Senin, 16 Maret 2015

SIAPAKAH WAHABI?? (4 - 6)

----------------------
SIAPAKAH WAHABI??
Bagian 4⃣
(ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Meluruskan Tuduhan Miring tentang Wahhabi
Tuduhan:
Melecehkan Ahlul Bait
Ⓜ⭐ Bantahan:
Beliau berkata dalam Mukhtashar Minhajis Sunnah:
“AHLUL BAIT Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam MEMPUNYAI HAK ATAS UMAT INI yang tidak dimiliki oleh selain mereka.
Mereka berhak mendapatkan kecintaan dan loyalitas yang lebih besar dari seluruh kaum Quraisy…” (Lihat ‘Aqidah Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab As-Salafiyyah, 1/446)
Di antara bukti kecintaan beliau kepada Ahlul Bait adalah dinamainya putra-putra beliau dengan nama-nama Ahlul Bait: ‘Ali, Hasan, Husain, Ibrahim dan Abdullah.
bersambung, insya Allah
sumber
http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
----------------------
SIAPAKAH WAHABI??
Bagian 5⃣
(ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Meluruskan Tuduhan Miring tentang Wahhabi
Tuduhan:
Bahwa beliau sebagai Khawarij, karena telah memberontak terhadap Daulah ‘Utsmaniyyah.
Al-Imam Al-Lakhmi telah berfatwa bahwa Al-Wahhabiyyah adalah salah satu dari kelompok sesat Khawarij ‘Ibadhiyyah, sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mu’rib Fi Fatawa Ahlil Maghrib, karya Ahmad bin Muhammad Al-Wansyarisi, juz 11.
Ⓜ⭐ Bantahan:
❎ Adapun pernyataan bahwa Asy-Syaikh telah memberontak terhadap Daulah Utsmaniyyah, maka ini SANGAT KELIRU. Karena :
Najd kala itu tidak termasuk wilayah teritorial kekuasaan Daulah Utsmaniyyah.
Demikian pula sejarah mencatat bahwa kerajaan Dir’iyyah belum pernah melakukan upaya pemberontakan terhadap Daulah ‘Utsmaniyyah.
Justru merekalah yang berulang kali diserang oleh pasukan Dinasti Utsmani.
✅ Lebih dari itu Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengatakan –dalam kitabnya Al-Ushulus Sittah–: “Prinsip ketiga: Sesungguhnya di antara (faktor penyebab) sempurnanya persatuan umat adalah mendengar lagi taat kepada pemimpin (pemerintah), walaupun pemimpin tersebut seorang budak dari negeri Habasyah.”
☀ Dari sini nampak jelas, bahwa sikap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah terhadap waliyyul amri (penguasa) sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan BUKAN ajaran Khawarij.
                            *******
Mengenai fatwa Al-Lakhmi, maka yang dia maksudkan adalah
Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum dan kelompoknya,
BUKAN Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya.
Hal ini karena tahun wafatnya Al-Lakhmi adalah 478 H, sedangkan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab wafat pada tahun 1206 H /Juni atau Juli 1792 M.
Amatlah janggal bila ada orang yang telah wafat, namun berfatwa tentang seseorang yang hidup berabad-abad setelahnya.
Adapun Abdul Wahhab bin Abdurrahman bin Rustum, maka dia meninggal pada tahun 211 H. Sehingga amatlah tepat bila fatwa Al-Lakhmi tertuju kepadanya.
Berikutnya, Al-Lakhmi merupakan mufti Andalusia dan Afrika Utara, dan fitnah Wahhabiyyah Rustumiyyah ini terjadi di Afrika Utara. Sementara di masa Al-Lakhmi, hubungan antara Najd dengan Andalusia dan Afrika Utara amatlah jauh. Sehingga bukti sejarah ini semakin menguatkan bahwa Wahhabiyyah Khawarij yang diperingatkan Al-Lakhmi adalah Wahhabiyyah Rustumiyyah, bukan Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dan para pengikutnya.
✅ Lebih dari itu, sikap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab terhadap kelompok Khawarij sangatlah tegas.
Beliau berkata –dalam suratnya untuk penduduk Qashim–: “Golongan yang selamat itu adalah kelompok pertengahan antara Qadariyyah dan Jabriyyah dalam perkara taqdir, pertengahan antara Murji`ah dan Wa’idiyyah (Khawarij) dalam perkara ancaman Allah Subhanahu wa Ta’ala, pertengahan antara Haruriyyah (Khawarij) dan Mu’tazilah serta antara Murji`ah dan Jahmiyyah dalam perkara iman dan agama, dan pertengahan antara Syi’ah Rafidhah dan Khawarij dalam menyikapi para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Tash-hihu Khatha`in Tarikhi Haula Al-Wahhabiyyah, hal 117).
Dan masih banyak lagi pernyataan tegas beliau tentang kelompok sesat Khawarij ini.
bersambung, insya Allah
sumber
http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
----------------------
SIAPAKAH WAHABI??
Bagian 6⃣
(ditulis oleh: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Meluruskan Tuduhan Miring tentang Wahhabi
Tuduhan:
Mengkafirkan kaum muslimin dan menghalalkan darah mereka.
Ⓜ⭐ Bantahan:
Ini merupakan TUDUHAN DUSTA terhadap Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, karena beliau pernah mengatakan:
“Kalau kami tidak (berani) mengkafirkan orang yang beribadah kepada berhala yang ada di kubah (kuburan/ makam) Abdul Qadir Jaelani dan yang ada di kuburan Ahmad Al-Badawi dan sejenisnya, dikarenakan kejahilan mereka dan tidak adanya orang yang mengingatkannya.
Bagaimana mungkin kami berani mengkafirkan orang yang tidak melakukan kesyirikan atau seorang muslim yang tidak berhijrah ke tempat kami…?! Maha suci Engkau ya Allah, sungguh ini merupakan kedustaan yang besar.”
(Muhammad bin Abdul Wahhab Mush-lihun Mazhlumun Wa Muftara ‘Alaihi, hal. 203)
bersambung, insya Allah
sumber
http://manhajul-anbiya.net
•••••••••••••••••••••
Majmu'ah Manhajul Anbiya
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar