Minggu, 28 Januari 2018

TANDA-TANDA TUKANG SIHIR

✋🏻⚠💥‼ *TANDA-TANDA TUKANG SIHIR*

✍🏻 Asy-Syaikh Doktor Khalid bin Dhahwi Azh-Zhafiri _hafizhahullah:_

*بسم الله الرحمن الرحيم .*
*الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه؛ أما بعد.*

❶ - ﺃﻥ ﻳﺘﻤﺘﻢ ﺑﻜﻠﻤﺎﺕ ﻻ ﺗُﻔﻬﻢ، ﺗﺴﻤﻌﻪ ﻳﺘﻜﻠﻢ ﻛﻼﻡ ﻃﻼﺳﻢ، ﻻ ﺗﻌﺮﻑ ﻣﺎﺫﺍ ﻳﻘﻮﻝ، ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺳﺎﺣﺮ، ﻭﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﺳﺘﻐﺎﺛﺎﺕ ﺑﺎﻟﺠﻦ ﻭﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ

1. Dia komat-kamit membaca kata-kata yang tidak bisa dipahami, engkau mendengarnya dia berkata dengan perkataan rajah mereka. Engkau tidak tahu apa yang dia ucapkan
Maka ketahuilah sesungguhnya ia ini tukang sihir. Sesungguhnya ini  perbuatan istighatsah (minta tolong) dengan jin dan setan.

❷ - ﺇﺫﺍ ﺳﻤﻌﺘﻪ ﻳﻨﺎﺩﻱ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ، ﺃﻭ ﻳﺪﻋﻮ ﺍﻟﺠﻦ ﺍﻟﻔﻼﻧﻲ، ﺃﻭ ﻳﻨﺎﺩﻱ ﺍﻟﺸﺨﺺ ﺑﺎﺳﻤﻪ، ﻓﻬﺬﺍ ﺳﺎﺣﺮ

2. Jika engkau mendengar dia menyeru selain Allah, atau menyeru jin fulan atau menyeru seseorang dengan namanya. Maka ini adalah tukang sihir.

❸ - ﺇﺫﺍ ﻃﻠﺐ ﻣﻨﻚ ﺗﺒﻴﻴﺖ ﺷﻲﺀٍ ﻋﻨﺪﻩ، ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻚ: ﺿﻊ ﻋﻨﺪﻱ ﺍﻟﻐﺘﺮﺓ، ﺃﻭ ﺍﻟﺸﻤﺎﻍ، ﺧﻞِّ ﻋﻨﺪﻱ ﺍﻟﻔﺎﻧﻴﻠﺔ، ﺧﻞِّ ﻋﻨﺪﻱ ﺍﻟﺜﻮﺏ، ﺃﻭ ﺃﻧﺖ ﺑﻨﻔﺴﻚ ﺑِﺖْ ﻋﻨﺪﻱ ﻟﻴﻠﺔ، ﻓﺎﻋﺮﻑ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺳﺎﺣﺮ.

3. Jika ia meminta dari dirimu untuk menginapkan sesuatu dirumahnya. Ia mengatakan kepadamu: "Letakkan sorban putihmu atau sorban merahmu disisiku, atau biarkan jubah putihmu, atau engkau sendiri bermalam dirumahku semalam. Maka ketahuilah sesungguhnya ia adalah tukang sihir.

❹ - ﺇﺫﺍ ﺳﺄﻝ ﻋﻦ ﺍﺳﻢ ﺍﻷﻡ ﻓﺎﻋﺮﻑ ﺃﻧﻪ ﺳﺎﺣﺮ

4. Jika ia meminta nama ibu, maka ketahuilah dia adalah tukang sihir.

❺ - ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﺍﻏﻤﺾ ﻋﻴﻨﻴﻚ ﻭﺃﺧﺒﺮﻧﻲ ﻣﺎﺫﺍ ﺗﺮﻯ؟ ﻓﺎﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﺳﺎﺣﺮ.

5. Jika ia mengatakan: Pejamkan kedua matamu, dan kabarkanlah kepadaku apa yang engkau lihat? Ketahuilah ia adalah seorang tukang sihir.

➏ - ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﻟﻚ ﻋﻨﺪﻱ ﻗﺮﻳﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻦ ﻳﺴﺎﻋﺪﻧﻲ، ﻳﺨﺪﻉ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻬﺬﺍ ﺳﺎﺣﺮ.

6. Jika ia mengatakan kepadamu: "Aku memiliki qarin (teman) dari bangsa jin yang membantu saya. Ia menipu manusia, maka ini adalah tukang sihir.

ﻓﺈﺫﺍ ﺭﺃﻳﺖ ﻣﻨﻪ ﺃﻱ ﺃﻣﺮٍ ﺗﺴﺘﻐﺮﺑﻪ ﺃﻭ ﺗﺴﺘﻨﻜﺮﻩ، ﻓﻼﺑﺪ ﻋﻠﻰ ﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺤﺬﺭ ﻭﺍﻻﻧﺘﺒﺎﻩ؛ ﻷﻥ ﺍﻷﻣﺮ ﺧﻄﻴﺮ ﻓﻲ ﺍﻹﺗﻴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﻣﺜﻞ ﻫﺆﻻﺀ .

Jika engkau melihat darinya ada suatu permintaan yang engkau lihat aneh dan mungkar. Maka seorang insan harus berhati-hati dan waspada. Karena perkara tersebut berbahaya untuk didatangkan kepada semisal orang tadi.

➐ - ﺇﺫﺍ ﺃﺧﺒﺮﻙ ﻋﻦ ﺃﻣﺮ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻐﻴَّﺒﺎﺕ ﻳﻘﻮﻝ ﻟﻚ: ﺍﻟﺴﺤﺮ ﺍﻟﻔﻼﻧﻲ ﻣﻮﺟﻮﺩ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﻮﻗﻊ ﺍﻟﻔﻼﻧﻲ

7. Jika dia mengabarkan kepadamu sesuatu dari perkara ghaib, ia mengatakan kepadamu: "Sihir yang ini ada di tempat yang ini."

❽ - ﺃﻭ ﺳﺤﺮﻙ ﻓﻼﻥ ﻭﻋﻼﻥ ﻓﺎﻋﺮﻑ ﺃﻥ ﻫﺬﺍ ﺳﺎﺣﺮ ﻳﺴﺘﻌﻴﻦُ ﺑﺎﻟﺠﻦ ﻭﺍﻟﺸﻴﺎﻃﻴﻦ

8. Atau mengatakan: Si Fulan atau Alan telah menyihirmu. Maka ketahuilah sesungguhnya ia adalah tukang sihir yang minta tolong kepada jin atau setaan.

❾ - ﺇﺫﺍ ﺃﻋﻄﺎﻙ ﺷﻴﺌًﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﺤُﺠُﺐ ﻳﺴﻤﻰ " ﺍﻟﺤﺠﺎﺏ" ﻣﻜﺘﻮﺏ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﻄﻼﺳﻢ، ﻭﻛﻠﻤﺎﺕ، ﻭﺃﺳﻤﺎﺀ ﻏﻴﺮ ﻣﻔﻬﻮﻣﺔ، ﻓﻬﺬﺍ ﺃﻳﻀًﺎ ﺩﺍﺧﻞٌ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺒﺎﺏ

9. Jika ia memberimu sejenis tirai yang dinamakan hijab, tertulis disana rajah-rajah dan kata-kata dan nama-nama yang tidak bisa dipahami. Ini juga masuk dalam bab ini (penyihir).

❿ - ﺇﺫﺍ ﻗﺎﻝ ﻟﻚ ﻋﻨﺪﻱ ﺭُﻗﻴﺔ ﻻ ﺃﺳﺘﻄﻴﻊ ﺃﻥ ﺃﺧﺒﺮ ﺑﻬﺎ ﺃﺣﺪًﺍ، ﻭﺇﺫﺍ ﺃﺧﺒﺮﺕ ﺑﻬﺎ ﺃﺣﺪًﺍ ﻓﺴﺪﺕ، ﻓﻬﺬﺍ ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻰ ﻫﺪﻯ ﺑﻞ ﻫﻮ ﺩﺍﺧﻞٌ ﻓﻲ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺒﺎﺏ؛ ﻷﻥ ﻛﺜﻴﺮًﺍ ﻣﻦ ﻫﺆﻻﺀ ﺇﺫﺍ ﺃﺧﺮﺟﻮﺍ ﺭُﻗﺎﻫﻢ ﻭﻣﺎ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻳﺴﺘﺨﺪﻣﻮﻧﻪ ﻭُﺟﺪ ﻓﻴﻪ ﺩﻋﺎﺀ ﻏﻴﺮ ﺍﻟﻠﻪ -ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ-، ﻳﺎ ﻓﻼﻥ ﻭ ﻳﺎ ﻓﻼﻥ ﻣﻦ ﺍﻟﺠﻦ، ﻓﻼ ﻳﺨﺒﺮﻪ ﺃﺣﺪًﺍ، ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳُﻔﻀﺢ ﺃﻣﺮﻫﻢ .

10. Jika ia berkata kepadamu: "Aku memiliki ruqyah yang aku tidak bisa mengabarkannya kepada siapapun. Jika aku mengabarkannya kepada siapapun maka akan rusak mantranya. Maka orang ini tidak diatas petunjuk, bahkan dia termasuk dalam bab ini (penyihir). Karena kebanyakan mereka ini jika mengeluarkan ruqyah mereka dan apa yang mereka pergunakan didapati disana isinya;  berdoa kepada selain Allah Taala. Wahai fulan atau wahai alan dari bangsa jin. Maka ia tidak akan mengabarkan kepada siapapun sehingga tidak terbongkar perkara mereka.

📚 *Sumber* || http://aldhafiri.net/?p=954

🌏 *Kunjungi* || http://forumsalafy.net/tanda-tanda-tukang-sihir

APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN MADZHAB SALAFY?

❓ *APAKAH YANG DIMAKSUD DENGAN MADZHAB SALAFY?*

💺 Mufti: Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah

❓ Pertanyaan:

1⃣. Sering terulang di lisan-lisan sebagian manusia ucapan bahwa si fulan ini seorang Salafy, sedangkan fulan yang ini bukan Salafy. Maka apakah yang dimaksud dengan madzhab Salafy?

2⃣. Siapakah orang yang terdepan yang mengajak pada madzhab ini di kalangan ulama kaum muslimin?

3⃣. Apakah boleh menamakan mereka dengan Ahlussunnah wal Jama'ah atau al-Firqatun Najiyah (golongan yang selamat)?

4⃣. Lalu apakah pernyataan begini tidak teranggap sebagai bentuk merekomendasi diri (yang dilarang)?

📌 Jawaban:

1⃣. Yang dimaksud dengan madzhab Salafy adalah apa (madzhab) yang ditempuh oleh para Salaf (pendahulu) ummat ini dari kalangan sahabat, tabi'in, dan para imam yang mu'tabar, berupa aqidah yang shahih, manhaj yang selamat, iman yang jujur, dan berpegang erat dengan Islam, baik dalam aqidah, syari'at, adab, dan suluk (tingkah laku). Berbeda dengan apa yang ditempuh para ahlul bid'ah, orang-orang yang menyimpang, dan orang-orang yang merusak.

2⃣. Dan orang yang terdepan dalam mengajak kepada madzhab Salaf adalah para imam yang empat, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan murid-muridnya, asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan murid-muridnya, dan selain mereka dari setiap orang yang melakukan perbaikan dan mujaddid (pembaharuan), dimana tidak ada satu pun zaman yang kosong dari orang yang tegak dengan membawa hujjah karena Allah.

3⃣. Tidak mengapa menamakan mereka dengan Ahlussunnah wal Jama'ah. Untuk membedakan antara mereka dengan para pengikut madzhab yang menyimpang.

4⃣. Dan hal ini bukanlah termasuk perbuatan mentazkiyah (rekomendasi) diri (yang dilarang). Ini hanyalah bagian dari upaya untuk membedakan antara ahlul haq dengan ahlul batil.

📚 Sumber: al-Muntaqa Min Fatawa asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah

🍋 Thuwailibul 'Ilmisy Syar'i (TwIS)

🖊 Abu Abdillah Rahmat

🔎 Muraja'ah: Al-Ustadz Kharisman hafizhahullah

🗓 10 Jumadal Ula 1439
       28 Januari 2018

🇸🇦 Arabic

📌 المقصود بالمذهب السلفــي

  ❐ للشَّيخ العـــلّامہ
صَالِــح بنُ فَوزان الــفَوزَان
         حَـفظہُ الله تـعالــى -

السؤال
يتردَّد على ألسنة بعض الناس أن فلانًا هذا سلفي، وفلانًا غير سلفي؛ فما المقصود بالمذهب السلفي‏؟‏ ومن أبرز من دعا إليه من علماء المسلمين‏؟‏ وهل يمكن تسميتهم بأهل السنة والجماعة أو الفرقة الناجية‏؟‏ ثم ألا يُعتبَرُ هذا من باب التّزكية للنفس‏؟‏ .

الجَــــــوَابُ :
المقصود بالمذهب السّلفي هو ما كان عليه سلف هذه الأمة من الصحابة والتابعين والأئمة المعتبرين من الاعتقاد الصّحيح والمنهج السّليم والإيمان الصّادق والتمسُّك بالإسلام عقيدة وشريعة وأدبًا وسلوكًا؛ خلاف ما عليه المبتدعة والمنحرفون والمخرِّفون‏.‏

ومن أبرز من دعا إلى مذهب السّلف الأئمة الأربعة، وشيخ الإسلام ابن تيميَّة، وتلاميذه، والشيخ محمد بن عبد الوهَّاب، وتلاميذه، وغيرهم من كلّ مصلح ومجدِّد، حيث لا يخلو زمان من قائم لله بحجَّةٍ‏.‏

ولا بأس من تسميتهم بأهل السنة والجماعة؛ فرقًا بينهم وبين أصحاب المذاهب المنحرفة‏.‏

وليس هـذا تزكية للنفس، وإنّما هو من التمييز بيـن أهل الحق وأهل الباطل‏. 

📓📔 المُنتقى من فتاوى العلّامة الفوزان

تطبيق فتاوى الشيخ الفوزان على الأندرويد. للتحميل:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wahid.fawzan

Al-A’la ~ Silsilah Kajian MENGENAL AL-ASMA'UL HUSNA

🌷 🌈 ☀️ 3⃣
〰〰〰〰〰
📚 🔍 Silsilah Kajian MENGENAL AL-ASMA'UL HUSNA
〰〰〰〰〰

🔰 Al-A’la 🔰

📝 Di antara Al-Asma`ul Husna (nama-nama yang paling baik bagi Allah azza wa jalla) adalah Al-A’la yang berarti Yang Maha Tinggi. Nama Allah azza wa jalla lain yang semakna adalah Al-’Aly dan Al-Muta’al.

Adapun dalil yang menunjukkan nama-nama tersebut adalah sebagai berikut:

1. Firman Allah azza wa jalla:

سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى

“Sucikanlah nama Rabbmu Yang Maha Tinggi.” (Al-A’la: 1)

2. Firman Allah azza wa jalla:

وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

“Dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al-Baqarah: 255)

3. Firman Allah azza wa jalla:

عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ الْكَبِيرُ الْمُتَعَالِ

“Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Maha Besar lagi Maha Tinggi.” (Ar-Ra’du: 9)

Adapun dari hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagaimana berikut:

1. Sahabat Hudzaifah radhiyallahu 'anhu berkata:

كَانَ -يَعْنِي النَّبِيَّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَقُولُ فِي رُكُوعِهِ: سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيْمِ؛ وَفِي سُجُودِهِ:سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلأَعْلَى

“Adalah Nabi dalam rukuknya membaca ‘subhana rabbiyal-azhim’ (Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Agung); dan dalam sujudnya subhana rabbiyal a’la (Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi).” [Shahih, HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa`i, Ibnu Majah, dan Ahmad. Dishahihkan oleh At-Tirmidzi dan Al-Albani dalam Irwa’ul Ghalil no. 333; Shahih Sunan Abu Dawud no. 871]

2. Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

كَلِمَاتُ الْفَرَجِ:

“Kalimat-kalimat untuk jalan keluar:

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

‘Tiada Ilah yang benar kecuali Allah yang Maha Pemaaf dan Maha Pemurah serta Mulia, Tiada Ilah yang benar kecuali Allah yang Maha Tinggi dan Maha Agung Tiada Ilah yang benar kecuali Allah Rabb sekalian langit yang tujuh dan Rabb Arsy yang agung’.” (Shahih, HR. Ibnu Abid-dunya dan Al-Khara`ithi. Lihat Ash-Shahihah no. 2045)

Ketinggian Allah subhanahu wa ta'ala mencakup tiga macam ketinggian:

1. ‘Uluwwul-qadr atau uluwwush-shifat

2. ‘Uluwwul-qahr

3. ‘Uluwwudz-dzat.

‘Uluwwul-qadr atau ‘uluwwush-shifat, artinya Ia tinggi/ suci dari segala kekurangan dan aib, serta milik-Nya lah seluruh sifat kesempurnaan. Demikian juga apa yang Allah azza wa jalla miliki dari sifat-sifat itu adalah yang paling tinggi dan paling sempurna.

‘Uluwwul-qahr artinya Dia yang unggul di atas selain-Nya dan mengalahkan serta mengatur selain-Nya.

‘Uluwwudz-dzat artinya ketinggian Dzat Allah azza wa jalla di atas seluruh makhluk-Nya. Hal itu karena Allah azza wa jalla di atas ‘Arsy-Nya (singgasana-Nya), terpisah dari makhluk-Nya, tidak menyatu atau melebur pada diri makhluk-Nya. Sebagaimana firman-Nya:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ

“Sesungguhnya Rabb kalian ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia naik di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan.” (Yunus: 3)

Dari sini, sangatlah keliru bila dikatakan bahwa Allah azza wa jalla ada di mana-mana.

Ahlus Sunnah wal Jamaah meyakini segala macam sifat ketinggian Allah azza wa jalla karena semuanya disebutkan dalam Al-Qur`an dan Al-Hadits.

📌 Kesalahan dalam Memahami Nama Al-A’la

Sementara ahli bid’ah tidak mengimani ketinggian Dzat-Nya. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Allah subhanahu wa ta'ala menyatu dengan makhluk-Nya, sehingga dari sini -disadari atau tidak- muncul pernyataan bahwa ‘Allah di mana-mana’.

Ada pula yang beranggapan bahwa Allah azza wa jalla menitis pada makhluk-Nya atau sebagian makhluk-Nya.

Ada pula yang mengatakan bahwa Allah azza wa jalla tidak bersambung dengan alam, tidak pula terpisah darinya.

Keyakinan ahli bid’ah dengan pelbagai macamnya tadi merupakan keyakinan yang bertentangan dengan dalil dari Al-Qur`an maupun As-Sunnah yang sahih. Maha Suci Allah dari apa yang mereka katakan.

📌 Faedah Mengimani Nama Ini

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin mengatakan: Bila seseorang mengetahui bahwa Allah subhanahu wa ta'ala di atas segala sesuatu, maka dia akan tahu kadar kekuasaan-Nya terhadap makhluk-Nya sehingga ia akan takut kepada Allah k dan mengagungkan-Nya. Dan bila seseorang takut kepada Rabbnya sekaligus mengagungkan-Nya maka diapun akan akan bertaqwa kepada-Nya dan melaksanakan kewajiban-Nya serta meninggalkan larangan-Nya.

📌 Sumber Bacaan:

– Shifatullah Azza Wa Jalla Al-Waridah fil Kitabi Was Sunnah, hal. 186

– Syarh Al-Wasithiyyah karya Ibnu Utsaimin, hal. 140 dan 340

– Syarh Al-Wasithiyyah karya Muhammad Al-Harras, hal. 91

– Syarh An-Nuniyyah karya Muhammad Al-Harras, hal. 65 dan 68

– At-Tanbihat As-Sunniyyah, hal. 51

– Syarh Asma`ullah Al-Husna karya Sa’id Al-Qahthani, hal. 78

– Tafsir As-Sa’di, hal. 946

– Muqaddimah Mukhtashar Al-‘Uluw, hal. 52-53

✏️ 💺Ditulis oleh: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc حفظه الله تعالى dan dikutip dari http://asysyariah.com/al-ala/

〰〰〰〰〰〰〰
📚 WA Salafy Kendari 📡