Selasa, 20 Oktober 2015

BID'AH dan KEMUNGKARAN PADA HARI 'ASYURA

BID'AH dan KEMUNGKARAN PADA HARI 'ASYURA
⛔

〰〰〰〰〰

Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim alu asy-Syaikh rahimahullah berkata,

 "Semua yang disebutkan tentang amalan-amalan para hari 'Asyura selain puasa, maka itu TIDAK ADA ASALNYA (dalam syari'at) bahkan itu adalah BID'AH. Seperti bercelak untuk kedua mata. Demikian juga hadits-hadits yang disebutkan seperti memberikan keluasan untuk keluarga, maka itu batil tidak ada yang shahih.

Pada hari 'Asyura ini ada dua kelompok yang saling bertolak belakang,
 Rafidhah, mereka menjadikan hari 'Asyura dan hari sebelumnya sebagai hari berkabung.
 Nawashib, mereka menjadikannya sebagai hari Raya, yang disebut sebagai Idul 'Umur.

✅ Adapun Ahlus Sunnah, maka tidak memandang seperti kelompok pertama maupun kelompok kedua, dan tidak mengkhususkan hari tersebut kecuali dengan ibadah puasa."

(Syarh Kitab Adabul Masyi ila ash-Shalat)

------------- 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata,

"Sebagaimana disebutkan tentang keutamaan-keutamaan 'Asyura :
▪ memberikan keluasan untuk keluarga,
▪ keutamaan berjabat tangan,
▪ keutamaan inai (pacar)
▪ keutamaan bersemir
▪ keutamaan mandi, dan semisal itu
serta apa yang disebutkan tentang keutamaan shalat pada hari tersebut
⛔ Maka semua itu adalah DUSTA atas nama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Tidak ada satu pun dalil yang sah terkait dengan keutamaan 'Asyura kecuali keutamaan puasa pada hari tersebut.

❎ Harb al-Kirmani mengatakan, "Hadits yang diriwayatkan bahwa barangsiapa yang melapangkan untuk keluarganya pada Hari 'Asyura, akan Allah luaskan untuknya sepanjang tahun. Al-Imam Ahmad menjawab, "Hadits tersebut tidak ada asalnya."

[Minhaj as-Sunnah an-Nabawiyyah]

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah juga berkata,

"Adapun yang diriwayatkan tentang
▪ bercelak pada hari 'Asyura, atau
▪ semir, atau
▪ mandi, atau
▪ berjabat tangan, atau
▪ MENGUSAP KEPALA ANAK YATIM, atau
▪ memakan biji-bijian, atau
▪ menyembelih, atau semisalnya

Maka ITU SEMUA DUSTA atas nama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam . yang seperti itu adalah BID'AH, tidak satupun disukai oleh para imam dalam agama.

Adapun yang dilakukan oleh Ahlul Bid'ah (yakni Rafidhah, pen)  yaitu Niyahah (meratapi kematian), memanggil-manggil orang yang sudah mati, perkumpulan-perkumpulan acara, mencela shahabat, itu semua juga di antara BID'AH dan KEMUNGKARAN YANG TERBESAR. Dan semua bid'ah itu sesat. Meskipun sebagian bid'ah dan kemunkaran itu lebih berat daripada yang lainnya.

[ al-Fatawa al-Kubra (5/479)

•••••••••••••••
 Majmu'ah Manhajul Anbiya

~~~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar