Rabu, 30 Desember 2015

Pentingnya Mengingat Masa Lalu


----------------
Pentingnya Mengingat Masa Lalu

Tersebut dalam sohih Muslim kisah detik-detik terakhir wafatnya sahabat Amr bin Ash -رضي الله عنه-

Pada detik-detik menjelang wafatnya beliau, sahabat Amr bin Ash menangis dengan tangisan yang panjang hingga beliau memalingkan wajahnya menghadap ke tembok rumah.

Melihat sang ayah menangis, anak beliau Abdullah bin Amr bin Ash memompa harapan sang ayah, sang anak paham betul sebab ayahnya menangis, sang anak berkata:

Wahai ayahku, bukankah Rasulullah telah memberikan berita gembira kepadamu demikian dan demikian?

Mendengar aliran kata-kata dari sang anak yang memompa harap sang ayah, maka Amr bin Ash pun menghadap ke anaknya setelah bangkit dan muncul kembali rasa harap dan berkata:

"Sesungguhnya amalan yang paling utama yang aku hitung pada diriku adalah kalimat syahadat لا إله إلا الله ومحمد رسول الله."

Kemudian sahabat Amr bin Ash bercerita tentang kisah hidupnya yang membuat beliau menangis mengingat apa yang telah beliau kerjakan dimasa lalunya yang kelam.

Dan seperti inilah seharusnya seorang muslim, dia introspeksi, muhasabah, mengingat kembali masa lalu yang buruk agar dia bisa bersyukur atas nikmat yang dirasakan sekarang.

Kembali pada kisah sahabat Amr bin Ash, beliau mulai bercerita,

"Dalam hidupku ini, aku telah mengalami tiga Fase besar.

1⃣ Sungguh dahulu aku ini adalah orang yang paling benci terhadap Muhammad Rasulullah,  bahkan aku tidak mendapati seorangpun yang lebih benci kepada Rasulullah dibandingkan dengan diriku sendiri, bahkan jika aku memiliki kesempatan untuk membunuh Rasulullah, aku akan membunuhnya waktu itu. Kalaulah aku mati pada saat itu, niscaya aku termasuk dari penduduk Neraka.

2⃣ Maka setelah Allah berikan cahaya islam dalam hatiku, akupun mendatangi Nabi -صلى الله عليه وسلم- dan aku berkata kepada beliau,

'Julurkan tangan anda wahai Rasul, aku akan berbaiat kepada anda,'

Rasulpun menjulurkan tangan beliau, namun setelah Rasulullah menjulurkan tangannya, sahabat Amr bin Ash menarik kembali tangannya yang membuat Rasul heran dan bersabda:

"Ada apa denganmu wahai Amr?"

Sahabat Amr berkata,
"Wahai Rasul, aku ingin berbaiat kepadamu dan masuk islam tetapi dengan persyaratan,"

Rasulpun menjawab,
"Apa yang engkau persyaratkan wahai Amr?"

"Aku ingin agar Allah mengampuni semua apa yang telah aku perbuat dari kejelekan pada masa lalu,"

Rasulpun bersabda,
"Tidakkah engkau ketahui sesungguhnya Islam menghapus segalanya sebelum masuk islam,"

Maka setelah kejadian itu tidak ada seorangpun yang lebih dicintai oleh Amr bin Ash kecuali Rasulullah,

Beliaupun berkata,
"Kalau seandainya aku meninggal pada waktu itu, aku sangat berharap aku termasuk penduduk Syurga,"

Beliau melanjutkan kisah perjalanan hidupnya, yaitu fase ketiga dalam hidup beliau:

"Kemudian setelah itu datang masa dimana banyak harta rampasan perang, dan aku tidak mengetahui lagi bagaimana keadaanku saat itu, maka jika aku mati, janganlah kalian iringi kematianku ini dengan tangisan meratapi kematianku, jangan pula kalian nyalakan api di kuburanku,"

_________
Demikian keadaan para sahabat,  mereka kebanyakan menangis karena muhasabah, introspeksi diri, yang dengannya akan memberikan faedah rasa syukur terhadap segala kenikmatan yang dirasakan sekarang, dan dengannya pula akan memberikan faedah enggan tidak suka untuk kembali seperti pada masa lalu, dan inilah sebab seseorang bisa mendapatkan manisnya keimanan, seperti yang tersebut dalam hadits,

ﺛَﻼَﺙٌ ﻣَﻦْ ﻛُﻦَّ ﻓِﻴﻪِ ﻭَﺟَﺪَ ﺑِﻬِﻦَّ ﺣَﻠَﺎﻭَﺓَ ﺍﻟْﺈِﻳْﻤَﺎﻥِ : ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟُﻪُ ﺃﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻣِﻤَّﺎ ﺳَﻮَﺍﻫُﻤَﺎ، ﻭَﺃَﻥْ ﻳُﺤِﺐَّ ﺍﻟْﻤَﺮْﺀَ ﻻَ ﻳُﺤِﺒُّﻪُ ﺇﻻَّ ﻟِﻠﻪِ، ﻭَﺃَﻥْ ﻳَﻜْﺮَﻩَ ﺃَﻥْ ﻳَﻌُﻮﺩَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﻜُﻔْﺮِ ﺑَﻌْﺪَ ﺃَﻥْ ﺃَﻧْﻘَﺬَﻩُ ﺍﻟﻠﻪُ ﻣِﻨْﻪُ، ﻛَﻤَﺎ ﻳَﻜْﺮَﻩُ ﺃَﻥْ ﻳُﻘْﺬَﻑَ ﻓِﻲ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ

“Tiga sifat yang jika ada pada diri seseorang, ia akan meraih manisnya iman: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) ia mencintai seseorang, tidaklah mencintainya melainkan karena Allah, (3) ia membenci untuk kembali kepada kekafiran—setelah Allah menyelamatkannya darinya—sebagaimana ia benci apabila dilempar ke dalam api.”

Semoga yang sedikit ini bisa mengingatkan kita kembali akan nikmat-nikmat yang sudah kita rasakan, yang dengannya kita bisa bersyukur kepada Allah dengan semakin semangat beribadah mendekatkan diri kepada Allah.

Wallahu a'lam bisshowab

______________
hadits bisa dilihat di Sohih Muslim pada bab
(ﺑﺎﺏ ﻛﻮﻥ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻳﻬﺪﻡ ﻣﺎ ﻗﺒﻠﻪ ﻭﻛﺬﺍ ﺍﻟﻬﺠﺮﺓ ﻭﺍﻟﺤﺞ)
Diterjemahkan secara bebas
Senin,16 Rabiul Awal 1437 H/ 28 Desember 2015


Bergabung dengan telegram di link
http://bit.ly/penuhduniailmu

Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com

--------------------------------------------------------
                      -WBF-
--------------------------------------------------------

Senin, 28 Desember 2015

Jadilah Manusia Terbaik, Dan Jangan Membuat Malu Rasulullah


---------------
Jadilah Manusia Terbaik, Dan Jangan Membuat Malu Rasulullah

Saudaraku,,,
Ada dikalangan umat ini mereka yang menjadi umat terbaik disisi Allah -عزوجل-, Allah berfirman:

ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺧَﻴْﺮَ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺃُﺧْﺮِﺟَﺖْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ

"Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia,"

Nabi bersabda:

ﺍﻧﺘﻢ ﺗﻮﻓﻮﻥ ﺳﺒﻌﻴﻦ أﻣﺔ أﻧﺘﻢ ﺧﻴﺮﻫﺎ ﻭأﻛﺮﻣﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ

“Kalian mencukupi (kekurangan-kekurangan) tujuh puluh umat (sebelumnya). Di antara (mereka) kalian yang terbaik dan termulia dalam pandangan Allah Azza waJalla,"

Nabi kita, adalah seorang Rasul dan Nabi yang ummy (tidak membaca dan menulis) adalah makhluk yang paling terbaik dan paling utama, maka umatnya adalah umat yang terbaik dan paling utama

Mereka adalah orang-orang yang mengikuti manusia terbaik, mereka yang beramal soleh menjauhkan dirinya dari sifat-sifat yang jelek

ﺇِﻥَّ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﺼَّﺎﻟِﺤَﺎﺕِ ﺃُﻭﻟَٰﺌِﻚَ ﻫُﻢْ ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟْﺒَﺮِﻳَّﺔِ

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal solih mereka itu adalah sebaik-baik makhluk,"

Allah berfirman

ﻛُﻨْﺘُﻢْ ﺧَﻴْﺮَ ﺃُﻣَّﺔٍ ﺃُﺧْﺮِﺟَﺖْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺗَﺄْﻣُﺮُﻭﻥَ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﺗَﻨْﻬَﻮْﻥَ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﻭَﺗُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ

"Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah,"

Wahai saudaraku,, janganlah kalian membuat muka Rasulullah ﷺ menghitam di akhirat, malu karena tindakan kejelekan kita di dunia, ketika amal kita dipaparkan dihadapan seluruh makhluk

Rasulullah ﷺ bersabda

ﺃﻻ ﻭﺇﻧﻪ ﻳﺠﺎﺀ ﺑﺮﺟﺎﻝ ﻣﻦ ﺃﻣﺘﻲ ﻓﻴﺆﺧﺬ ﺑﻬﻢ ﺫﺍﺕ ﺍﻟﺸﻤﺎﻝ ﻓﺄﻗﻮﻝ ﻳﺎ ﺭﺏ ﺃﺻﺤﺎﺑﻲ ﻓﻴﻘﺎﻝ ﺇﻧﻚ ﻻ ﺗﺪﺭﻱ ﻣﺎ ﺃﺣﺪﺛﻮﺍ ﺑﻌﺪﻙ

"Ketahuilah, sesunguhnya akan didatangkan orang orang laki laki dari umatku, lalu mereka digiring kearah kiri, kemudian aku berkata: "Wahai Rabbku, mereka sahabat sahabatku." Lalu dikatakan: "Engkau tidak mengetahui apa yang telah mereka ada adakan setelah kematianmu."

Rasulpun bersabda:

ﻓَﺄَﻗُﻮﻝُ ﺳُﺤْﻘًﺎ ﺳُﺤْﻘًﺎ ﻟِﻤَﻦْ ﺑَﺪَّﻝَ ﺑَﻌْﺪِﻯ

“ Celaka, celaka bagi orang yang telah mengganti ajaranku sesudahku” (HR. Bukhari)

Wahai saudaraku,,
Apakah kalian akan membuat hitam wajah Rasulullah dihari kiamat kelak?

ﺃَﻧَﺎ ﻓَﺮَﻃُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﺤَﻮْﺽِ ﻭ ﺃﻧﻲ ﻣﻜﺎﺛﺮ ﺑﻜﻢ ﺍﻷﻣﻢ ﻓﻼ ﺗﺴﻮﺩﻭﺍ ﻭﺟﻬﻲ

“Aku akan mendahului kalian di al haudh (telaga),  dan aku berbangga dengan banyaknya bilangan kalian diantara sekalian umat dan janganlah kalian memalukan aku.

Imam Ibnu Rajab berkata:

"Amalan-amalan umat akan dipaparkan atas Nabi mereka di alam barzakh. Maka hendaklah seseorang hamba itu malu dipaparkan amalannya atas Nabinya dari amalan yang telah dilarang oleh Nabinya,"

Masihkah kita akan mengucapkan selamat natal untuk mereka? Dimana itu bukan dari ajaran Islam?

Masihkah kita akan merayakan kelahiran Nabi? Dalam keadaan tidak dicontohkan oleh satupun dari kalangan sahabat?

Kita meminta kebodohan dan keistiqomahan kepada Allah untuk terus berjalan diatas jalan yang lurus ini

______________
sumber: Lathoiful Ma'arif (161-163)




Bergabung dengan telegram di link
http://bit.ly/WABerbagiFaedah

Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com

--------------------------------------------------------
                      -WBF-
--------------------------------------------------------

Tanda-Tanda Diterimanya Amal

○●○●○●○
Renungan Pagi
——————————————————
TANDA-TANDA DITERIMANYA AMAL.
——————————————————
Al-Hafizh Ibnu Rojab Al-Hanbali rahimahullah:

『 Barangsiapa melakukan suatu ketaatan dari ketaatan-ketaatan yang ada dan telah menyelesaikannya, maka tanda-tanda diterimanya ketaatan tersebut ialah dengan berlanjut kepada amalan ketaatan lainnya, dan tanda tertolaknya ialah dengan berakibat dari ketaatan tersebut kepada kemaksiatan.

Betapa indahnya kebaikan setelah kejelekan yang dapat menghapuskan kejelekan! Dan betapa buruknya kejelekan setelah kebaikan yang menghapuskan kebaikan dan menggantikannya!

☝️ ❝ Satu dosa setelah taubat lebih buruk dari tujuhpuluh dosa sebelum bertaubat.

● Kambuhnya suatu penyakit lebih sulit (terobati) dari penyakit itu sendiri, dan terkadang membinasakan! ❞

▪️ Mintalah kepada Allah keteguhan hati di atas ketaatan hingga kematian, dan berlindunglah kepada Allah dari bolak-baliknya hati, dan dari kebinasaan setelah keselamatan.

▪️ Betapa buruknya kehinaan maksiat setelah kemuliaan ketaatan, dan betapa kejinya kefakiran dalam ketamakan setelah kecukupan dalam kesederhanaan. Kasihilah pemuka kaum yang menjadi hina karena kemaksiatan, dan orang terkaya suatu kaum yang menjadi miskin karena dosa-dosa (yang dilakukannya)! 』

            •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Lathoif Al-Ma'arif, halaman (399).
——————————————————
▪️ قال العلاَّمة ابن رجب رحمه الله :

«من عمِلَ طاعة من الطاعات وفرغَ منها، فعلامةُ قَبولها أن يصلها بطاعةٍ أخرى، وعلامةُ ردِّها أن يعقِبَ تلك الطاعة بمعصية.

• ما أحسن الحسنة بعد السيئة تمحوها! وأحسنُ منها الحسنةُ بعد الحسنة تتلوها. وما أقبحَ السيئةَ بعد الحسنة تمحقُها وتعفُوها!

• ذنبٌ واحدٌ بعد التوبة أقبحُ من سبعين ذنباً قبلَها. النكسة أصعب من المرض، وربما أهلَكَت! سلوا الله الثَّبات على الطاعات إلى الممات، وتعوَّذُوا به من تقلُّب القلوب، ومن الحَوْرِ بعد الكَوْر.

• ما أوحش ذلُ المعصية بعد عزِّ الطَّاعة، وأفحشَ فقر الطمع بعد غنى القناعة. ارحموا عزيز قوم بالمعاصي ذَلَّ، وغنيَّ قومٍ بالذُّنوب افتقر» !

["لطائف المعارف" ص٣٩٩].
----------------------
Broadcast by :
Channel MutiaraASK :
http://bit.do/mutiaraASK
Website ASK :
http://bit.do/webASK
BBM Mutiara Salaf :
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE

➥ #renungan

Tanda-Tanda Diterimanya Amal

○●○●○●○
Renungan Pagi
——————————————————
TANDA-TANDA DITERIMANYA AMAL.
——————————————————
Al-Hafizh Ibnu Rojab Al-Hanbali rahimahullah:

『 Barangsiapa melakukan suatu ketaatan dari ketaatan-ketaatan yang ada dan telah menyelesaikannya, maka tanda-tanda diterimanya ketaatan tersebut ialah dengan berlanjut kepada amalan ketaatan lainnya, dan tanda tertolaknya ialah dengan berakibat dari ketaatan tersebut kepada kemaksiatan.

Betapa indahnya kebaikan setelah kejelekan yang dapat menghapuskan kejelekan! Dan betapa buruknya kejelekan setelah kebaikan yang menghapuskan kebaikan dan menggantikannya!

☝️ ❝ Satu dosa setelah taubat lebih buruk dari tujuhpuluh dosa sebelum bertaubat.

● Kambuhnya suatu penyakit lebih sulit (terobati) dari penyakit itu sendiri, dan terkadang membinasakan! ❞

▪️ Mintalah kepada Allah keteguhan hati di atas ketaatan hingga kematian, dan berlindunglah kepada Allah dari bolak-baliknya hati, dan dari kebinasaan setelah keselamatan.

▪️ Betapa buruknya kehinaan maksiat setelah kemuliaan ketaatan, dan betapa kejinya kefakiran dalam ketamakan setelah kecukupan dalam kesederhanaan. Kasihilah pemuka kaum yang menjadi hina karena kemaksiatan, dan orang terkaya suatu kaum yang menjadi miskin karena dosa-dosa (yang dilakukannya)! 』

            •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

Lathoif Al-Ma'arif, halaman (399).
——————————————————
▪️ قال العلاَّمة ابن رجب رحمه الله :

«من عمِلَ طاعة من الطاعات وفرغَ منها، فعلامةُ قَبولها أن يصلها بطاعةٍ أخرى، وعلامةُ ردِّها أن يعقِبَ تلك الطاعة بمعصية.

• ما أحسن الحسنة بعد السيئة تمحوها! وأحسنُ منها الحسنةُ بعد الحسنة تتلوها. وما أقبحَ السيئةَ بعد الحسنة تمحقُها وتعفُوها!

• ذنبٌ واحدٌ بعد التوبة أقبحُ من سبعين ذنباً قبلَها. النكسة أصعب من المرض، وربما أهلَكَت! سلوا الله الثَّبات على الطاعات إلى الممات، وتعوَّذُوا به من تقلُّب القلوب، ومن الحَوْرِ بعد الكَوْر.

• ما أوحش ذلُ المعصية بعد عزِّ الطَّاعة، وأفحشَ فقر الطمع بعد غنى القناعة. ارحموا عزيز قوم بالمعاصي ذَلَّ، وغنيَّ قومٍ بالذُّنوب افتقر» !

["لطائف المعارف" ص٣٩٩].
----------------------
Broadcast by :
Channel MutiaraASK :
http://bit.do/mutiaraASK
Website ASK :
http://bit.do/webASK
BBM Mutiara Salaf :
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE

➥ #renungan

Bantahan Atas Pernyataan: Bahwa Ibnu Taimiyah Membolehkan Bid'ah Maulid

○●○●○●○
Silsilah Rudud (Bantahan)
——————————————————
BANTAHAN ATAS PERNYATAAN: BAHWA IBNU TAIMIYYAH MEMBOLEHKAN BID'AH MAULID.
——————————————————
Fadhilatus syaikh DR. Robi' bin Hadi Al-Madkholi hafizhohulloh:

『 Adapun ucapan -Syaikhul Islam- Ibnu Taimiyyah di dalam "Iqtidho As-Shiroth Al-Mustaqim" (¹):

❝ Apa yang dilakukan oleh sebagian manusia:
● boleh jadi karena menandingi kaum nashrani di dalam perayaan kelahiran nabi Isa -'alaihis salam-,
● dan boleh jadi karena cinta kepada Nabi ﷺ dan pengagungan kepadanya.
Dan Allah akan memberikan pahala kepada mereka atas kecintaannya dan ijtihadnya ini, bukan atas kebid'ahan orang yang menjadikan maulid Nabi ﷺ sebagai hari raya. ❞

▪️ Maka yang beliau maksudkan ialah PAHALA ATAS KECINTAAN, Allah akan memberikan pahala kepada mereka atas kecintaannya kepada Nabi ﷺ BUKAN ATAS AMALANNYA, ini akan meringankan permasalahan, karena mereka menilai bahwa ungkapan tersebut (bermakna) diberi pahala atas amalan (maulid),

▪️ sekarang orang-orang yang menukilkan dari Ibnu Taimiyyah menilai bahwa Allah akan memberikan pahala atas amalan (maulid) ini, kenapa?
Karena (amalan tersebut) muncul atas dasar kecintaan kepada Nabi ﷺ,

▪️ maka disini Syaikhul Islam menjelaskan bahwa Allah tidak akan menerima ini karena amalan mubtadi', dan terkadang Allah memberikan pahala bagi mereka atas kecintaannya,

▪️ akan tetapi sekalipun atas dasar kecintaan ini yang membangkitkan penyelisihannya kepada Nabi ﷺ maka mereka tidak akan diberi pahala atas penyelisihannya,

▪️ kecintaan mereka kepada Nabi ﷺ secara umum selain pada perayaan ini akan bermanfaat bagi mereka insya Allah,

▪️ akan tetapi kecintaan ini tidaklah disyariatkan yang mendorong mereka untuk selalu melakukan kebid'ahan ini, ini tidak membuat mereka diberi pahala karenanya dan tidak ada kemuliaan atasnya,

▪️ dan Syaikhul Islam telah menyebutkan di tempat lain bahwa puncak dari perkara tersebut bahwa yang jahil di kalangan mereka diberi udzur, dan merugi dengan amalan ini maka tidaklah diterima darinya.

● Dan setiap masing-masing orang dapat diambil ucapannya dan ditolak, yakni sekalipun Syaikhul Islam maka dimintakan dalil bagi ucapannya,

● setiap orang dimintakan dalil bagi ucapannya kecuali Rasulullah ﷺ,

● beliau sendiri Syaikhul Islam mengatakan bahwa:

❝ setiap orang tidak dapat dijadikan hujjah akan tetapi dimintakan hujjah baginya. ❞(²),

● maka setiap orang apabila dia datang kepadamu dengan membawa sebuah ucapan maka katakan kepadanya: mana dalilmu? Bawakan buktimu! Dan jika dia tidak memiliki bukti maka jangan ambil ucapannya, semoga Allah mengampuninya, dan memaafkan dia,

● dan kita doakan kebaikan baginya, akan tetapi -demi Allah- tidak boleh, haram untuk mengikutinya dalam kesalahan. [Selesai].
________
(¹) Halaman 294.
(²) Diantaranya ucapan beliau di dalam "Majmu' Al-Fatawa" (26/202): "tidak dibenarkan bagi seseorang berhujjah dengan ucapan seseorang di dalam permasalahan yang diperselisihkan, akan tetapi hujjah adalah nash (dalil Alquran Assunnah), ijma', dan dalil yang disimpulkan dari sumber-sumber tersebut, yang pendahulunya ditetapkan dengan dalil-dalil syar'iyyah, bukan dengan pendapat-pendapat sebagian ulama, karena pendapat-pendapat ulama dimintakan dalil baginya dengan dalil-dalil syar'iyyah, bukan dijadikan hujjah atas dalil-dalil syar'iyyah. [Selesai] 』

             ——○●※●○——
'Aunul Bari Bi Bayan Ma Tadhommanahu Syarh Assunnah Li Al-Imam Al-Barbahari, karya syaikh Robi' bin Hadi Al-Madkholi halaman 364-365.
——————————————————
❍ الرد على من قال بان أبن تيمية يجيز بدعة المولد ؟! ❍

■ قال الشيخ ربيع حفظه الله :
● وأمّا قول - شيخ الإسلام - ابن تيمية في اقتضاء الصراط المستقيم (1) :" ما يحدثه بعض الناس ـ إما مضاهاة للنصارى في ميلاد عيسى - عليه السلام -، وإما محبة للنبي - صلى الله عليه وسلم -، وتعظيماً. والله قد يثيبهم على هذه المحبة والاجتهاد، لا على البدع من اتخاذ مولد النبي - صلى الله عليه وسلم - عيداً"

● فيعني الثواب على المحبة، يثيبهم على محبة النبي - صلى الله عليه وسلم - لا على العمل، هذا يخفف من المشكلة، لأنهم يرون أنه يثاب على العمل،

● الآن الذين ينقلون عن ابن تيمية يرون أن الله يثيب على هذا  العمل، لماذا؟
لأنه ناشئ على محبة النبي- صلى الله عليه وسلم -،
● فهنا يصرح شيخ الإسلام أن الله لا يقبل هذا لعمل المبتدع، وإنما قد يثيبهم على المحبة،
● لكن حتى على هذه المحبة التى بَعثت على مخالفة النبي- صلى الله عليه وسلم - لا يثابون عليها،
● حبهم للنبي- صلى الله عليه وسلم - عموما في غير هذه المناسبة ينفعهم إن شاء الله،
● لكن هذا الحب غير المشروع الذي دفعهم إلى ممارسة هذه البدع، هذا لا يثابون عليه ولا كرامة،
● وقد ذكر شيخ الإسلام في موضع آخر أن غاية ما فيه أن الجاهل فيهم يعذر، ويخسر هذا العمل فلا يقبل منه.
● وكل يؤخذ من قوله ويرد، يعني حتى لو كان شيخ الإسلام فإنه يحتج لقوله،
● كل الناس يحتج لهم إلا رسول الله عليه الصلاة والسلام،
● هو شيخ الإسلام نفسه يقول بأن الرجال ما يحتج بهم إنما يحتج لهم(2)،
● فالرجل إذا جاءك بكلام قل له: أين دليلك؟ هات برهانك؟ فإذا ماكان عنده برهان فلا يؤخذ بقوله، غفر الله له، وسامحه،
● وندعو له، لكن ـــــ والله ـــــ ما يجوز، حرام أن نتبعه في الخطأ.أهـ
____________
(1) ص 294 ـــــــ طبعة النة بتحقيق محمد حامد الفقي
(2) منها قوله في مجموع الفتاوي (26_202): ليس لأحد يحتج بقول أحد في مسائل
النزاع، وإنما الحجة: النص، والإجماع، ودليل مستنبط من ذلك، تقرر مقدماته بالأدلة
الشرعية، لا بأقوال بعض العلماء، فإن أقوال العلماء يحتج لها بالأدلة الشرعية، لا يحتج
بها على الأدلة الشرعية. أهـ

❒ المصدر كتاب :عون الباري ببيان ماتضمّنه شرح السنّة للإمام البربهاري للشيخ ربيع بن هادي عمير المدخلي ص 364 ـــــ365

● بتنسيق ➢ @fawaid1 ➣
----------------------
Broadcast by :
Channel MutiaraASK :
http://bit.do/mutiaraASK
Website ASK :
http://bit.do/webASK
BBM Mutiara Salaf :
Pin:54ABD49E | Channel:C001C7FFE

  ➥ #rudud #maulid

Canda Syaikh Ibnu Baz Dengan Syaikh Al Albani

Canda Syaikh Ibnu Baz Dengan Syaikh Al Albani

Ada seorang pemuda penuntut ilmu pernah naik mobil bersama Syaikh al-Abani rahimahullah.

Syaikh al-Abani mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi ‼️

⛔️ Melihatnya, maka pemuda itupun menegur:

”Wahai Syaikh,ini namanya ‘ngebut’ dan hukumnya tidak boleh❗️"

"Syaikh ibnu Baz mengatakan bahwa hal ini termasuk menjerumuskan diri dalam kebinasaan."

Mendengarnya, Syaikh al-Albani rahimahullah tertawa lalu berkata:

♿️"Ini adalah fatwa seseorang yang tidak merasakan nikmatnya mengemudi mobil ‼️.”

Pemuda itu berkata:
“Syaikh, akan saya laporkan hal ini kepada Syaikh Abdul Aziz bin Baz.”

Jawab Syaikh Al-Albani;
”Silahkan,laporkan saja❗️”

Pemuda itu melanjutkan ceritanya: “Suatu saat, saya bertemu dengan Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah di Makkah maka saya laporkan dialog saya dengan Syaikh al-Abani rahimahullah tersebut kepada beliau.

Mendengarnya, beliau juga tertawa seraya berkata:

"Katakan padanya:
”ini adalah fatwa seseorang yang belum merasakan enaknya terkena denda ‼️”

(Al-Imam Ibnu Baz,Abdul Aziz as-Shadan hlm.73)
________________________________

** ركب أحد طلبة العلم مع الشيخ الألباني رحمه الله في سيارته و كان الشيخ يسرع في السير . فقال له الطالب : خفف يا شيخ فإن الشيخ ابن باز يرى أن تجاوز السرعة إلقاء بالنفس إلى التهلكة . فقال الشيخ الألباني رحمهالله : هذه فتوى من لم يجرب فن القيادة . فقال الطالب : هل أخبر الشيخ ابن باز . قال الألباني : أخبره . فلما حدث الطالب الشيخ ابن باز رحمه الله بما قال الشيخ الألباني ضحك>>> وقال : قل له هذه فتوى من لم يجرب دفع الديات !!. (ترجمة السدحان للشيخ ابن باز ).

_________________________

13 Robi'ul Awwal 1437

Darul Hadits Al Bayyinah
         Sidayu Gresik
         Harrosahallah

Channel Telegram UI

Bergabung dengan telegram di link
http://bit.ly/WABerbagiFaedah

Untuk faedah lain kunjungi www.jendelasunnah.com

✏️___     
Edisi: مجموعة الأخوة  السلفية [-MUS-]
Klik "JOIN" http://bit.ly/ukhuwahsalaf

Ⓜ️ #kisah #fawaaid

Pendekatan Sunni dan Syiah di Indonesia⏹(1 - 3)

▪️✏️▪️▪️▪️▪️▪️✏️▪️

⏹PENDEKATAN SUNNI DAN SYIAH DI INDONESIA⏹

✏️Salah satu bentuk gencarnya Syiah mengampanyekan pahamnya sekaligus usaha mereka melegalisasi keyakinannya adalah melalui seruan Taqrib Baina Sunni wa Syi’i (Pendekatan Antara Sunni dan Syi’ah). Sebenarnya gagasan ini adalah misi lama dari Khomeini, dan setelah dua puluh tahun meninggalnya, pendekatan antara Sunni-Syiah terus berjalan.

✏️Sebelumnya, di Mesir upaya taqrib ini telah digagas. Sebuah lembaga yang bernama “Dar al-Taqrib bayna al-Madzahib al-Islamiyah”, didirikan oleh Mahmud Syaltut, Wakil Rektor Universitas al-Azhar pada 1957 M. Lembaga ini adalah sebuah institusi yang berusaha mewujudkan pendekatan dan persaudaraan serta menghilangkan perselisihan dan perpecahan yang ada antara Ahlus Sunnah dan Syiah. Lembaga ini juga memiliki misi memperkuat hubungan antara mazhab-mazhab Islam; sebuah pusat pergerakan yang pada akhirnya menjadi dasar pikiran berdirinya “Majma-e Jahoni-e Taghrib-e Mazaheb-e Islami”(Forum Internal Pendekatan Mazhab-Mazhab Islam) di Iran. Selain Mahmud Syaltut,Muhammad Mustafa Maraghi, Ayatullah Burujerdi, Hasan al-Banna juga menjadi penggagas ide pendekatan antara Sunni-Syiah.Senin, 5 Nopember 2012, Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Iran, mengadakan seminar internasional dengan tema“Persatuan Umat Islam Dunia (International Seminar of Islamic World Unity)” di Auditorium Al-Jibra Kampus II UMI. Yang menjadi narasumber pada seminar tersebut adalah

– pihak pemerintah diwakili oleh Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H.Nasaruddin Umar, MA;

– Nahdatul Ulama (NU) diwakili oleh mantan ketuanya selama dua periode, Dr. K.H. Hasyim Muzadi;

– Muhammadiyyah diwakili oleh Ketua Umum Muhammadiyyah saat ini, Dr. Din Syamsuddin;

– Majelis Ulama Pusat, diwakili oleh sang motor penggerak persaudaraan Sunni-Syiah, Prof. Dr. Umar Shihab, MA;

– pihak Syiah sendiri diwakili oleh Sekjen Majma’ Taqrib Bayna Madzahib, Muhammad Ali Taskhiri, Maulawi Ishak Madani, dan Dr. Mazaheri.

✏️Seminar tersebut juga dihadiri oleh Dubes Iran untuk Indonesia, Mahmoud Farazandeh. Tampil pula Prof. Dr. Ghalib MA, Wakil Koordinator Kopertis Wilayah VIII. Nama-nama yang tercantum di atas secara umum menyerukan persatuan sebagaimana tema seminar itu sendiri.

✏️Dubes Iran dalam sambutannya mengajak para peserta untuk bercermin pada ritual haji. Para hujjaj mengenakan baju dengan warna yang sama, shalat di mesjid yang sama, menghadap pada kiblat yang sama, serta bersama-sama berthawaf di sekeliling Ka’bah. Inilah contoh konkret bahwa pada dasarnya umat Islam itu memiliki kesamaan yang sangat esensial.1

✏️Adapun Wamenag RI, Nasaruddin Umar, mengutip sebuah perkataan, “Orang yang sering menyalahkan orang lain adalah orang yang sedang belajar, tetapi orang yang tidak mau menyalahkan orang lain adalah orang yang telah khatam belajar.”

✏️Adapun Prof. Din Syamsuddin, memandang pentingnya persatuan Sunni-Syiah, karena umat Islam saat ini berada dalam kubang keterbelakangan, hanya sibuk menyalahkan antara satu dan yang lain, serta mengklaim hanya dirinyalah yang benar lalu tidak mau menerima kebenaran orang lain. Orang-orang seperti ini, menurut Ketua Muhammadiyyah ini, nanti akan menjadi orang kecele di surga.2

Insya Allah تعالى bersambung

Channel Telegram Selematkan Indonesia dari Syiah

https://telegram.me/SelamatkanIndonesiadariSyiah

▪▪️▪️▪️▪️▪️▪️1⃣▪️
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️2⃣▪️

⏹PENDEKATAN SUNNI DAN SYIAH DI INDONESIA⏹

✏️Pada Konferensi Islam Sedunia yang berlangsung pada 4—6 Mei 2008 lalu di Teheran, yang dihadiri sekitar 400 orang dari berbagai belahan dunia, Din Syamsuddin yang bicara pada sesi pertama bersama enam tokoh lainnya, menegaskan bahwa antara Sunni dan Syiah ada perbedaan tetapi hanya pada wilayah cabang (furu’iyat), tidak pada wilayah dasar agama (akidah). Keduanya berpegang pada akidah Islamiah yang sama, walau ada perbedaan derajat penghormatan terhadap Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Oleh karena itu, lanjutnya, kedua kelompok harus terus melakukan dialog dan pendekatan. Seandainya tidak dicapai titik temu, perlu dikembangkan sikap tasamuh atau toleransi.

✏️Tokoh lain yang tidak boleh dilupakan, yang begitu semangat menyuarakan pendekatan Sunni-Syiah, adalah Quraish Shihab. Dalam bukunya yang berjudul “Sunni-Syiah Bergandengan Tangan, Mungkinkah?”, ia mengatakan, “Kesamaan-kesamaan yang terdapat pada dua mazhab ini berlipat ganda dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan dan sebab-sebabnya. Perbedaan antara kedua mazhab, di mana pun ditemukan adalah perbedaan cara pandang dan penafsiran, bukan perbedaan dalam hal ushul (prinsip-prinsip dasar keimanan), tidak juga dalam rukun-rukun Islam3.” (cet. 1 hlm. 265)

✏️Sesuatu yang tidak diragukan lagi bahwa Islam telah merumuskan jalan kepada umatnya untuk membangun persatuan dan kesatuannya.

Allah تعالى berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Ali Imran: 103)

✏️Ayat ini adalah perintah untuk berpegang teguh kepada tali Allah Ta’ala, yaitu al-Qur’an dan as-Sunnah, serta bersatu di atas petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidaklah terjadi perpecahan dan perbedaan melainkan karena jauh dari pemahaman atau keyakinan ini.

Bahkan, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan bahwa al-Qur’an dan as-Sunnah harus dijadikan sandaran oleh umat Islam ketika terjadi perselisihan dan perbedaan cara pandang atau penafsiran. Allah l berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا (59) } [النساء: 59]

“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan/ulama) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Hal itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (an-Nisa: 59)

Akan tetapi, metode ini tentu hanya akan berlaku bagi penganut Islam yang sesungguhnya, yang berjalan di atas petunjuk Allah تعالى. Adapun orang yang mengaku beragama Islam padahal sejatinya musuh Islam, maka wajib dibongkar keadaannya, agar umat Islam tahu tentang permusuhannya terhadap Islam, dan tidak ada celah baginya untuk menempuh metode ini.

⏹Insya Allah تعالى bersambung

https://telegram.me/SelamatkanIndonesiadariSyiah

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️2⃣▪️
▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️3⃣▪️

⏹PENDEKATAN SUNNI DANSYIAH DI INDONESIA⏹

✏️Sunni atau Sunnah dan Syiah atau tepatnya Rafidhah, adalah dua kutub yang berlawanan, dua kelompok yang berbeda dan dua ideologi yang bertentangan. Antara keduanya tidak akan ada titik temu.

✏️Mazhab Ahlus Sunnah berdiri di atas keyakinan mengutamakan para sahabat secara umum, dan mengutamakan sahabat Abu Bakr dan Umar atas seluruh umat, serta meyakini bahwa khalifah setelah Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam adalah Abu Bakr.

✏️Begitupun dalam soal tauhid, mazhab mereka adalah beribadah hanya kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala saja tidak ada sekutu bagi-Nya, dan tidak ada yang maksum (terjaga dari kesalahan) selain Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Sallam. Tidak ada yang maksum dari umat ini selain beliau Shallallahu ‘alahi wa Sallam.

✏️Adapun Rafidhah, mazhabnya berdiri di atas kebencian kepada para sahabat, bahkan memvonis mereka semua sebagai orang fasik dan kafir, kecuali beberapa orang saja.

✏️Maka dari itu, seruan pendekatan antara Sunni-Syiah, atau Sunnah dan Rafidhah, menyerupai seruan pendekatan antara Nasrani dan Islam. Sudah pasti, kekafiran dan keislaman adalah dua hal yang berlawanan, tidak akan bersama. Demikian pula halnya antara sunnah dan bid’ah.

Kelompok Rafidhah adalah kelompok yang paling jelek di tengah-tengah umat ini. Di samping prinsip-prinsip dasarnya adalah kekufuran, kelompok ini juga diwarnai oleh prinsip-prinsip dasar Mu’tazilah dan Tasawuf, yaitu praktik syirik di kuburan. Kelompok Rafidhah dibangun di atas dasar keyakinan ekstrem kepada ulama dan imam-imamnya. Mereka membangun kubah di atas kuburan-kuburannya dan melakukan ritual haji ke kuburan-kuburannya, persis seperti ritual haji ke Baitullah al-Haram.

Maka dari itu, yang menyuarakan pendekatan antara Sunnah dan Syiah, boleh jadi tidak mengetahui hakikat kedua mazhab itu, atau berpura-pura tidak tahu dan bodoh. Umumnya, orang yang menyuarakan pendekatan Sunni-Syiah itu membuat pengaburan, penipuan, dan pembodohan. Apabila ada dari kalangan Sunni yang melakukannya, mereka adalah orang-orang yang tertipu. Ia mengira bahwa perselisihan dan perbedaan antara Sunnah dan Syiah layaknya perbedaan antara mazhab-mazhab fikih, seperti Hambali, Syafi’i, Maliki, dan Hanafi.

✏️Asy-Syaikh al-Allamah Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah berkata,

“Pendekatan antara Rafidhah dan Ahlus Sunnah adalah hal yang tidak mungkin karena akidah yang berbeda. Akidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mentauhidkan AllahSubhanahu wa Ta’ala dan mengikhlaskan ibadah hanya untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak ada sesuatu pun yang diibadahi bersama Allah Ta’ala, baik malaikat yang terdekat maupun nabi yang diutus, dan meyakini bahwa hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui perkara gaib.

Termasuk akidah Ahlus Sunnah adalah mencintai para sahabat Radhiyallahu ‘anhum, dan meyakini bahwa mereka makhluk yang paling baik setelah para nabi, dan yang paling baik di antara mereka adalah Abu Bakr ash-Shiddiq, kemudian Umar, kemudian Utsman, kemudian Ali g. Adapun Rafidhah, menyelisihi semua itu.

Jadi, tidak mungkin menyatukan keduanya. Sebagaimana tidak mungkin menyatukan antara Yahudi dan Nasrani, musyrikin dan Ahlus Sunnah, maka demikian pula tidak mungkin adanya pendekatan antara Rafidhah dan Ahlus Sunnah, karena perbedaan akidah seperti yang telah dijelaskan di atas.” (Majmu’ul Fatawa Ibnu Baz) (al Ustadz Abu Hamzah Yusuf)

⏹Insya Allah تعالى bersambung.

Channel Telegram Selamatkan Indonesia dari Syiah

https://telegram.me/SelamatkanIndonesiadariSyiah

▪️▪️▪️▪️▪️▪️▪️3⃣▪️

Alkohol dalam Obat dan Parfum

||_0⃣1⃣_||
―――――――――――――――――――
◢ HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN ALKOHOL ◣
―――――――――――――――――――

             ——↺◆|| ||◆↻——
✍ º Alkohol dalam Obat dan Parfum º
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯

➥☞ Banyak pertanyaan seputar alkohol yang masuk ke meja redaksi, kaitannya dengan
❶ obat
❷ kosmetika, atau pun lainnya • • •

Berikut ini penjelasan Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari.
                         
                       ˚¯¯¯¯¯¯˚
▼||―――――――――――――――――||▼
Alhamdulillah, para ulama besar abad ini telah berbicara tentang permasalahan alkohol [1], maka di sini kita nukilkan fatwa-fatwa mereka sebagai jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.
——— • • •
➲ Terdapat perbedaan ijtihad di antara mereka dalam memandang permasalahan ini.
——— • • •

                  ——○••○——
Asy-Syaikh Ibnu Baz berpendapat bahwa:
❝ Sesuatu yang telah bercampur dengan alkohol tidak boleh dimanfaatkan, meskipun kadar alkoholnya rendah, dalam arti tidak mengubahnya menjadi sesuatu yang memabukkan. Karena hal ini tetap masuk dalam hadits;

" Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnyapun haram." [2]❞

{(?)} ➲Ketika beliau ditanya tentang obat-obatan yang sebagiannya mengandung bahan pembius dan sebagian lainnya mengandung alkohol, dengan perbandingan kadar campuran yang beraneka ragam, maka beliau menjawab:

❝ Obat-obatan yang memberi rasa lega dan mengurangi rasa sakit penderita, tidak mengapa digunakan sebelum dan sesudah operasi. Kecuali jika diketahui bahwa obat-obatan tersebut dari "Sesuatu yang banyaknya memabukkan" maka tidak boleh digunakan berdasarkan sabda Nabi :
—————• • • • •
“Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnyapun haram.”
—————• • • • •
Adapun jika obat-obatan itu tidak memabukkan dan banyaknya pun tidak memabukkan, hanya saja berefek membius (menghilangkan rasa) untuk mengurangi beban rasa sakit penderita maka yang seperti ini tidak mengapa. ❞
                  ——○••○——

(Majmu' Fatawa, 6/18)
▼||―――――――――――――――――||▼

▲-※-▲
✍ Catatan kaki:
[1] Perlu diketahui bahwa alkohol (alkanol) ada beberapa golongan.
➱ Di antaranya etanol (inilah yang dijadikan sebagai zat pelarut, bahan bakar, atau zat asal untuk preparat-preparat farmasi, dan sebagian besar digunakan untuk minuman keras), spiritus, dsb., sebagaimana diterangkan dalam buku-buku kimia dan farmasi.

[2] Diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dari Jabir bin Abdillah.
➱ Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Muqbil Al-Wadi’i dalam Ash-Shahihul Musnad (1/160-161).
➱ Dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani, dan beliau menshahihkannya dengan syawahidnya dari beberapa shahabat yang lain (Al-Irwa‘, 8/42-43).

   —✾Tholibul Ilmi Cikarang✾—

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Sumber:
asysyariah.com/alkohol-dalam-obat-dan-parfum
•••••••••••••••••
http://bit.ly/salafymedia
www.salafymedia.com
#⃣ #alkohol

Sabtu 30 safar1437H/12 Desember 2015M jam 15.48 wib

≠=============================
||_0⃣2⃣_||
―――――――――――――――――――
◢ HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN ALKOHOL ◣
―――――――――――――――――――

             ——↺◆|| ||◆↻——
✍ º Alkohol dalam Obat dan Parfum º
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯

                  ——○••○——
······
➲ Juga ketika beliau ditanya tentang parfum yang disebut  (cologne), beliau berkata:

❝ Parfum  (cologne) yang mengandung alkohol tidak boleh (haram) untuk digunakan.
➲ Karena telah tetap (jelas) di sisi kami berdasarkan keterangan para dokter yang ahli di bidang ini bahwa parfum jenis tersebut memabukkan karena mengandung “spiritus” yang dikenal.
➲ Oleh sebab itu, haram bagi kaum lelaki dan wanita untuk menggunakan parfum jenis tersebut…
—————
≫ Kalau ada parfum jenis cologne yang tidak memabukkan maka tidak haram menggunakannya. Karena hukum itu berputar sesuai dengan ‘illah-nya [3], ada atau tidaknya ‘illah tersebut (kalau ‘illah itu ada pada suatu perkara maka perkara itu memiliki hukum tersebut, kalau tidak ada maka hukum itu tidak berlaku padanya).≪ ❞
—————
(Majmu’ Fatawa , 6/396 dan 10/38-39)

—————•••
➲Dan yang lebih jelas lagi adalah jawaban beliau pada:
" Majmu’ Fatawa (5/382, dan 10/41)" beliau berkata:

❝ Pada asalnya segala jenis parfum dan minyak wangi yang beredar di khalayak manusia hukumnya halal.
➲ Kecuali yang diketahui mengandung sesuatu yang merupakan penghalang untuk menggunakannya, karena ‘sesuatu’ itu memabukkan atau banyaknya memabukkan atau karena ‘sesuatu’ itu adalah najis, dan yang semacamnya…
➲ Jadi, jika seseorang mengetahui ada parfum yang mengandung ‘sesuatu’ berupa bahan memabukkan atau benda najis yang menjadi penghalang untuk menggunakannya, maka diapun meninggalkannya (tidak menggunakanya) seperti cologne.
➲ Karena telah tetap (jelas) di sisi  kami berdasarkan persaksian para dokter (yang ahli di bidang ini) bahwa parfum ini tidak terbebas dari bahan memabukkan karena mengandung ‘spiritus’ berkadar tinggi, yang merupakan bahan memabukkan, sehingga wajib untuk ditinggalkan (tidak digunakan).
➲ Kecuali jika ditemukan ada parfum jenis ini yang terbebas dari bahan memabukkan (maka tentunya tidak mengapa untuk digunakan).
➲ Dan jenis-jenis parfum yang lain sebagai gantinya, sekian banyak yang dihalalkan oleh Allah , walhamdulillah ❞
—————•••
                  ——○••○——
▼||―――――――――――――――――||▼

▲-※-▲
✍ Catatan kaki:
[3] 'Illah suatu hukum adalah sebab penentu suatu perkara memiliki hukum tersebut.

   —✾Tholibul Ilmi Cikarang✾—

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Sumber:
asysyariah.com/alkohol-dalam-obat-dan-parfum
•••••••••••••••••
http://bit.ly/salafymedia
www.salafymedia.com
#⃣ #alkohol

Ahad 01 Rabiul awwal 1437H/13 Desember 2015M jam 07.30 wib

≠=============================
||_0⃣3⃣_||
―――――――――――――――――――
◢ HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN ALKOHOL ◣
―――――――――――――――――――

             ——↺◆|| ||◆↻——
✍ º Alkohol dalam Obat dan Parfum º
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯

                  ——○••○——
······
➲ Demikian pula halnya, segala macam minuman dan makanan yang mengandung bahan memabukkan, wajib untuk ditinggalkan. Kaidahnya adalah:
—————
"Sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun haram",
—————
➲ Sebagaimana sabda Rasulullah:
" Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnyapun haram."
Dan hanya Allah lah yang memberi taufik. ❞
          —※ ——— ※—

          —※ ——— ※—
➲ Demikian pula yang terpahami dari fatwa  guru kami Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i bahwa pendapat beliau sama dengan pendapat gurunya yaitu Asy-Syaikh Ibnu Baz ketika ditanya tentang cologne. Beliau menjawab (tanpa rincian) bahwa:

❝ ✖Tidak boleh menggunakannya dan tidak boleh memperjualbelikannya, berdasarkan hadits Anas bin Malik:
—————
"Rasulullah melaknat 10 jenis orang karena khamr:
➥ Yang memprosesnya (membuatnya);
➥ Yang minta dibuatkan;
➥ Yang meminumnya;
➥ Yang membawanya;
➥ Yang dibawakan untuknya;
➥ Yang menghidang-kannya;
➥ Yang menjualnya;
➥ Yang makan (menikmati) harga penjualannya;
➥ Yang membelinya dan
➥ Yang dibelikan untuknya. ❞ [4]
—————
(Dalam Ijabatus Sa`il hal. 697)
          —※ ——— ※—

          —※ ——— ※—
➲ Sementara itu, Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin dan Asy-Syaikh Al-Albani berpendapat bahwa pada permasalahan ini ada rincian, sebagaimana yang akan kita simak dengan jelas dari fatwa keduanya.
———————•••
➲ Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin berkata:

❝ Bagaimana menurut kalian tentang sebagian obat-obatan yang ada pada masa ini yang mengandung alkohol, terkadang digunakan pada kondisi darurat?

➲ Kami nyatakan:
≫≫ Menurut kami, obat-obatan ini tidak memabukkan seperti mabuk yang diakibatkan oleh khamr, melainkan hanya berefek mengurangi kesadaran penderita dan mengurangi rasa sakitnya.
➲ Jadi, ini mirip dengan obat-bius yang berefek menghilangkan rasa sakit (sehingga penderita tidak merasakan sakit sama sekali) tanpa disertai rasa nikmat dan terbuai.
➲ Telah diketahui bahwa hukum yang bergantung pada suatu 'illah [5], jika 'illah tersebut tidak ada maka hukumnya pun tidak ada.
➲ Nah, selama 'illah suatu perkara dihukumi khamr adalah "memabukkan", sedangkan obat-obatan ini tidak memabukkan, berarti tidak termasuk kategori khamr yang haram. Wallahu a'lam. ≪≪ ❞
———————•••
( Dalam Asy-Syarhul Mumti' (6/178) cetakan Darul Atsar )
          —※ ——— ※—
                  ——○••○——
▼||―――――――――――――――――||▼

▲-※-▲
✍ Catatan kaki:
[4] Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (1318).
➱ Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Muqbil dalam kitabnya Ash-Shahihul Musnad (1/57)
➱ Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi.
◆ Hadits yang semakna dengan hadits ini juga diriwayatkan dengan lafadz  (Allah melaknat…) dari Ibnu ‘Umar, oleh Ath-Thahawi, Al-Hakim, dan yang lainnya,
➱ Dishahihkan oleh Al-Albani dengan keseluruhan jalan-jalannya dalam Al-Irwa` (5/365-367).

[5] Lihat catatan kaki no. 3
➱ Catatan kaki No. 3, 'Illah suatu hukum adalah sebab penentu suatu perkara memiliki hukum tersebut.

   —✾Tholibul Ilmi Cikarang✾—

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Sumber:
asysyariah.com/alkohol-dalam-obat-dan-parfum
•••••••••••••••••
http://bit.ly/salafymedia
www.salafymedia.com
#⃣ #alkohol

Senin 02 Rabiul awwal 1437H/14 Desember 2015M Jam 18.37 WIB

≠=============================

((04)) HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN ALKOHOL
----------------------------------------------
[[ Alkohol dalam Obat dan Parfum ]]

•• Wajib bagi kita untuk mengetahui perbedaan antara pernyataan: “Sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun haram” dengan pernyataan: “Sesuatu yang mema-bukkan dan dicampur dengan bahan yang lain maka haram.” Karena pernyataan yang pertama artinya minuman itu sendiri (adalah merupakan khamr), apabila anda minum banyak tentu anda mabuk, dan apabila anda minum sedikit maka anda tidak mabuk, namun Rasulullah mengatakan “Sedikitnyapun haram.” (Kenapa demikian padahal yang sedikit tersebut tidak memabukkan?) Karena itu merupakan dzari’ah (artinya bahwa yang sedikit itu merupakan wasilah/ perantara yang akan menyeret pelakunya sampai akhirnya dia minum banyak, sehingga diharamkan). Adapun mencampur dengan bahan lain dengan perbandingan kadar alkoholnya sedikit sehingga tidak menjadikan bahan tersebut memabukkan maka yang seperti ini tidak mengubah bahan tersebut menjadi khamr (yang haram). Jadi ibaratnya seperti benda najis yang jatuh ke dalam air (tapi kadar najisnya sedikit) dan tidak menajisi (merusak kesucian) air tersebut (karena warna, bau, ataupun rasanya tidak berubah) maka air tersebut tidak menjadi najis karenanya (tetap suci dan mensucikan).”

•• Asy-Syaikh Al-Albani ketika ditanya tentang berbagai parfum atau minyak wangi yang mengandung alkohol, maka beliau menjawab: “Apabila kadar alkohol yang terkandung di dalamnya menjadikan parfum-parfum yang harum itu sebagai cairan yang memabukkan, dalam arti kalau diminum oleh seorang pecandu khamr dan ternyata memberi pengaruh seperti pengaruh khamr (yaitu mengakibatkan dia mabuk, maka parfum-parfum tersebut hukumnya tidak boleh (haram untuk digunakan). Adapun jika kadar alkoholnya sedikit (dalam arti tidak mengubah parfum-parfum tersebut menjadi memabukkan) maka hukumnya boleh. (Kaset Silsilatul Huda wan Nur)

   —✾Tholibul Ilmi Cikarang✾—

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Sumber:
asysyariah.com/alkohol-dalam-obat-dan-parfum
•••••••••••••••••
http://bit.ly/salafymedia
www.salafymedia.com
#⃣ #alkohol

Jum'at 06 Rabiul awwal 1437H/18 Desember 2015M jam 17.34 wib

⁠≠=============================

⁠⁠((05)) HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN ALKOHOL
---------------------------------------------

[[ Alkohol dalam Obat dan Parfum ]]

�� Kemudian kita akhiri pembahasan ini dengan fatwa Asy-Syaikh Al-Albani  yang sangat rinci. Beliau berkata: “Untuk memahami makna hadits:

“Sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun haram.”
Mari kita mendatangkan 

�� contoh: Kalau ada 1 liter air yang mengandung 50 gram bahan memabukkan yang kita namakan alkohol, maka cairan ini –yang tersusun dari air dan alkohol– berubah menjadi mema-bukkan. Namun jika seseorang minum sedikit maka dia tidak akan mabuk. Lain halnya jika dia minum dengan kadar yang lazim diminum oleh seseorang maka dia akan mabuk, dengan demikian menjadilah yang sedikit tadi haram. Sebaliknya, kalau ada 1 liter air mengandung 5 gram alkohol (misalnya). Jika seseorang minum 1 liter air tersebut sampai habis dia tidak mabuk, maka yang seperti ini halal untuk diminum.

❓ Selanjutnya, apakah boleh bagi seorang muslim mengambil 1 liter air kemudian menumpahkan 5 gram alkohol ke dalamnya dengan alasan bahwa 5 gram alkohol tersebut tidak mengubah 1 liter air yang ada menjadi memabukkan?

✒ Jawabannya: Tidak boleh. Kenapa tidak boleh? Karena tidak boleh bagimu untuk memiliki bahan yang memabukkan yang merupakan inti dari khamr, yaitu alkohol. Jadi kegiatan mencampur alkohol dengan bahan lain tidak boleh dalam syariat Islam…

�� Telah kami nyatakan bahwa obat-obatan yang ada di apotek-apotek pada masa ini –bahkan boleh jadi kebanyakannya– mengandung alkohol, atau tertera padanya tulisan perbandingan kadar alkoholnya: 5 gram, 10 gram… Apakah kita mengatakan bahwa obat-obatan ini jika diminum seorang sehat ataupun sakit dengan kadar yang banyak dan ternyata dia mabuk, berarti tidak boleh digunakan karena memabukkan, meskipun dia hanya menelan 1 sendok saja? Inilah yang dimaksudkan dengan hadits “Sesuatu yang banyaknya memabukkan maka sedikitnya pun haram.” Adapun jika perbandingan alkoholnya sedikit –dalam arti berapapun yang dia minum tidak menjadikannya mabuk– maka boleh menggunakannya, meskipun dia minum banyak.
Namun perkara lain (yang penting untuk diingat) sama dengan apa yang telah saya sebutkan sebelumnya, bahwa obat-obatan yang mengandung alkohol dengan perbandingan yang tidak melanggar syariat sesuai dengan rincian yang disebutkan, tidak boleh bagi seorang apoteker muslim untuk meracik obat yang seperti itu. Karena tidak boleh ada alkohol di rumah seorang muslim ataupun di tempat kerjanya. Haram baginya untuk membelinya atau membuatnya sendiri. Dan ini perkara yang jelas karena Rasulullah bersabda:

“Allah melaknat 10 jenis orang karena khamr…”7
Seorang apoteker yang hendak meracik obat dan mencampurnya dengan alkohol yang memabukkan itu, baik dengan cara membuat alkohol sendiri (dengan proses pembuatan tertentu) atau membeli alkohol yang sudah jadi, termasuk dalam salah satu dari 10 jenis orang yang dilaknat dalam hadits tersebut.
Lain halnya apabila seseorang membeli obat yang sudah jadi, dengan kadar alkohol yang rendah yang tidak menjadikan banyaknya obat tersebut memabukkan, maka ini boleh.” (Kaset Silsilatul Huda wan Nur)

�� Dan kami memandang bahwa pendapat Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsamin dan Asy-Syaikh Al-Albani, lebih dekat kepada kebenaran.

Wallahu a’lam.

Catatan kaki; 

7.Lihat haditsnya secara lengkap pada fatwa Asy-Syaikh Muqbil di halaman sebelumnya

�� Tholibul Ilmi Cikarang
___________________________

�� asysyariah.com/alkohol-dalam-obat-dan-parfum

�� JOIN https://telegram.me/salafymedia untuk mendapatkan faidah yang lainya atau klik www.salafymedia.com

#alkohol

Ahad 08 Rabiul awwal 1437H/20 Desember 2015M jam 21.24 wib

Najiskah Alkohol?

==============
||_0⃣6⃣_||
―――――――――――――――――――
◢ HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN ALKOHOL ◣
―――――――――――――――――――

             ——↺◆|| ||◆↻——
               º Najiskah Alkohol? º
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯

✍ Jawab:
˜˜˜˜˜˜˜˜
Alhamdulillah.
➲ Telah kita ketahui pada pembahasan Problema Anda edisi lalu bahwa alkohol merupakan bahan memabukkan yang merupakan inti dari khamr, sehingga HARAM bagi seorang muslim untuk memiliki alkohol dengan cara apa pun,
➱ baik dengan membuatnya sendiri,
➱ membelinya, atau
➱ dengan cara yang lain.

➲ Desinfeksi alat-alat medis bukanlah alasan yang ditolerir untuk bisa menggunakan alkohol, dengan dua alasan:

﴾1﴿ ➥≫———————•••••
Rasulullah bersabda:
↻↺
"Sesungguhnya khamr itu bukan obat, melainkan penyakit."
―――――――
➲ Beliau mengatakan hal ini ketika Thariq bin Suwaid Al-Ju'fi bertanya tentang pembuatan khamr untuk pengobatan.
(HR. Muslim, no. 1984)
➲ Dan masih ada hadits-hadits lainnya yagn menunjukkan haramnya pengobatan dengan sesuatu yang haram.
―――――――――――――――――――

﴾2﴿ ➥≫———————•••••
Kondisi darurat yang dengan itu diperbolehkan menggunakan sesuatu yang haram, adalah jika memenuhi dua persyaratan, sebagaimana ditegaskan oleh Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumti' (6/330, cetakan Darul Atsar):
(a) Seseorang terpaksa menggunakannya jika tidak ada alternatif lain.
(b) Ada jaminan/ kejelasan bahwa dengan itu kondisi darurat akan benar-benar teratasi.

➲ Padahal fakta membuktikan bahwa penanganan medis bukanlah satu-satunya alternatif kesembuhan.

➲ Karena tidak sedikit penderita yang sembuh tanpa penanganan medis. Melainkan hanya dengan rutin mengkonsumsi obat-obat nabawi atau ramuan-ramuan tertentu disertai kesungguhan dalam menghindari pantangan penyakit yang dideritanya.

➲ Anggaplah pada kondisi darurat tertentu terkadang seseorang terpaksa harus menjalani penanganan medis, namun –alhamdulillah– masih banyak alternatif lain selain alkohol untuk disinfeksi alat-alat medis.

➲ Adapun najis atau tidaknya alkohol, maka ini kembali kepada permasalahan najis atau tidaknya khamr.

➥•  •  •  •  •  •  •
➲ Jumhur ulama, termasuk imam yang empat (Abu Hanifah, Malik, Asy-Syafi'i, dan Ahmad rahimahumullah) berpendapat bahwa:
——————————
➱khamr adalah najis
——————————
➥•  •  •  •  •  •  •
Dan ini dibenarkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah.
➲Mereka berdalilkan firman Allah:
↺↻
"Wahai orang-orang yang beriman, hanyalah sesungguhnya khamr, judi, patung-patung yang disembah, dan azlam [1] adalah rijs, merupakan amalan setan." (Al-Ma`idah: 90)
———————

➲ Namun yang benar adalah pendapat Rabi'ah (guru Al-Imam Malik), Al-Laits bin Sa'd Al-Mishri, Al-Muzani (sahabat Al-Imam Asy-Syafi'i) dan Dawud Azh-Zhahiri, bahwa:
——————————
➱khamr bukan najis
——————————
➲ Ini yang dipilih oleh Al-Imam Asy-Syaukani, Asy-Syaikh Al-Albani, dan Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahumullah.
➲≫ Karena hukum asal segala sesuatu adalah suci kecuali ada dalil yang menunjukkan najisnya.
➲≫ Karena tidak ada dalil yang menunjukkan najisnya khamr, maka kita menghukuminya dengan hukum asal.
➲≫ Meskipun khamr haram namun tidak berarti najis, karena tidak ada konsekuensi bahwa sesuatu yang haram mesti najis.
―――――――――――――――――――

✍◆ Catatan kaki:
[ 1 ] Azlam adalah tiga batang anak panah yang tidak berbulu,
➱ tertulis pada salah satunya “Lakukan”,
➱ yang kedua “Jangan lakukan”, dan
➱ yang ketiga kosong tanpa tulisan.
◆ Seseorang berbuat sesuai dengan anak panah yang terambil.
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Tholibul Ilmi Cikarang
___________________________

asysyariah.com/najiskah-alkohol

JOIN http://bit.ly/salafymedia untuk mendapatkan faidah yang lainya atau klik www.salafymedia.com

#alkohol

Kamis 12 Rabiul awwal 1437H/24 Desember 2015M jam 10.12 wib

Sumber :

asysyariah.com/najiskah-alkohol

=============
||_0⃣7⃣_||
―――――――――――――――――――
◢ HUKUM-HUKUM YANG BERKAITAN DENGAN ALKOHOL ◣
―――――――――――――――――――

             ——↺◆|| ||◆↻——
               º Najiskah Alkohol? º
                            (2)
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯

······
✍ Al-Imam Ash-Shan'ani dan Al-Imam Asy-Syaukani menjelaskan kekeliruan anggapan sebagian ulama bahwa sesuatu yang haram konsekuensinya menjadi najis.
➥• • • • • • • •
Yang benar,
——————
Hukum asal segala sesuatu adalah suci dan keharamannya tidaklah otomatis menjadikan hal itu najis.
———————————————————

Sebagai contoh,
➱▪Emas dan kain sutera telah disepakati dan diketahui bahwa keduanya suci, meskipun haram bagi kaum lelaki untuk mengenakannya.

↺↻● Namun sebaliknya,
——————————————
Najisnya sesuatu berkonsekuensi bahwa sesuatu itu haram.
——————————————
➱ Adapun dalil yang digunakan oleh jumhur ulama, maka hal itu adalah ijtihad mereka –rahimahumullah– dalam memahami ayat tersebut.
➱ Padahal najis yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah najis maknawi, artinya minum khamr adalah perbuatan najis (kotor) yang haram, meskipun zat khamr itu sendiri adalah suci.

≫ ⋅⋅⋅⋅⋅⋅⋅⋅⋅⋅
➲ Pemahaman ini didukung dua faktor:
﴾1﴿ Khamr dalam ayat tersebut disejajarkan dengan najisnya alat-alat judi, berhala-berhala sesembahan, dan anak-anak panah yang digunakan untuk mengundi nasib.
≫➲ Padahal disepakati bersama bahwa benda-benda tersebut adalah suci, yang najis adalah perbuatan judinya, perbuatan menyembah berhala, dan per-buatan mengundi nasib.
≫➲ Demikian pula dengan khamr.
✍————————……………
Yang najis adalah perbuatan minum khamr, bukan khamr itu sendiri.
—————————……………

﴾2﴿ Kata rijs (yang diartikan najis) dalam ayat di atas disifati dengan kalimat berikutnya, yaitu  (merupakan amalan setan).
✍————————……………
Jadi yang dimaksud adalah amalannya bukan zatnya.
—————————……………

Kesimpulannya,
¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯
{| 1 |} Bahwa ayat tersebut tidak cukup sebagai dalil untuk menggeser hukum asal tadi.
{| 2 |} Justru terdapat hadits-hadits shahih yang menunjukkan sucinya khamr, sehingga makin menguatkan hukum asal tersebut.
➥• • • • • • • • •
➱ Hadits-hadits itu di antaranya:
﴾❶﴿ Dalilnya: ↷
✍≫• Hadits Anas bin Malik yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, Kitabul Mazhalim, Bab Shubbil Khamri fi Ath-Thariq no. 2464,
✍≫• Juga hadits Abu Sa'id Al-Khudri yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Musaqat, Bab Tahrimi Bai'il Khamr no. 1578.
➥• • • • • • • • •
➲ Disebutkan dalam kedua hadits itu bahwa para shahabat menumpahkan khamr mereka di jalan-jalan ketika diharamkannya khamr.
➲ Ini menunjukkan bahwa khamr bukan najis, karena jalan-jalan yang dilewati kaum muslimin tidak boleh dijadikan tempat pembuangan najis.
❓Bila ditanyakan:
"Apakah hal itu dengan sepengetahuan Rasulullah?"
✔ Maka dijawab:
"Jika Rasulullah mengetahuinya berarti hal itu dengan persetujuan beliau."
➲ Berarti hadits tersebut marfu' secara hukum.
———————————————————
Bila tidak diketahui oleh beliau, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya, dan Allah tidak akan membiarkannya bila memang hal itu adalah suatu kemungkaran, karena waktu itu merupakan masa turunnya wahyu.
———————————————————

﴾❷﴿ Dalilnya: ↷
✍≫• Hadits Ibnu 'Abbas yang diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitabul Musaqat, Bab Tahrimi Bai'il Khamr no. 1579,
➥• • • • • • • • •
➲ Bahwa seorang laki-laki menghadiahkan sebuah wadah berisi khamr kepada Rasulullah.
➲ Maka Rasulullah berkata:
"Tidakkah engkau mengetahui bahwa khamr telah diharam-kan?"
➽ Kemudian ada seseorang yang membisiki laki-laki tersebut untuk menjualnya.
➲ Maka Rasulullah bersabda:
·······
"Sesungguhnya Dzat Yang mengharamkan untuk meminumnya juga mengharamkan untuk menjualnya."
·······
➲ Kemudian Ibnu 'Abbas berkata:
➽ "Maka lelaki itu membuka wadah khamr tersebut dan menumpahkan isinya hingga habis."
➲ Kejadian ini disaksikan oleh Rasulullah dan beliau tidak memerintahkan kepadanya untuk mencuci wadah tersebut.
———————————————————
Ini menunjukkan bahwa khamr tidaklah najis.
Wallahu a'lam bish-shawab.
——
—————————————————
•¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯•

Oleh:
Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari حفظه الله
•¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯¯•

Maraji'/ Sumber Bacaan:
➥ Al-Majmu'lin Nawawi, 2/581-582;
➥ Subulus Salam, penjelasan hadits kedua dari Bab Izalatun Najasah, 1/55-56;
➥ Ad-Darari Al-Mudhiyyah, hal.19-20;
➥ Tamamul Minnah, hal. 54-55;
➥ Asy-Syarhul Mumti', 1/366-367.

• • • • • • • • • •
Tholibul Ilmi Cikarang
___________________________

asysyariah.com/najiskah-alkohol

JOIN http://bit.ly/salafymedia untuk mendapatkan faidah yang lainya atau klik www.salafymedia.com

#alkohol

Ahad, 15 Rabiul Awwal 1437H/27 Desember 2015M jam 10.12 wib