutkan udzur       kepadamu dari sesuatu yang ada padanya,maka terimalah udzur tersebut darinya."

---

Bukankah Rasul bersabda:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﻟَﻴَﺘَﻜَﻠَّﻢُ ﺑِﺎﻟْﻜَﻠِﻤَﺔِ ﻻَ ﻳَﺮَﻯ ﺑِﻬَﺎ ﺑَﺄْﺳًﺎ ﻳَﻬْﻮِﻯ ﺑِﻬَﺎ ﺳَﺒْﻌِﻴﻦَ ﺧَﺮِﻳﻔًﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

“Sesungguhnya seseorang berbicara dengan suatu kalimat yang dia anggap itu tidaklah mengapa, padahal dia akan dilemparkan di neraka sejauh 70 tahun perjalanan karenanya.” (HR. Tirmidzi)

Beliau juga bersabda:

ﺇِﻥَّ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪَ ﻟَﻴَﺘَﻜَﻠَّﻢُ ﺑِﺎﻟْﻜَﻠِﻤَﺔِ ﻣَﺎ ﻳَﺘَﺒَﻴَّﻦُ ﻣَﺎ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻳَﻬْﻮِﻯ ﺑِﻬَﺎ ﻓِﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﺃَﺑْﻌَﺪَ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤَﺸْﺮِﻕِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻐْﺮِﺏِ

“Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.” (HR. Muslim no. 2988)

Itulah hakikat ghibah, dimana Rasulullah bersabda:

ﺃﺗﺪﺭﻭﻥ ﻣﺎ ﺍﻟﻐﻴﺒﺔ؟
ﻗﻠﻨﺎ : ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺭﺳﻮﻟﻪ ﺃﻋﻠﻢ . ﻗﺎﻝ: ‏(ﺫﻛﺮﻙ ﺃﺧﺎﻙ ﺑﻤﺎ ﻳﻜﺮﻩ ﻓﻲ ﻏﻴﺒﺘﻪ ‏)، ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﺭﺃﻳﺖ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺃﺧﻲ ﻣﺎ ﺃﻗﻮﻝ؟ ﻗﺎﻝ: ‏(ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﻣﺎ ﺗﻘﻮﻝ ﻓﻘﺪ ﺍﻏﺘﺒﺘﻪ ، ﻭﺇﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻓﻴﻪ ﻣﺎ ﺗﻘﻮﻝ ﻓﻘﺪ ﺑﻬﺘﻪ )

“Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para shahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : (Ghibah adalah) engkau menyebut-nyebut saudaramu sesuatu yang tidak disukainnya saat dia tidak ada bersamamu.” Para shahabat bertanya : “Ya Rasulullah bagaimana jika ternyata kejelekan itu memang ada pada diri saudaraku tersebut?” Beliau menjawab: “jika memang kejelekan itu ada pada dirinya maka engkau telah berbuat ghibah padanya, dan jika kejelekkan itu tidak ada pada diri sahabatmu maka engkau telah melakukan Buhtan terhadapnya.” (HR. Muslim)

✅ Yang benar adalah engkau suport dia, supaya bisa seperti anda, agar bisa lebih baik kondisinya.

Doakan dia, agar mendapatkan kemudahan keluar dari ujian yang tengah dia jalani.

Kuatkan dia, bukan malah engkau mencibirnya, dan memandangnya dengan sebelah mata.

Mudah-mudahan dengan bantuan anda Allah mudahkan dia mendapatkan hidayah.

ﻓَﻮَﺍﻟﻠﻪِ ﻟِﺄَﻥْ ﻳَﻬْﺪِﻱَ ﺍﻟﻠﻪُ ﺑِﻚَ ﺭَﺟُﻼً ﻭَﺍﺣِﺪﺍً ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻚَ ﻣِﻦْ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮْﻥَ ﻟَﻚَ ﺣُﻤْﺮُ ﺍﻟﻨَّﻌَﻢِ ‏) ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻯ ‏)

Demi Allah, Allah memberi petunjuk kepada seseorang lantaran engkau, adalah lebih baik bagimu daripada engkau memiliki unta merah”

(*) unta merah adalah simbol harta yang paling berharga dikalangan bangsa Arab.

✏ Abu Zain Abdulloh Iding
Sabtu, 25 Dzulhijjah 1436 H

WA Berbagi Faedah [WBF] |  https://jendelasunnah.com
------------------------------------------------
                      -WBF-
------------------------------------------------
Via WA Al-Manshuroh

Senin, 26 Oktober 2015

"Meruqyah" Ummat Agar Terbentengi Dari Gangguan JIN (Jaringan Islam Nusantara) (1-2 selesai)


"Meruqyah" Ummat Agar Terbentengi Dari Gangguan JIN (Jaringan Islam Nusantara)
°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Islam Rasulullahصلى الله عليه وسلم, Bukan Islam Nusantara

(Bagian Pertama)

✏ Segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat begitu banyak kepada kita siang dan malam, baik nikmat lahiriah ataupun nikmat bathiniah. Diantara kenikmatan yang Allah berikan kepada kita, adalah nikmat islam, dimana Allah menjadikan kita sebagai seorang muslim yang tidak ada kenikmatan yang lebih besar dari kenikmatan ini. Yang tidak ada kebahagian didunia dan diakhirat kecuali dengan memeluk agama islam dan istiqamah diatasnya, agama yang satu-satunya diridhai disisi Allah hanyalah islam yang tidak diterima selain dari agama islam.

Allah Subhaanahu wata’ala berfirman:

إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللهِ الإِسْلامُ

“Sesungguhnya agama yang diridhai disisi Allah hanyalah islam “ (AlImran : 19)

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

“Dan barangsiapa mencari agama selain islam, dia tidak akan diterima dan diakhirat dia termasuk orang yang merugi.” (Ali Imran : 85)

Wahai saudaraku kaum muslimin inilah aqidah yang harus kita yakini, bahwa islam adalah agama yang hak, yang satu-satunya diterima dan diridahi disisi Allah. Yang tidak ada jalan kebahagian didunia dan diakhirat kecuali dengannya. Islam yang dengannya Rasulullah   صلى الله عليه وسلم di utus, mengajak untuk beribadah kepada Allah semata dan melarang dari perbuatan syirik. Memerintahkan untuk shalat, zakat, puasa dan haji.
Islam telah sempurna mengatur segala hal, mengatur hubungan seorang hamba dengan Rabbnya dan hubungan seorang hamba dengan hamba lainnya. Segala hal yang mendatangkan kebaikan didunia dan akhirat telah dijelaskan oleh Rasulullah dan segala hal yang menjadi sebab kejelekkan didunia dan akhirat telah Rasulullah jelaskan. Islam telah sempurna tidak butuh tambahan-tambahan dan tidak boleh dikurangi. Yang dengannya kita beragama. Allah Taaala berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلامَ دِينًا

“Pada hari ini telah Ku sempurnkan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatku, dan telah Ku ridhai islam sebagai agama bagimu.“ (Al Maidah : 3)

✏ Berkata al Imam Ibnu Katsir rahimahullah tentang ayat ini:

هذه أكبر نعم الله ، عز وجل، على هذه الأمة حيث أكمل تعالى لهم دينهم ، فلا يحتاجون إلى دين غيره، ولا إلى نبي غير نبيهم، صلوات الله وسلامه عليه؛ ولهذا جعله الله خاتم الأنبياء، وبعثه إلى الإنس والجن، فلا حلال إلا ما أحله، ولا حرام إلا ما حرمه، ولا دين إلا ما شرعه، وكل شيء أخبر به فهو حق وصدق لا كذب فيه ولا خُلْف، كما قال تعالى: { وَتَمَّتْ كَلِمَتُ  رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلا } [ الأنعام : 115 ] أي: صدقا في الأخبار، وعدلا في الأوامر والنواهي، فلما أكمل  الدين لهم تمت النعمة عليهم ؛ ولهذا قال [تعالى] { الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإسْلامَ دِينًا } أي: فارضوه أنتم لأنفسكم، فإنه الدين الذي رضيه الله وأحبه  وبعث به أفضل رسله الكرام، وأنزل به أشرف كتبه

“Ini adalah nikmat Allah Azza wa Jalla yang terbesar bagi ummat ini dimana Allah Ta’aala telah menyempurnakan agama bagi mereka, maka mereka tidak butuh kepada agama lainnya, dan tidak kepada seorang nabipun selain Nabi mereka. Dengannya Allah menutup para nabi, dan diutus kepada manusia dan jin, tidak ada sesuatu yang halal kecuali telah dihalalkannya, tidak ada perkara yang haram melainkan telah diharamkan, serta tidak ada agama kecuali  yang disyariatkannya, dan segala sesuatu yang di khabarkan oleh Nabi adalah benar dan jujur tidak didapatkan kedustaan dan kebohongan, semoga shalawat dan keselamatan (dari) Allah tercurah kepada beliau,  sebagaimana Allah berfirman: Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. (al-Anam:115)
Yaitu jujur dalam peyampaian berita, adil dalam segala perintah dan larangan, tatkala telah sempurna agama bagi mereka  (umat uslam) maka, sempurna pula nikmat atas mereka, oleh karena ini Allah berfirman; Pada hari ini telah Ku sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku cukupkan kepadamu nikmatku, dan telah Ku ridhai islam sebagai agama bagimu. (Al Maidah : 3)

Yaitu Aku meridhainya  atas diri kalian karena islam adalah agama yang diridhai dan dicintai oleh-Nya, padanya diutus seorang Rasul yang paling utama serta mulia dan diturunkan bagi agama islam kitab yang paling mulia” (Tafsir Ibnu Katsir:3/26)

✏ Bukan model islam yang dibawa oleh JIL dan JIN, yang penuh dengan berbagai kesesatan dengan tambahan-tambahan atau pengurangan-pengurangan dari tokoh-tokohnya. Bahkan  tokoh-tokoh JIL dan JIN dalam statmen dan sepak terjangnya berusaha meruntuhkan pokok-pokok ajaran islam bahkan mencela dan merendahkan agama ini. Diantara mereka ada yang mencela atau mengkritisi Nabi, mencela shahabat, mengatakan tidak ada hukum Allah, menggugat dan mencela sebagian syariat, membolehkan homoseksual dan kesesatan lainnya. waliyadzubillah- semoga Allah menjaga kami dan kaum muslimin dari gangguan JIN (jaringan islam nusantara).

▫11 Muharam 1437/25 Oktober 2015

Insya Allah تعالى bersambung

Dipublikasikan Oleh:

Tholibul Ilmi Cikarang

Pada :
Senin13 Muharram1437H/26 Oktober 2015M Jam 15:50 wib
Faidah lainnya silahkan klik www.salafymedia.com

"Meruqyah" ummat membetengi dari ganguan JIN (Jaringan islam nusantara)

°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°°
Islam Rasulullahصلى الله عليه وسلم, Bukan Islam Nusantara

(Bagian Kedua)

✏ Bersyukurlah wahai kaum muslimin dengan nikmat islam yang Allah karuniakan kepada kalian. Lihatlah bagaimana mereka para tokoh JIL dan JIN yang ktp mereka tercantum sebagai orang yang beragama islam, yang katanya sebagian mereka menempuh pendidikan agama islam, diantara mereka bertitel mentereng tetapi justru malah berusaha memadamkan cahaya agama ini dengan lisan dan perbuatannya, siang dan malam. Mereka adalah orang sesat dan menyesatkan. Jauhilah mereka, jangan dengarkan dan ikuti.
Allah Ta’aala berfirman:

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya.” (al An’am:153)

✏ Berkata al Imam Mujahid, seorang ulama dan imam dalam tafsir tentang maksud السبل “jalan-jalan (yang lain) dalam ayat ini adalah bidah (perkara yang baru yang diadakan didalam agama) dan syubuhaat (kerancuan dan kesesatan). (Fadhlul Islam)

Wahai saudaraku hidayah berada ditangan Allah oleh karena itu jagalah nikmat yang besar ini, masuklah kedalam islam secara keseluruhan dan istiqamalah diatasnya.

▫Allah Taaala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (al Baqarah:208).

✏ Berkata al –Imam Ibnu Katsir rahimahullah

يقول تعالى آمرًا عباده المؤمنين به المصدّقين برسوله: أنْ يأخذوا بجميع عُرَى الإسلام وشرائعه، والعمل بجميع
أوامره، وترك جميع زواجره ما استطاعوا من ذلك

“Allah ta’aala memerintahkan hamba-hambanya yang beriman dengan Nya, membenarkan rasul-Nya,  agar kalian mengambil seluruh ajaran agama islam dan syariatnya, dan mengamalkan seluruh perintah-perintahnya dan meninggalkan seluruh larangan-larangannya sesuai dengan kemampuan dari hal itu.” (Tafsir Ibnu Katsir:1/565)

✏ Berkata asy-Syaikh Al Allamah Ibnu Baaz rahimahullah: “Maka wajib atas seluruh mukalaf (orang terbebani syariat) untuk berpegang teguh diatas islam dan bersungguh – sungguh dalam ketaatan kepada Allah, ini  adalah jalan keberuntungan dan kebahagian. Mencukupkan diri diatas islam dan berjalan padanya walaupun sedikit lebih baik  daripada bersungguh-sungguh melakukan banyak amalan diatas selain dari islam dan sunnah (petunjuk rasulullah).” (Syarh Fadhlul Islam, hlm. 3). Wallahu a’lam bish shawwab. (abdullah al jakarty).

Dipublikasikan Oleh:

Tholibul Ilmi Cikarang

Pada :
Senin13 Muharram1437H/26 Oktober 2015M Jam 16:36wib
Faidah lainnya silahkan klik www.salafymedia.com

Via WA Al-Manshuroh

Kisah Jawaban Syaikh Robi terhadap Pernyataan al-Halabi

Rubrik: Kisah-Kisah

Asy-Syaikh Usamah Al-‘Amri mengisahkan:

Aku teringat sebuah kejadian yang terjadi kurang lebih 10 tahun yang lalu. Ketika itu aku sedang berada di sisi Syaikh kami Rabi’ hafizhahullah, hadir juga ketika itu ‘Ali Hasan Al-Halabi dan Al-Hilali, saat itu Asy-Syaikh Rabi’ sedang menasehati keduanya.

Ketika itu ‘Ali Al-Halabi menukilkan atsar shahabat ‘Umar radhiyallahu ‘anhu kepada beliau:

لا تظن بكلمة خرجت من أخيك المؤمن شرًّا، وأنت تجد لها في الخير محملاً

“Janganlah engkau berperasangka buruk terhadap apa yang diucapkan oleh saudaramu yang mukmin, padahal engkau dapati pada ucapan tersebut masih ada kemungkinan baiknya”.

Maka Asy-Syaikh Rabi' mengatakan kepadanya: Justru aku bantah ucapanmu tersebut dengan atsar yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari shahabat ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

من أظهر لنا خيرًا أمنّاه وقرّبناه وليس إلينا من سريرته شيء، الله يحاسبه. ومن أظهر لنا سوءًا لم نأمنه ولم نصدقه وإن قال إن سريرته حسنة

“Barangsiapa yang menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami akan percaya dengannya dan mendekatkannya, bukanlah urusan kami untuk mengetahui isi hatinya, Allah-lah yang akan menghisabnya(memperhitungkannya-red). Barangsiapa yang menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak akan mempercayainya dan tidak membenarkannya, meskipun dia mengaku bahwa isi hatinya baik”.

Ditulis oleh: Asy-Syaikh Usamah Al-‘Amri dalam (Majmu’ah Al-Majlis Al-Atsari Asy-Syami).

Lalu beliau memberikan komentar: Ini adalah sebuah jawaban yang bagus yang membuat lawan diam tak berkutik.

Alih Bahasa: Team Gores Pena SLN
(artikel ini telah dikoreksi oleh Asatidzah di Group SLN 1)

WA Salafy Lintas Negara ✈

Teks arabnya

قال الشيخ أسامة العمري - حفظه الله تعالى - :

أذكر قديما قبل مايقارب عشر سنوات كنت عند شيخنا ربيع ، و موجود علي بن حسن الحلبي و الهلالي .
و كان شيخنا ربيع ينصحمها ، و كان علي يقول للشيخ أثر عمر -رضي الله عنه- :
"لا تظن بكلمة خرجت من أخيك المؤمن شرًّا ، و أنت تجد لها في الخير محملاً ".

فقال له شيخنا بل أحاجك بالذي عند البخاري عن عمر :
‏قال عمر رضي الله عنه :
من أظهر لنا خيرا أمنّاه وقرّبناه وليس إلينا من سريرته شيء، الله يحاسبه ومن أظهر لنا سوءا لم نأمنه ولم نصدقه وإن قال إن سريرته حسنة.

كتبه :
الشيخ أسامة العمري في (مجموعة المجلس الأثري الشامي) على الواتس اب
و أضاف - حفظه الله تعالى - معلقا :
" و كان هذا من جميل الاجوبة المسكتة "

⏪ منقول

Minggu, 25 Oktober 2015

PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA)

Rubrik : Manhaj

PERBEDAAN ANTARA SEORANG YANG LEMAH KESALAFIYAHANNYA DENGAN SEORANG MUMAYYI’ (YANG LEMBEK MANHAJNYA)

“Mutiara Pesan Asy-Syaikh Rabi’”

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Asy-Syaikh Rabi’ hafizhahullah tentang apakah perbedaan antara seorang yang lemah kesalafiyahannya dengan seorang yang lembek manhajnya?

Beliau -barakallahu fihi- menjawab:

Seorang yang lemah kesalafiyahannya adalah seorang yang pada dasar prinsipnya adalah salafiyyah. Prinsipnya sama dengan prinsip kita bahwa firqah ikhwaniyyah, firqah tablighiyyah dan firqah-firqah lainnya adalah firqah yang sesat, yang berhak mendapatkan hajr (pemboikotan), dia membenci mereka, akan tetapi dia lemah dalam bersikap.

Sebagai contoh dia berjabat tangan dan memberi salam kepada seorang ikhwany dengan keyakinannya bahwa mereka di atas kesesatan. Akan tetapi dia melakukan hal tersebut kepadanya karena adanya suatu hubungan tertentu, hubungan pertemanan, hubungan bisnis, karena perasaan malu (tidak enak), atau karena adanya sebuah mashlahat yang dia sangka baik padahal sebenarnya adalah buruk. Maka dikatakan bahwa orang tersebut lemah dalam bersikap.

Adapun orang yang lembek manhajnya adalah seorang yang dasar prinsipnya rusak dan dia menampakkan dirinya dengan pakaian salafiyyah, sementara dia meyakini bahwa manhaj ahlus sunnah adalah luas, mencakup di dalamnya ikhwaniyyah, tablighiyyah dan yang lainnya dan meyakini bahwa mereka termasuk ahlus sunnah. Dia juga berupaya menetapkan dan mempromosikan (prinsipnya tersebut) di tengah-tengah salafiyyin/ahlus sunnah dengan penetapan dan kaidah-kaidah yang bathil. Dia ingin menghancurkan pagar pembatas antara ahlus sunnah dan ahlul bid'ah, menghancurkan prinsip al-bara` (berlepas diri dari kebid’ahan dan pelakunya, pent.) dari ahlul bid'ah dengan kaidah-kaidah yang rusak. Dia ingin menetapkan secara berbeda manhaj al-wala` wal bara`, serta berupaya untuk menampakkan diri dengan kesalafiyahan.

Seperti 'Adnan ‘Ar-ur dan Al-Ma`riby, mereka merusak para pemuda salafi dengan cara menetapkan kaidah-kaidah yang rusak yang melenyapkan manhaj al-wala` wal bara`.

Maka perbedaan (di antara keduanya) sangat jelas barakallahu fiikum.

---
Pertanyaan ini diajukan kepada beliau pada pertengahan bulan Rabi'uts Tsani 1425 H.

Sumber artikel: Situs Sahab As-Salafiyyah.

Alih Bahasa : Al- Akh Umar Ubadah

Salafy Lintas Negara ✈

Teks arab

#الفـرق بين السلفي الضعيف و المـميع#
من درر ربيع السنَّة
الشيخ العلامة الوالد أبو محمد ربيع بن هادي المدخلي
الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على خاتم النبيين وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسان إلي يوم الدين..
فهذا سؤال وجه للشيخ ربيع حفظه الله عن ما هو الفرق بين السلفي الضعيف و المميع؟
فقال بارك الله فيه : السلفي الضعيف من كانت أصولهُ سلفية فهو معنا على أن الإخوان و التبليغ و غيرهم من الفِرَق أنهم فِرَقٌ ضالةٌ، و أنَّهم يستحقون الهجر، و أنَّه يُبغضهم ، و لكنه يضعف في موقف، فمثلاً يصافح و يسلّم على إخواني مع اعتقاده أنَّهم على ضلال ، و لكنه فعل ذلك مع هذا الشخص لعلاقة أو صداقة أو معاملة تجارة أو خجل أو مصلحة ظنها صالحة و هي فاسدة، فهذا يقال أنَّه ضعف في هذا الموقف، أمَّا المُميّع فهو الذي أصوله فاسدةٌ أصلاً و يلبس ثوب السلفية و يتظاهر بذلك ،و هو يعتقد أن منهج أهل السَّنة و اسعٌ يسع حتى الإخوان و التبليغ و غيرهم و أنهم من أهل السّنة، و يسعى في تقرير ذلك بين السلفيين بتأصيلات و قواعد باطلة ، فهو يريد أن يهدم السور الواقي بين السلفيين و أهل البدع ، أن يهدم البراء من أهل البدع بقواعد فاسدة، يريد أن يقضي على التمايز على منهج الولاء و البراء و يستغل كونه يتظاهر بالسلفية ، مثل عدنان عرور و مثل المآربي فهؤلاء يعيثوا في الشباب السلفي فساداً بتأصيل قواعد فاسدة تُميتُ منهج الولاء و البراء ، فالفرق واضح بارك الله فيكم.

تاريخ السؤال منتصف ربيع الثاني عام 1425 هـ
  المصدر شبكة سحاب السلفية

مــا هو الفـرق بين السلفي الضعيف و المـميع.من درر ربيع السنَّة - المنبر الإسلامي - شبكة سحاب السلفية - [# LINK_TEXT #] bagus, Silakan lihat! http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=128231

Jumat, 23 Oktober 2015

APAKAH ANDA MERASA AMAN DARI KEMATIAN❓

RENUNGAN YANG MENGGETARKAN JIWA SEORANG MUKMIN

APAKAH ANDA MERASA AMAN DARI KEMATIAN❓

asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullah berkata :

Wahai umat Muhammad shalallahu 'alaihi wassalam...

Apakah salah seorang dari kalian merasa aman dari kematian, sehingga ia mau bertobat dan shalat?

⏰Bukankah setiap orang dari kalian takut akan kematian, dan ia tidak mengetahui kapan ia mati. Apakah di waktu paginya atau sore harinya?!

Dan bukankah kematian itu, datang kepada manusia dengan tiba-tiba. Sementara mereka tidak merasa?

Atau tiba-tiba menghampiri manusia, sementara ia di dunia dalam keadaan lalai?

Atau tiba-tiba menghampiri manusia yang ia keluar dari rumah-rumah mereka, kemudian tidak kembali?

Maka siapakah di antara kalian yang dijamin aman keadaannya tidak seperti mereka?

Wahai kaum muslimin...
Lalu apakah setelah kematian ini, yang engkau tidak mengetahui tiba-tiba mengejutkanmu?

Tidak ada setelah kematian kecuali pembalasan apa yang telah kalian kerjakan;
Bisa itu kebaikan, maka kalian akan bergembira dengannya.

❌Atau justru kejelekan, yang kalian saling bertanya-tanya kemudian kalian sangat menyesal.

Maka sesungguhnya seorang insan apabila telah mati, terputuslah amalnya. Tidak ada yang tersisa kecuali balasan.

adh Dhiya'ul Lami' min Khutabil Jawami' (hal. 299)

■◎■◎■◎■
Forum Salafy Purbalingga

Via WA Al-Manshuroh

Kamis, 22 Oktober 2015

CIRI CIRI DA'I YANG MENGAJAK KEPADA NERAKA JAHANAM...❗

CIRI CIRI DA'I YANG MENGAJAK KEPADA NERAKA JAHANAM...❗
-------------
Berkata Asy-Syaikh Sholeh al fauzan hafizhahullah :

➡" Di Sana Ada Da'i-da'i yang sesat (menyeru kepada jahanam)
Sebagaimana bahwa disana ada Da'i da'i menyeru kepada tauhid (Mengajak untuk masuk surga) ".
_____________

]» Hakekat da'wah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul wahab rahimahullah .

‏قال العلامة صالح الفوزان -حفظه الله-:

"هناك دعاة ضلال كما أن هناك دعاة توحيد"

[حقيقة دعوة الشيخ محمد بن عبدالوهاب]

1⃣- MEMILIKI KULIT DAN BAHASA YANG SAMA DENGAN MANUSIA

Hudzaifah bin Al-Yaman radhiallahu anhuma berkata:

كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنْ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ قُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا قَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

“Dahulu manusia (para sahabat) bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang kebaikan sementara aku biasa bertanya kepada beliau tentang keburukan(kejelekan) karena khawatir/takut kejelekan tersebut menimpaku. Maka aku bertanya, “Wahai Rasulullah, dahulu kami dalam masa jahiliyah dan keburukan, lantas Allah datang dengan membawa kebaikan ini, maka apakah setelah kebaikan ini akan ada keburukan lagi?” Nabi menjawab, “Ya.” Saya bertanya, “Apakah sesudah keburukan itu akan ada kebaikan lagi?” Beliau menjawab, “Ya, tapi ketika itu sudah ada Asap” Saya bertanya, “Apa yang anda maksud dengan asap itu?” Beliau menjawab, “Adanya suatu kaum yang memberikan petunjuk dengan selain petunjuk yang aku bawa. Engkau kenal mereka namun pada saat yang sama engkau juga mengingkarinya.”

Saya bertanya, “Adakah setelah kebaikan itu akan ada keburukan lagi?”

Nabi menjawab, “Ya, yaitu adanya DAI-DAI yang MENYERU menuju PINTU JAHANNAM. Siapa yang memenuhi seruan mereka, niscaya mereka akan menghempaskan orang itu ke dalam jahannam.”

❓Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, tolong beritahukanlah kami tentang CIRI-CIRI mereka!” Nabi menjawab, “Mereka MEMILIKI KULIT seperti KULIT KITA, juga BERBICARA DENGAN BAHASA KITA.”

❓☝Saya bertanya, “Lantas apa yang anda perintahkan kepada kami ketika kami menemui hari-hari seperti itu?”
Nabi menjawab, “Hendaklah kamu selalu bersama jamaah kaum muslimin dan imam (pemimpin) mereka!” Aku bertanya, “Kalau pada waktu itu tidak ada jamaah kaum muslimin dan imam bagaimana?”
Nabi menjawab, “Hendaklah kamu jauhi seluruh firqah (kelompok-kelompok) itu, sekalipun kamu menggigit akar-akar pohon hingga kematian merenggutmu dalam keadaan kamu tetap seperti itu.”
]»(HR. Al-Bukhari no. 7084 dan Muslim no. 1847)

2⃣- PANDAI BERSILAT LIDAH

Rasulullah Shalallahu a'laihi was salam bersabda :

إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَاف عَلَىُ أُمَّتِيْ كُلُّ مُنَافِقٍ عَلِيْمِ اللِّسَانِ

"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah setiap munafik yang pandai bersilat lidah."
]»Riwayat Ahmad, 1:22. No.143 dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam silsilah shahihah no.1013.

3⃣- IMAM-IMAM SESAT...❗

عَنْ ثَوْبَان رضي الله عنه قال :َ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ

Dari tsauban Radhiyallahu anhu berkata : bahwasanya Rasulullah Shalallahu a'laihi was salam bersabda :
( Sesungguhnya yang aku takutkan terhadap umatku adalah para pemimpin yang menyesatkan ). ]»[HR. Darimi No.2634].

4⃣- ❌PEMIMPIN SESAT DAN MENYESATKAN

عن عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرِو بْنِ الْعَاص رضي الله عنهِ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ النَّاسِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يَتْرُكْ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا .
رواه مسلم

Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak mengangkat ilmu agama dengan cara mencabutnya secara langsung dari hati manusia. Tetapi Allah akan mengangkat ilmu agama dengan mewafatkan para ulama, hingga tak ada seorang ulama pun yg akan tersisa. Kemudian mereka akan mengangkat para pemimpin yg bodoh. Apabila mereka, para pemimpin bodoh itu dimintai fatwa, maka mereka akan berfatwa tanpa berlandaskan ilmu hingga mereka TERSESAT DAN MENYESATKAN ).

5⃣- ❌ORANG-ORANG BODOH BERBICARA

Hadits Abu Hurairah riwayat Ibnu Majah dan lain-lainnya, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa alihi wa sallam bersabda :

سَيَأْتِيْ عَلَى النَّاسِ سَنَوَاتٌ خَدَّاعَاتٌ يُصَدَّقُ فِيْهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيْهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيْهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيْهَا الْأَمِيْنُ وَيَنْطِقُ فِيْهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيْلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ الرَّجُلُ التَّافِهُ يَتَكَلَّمُ فِيْ أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang menipu, akan dipercaya/dibenarkan padanya orang yang berdusta dan dianggap dusta orang yang jujur, orang yang berkhianat dianggap amanah dan orang yang amanah dianggap berkhianat dan akan berbicara Ar-Ruwaibidhoh. Ditanyakan : “Siapakah Ar-Ruwaibidhoh itu ?”. Beliau berkata : “ORANG-ORANG yang BODOH BERBICARA dalam perkara umum”.
]»Dishohihkan oleh Syeikh Muqbil dalam Ash-Shohih Al-Musnad Mimma Laisa Fi Ash-Shohihain.

6⃣- MENYERU KEPADA NERAKA

{ وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّىٰ يُؤْمِنَّ ۚ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ ۗ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّىٰ يُؤْمِنُوا ۚ وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ ۗ أُولَٰئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ ۖ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ ۖ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ }

Artinya :
{ Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. MEREKA MENGAJAK KE NERAKA, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran }.
]»(Al-Baqarah:221)

{ إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ }

Artinya :
{ Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya MENGAJAK GOLONGANNYA supaya mereka MENJADI PENGHUNI NERAKA yang menyala-nyala } .
]»(Fãtir:6)

Berkata Asy-Syaikh Sholeh al fauzan hafizhahullah :

" هؤلاء هم الدعاة إلى أبواب جهنم ، يدعونكم إلى أن يتخلوا عن دينكم "

Mereka Adalah Da'i Da'i menyeru kepada pintu pintu jahanam , mengajak kalian untuk meninggalkan agama kalian .
--------
]»Syarah hadits Inna kuna fil jahiliyah .

❗HATI HATI DARI DA'I-DA'I SESAT YANG MENGAJAK KEPADA NERAKA JAHANNAM
➖〰➖〰➖〰➖

                  ——— ✧ ※❉※ ✧ ———

Admin Group:
]»WA FAWAID ILMIAH WAL DURUS | www.salafykolaka.net

MADINAH,Selasa 6 Muharram 1437 H
——————— ✧ ※※ ✧ ———————

Via WA Al-Manshuroh

KETIKA TERJADI KERAGUAN DALAM MENETAPKAN HILAL MUHARRAM


بسم الله الرحمن الرحيم

(فائدة)
قال الامام احمد رحمه الله تعالى فى صوم عاشوراء:
اذا اشتبه عليه اول الشهر صام ثلاثة ايام و انما يفعل ذلك ليتيقن صوم التاسع و العاشر.
انتهى من المغنى لابن قدامة رحمه الله تعالى ٤/٢٥٧ ط.دار الحديث القاهرة.

Faedah:
Berkata imam Ahmad  رحمه الله تعالى di dalam (permasalahan) puasa asyuro:
"Apabila meragukan baginya awal bulannya (bulan Muharram -pent) maka dia berpuasa tiga hari. Sesungguhnya dia melakukan yang demikian itu agar yakin berpuasa tanggal sembilan dan sepuluh."

—selesai—

Dari kitab Almughni 4/257
libniqudaamah رحمه الله تعالى  
Cetakan darulhadits qohiroh.

Faedah dari AlUstadz Afifuddin حفظه الله

Allohua'lam
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
✏Alih bahasa : Muhammad ibn Istimror
غفر الله له ولوالديه
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Whatsapp Salafy Wonosobo Muharrom 1437 H

بسم الله الرحمن الرحيم

KETIKA TERJADI KERAGUAN DALAM MENETAPKAN HILAL MUHARRAM

Syaikh Abdullah Abu Buthain rahimahullah ditanya : Bagaimana jika terjadi keraguan dalam menentukan Hilal Muharram?

Beliau menjawab,

▫Diriwayatkan dari Ahmad ia berkata : "Apabila tersamarkan atas kita awal bulan maka kita berpuasa tiga hari." [Ad Durarus Saniyyah, jilid 3 hal 360].

▫Imam Ibnu Qudamah rahimahullah berkata : Ahmad berkata : "Jika awal bulan itu samar maka hendaknya berpuasa tiga hari. Hal itu dilakukan untuk meyakinkan bahwa ia telah berpuasa pada tanggal 9 dan 10." [ Al Mughni, jilid 3 hal 178].

▫Berkata 'Allamah Ibnu Qasim rahimahullah :
"Dan hal itu(puasa tiga hari karena ragu) bukan termasuk puasa syak (ragu) yang dilarang. Karena puasa syak yang dilarang adalah pada awal ramadhan." [Hasyiyah ar Raudhul Murabbi', jilid 3 hal 451].

Alih Bahasa : Abdurrahman bin Harun

Majmu'ah Ittiba'us Salaf (Sumpiuh)

➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Via WA Al-Manshuroh

APAKAH PERBEDAAN ANTARA IMAN DAN AQIDAH?

Rubrik : Aqidah

APAKAH PERBEDAAN ANTARA IMAN DAN AQIDAH?

Oleh: As-syaikh Yaasin al-Adeny

Apakah perbedaan antara iman dan aqidah?

JAWAB :
Syaikh al-Albany rahmatullah 'alahi,ketika ditanya permasalahan ini menjawab bahwa tidak ada perbedaan antara iman dan aqidah. Hal ini termasuk ke dalam kumpulan faidah dari syaikh al-Albany.

Kemudian beliau berkata seraya menyebutkan dua faidah, yaitu bahwa as-sunah memutlakan lafadz al-iman dan hal ini merupakan ungkapan yang berasal dari Al-Kitab (Al-Qur`an) dan As-Sunnah. Yakni keyakinan ini memutlakkan penamaan al-iman dengan bersumber dari Al-Kitab dan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Adapun ungkapan 'aqidah' adalah ungkapan dari para ulama. Ringkasnya bahwa
tidak ada perbedaan antara iman dan aqidah. Yaitu, ketika disebutkan iman maka yang dimaksudkan adalah aqidah itu sendiri, demikian pula sebaliknya. Dan dalil dalam hal ini  adalah kitab-kitab  karya para ulama. Mereka telah mengarang kitab aqidah tapi memuat masalah-masalah iman, keyakinan-keyakinan dan dasar-dasar keimanan. Dan ketika para ulama mengarang kitab iman muatannya terkait dengan masalah-masalah dan pokok pokok keimanan. Jadi tidak ada bedanya.

Sebagai contoh adalah apa yang ditulis al-mam as-Shobuny yang berjudul 'AQIDAH SALAF ASHABUL HADITS' yang berisikan tentang pokok-pokok keimanan. Demikian juga imam ath-Thahawy yang pada saat ini disebut sebagai matan thahawiyah, berisikan aqidah ahli sunnah, yang saat itu penulisnya sendiri menamakan AQIDAH AHLUS SUNNAH dan disebut dengan kata/istilah "aqidah". Demikian juga imam Ibnu Mandah telah menyusun kitab aqidah yang diberi nama dengan 'AL-IMAN'.

Sehingga dengan demikian tidak ada perbedaan antara aqidah dan iman. Perbedaan yang dimaksud adalah perbedaan dari sisi ungkapan saja. Ungkapan 'iman' berasal dari kitab dan sunnah. Sementara kata 'aqidah' berasal dari para ulama.

Adapun yang pertama kali menamakan karyanya dengan 'aqidah' adalah al-imam ath-Thahawy. Kalau kita melihat kamus-kamus bahasa arab jaman dahulu maka tidak ditemukan kata-kata 'aqidah', tapi yang ditemukan adalah kata yang sejenis dengan itu, seperti 'al-I'tiqod' atau 'al-Mu'taqod'. Namun hal ini bukanlah permasalahan prinsip.

Dan yang pertama kali menyebutkan nama 'aqidah' adalah al imam ath Thahawy kemudian disusul oleh al-imam as-Shobuny.

Sebagian mengatakan bahwa yang pertama kali menggunakan istilah 'aqidah' adalah imam as-Shobuny. Yang demikian itu adalah sebuah kesalahan. Yang benar, orang yang pertama kali menyatakan kata 'aqidah' adalah imam ath Thahawy, dikarenakan al-imam ath Thahawy lebih dahulu dari al-imam as-Shobuny dari sisi waktu.

Pentranskrip:
Team Gores Pena SLN

Artikel diatas telah dikoreksi Asatidzah di group SLN 1.
(80 Asatidzah Indonesia telah bergabung di SLN 1)

WA Salafy Lintas Negara

Audio

https://goo.gl/GYUaq5