Selasa, 25 November 2014

BELAJAR AKHLAK DARI SYAIKH RABI'-hafizhahullah-

❁ ❁ ❁ ❁ ❁
BELAJAR AKHLAK DARI SYAIKH RABI'-hafizhahullah-
✼ ✼ ✼ ✼ ✼

◀ قال الشيخ ربيع بن هادي المدخلي حفظه الله :

✨ﺍﺣﻔﻈﻮﺍ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ

‏( ﺇِﻥَّ ﻓِﻴﻚَ ﺧَﻠَّﺘَﻴْﻦِ ﻳُﺤِﺒُّﻬُﻤَﺎ
ﺍﻟﻠﻪ: الحلم و َﺍﻷَﻧَﺎﺓُ ‏)

ﻭﺍﻹﻧﺴﺎﻥ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻳﻔﻘﺪ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺍﻟﻌﻈﻴﻤﺔ ﻳﺮﺑﻲ ﻧﻔﺴﻬﻌﻠﻴﻬﺎ،

‏( ﻣﻦ ﻳَﺴْﺘَﻌِﻒَّ ﻳُﻌِﻔَّﻪُ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﺼَﺒَّﺮْﻳُﺼَﺒِّﺮْﻩُ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻦِ ﻳُﻐْﻨِﻪِ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﻟَﻦْ ﺗُﻌْﻄَﻮْﺍ ﻋَﻄَﺎﺀًﺧَﻴْﺮًﺍ ﻭَﺃَﻭْﺳَﻊَ ﻣﻦ ﺍﻟﺼَّﺒْﺮِ ‏) ( ﻗﻄﻌﺔ ﻣﻦ ﺣﺪﻳﺚ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ ﺍﻟﺨﺪﺭﻱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ، ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺑﺮﻗﻢ ‏(6105 ‏) )

ﺭﺏِّ ﻧﻔﺴﻚ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺼﺒﺮ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻠﻤﻮﻋﻠﻰ ﺍﻟﺤﻜﻤﺔ ﻭﻋﻠﻰ ﺍﻷﺧﻼﻕ ﺍﻟﻌﺎﻟﻴﺔ.

ﺑﺠﻬﺎﺩﻙ ﻟﻨﻔﺴﻚ ﺗﺘﺤﻮﻝ ﻫﺬﻩ ﺇﻟﻰ ﻣﻠﻜﺎﺕ ﺇن شاء ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﻳﺸﻴﺮ ﺇﻟﻰ ﻫﺬﺍ ‏(ﺃﺧﻠﻘﻴﻦ ﺗﺨﻠﻘﺖ ﺑﻬﻤﺎ‏) ﻳﻌﻨﻲ ﻗﺪ ﻳﻨﺸﺄ ﺍﻟﺤﻠﻢ ﻭﺍﻷﻧﺎﺓ عن اﻟﺘﺨﻠﻖ ﻭﺗﺮﺑﻴﺔ ﺍﻟﻨﻔﺲ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺧﻼﻕ ﺍﻟﻜﺮﻳﻤﺔ، ﻓﺎﻟﻨﻔﺲ ﻗﺎﺑﻠﺔ ﻟﻠﺘﺮﺑﻴﺔ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺨﻴﺮ ﻭعلى اﻟﺸﺮ، ﺇﻥ ﺭﺑﻴﺘﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺸﺮ ﻧﻤﺖ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺃﻟﻔﺘﻪ ﻭﺻﺎﺭ ﻣﻦ ﻃﺒﺎﻋﻬﺎ - ﻭﺍﻟﻌﻴﺎﺫ ﺑﺎﻟﻠﻪ- ﻭﺇﻧﺮﺑﻴﺘﻬﺎ ﻋﻠﻰ ﺍﻷﺧﻼﻕ ﺍﻟﻜﺮﻳﻤﺔ ﺗﻄﺒﻌﺖ ﺑﻬﺎ ﻭﺻﺎﺭﺕ ﺟﺰﺀً ﻣﻦ ﺣﻴﺎﺗﻬﺎ ﻭﺻﺎﺭﺕ ﻣﻠﻜﺔ ﻟﺼﺎﺣﺒﻬﺎ .

ﻓﺎﺣﻔﻈﻮﺍ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻮﺻﺎﻳﺎ : ﺍﻟﺘﻮﺣﻴﺪ ﻭﻣﺤﺎﺭﺑﺔ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﻭﺇﻗﺎﻣﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻷمر ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ﻭﺍﻷﺧﻼﻕ ﺍﻟﻔﺎﺿﻠﺔ ﺍﻟﻌﺎﻟﻴﺔ؛ ﻣﺤﺎﺭﺑﺔ ﺍﻟﻜﺒﺮ ﻭﺍﻟﻔﺨﺮ ﻭﺍﻟﺨﻴﻼﺀ ﻭﻣﺎ ﺷﺎﻛﻞ ﺫﻟﻚ، ﻭﺗﻌﻠﻤﻮﺍ ﺍﻟﺤﻠﻢ ﻭﺍﻷﻧﺎﺓ ﻭﻛﻞ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺧﻼﻕ، ﺍﺩﺭﺳﻮﻫﺎ ﻣﻦ ﻛﺘﺎﺏ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻣﻨﺴﻨﺔ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻓﺈﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺧﻼﻕ ﺟﺎﻧﺐ ﻣﻬﻢ ﻣﻦ ﺟﻮﺍﻧﺐ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻭﻣﻨﺼﻤﻴﻢ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﺔ، ﺑﻬﺎ ﺗﻨﺘﺸﺮ
ﺩﻋﻮﺗﻜﻢ ﻭﻳﺮﻓﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻜﺎﻧﺘﻜﻢ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺎﺱ، ﻭﺑﺨﻼﻓﻬﺎ ﺗﻮﺿﻊ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﻭﺗﺸﻮﻩ ﺃﻣﺎﻡ ﺍﻟﻨﺎﺱ.

ﻓﺄﺣﺴﻨﻮﺍ ﺍﻟﺪﻋﻮﺓ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ  ﺗﺒﺎﺭﻙ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ

﴿ ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟِﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﴾ ‏( ﺍﻟﻨﺤﻞ 125‏)

ﻻ ﺗﺠﺎﺩﻝ ﺣﺘﻰ ﺍﻟﻜﺎﻓﺮين إلا ﺑﺎﻷﺧﻼﻕ ﺍﻟﻄﻴﺒﺔ ﻭﺑﺎﻟﺘﻲ ﻫﻲ ﺃﺣﺴﻦ؛ ﻻ ﺳﺐ، ﻭﻻ ﺷﺘﻢ، ﻻ ﺍﺣﺘﻘﺎﺭ، ﻭﻻ ﺍﺯﺩﺭﺍﺀ، ﻭﻻ ﻃﻌﻦ، ﻭﻻ ﺻﻴﺎﺡ، ﻭﻻ ﺻﺨﺐ، ﻭﻻ ﺷﻲ.

شرح وصايا لقمان ﺍﻟﺤﻜﻴﻢ ﻻﺑﻨﻪ للشيخ ربيع بن هادي المدخلي

▶ Asy Syaikh Robi' bin Hadiy Al Madkhaliy hafizhahullah berkata:

"Hafalkanlah oleh kalian hadits ini:

‏( ﺇِﻥَّ ﻓِﻴﻚَ ﺧَﻠَّﺘَﻴْﻦِ ﻳُﺤِﺒُّﻬُﻤَﺎ
ﺍﻟﻠﻪ: الحلم و َﺍﻷَﻧَﺎﺓُ ‏)

"Sesungguhnya pada dirimu ada dua sifat yang di cintai oleh Allah: yaitu sikap SANTUN DAN TENANG."

Apabila seseorang kehilangan akhlak yang agung seperti ini, maka hendaknya ia mendidik dirinya dengan akhlak tersebut.

"ﻣﻦ ﻳَﺴْﺘَﻌِﻒَّ ﻳُﻌِﻔَّﻪُ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَﺼَﺒَّﺮْﻳُﺼَﺒِّﺮْﻩُ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺴْﺘَﻐْﻦِ ﻳُﻐْﻨِﻪِ ﺍﻟﻠﻪ ﻭَﻟَﻦْ ﺗُﻌْﻄَﻮْﺍ ﻋَﻄَﺎﺀًﺧَﻴْﺮًﺍ ﻭَﺃَﻭْﺳَﻊَ ﻣﻦ ﺍﻟﺼَّﺒْﺮِ ‏"

"Barangsiapa yang berusaha menjaga kehormatan diri, maka Allah akan menjaga kehormatan dirinya, barang siapa yang berusaha untuk sabar maka Allah akan memberikan kesabaran kepadanya, barang siapa merasa cukup, maka Allah akan memberikan kecukupan kepadanya, dan tidak ada karunia yang di berikan kepada kalian yang lebih baik dan lebih luas di banding kesabaran."
(Penggalan dari hadits Abu Sa'id al Khudri radhiyallahu 'anhu, HR. Al Bukhary no 6105)

Didiklah dirimu di atas kesabaran, santun, hikmah dan akhlak-akhlak yang mulia.

Dengan kesungguhanmu, niscaya akhlak yang agung ini akan menjadi sebuah tabiat -insyaAllah-. Karena hadits ini mengisyaratkan yang demikian "apakah dua akhlak (ini) adalah akhlak yang saya usahakan" yaitu terkadang santun dan kehati-hatian akan tumbuh dari kebiasaan dan tarbiyatun nafsi (pendidikan jiwa) diatas akhlak yang mulia. Jiwa itu menerima pendidikan yang baik ataupun yang jelek. Jika dididik di atas kejelekan, tumbuh dan terbiasa di atas kejelekan tersebut, maka akan menjadi tabiatnya -wal 'iyadzu billahi-. Jika dididik dan dibiasakan di atas akhlak yang mulia, maka akan menjadi bagian dari kehidupannya dan menjadi kebiasaannya.

Maka jagalah oleh kalian wasiat-wasiat ini: mentauhidkan Allah dan memerangi syirik, menegakkan shalat, amar ma'ruf nahi mungkar, serta berakhlak yang mulia lagi tinggi. Memerangi kesombongan, berbangga diri dan takabbur dan perbuatan yang serupa dengannya. Pelajarilah oleh kalian sikap santun, kehati hatian dan setiap akhlak yang mulia. Pelajarilah dari kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam karena akhlak ini diantara salah satu sendi Islam yang penting dan termasuk PRINSIP DAKWAH SALAFIYYAH. Dengannya kalian menebarkan dakwah kalian, dan dengannya pula Allah akan mengangkat kedudukan kalian di sisi manusia. Dengan Kebalikannya berarti engkau telah menyia-nyiakan dan MEMBUAT JELEK DAKWAH INI DI HADAPAN MANUSIA.

Maka perbaikilah dalam dakwah kalian kepada jalan Allah subhanahu wa ta'ala:
﴿ ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟِﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﴾

"Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlan mereka dengan cara yang baik." (An Nahl: 125)

Janganlah engkau mendebat, walaupun kepada orang-orang kafir kecuali dengan AKHLAK DAN CARA YANG BAIK. Jangan mencela, jangan mencaci, jangan merendahkan, jangan meremehkan, jangan melaknat, jangan menghardik, jangan berteriak dengan keras dan jangan yang lainnya.

Syarh Washaya Luqman Al Hakim libnihi lisy Syaikh Robi' bin Hadiy Al Madkhaliy
_____________________

F. I. S Forum Ikhwah Salafiyyin
منتدى الإخوان السلفيين

Via WA Al-Manshuroh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar