Senin, 14 Juli 2014

WASPADAI PERSEKONGKOLAN YAHUDI, NASRANI, RAFIDHAH, KHAWARIJ DAN ISIS

WASPADAI PERSEKONGKOLAN YAHUDI, NASRANI, RAFIDHAH, KHAWARIJ DAN ISIS

Asy Syaikh Shalih bin Sa'ad As Suhaimi hafidzahullah

Wahai saudara-saudaraku, jangan lupa berdoa untuk saudara-saudara kalian di Palestina, Syuriah, Irak, dan di setiap tempat. Karena semua ini hanyalah persekongkolan makruf yang telah bersepakat padanya semua orang kafir dari Yahudi, Nasrani, Hizb Iblis, Rafidhah, dan selain mereka. Mereka telah bersepakat dalam menyusun persekongkolan ini untuk menyibukkan kaum muslimin dari tauhid, memberikan fitnah pada mereka, dan menyampaikan ke target mereka yaitu membasmi kaum muslimin ahlus sunah sampai akarnya.

Akan tetapi mereka akan kembali dengan kerugian-kerugian dengan izin Allah, sama saja Yahudi dan Nasrani, dari barat dan timur, Hizb Iblis, Rafidhah, Khawarij, atau selain mereka yang bersekongkol untuk mencelakakan ahlu sunah. Mereka semua akan berakhir dengan izin Allah. Setiap tanduk yang muncul dari mereka, akan terpotong. Allah yang akan mematahkan tanduk-tanduk mereka dengan izin Allah Ta'ala.

Akan tetapi urusan ini menuntut tiga perkara:
1. Kembali kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Memperbaiki hubungan antara kita dengan Rabb kita. Menjauhi kemaksiatan.
2. Tawakal kepada Allah dan bersandar sepenuhnya kepada-Nya.

Kemarin ketika pertempuran ada yang berteriak, 'Ya Shalahudin'. Ini merupakan kesyirikan dengan sendirinya. Gimana kamu berteriak, 'Ya Shalahudin'? Shalahudin sudah wafat rahimahullah, dan kita berdoa untuknya, semoga Allah membalasnya dengan kebaikan dengan apa yang telah dia kedepankan untuk Islam dan kaum muslimin. Tapi jangan kamu menyeru padanya. Jangan kamu katakan, 'Ya Shalahudin, Wa Mutashimah' . Ini merupakan kesyirikan dengan sendirinya. Bagaimana kamu mengharapkan kesuksesan sedangkan kamu berdoa pada selain Allah?

Berdoalah kepada Rabbmu, katakanlah, 'Ya Allah, Ya Hayu Ya Qoyum, Ya Dzal Jalal Wal Ikram'. Jangan kamu katakan, "Ya Mu'tashim, Ya Salahudin'. Jangan kamu katakan, 'Ya Rasulallah'. Karena barang siapa beristighotsah dengan Rasulullah, sungguh telah berbuat kesyirikan. Katakanlah 'Ya Rabbi Ya Dzal Jalal wal Ikram, Ya Hayu, Ya Qoyum'.

Ya Allah, Rabb kami, hitunglah jumlah mereka, bunuhlah mereka hingga berserakan dan jangan Engkau lewati dari mereka seorang pun. Sama saja setan-setan Khawarij dan ISIS atau setan-setan Yahudi dan Nasrani di timur dan barat, atau setan-setan dari Rafidhah dan Hizb Iblis.

Ya Allah, basmilah mereka sampai akarnya, dan patahkanlah pangkalnya. Menangkanlah kami atas mereka. Adzablah mereka dengan adzab Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa. Dan perlihatkanlah pada kami keajaiban takdir-Mu. Ya Allah, Rabb kami, Yang Mengalahkan semua kelompok-kelompok, Yang mengadakan awan-awam, adzablah mereka dengan adzab Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa. Ya Allah, jangan teduhi mereka di muka bumi ini satu penghuni pun. Beranguslah mereka sampai akarnya. Ya Allah, Rabb kami, turunkanlah adzab-Mu yang tidak bisa ditolak bagi kaum berbuat kejahatan, pada semua mereka seluruhnya, Rafidhah, Khawarij, Yahudi, Nasrani, dan yang bersama mereka dari orang-orang kafir.

Ya Allah, celakakanlah mereka karena sesungguhnya mereka tidak bisa melemahkan-Mu. Celakakanlah mereka karena mereka berkomplotan dalam kebatilan. Bersekongkol secara sembunyi-sembunyi, dan menampakkan permusuhan di antara sebagian meraka dan sungguh mereka berdusta. Demi Allah mereka berbohong. Demi Allah bukanlah Yahudi dan Nasrani, di barat dan timur merupakan musuh Rafidhah, bukanlah musuh Khawarij. Bahkan merekalah yang mendatangkannya. Merekalah yang mempersenjatainya. Merekalah yang menjual senjata kepadanya. Karena target mereka yang telah mereka bidik adalah membasmi Ahlus Sunah, Salafiyin, Ahlus Sunnah Wal Jamaah. Akan tetapi mereka akan kembali dengan kerugian, kegagalan, dan kehinaan dengan izin Allah Ar Rahman.

Semoga shalawat, salam, dan barokah selalu tercurahkan pada Nabi kita Muhammad shalallahu 'alaihi wasalam.

Dialihbahasakan oleh Abu Abdillah Zaki Ibnu Salman

WhatsApp Thulab Fiyus
WA Salafy Lintas Negara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar