Rabu, 17 Februari 2016

Hal-hal Yang Disunnahkan Untuk Dilakukan Bagi Seseorang Yang Melihat Orang Hampir Menemui Ajalnya

SILSILAH AHKAMIL MUHIMMAH

HAL-HAL YANG DISUNNAHKAN UNTUK DILAKUKAN BAGI SESEORANG YANG MELIHAT ORANG HAMPIR MENEMUI AJALNYA (Bag 1)

1.Mentalqin kalimat La Ilaha illallah
☝Berdasarkan Hadits :

«لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ».

Artinya : “Talqin-lah orang yang mendekati ajal diantara kalian dengan kalimat  La Ilaha illallah” (HR : Muslim 916 )

Berkata Al Imam An Nawawi Rahimahullah : “Makna hadits ini adalah siapa yang akan menemui ajalnya (maka) disebutkan padanya kalimat La Ilaha illallah, supaya akhir kata yang dia ucapkan adalah kalimat ini.”
Seperti dalam hadits :

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلِمَتِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّة
َ
Artinya : “Siapa yang akhir kalimat (yang dia ucapkan adalah ) La Ilaha illallah maka dia akan masuk Jannah ”

Perintah yang ada dalam hadits ini adalah bersifat anjuran, para ulama sepakat akan (disunnahkannya ) Talqin ini dan para ulama menganggap makruh ketika terlalu banyak melakukannya dan berturut-turut, agar dia (orang yg ditalqin ini ) tidak merasa risau dengan sempitnya  keadaannya, serta beratnya keadaan dia ,sehingga dia jadi membenci talqin tersebut dan akhirnya berbicara yang tidak baik ” (Selesai perkataan imam An Nawawi)

Referensi :

-Al Minhaj , Al Imam An Nawawi ( 4/234)
-Ahkamil Janaiz  Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany (19)

Ditulis oleh : Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah

(Padang  2 Rabi’ul Akhir 1437 H,  12 januari 2016)

Hastag:
#hal_sunnah_melihat_seseorang_sebelum_menemui_ajal

~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang
====================

بسم الله الرحمن الرحيم

SILSILAH AHKAMIL MUHIMMAH

HAL-HAL YANG DISUNNAHKAN UNTUK DILAKUKAN BAGI SESEORANG YANG MELIHAT ORANG HAMPIR MENEMUI AJALNYA (Bag : 2)

☝Telah kami sebutkan pada bagian pertama tulisan ini , bahwa yang disunnahkan pertama kali adalah mentalqin kalimat La ilaha illallah.

Tuntunan yang berikutnya adalah seperti yang disebutkan oleh Asy Syaikh Al Albany dalam kitab Ahkamul Janaiz:

2. Berdoa untuk orang yang hampir menemui ajalnya ini dan tidaklah mengatakan disisinya kecuali perkataan yang baik-baik saja.

Berdasarkan hadits Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha beliau berkata, berkata Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wa Sallam :

إذا حضرتم المريض أو الميت، فقولوا خيرا، فإن الملائكة يؤمنون على ما تقولون " أخرجه مسلم والبيهقي (3/ 384) وغيرهما.

Artinya : “Jika kalian melihat orang yang sakit atau orang yang sudah meninggal dunia, maka hendaklah kalian mengucapkan perkataan yang baik, karena sesungguhnya para malaikat Men-aminkan apa yang kalian ucapkan.”  (HR Muslim dan Al Baihaqi 3/384 dan selain keduanya)

3.Tidak dituntunkan bagi orang yang menjenguknya untuk membacakan surat Yasin  atau menghadapkannya kearah kiblat, karena tidak ada dalil yang shohih tentang perkara ini, bahkan  Penghadapannya ke arah kiblat ini dibenci oleh seorang Ulama Kibaru Tabi’in (Murid Shahabat)  Sa’id bin Al Musayyib  berdasarkan sebuah atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Mushonnafnya :

حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ الْعَقَدِيُّ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ قَيْسٍ، قَالَ: حَدَّثَنِي زُرْعَةُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، أَنَّهُ شَهِدَ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيِّبِ فِي مَرَضِهِ وَعِنْدَهُ أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، فَغُشِيَ عَلَى سَعِيدٍ، فَأَمَرَ أَبُو سَلَمَةَ، أَنْ يُحَوَّلَ فِرَاشُهُ إِلَى الْكَعْبَةِ، فَأَفَاقَ، فَقَالَ: «حَوَّلْتُمْ فِرَاشِي؟»، فَقَالُوا: نَعَمْ، فَنَظَرَ إِلَى أَبِي سَلَمَةَ، فَقَالَ: «أُرَاهُ عَمَلَكَ» فَقَالَ: أَنَا أَمَرْتُهُمْ، فَقَالَ: فَأَمَرَ سَعِيدٌ أَنْ يُعَادَ فِرَاشُهُ

Artinya : Telah mengabarkan kepada saya Abu ‘Amir Al Aqdiyyu, dari Muhammad bin Qois beliau berkata : Telah mengabarkan kepada saya Zur’ah bin Abdurrahman bahwasanya dia menyaksikan Sa’id bin Al Musayyib dalam keadaan sakit dan disisinya ada Abu Salamah bin Abdirrahman. Said tidak sadarkan diri, kemudian abu salamah memerintahkan untuk memutar ranjang said menghadap Ka’bah, Setelah Said sadar dari pingsannya, beliau berkata : “Apakah kalian yang memindahkan Ranjangku?” Mereka berkata : “Iya” , Maka Said memandang kearah Abu Salamah, Aku melihat ini adalah berdasarkan tindakanmu? * Abu Salamah berkata : “aku yang memerintahkan mereka” Maka Said Memerintahkan mereka untuk mengembalikan posisi ranjangnya (HR Ibnu Abi Syaibah : 10877)

Asy Syaikh Al Albany mengatakan : sanadnya shohih (Ahkamul Janaiz : 21)

* dalam kitab Ahkamul Janaiz Syaikh Albany menetapkan lafazh (بعلمك) : sehingga maknanya :
“Aku melihat ini adalah berdasarkan keilmuanmu”

Referensi :

☝-Ahkamil Janaiz  Asy Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany (20-21)
☝-Mushonnaf Ibnu Abi Syaibah

Ditulis oleh : Ustadz Abu Khuzaimah Al Fadanji Hafizhahullah

(Padang  3 Rabi’ul Akhir 1437 H,  13 januari 2016)
⌚Pukul 19.41 WIB

Hastag :
#hal_sunnah_melihat_seseorang_sebelum_menemui_ajal
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Publikasi :
~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Link Access :
https://bit.ly/SilsilatusSholihinPadang
---------------------------
https://telegram.me/SilsilatusSholihin

====================
Ⓜ️Ma'had Silsilatus Sholihin Padang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar