Kamis, 30 April 2015

DAURAH ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH  "ASY SYARIAH" Ke-11

~~~~~~

Bismillah.

Alhamdulillah, dengan pertolongan dan taufik dari Allah, insya Allah akan hadir kembali...

DAURAH ILMIAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH  "ASY SYARIAH" Ke-11

~~• 1436 H/2015 M •~~

dengan tema:

"MENANGKAL RADIKALISME BERDASARKAN PEMAHAMAN SALAF",

dengan pembicara:

 Asy-Syaikh Khalid azh-Zhafiri (Kuwait)

 Asy-Syaikh Badr bin Muhammad al-Anazi (Arab Saudi)

 Asy-Syaikh Usamah bin Sa'ud al-'Amri (Arab Saudi)

4⃣ Asy-Syaikh Fuad bin Sa'ud al-'Amri (Arab Saudi)

5⃣ Asy-Syaikh Arafat bin Hasan al-Muhammadi (Yaman)

 Kajian umum insya Allah diselenggarakan di Masjid Agung Manunggal, Bantul pada Sabtu-Ahad, 21-22 Sya'ban 1436 H (6-7 Juni 2015);

 Daurah asatidzah di Ma'had al Anshar, Kamis-Sabtu, 18-27 Sya'ban 1436 H (4-13 Juni 2015).

Kajian ini insya Allah bisa diikuti melalui:
 Radio || Rasyid
 Radio || Manhajul Anbiya
 Radio || Salafy.or.id

Turut Mempublikasikan
WhatsApp Salafy Indonesia http://forumsalafy.net

?
---------------------------

Pamflet Daurah Ilmiah "Asy-Syari'ah" ke-11

Link Ukuran A4  (Resolusi Tinggi)
http://goo.gl/Q220uh

Link Ukuran A3 (Resolusi Tinggi)
http://goo.gl/QzyUYf

Up-date Info Daurah "asy-Syari'ah"
http://www.manhajul-anbiya.net/daurah-nasional-asy-syariah-ke-11-1436-h2015-m/

•••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~

Minggu, 26 April 2015

MUSUH-MUSUH DAKWAH TAUHID (3 - 4)

--------
- 3⃣ -
MUSUH-MUSUH DAKWAH TAUHID
✏ (ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh)
----------------------------

2⃣ Daulah ‘Utsmaniyyah

Yang tak kalah gencar pula adalah permusuhan pemerintahan Dinasti ‘Utsmani yang telah terprovokasi kaum kafir penjajah.
Keadaan ini diperburuk oleh para mufti pemerintahan Dinasti ‘Utsmani yang notabene BERAQIDAH TASHAWWUF. Siang dan malam mereka memprovokasi pemerintah untuk memerangi dakwah tauhid di Najd, baik di masa Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah masih hidup, ataupun permusuhan mereka terhadap dakwah tauhid sepeninggal beliau.
Tercatat dalam sejarah, beberapa kali ada upaya penyerangan yang dilakukan Dinasti ‘Utsmani terhadap Negeri Najd dan kota-kota yang ada di dalamnya yang terkenal sebagai pusat dakwah tauhid. Di antaranya apa yang terjadi di masa Sultan Mahmud II, ketika memerintahkan Muhammad ‘Ali Basya untuk menyerang kekuatan dakwah tauhid di Najd.
Tentara Muhammad ‘Ali Basya dipimpin oleh anaknya Ibrahim Basya dalam sebuah pasukan besar dengan bantuan militer dari negara-negara kafir Eropa. Pada akhir tahun 1232 H, mereka menyerang kota ‘Unaizah dan Al-Khubra` serta berhasil menguasai Kota Buraidah. Sebelumnya, pada bulan Muharram 1232 H, tepatnya tanggal 23 Oktober 1818 M, mereka berhasil menduduki daerah Syaqra’ dalam sebuah pertempuran sengit dengan strategi tempur penuh kelicikan yang diatur oleh seorang AHLI PERANG PRANCIS bernama Vaissiere. Bahkan dalam pasukan Dinasti ‘Utsmani yang menyerang Najd pada waktu itu didapati 4 orang dokter ahli berkebangsaan ITALI. Nama-nama mereka adalah Socio, Todeschini, Gentill, Scots. Nama terakhir ini adalah dokter pribadi Ibrahim Basya. Demikian juga didapati perwira-perwira tinggi EROPA yang bergabung dalam pasukan Dinasti ‘Utsmani dalam penyerangan tersebut.
➡ Hal ini menunjukkan bahwa Dinasti ‘Utsmani telah BERSEKONGKOL dengan negara-negara kafir Eropa di dalam memerangi dakwah tauhid, yang tentunya hal ini mengundang amarah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjadi sebab terbesar hancurnya Daulah ‘Utsmaniyyah.

Belum lagi kondisi tentara dan pasukan tempur Dinasti ‘Utsmani yang benar-benar TELAH JAUH DARI BIMBINGAN ISLAM. Hal ini sebagaimana disebutkan sejarawan berkebangsaan Mesir yang sangat terkenal, yaitu Abdurrahman Al-Jabrati. Ketika menyampaikan kisah tentang kondisi pasukan Dinasti ‘Utsmani dan membandingkannya dengan pasukan tauhid di Najd, yang beliau nukil dari penjelasan salah seorang perwira tinggi militer Mesir yang menceritakan tentang kondisi pertempuran yang terjadi pada tahun 1227 H yang dipimpin Ahmad Thusun, putra Muhammad ‘Ali Basya, beliau menyatakan:
❎ “…dan beberapa perwira tinggi mereka (tentara Mesir, pent.) yang menyeru kepada kebaikan dan sikap wara’ telah menyampaikan kepadaku bahwa mana mungkin kita akan memperoleh kemenangan, sementara mayoritas tentara kita tidak berpegang dengan agama ini. Bahkan di antara mereka ada yang sama sekali TIDAK BERAGAMA dengan agama apapun dan tidak bermadzhab dengan sebuah madzhab pun. Dan berkrat-krat minuman keras telah menemani kita. Di tengah-tengah kita tidak pernah terdengar suara adzan, tidak pula ditegakkan shalat wajib. Bahkan syi’ar-syi’ar agama Islam tidak terbetik di benak mereka.
Sementara mereka (tentara Najd, pent), jika telah masuk waktu shalat, para muadzin mengumandangkan adzan dan pasukan pun segera menata barisan shaf di belakang imam yang satu dengan penuh kekhusyu’an dan kerendahan diri. Jika telah masuk waktu shalat, sementara peperangan sedang berkecamuk, para muadzin pun segera mengumandangkan adzan. Lalu seluruh pasukan melakukan shalat khauf, dengan cara sekelompok pasukan maju terus bertempur sementara sekelompok yang lainnya bergerak mundur untuk melakukan shalat.
Sedangkan tentara kita terheran-heran melihat pemandangan tersebut. Karena memang mereka sama sekali belum pernah mendengar hal yang seperti itu, apalagi melihatnya.” –sekian

Kalau kisah tersebut disampaikan salah seorang perwira tinggi militer Mesir, maka Abdurrahman Al-Jabrati sendiri juga menceritakan tentang pertempuran yang terjadi pada tahun 1233 H yang dipimpin Ibrahim Basya dalam menghancurkan Ad-Dir’iyyah, yang tidak jauh berbeda dari kisah yang disampaikan sang perwira tinggi tersebut di atas. Lihat penjelasan tersebut dalam kitab Al-Jabrati, IV/140.

Dinasti ‘Utsmani melengkapi kekejaman dan permusuhannya terhadap dakwah tauhid dengan menawan Al-Amir Abdullah bin Su’ud, sebagai salah satu penerus dan pembela dakwah tauhid yang telah menginfakkan jiwa dan hartanya dalam menegakkan kalimat tauhid serta syariat Islam. Beliau dikirim ke Mesir dan selanjutnya dikirim ke Istambul lalu dihukum pancung di sana setelah sebelumnya diarak di jalan-jalan Istanbul, dijadikan sebagai lelucon dan olok-olok selama tiga hari. Peristiwa ini terjadi pada 18 Shafar 1234 H/ 17 Desember 1818 M.

bersambung, insya Allah

Sumber
http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~

--------
- 4⃣ -
MUSUH-MUSUH DAKWAH TAUHID
✏ (ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh)
----------------------------

3⃣ Permusuhan kaum Shufiyyah

Musuh berikutnya yang dengan gencar memusuhi dakwah tauhid yang dilakukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab adalah orang-orang dari aliran tashawwuf/Shufi yang merasa kehilangan pamor di hadapan para pengikutnya.
✅ Dengan dakwah tauhid, banyak syubhat dan kerancuan kaum Shufi yang terbongkar dan terbantah dengan hujjah-hujjah yang terang dan jelas, yang disampaikan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, murid-murid, serta para pendukungnya.

✅ Berbagai macam bid’ah dan amalan-amalan yang menyelisihi sunnah Rasul serta amalan-amalan yang tercampur dengan berbagai praktek kesyirikan yang selama ini mereka tebarkan di daerah Najd ataupun Hijaz (Makkah dan Madinah), mulai tersingkir dan dijauhi umat.

✅ Demikian juga praktek amalan ibadah haji yang selama ini telah mereka penuhi dengan bid’ah dan amalan yang menyelisihi Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta berbagai upaya untuk memakan harta umat dengan cara batil, juga terhalangi dengan adanya dakwah tauhid tersebut.

Ini semua membuat mereka geram dan marah terhadap dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dan murid-muridnya. Itu semua mendorong mereka untuk berupaya menjauhkan umat dari dakwah beliau. Mereka sebarkan berbagai macam kedustaan tentang beliau dan dakwah tauhid yang disampaikannya.

Kaum Shufi bersama orang-orang kesultanan Turki dan Mesir serta kaum kafir Eropa menciptakan sebuah julukan terhadap dakwah beliau dengan GERAKAN DAKWAH AL-WAHHABIYYAH serta melukis-kannya sebagai madzhab baru di luar Islam. Nama Al-Wahhabiyyah adalah sebuah nama yang dinisbahkan kepada ayah Asy-Syaikh Muhammad yang bernama Abdul Wahhab. Padahal jika mereka mau jujur, semestinya mereka menjulukinya dengan Muhammadiyyun, yaitu nisbah kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah secara langsung. Namun hal itu sengaja mereka lakukan dalam rangka memberikan kesan lebih negatif terhadap dakwah beliau. Karena jika memakai julukan Muhammadiyyun akan terkesan di banyak kalangan bahwa ini adalah sebuah madzhab yang baik.
Bahkan mereka tak segan-segan mengucapkan kata-kata kotor untuk memuluskan tujuannya, yang sebenarnya kita sendiri malu untuk mendengar dan menukilkan kalimat tersebut. Namun dengan sangat terpaksa kami nukilkan salah satu contoh kata-kata kotor dan menjijikkan yang diucapkan tokoh-tokoh Shufi.

Di antaranya adalah yang diucapkan salah satu tokoh mereka yang dikenal dengan nama Muhammad bin Fairuz Al-Hanbali (meninggal 1216 H) dalam rekomendasinya terhadap kitab Ash-Shawa’iq war Ru’ud, sebuah kitab yang penuh dengan tuduhan dan kedustaan terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, karya seorang tokoh Shufi yang bernama Abdullah bin Dawud Az-Zubairi (meninggal 1225 H). Dalam rekomendasinya itu, Ibnu Fairuz berkata:
❌ “…Bahkan mungkin saja Asy-Syaikh (yakni ayah Asy-Syaikh Muhammad yang bernama Abdul Wahhab, pent.) pernah lalai untuk menggauli ibunya (yakni ibu Muhammad bin Abdul Wahhab, pent.) sehingga dia didahului oleh setan untuk menggauli isterinya. Jadi pada hakekatnya setanlah ayah dari anak yang durhaka ini.”

⛔ Sebuah ucapan kotor yang penuh kekejian dan kedustaan terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah bahkan terhadap ayah dan ibunya.

Mereka juga menuduh Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dengan berbagai tuduhan dusta, di antaranya: Tuduhan bahwasanya beliau mengklaim An-Nubuwwah (yakni mengaku sebagai nabi), sebagaimana disebutkan dalam kitab Mishbahul Anam karya Ahmad Abdullah Al-Haddad Ba’alawi (hal. 5-6). Dan dinyatakan pula oleh Ahmad Zaini Dahlan (meninggal 1304 H) dalam sebuah makalah kecilnya yang berjudul Ad-Durar As-Saniyyah fir Raddi ‘alal Wahhabiyyah (hal. 46): “…yang nampak dari kondisi Muhammad bin Abdul Wahhab, bahwasanya dia adalah seorang yang mengklaim An-Nubuwwah. Hanya saja dia tidak mampu untuk menampakkan klaimnya tersebut secara terang-terangan.”
Pernyataan semacam ini dia tegaskan juga dalam kitabnya yang lain yang berjudul Khulashatul Kalam, hal. 228-261.

Buku-buku Ahmad Zaini Dahlan ini, adalah buku-buku yang sarat dengan kedustaan dan tuduhan-tuduhan batil terhadap dakwah dan pribadi Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah. Buku-buku itu, dalam kurun 60 tahun terakhir ini, sering menjadi referensi kaum Shufi di berbagai belahan bumi, termasuk di Indonesia, dalam menebarkan kedustaan terhadap dakwah tauhid yang mulia itu. Bahkan sebagian buku-buku tersebut telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Lebih parah lagi, buku-buku karya kaum Shufi ini dimanfaatkan kaum kafir dan para orientalis sebagai referensi bagi mereka dalam menebarkan kedustaan terhadap dakwah mulia tersebut dan menjauhkan umat Islam darinya. Di antara mereka adalah seorang orientalis berkebangsaan Denmark bernama Caresten Nie Bury dalam bukunya (Travel Through Arabia and Other Countries In The East) namun dia tidak berhasil memasuki Najd. Sehingga ketika menulis tentang sejarah Najd, dia banyak menukil dan menyandarkan karyanya pada berita-berita yang beredar di Jazirah Arabia yang telah dipenuhi banyak kedustaan oleh para tokoh Shufi di sana.

⏳ Begitu juga salah seorang tokoh kafir yang lainnya menulis sebuah buku yang berjudul (Memorandum, by T.E. Ravenshaw). Buku ini pun dipenuhi berbagai macam kedustaan dan tuduhan-tuduhan batil terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.

bersambung, insya Allah

Sumber
http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~

Sabtu, 25 April 2015

PERNYATAN 'ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH (05)


------------
PERNYATAN 'ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH
(Bagian 5 )
Oleh:
Asy-Syaikh Abu 'Abdirrahman Al-Makki Yusuf bin Faris bin 'Umar Ad-Dighari -waffaqohullah-
                            ✹ ✹ ✹
Dan berkata Al-Imam Al-Bukhari -rahimahullah- (wafat pada tahun 256 Hijriyah) :
ما أبالـــي صـــليت خلـــف الجـــهــمي والـــرافـــضي، أم صــلــيت خــلــف الــيهــود والــنصارى ولا يــسـلــم عــلــيهــم ولا يعــادون ولا ينــاكحــون ولايشـــهــدون ولا تـــؤكل ذبائـــحهــم
"Aku tidak peduli (sama saja) apakah engkau shalat (bermakmum) di belakang seorang Jahmiyyah atau SYI'AH ROFIDHOH ataukah engkau shalat  dibelakang Yahudi atau Nashrani (yakni jahmiyah dan Rofidhoh sama-sama kafirnya dengan Yahudi dan Nashrani dan tidak sah shalat di belakang mereka). Dan tidak diberikan salam atas mereka, tidak di jenguk apabila mereka sakit,  tidak dinikahi, tidak disaksikan jenazahnya dan tidak di makan sembelihan mereka."
Lihat kitab Khalqu Af'alil 'Ibaad hal. 125
............................................................
Dan berkata Abu Zur'ah Ar-Razi -rahimahullah- (wafat pada tahun 264  Hijriyah) :
إذا رأيت الـــرَّجلَ ينتقِــــصُ أحــدًا من أصـــحاب رســـول الله ﷺ فاعْــلــم أنّـــه زنـــدِيــقٌ
"Apabila engkau melihat seseorang merendahkan salah satu dari Shahabat Rasulullah ﷺ , maka ketahuilah bahwasannya ia adalah seorang Zindiq (Munafiq),
وذلــك أن الــرَّســولَ ﷺ عـندنا حــقّ، والــقرآن حــقّ، وإنّمـا أدّى إلــينا هذا الـــقــرآن والـــسّنن أصـــحاب رســـول الله ﷺ
☝Dan demikian itu karena Rasul ﷺ bagi kami adalah kebenaran, Al-Qur’an adalah kebenaran, sesungguhnya yang menyampaikan kepada kita Al-Qur’an dan As-Sunnah ini adalah (melalui) para Shahabat Rasul ﷺ ,
وإنّــمـا يــريــدون أن يجــرِّحُــوا شـــهــودنا لــيبطلــوا الــكتاب والسّنـــة، والـــجرح بــهـم أوْلـى وهــم زنادقــة
Dan tidak lain sesungguhnya mereka (Syi'ah Rofidhoh) menginginkan untuk mendiskreditkan saksi-saksi kita (para Shahabat) untuk membatalkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Namun celaan untuk mereka (Syi'ah Rofidhoh) lebih pantas karena mereka adalah orang-orang Zindiq (munafiq)."
Lihat Al-Kifayah fi 'ilmi Ar-Riwayah hal. 49
............................................................
Dan telah meriwayatkan Al-Laalikaai dari jalan 'Abdurrahman bin Abi Hatim: bahwasannya beliau bertanya kepada ayah beliau dan Abu Zur'ah tentang Madzhab As-Sunnah serta akidah mereka berdua yang mereka dapati dari ulama di seluruh kota( yang mereka datangi ketika mencari hadits), diantara penjelasan (tentang akidah ulama) yang datang dari ucapan mereka berdua: 
وإن الــجهـمية كــفار، وإن الــرفــضــة رفــضــوا الإســلام
❗"Dan sesungguhnya Jahmiyyah itu adalah orang-orang kafir dan sesungguhnya ROFIDHOH itu mereka MENOLAK (melawan) ISLAM."
Lihat Syarhu Ushul I'tiqad Ahlissunnah juz 1 hal. 178
                       ------
ــــــــــــــــــــــــ
حقيقــة كـــفر الروافض - جمــــع لفضيلة الشيخ أبي عبدالرحمن المكي يوسف بن فـــارس بن عمر الدغــاري -وفقه الله-
<< كـــلام العلمــــاء في حقيقة كفـــر الــــــروافض>>
وقال ﺍﻹ‌ﻣﺎﻡ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ - ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ - (المتوفى سنة 256هـ) : " ﻣﺎ ﺃﺑﺎﻟﻲ ﺻﻠﻴﺖ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﺠﻬﻤﻲ ﻭﺍﻟﺮﺍﻓﻀﻲ ، ﺃﻡ ﺻﻠﻴﺖ ﺧﻠﻒ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭﺍﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻭﻻ‌ ﻳﺴﻠﻢ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻻ‌ ﻳﻌﺎﺩﻭﻥ ﻭﻻ‌ ﻳﻨﺎﻛﺤﻮﻥ ﻭﻻ‌ ﻳﺸﻬﺪﻭﻥ ﻭﻻ‌ ﺗﺆﻛﻞ ﺫﺑﺎﺋﺤﻬﻢ " . - انظر (ﺧﻠﻖ ﺃﻓﻌﺎﻝ ﺍﻟﻌﺒﺎﺩ) (ﺹ125).

وﻗﺎﻝ ﺃﺑﻮ ﺯﺭﻋﺔ الرازي - رﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ - (المتوفى سنة 264هـ) : " ﺇﺫﺍ ﺭﺃﻳﺖ ﺍﻟﺮَّﺟﻞَ ﻳَﻨْﺘَﻘِﺺُ ﺃﺣﺪًﺍ ﻣﻦْ ﺃﺻﺤﺎﺏِ ﺭﺳﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪ ﷺ ؛ ﻓﺎﻋْﻠَﻢْ ﺃﻧَّﻪ ﺯِﻧْﺪِﻳﻖٌ، ﻭﺫﻟﻚ ﺃﻥَّ ﺍﻟﺮَّﺳﻮﻝَ ﷺ ﻋﻨﺪﻧﺎ ﺣﻖٌّ، ﻭﺍﻟﻘﺮﺁﻥُ ﺣﻖٌّ، ﻭﺇﻧَّﻤﺎ ﺃﺩَّﻯ ﺇﻟﻴﻨﺎ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥَ ﻭﺍﻟﺴُّﻨَﻦَ ﺃﺻﺤﺎﺏُ ﺭﺳﻮﻝِ ﺍﻟﻠﻪ ﷺ ، ﻭﺇﻧَّﻤﺎ ﻳﺮﻳﺪﻭﻥ ﺃﻥ ﻳُﺠَﺮِّﺣُﻮﺍ ﺷﻬﻮﺩَﻧﺎ ﻟِﻴُﺒْﻄِﻠُﻮﺍ ﺍﻟﻜﺘﺎﺏَ ﻭﺍﻟﺴُّﻨَّﺔَ، ﻭﺍﻟﺠَﺮﺡُ ﺑﻬﻢ ﺃَﻭْﻟَﻰ ﻭﻫﻢ ﺯَﻧﺎﺩِﻗَﺔ ".- انظر (ﺍﻟﻜﻔﺎﻳﺔ ﻓﻲ ﻋﻠﻢ ﺍﻟﺮﻭﺍﻳﺔ) (ﺹ49)
وروى اللالكائي من طريق عبدالرحمن بن أبي حاتم : أنه سأل أباه وأبا زرعة عن مذاهب السنة ، واعتقادهما الذي أدركا عليه أهل العلم في جميع الأمصار ، ومما جاء في كلامهما :"وإن الجهمية كفار ، وإن الرافضة ، رفضوا الإسلام ". - انظر (‎شرح أصول اعتقاد أهل السنة) (178/1).
                             ✲ ✹ ✲
Sumber:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=146029
✒ Alih Bahasa:
Ayyub Wijaya (Balikpapan) Al-Jawiy -hafizhohullah- [FBF-4]
_______________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net


===================================
Baca juga: 
PERNYATAAN PARA ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH (05)

PERNYATAAN ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH (04)


------------
PERNYATAAN ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH
(Bagian 4)
Oleh:
Asy-Syaikh Abu 'Abdirrahman Al-Makki Yusuf Bin Faris Bin 'Umar Ad-Dighari -waffaqohullah-
                           ✹ ✹ ✹
Dan berkata Ahmad bin Yunus Rahimahullah (wafat pada tahun 227 Hijriyah) :
" إنا لا نأكـــل ذبيحة رجـــل رافضي، فإنــه عندي مــرتد "
❗" Sungguh kami tidak memakan sembelihan seorang Syi'ah Rofidhoh, karena sungguh bagiku dia adalah seorang yang murtad (keluar dari Islam)."
lihat Syarah Ushul I'tiqad Ahlissunnah juz 8 hal 459.
............................................................
Dan Beliau (Ahmad Bin Yunus) berkata pula:
" ﻟﻮ ﺃﻥ ﻳﻬﻮﺩﻳﺎً ﺫﺑﺢ ﺷــﺎﺓ ، ﻭﺫﺑﺢ ﺭﺍﻓﻀﻲ ﻷ‌ﻛﻠﺖ ﺫﺑﻴﺤــﺔ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩﻱ ، ﻭﻟﻢ ﺁﻛﻞ ﺫﺑﻴﺤــﺔ ﺍﻟــﺮﺍﻓﻀﻲ ﻷ‌ﻧﻪ ﻣﺮﺗﺪ ﻋﻦ ﺍﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ "
☝"Kalaulah seorang yahudi  menyembelih seekor kambing dan seorang Syi'ah Rofidhoh menyembelih pula , niscaya aku memilih memakan sembelihan seorang Yahudi (sembelihan ahlul kitab halal) dan aku tidak akan memakan sembelihan seorang Syi'ah Rofidhoh karena ia telah murtad dari Islam."
Dan Ahmad bin Yunus ini beliau adalah seorang Al-Yarbu'i Al-Kufi (dari kufah, Iraq). Imam Ahmad bin Hanbal berkata tentangnya pada saat Beliau sedang menasehati seseorang  :
❗"Pergilah engkau (menuntut ilmu) kepada Ahmad bin Yunus karena sesungguhnya Ia adalah Syaikhul Islam (seorang ulama besar)."
Lihat Ash-Sharimu Al-Maslul hal 570
............................................................
Dan adapun Imam Ahlusunnah wal Jama'ah Ahmad bin Hanbal (wafat pada tahun 241 Hijriyah) Rahimahullah, maka sungguh telah diriwayatkan dari beliau Riwayat yang banyak tentang peng-kafiran terhadap mereka (Syi'ah Rofidhoh) :
Dari 'Abdillah bin Ahmad (putra Beliau) berkata: "Aku bertanya kepada ayahku tentang orang yang mencela seorang dari sahabat Nabi ﷺ maka Beliaupun (Imam Ahmad) berkata:
" مـــا أراه عــلى الإسلام"
"Aku tidak melihatnya berada diatas Islam."
Lihat Assunnah Lilkhallal juz 1 halaman 493
............................................................
Dan dari Abu Bakr Al-Marwadzi beliau berkata: "Aku bertanya kepada Abu 'Abdillah (Imam Ahmad) tentang orang yang mencela Abu Bakr dan Umar serta 'Aisyah ?
Maka Beliau menjawab :
" مـــا أراه عــلى الإسلام"
"Aku tidak melihatnya berada di atas Islam."
Lihat Assunnah LilKhallal juz 1 hal 493
............................................................
Aku mendengar Abu 'Abdillah (Imam Ahmad) mengatakan , Berkata Malik (Yakni Imam Malik bin Anas) :
" الذي يشتم أصحــاب النبي ﷺ ليس لــه سهــم ، أو قـــال : نصيب في الإسلام "
"Orang yang mencela sahabat Nabi ﷺ Tidak ada baginya Hak atau bagian dalam Islam."
Dan berkata Al-Khallal : "Telah mengkhabarkan kepadaku 'Abdul Malik bin 'Abdil Hamid berkata: "Aku telah mendengar Abu Abdillah (Imam Ahmad) berkata:
" ﻣﻦ ﺷﺘﻢ ﺃﺧﺎﻑ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻜــﻔﺮ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺮﻭﺍﻓﺾ ، ﺛﻢ ﻗﺎﻝ : ﻣﻦ ﺷﺘﻢ ﺃﺻﺤـــﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻻ‌ ﻧﺄﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻗﺪ ﻣـــﺮﻕ ﻋﻦ ﺍﻟــــﺪﻳﻦ "
"Barang siapa yang mencela (sahabat Nabi) aku mengkhawatirkan padanya kekufuran sebagaimana Syi'ah Rofidhoh,
kemudian Beliau berkata:
❗"Barangsiapa yang imencela sahabat Nabi ﷺ kami tidak merasa aman,  bahwasannya ia benar-benar telah keluar dari agama Islam."
Dan Beliau (Al-Khallal) berkata: "Telah mengkhabarkan kepadaku 'Abdullah bin Ahmad bin Hanbal berkata: "Aku pernah bertanya kepada Ayahku (Imam Ahmad) tentang orang yang mencela seorang dari sahabat Nabi ﷺ maka Baliaupun mengatakan:  "Aku tidak melihatnya berada di atas Islam."
Lihat As-Sunnah LilKhallal juz 3 hal 493
............................................................
Dan Beliau (Al-Khallal) berkata pula tentang Syi'ah Rofidhoh:
" ﻫﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺘﺒﺮﺃﻭﻥ ﻣﻦ ﺃﺻﺤــﺎﺏ ﻣﺤﻤﺪ ﷺ ﻭﻳﺴﺒﻮﻧﻬﻢ ﻭﻳﻨﺘﻘﺼﻮﻧﻬﻢ ﻭﻳﻜﻔــﺮﻭﻥ ﺍﻷ‌ﺋﻤﺔ ﺇﻻ‌ ﺃﺭﺑﻌـــﺔ : ﻋﻠﻲ ﻭﻋﻤـــﺎﺭ ﻭﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺩ ﻭﺳﻠﻤﺎﻥ ﻭﻟﻴﺴﺖ ﺍﻟـــﺮﺍﻓﻀﺔ ﻣﻦ ﺍﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ ﻓﻲ ﺷﻲﺀ "
"Mereka yang berlepas diri dari sahabat-sahabat Muhammad ﷺ , mencelanya ,merendahkannya serta meng-Kafirkan para Aimmah (imam-imam salaf) kecuali empat orang saja:  'Ali, 'Ammar, Al-Miqdad dan Salman (Rahiyallahu 'anhum) ,maka Syi'ah Rofidhoh BUKAN termasuk dari Islam sama sekali."
Lihat Ushulussunnah oleh Al-Khallal halaman 82.
                        ------
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
- حقيقـــة كــــفر الروافــــــض -
جمع لفضيلــة الشيخ أبي عبــدالرحمن المـــكي يوسف بن فارس بن عمر الدغاري -وفقـــه الله-
<< كـــلام العلمـــاء في حقيقة كفر الروافض>>
وقال أحمد بن يونس - رحمه الله - (المتوفى سنة 227هـ):" إنا لا نأكل ذبيحة رجل رافضي، فإنه عندي مرتد " - انظر (شرح أصول اعتقاد أهل السنة) (459/8).
وقال أيضا : " ﻟﻮ ﺃﻥ ﻳﻬﻮﺩﻳﺎً ﺫﺑﺢ ﺷﺎﺓ ، ﻭﺫﺑﺢ ﺭﺍﻓﻀﻲ ﻷ‌ﻛﻠﺖ ﺫﺑﻴﺤﺔ ﺍﻟﻴﻬﻮﺩﻱ ، ﻭﻟﻢ ﺁﻛﻞ ﺫﺑﻴﺤﺔ ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﻲ ﻷ‌ﻧﻪ ﻣﺮﺗﺪ ﻋﻦ ﺍﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ " ،- وأحمد بن يونس هذا هو اليربوعي الكوفي قال فيه الإمام أحمد بن حنبل ﻭﻫﻮ ﻳﺨﺎﻃﺐ ﺭﺟﻼ‌ً : " ﺍﺧﺮﺝ ﺇﻟﻰ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﻳﻮﻧﺲ ﻓﺈﻧﻪ ﺷﻴﺦ ﺍﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ "انظر (الصارم المسلول) (ص570).

وأما إﻣﺎﻡ أهل السنة والجماعة ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ (المتوفى سنة 241هـ) - رحمه الله - فقد رﻭﻳﺖ ﻋﻨﻪ ﺭﻭﺍﻳﺎﺕ ﻋﺪﻳﺪﺓ ﻓﻲ ﺗﻜﻔﻴﺮﻫﻢ: عن عبدالله بن أحمد قال : سألت أبي عن رجل شتم رجلاً من أصحاب النبي ﷺ فقال : " ما أراه على الإسلام". انظر (‎السنة للخلال) (493/1) .
وعن أبي بكر المروذي قال : سألت أبا عبدالله عن من يشتم أبا بكر وعمر وعائشة ؟ قال : " ما أراه على الإسلام "- انظر (السنة للخلال) (493/1) .
قال وسمعت أبا عبدالله يقول قال مالك : " الذي يشتم أصحاب النبي ﷺ ليس له سهم ، أو قال : نصيب في الإسلام " .
وﻗﺎﻝ ﺍﻟﺨﻼ‌ﻝ : ﺃﺧﺒﺮﻧﻲ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺤﻤﻴﺪ ﻗﺎﻝ : ﺳﻤﻌﺖ ﺃﺑﺎ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺎﻝ :" ﻣﻦ ﺷﺘﻢ ﺃﺧﺎﻑ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻣﺜﻞ ﺍﻟﺮﻭﺍﻓﺾ ، ﺛﻢ ﻗﺎﻝ : ﻣﻦ ﺷﺘﻢ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻻ‌ ﻧﺄﻣﻦ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻗﺪ ﻣﺮﻕ ﻋﻦ ﺍﻟﺪﻳﻦ " .
ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺧﺒﺮﻧﻲ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺣﻨﺒﻞ ﻗﺎﻝ :" ﺳﺄﻟﺖ ﺃﺑﻲ ﻋﻦ ﺭﺟﻞ ﺷﺘﻢ ﺭﺟﻼ‌ً ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻓﻘﺎﻝ : ﻣﺎ ﺃﺭﺍﻩ ﻋﻠﻰ ﺍﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ " .- انظر (السنة للخلال) (493/3).
ﻭقال أيضا في ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ :" ﻫﻢ ﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺘﺒﺮﺃﻭﻥ ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﻣﺤﻤﺪ ﷺ ﻭﻳﺴﺒﻮﻧﻬﻢ ﻭﻳﻨﺘﻘﺼﻮﻧﻬﻢ ﻭﻳﻜﻔﺮﻭﻥ ﺍﻷ‌ﺋﻤﺔ ﺇﻻ‌ ﺃﺭﺑﻌﺔ : ﻋﻠﻲ ﻭﻋﻤﺎﺭ ﻭﺍﻟﻤﻘﺪﺍﺩ ﻭﺳﻠﻤﺎﻥ ﻭﻟﻴﺴﺖ ﺍﻟﺮﺍﻓﻀﺔ ﻣﻦ ﺍﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ ﻓﻲ ﺷﻲﺀ " .- انظر ( أصول ﺍﻟﺴﻨﺔ له) (ﺹ 82 )
                              ✹ ✲ ✹
Sumber:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=146029
✒ Alih Bahasa:
Ayyub Wijaya (Balikpapan) Al Jawiy hafidzahullah [FBF-4]
__________________
 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net 


===================================
Baca juga: 
PERNYATAAN PARA ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH (05)

PERNYATAAN ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH(03)


------------
PERNYATAAN ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH
(Bagian 3)
Oleh:
Asy-Syaikh Abu 'Abdirrahman Al-Makki Yusuf Bin Faris Bin 'Umar Ad-Dighari -waffaqohullah-
                           ✹ ✹ ✹
Dan berkata Abdurrahman bin Mahdi Rahimahullah (wafat pada tahun 198 hijriah) :
هما مـلتان : الجهميـة، والرافضـــة
"Keduanya Al Jahmiyyah dan SYI'AH ROFIDHOH adalah agama tersendiri (yakni bukan Islam)."
Imam Bukhari menukil dari Beliau (Abdurrahman Bin Mahdi) -Lihat Khalqu Af'aalil 'Ibaad halaman 125
............................................................
Berkata Al-Imam Asy-Syafi'i Rahimahullah (wafat pada tahun 204 Hijriyah) :
ليس لــرافضي شفعــة إلا لمسلـــم
❗"Tidaklah seorang Syi'ah Rofidhoh itu mendengki KECUALI kepada seorang Muslim."
Lihat Alkifayah lilkhatib juz 1 Halaman 126
............................................................
Berkata Muhammad bin Yusuf Al-Faryabi Rahimahullah (wafat pada tahun 212 Hijriyah ) :
مــا أرى الرافضــة والجهميـة إلا زنادقــة
"Tidaklah aku melihat Syi’ah Rofidhoh dan Jahmiyyah kecuali mereka adalah ORANG-ORANG ZINDIQ (Munafiq)."
Lihat Syarah Ushul I'tiqad Ahlissunnah juz 8 Halaman 1457
                        ------
ــــــــــــــــــــــــــــــــ
- حقيقـــة كــــفر الروافــض -
جمع لفضيلــة الشيخ أبي عبــدالرحمن المـــكي يوسف بن فارس بن عمر الدغاري -وفقـــه الله-
<< كـــلام العلمـــاء في حقيقة كفر الروافض>>
وقال عبدالرحمن بن مهدي - رحمه الله - (المتوفى سنة 198هـ) :" هما ملتان : الجهمية، والرافضة " نقله عنه البخاري - انظر (خلق أفعال العباد) (ص125)

وقال ﺍﻹ‌ﻣﺎﻡ ﺍﻟﺸﺎﻓﻌﻲ - ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ - (المتوفى سنة 204هـ) : " ﻟﻴﺲ ﻟﺮﺍﻓﻀﻲ ﺷﻔﻌﺔ ﺇﻻ‌ ﻟﻤﺴﻠﻢ " انظر (الكفاية للخطيب) (126/1)

وقال محمد بن يوسف الفريابي - رحمه الله - (المتوفى سنة 212هـ) : " ما أرى الرافضة والجهمية إلا زنادقــة " - انظر (شرح أصول اعتقاد أهل السنة) (1457/8)
                              ✹ ✲ ✹
Sumber:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=146029
✒ Alih Bahasa:
Ayyub Wijaya (Balikpapan) Al Jawiy hafidzahullah [FBF-4]
__________________
 مجموعـــــة توزيع الفـــــــوائد
WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net 


===================================
Baca juga: 
PERNYATAAN PARA ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH (05)

ASY-SYAIKH AL-UTSAIMIN SAJA MENERIMA NASEHAT ULAMA LAIN

ASY-SYAIKH AL-UTSAIMIN SAJA MENERIMA NASEHAT ULAMA LAIN

Penanya: Wahai Syaikh, apa pendapat Anda tentang Syaikh Adnan Ar’ur?

Asy-Syaikh: Beberapa orang telah mengkritiknya dan saya sendiri tidak mengenalnya, hanya saja beberapa manusia telah mengkritiknya.

Penanya: Ya, Asy-Syaikh Al-Fauzan, Asy-Syaikh Al-Ghudayyan dan Asy-Syaikh Muhsin Al-Abbad serta selain mereka telah membantahnya, apakah Anda menasehati untuk mengambil ilmunya ataukah tidak?

Asy-Syaikh: Ketiga ulama tersebut menurut kami terpercaya.

Penanya: Bahkan Asy-Syaikh Rabi’ juga telah membantahnya.

Asy-Syaikh: Saya katakan: ketiga ulama tersebut menurut kami terpercaya.

Penanya: Apakah kami tidak boleh mendengar ucapannya, wahai Syaikh?

Asy-Syaikh: Ya.

Penanya: Apakah kami tidak boleh mendengar ucapannya? Para ulama tersebut menasehati kami agar tidak mendengarkan kaset-kasetnya (tidak jelas).

Asy-Syaikh: SEANDAINYA PARA ULAMA TERSEBUT MENASEHATIKU, NISCAYA AKU AKAN MENERIMA NASEHAT MEREKA.

Penanya: Jazakallahu khairan, wahai Syaikh.

Asy-Syaikh: Karena mereka adalah para ulama yang terpercaya.

Penanya: Baarakallahu fiik, wahai Syaikh.

Asy-Syaikh: Wa fiikum.

⏩ Baca di : http://forumsalafy.net/?p=4177

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

Kamis, 23 April 2015

AWAS..... HADITS-HADITS PALSU TENTANG SHALAT RAGHAIB (Shalat pada Malam Jum'at Pertama Pada Bulan Rajab)

------
⛔ AWAS..... HADITS-HADITS PALSU TENTANG SHALAT RAGHAIB
(Shalat pada Malam Jum'at Pertama Pada Bulan Rajab)
❗❗❗❗❗
-----------------------

Telah banyak beredar hadits-hadits PALSU tentang amalan-amalan tertentu pada bulan Rajab.  Di antaranya apa yang dikenal sebagai SHALAT RAGHAIB. Banyak hadits palsu tentang shalat Raghaib.

❌ Shalat Raghaib atau biasa juga disebut dengan Shalat Rajab adalah shalat yang dilakukan pada malam Jum’at pertama bulan Rajab antara shalat Maghrib dan ‘Isya. Pada siang harinya sebelum pelaksanaan shalat Raghaib ini (yakni hari Kamis pertama bulan Rajab) dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah.

Adapun tata caranya,  banyak versi keterangan tentangnya, karena memang hadits palsu tentang tidak hanya satu.  Salah satu versinya,  sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah HADITS MAUDHU' (palsu) yang berbunyi:

وما من أحد يصوم يوم الخميس أول خميس في رجب، ثم يصلى فيما بين العشاء والعتمة، يعنى ليلة الجمعة، ثنتى عشرة ركعة، يقرأ في كل ركعة فاتحة الكتاب مرة، وإنا أنزلناه في ليلة القدر ثلاث مرات، وقل هو الله أحد اثنتى عشرة مرة، يفصل بين كل ركعتين بتسليمة، فإذا فرغ من صلاته صلى على سبعين مرة، ثم يقول: اللهم صل على محمد النبي الامي وعلى آله، ثم يسجد فيقول في سجوده: سبوح قدوس رب الملائكة والروح سبعين مرة، ثم يرفع رأسه فيقول: رب اغفر لي وارحم وتجاوز عما تعلم إنك أنت العزيز الاعظم سبعين مرة، ثم يسجد الثانية فيقول مثل ما قال في السجدة الاولى، ثم يسأل الله تعالى حاجته، فإنها تقضى. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: والذى نفسي بيده ما من عبد ولا أمة صلى هذه الصلاة إلا غفر الله تعالى له جميع ذنوبه وإن كانت مثل زبد البحر وعدد ورق الاشجار، وشفع يوم القيامة في سبعمائة من أهل بيته، فإذا كان في أول ليلة في قبره جاءه بواب هذه الصلاة، فيجيبه بوجه طلق ولسان ذلق، فيقول له: حبيبي أبشر فقد نجوت من كل شدة، فيقول: من أنت فوالله ما رأيت وجها أحسن من وجهك، ولا سمعت كلاما أحلى من كلامك، ولا شممت رائحة أطيب من رائحتك، فيقول له: يا حبيبي أنا ثواب الصلاة التى صليتها في ليلة كذا في شهر كذا، جئت الليلة لاقضى حقك، وأونس وحدتك، وأرفع عنك وحشتك، فإذا نفخ في الصور أظللت في عرصة القيامة على رأسك، وأبشر فلن تعدم الخير من مولاك أبدا

“Dan tidaklah ada seorang yang berpuasa di awal Kamis bulan Rajab, kemudian shalat di,antara Maghrib dan ‘Atamah (Isya)- yaitu malam Jum’at- dua belas rakaat, membaca pada setiap rakaatnya surat Al-Fatihah sekali dan surat Al-Qadr tiga kali serta surat Al-Ikhlas dua belas kali, setiap dua rakaat dengan satu kali salam, jika telah selesai dari shalat tersebut maka ia bershalawat kepadaku tujuh puluh kali,
kemudian mengatakan ‘Allahhumma Shalli ‘Ala Muhammadin An-Nabi Al-Ummiyyi Wa ‘Ala Alihi’,
kemudian sujud lalu mengatakan dalam sujudnya: ‘Subuhun qudusun Rabbul Malaikati War Ruh’ tujuh puluh kali, lalu mengangkat kepalanya dan mengucapkan: ‘Rabbighfirli warham wa tajaawaz ‘amma ta’lam Inaka  anta Al-Aziz Al-A’zham’ tujuh puluh kali, kemudian sujud kedua dan mengucapkan seperti ucapan pada sujud yang pertama, lalu memohon kepada Allah hajatnya, kecuali pasti hajatnya tadi akan dikabulkan.
Rasulullah bersabda: ‘Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidak ada seorang hamba laki-laki maupun perempuan yang melakukan shalat ini kecuali akan Allah ampuni seluruh dosanya walaupun seperti buih di lautan dan seperti sejumlah daun di pepohonan, serta bisa memberi syafaat di hari kiamat kepada tujuh ratus keluarganya. Ketika berada di malam pertama di kuburnya, akan datang kepadanya pahala shalat ini. Ia menemuinya dengan wajah yang berseri dan lisan yang indah, lalu menyatakan: ‘Kekasihku, berbahagialah! Kamu telah selamat dari kesulitan. Lalu (orang yang melakukan shalat ini) berkata: ‘Siapa kamu? Sungguh demi Allah, aku belum pernah melihat wajah seindah wajahmu dan tidak pernah mendegar perkataan semanis perkataanmu serta tidak pernah mencium bau wewangian sewangi bau wangi kamu’. Lalu ia berkata: ‘Wahai kekasihku! Aku adalah pahala shalat yang telah kamu lakukan di malam itu pada bulan itu. Malam ini aku datang untuk menunaikan hakmu, menemani kesendirianmu dan menghilangkan darimu kegundahgulanaanmu. Ketika ditiup sangkakala, maka aku akan menaungimu di tanah lapang kiamat. Maka berbahagialah karena kamu tidak akan kehilangan kebaikan dari maula-Mu (Allah) selama-lamanya.”

Hadits ini adalah HADITS MAUDHU'(palsu), disebutkan oleh Ibnul Jauzi rahimahullah di dalam kitabnya "Al-Maudhu’at" (II/124). Demikian pula disebutkan oleh as-Suyuthi dalam "al-La'alii' al-Mashnu'ah fi al-Ahadits al-Maudhu'ah" (2/48).

Pada sanadnya ada seorang PENDUSTA bernama 'ALI BIN 'ABDILLAH BIN JAHDHAM.
Sementara para perawi lainnya adalah ORANG-ORANG YANG TAK DIKENAL.

⏩❌ Dari hadits palsu tersebut, dapat diketahui secara ringkas tata cara Shalat Raghaib, yaitu:
▪ Dikerjakan antara Maghrib dan ‘Isya’, jumlah rakaatnya dua belas, setiap dua rakaat satu salam.
Pada setiap rakaat membaca surat Al-Fatihah sekali, surat Al-Qadr tiga kali, dan surat Al-Ikhlash dua belas kali.

▪Setelah shalat mengucapkan shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallamtujuh puluh kali dengan lafazh:
اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ

▪ Kemudian sujud dengan membaca tujuh puluh kali:
سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْح

▪ Kemudian bangun dan duduk dengan mengucapkan tujuh puluh kali:

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ اْلأَعْظَمُ

▪ Lalu sujud lagi dan mengucapkan ucapan yang sama dengan sujud yang pertama

▪ Kemudian berdo’a kepada Allah sesuai dengan hajat dan kebutuhannya.

Sekali lagi itu adalah hadits yang PALSU, tidak boleh diyakini berasal dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan tidak boleh diamalkan!!

⚠ HATI-HATI dan WASPADALAH!!!

•••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

SEBAB-SEBAB DATANGNYA PERTOLONGAN ALLAH (11-15)

-----------------------
⛵- 1⃣1⃣ - SEBAB-SEBAB DATANGNYA PERTOLONGAN ALLAH

asy-Syaikh al-'Allamah Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah

-----------------------

SEBAB KESEBELAS

MENJAUHI MAKSIAT,  dosa besar maupun dosa kecil,  yang tersembunyi maupun tampak.
Karena kemaksiatan merupakan sebab datangnya hukuman, cepat ataupun lambat.

Sebagaimana firman Allah Ta'ala :
{ وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ} [الشورى:30].
"Dan apa saja musibah yang menimpa kalian maka adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (asy-Syura : 30)

{ أَوَلَمَّا أَصَابَتْكُمْ مُصِيبَةٌ قَدْ أَصَبْتُمْ مِثْلَيْهَا قُلْتُمْ أَنَّى هَذَا قُلْ هُوَ مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ } [آل عمران:165].
"Dan mengapa ketika kalian ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kalian telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badr), kalian berkata: "Darimana datangnya (kekalahan) ini?" Katakanlah: "Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri". Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. " (Ali 'Imran : 165)

bersambung, insya Allah

http://sahab.net

••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~

-----------------------
⛵- 1⃣2⃣ - SEBAB-SEBAB DATANGNYA PERTOLONGAN ALLAH

asy-Syaikh al-'Allamah Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah

-----------------------

SEBAB KEDUA BELAS

PERCAYA KEPADA ALLAH SEPENUHNYA,  dan BERTAWAKAL KEPADA-NYA.  Dialah sang penolong,  Dialah yang memberikan bantuan.  Dialah yang di tangan-Nya kekuasaan segala sesuatu. 

Allah Ta'ala berfirman,
{ وَعَلَى اللَّهِ فَتَوَكَّلُوا إِنْ كـُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ } [المائدة: من الآية23].
"Hanya kepada Allah sajalah hendaknya kalian bertawakkal, apabila kalian memang orang-orang yang beriman." (al-Maidah : 23)

Sungguh, barangsiapa bertawakkal kepada Allah dengan sebenarnya,  niscaya Allah akan :
▪ mencukupinya,
▪ menolongnya,  dan
▪ membelanya.

bersambung, insya Allah

http://sahab.net

••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~

-----------------------
⛵- 1⃣3⃣ - SEBAB-SEBAB DATANGNYA PERTOLONGAN ALLAH

asy-Syaikh al-'Allamah Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah

-----------------------

SEBAB KETIGA BELAS

Semangat yang besar untuk bertauladan dengan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam segala hal dari sunnah-sunnah beliau.

Termasuk memilih waktu-waktu yang dulu Nabi senang berperang padanya.

Seperti pagi hari, karena waktu pagi terdapat barakah pada amal.
☀ Kalau tidak, maka bisa juga setelah tergelincir matahari.  Karena pada saat itu angin bertiup,  dan turunlah ketenangan dan pertolongan.

bersambung, insya Allah

http://sahab.net

••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~

-----------------------
⛵- 1⃣4⃣ - SEBAB-SEBAB DATANGNYA PERTOLONGAN ALLAH

asy-Syaikh al-'Allamah Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah

-----------------------

SEBAB KEEMPAT BELAS

"Mengatur tentara Islam dengan aturan yang selaras dengan ajaran Islam,  teknik-teknik tempur, dan strategi perang, sesuai dengan kondisi zaman dan tempat.

Sebagaimana firman Allah Ta'ala :
{ وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ } [الأنفال: من الآية60]
"Persiapkanlah untuk menghadapi mereka (musuh)  kekuatan yang kalian mampu." (al-Anfal : 60)

⛵ Kekuatan akan bermanfaat dengan izin Allah apabila di atur dengan tepat dan diletakkan pada tempatnya,  baik ketika tempur maupun damai.

bersambung, insya Allah

http://sahab.net

••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~

-----------------------
⛵- 1⃣5⃣ - SEBAB-SEBAB DATANGNYA PERTOLONGAN ALLAH

asy-Syaikh al-'Allamah Zaid bin Muhammad al-Madkhali rahimahullah

-----------------------

SEBAB KELIMA BELAS

✒ SERIUS DALAM MENGGARISKAN TARGET-TARGET PEPERANGAN, dari sisi waktu dan tempat,  kuantitas dan kualitas.
Sebagaimana hal ini dulu juga dilakuan oleh tentara terbaik pada masa Nubuwwah dan pada masa Khulafaur Rasyidin.
⚡ Karena tindakan yang serampangan/sporadis tidak akan mewujudkan hasil yang diinginkan

bersambung, insya Allah

http://sahab.net

••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Rabu, 22 April 2015

TEKS FATWA SYAIKH AL-ALBANI TENTANG KAFIRNYA KHUMAINI -GEMBONG ROFIDHOH- DAN PARA PEMBELANYA [ Berdasarkan Tulisan Tangan Syaikh Rohimahulloh]


-----------
TEKS FATWA SYAIKH AL-ALBANI TENTANG KAFIRNYA KHUMAINI -GEMBONG ROFIDHOH- DAN PARA PEMBELANYA
[ Berdasarkan Tulisan Tangan Syaikh Rohimahulloh]

                              ✹✹✹

Teks fatwa:

بســـم اللّٰه الــرحمٰن الـــرحيم.

Sungguh aku telah memahami 5 poin ucapan yang telah kalian nukilkan dari kitab yang berjudul (روح اللّٰه الــخميني) "RUH ALLOH AL-KHUMAINI" dan kalian berharap penilaianku tentangnya dan orang yang mengucapkannya..

☝Maka aku katakan dan hanya kepada Alloh semata aku memohon bantuan:

❗إن كــل قول من تلك الأقــوال الخمسة كفـــر بواح ، وشــرك صــراح ، لمخالفته للقرآن الكــريم ، والسنة المطهرة وإجماع الأمة ، وما هو معلوم من الدين بالضرورة . ولذلك فكـــل من قال بهـــا ، معتقـــداً ، ولو ببعض مافيها ، فهو مشرك كافر ، وإن صام وصلى وزعم أنه مسلم..

"Sesungguhnya  5 ucapan tersebut semuanya adalah KEKUFURAN YANG NYATA DAN KESYIRIKAN YANG JELAS karena menyelisihi :
   ■   Al-Qur`an yang mulia
   ■   Sunnah yang suci
   ■   Ijma' (kesepakatan) umat
   ■   dan menyelisihi suatu yang telah dimaklumi secara mendasar dari perkara Ad-diin.

❗Oleh karenanya setiap orang yang mengucapkannya dengan penuh keyakinan -walaupun hanya sebagian poin yang ada di dalamnya- MAKA dia musyrik kafir, walaupun dia melaksanakan puasa dan sholat serta menyangka bahwa dirinya Muslim.."

Dan Alloh Subhanahu wa Ta'ala berfirman di dalam kitab-Nya yang terjaga dari segala bentuk penambahan maupun pengurangan:

﴿ وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا ﴾ [النساء 115]

"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali." [Qs. An-Nisaa: 115]

Dan terkait dengan ini maka aku katakan:

إن عجبي لا يكــاد ينتهي من أناس يدعــون أنهم من أهل السنة والجمــاعة ، يتعاونون مع (الــخمينيين ) في الدعوة إلى إقامــة دولتهم ، والتمكين لها في أرض المسلمين ، جاهلين أو متجــاهلين عما فيها من الكفــر والضلال ، والفســاد في الأرض : ( والله لا يحب الفساد ) .

◾Sungguh! keherananku hampir tidak pernah hilang dari segelintir orang yang MENGAKU-AKU bahwa mereka termasuk dari Ahlussunnah wal Jamaah, namun mereka saling bahu-membahu BERSAMA PARA PENGIKUT KHUMAINI di dalam propaganda  untuk menegakkan daulah (negara) mereka dan mengokohkan seruan itu di negeri kaum muslimin.
Baik itu (disebabkan) KARENA mereka bodoh atau  berpura-pura bodoh dari perkara-perkara yang terkandung di dalam seruan itu berupa kekufuran dan kesesatan serta perusakan di muka bumi:

﴿ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ ﴾ [ البقرة : ٢٠٥]

"Dan Allah tidak menyukai kebinasaan." [Q.S. Al-Baqoroh: 205].

◾Dan seandainya udzur/halangan mereka (memahami kandungan seruan ucapan sesat itu) adalah karena:
Kejahilan terhadap aqidah mereka (rofidhoh)
dan berprasangka bahwa perbedaan yang terjadi diantara kita dengan mereka hanyalah perbedaan dalam perkara furu' (cabang-cabang agama, pent) dan bukan dalam perkara ushul (pokok-pokok agama, pent),

❗MAKA apa (masih ada lagi) uzur bagi para pembela ini setelah mereka (rofidhoh) menyebarkan kitab kecil mereka berjudul: (الحكومــة الإسلاميــة) "Pemerintahan Islami"?!

Mereka telah mencetaknya beberapa kali cetakan dan menyebarkannya di negeri-negeri islam.
❌Di dalam kitab "Pemerintahan Islami" tersebut terdapat berbagai KEKUFURAN sebagaimana telah datang penukilan sebagiannya di dalam pertanyaan pertama-- yang sudah mencukupi bagi orang yang jahil untuk mengilmuinya dan membangunkan orang yang lalai --

◾Meskipun kitab kecil tersebut merupakan kitab propaganda dan politik, namun seharusnya kitab itu tidak memuat keyakinan-keyakinan yang merupakan kekufuran yang nyata di hadapan para pembacanya -walaupun syi'ah kerap kali melakukan hal keagamaan dengan menjalankan TAQIYYAH (kedustaan) yang diperbolehkan bagi mereka untuk mengatakan dan menuliskan apa yang tidak mereka yakini, sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla tentang sebagian pendahulu mereka:

﴿ يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۚ ﴾ [ الفتح 11]

" Mereka mengucapkan dengan lidahnya apa yang tidak ada dalam hatinya." [Qs. Al-Fath: 11]

Hingga aku membaca tulisan sebagian dari mereka yang hidup di zaman ini yang menyebutkan beberapa keharaman di dalam sholat: "dan bersedekap di dalam sholat (tidak boleh) kecuali dalam rangka taqiyyah", yakni meletakkan tangan kanan diatas tangan kiri di dalam sholat.

◾Dan bersamaan dengan itu semua sungguh "mereka telah mengatakan KALIMAT KEKUFURAN" di dalam kitab kecil mereka, sebagai pembenar atas firman Alloh tentang orang-orang semisal mereka:

﴿ وَاللَّهُ مُخْرِجٌ مَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ ﴾ [ البقرة 72]

" Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kamu sembunyikan." [QS. Al-Baqoroh: 72]

﴿ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ﴾ [آل عمران 118]

"Dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi." [QS. Ali Imron: 118]

◾Dan sebagai penutup aku katakan dalam rangka memberikan peringatan kepada segenap kaum muslimin dengan firman Robb alam semesta:

﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِنْ دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُون﴾ [سورة آل عمران 118]

" Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya." [QS. Ali Imron: 118]

سبحــانك اللهـــم وبحمــدك ، أشهــد أن لا إلٰه إلا أنت ، استغفـــرك وأتوب إليك.

☝Maha suci Engkau ya Alloh dan dengan memuji Engkau, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Engkau, aku memohon ampunan-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.

Dan ditulis oleh:
Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Abu Abdirrohman.
⛺ Amman, 26/12/1407 H.

                              ✲✹✲

ــــــــــــــــــــــــــــ
Unduh disini untuk mendengar fatwa syaikh: http://goo.gl/ZpvNUd
Sumber:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=114211
✒ Alih Bahasa:
Al Ustadz Muhammad Sholehuddin Abu 'Abduh -hafizhohullah- [FBF-2]
                       
_______________
مجموعـــــة توزيع الفــــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

PERNYATAAN PARA ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH (02)


------------
PERNYATAAN PARA ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH
(Bagian 2)
Oleh:
Asy-Syaikh Abu Abdirrahman Almakki Yusuf Bin Faris Bin Umar Ad Dighari -waffaqollaahu-
                              ✹✹✹
Dan berkata Imam Negeri Hijrah (Madinah An-Nabawiyyah) Malik Bin Anas Al Ashbahi Rahimahullah [wafat pada tahun 179 Hijriyah ] :
ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺸﺘﻢ ﺃﺻﺤــﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻟﻴﺲ لــه سهـــم ﺃﻭ ﻗـــﺎﻝ : ﻧﺼﻴﺐ ﻓﻲ ﺍﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ.
" Orang yang mencaci maki para sahabat Nabi ﷺ tidak ada  untuknya hak atau bagian dalam Islam "[Lihat Assunnah lilkhulaal juz 3 hal 493].
Dan Al Laalikaai meriwayatkan dari Beliau (Imam Malik) bahwasannya Beliau mengatakan :
من سب أصحــاب رسول الله ﷺ فليس لــه في الفيء حــــق
" Barangsiapa yang mencela Sahabat Rasulullah ﷺ maka tidak ada hak baginya menerima Al Fai'( Harta rampasan perang yang diperoleh dari musuh tanpa terjadinya pertempuran ) ".
Allah 'Azza Wa Jalla berfirman,
﴿ لِلْفُقَرَآءِ الْمُهَاجِرِينَ الَّذِينَ أُخْرِجُوا مِن دِيارِهِمْ وَأَمْوَالِهِمْ يَبْتَغُونَ فَضْلاً مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ﴾ ً
"(Juga) bagi orang fakir yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-Nya". (Q.S. Al-Hasyr ayat 8)
❗Mereka adalah para sahabat Rasulullah ﷺ yakni Orang-orang yang berhijrah bersama Beliau.
Kemudian Allah berfirman,
﴿ وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ ﴾
"Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman". (Q.S. Al-Hasyr ayat 9)
❗Mereka yang dimaksud adalah para shohabat Anshar.
Kemudian Allah berfirman,
﴿ وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ ﴾
"Dan orang-orang yg datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) mereka berdoa : Yaa Rabb Kami, beri ampunlan kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami". (Q.S. Al-Hasyr ayat 10)
Maka Al Fai' diberikan untuk tiga golongan tersebut, sehingga barangsiapa yang MENCELA SHAHABAT Rasulullah ﷺ dia tidak termasuk dari tiga golongan tersebut dan  tidak berhak mendapatkan Al Fai'". [Lihat syarah Ushul I'tiqad Ahlissunnah juz 7 hal 1268]
Dan berkata Al Qadhi Abu Yusuf Rahimahullah (wafat pada tahun 182 Hijriyah) :
لا أصلي خلــف جهـــمي، ولا رافضي، ولا قـــدري
"AKU TIDAK MAU SHALAT (BERMAKMUM) DI BELAKANG JAHMIYYAH, TIDAK PULA SYI'AH RAFIDHOH DAN TIDAK PULA QADARIYYAH " [Lihat Syarah Ushul i'tiqad Ahlissunnah juz 4 hal 733]
                         ------
__________________
- حقيقـــة كــــفر الروافــض -
جمع لفضيلــة الشيخ أبي عبــدالرحمن المـــكي يوسف بن فارس بن عمر الدغاري -وفقـــه الله-
<< كـــلام العلمـــاء في حقيقة كفر الروافض>>
وﻗﺎﻝ إمام دار الهجرة ﻣﺎﻟﻚ بن أنس الأصبحي - رحمه الله -(المتوفى سنة 179هـ) : " ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺸﺘﻢ ﺃﺻﺤﺎﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﷺ ﻟﻴﺲ له سهم ﺃﻭ ﻗﺎﻝ : ﻧﺼﻴﺐ ﻓﻲ ﺍﻹ‌ﺳﻼ‌ﻡ ". انظر ( ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻟﻠﺨﻼ‌ﻝ ) ( 493/3 ) .

وروى اللالكائي عنه أنه قال : " من سب أصحاب رسول الله ﷺ فليس له في الفيء حق يقول الله عز وجل:
    ■  {للفقراء المهاجرين الذين أخرجوا من ديارهم وأموالهم يبتغون فضلاً من الله ورضواناً} الآية . هؤلاء أصحاب رسول الله ﷺ الذين هاجروا معه ثم قال:
    ■  {والذين تبؤوا الدار والإيمان} الآية. هؤلاء الأنصار، ثم قال:
    ■  {والذين جاءوا من بعدهم يقولون ربنا اغفرلنا ولأخواننا الذين سبقونا بالإيمان } ، فالفيء لهؤلاء الثلاثة فمن سب أصحاب رسول لله ﷺ فليس من هؤلاء الثلاثة ولا حق له في الفيء "- انظر (شرح أصول اعتقاد أهل السنة) (1268/7).

وقال القاضي أبو يوسف - رحمه الله - (المتوفى سنة 182هـ) :" لا أصلي خلف جهمي، ولا رافضي، ولا قدري " .
- انظر (شرح أصول اعتقاد أهل السنة) (4/733)
↪(Bersambung In syaa Allah)
                             ✲✹✲

Sumber:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=146029
✒ Alih Bahasa:
Ayyub Wijaya (Balikpapan) Al Jawiy hafidzahullah [FBF-4]
_____________________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net


===================================
Baca juga: 
PERNYATAAN PARA ULAMA TENTANG HAKEKAT KAFIRNYA SYI'AH ROFIDHOH (05)

MAKNA HADITS "AKAN KELUAR DARI ADEN ABYAN 12 RIBU PENOLONG AGAMA ALLAH"


------------
✨ MAKNA HADITS "AKAN KELUAR DARI ADEN ABYAN 12 RIBU PENOLONG AGAMA ALLAH"

Oleh:
Asy-Syaikh Al-'Allaamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'iy -rahimahullah-

                           ✹ ✹ ✹

PERTANYAAN :

Rasulullah ﷺ bersabda:

" يخـــرج من عـــدن أبين أثنى عشر ألفــــا ً.. "

"Akan keluar dari Aden Abyan dua belas ribu (Mujahidin)..." [al-hadits].

Apakah mereka berasal dari Aden Abyan atau mereka berkumpul di Aden Abyan lalu keluar (bersama-sama)?

JAWABAN :

Yang terlihat (dari lafal hadits) bahwa mereka keluar dari Aden dan dari penduduk Aden. Dan tidak ada larangan untuk keluar bersama mereka yaitu seseorang yang akidahnya semisal akidah mereka.

❌Akan tetapi mereka bukanlah جمــاعة الفســـاد/ kelompok perusak! SEHINGGA hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir (tentang poin penting ini)!

(Bukanlah mereka yang disebut dalam hadits tersebut adalah) orang-orang yang MELETAKKAN BOM WAKTU DI MASJID-MASJID dan yang ingin menyalakan fitnah di negeri Yaman. Jama'ah yang dipuji Nabi Muhammad ﷺ  bukan kalian bersama dengan mereka. Kalian tidak sama dengan mereka, wahai jama'ah perusak! Kalian adalah pengacau yang rusak..

☝Yang dimaksud dengan mereka (dalam hadits) adalah orang-orang yang berpegang teguh dan MENOLONG AGAMA ALLAH sebagaimana disabdakan Nabi ﷺ.

Adapun GEROMBOLAN PENGACAU maka pertolongan apa yang mereka dapatkan sejak awal kegaduhan mereka sampai waktu sekarang ini?

Tidak lain mereka TUKANG RIBUT/ perusuh. Sebagian mereka telah menjadi mata-mata bagi Ali Abdulloh Shalih (presiden Yaman yang dilengserkan tahun 2011). Benar demikian wahai ikhwan!

Sebagian lainnya telah menjadi bos setelah sebelumnya dulu mereka anggota kelompok jihad yang ingin meledakkan hotel dan putus tangannya terkena bom. Setelah ia "ikut jihad" lalu berganti melakukan spionase kepada teman-temannya. Ia menjadi bos setingkat komandan atau lebih tinggi. Allah lah tempat memohon pertolongan.

Poin terpenting bahwa kelompok PENGACAU ini adalah kumpulan (PECINTA) DUNIA. Tidaklah yang mereka cita-citakan kecuali dunia dan harta. Dan Allah semata tempat memohon pertolongan..

Kaset Pertanyaan dari daerah Baitul Faqih.

                        ------

ـــــــــــــــــــــــــ
معنى حـــديث : يخــرج من عــــدن أبين اثنــــا عشر ألفاً

نص الســــؤال:
قال عليه الصلاة والسلام : " يخرج من عدن أبين أثنى عشر ألفا ً.. " الحديث هل هم من أصل عدن أبين أم انهم يجتمعون في عدن أبين ثم يخرجون ؟

نص الإجــــابة:

الظاهر أنهم يخرجون من عدن ويكونون هم من أهل عدن ، ولا يمنع أن يخرج معهم من عقيدته عقيدتهم ، لكن ليسوا بجماعة الفساد فليبغ الشاهد الغائب ، الذين يلغمون المسلمين في المساجد ، والذين يريدون إثارة الفتن في البلد اليمنية التي أثنى عليها نبينا محمد  ﷺ ، فلستم بهم ، لستم بأولئك يا جماعة الفساد، أنتم مفسدون فاسدون .
المراد بهم أناسٌ يتمسكون بدين الله ، وينصرون دين الله كما قال النبي ﷺ .
أما جماعة الفساد فأي نصر قد حصل لهم من بدء فسادهم إلى الآن ؟! .
ولكن هم جماعة مادة ، بعضهم قد أصبح جواسيس لعلي عبدالله صالح صحيح يا إخوان ، وبعضهم قد أصبح من الفنادمة بعد أن كانوا جماعة الجهاد وجماعة الجهاد ، وأراد أن يلغم فندقاً وقطعت يده من اللغم ، بعد ذلك قد أصبح ما هو بعد الجهاد ممكن يتجسس على أصحابه ، وقد أصبح فندماً برتبة ضابط أو أرفع والله المستعان .
فالمهم جماعة الفساد هم جماعة الدنيا ما همهم إلا الدنيا والمال والله المستعان .

---------------
من شريط : ( أسئلــة من بيت الفقيه)

                                ✲✹✲

Sumber:
http://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=2305 (durasi 02:57)
✒ Alih Bahasa:
Al Ustadz Abu Yahya (Solo) Al Maidaniy -hafidzahullah- [FBF-5]

_________
Hadits yang dimaksud :     Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallaahu 'anhuma, Rasulullah  ﷺ bersabda,

يَخْرُجُ مِنْ عَدَنِ أَبْيَنَ اثْنَا عَشَرَ أَلْفًا يَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ هُمْ خَيْرُ مَنْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ

“Akan muncul dari Aden Abyan, 12.000 orang yang menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka adalah sebaik-baik orang di antaraku dan mereka.” [HR. Ahmad: 2918, 2079 dan Ath-Thabrani dalam Al-Kabir: 11029 (11/56)].

______________
مجموعـــــة توزيع الفـــــوائد
❂ WA Forum Berbagi Faidah [FBF] | www.alfawaaid.net

Tanya Jawab Seputar Aqiqah (1)

Buletin AL-ILMU | edisi 23 / Jumadal Akhirah 1436 H / Fatawa | "Tanya Jawab Seputar Aqiqah" (Bagian 1)
•••••••••••••••••





Majmu'ah Manhajul Anbiya
------------------------

MUSUH-MUSUH DAKWAH TAUHID (1 - 2)

--------
- 1⃣ -
MUSUH-MUSUH DAKWAH TAUHID
✏ (ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh )
----------------------------

Sebagaimana dialami Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dakwah yang mengajak kepada tauhid NISCAYA AKAN MENGHADAPI MUSUH-MUSUH yang tiada henti-hentinya untuk memadamkan cahaya tauhid di muka bumi ini.

Daulah Utsmani, yang merupakan representasi kelompok Shufi, yang juga diagungkan banyak kelompok pergerakan Islam, adalah salah satunya.

Bagaimana kisah selengkapnya, simak kajian berikut!

Telah menjadi sunnatullah, Allah telah menetapkan adanya musuh-musuh yang senantiasa menghalangi dakwah menuju tauhid dan upaya-upaya untuk menegakkan syariat Islam. Mereka bisa datang dari kaum kafir ataupun dari kalangan kaum munafiqin yang memakai baju Islam yang merasa terusik kepentingannya dan khawatir terbongkar kedok dan syubhat-syubhatnya.

Hal ini sebagaimana Allah tegaskan di dalam firman-Nya (artinya),
“Dan demikianlah, kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lainnya perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)

“Dan demikianlah, kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh dari kalangan orang-orang yang berdosa. Dan cukuplah Rabb mu menjadi Pemberi Petunjuk dan Penolong.” (Al-Furqan: 31)

⛵ Begitu pula dakwah yang dilakukan para ulama pewaris nabi, yang selalu berdakwah untuk memurnikan tauhid serta menegakkan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Di antara mereka adalah Asy-Syaikh Muham-mad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang telah berupaya memurnikan tauhid umat serta mengajak mereka untuk menegakkan syariat Islam. Namun musuh-musuh dakwah beliau tidak rela terhadap apa yang beliau lakukan.

Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz rahimahullah menyimpulkan musuh yang menghalangi dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dalam tiga jenis:

1⃣ PARA 'ULAMA SUU', yang memandang Al-Haq sebagai suatu kebatilan dan memandang kebatilan sebagai Al-Haq, dan berkeyakinan bahwa pembangunan (kubah-kubah) di atas kubur serta mendirikan masjid di atas kubur-kubur tersebut, kemudian berdoa, beristighatsah kepadanya serta amalan yang serupa dengan itu, adalah bagian dari agama dan petunjuk (yang benar, pent). Dan mereka berkeyakinan bahwa barangsiapa mengingkari hal itu berarti dia telah membenci orang-orang shalih, serta membenci para wali. Jenis yang pertama ini adalah musuh yang harus diperangi.

2⃣ Jenis yang kedua adalah orang-orang yang dikenal sebagai ulama, namun mereka TIDAK MENGERTI tentang hakekat Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang sebenarnya. Mereka tidak mengetahui pula tentang kebenaran dakwah beliau bahkan cenderung bertaqlid kepada yang lain, serta membenarkan setiap isu negatif yang dihembuskan ahli khurafat dan para penyesat. Sehingga mereka menyangka berada di atas kebenaran atas isu-isu negatif yang dituduhkan kepada Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, bahwasanya beliau membenci para wali dan para nabi, serta memusuhi mereka dan mengingkari kekeramatannya. Sehingga mereka memusuhi Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan mencela dakwahnya serta membuat orang antipati terhadap beliau.

3⃣ Orang-orang yang TAKUT KEHILANGAN KEDUDUKAN dan JABATANNYA. Mereka memusuhi beliau agar kekuatan para pengikut dakwah Islamiyyah tersebut tidak sampai menyentuh mereka, yang akan menurunkan mereka dari posisinya serta menguasai negeri-negeri mereka."
-sekian dari Asy-Syaikh Ibnu Baz -

bersambung, insya Allah

Sumber
http://miratsul-anbiya.net

•••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~
--------
- 2⃣ -
MUSUH-MUSUH DAKWAH TAUHID
✏ (ditulis oleh: Al-Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh)
----------------------------

Faktanya, musuh-musuh dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah banyak diperankan oleh:

1⃣ Kaum Kafir Eropa
❌ Inggris, Prancis, dan lainnya, yang tengah berkuasa dan menjajah negeri-negeri Islam pada waktu itu. Mereka menganggap bahwa dakwah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah yang bertujuan memurnikan tauhid dan menegakkan syariat, merupakan suatu kekuatan besar yang dapat MENGANCAM eksistensi mereka di negeri-negeri jajahannya.
Karena dakwah beliau ini telah berhasil menyatukan umat dalam naungan aqidah tauhid di sejumlah negeri. Selain di daerah Najd, ternyata dakwah beliau telah berhasil menyentuh muslimin di negeri lainnya seperti di Afrika Utara yang mayoritasnya adalah negeri-negeri jajahan Inggris dan Prancis, India sebagai jajahan Inggris, dan tak luput pula Indonesia sebagai jajahan Belanda.

Hal ini membuat para penjajah kafir itu geram dan mengkhawatirkan bangkitnya muslimin di negeri jajahannya. Sehingga mereka pun berupaya untuk menjauhkan kaum muslimin dan membuat mereka antipati terhadap dakwah tauhid yang dilancarkan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Hal ini mereka lakukan dengan cara:
a. Menebarkan isu-isu negatif dan dusta tentang dakwah tauhid di tengah-tengah muslimin melalui para misionaris mereka, baik secara lisan maupun tulisan.
b. Memprovokasi dan mempengaruhi pemerintahan Dinasti ‘Utsmani untuk membenci dan memerangi dakwah tauhid, dan dikesankan kepada mereka bahwa dakwah mulia tersebut sebagai ancaman besar bagi eksistensi Daulah ‘Utsmaniyyah.
c. Pemberian bantuan pasukan dari pemerintahan penjajah Inggris maupun Prancis kepada Dinasti ‘Utsmani dalam upayanya menyerang dakwah tauhid.

Di antara bukti yang menunjukkan provokasi mereka terhadap Dinasti ‘Utsmani untuk memusuhi dan menyerang dakwah tauhid adalah adanya penyerangan tentara Dinasti ‘Utsmani terhadap kota Ad-Dir’iyyah sebagai pusat dakwah tauhid di bawah pimpinan Ibrahim Basya pada tahun 1816 M atas perintah ayahnya Muhammad Ali Basya, Gubernur Mesir ketika itu, yang bersekongkol dengan penjajah Prancis.

Karena keberhasilannya atas penyerangan ke negeri Ad-Dir’iyyah itu, Pemerintah Inggris mengirimkan utusannya, yaitu Kapten George Forster Sadleer, untuk menyampaikan ucapan selamat secara khusus dari Pemerintahan Inggris atas keberhasilan Dinasti ‘Utsmani menghancur-kan Ad-Dir’iyyah.

bersambung, insya Allah

Sumber
http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~

Senin, 20 April 2015

BULAN RAJAB SALAH SATU BULAN HARAM YANG MULIA Namun tidak ada amaliah khusus padanya

-------------------
⭐ BULAN RAJAB SALAH SATU BULAN HARAM YANG MULIA
Namun tidak ada amaliah khusus padanya

--------------------

☀ Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram yang Allah subhanahu wa ta’ala muliakan, sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi (menganiaya) diri kalian dalam bulan yang empat itu.” [At-Taubah: 36]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa empat bulan haram tersebut adalah
Dzulqa’dah,
Dzulhijjah,
Muharram, dan
Rajab
sebagaimana dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim rahimahumallah dari shahabat Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu.

Ⓜ Dinamakan bulan haram karena kemuliaan dan kehormatan bulan tersebut melebihi bulan-bulan yang lain, sehingga pada bulan-bulan ini Allah haramkan peperangan, kecuali jika musuh (orang-orang kafir) yang lebih dahulu memulai penyerangan terhadap kaum muslimin.

Tentang firman Allah subhanahu wa ta’ala di atas,

“Maka janganlah kalian menzhalimi (menganiaya) diri kalian dalam bulan yang empat itu”,

✅ Sebagian mufassirin menjelaskan bahwa pada dasarnya perbuatan zhalim dan segala bentuk kemaksiatan -kapan saja dan di mana saja dikerjakan- itu merupakan dosa dan kemungkaran yang besar, namun ketika Allah mengkhususkan penyebutan larangan berbuat zhalim pada bulan-bulan haram yang empat sebagaimana ayat di atas, menunjukkan bahwa :
kezhaliman dan kemaksiatan yang dilakukan pada bulan-bulan haram tersebut DOSANYA BERLIPAT dibandingkan jika dilakukan pada bulan-bulan yang lain.

⚠ Walaupun bulan Rajab merupakan salah satu dari bulan haram yang memiliki nilai kehormatan dan kemuliaan, namun umat Islam TIDAK DISYARI'ATKAN untuk mengkhususkan bulan tersebut dengan melakukan ibadah-ibadah tertentu atau mengadakan ritual-ritual khusus yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam.

⛔ Bahkan mengkhususkan bulan tersebut dengan amal ibadah tertentu -seperti shalat raghaib, puasa Rajab, menyembelih hewan, dan lainnya- merupakan KEBID'AHAN dan KEMUNGKARAN yang ternyata telah dianggap baik oleh sebagian (besar) umat Islam. Wal ‘Iyadzubillah.

Benar bahwasanya shalat, puasa, dan menyembelih hewan merupakan amalan baik lagi mulia yang bisa mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wata’ala. Namun sekali lagi, kalau amalan-amalan tersebut dikhususkan pada bulan Rajab dengan kaifiyahdan tata cara tertentu, maka pelakunya telah menyelisihi petunjuk dan bimbingan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Perlu kita ketahui bahwa salah satu sebab terjadinya ini semua adalah tersebarnya hadits-hadits yang lemah (dha’if) dan bahkan tidak sedikit yang palsu (maudhu’) terkait dengan bulan Rajab ini di tengah-tengah kaum muslimin. Tidak bisa dipungkiri bahwa hadits-hadits yang dha’if dan maudhu’ itu memberikan andil yang cukup besar dalam mendorong dan membangkitkan semangat umat Islam untuk beramal di bulan yang ketujuh dalam penanggalan hijriyah ini.

sumber http://manhajul-anbiya.net

•••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~~
-------
⛔❌ TIDAK ADA SHALAT RAGHA'IB,  TIDAK ADA SHALAT TERTENTU,  TIDAK ADA PUASA TERTENTU PADA BULAN RAJAB!!!

-----------
‏قال الحافظ ابن حجر العسقلاني الشافعي:
لم يرد في فضل شهر رجب ولا في صيامه ولا في صيام شيء منه معين،ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه،حديث صحيح يصلح للحجة.اهـ

☀ IBNU HAJAR AL-'ASQALANI ASY-SYAFI'I:
"Tidak ada satu HADITS SHAHIH PUN yang bisa dijadikan hujjah (argumen/dasar hukum) tentang keutamaan bulan Rajab , tidak pula keutamaan berpuasa padanya, dan tidak pula keutamaan puasa di hari-hari tertentu padanya, dan tidak pula shalat malam secara khusus padanya."

Tabyiin al-'Ajab, hal.  18

unduh kitab "TABYIINU AL-'AJAB bi maa Warada fi Fadhli Rajab" | PDF
http://goo.gl/LzHbGJ

.................................

‏قال ابن رجب:
لم يصح في شهر رجب صلاة مخصوصة تختص به، والأحاديث المروية في فضل صلاة الرغائب أول ليلةجمعة من شهر رجب كذب، وهذه الصلاة بدعة عند جمهورالعلماء. اھ

Ⓜ Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah juga berkata,

"Tidak shahih tentang suatu shalat tertentu di bulan Rajab yang khusus di bulan tersebut. Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan shalat Ragha'ib pada malam Jum'at pertama dari bulan Rajab adalah DUSTA, dan SHALAT INI BID'AH menurut mayoritas (jumhur) ulama'.

Latha'if al-Ma'arif,  hal.  118

....................................

⛵ ‏قال الحافظ ابن رجب الحنبلي البغدادي:
وأما الصيام فلم يصح في فضل صوم رجب بخصوصه شيء عن النبي صلى الله عليه وسلم ولا عن أصحابه.اهـ

Ibnu Rajab Al-Hanbali Al-Baghdadi rahimahullah mengatakan,

"Adapun puasa, maka TIDAK SAH SATU HADITS PUN dari Nabi shallallahu alaihi was sallam, tidak pula dari ucapan shahabat-Nya tentang keutamaan puasa di bulan Rajab secara khusus."

Latha'if al-Ma'arif, hal. 118

•••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~