Jumat, 19 Februari 2016

Hakikat Karomah

➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HAKIKAT KAROMAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
No 1⃣

Diantara keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama'ah adalah meyakini adanya KAROMAH dan ia datang dari sisi Allah ta'ala. Tahukah anda apa yang dimaksud dengan KAROMAH❓

Karomah ialah suatu perkara (mencakup ucapan dan perbuatan) yang telah melanggar (keluar) dari adat kebiasaan manusia, yang selamat dari berbagai sanggahan (hal hal yang membatalkannya) yang Allah ta'ala berikan kepada hambanya yang sholih.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rohimahulloh mengatakan : Dan termasuk dari prinsip Ahlus Sunnah Wal Jama'ah menyakini adanya Karomah para wali dan apa apa yang Allah ta'ala perbuat dari keluar biasaan melalui tangan tangan mereka berkaitan dengan ilmu, mukasyafat (mengetahui hal hal yang tersembunyi), bermacam macam keluar biasaan (kemampuan) atau pengaruh pengaruh. (Syarah Aqidah Wasithiyah hal. 207).

Karomah ini tetap ada sampai akhir zaman dan terjadi pada umat ini lebih banyak dari Pada umat sebelumnya, yang demikian itu menunjukkan keridhoan Allah ta'ala terhadap hamba Nya dan sebagai pertolongan baginya dalam urusan dunianya atau agamanya. Namun bukan berarti Allah benci terhadap orang orang yang tidak terjadi Karomah Padanya.

Perkara Karomah ini telah tsabit ( tetap) secara nash baik dalam Al Qur 'an maupun Sunnah bahkan juga secara kenyataan.

▪KEPADA SIAPAKAH KAROMAH INI DIBERIKAN❓

Karomah ini Allah ta'ala berikan kepada hamba hamba Nya yang benar benar beriman serta bertaqwa kepada Nya, yang disebut dengan Wali Allah. Allah berfirman ketika menyebutkan tentang sifat sifat Wali wali Nya.

ألا إن أولياء اللّٰه لا خوف عليهم ولاهم يحزنون الذين آمنوا وكانوا يتقون

Ketahuilah sesungguhnya wali wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati, yaitu orang orang yang beriman dan mereka senantiasa bertaqwa. (QS.Yunus: 62-63).

Dalam ayat ini Allah ta'ala mengkhabarkan tentang wali wali Nya dan sifat sifat mereka, yaitu Orang orang yang beriman kepada Allah, malaikat malaikat Nya, kitab kitab Nya, para Rasul Nya dan hari akhir serta beriman dengan takdir yang baik maupun buruk.

Kemudian mereka merealisasikan keimanan mereka dengan melakukan ketaqwaan dengan melakukan segala perintah Allah dan meninggalkan segala larangan Nya. (Taisir Karimir Rahman Karya As Sa'di hal, 368).

Bersambung...

Sumber www.buletin alilmu.com

klik join Chanel telegram ⬇
http://bit.ly/FadhlulIslam
www.salafymedia.com

✍ Fadhlul Islam Bandung
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HAKIKAT KAROMAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
No 2⃣

Kalau kita melihat fenomena yang terjadi di masyarakat, maka istilah wali sering ditujukan kepada orang yang punya keanehan keanehan misalnya : bisa terbang, berjalan diatas air, mengetahui perkara perkara ghaib dan lain lain. Kemudian mereka meyakini perkara perkara yang ghaib dan lain lain. Kemudian mereka yakini bahwa apa yang terjadi pada orang tersebut dari perkara perkara yang luar kebiasaan manusia itu adalah karomah. Mereka tidak menimbang dan melihat dengan hakikat yang sebenarnya didalam perkara ini. Bukankah Allah telah menjelaskan hakikat wali dengan menyebutkan sifat sifat mereka sebagaimana ayat yang telah disebutkan pada bagian ke 1.

▪BEBERAPA CONTOH KAROMAH▪

1. Setiap Zakariya masuk untuk menemui Maryam di mihrob, ia dapati makanan disisinya, Zakariya berkata : Hai Maryam, dari mana kamu memperoleh makanan ini. Maryam menjawab : Makanan itu dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberikan rizqi kepada yang dikehendaki Nya tanpa hisab. (QS.Ali Imron :37).
Asy Syaikh Abdurrahman As sa'di berkata : Ayat ini merupakan dalil akan adanya Karomah para wali yang keluar dari kebiasaan manusia, sebagaimana yang telah mutawatir dari Hadits hadits tentang permasalahan ini. Berbeda dengan orang yang tidak meyakini tentang adanya karomah ini. (Taisir Karimir Rahman hal 129).

2.Apa yang terjadi pada Ashhabul Kahfi (Penghuni Gua). Suatu kisah agung yang terdapat dalam surat Al Kahfi.
Allah berfirman (Artinya): Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda pemuda yang beriman kepada Rabb mereka dan kami tambahkan pada mereka petunjuk.(QS.Al Kahfi:13).
Mereka ini (Ashhabul Kahfi) sebelumnya hidup ditengah tengah masyarakat yang kafir (Dengan pemerintahan kafir) lalu mereka lari dari masyarakat itu. Dalam rangka menyelamatkan agama mereka, kemudian Allah melindungi mereka di dalam Al Kahfi (Gua yang luas yang berada di gunung). Tatkala Allah telah selamatkan mereka didalam gua tersebut, lalu Allah tidurkan mereka dalam waktu yang sangat panjang, disebutkan dalam Ayat (Artinya): Mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun (lagi). (QS.Al Kahfi: 25).

Dalam kisah ini ada beberapa karomah yang diberikan oleh Allah kepada Ashhabul Kahfi, diantaranya:

.Allah Berfirman, (Artinya) Dan kamu mengira mereka itu bangun padahal mereka tidur.
.Mata mata mereka terbuka sehingga masuklah udara kedalamnya padahal mereka dalam keadaan tertidur.
.Allah menyatakan Dan kami bolak balikan mereka dan lebih bermanfaat bagi tubuh mereka, jadi mereka tidak tetap dalam satu posisi.
.Allah menyatakan, Sedang anjingnya menjulurkan kedua lengannya kemuka pintu gua. Dan ini sebab diberikannya penjagaan yang sempurna oleh Allah, kemudian Allah teruskan firman Nya : Dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dengan penuh ketakutan terhadap mereka. Dan inilah yang nampak dari perkara Karomah.

3. Diantara Karomah para wali yang disebutkan dalam Al Qur'an adalah apa yang terjadi pada Dzul Qorna'in yaitu seorang raja yang shalih yang Allah nyatakan: Sesungguhnya kami telah memberi kekuasaan kepadanya di muka bumi dan kami telah memberikan kepada nya jalan untuk mencapai segala sesuatu. (Al Kahfi:84). Dan juga dialah yang telah membuat pembatas yang membatasi antara manusia dengan Ya'juj dan Ma'juj hingga hari Akhir, kisah ini terdapat dalam Surat Al Kahfi: 83-98.

4.Diantara karomah para wali juga apa yang terjadi pada Nabi Khidir. sebagaimana dalam Al Qur'an (Al Kahfi 74).

5.Apa yang disebutkan didalam kisah tiga orang yang berlindung kedalam gua namun tiba tiba jatuhlah batu besar sehingga menutupi pintu gua dan akhirnya mereka terkurung didalamnya, kemudian mereka bertawasul dengan amalan amalan shalih masing masing. Kisah tersebut terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Shahabat Abdulloh bin Umar Radhiyallohu'anhuma. Para ulama menyebutkan bahwa kisah diatas termasuk Karomah para Wali.

6.Apa yang terjadi pada Ummul Mukminin Khodijah bahwasannya Jibril datang pada Rasulullah dengan menyampaikan salam Allah untuk Khodijah serta menyampaikan berita gembira baginya bahwa ia akan mendapatkan rumah yang terbuat dari permata belian yang indah di jannah. (HR.Bukhori dari shahabat A'isyah). Dan ini merupakan dalil bahwa karomah pun terjadi pada seorang perempuan.

7.Apa yang telah mutawatir tentang berita salafus sholih akan perkara karomah terjadi pada diri mereka, dan generasi setelah mereka.

Bersambung...

Sumber, www.buletin alilmu.com

Klik join Chanel telegram ⬇
http://bit.ly/FadhlulIslam
www.salafymedia.com

Fadhlul Islam Bandung
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HAKIKAT KAROMAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
No 3⃣

Perbedaan Antara Mu'jizat dan Karomah.

Saudaraku yang dirahmati Allah, setelah kita mengetahui dalil dalil tentang adanya Karomah para wali dari Al Qur'an maupun As Sunnah maka kita pun mengetahui perbedaan antara Karomah dan Mu'jizat.

▪Mu'jizat terjadinya dengan unsur kesengajaan dan ada kaitannya dengan kenabian, adapun karomah terjadinya tidak demikian.

▪Karomah terjadinya pada seseorang baik laki laki maupun perempuan merdeka atau budak, selama ia seorang yang sholih, sedang mu'jizat tidaklah terjadi kecuali seorang Nabi atau Rasul yang tentunya seorang Nabi atau Rasul adalah seorang laki laki dan bukan seorang budak.

Perbedaan Antara Karomah dan Perbuatan Syaithon.

Ada sesuatu yang bukan mu'jizat dan juga bukan karomah, dia adalah Al Ahwal As Syaithoniyyah (Perbuatan Syaithon).

▪Inilah yang banyak menipu kaum muslimin, dengan anggapan bahwa ia karomah, padahal justru tidak ada kaitannya dengan karomah, karena :

▪Karomah datangnya dari Allah ta'ala sedangkan ia jelas datangnya dari Syaithon. Sebagaimana yang terjadi pada Musailimah Al Kadzdzab dan Al Aswad Al Ansyi (Dua pendusta di zaman Rasulullah yang mengaku menjadi Nabi) dan menyampaikan perkara perkara ghoib, ini jelas merupakan perbuatan syaithon.

Demikian pula Karomah para wali disebabkan karena kuatnya keimanan dan ketaatan mereka kepada Allah ta'ala. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rohimahullah mengatakan : Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah maka ia menjadi wali Allah.

Sedangkan perbuatan syaithon ini dikarenakan kufurnya mereka kepada Allah ta'ala dengan melakukan kesyirikan kesyirikan serta kemaksiatan kepada Allah, dan syarat syarat tertentu yang harus ia lakukan.

▪Karomah merupakan suatu pemberian dari Allah ta'ala kepada hamba Nya yang sholih dengan tanpa susah payah darinya, berbeda dengan perbuatan syaithon, maka ini terjadi dengan susah payah setelah sebelumnya ia berbuat syirik kepada Allah ta'ala.

▪Karomah para wali tidak bisa di sanggah atau di batalkan dengan sesuatupun. Berbeda dengan perbuatan Syaithon yang dapat dibatalkan dengan menyebut nama nama Allah atau dibacakan Al Qur'an. Bahkan Syaikhul Islam menyebutkan bahwa ada seseorang yang terbang diatas udara kemudian datang seseorang dari Salafush Sholih lalu dibacakan kepadanya Ayat kursi kepadanya maka seketika itu dia jatuh dan mati.

▪Karomah itu tidaklah menjadikan seseorang sombong dan merasa bangga diri, justru dengan adanya Karomah ini menjadikannya semakin bertaqwa kepada Allah ta'ala dan semakin mensyukuri nikmat Allah ta'ala. Adapun perbuatan Syaithon bisa menjadikan seseorang bangga diri atau sombong dengan kemampuan yang dia miliki serta angkuh terhadap Allah ta'ala, sehingga jelaslah bagi kita akan hakekat Karomah dan perbuatan Syaithon.

Bersambung...

Sumber, www.buletin-alilmu.com

klik join Chanel telegram ⬇
http://bit.ly/FadhlulIslam
www.salafymedia.com

Fadhlul Islam Bandung
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
HAKIKAT KAROMAH
➖➖➖➖➖➖➖➖➖
No 4⃣

❗❗❗Syubhat Dan Bantahannya❗❗❗

Disana ada beberapa kelompok yang mengingkari adanya Karomah, Yaitu : Jahmiyah, Mu'tazilah dan sebagian Asy 'ariyah. Mereka berdalil dengan syubhat syubhat yang dilandasi dengan akal mereka yang rendah. Mereka mengatakan : Bahwa terjadinya Karomah itu hanya merupakan perkara yang akan menjadikan kesamaran antara Nabi dengan para Wali dan antara Wali dengan Dajjal.

Bantahan syubhat ini (secara ringkas) adalah :

▪Pertama: Kita yakin dengan keyakinan yang penuh bahwa karomah itu benar benar ada berdasarkan dalil baik Dari Al Qur'an maupun As Sunnah dan kenyataan yang ada.

▪Kedua : Ucapan mereka bahwa karomah dapat menjadikan kesamaran antara Wali dengan seorang Nabi, justru tidaklah demikian karena Wali sama sekali tidak berkaitan dengan kenabian, dan apa yang terjadi dari Karomah itu dikarenakan kuatnya keimanan dan ketaqwaan dia kepada Allah dan disebabkan Waro'nya. Sedangkan kesamaan antara Wali dengan Dajjal, maka sungguh dapat dilihat dari kehidupan seseorang yang terjadi padanya keluar biasaan itu. Kemudian dilihat dari keadaan orang ini apakah dia seorang yang shalih atau seorang fasiq. Demikianlah timbangan yang benar didalam menghukumi seseorang yang terjadi padanya perkara perkara yang diluar kebiasaan manusia.

MACAM MACAM MANUSIA DALAM MENYIKAPI MASALAH KAROMAH

▪Pertama : Orang orang yang mengingkari adanya karomah yaitu dari kelompok ahli bid'ah seperti Mu'tazilah, Jahmiyah, dan sebagian dari Asy 'ariyah dengan alasan yang telah disebutkan diatas.

▪Kedua: Orang orang yang bersikap Ghuluw (Berlebih lebihan) dalam menetapkan Karomah yaitu dari kalangan orang orang Sufi dan para Penyembah kubur, yang menganggap segala keluarbiasaan itu sebagai karomah, tanpa memperhatikan keadaan pelakunya atau pemiliknya.

▪Ketiga: Orang orang yang mengimani serta membenarkan adanya Karomah dan mereka tetapkan Karomah tersebut sebagaimana yang terdapat dalam Al Qur'an Dan As Sunnah. Mereka itu adalah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. (Lihat syarah Al Aqidah Wasithiyah oleh Asy Syaikh Sholih bin Fauzan hal: 207-208).

Berkata Al Imam As Syafi'i Rohimahullah. Apabila engkau melihat seseorang berjalan diatas air atau terbang diudara janganlah engkau mempercayainya dan janganlah engkau tertipu dengan nya sampai engkau mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti Rasulullah.

Wallahu'alam bis Shawab.

Selesai..

Sumber, www.buletin-alilmu.com

klik join Chanel telegram ⬇
http://bit.ly/FadhlulIslam
www.salafymedia.com

Fadhlul Islam Bandung
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

Tidak ada komentar:

Posting Komentar