Senin, 15 Februari 2016

Kelembutan Nabi Dalam Mendakwahi Seorang Anak Yahudi

MUTIARA HADITS KELEMBUTAN NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM KEPADA ANAK-ANAK:

HADITS PERTAMA

KELEMBUTAN NABI DALAM MENDAKWAHI SEORANG ANAK YAHUDI☀

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ غُلاَمٌ يَهُودِيٌّ يَخْدُمُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَمَرِضَ، فَأَتَاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعُودُهُ، فَقَعَدَ عِنْدَ رَأْسِهِ، فَقَالَ لَهُ: «أَسْلِمْ»، فَنَظَرَ إِلَى أَبِيهِ وَهُوَ عِنْدَهُ فَقَالَ لَهُ: أَطِعْ أَبَا القَاسِمِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَسْلَمَ، فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ: «الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنْقَذَهُ مِنَ النَّارِ».

“dari Anas radhiyallahu 'anhu berkata: "Ada seorang anak kecil Yahudi yang bekerja membantu Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menderita sakit. Maka Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menjenguknya dan Beliau duduk di sisi kepalanya lalu bersabda: "Masuklah kedalam agama Islam!". Anak kecil itu memandang kepada bapaknya yang berada di dekatnya, lalu bapaknya berkata,: "Ta'atilah Abul Qasim Shallallahu 'alaihi wasallam". Maka anak kecil itu masuk Islam. Kemudian Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam keluar sambil bersabda: "Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan anak itu dari neraka”. [HR. Al-Bukhari]

FAEDAH-FAEDAH HADITS:

Hadits yang agung ini banyak memberikan kepada kita faedah-faedah yang berharga, diantaranya;

1. Sifat tawadhu’ yang tinggi pada diri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada umat manusia, sampai-sampai kepada seorang anak kecil, padahal anak kecil ini tidak memiliki pengaruh yang besar bagi masyarakat. Inilah akhlak yang mulia yang sudah sepantasnya bagi setiap muslim, terlebih-lebih bagi para da’i untuk memiliki sifat lemah lembut dan rendah hati dihadapan manusia, karena dengan sifat inilah dakwahnya akan mudah diterima manusia.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” [QS. Al-Ahzab:21]

Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya:

{فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ}

“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” [QS. Ali 'Imran:159]

2. Boleh bagi anak kecil membantu pekerjaan orang dewasa, namun hal ini tetap disesuaikan dengan kemampuannya.

3. Semangat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam memberikan hidayah kepada manusia.

Allah Ta’ala berfirman: 

{لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ}

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” [QS. At-Taubah:128]

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah:

{حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ}

“Yaitu; Beliau sangat bersemangat untuk memberikan hidayah kepada kalian dan mengantarkan kalian kepada kebahagian dunia dan Akherat.” [Tafsir Ibnu Katsir:2/241]

4. Pentingnya dakwah di jalan Allah dan mengajak manusia untuk masuk Islam, karena tidak ada agama yang diridhai dan diterima Allah melainkan agama Islam saja.

Allah Ta’ala berfirman:

{إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الإِسْلاَمُ}

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam.” [QS. Ali ‘Imran:19]

{وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ}

“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” [QS. Ali ‘Imran:85]

5. Mendakwahi anak kecil yang kafir untuk masuk Islam. Apabila dia mengucapkan dua kalimat syahadat maka telah sah keislamannya.

6. Anak kecil jika telah berakal dan paham tentang kekufuran, kemudian dia mati dalam keadaan kafir, maka dia akan dimasukan kedalam neraka.

7. Boleh bagi seorang muslim menengok orang kafir yang sakit, namun hal ini dengan syarat dia bukan kafir harbi (yang wajib diperangi) dan dia melihat bahwa dengan kunjungannya  akan dapat menarik simpatik dia untuk masuk Islam.

Berkata Fadl bin Ziyad: “Aku mendengar Ahmad bin Hanbal ditanya tentang seorang muslim yang mengunjungi salah seorang dari kaum musyrikin, maka beliau menjawab: “Jika dia melihat, apabaila dia mengunjunginya untuk mengajaknya masuk Islam dan dia akan menerimanya, maka kunjungilah dia, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mengunjungi anak kecil Yahudi, kemudian beliau mengajaknya untuk masuk Islam.”

Berkata Abu Dawud rahimahullah: “Aku mendengar al-Imam Ahmad ditanya tentang menjenguk seorang Yahudi atau Nashrani? Maka beliau menjawab: “Jika tujuannya ingin mengajak dia masuk Islam maka tidak mengapa.”

Dan diantara dalil yang menunjukan hal ini adalah kunjungan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada pamannya Abu Thalib, hal ini beliau lakukan dalam rangka mengajak pamannya untuk masuk Islam.

8. Keutamaan berbakti kepada orang tua, karena segala bentuk kebahagiaan kita di dunia dan di Akherat tidaklah lepas dari hal ini.

Allah Ta’ala berfirman:

{وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا}

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” [QS. Al-Israa’:23]

{وَإِنْ جَاهَدَاكَ عَلَى أَنْ تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا}

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” [QS. Luqman:15]

---------------------------------
✒ Disusun oleh Abu 'Ubaidah bin Damiri al-Jawy, 20 Jumadal Ula 1436/ 11 Maret 2015_di kota Ambon Manise.

Silahkan kunjungi blog kami untuk mendapatkan artikel kami yang lainnya dan mengunduh PDF-nya serta aplikasi android Forum KIS di:
www.pelajaranforumkis.com atau www.pelajarankis.blogspot.com
-------------------------------

WA. FORUM KIS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar