Selasa, 11 November 2014

Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah [ 27 ]

Silsilah al-Fawaid as-Salafiyyah
    ~~• [ 27 ] •~~

AMALAN PALING UTAMA dan MULIA
serta SANGAT PENTING

Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata,  “Jika ath-Thaifah al-Manshurah ini bukan Ash-habul Hadits, maka aku tidak tahu lagi siapa mereka.”  Dalam riwayat lain : “Mereka adalah ahlul ‘ilmi dan ahlul atsar.”  (lihat ash-Shahihah I/543)

Al-Imam az-Zuhri rahimahullah mengatakan, “Dulu generasi yang telah lalu dari kalangan para ‘ulama mengatakan, ‘Berpegang Teguh dengan as-Sunnah adalah KESELAMATAN.” (al-Laalikaa’i 15, 136, 137)

Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah mengatakan, “as-Sunnah itu laksana perahu Nabi Nuh. Barangsiapa menaikinya maka dia selamat, barangsiapa yang tidak menaikinya maka dia tenggelam.” (Tarikh Baghdad 7/336)

Al-Imam az-Zuhri rahimahullah juga berkata, “Tidaklah mencintai hadits kecuali para jantannya kaum pria, dan tidaklah membenci hadits kecuali para bancinya kaum pria.” (Syarafu Ash-habil Hadits 142)

Bisyr bin al-Harits al-Jafi rahimahullah berkata, “Aku tidak tahu di muka bumi suatu amalan yang lebih utama dibandingkan MENCARI ILMU DAN HADITS, bagi barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah dan baik niatnya dalam amalan tersebut.” (Syarafu Ash-habil Hadits 162)

Muhammad bin Ahmad bin Abi ats-Tsalj menuturkan : Kakekku menyampaikan kepadaku, “Aku bertanya kepada Ahmad bin Hanbal, “Wahai Abu ‘Abdillah, mana yang lebih engkau sukai : seseorang itu menulis hadits, ataukah dia shalat dan berpuasa?

Beliau menjawab, “Menulis hadits.”

Aku tanya, “Dari mana Anda lebih mengutamakan menulis hadits dibandingkan shalat dan puasa?”

Ahmad bin Hanbal menjawab, “(Dengan menulis hadits, pen) supaya tidak ada yang mengatakan, ‘Aku melihat sebuah kaum melakukan sesuatu, maka aku pun mengikutinya.” (yakni dengan ilmu hadits, akan terwujud ittiba’ terhadap as-Sunnah dan akan terberantas sikap taqlid dan bid’ah, pen).

[Syarafu Ash-habil Hadits 171 ]

Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah berkata kepada al-Hasan bin Tsawab : “Aku tidak mengetahui manusia benar-benar sangat butuh untuk mencari hadits dibandingkan pada zaman ini.”

Aku (al-Hasan bin Tsawab) bertanya, “Kenapa?”

Al-Imam Ahmad bin Hanbal menjawab, “Telah muncul berbagai bid’ah. Barangsiapa yang tidak memiliki bekal hadits, maka dia akan terjatuh dalam kebid’ahan-kebid’ahan tersebut.” (al-Ashbahani dalam at-Targhib wa at-Tarhib, 490)

Al-Khathib al-Baghdadi rahimahullah juga berkata, “Mencari hadits pada zaman ini lebih utama dari segala macam ibadah tathawwu’. Karena banyak sunnah yang hilang dan tidak dikenal, sebaliknya telah bermunculan berbagai kebid’ahan dan para pengusungnya banyak berkuasa.” [Syarafu Ash-habil Hadits 171 ]

Apabila demikian kondisinya pada zaman al-Imam Ahmad bin Hanbal dan al-Khathib al-Baghdadi, maka bagaimana dengan zaman kita sekarang??!

Arsip dan Koleksi Selengkapnya dapatkan di
ߔؠhttp://miratsul-anbiya.net/al-fawaid-as-salafiyyah/silsilah-al-fawaid-as-salafiyyah/

————-

WhatsApp Miratsul Anbiya Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar