Rabu, 28 September 2016

Batasan Mengangkat Kedua Tangan Dan Tidak Dalam Doa


❁✿❁
🔰 Silsilah Fatawa Fiqih Shalat 🔰
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
🔘 BATASAN MENGANGKAT KEDUA TANGAN DAN TIDAK DALAM DOA.
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ 
✍ Fadhilah As-Syaikh Ibnu 'Utsaimin _rahimahullah_:

📜 *Pertanyaan*:
【 Apa batasan mengangkat kedua tangan dalam doa? 】

📝 *Jawaban*:

《 Mengangkat kedua tangan dalam doa terbagi 3 bagian:
(❶). *Bagian pertama*: apa yang teriwayatkan oleh sunnah, maka yang tampak hal ini disunnahkan padanya mengangkat tangan, seperti: dalam doa istisqa' (minta turun hujan), apabila seseorang meminta hujan dalam khutbah jumat atau dalam khutbah istisqa' maka dia mengangkat kedua tangannya, dan seperti mengangkat kedua tangan ketika di bukit shafa dan marwah, seperti mengangkat kedua tangan di Arafah dengan doa, seperti mengangkat kedua tangan ketika melempar jumrah uwla (pertama) di hari tasyriq dan jumrah wustha,
▪️ oleh karenanya haji memiliki enam kali wukuf:
①. Wukuf uwla: di atas bukit shafa,
②. Kedua: di atas bukit marwah,
③. Ketiga: di Arafah,
④. Keempat: di Muzdalifah setelah shalat fajar,
⑤. Ketika jumrah uwla di hari tasyriq,
⑥. Setelah jumrah wustha di hari tasyriq.
🔸 Bagian ini tidak diragukan bahwa setiap orang mengangkat kedua tangannya padanya karena adanya penjelasan sunnah tentangnya.
(❷). *Bagian kedua*: apa yang teriwayatkan tentang tidak mengangkat tangan padanya seperti: doa di dalam shalat, karena Nabi ﷺ beliau membuka dalam shalat dan berdoa dengan mengatakan, "ya Allah jauhkanlah antara diriku dengan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dengan barat" dan berdoa diantara dua sujud, "wahai Rabb-ku ampunilah aku" dan berdoa di dalam tasyahhud akhir, dan beliau tidak mengangkat kedua tangannya pada yang demikian semuanya, dan demikian halnya di dalam khutbah jumat beliau berdoa dan tidak mengangkat kedua tangannya kecuali pada saat istisqa' atau istisha' (meminta kesehatan), dan barangsiapa yang mengangkat kedua tangannya dalam keadaan-keadaan ini dan semisalnya maka kami katakan: itu adalah BID'AH, dan kami melarang dari yang demikian.
(❸). *Bagian ketiga*: apa yang tidak teriwayatkan: mengangkat atau tidak mengangkat tangan, maka hal ini termasuk dari adabnya berdoa ialah orang tersebut mengangkat kedua tangannya; berdasarkan sabda Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_:

*«إن الله حيي كريم يستحي من عبده إذا رفع إليه يديه أن يردهما صفراً»*

_"Sesungguhnya Allah Maha Hidup lagi Maha Mulia, Dia merasa malu dari hamba-Nya apabila mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian mengembalikannya dalam keadaan kosong"_

Dan Nabi menyebutkan:

*«الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء: يا رب! يا رب! ومطمعه حرام، وملبسه حرام، وغذي بالحرام، فأنى يستجاب لذلك»*

_"seorang pria yang melakukan safar yang panjang dalam keadaan lusuh dan berdebu sambil mengulurkan kedua tangannya ke langit dan berkata: wahai Rabb-ku! Wahai Rabb-ku! Sedangkan makanannya haram, pakaiannya haram, dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimana akan dikabulkan karenanya."_
▪️ Maka Nabi _shallallahu 'alaihi wa sallam_ menjadikan mengangkat kedua tangan kepada Allah sebagai sebab dikabulkannya doa, maka inilah pembagian mengangkat kedua tangan,
🔸 akan tetapi pada bagian yang diangkat padanya tangan-tangan apakah apabila telah selesai berdoa mengusap wajahnya dengan kedua tangannya? YANG SHAHIH ialah tidak mengusap wajahnya dengan tangannya; karena hadits yang menyebutkan tentang hal itu adalah dha'if (lemah) tidak dapat dijadikan hujjah, maka apabila kita melihat seseorang mengusap wajahnya dengan kedua tangannya apabila telah selesai dari berdoa maka kita jelaskan kepadanya bahwa yang sunnah ialah tidak mengusap wajahmu dengan kedua tanganmu; karena hadits yang menyebutkan tentang hal itu dha'if. 》

          •┈┈┈┈•✿❁✿•┈┈┈┈•

📚 Silsilah Liqa'at Al-Bab Al-Maftuh > Liqa Al-Bab Al-Maftuh [51].

🔊 _*Audio dapat didengar di*_:
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_051_08.mp3

ضابط رفع اليدين من عدمه في الدعاء

السؤال:

ما هو ضابط رفع اليدين في الدعاء؟

الجواب:

رفع اليدين في الدعاء على ثلاثة أقسام: القسم الأول: ما وردت به السنة، فهذا ظاهر أنه يسن فيه الرفع، مثل: دعاء الاستسقاء، إذا استسقى الإنسان في خطبة الجمعة أو في خطبة الاستسقاء فإنه يرفع يديه، وكرفع اليدين على الصفا وعلى المروة، وكرفع اليدين في عرفة بالدعاء، وكرفع اليدين عند الجمرة الأولى في أيام التشريق والجمرة الوسطى، ولهذا فإن في الحج ست وقفات: الوقفة الأولى: على الصفا. والثانية: على المروة. والثالثة: في عرفة. والرابعة: في مزدلفة بعد صلاة الفجر. والخامسة: عند الجمرة الأولى في أيام التشريق. والسادسة: بعد الجمرة الوسطى في أيام التشريق. هذا القسم لا شك أن الإنسان يرفع يديه فيه لورود السنة به. والقسم الثاني: ما ورد فيه عدم الرفع مثل: الدعاء في الصلاة، فإن النبي -صلى الله عليه وسلم- كان يستفتح في الصلاة ويدعو ويقول: «اللهم باعد بيني وبين خطاياي كما باعدت بين المشرق والمغرب» ويدعو بين السجدتين: «رب اغفر لي» ويدعو في التشهد الأخير، ولا يرفع يديه في ذلك كله، وكذلك في خطبة الجمعة يدعو ولا يرفع يديه إلا في الاستسقاء أو في الاستصحاء، ومن رفع يديه في هذه الأحوال وأشباهها قلنا: إنه بدعة، ونهيناه عن ذلك. القسم الثالث: ما لم يرد فيه الرفع ولا عدم الرفع، فهذا الأصل فيه أن من آداب الدعاء أن يرفع الإنسان يديه؛ لقول النبي -صلى الله عليه وسلم-: «إن الله حيي كريم يستحي من عبده إذا رفع إليه يديه أن يردهما صفراً» وذكر النبي -صلى الله عليه وسلم-: «الرجل يطيل السفر أشعث أغبر يمد يديه إلى السماء: يا رب! يا رب! ومطمعه حرام، وملبسه حرام، وغذي بالحرام، فأنى يستجاب لذلك» فجعل النبي -صلى الله عليه وسلم- رفع اليدين إلى الله من أسباب إجابة الدعاء، فهذه أقسام رفع اليدين، ولكن في القسم الذي ترفع فيه الأيدي هل إذا فرغ من الدعاء يمسح وجهه بيديه؟ الصحيح: أنه لا يمسح وجهه بيديه؛ لأن الحديث الوارد في ذلك ضعيف لا تقوم به حجة، فإذا رأينا شخصاً يمسح وجهه بيديه إذا انتهى من الدعاء بينا له أن السنة ألا تمسح وجهك بيديك؛ لأن الحديث الوارد في ذلك ضعيف.

المصدر: سلسلة لقاءات الباب المفتوح > لقاء الباب المفتوح [51]

الأذكار والأدعية

رابط المقطع الصوتي
http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/od_051_08.mp3
----------------------
Broadcast by :
_*Ahlus Sunnah Karawang;*_
📜 Channel MutiaraASK,
http://tlgrm.me/MutiaraASK
🌍 Website ASK,
http://bit.ly/BlogASK
💬 BBM Mutiara Salaf,
Pin:5F0E3F06 |Channel:C001C7FFE

➥ #fatawa #fiqih_shalat #doa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar